P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Pendampingan Pembuatan Website untuk Pengembangan Desa Digital di Desa Baros. Kabupaten Serang Dewanto Samodro1. Siti Maryam2. Jati Satrio3. Chairun Nisa Zempi4 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta 1234 E-mail: dewanto. samodro@upnvj. id1, sitimaryam@upnvj. jatisatrio@upnvj. id3, nisazempi@upnvj. ABSTRAK Penggunaan website atau situs web merupakan hal yang jamak dilakukan oleh sebuah lembaga atau Hampir setiap lembaga dan organisasi di Indonesia menggunakan website untuk menjangkau khalayak dan memberikan pelayanan. Selain untuk media informasi, website juga dimanfaatkan untuk branding hingga pemasaran barang dan jasa. Karena itu, desa sebagai pemerintahan tingkat paling bawah di Indonesia juga memerlukan website untuk memberikan pelayanan kepada warga desa, diseminasi informasi tentang desa, hingga pemasaran produk-produk utama desa. Tulisan ini merupakan artikel pengabdian kepada masyarakat di Desa Baros. Kabupaten Serang yang sebelumnya tidak memiliki website desa. Tim pengabdi memfasilitasi focused-group discussion (FGD) dengan menghadirkan pemangku kepentingan desa untuk merumuskan langkah-langkah pembuatan sebuah website. Kata kunci : website desa, informasi desa, produk utama desa, pengabdian masyarakat ABSTRACT The use of a website is a common thing by an institution. Almost every institution and organization in Indonesia used the website to reaches audiences and provides services. In addition to media information, the website is also used for branding to marketing goods and services. Therefore, village as the lowest level of government in Indonesia also needs a website to provide services to villagers, disseminate information about the village, and marketing main village products. This is a community service article in Baros Village. Serang Regency, which previously did not have a village website. The community service team facilitated a focusedgroup discussion (FGD) by presenting village stakeholders to formulate steps to create a website. Keyword : village website, village information, main village products, community services PENDAHULUAN Teknologi informasi berkembang sangat pesat seiring dengan kemunculan Menurut (Romli, 2. Internet, interconnectionnetworking yang dapat diartikan sebagai jaringan antarkoneksi, adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung sehingga seseorang dapat mengakses konten yang ada di komputer lainnya. Internet ditemukan pada 1972 dan mulai digunakan secara komersial pada 1991 yang mendorong pengembangan world wide web . dan homepage . pada 1995 (Staubar. La Rose, dan Devenport, 2012 dalam Sambo & Yusuf. Website adalah salah satu media informasi yang menggunakan jaringan Website merupakan halaman yang mengandung konten. baik berupa teks, foto, gambar, audio, dan video. bisa diakses melalui internet dan memiliki alamat internet yang dikenal dengan uniform resource locator (URL) yang Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive berawalan dengan w atau hypertext transfer protocol . (Romli, 2. Website memungkinkan siapa pun untuk berbagi informasi. Penggunaan website sudah biasa dilakukan oleh berbagai lembaga dan organisasi di Indonesia. Website biasa digunakan oleh Dalam kajian komunikasi massa, khususnya jurnalisme, terdapat konsep yang disebut jurnalisme warga, yaitu seseorang yang tidak mendapatkan pendidikan sebagai jurnalis profesional termasuk website. Jurnalisme warga pertama kali berkembang saat sebuat website berbasis konten buatan pengguna Bernama OhmyNews muncul di Korea Selatan pada awal 2000-an. Jurnalisme warga dimaksudkan sebagai kegiatan warga biasa, bukan wartawan profesional, yang melaporkan hasil liputannya dari pengumpulan fakta di lapangan. Jurnalis warga tidak hanya melaporkan berita peristiwa, tetapi juga opini untuk menanggapi sebuah peristiwa baik di (Nugraha, 2. Di dalam kajian kehumasan juga dikenal cyber public relations, yaitu program-program kehumasan dengan memanfaatkan media sehingga menjadi kegiatan yang popular dan banyak dilakukan oleh sebuah Lembaga atau perusahaan (Onggo . dalam (Taniarza et al. , 2. Desa sebagai pemerintahan di tingkat paling bawah juga perlu memiliki Website desa dapat digunakan untuk pelayanan pemerintahan desa, diseminasi informasi di tingkat desa, hingga pemasaran produk-produk utama desa yang mungkin dapat dijangkau hingga ke luar desa. Menurut Hartono dan Mulyanto . dalam Mulyawaty et al. Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 website desa dapat memberikan informasi mengenai potensi investasi dan iklim investasi di desa yang diperlukann oleh Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada Desa Baros. Kabupaten Serang untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan pemerintahan desa setempat tentang arti penting Tim pengabdi melakukan beberapa kali kunjungan ke Desa Baros untuk mendapatkan informasi tentang kondisi setempat serta berkoordinasi dengan Kepala Desa terkait dengan rencana pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan oleh tim pengabdi. Gambar 1. Balai Desa Baros Desa Baros merupakan ibu kota Kecamatan Baros yang terletak di Kabupaten Serang. Desa Baros berpeluang untuk berkembang dan maju karena berada tidak jauh dari pusat Kota Serang dan pusat Kabupaten Pandeglang. Lokasi Desa Baros berada di jalan utama yang menghubungkan Kota Serang dengan Kabupaten Pandeglang. Penduduk Desa Baros umumnya berpendidikan dan memiliki kehidupan yang cukup layak. Namun, pandemi Covid-19 telah menurunkan daya bali masyarakat dan meningkatkan jumlah pengangguran di Desa Baros karena tidak semua penduduk berusia produktif terserap di lapangan Desa Baros awalnya berupa hutan, sehingga mayoritas penduduknya adalah petani dan tukang kebun. Seiring waktu https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive berjalan, pekerjaan mayoritas penduduk Sebagian ada yang menjadi buruh, pedagang, petani, pegawai negeri sipil (PNS) dan pekerjaan lainnya. Saat ini, proporsi penduduk Desa Baros seimbang antara penduduk laki-laki dan Penduduk laki-laki berjumlah 3427 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 3130 jiwa. Mayoritas penduduk Desa Baros . ebih dari 90 perse. merupakan kelompok masyarakat produktif, yang terdiri atas 27,84 persen masyarakat pendidikan dan 72,16 persen masyarakat kelompok tenaga kerja. PERMASALAHAN Desa Baros belum memiliki website sehingga cukup sulit untuk dikembangkan sebagai desa digital. Saat berkoordinasi langsung dengan Kepala Desa, tim pengabdi mendapatkan informasi bahwa pengembangan website desa sudah direncanakan dalam program desa, tetapi belum terlaksana karena berbagai Salah satu kendala adalah janji dari salah satu institusi unsur musyawarah pengembangan website desa, tetapi belum ada realisasinya. Kepala Desa menyatakan dukungan kepada rencana dan program pengabdian kepada masyarakat yang disampaikan tim Pada dasarnya, pengembangan meningkatkan pelayanan desa kepada warga masyarakat. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa pembuatan website desa akan dirumuskan bersama dalam sebuah diskusi bersama elemen masyarakat desa untuk menjaring asporasi dan kebutuhan warga desa. METODOLOGI Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 focused-group discussion (FGD). FGD dipilih agar dapat menjaring peluang dan aspirasi dari pemangku kepentingan Desa Baros dalam upaya pembentukan website FGD diadakan dengan mengundang Dinas Komunikasi. Informatika. Persandian, dan Statistik (Diskominfosati. Kabupaten Serang, perwakilan Kecamatan Baros, perangkat Desa Baros, dan elemen masyarakat Desa Baros. Tahapan yang dilakukan dilakukan dalam FGD adalah: Paparan dari tim pengabdi tentang arti penting pengembangan desa digital dan pembuatan website desa. Paparan dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta FGD serta agar diskusi yang dilakukan dapat fokus. Penyampaian pendapat dari peserta yang hadir, yaitu perwakilan Diskominfosatik Kabupaten Serang. Kecamatan Baros, perangkat Desa Baros, dan elemen masyarakat Desa Baros. Tanya jawab. HASIL DAN PEMBAHASAN