JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. ANALISIS DEBIT DAN TINGGI MUKA AIR BANJIR SUNGAI WAY RUHU KOTA AMBON Teddy Jackson Laipeny . Warniyati . Tri Octaviani Sihombing* . Monica R. Tutkey. 1,2,3,. 1,2,3,. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Pattimura teddyjack122@gmail. co m, warniyaties@gmail. com, tri. sihombing@lecturer. monicatutkey@gmail. ARTICLE HISTORY Received: May 17, 2024 Revised July 1, 2024 Accepted: July 11, 2024 Online available: June 03, 2025 Keywords: River. Discharge. Flood. HEC-RAS *Correspondence: Name: Tri Octaviani Sihombing E-mail: sihombing@lecturer. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT The Way Ruhu River is one of the rivers in Ambon City. Maluku, empties into Ambon Bay, has a length of 8. 37 km, and is one of the rivers that is prone to flooding. There have been several floods on this river and the most severe occurred in early August 2012 where flash floods occurred and caused considerable losses to the people living around the Way Ruhu River. The research location was carried out on the Wai Ruhu River in Ambon City - Maluku Province. Geographically, the Wai Ruhu River is located between 3A39'44. 18" - 3A41'39" South Latitude and 128A11'49. 06" - 128A13'46. 47" East Longitude. The stages of this research are processing rainfall data, choosing the appropriate rainfall frequency distribution method. The distribution of rainfall frequency referred to in this case is the normal method. Gumbel. Normal Log and Pearson i Log. Testing the accuracy of the results of this method using the Chi Square method. Calculating the planned discharge using the HSS Nakayasu Method. Conclusions from the results of the a nalysis of the cross-sectional capacity of the Way Ruhu River using HEC-RAS, the highest water level considered is at point S14. At the 10 year discharge period, the flood height was 0. 16 m with a discharge of 237. 04 m3/sec, 25 years was 0. 64 m with a discharge of 282. 43 m3/sec, 50 years was 0. with a discharge of 316. 69, 100 years with a discharge of 351. 16 m3/s, and for 200 years of 1 m with a discharge of 385. 10 m3/s. The solution to the capacity of the Way Ruhu River is to improve the river cross-section. It is necessary to carry out routine maintenance on the canal such as cleaning grass and rubbish because this can affect the storage capacity. There is a need to provide outreach to the community about the impacts caused by the overflow of the Way Ruhu River so that the community and the Regional Government can work together in maintaining and maintaining the infrastructure that has been built. Keywords: River. Discharge. Flood. HEC-RAS Teddy Jackson Laipeny. Warniyati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Analisis Debit Dan Tinggi Muka Air JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENDAHULUAN Banjir merupakan bencana alam yang seringkali terjadi di musim penghujan yang merebak di berbagai Daerah Aliran Sungai (DAS) di sebagian besar wilayah Indonesia. Banjir adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan debit air sungai sehingga meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. Adapun jumlah kejadian banjir dalam musim hujan selama beberapa tahun terakhir ini terus meningkat, dan menyebabkan berbagai kerugian bagi masyarakat yang terkena bencana ini. Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air setiap makhluk hidup. Salah satu sumber air dari sungai adalah air hujan. Indonesia tercatat memiliki lebih dari 500 sungai besar dan kecil, 30% diantaranya melewati kawasan padat penduduk, yang berpotensi menimbulkan banjir pada wilayah tersebut (Depkes RI, 2. Apabila sudah memasuki musim penghujan, beberapa daerah di Indonesia mengalami musibah banjir. Salah satu faktor penyebab terjadinya musibah banjir adalah volume air yang sangat besar dan tidak dapat ditampung oleh penyimpan air yang ada di daerah Sungai Way Ruhu adalah salah satu sungai di Kota Ambon. Maluku yang bermuara di Teluk Ambon dan memiliki panjang 8,37 km, merupakan salah satu sungai yang rawan banjir. Beberapa kali terjadi banjir di sungai ini dan yang paling parah terjadi pada awal