KARANGAN: Jurnal Kependidikan. Pembelajaran, dan Pengembangan. Vol 07. No 02. Bln September. Tahun 2025. Hal 8-14 Doi: https://doi. org/10. 55273/karangan. E-ISSN: 2715-9051 P-ISSN : 2656-1832 Hubungan Keaktifan Organisasi dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang Noer AfAoidah1. Aida AriniA. Anggara Dwinata3 1,2,3Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang INFO ARTIKEL Diterima : 28 Mei 2025 Disetujui : 17 September 2025 Dipublikasikan : 25 September 2025 Kata Kunci: Organisasi. Prestasi Belajar. Mahasiswa Abstrak: Perkembangan zaman di dunia perguruan tinggi tidak hanya menuntut mahasiswa untuk cerdas secara akademik, melainkan keterampilan soft skill. Keterampilan tersebut tentu dapat dilakukan oleh mahasiswa ketika aktif berada di jalur organisasi. Organisasi akan memberikan nuansa bagi mahasiswa dalam memberikan wawasan kompleks tentang cara berpikir kritis dan analitis, kemampuan pemecahan masalah, keterampilan berkomunikasi, dan membangu relasi. Aktif di organisasi akan memberikan corak secara akademik dalam meningkatkan prestasi belajar. Penelitian dilaksanakan di lingkungan mahasiswa yang aktif organisasi Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perolehan hasil korelasi sederhana sebesar 0,621 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa keaktifan berorganisasi dapat memberikan dampak terhadap prestasi belajar Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. Abstract: The development of the era in the world of higher education does not only require students to be academically intelligent, but also soft skills. These skills can certainly be done by students when they are active in the organizational Organizations will provide nuances for students in providing complex insights into how to think critically and analytically, problem-solving skills, communication skills, and building relationships. Being active in an organization will provide an academic pattern in improving learning The study was conducted in an active student environment in the Faculty of Education. Hasyim Asy'ari University. Tebuireng. Jombang. The results of the study showed that there was a simple correlation result of 621 and a significance value of 0. 001 < 0. Based on these results, it can be concluded that being active in organizations can have an impact on the learning achievement of students in the Faculty of Education. Hasyim Asy'ari University. Tebuireng. Jombang. Alamat Korespondensi Nama : Noer AfAoidah Instansi : Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang Surel : noerafidah1985@gmail. KARANGAN: Jurnal Kependidikan. Pembelajaran, dan Pengembangan. Vol 07. No 02. Bln September. Tahun 2025. Hal 8-14 Doi: https://doi. org/10. 55273/karangan. E-ISSN: 2715-9051 P-ISSN : 2656-1832 Keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi dapat ditinjau melalui keikutsertaan mahasiswa dalam ikut aktif di organisasi. Mahasiswa yang berkeinginan kuat untuk berkreasi dan mengeksplorasi diri dapat memperluas jaringan dengan memperluas jejaring pertemanan dan meningkatkan keterampilan manajemen organisasi (Dwinata. Pahru. Astutik. Susilo, & Pratiwi, 2. Di sisi lain, mahasiswa juga akan memperoleh ilmu tentang kepemimpinan dan tata kelola administrasi (Dwinata, 2. Manfaat dari keaktifan berorganisasi bagi mahasiswa yaitu: . mengembangkan keterampilan, . melatih dalam mempraktikan ilmu di organisasi secara praktis, . mengembangkan keterampilan sosial, . melatih pribadi personal dalam pemecahan masalah, . meningkatkan wawasan dan pengetahuan secara komprehensif, . memperluas jaringan kerja, . belajar dalam manajemen waktu, dan . membangun jiwa kepemimpinan (Mawardi. Mukrodi. Wahyudi. Sugiarti, & Anwar, 2. Mahasiswa juga dapat belajar dalam mengolah pikir, membangun komunikasi yang sistematis, dan mengasah keterampilan sebelum terjun secara aplikatif di dunia kerja yang