JURNAL APTEK Vol. No. Artikel Ilmiah Aplikasi Teknologi homepage: http://journal. id/index. php/aptek p-ISSN 2085-2630 e-ISSN 2655-9897 Analisis Nilai California Bearing Ratio (CBR) Pada Ruas Jalan Boter Pasir Pengaraian Rismalinda1*. Bambang Edison2. Arifal Hidayat3. Riska Nadia4 1,2,. Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian Jl. Tuanku Tambusai. Rambah. Kec. Rambah Hilir. Kabupaten Rokan Hulu. Riau 28558 rismalinda@upp. edison@upp. upp@upp. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian Jl. Tuanku Tambusai. Rambah. Kec. Rambah Hilir. Kabupaten Rokan Hulu. Riau 28558 riskanadia541@gmail. ABSTRAK Tanah dasar merupakan material yang sangat berpengaruh dan berperan penting dalam pembangunan konstruksi, dengan hal ini diperlukan tanah yang stabil agar memiliki nilai daya dukung yang tinggi untuk menahan beban lalu lintas yang berada di atasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik tanah yang ada di Jalan Boter Pasir Pengaraian serta mengetahui nilai California Bearing Ratio (CBR) di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanah subgrade pada 6 titik Lokasi pengambilan sampel berdasarkan AASHTO termasuk kelompok A Ae 6 dengan jenis tanah berlempung dan bedasarkan USCS termasuk dalam kelompok SC yaitu pasir lempung, campuran pasir-lempung. Nilai CBR laboratorium titik 1 sebesar 7,50%, titik 2 sebesar 10,09%, titik 3 sebesar 9,57% titik 4 sebesar 13,37%, titik 5 sebesar 6,31% dan titik 6 sebesar 6,63%. Hasil ini menunjukan bahwa nilai CBR tersebut berdasarkan AASHTO dan SNI 1744:2012 termasuk kategori cukup Ae baik sebagai bahan subgrade. Kata kunci: analisis CBR laboratorium. sifat fisik tanah. ABSTRACT Subgrade soil is a material that greatly influences and plays an important role in Stable soil is needed to have a high bearing capacity to withstand the traffic load above it. The purpose of this study was to determine the physical properties of the soil on Jalan Boter Pasir Pengaraian and to determine the California Bearing Ratio (CBR) at the study site. The results of the study show that the subgrade soil type at the 6 sampling points based on AASHTO is classified as group A-6 with clayey soil, and based on USCS, it is classified as group SC, which is clayey sand, a mixture of sand and clay. The laboratory CBR values were 7. 50% at point 1, 10. 09% at point 2, 9. 57% at point 3, 13. 37% at point 4, 6. 31% at point 5, and 6. 63% at point 6. These results indicate that the CBR values based on AASHTO and SNI 1744:2012 fall into the adequateAegood category as subgrade material. Keywords: laboratory CBR analysis. physical properties of soil. Corresponding Author: uO Rismalinda Accepted on: 2025-12-20 PENDAHULUAN Pembangunan konstruksi di Indonesia selmakin berkembang pesat seperti jalan, bangunan, jembatan dan lainnya. Seperti yang diketahui bahwa Pembangunan tidak terlepas dari tanah dasarnya. Tanah dasar merupakan material yang sangat berpengaruh dan berperan penting dalam pembangunan kontruksi, dengan hal ini diperlukan tanah yang stabil agar memiliki nilai daya dukung yang tinggi untuk menahan beban yang berada di atasnya. Masalah pada tanah dasar dapat dilihat dari nilai daya dukung tanah dasar yang direpresentasikan berdasarkan angka CBR (California Belaring DOI: 10. 