Agustus tahun 2012, dimana terjadi banjir bandang dan telah menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai Way Ruhu. Kawasan Desa Galala dan Hative Kecil merupakan daerah yang dilewati sungai Way Ruhu yang juga pada saat itu tidak luput dari luapan air sungai Way Ruhu, sehingga menyebabkan kawasan perumahan ini terendam banjir. Sebelumnya juga sudah beberapa kali terjadi banjir di kawasan ini. Kejadian banjir yang sering terjadi di kawasan Desa Galala dan Hative Kecil pada saat musim penghujan tentunya telah meresahkan masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan tersebut. Berdasarkan pada permasalahan yang terjadi, untuk mengurangi resiko terjadinya kerusakan akibat banjir dibutuhkan upaya pengendalian banjir. Perencanaan pengendalian banjir di suatu DAS dapat dilakukan dengan baik apabila debit banjir rencana diketahui. Oleh karena itu, diperlukan analisis hidrologi untuk kajian terhadap debit banjir rencana di wilayah DAS tersebut serta perlu analisis kapasitas sungai Way Ruhu di titik kawasan Desa Galala dan Hative Kecil dimana analisis hidrolika sungai ini dimaksudkan untuk menganalisis profil muka air banjir di sungai dengan berbagai kala ulang dari debit banjir rencana. Teddy Jackson Laipeny. Warniyati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. TINJAUAN PUSTAKA Daerah aliran sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah daerah punggung-punggung gunung/pegunungan dimana air hujan yang jatuh di daerah tersebut akan mengalir menuju sungai utama pada suatu titik/stasiun yang ditinjau. DAS ditentukan dengan menggunakan peta topografi yang dilengkapi dengan garis -garis kontur, garis kontur digunakan sebagai penentuan suatu DAS untuk menentukan arah dari limpasan permukaan yang berasal dari titik-titik tertinggi dan bergerak menuju titik-titik yang lebih rendah dalam arah tegak luru dengan garis-garis kontur. Air hujan yang jatuh di dalam DAS akan mengalir menuju sungai utama yang ditinjau, sedangkan yang jatuh diluar DAS akan mengalir ke sungai lain di sebelahnya (Triadmojo, 2. Analisa Frekuensi Pada kenyataannya bahwa tidak semua varian dari suatu variabel hidrologi terletak atau sama dengan nilai rata-ratanya. Variasi atau dispersi adalah besarnya derajat atau besaran varian di sekitar nilai rata-ratanya. Cara mengukur besarnya dispersi disebut pengukuran dispersi (Soewarno, 1. Adapun cara pengukuran disperesi antara lain standar deviasi, koefisien skewness, koefisien kurtosis, koefisien variasi. Standar Deviasi Standar deviasi adalah suatu nilai pengukuran disperasi terhadap data yang dikumpulkan Oo Sd: Standar deviasi curah hujan Xr: Nilai curah hujan rata-rata Xi: Nilai pengukuran dari suatu curah hujan ke-i N : Jumlah data curah hujan Koefisien Skewness Kemencengan . adalah suatu nilai yang menunjukkan derajatketidaksimetrisan . dari suatu bentuk distribusi Oc Cs: Koefisien Skewness Sd: Standar deviasi curah hujan Analisis Debit Dan Tinggi Muka Air JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Xr: Nilai curah hujan rata-rata Xi: Nilai pengukuran dari suatu curah hujan ke-i N : Jumlah data curah hujan Koefisien Kurtosis Pengukuran kurtosis dimaksudkan untuk mengukur keruncingan dari bentuk kurva Ck: Koefisien Kurtosis Sd: Standar deviasi curah hujan Xr: Nilai curah hujan rata-rata Xi: Nilai pengukuran dari suatu curah hujan ke-i N: Jumlah data curah hujan Koefisien Variasi (C. Koefisien variasi . ariation coefficien. adalah nilai perbandingan antara deviasi standar dengan nilai rata-rata hitung dari suatu . Cv: Koefisien Variasi Sd: Standar deviasi curah hujan Xr: Nilai curah hujan rata-rata 3 Pemilihan Jenis Distribusi Untuk menganalisis probabilitas curah hujan biasanya dipakai beberapa macam distribusi yaitu: Distribusi Normal. Log Normal. Gumbel, dan Log Pearson Type i. Distribusi Normal Untuk analisa frekuensi curah hujan menggunakan metode Distribusi Normal, dengan persamaan sebagai berikut: XT: Curah hujan rencana untuk periode ulang T Xr: Curah hujan maksimum rata-rata k: Variabel Reduksi Sd: Standar deviasi Distribusi Log Normal Teddy Jackson Laipeny. Warniyati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Untuk