sesungguhnya (Aliyyah. Mulyadi. Widyasari, & Kholik, 2. Meskipun organisasi memiliki beragam manfaat, tapi tujuan mahasiswa berada di bangku perkuliahan adalah tetap dalam membangun ranah akademik. Akademik tetap menjadi tujuan utama bagi mahasiswa untuk bisa lulus dengan tepat waktu sesuai dengan jurusan yang mereka tekuni (Cahyani. Dwinata. Adlina, & Pujiono, 2. Terdapat beberapa mahasiswa yang tidak aktif dalam mengikuti organisasi mereka cenderung lebih tertutup, tidak mudah bergaul, dan juga faktor tuntutan akademik yang tinggi seperti tugas perkuliahan. (Dwinata et al. , 2. Beragam manfaat bagi mahasiswa saat aktif berada di organisasi. Namun ketika mahasiswa tidak bisa memanajemen waktu dengan baik, maka akan muncul permasalahan bagi mahasiswa secara personalia (Kadji, 2. Permasalahannya diantaranya adalah banyaknya waktu yang digunakan saat aktif di organisasi membuat waktu istirahat menjadi berkurang, izin saat jam perkuliahan berlangsung karena menjadi panitia kegiatan, ketinggalan materi perkuliahan, tidak maksimalnya mengerjakan tugas perkuliahan, dan terlambatnya mahasiswa untuk lulus dengan tepat waktu. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang memberikan keterangan bahwa mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi memiliki partisipasi aktif saat perkuliahan, lebih percaya diri, dan berani mengemukakan pendapat secara kritis dan menyalurkan ide dalam memecahkan masalah saat diskusi di kelas. Namun ada mahasiswa yang memberikan keterangan bahwa aktif berorganisasi membuat waktu beristirahat menjadi berkurang dan penyelesaian tugas sering kali dikerjakan di akhir-akhir waktu, karena padatnya kegiatan di organisasi. Berdasarkan hasil survei peneliti kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim AsyAoari Tebuoreng Jombang yang disebar melalui google form memberikan keterangan bahwa saat aktif di organisasi sebanyak 70% mahasiswa dapat meningkatkan prestasi belajar dan 30% beranggapan bahwa saat berada di organisasi dapat menurunkan prestasi belajar. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran yang diukur dengan nilai, indeks prestasi, dan pengakuan relevan lainnya (Dwinata. Pratiwi, & Nuruddin, 2. Prestasi belajar berhubungan erat dengan sikap anak sebagai bentuk prestasi belajar dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (Dwinata. Ahmad. Astutik, & AfAoidah, 2. Berdasarkan hasil penelitian (Mahmudah. Darwis. Armella, & Hidayat, 2. menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara keaktifan dalam berorganisasi dengan prestasi belajar mahasiswa. Jika mahasiswa dapat melakukan manajemen waktu dengan baik maka aktif beroganisasi bukan menjadi hambatan untuk dapat meningkatkan prestasi belajar. Hal ini sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Chamdan Mashuri. Kom. selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang menyatakan bahwa aktif beroganisasi dapat membuat mahasiswa dapat menjadi kritis, analitis, dan pemecahan masalah, sehingga hal tersebut akan terbawah hingga di ranah akademik. Namun, apabila mahasiswa tidak mampu memanajemen waktu dengan baik, maka problematikan prestasi belajar akan menjadi menurun. Melalui pernyataan tersebut, maka tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan hubungan organisasi AfAoidah, et al. Hubungan Keaktifan Organisasi dengan Prestasi Belajar MahasiswaA. dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Uraian data penelitian berupa angka atau numerik. Jenis penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel (Djaali, 2. Adapun yang berkedudukan sebagai variabel bebas adalah keaktifan berorganisasi, sedangkan variabel terikat adalah prestasi belajar mahasiswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasional sederhana melalui uji korelasi sederhana. Populasi yang digunakan adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang yang mengikuti