30606/aptek. Rismalinda et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 162-168, 2025 Rati. yang didapatkan melalui pengujian laboratorium. Pengujian yang umum digunakan untuk menilai daya dukung subgrade adalah melalui uji CBR (California Belaring Rati. Uji CBR adalah metodel pengujian yang digunakan untuk menentukan kekuatan atau kemampuan subgrade dalam menahan beban yang diterima. Untuk standart nilai minimum CBR adalah > 6% baik menurut SNI. Berdasarkan standar AASHTO, nilai CBR 20-25 umumnya dianggap cukup baik untuk subgrade jalan, tetapi perlu perhatian lebih untuk memastikan perencanaan ketebalan lapisan perkerasan yang tepat. Nilai CBR ini biasanya cocok untuk jalan kelas II atau i, yang dilalui oleh kendaraan dengan beban sedang . eperti kendaraan ringan dan kendaraan komersial keci. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi peningkatan daya dukung subgrade yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan efisiensi biaya. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi pada pengembangan infrastruktur transportasi yang lebih handal, aman, dan berkelanjutan di wilayah Rokan Hulu dan daerah-daerah dengan karakteristik serupa. Tanah dasar adalah permukaan tanah semula atau permukaan tanah galian atau permukaan tanah timbunan yang dipadatkan dan merupakan dasar untuk perletakan bagian-bagian perkerasan lainnya. Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan tergantung dari sifat-sifat daya dukung tanah dasar. Persoalan yang menyangkut tanah dasar adalah: Perubahan bentuk tetap . eformasi permane. dari macam tanah tertentu akibat beban lalu lintas. Sifat kembang susut dari tanah tertentu akibat perubahan kadar air. Daya dukung tanah yang tidak merata, sukar ditentukan secara pasti ragam tanah yang sangat berbeda sifat dan kelembabannya. Lendutan atau lendutan balik. Gambar 1. Lapis Perkerasan Lentur Subgrade adalah lapisan tanah asli yang berada di bawah lapisan perkerasan atau struktur jalan. Ini berfungsi sebagai dasar yang mendukung beban dari permukaan yang dibangun di atasnya, seperti jalan, rel kereta api, atau bangunan. Fungsi Subgrade: Dukungan Struktural: Subgrade mendistribusikan beban dari permukaan ke tanah di bawahnya, membantu mencegah deformasi atau kerusakan. Drainase: Subgrade juga berperan dalam sistem drainase, membantu mengalirkan air dari permukaan untuk mencegah penumpukan air yang dapat merusak struktur. Rismalinda et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 162-168, 2025 Stabilitas: Memastikan stabilitas jangka panjang dari perkerasan dengan mengurangi risiko pergeseran atau pengendapan. Karakteristik tanah yang sesuai untuk mengetahui tanah urugan yang kita pilih sesuai dengan kebutuhan dapat diuji di laboratorium dengan beberapa pengujian yang akan dilakukan sesuai stadar ASSTHO dan SNI. MATERIAL DAN METODE Penelitian ini dilakukan di Jalan Boter. Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini dilakukan melalui pengujian Data sekunder berupa sampel tanah terganggu di jalan Boter. Selanjutnya dilakukan pengujian karakteristik tanah dasar melalui pengujian di laboratorium. 1 Kadar Air Tanah Bila kadar air tanah rendah, tanah tersebut sukar dipadatkan. Jika kadar air dinaikkan dengan menambah air , air tersebut seolah-olah sebagai pelumas antara butiran tanah sehingga mudah dipadatkan , tetapi bila kadar air terlalu tinggi, kepadatannya akan menurun. Jadi kadar air tersebut perlu ditetapkan yang dikenal dengan kadar air optimum. Nilai kadar air optimum dan kepadatan kering maksimum itu, diadakan percobaan pemadatan di laboratorium yang dikenal dengan: Standard Proctor Compaction TestAo untuk tanah pada umumnya Modified Proctor Test' untuk tanah yang mengandung bahan granular. 