e-ISSN : x-x PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SMP NEGERI 3 KEDIRI TAHUN 2024 Ida Ayu Gede Diah Adnyani1. Desak Gede Yenny Apriani2. I Gede Nyoman Ardi Supartha3 Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Advaita Medika Tabanan Korespondensi penulis: diahdayu46@gmail. 1,2,3 ABSTRAK Latar belakang: Tablet Tambah Darah merupakan suplemen gizi penambah darah yang disediakan oleh pemerintah dan didistribusi kepada kelompok-kelompok sasaran,yang mana kelompok remaja usia 10-19 tahun merupakan salah satu sasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh pemberian Pendidikan Kesehatan terhadap sikap remaja putri tentang konsumsi tablet tambah darah di SMPN 3 Kediri tahun 2024. Metode: Desain penelitian Pre experimental dengan pendekatan One grup pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas Vi di dengan jumlah sampel 40 orang. Teknik sampling yang digunakan teknik simple random Uji analisis yang di gunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan nilai signifikansi 0,05. Rentang usia responden antara 13-14 tahun. Hasil: Hasil dari uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan secara statistik didapatkan peningkatan yang signifikan pada sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pada sikap, menunjukan bahwa. Z hitung sebesar -5,517 dengan p<0,001 sehingga keputusan hipotesis adalah H0 Simpulan: ada pengaruh signifikan secara statistik pada pemberian pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja putri di SMP Negeri 3 Kediri. Kata kunci: Anemia. Pengetahuan. Sikap. Tablet Tambah Darah PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa Tingkat perubahan sikap dan perilaku selama masa remaja sama dengan tingkat perubahan fisik. Usia remaja menurut WHO dimulai dari usia 12-24 tahun. Selama awal masa remaja, perubahan fisik sangat pesat maka perubahan perilaku dan sikap juga Sebaliknya jika perubahan fisik menurun maka perubahan sikap dan perilaku menurun juga. Dalam masa remaja ini maka penting untuk melakukan edukasi dalam Upaya Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 peningkatan derajat kesehatan remaja. (Ulfah et al. , 2. Berdasarkan Indonesia tahun 2021, cakupan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di Indonesia Maluku Utara berada pada peringkat terendah dari seluruh provinsi di Indonesia yaitu 2,1%, sedangkan rata-rata nasional 31,3% sementara provinsi Sumatera Barat yaitu : 11,5% berada pada urutan ke-29 dari 34 provinsi. Provinsi dengan persentase tertinggi cakupan pemberian TTD pada remaja putri adalah Bali 85,9% (Kemenkes RI, e-ISSN : x-x Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Dinas Kesehatan di Tabanan pada tahun 2023 cakupan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri usia 12 Ae 18 tahun di wilayah kerja puskesmas kediri i dengan total remaja yang mendapat tablet fe sebanyak 51,5%, namun masih ada sebanyak 48,5% remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas kediri i belum mendapat tablet tambah darah. SMP Negeri 3 Kediri merupakan satusatunya sekolah menengah Pertama yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kediri i. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas Kediri i, didapatkan hasil bahwa belum diberikan pendidikan kesehatan tentang konsumsi tablet tambah darah selama 1 tahun terakhir. Upaya yang dapat dilakukan untuk dengan cara meningkatkan sikap remaja putri tentang konsusmi tablet tambah Dipandang dari segi ilmu keperawatan implikasi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan sebagai salah satu metode tersampaikanya informasi. Diharapkan pendidikan kesehatan, remaja putri mendapat informasi serta pengetahuan yang baru sehingga tujuan dari pemberian pendidikan kesehatan yaitu dapat mengubah perilaku individu atau masyarakat dalam bidang kesehatan dapat tercapai. (Tatirah, 2. Berdasarkan uraian di atas, dapat terhadap sikap remaja putri tentang Disinilah peran tenaga kesehatan sebagai edukator sangat diperlukan dalam memberikan sosialisasi dan KIE (Komunikasi. Informasi dan Edukas. kepada remaja putri tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah. Hal Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 kesehatan terhadap sikap remaja putri tentang konsumsi tablet tambah darah di SMP Negeri 3 Kediri. METODE PENELITIAN Rancangan digunakan dalam penelitian ini adalah Pra-Eksperiment dengan One Group Pre-test dan post-test design. Penelitan One Group Pre-test dan post-test adalah mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan sutu kelompok subjek. Kelompok subjek akan dilakukan dan sesudah dilakukan intervensi. (Nursalam, 2. Penelitian ini dilakukan bulan Juni 2024 yang bertempat di SMP Negeri 3 Kediri. Variabel merupakan perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu (Thanniel. Adapun digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas . dan variabel terikat . bebas yang digunakan dalam penelitian kesehatan dan variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sikap remaja putri tentang konsumsi menggunakan metode pengumpulan data berupa lembar kuesioner untuk Kuesioner terdiri 10 pernyataan tentang sikap dengan pernyataan yang tertutup . losed e-ISSN : x-x HASIL DAN PEMBAHASAN SMP Negeri 3 Kediri terletak di Jalan Baypass No. 27X Desa Beraban Kediri Tabanan. Provinsi Bali. SMP Negeri 3 Kediri merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang berada di Kabupaten Tabanan. SMP Negeri 3 Kediri juga memiliki jumlah siswi yaitu sebanyak 245 siswi. SMP Negeri 3 Kediri merupakan satusatunya sekolah menengah pertama yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kediri i. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Kediri pada tanggal 12 Juni Pemberian kuesioner dan pendidikan kesehatan dilakukan dalam satu hari, terdapat 40 responden dan responden menjawab dengan apa adanya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing Adapun variabel yang di ukur dalam penelitian ini adalah usia responden dan sikap remaja putri sebelum dan setelah di berikan pendidikan kesehatan di SMP Negeri 3 Kediri Hasil analisis statistik Wilcoxon Sign Rank Test menunjukan bahwa. Z hitung sebesar -5,517 dengan p<0,001 sehingga keputusan hipotesis adalah H0 di tolak berarti ada pengaruh signifikan secara statistik pada terhadap sikap remaja putri di SMP Negeri 3 Kediri dan hasil di atas juga menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata responden dimana dari nilai pretest (Median = . meningkat menjadi (Median = . Berdasarkan Hasil Penelitian Pada Usia Remaja Putri. Usia remaja putri Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 dalam penelitian ini yaitu 13-14 tahun usia sebagian besar responden yaitu sebanyak 30 orang . ,0%) berumur 14 tahun sedangkan sebanyak 10 orang . ,0%) berumur 13 tahun. Adanya perbedaan jarak umur remaja putri antara 13-14 tahun, dimana rentang umur remaja putri masih berada dalam satu golongan usia, hasil tersebut menunjukan umur remaja putri dalam penelitian ini kemungkinan tidak berpengaruh dengan sikap yang dimiliki oleh remaja putri tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa dari 40 responden sebelum di didapatkan bahwa paling besar sikap remaja putri terhadap konsumsi tablet tambah darah adalah sikap kurang sebanyak 22 responden ,0%), sikap cukup sebanyak 16 kurang mengkonsumsi tablet tambah darah selama haid. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 40 responden setelah di berikan seluruh responden memiliki sikap baik terhadap konsumsi tablet tambah darah dimana sikap remaja putri telah mengalami peningkatan dalam hal menyikapi tentang konsumsi tablet tambah darah setelah mendapatkan pendidikan kesehatan di mana pada pada pre test dan peningkatan sikap remaja putri dalam pernyataan tentang terkait jenis minuman yang dapat penyerapan zat besi dalam tablet tambah darah dan pernyataan terkait efek samping meminum teablet tambah Setelah di berikan pendidikan e-ISSN : x-x kesehatan remaja putri menyikapi pernyataan tersebut dengan baik. SIMPULAN Terdapat signifikan terhadap sikap remaja putri tentang konsumsi tablet tambah darah di SMP Negeri 3 Kediri setelah diberikannya pendidikan kesehatan menggunakan Power point dan leaflet. REFERENSI