organisasi BEM Fakultas Ilmu Pendidikan. DPM Fakultas Ilmu Pendidikan. HMP PGSD. HMP PIPA. HMP PBI. HMP PBSI, dan HMP PMAT yang berjumlah 100 mahasiswa. Adapun teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan secara acak . andom samplin. dengan total 54 mahasiswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan penentuan sampel secara representatif dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excell, maka data dapat diuraikan sebagai berikut: Tabel 1. Sampel Penelitian Organisasi Responden Persentase BEM FIP DPM FIP HMP PGSD HMP PIPA HMP PMAT HMP PBI HMP PBSI Total Sumber : Olahan peneliti, 2025 Berdasarkan tabel 1 yaitu sampel penelitian, maka peneliti memberikan dukungan dengan grafik sebagai berikut: KARANGAN: Jurnal Kependidikan. Pembelajaran, dan Pengembangan. Vol 07. No 02. Bln September. Tahun 2025. Hal 8-14 E-ISSN: 2715-9051 P-ISSN : 2656-1832 Doi: https://doi. org/10. 55273/karangan. HMP PBSI, HMP PBI, BEM FIP, DPM FIP, HMP PMAT, HMP PIPA, HMP PGSD, Gambar 1. Grafik Sampel Penelitian Selanjutnya yaitu sajian data angket dari keaktifan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang saat berorganisai sebagai berikut: Tabel 2. Tingkat Keaktifan Mahasiswa Berorganisasi Organisasi Responden Persentase Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Total Sumber : Olahan peneliti, 2025 Sajian data tingkat prestasi belajar mahasiswa aktif dalam berorganisasi oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang ditinjau melalui nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulati. mahasiswa, yaitu : Tabel 3. IPK Mahasiswa yang Aktif Berorganisasi IPK Kategori Responden Persentase 3,50-4,00 Pujian (Cum Laud. 3,00-3,49 Sangat Memuaskan 2,50-2,99 Memuaskan 2,00-2,49 Cukup Total Sumber : Olahan peneliti, 2025 AfAoidah, et al. Hubungan Keaktifan Organisasi dengan Prestasi Belajar MahasiswaA. Analisis uji korelasional sederhana dilakukan untuk mengetahui tingkat hubungan antara tingkat keaktifan berorganisasi dengan prestasi belajar mahasiswa, dapat diuraikan sebagai Tabel 4. Hasil Analisis Korelasional Sederhana Hasil Kriteria Variabel Pearson Keterangan Korelasi Correlation Keaktifan Berorganisasi 0,621 0,600-0,799 Kuat Prestasi Belajar 0,621 0,600-0,799 Kuat Sumber : SPSS versi 21. Selanjutnya untuk uji signifikansi sederhana untuk mengetahui apakah kedua variabel berkorelasi secara signifikan ataukah tidak, hasil diperoleh sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Signifikansi Korelasional Sederhana Hasil Kriteria Variabel Pearson Keterangan Signifikansi Correlation Keaktifan Berorganisasi 0,001 Prestasi Belajar 0,001 Signifikan > 0,05 > 0,05 Signifikan Sumber : SPSS versi 21. Terakhir yaitu uji determinasi untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan oleh variabel keaktifan berorganisasi dengan prestasi belajar mahasiswa, dapat dipaparkan sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi Hasil Variabel Pearson Keterangan Correlation Keaktifan Berorganisasi dan Prestasi Belajar 0,760 Sumber : SPSS versi 21. PEMBAHASAN Melalui hasil penelitian dapat diketahui bahwa rerata tingkat keaktifan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dalam berorganisasi dengan kategori sangat tinggi berjumlah 30% dengan responden 16 mahasiswa. Data yang diperoleh dari pengumpulan dokumentasi prestasi belajar mahasiswa melalui transkip sementara diperoleh bahwa nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa yang ikut dalam organisasi berjumlah 65% dengan responden KARANGAN: Jurnal Kependidikan. Pembelajaran, dan Pengembangan. Vol 07. No 02. Bln September. Tahun 2025. Hal 8-14 Doi: https://doi. org/10. 