2 Kadar Lumpur Tanah urug yang digunakan untuk konstruksi jalan harus memenuhi kriteria tertentu untuk memastikan kekuatan dan stabilitasnya. Salah satu 60 parameter penting yang diperhatikan adalah kadar lumpur . tau lolos saringan No. Lumpur yang terlalu tinggi dalam tanah urug dapat menyebabkan penurunan daya dukung tanah, mudah jenuh air, dan meningkatkan risiko deformasi atau kerusakan jalan. Berikut adalah panduan kadar lumpur pada tanah urug untuk konstruksi jalan: Standar Umum: Untuk tanah urug yang digunakan sebagai lapisan dasar . , kadar lumpur umumnya tidak boleh melebihi 5% hingga 10% dari berat total. Material granular seperti pasir atau kerikil untuk lapisan perkerasan biasanya memiliki batas kadar lumpur lebih rendah, sekitar 1% - 5%. 3 Analisa Saringan Analisa saringan dilakukan untuk mengetahui ukuran butiran yang tepat untuk tanah urugan yanga kan digunakan dengan pengujian sebagai Menggunakan saringan No. 200 untuk memisahkan fraksi lumpur dan Material yang lolos dianggap sebagai lumpur dan dihitung Pengujian Hidrometer: Untuk analisis lebih rinci kandungan lumpur pada tanah lempung atau silty clay. Persyaratan dalam SNI atau Spesifikasi Proyek: Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1744-1989 dan SNI lain terkait jalan memberikan pedoman material tanah urug. Spesifikasi teknis proyek konstruksi jalan biasanya mencantumkan batas kadar lumpur maksimum, bergantung pada jenis lapisan . ubgrade, subbase, atau bas. Rismalinda et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 162-168, 2025 4 Atterberg Limit Atterberg Limits adalah serangkaian parameter yang digunakan untuk menentukan karakteristik plastisitas tanah, terutama tanah yang mengandung partikel halus seperti lempung dan lanau. Parameter ini membantu memahami bagaimana tanah berperilaku dalam berbagai kondisi kadar air, yang penting untuk desain dan analisis teknik sipil, termasuk konstruksi jalan. 5 CBR Lapangan CBR lapangan adalah pengujian CBR yang dilakukan langsung di lokasi proyek untuk menilai kondisi aktual dari tanah atau material yang telah dipadatkan. Pengujian ini penting untuk mengevaluasi kualitas pekerjaan urugan dan kepadatan tanah di lapangan. Dalam proyek pembangunan jalan, terutama pada konstruksi baru atau pelebaran jalan, pengujian CBR lapangan pada tanah urugan dilakukan untuk memastikan bahwa material urugan memenuhi persyaratan teknis dan mampu menahan beban lalu lintas. Nilai CBR akan menjadi dasar dalam desain tebal perkerasan agar struktur jalan memiliki umur layan yang panjang dan tidak cepat mengalami kerusakan. Tujuan utama pengujian CBR lapangan: Mengetahui kemampuan dukung tanah setelah pemadatan. Menentukan kelayakan tanah urugan sebagai lapisan perkerasan. Menjadi dasar dalam desain tebal lapis perkerasan jalan. 6 DCP (Dynamic Cone Penetromete. DCP (Dynamic Cone Penetromete. adalah alat uji sederhana dan portabel yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan kepadatan tanah di lapangan, terutama untuk menentukan daya dukung tanah dasar atau tanah Alat ini sering digunakan sebagai alternatif cepat dan ekonomis untuk memperkirakan nilai CBR. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Sifat Fisik Tanah Subgrade Sifat fisik tanah subgrade adalah sifat tanah yang berhubungan delngan kondisi tanah asli baik itu dari selgi tekstur, struktur dan stabilitas Untuk memastikan tanah subgrade tersebut memiliki sifat yang baik maka dilakukan beberapa pengujian meliputi pengujian kadar air, berat jenis, analisa saringan, berat volume, dan Atterberg Limit. Maka didapat hasil sebagai berikut : Tabel 1. Hasil Pengujian Sifat Fisik Tanah Dasar Pengujian Kadar Air . Berat Jenis (G. Batas Atterberg Limit : Batas Cair (LL) Batas Plastis (PL) Indeks Plastis (PI) Analisa Saringan : Hasil 28,22% 2,12 Gr/ycayco3 