analisa frekuensi curah hujan menggunakan metode Distribusi Log Normal, dengan persamaan sebagai berikut . Log XT: Nilai logaritmik curah hujan rencana untuk periode ulang T tahun. Log Xr: Nilai logaritmik curah hujan maksimum rata-rata k : Reduksi Variabel Sd: Standar deviasi Distribusi Gumbel Untuk analisa frekuensi curah hujan menggunakan metode E. Gumbel, dengan persamaan sebagai berikut . XT: Curah hujan rencana untuk periode ulang T Xr: Curah hujan maksimum rata-rata k : Variabel Reduksi Sd: Standar deviasi Distribusi Log Pearson i Untuk analisa frekuensi curah hujan dengan menggunakan metode Log Pearson i, dengan persamaan sebagai berikut Log XT=Log Xr k. Sd. XT: Curah hujan rencana untuk periode ulang T Xr: Hujan rata-rata k : Variabel Reduksi dari nilai Cs Sd: Standar deviasi 4 Pengujian Kecocokan Distribusi Untuk menentukan kecocokan . he goodness of fit tes. distribusi frekuensi dari sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan dapat menggambarkan/mewakili disebut diperlukan pengujian parameter. Pengujian parameter yang akan disajikan dengan metode uji Chi-kuadrat sebagai berikut: Analisis Debit Dan Tinggi Muka Air JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 5 Debit Banjir Rencana Debit banjir rencana adalah debit banjir yang digunakan untuk merencanakan tingkat pengamanan bahaya dengan angka kemungkinan terbesar. Untuk menentukan banjir rencana ada beberapa metode perhitungan salah satunya adalah hidrograf banjir rancangan atuan sintetik nakayasu . untuk L > 15 Km . untuk L < 15 Km. Qp: Debit banjir . 3/dt. A : Luas DAS . Re: Curah hujan efektif . Tp: Waktu Puncak . T0, 3: Waktu yang diperlukan dari kulminasi sampai 30% banjir . Tg : Waktu konsentrasi . Tr : Satuan waktu dari curah hujan . c : Koefisien karakteristik DAS biasanya L : Panjang sungai utama . Bentuk hidograf satuan Nakayasu diberikan oleh persamaan berikut : Pada kurva naik . < t < T. Pada kurva turun 1 (Tp < t < Tp T0,. Pada kurva turun 2 (Tp T0,3 < t < Tp T0,3 1,5 T 0,. aliran subkritis, superkritis, dan campuran . ixed Software ini memiliki empat komponen hitungan hidrolika, yaitu: profil muka air aliran permanen . , simulasi aliran tak permanen . , transpor sedimen serta hitungan kualitas Elemen yang paling penting dalam HEC-RAS tersedianya geometri saluran, baik memanjang maupun melintang. Data masukan untuk program ini adalah data cross-section di sepanjang sungai, profil memanjang s ungai, parameter hidrolika sungai . ekasaran dasar dan tebing sunga. , parameter bangunan sungai, debit aliran . ebit rencan. , dan tinggi muka air di muara. Terdapat lima langkah penting dalam membuat model hidrolika dengan menggunakan HEC-RAS sebagai berikut: Memulai proyek baru Langkah pertama dalam mengembangkan model hidrolika HEC-RAS adalah menetapkan direktori yang diinginkan untuk memasukkan judul dan menyimpan pekerjaan atau proyek baru. Untuk mengawali proyek baru, buka file menu pada jendela utama HEC-RAS dan pilih New Project. Gambar 1. Tampilan New Project Memasukkan data geometri Sebelum data geometri dan data aliran dimasukkan, harus ditentukan terlebih dahulu Sistem Satuan (English atau Metri. yang akan dipakai. Langkah ini dilakukan dengan memilih Unit System dari menu Option pada jendela utama HEC-RAS. 6 HEC-RAS HEC-RAS merupakan paket program dari USACE (US Army Corps of Enginee. , yaitu software yang didesain untuk melakukan berbagai analisis hidrolika. HEC-RAS mampu menampilkan perhitungan muka air satu dimensi untuk aliran dalam saluran alami ataupun buatan. HEC-RAS juga mampu memperhitungkan penampang muka air Teddy Jackson Laipeny. Warniyati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Gambar 2. Tampilan Pengaturan Unit System. Analisis Debit Dan Tinggi Muka Air JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Langkah selanjutnya adalah memasukkan data geometri yang diperlukan, yang terdiri dari skema sistem saluran, data cross section. Data geometri dimasukkan dengan memilih Geometric Data pada menu Edit pada jendela utama. Menggambar skema alur saluran Langkah pertama dalam memasukkan data geometri adalah menggambar skema sistem saluran/sungai. Ini