55273/karangan. E-ISSN: 2715-9051 P-ISSN : 2656-1832 berjumlah 35 mahasiswa dengan predikat pujian . ,51-4,. Perolehan nilai tersebut memberikan keterangan bahwa prestasi belajar mahasiswa dapat meningkatkan mahasiswa dalam Hasil nilai korelasi dengan analisis korelasi sederhana diperoleh hasil sebesar 0,621 selaras dengan ketentuan bahwa variabel keaktifan berorganisasi memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar mahasiswa. Nilai yang dihasilak bernilai positif, sehingga semakin tinggi tingkat keaktifan berorganisasi mahasiswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar mahasiswa secara kompleks. Berdasarkan penelitian (Putri. Satria. Amrina, & Alfadhlani, 2. dalam keaktifan berorganisasi harus berdampak secara signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Dipertegas oleh penelitian (Luailiyah. Hilmi, & Sahariani, 2. yang menjelaskan bahwa aktif dalam berorganisasi menjadi dampak dalam peningkatan IPK mahasiswa. Keikutsertaan mahasiswa dalam berorganisasi di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim AsyAoari Jombang menjadi salah satu kategori faktor eksternal dalam mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa secara komprehensif. Hal ini didukung dengan beberapa sampel wawancara dari mahasiswa seperti mbak Zihan Fathonah Ayuningsih yang menerangkan bahwa AuDi organisasi mahasiswa akan mendapat hal yang tidak akan didapatkan saat berada di bangku kuliah, seperti keterampilan berkomunikasi di depan publik, membangun jejaring pertemanan, manajemen kepemimpinan dan keorganisasian, serta tata kelola administrasiAy. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Muhammad Nuruddin selaku pembina organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas yang menerangkan bahwa AuBerorganisasi sebenarnya membuat mahasiswa menjadi lebih aktif secara dinamis dan kritis sehingga suasana tersebut akan terbawa sampai ke bangku perkuliahanAy. Melalui hasil wawancara tersebut memberikan keterangan secara jelas bahwa banyak sekali manfaat mahasiswa saat aktif dalam berorganisasi. Dipertegas oleh penelitian (Dwinata et al. , 2. yang menjelaskan bahwa aktif berorganisasi menjadi sarana bagi mahasiswa dalam berdialog untuk mencapai tujuan ataupun menyelesaikan masalah praktis. Hal ini tentu memicu mahasiswa untuk bisa beretorika, berani mengemukakan pendapat di depan umum, dan membangun relasi secara luas (Dwinata. Kibtiyah, et al. , 2. Selain terdapat manfaat secara lebih, aktif berorganisasi juga memiliki beberapa faktor penghambat. Faktor tersebut diantaranya seperti manajemen waktu (Renato et al. , 2. Keeterampilan mengelola waktu menjadi faktor positif bagi mahasiswa yang bekerja maupun mahasiswa yang fokus terhadap konsep akademik. Manajemen waktu menjadi salah satu faktor kemampuan bagi mahasiswa dalam perencanaan dan pengaturan diri. Berdasarkan hasil koefisien determinasi diperoleh hasil sebesar 76% yang berarti bahwa variabel bebas . yaitu keaktifan berorganisasi mempengaruhi variabel terikat (Y) yaitu prestasi belajar mahasiswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian yang dilaksanakan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang memiliki hubungan yang signifikan dengan perolehan nilai yaitu 0,001 < 0,05 . araf signifikans. Bentuk nilai keterhubungan lainnya yaitu diperoleh nilai korelasi sebesar 0,621 yang memiliki kriteria kuat dan nilai koefisien determinasi sebesar 76%. Hal ini tentu memberikan bukti secara nyata bahwa keaktifan berorganisasi mempengaruhi prestasi belajar Saran yang dapat diberikan diantaranya: . Sebagai seorang dosen dan pimpinan di perguruan tinggi harus mampu mengarahkan mahasiswa untuk aktif dalam berorganisasi sebagai bagian dari upaya membangun mahasiswa berpikir kritis, analitis, dan dinamis, dan . Hasil temuan penelitian diharapkan mampu memberikan sumbangsih variasi penelitian dan tingkat keakuratan sebagai bentuk alternatif pentingnya berorganisasi untuk dapat diterapkan pada variabel-variabel penelitian selanjutnya yang berbeda. AfAoidah, et al. Hubungan Keaktifan Organisasi dengan Prestasi Belajar MahasiswaA. DAFTAR PUSTAKA