39,68% 27,03% 7,65% Rismalinda et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 162-168, 2025 Lolos Saringan No. Lolos Saringan No. Belrat Volume : Tanah Gembur Tanah Padat 86,25% 10,69% 1,354 Gr/ycayco3 1,551 Gr/ycayco3 Berdasarkan klasifikasi AASHTO sampel tanah dasar yang berasal dari Jalan Lingkar Boter Pasir Pengaraian secara umum digolongkan ke dalam kelompok A-6 yaitu tanah berlempung dan penilaian sebagai bahan untuk tanah dasar adalah Biasa sampai Jelek. Dalam klasifikasi USCS secara umum digolongkan dalam kelompok SC yaitu pasir lempung, campuran pasir-lempung. 2 Hasil Pengujian Pemadatan Standart Proctor Tu$ju$an dari pe$ngu$jian pe$madatan tanah artinya bu$at me$dapatkan nilai kadar air optimu$m dan ke$padatanan ke$marau$ maksimu$m pada su$atu$ prose$s pe$madatan. de$ngan cara me$madatkan tanah sampe$l se$banyak 3 lapis. Dimana se$tiap lapis nya ditu$mbu$k se$be$sar 25 kali. Pe$ngu$jian dilaku$kan se$be$sar 6 titik, pe$r 1 titik nya me$makai lima sampe$l tanah. se$tiap sampe$l nya di tambahkan air se$be$sar 0,05%, 0,10%, 0,15%, 0,20% dan 0,25%. Tabel 2. Hasil Pe$ngu$jian Pel$madatan Standart Proctor Titik Ke$padatan Ke$ring Maksimu$m 1,930 gr/cc 1,955 gr/cc 1,963 gr/cc 1,668 gr/cc 1,562 gr/cc 1,613 gr/cc Kadar Air Optimu$m 7,50% 10,09% 9,57% 13,37 %. 6,31% 6,63% Nilai kadar air optimu$m pada se$tiap titik ini yang akan digu$nakan pada saat pe$ngu$jian CBR laboratoriu$m. 3 Nilai CBR Laboratorium Pe$ngu$jian ini dilaku$kan se$banyak 6 titik tanah dasar yg telah pada ambil se$belu$mnya. U$ji CBR ini dilaku$kan de$ngan me$makai stopwatch yg be$rgu$na bu$at me$mbaca ke$tika pada mu$lai asal 15 dtk, 30 dtk, 1 mnt, 1 mnt 30 de$tik, 2 mnt, 3 mnt dan 4 mnt. Maka nilai CBR yang dipe$rgu$nakan me$ru$pakan nilai pe$ne$mbu$san pada waktu$ 1 mnt. Se$be$lu$m dilaku$kan CBR load te$st, tanah sampe$l dipadatkan te$rle$bih dahu$lu$ se$banyak 3 sampe$l, pada 1 sampe$l dilaku$kan pe$madatan se$be$sar 10 tu$mbu$kan, 30 tu$mbu$kan dan 65 tu$mbu$kan. Pe$re$ndaman dilaku$kan se$lama 24 jam. Tabel 3. Hasil U$ji CBR Laboratoriu$m Re$ndaman Titik Nilai CBR % 9,15% 8,23% 8,35% 9,61% 8,91% Rismalinda et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 162-168, 2025 8,92% KESIMPULAN Hasil pengujian sifat fisik tanah dasar (Subgrad. didapat hasil uji kadar air didapat nilai 28,22%, uji berat voluml didapat nilai 1,00%, uji berat jenis tanah didapat nilai 2,12%, uji batas cair (LL) didapat nilai 39,68%, uji batas plastis (PL) didapat nilai 27,03%. Dari hasil pengujian tersebut berdasarkan klasifikasi AASHTO termasuk kelompok A-6 dengan jenis tanah berlempung dan berdasarkan klasifikasi USCS termasuk kelompok SC dengan jenis tanah pasir lempung, campuran pasir-lempung. Pengujian CBR dilakukan dengan metodel perendaman selama 24 jam, sebelum direndam tanah sampel ditumbuk sebanyak 10, 30 dan 65 tumbukan dalam 5 lapis. Pada pengujian CBR sebanyak 6 titik setelah rendaman, maka didapatkan hasil nilai CBR pada titik 1 sebesar 7,50%, titik 2 sebesar 10,09%, titik 3 sebesar 9,57%, titik 4 sebesar 13,37%, titik 5 sebesar 6,31%,dan titik 6 sebesar 6,63%. Setelah pengujian didapatkan nilai CBR yang paling rendah berada pada titik 5 sebesar 6,31% dan yang paling tinggi pada titik 4 sebesar 13,37% dengan kategori memenuhi. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan artikel jurnal ini: Rektor UPP. Dekan Fakultas Teknik UPP, atas arahan dan bimbingan yang diberikan selama proses penelitian. Kepala Laboratorium Prodi Teknik Sipil, atas izin penggunaan alat Semua pihak yang turut membantu dan tidak dapat disebutkan satu persatu namanya. DAFTAR PUSTAKA