dilakukan garis demi garis, dengan menekan tombol River Reach dan kemudian menggambar alur dari hulu ke hilir. Setelah alur digambar, masukkan nama saluran/sungai dan ruas . Jika terdapat pertemuan antara ruas saluran, masukkan pula nama titik pertemuan . Memasukkan data cross section Setelah skema sistem saluran tergambar, selanjutnya memasukkan data cross -section. Tekan tombol Cross Section akan memunculkan editor cross section. Pada tampilan ini, setiap cross section memiliki nama sungai (Rive. , ruas (Reac. River Station dan Description, yang berfungsi untuk menggambarkan letak cross section tersebut pada sistem saluran. AuRiver StationAy tidak secara aktual menunjukkan letak cross section pada sistem saluran . iles atau kilometer keberap. , tetapi hanya berupa angka . , 2, 3, ds. Cross section diurutkan dari nomor river station terbesar ke nomor river station Pada sistem saluran/sungai, cross section dengan nomor river station terbesar akan terletak di hulu saluran/sungai. Data masukan yang dibutuhkan untuk setiap cross section ditunjukkan pada editor data cross-section. Langkah langkah dalam memasukkan data cross section adalah sebagai Pilih saluran /sungai dan ruas saluran yang akan di entry data cross sectionnya, dengan cara menekan panah pada kotak River dan Reach. Pada menu Options pilih Add a New Cross Section. Kotak input muncul, masukkan nomor river station untuk cross section yang baru kemudian tekan OK. Masukkan semua data yang diperlukan. Data data yang diperlukan data yang terdapat pada layar editor cross section. Tekan tombol Apply Data. Setelah semua data geometri dimasukkan, simpanlah melalui Save Geometric Data As pada menu File yang terletak pada tampilan utama pada reach boundary condition pilih Flow Hydrograph pada bagian hulu sungai dan Normal Depth pada bagian hilir Sungai. Setelah semua data dimasukkan, pilih Steady Flow Analysis pada menu Run lalu klik Compute. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian dilakukan di Sungai Wai Ruhu di Kota Ambon Ae Provinsi Maluku. Secara geografis. Sungai Wai Ruhu terletak antara 3A39Ao44,18Ay - 3A41Ao39Ay LS dan 128A11Ao49,06Ay 128A13Ao46,47Ay BT. Gambar 3 menunjukkan cakupan Daerah Aliran Sungai (DAS) dari Sungai Way Ruhu. Gambar 3. Peta DAS Way Ruhu. Langkah-langkah penelitian ditunjukan dalam diagram alir sebagai berikut: Input data debit Pada menu Edit pilih Unsteady Flow Data. Tampilan yang keluar adalah seperti pada gambar Data debit yang digunakan adalah debit rencana yang didapat dari hasil analisis hidrologi dengan menggunakan metode Nakayasu. Dan selanjutnya Teddy Jackson Laipeny. Warniyati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Analisis Debit Dan Tinggi Muka Air JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Distribusi ini bertujuan untuk memperkirakan besarnya debit banjir dengan kala ulang tertentu. Dengan data-data hujan didekatkan dengan sebaran distribusi, agar besarnya debit banjir tidak sampai jauh melenceng dari kenyataan banjir yang terjadi. Tabel 2. Hasil perhitungan untuk penentuan jenis Hasil Jenis Distribusi Syarat Perhitungan Cs OO 0 Normal Gumbel Log Normal Log Pearson i Cs = -0,287 Ck OO 3 Ck= 2,413 Cs OO 1,139 Cs = -0,287 Ck OO 5,402 Ck = 2,413 Cs OO 1,137 Cs = -1,053 Ck OO 5,383 Ck = 3,129 Cs O 0 Cs =-0,533 Berdasarkan syarat statistik pada Tabel 2. menunjukkan bahwa sifat distribusi Log Person i yang sesuai, sehingga untuk analisis selanjutnya digunakan analisis metode Log Person i. Gambar 4. Diagram alur penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Hidrologi Data curah hujan yang diperoleh dari data BMKG stasiun Meteorologi Pattimura Ambon dapat dilihat pada Tabel berikut Tabel 1. Data Curah Hujan Maksimum BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon Tahun Rata-rata (X. Curah hujan Rata-rata . Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon 2 Perhitungan Debit Banjir Rencana Perhitungan debit banjir Rencana untuk penelitian ini menggunakan Metode Nakayasu. Hasil dari perhitungan dapat dilihat pada tabel 3 berikut dengan hidrograf debit banjir sungai Way Ruhu seperti pada Gambar 5 dibawah ini. No. Tabel 3. Debit Rencana Q Rencana Debit . 3 /de. 237,043 10 Tahun 282,434 25 Tahun 316,694 50 Tahun 351,158 100 Tahun 385,103 200 Tahun Hidrograf Debit Banjir Sungai Way Ruhu 10 thn 25 thn 50 thn 100 thn 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 Gambar 5. Grafik Hidrograf satuan Nakayasu 1 Analisa Distribusi Frekuensi Teddy Jackson Laipeny. Warniyati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Analisis Debit Dan Tinggi Muka Air JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 3 Analisis hidrolika menggunakan HEC-RAS Penampang eksisting dimodelkaan dalam HEC-RAS sesuai dengan kondisi lapangan. Setelah penampang dimodelkan, diinputkan debit hidrologi (Q) yang telah dihitung kedalam HEC-RAS sehingga aplikasi dapat menjalankan sistem yang ada hingga didapatkan output berupa elevasi muka air yang menandakan kapasitas sungai. Dalam tahapan pemodelan menggunakan software HECRAS. 4 Hasil output HEC-RAS Dibawah ini merupakan hasil Analisis menggunakan HEC-RAS 6. 0 didapat hasil tinggi muka air dengan debit kala ulang 10,25,50,100 dan 200 tahun Gambar 6. Penampang Melintang debit kala ulang 10 tahun way ruhu Plan: Plan 26 11/14/2022 Legend EG Q25 WS Q25 Elevation . Ground Bank Sta Gambar 9. Penampang Melintang dengan debit kala ulang 100 tahun 2 Solusi penampang banjir sungai Way Ruhu Berdasarkan hasil tinggi muka air pada analisis diatas perlu adanya solusi untuk mengatasi banjir yang sering terjadi yaitu normalisasi sungai. Normalisasi dilakukan dengan cara memperbesar dimensi penampang sungai pada semua bagian kanal yang besarnya penampang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi banjir. Perbesaran penampang sungai yang baru akan mampu mengalirkan air sesuai dengan debit banjir rencana sebesar 385,10 m3 /dtk, sehingga tidak terjadi luapan air dari penampang sungai. Perbesar dimensi penampang dilakukan mulai dari titik S1. S4 sampai S7, dan S12 sampai S16 dengan dimensi penampang yang di desain mengikuti kondisi di Dengan debit rencana 385,10 m3 /dtk, kapasitas sungai Way Ruhu tidak mampu menampung debit Oleh karena itu dibuat dimensi penampang terbaru yang bisa menampung debit rencana 385,10 m3 /dtk. Perhitungan dimensi dilakukan seperti pada Penampang S17. 1 Mencari Luas Penampang m3 /dtk Station . Gambar 7. Penampang Melintang debit kala ulang 25 tahun V = 2,37 m/s 162,49 m2 2 Menghitung tinggi jagaan Oo Oo Gambar 8. Penampang Melintang dengan debit kala ulang 50 tahun Teddy Jackson Laipeny. Warniyati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Analisis Debit Dan Tinggi Muka Air JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. way ruhu Plan: Plan 27 26/06/2023 Legend EG PF 5 WS PF 5 Ground Bank Sta Elevation . Station . Gambar 10. Hasil output HEC-RAS Perbaikan Penampang Pada contoh gambar 10 penampang sungai Way Ruhu dengan penampang yang sudah diperbaiki tidak ditemukan lagi air yang meluap pada cross section tersebut. Sungai dengan b 27,48 meter dan H 7,63 meter mampu menampung debit sebesar 385,10 m3 /dtk. PENUTUP 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penulisan ini maka kesimpulan yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: Dari hasil analisa kapasitas penampang Sungai Way Ruhu menggunakan HEC-RAS muka air tertinggi yang ditinjau yaitu pada titik S14. Pada debit kala ulang 10 tahun diperoleh tinggi banjir sebesar 0,16 m dengan debit 237,04 m3 /dtk , 25 tahun sebesar 0,64 m dengan debit 282,43 m3 /dtk, 50 tahun sebesar 0,89 m dengan debit 316,69 m3 /dtk, 100 tahun dengan debit 351,16 m3 /dtk, dan untuk 200 tahun sebesar 1 m dengan debit 385,10 m3 /dtk. Solusi untuk kapasitas Sungai Way Ruhu yaitu dengan memperbaiki penampang sungai dengan titik tinjau S14. Dimana dengan lebar saluran 27,48 m dan tinggi 7,63 m dapat menampung debit sebear 385,10 m3 /dtk. 2 Saran Perlu dilakukan perawatan rutin pada sungai seperti pengangkatan sendimen dan sampah karena hal tersebut dapat mempengaruhi kapasitas tampungan. Diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak yang diakibatkan oleh luapan Sungai Way Ruhu sehingga masyarakat dan Pemda dapat bersinergi dalam menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun. DAFTAR PUSTAKA