Tim pengabdi melakukan beberapa tahapan dalam pengabdian kepada masyarakat di Desa Baros. Kabupaten Serang. Survei Survei dilakukan pada Senin, 14 Maret Tim melakukan survei untuk mengecek situasi dan kondisi, termasuk perencanaan pembangunan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDe. Baros. Dalam survei tersebut, tim pengabdi bertemu dengan Kepala Seksi Pemerintahan Desa Baros Yayat Mulyana untuk Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive menyampaikan niat dan rencana pengabdian di desa tersebut. membantu pengembangan website desa, tetapi belum ada realisasinya. Gambar 2. Survei di Desa Baros bertemu dengan Kasi Pemerintahan Gambar 3. Koordinasi dengan Kepala Desa Ahmad Suparlan Dari Kasi Pemerintahan didapat informasi bahwa Desa Baros belum memiliki website yang dapat mendukung digitalisasi desa. Tim pengabdi menyampaikan rencana untuk membantu mengembangkan Desa Digital di Desa Baros yang dapat dimanfaatkan untuk pelayanan publik kepada warga desa. Koordinasi dengan Kepala Desa Koordinasi dilakukan pada Rabu, 8 Juni 2022. Koordinasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari sebelumnya saat bertemu dengan Kasi Pemerintahan Yayat Mulyana. Dalam koordinasi tersebut, tim pengabdi bertemu dengan Kepala Desa Baros Ahmad Suparlan. Dalam pertemuan tersebut. Kepala Desa menyatakan bahwa pengembangan website desa sudah direncanakan dalam program desa, tetapi belum terlaksana karena berbagai kendala. Salah satu kendala adalah janji dari musyawarah pimpinan daerah yang Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 Kepala Desa dukungan kepada rencana dan masyarakat yang disampaikan tim Pada pelayanan desa kepada warga Dalam tersebut disepakati bahwa agenda selanjutnya adalah diskusi bersama elemen masyarakat desa terkait untuk menjaring aspirasi dan kebutuhan warga desa. Focused-Group Discussion (FGD) FGD diadakan pada Rabu, 24 Agustus 2022 dengan mengundang pemangku kepentingan Desa Baros, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). perwakilan RT/RW. Karang Taruna. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapokta. Kecamatan Baros. dan perwakilan Dinas Komunikasi. Informatika. Persandian. Statistik https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive (Diskominfosati. Kabupaten Serang. FGD diadakan untuk menjaring informasi, aspirasi, dan memetakan kebutuhan Desa Baros terkait dengan pengembangan desa digital. Terdapat beberapa hal yang ditemukan dan dirumuskan dalam FGD tersebut. Gambar 4. Dokumentasi FGD Perwakilan Diskominfosatik Kabupaten Serang mengatakan pengembangan website desa dapat menggunakan domain desa. id yang merupakan domain untuk website Kementerian Komunikasi Informasi. Kepala Desa cukup membuat surat kuasa kepada Diskominfosatik Kabupaten Serang untuk mengurus pembuatan domain untuk website resmi desa. Perwakilan Diskominfosatik juga mengingatkan perlu ada sosialisasi atau pelatihan manajemen website dan konten kepada perangkat desa atau warga yang bertanggung jawab mengelola website tersebut. Dia juga menyampaikan arti penting website bagi pelayanan publik kepada warga desa. Perwakilan Kecamatan Baros mengatakan pengembangan desa digital dapat dimanfaatkan untuk P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 dialami warga desa. Salah satu permasalahan yang banyak terjadi adalah terkait dengan sampah. Menurut dia, digitalisasi dapat mengembangkan bank sampah desa sehingga permasalahan sampah dapat lebih diatasi. Selain itu, dia juga mengingatkan perlu ada AukamarAy pelayanan publik di website resmi desa yang akan dikembangkan. Perwakilan dari Gapoktan memohon bantuan agar hasil tani dari Desa Baros dapat dipasarkan secara Salah satu hasil tani Desa Baros adalah beras dan cabe. Kelompok tani Desa Baros telah pendampingan dari salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia Terkait pengembangan desa digital, mereka pemasaran digital. Perwakilan perangkat desa menyampaikan bahwa yang paling prioritas untuk segera dilakukan dengan pengembangan desa digital adalah perlu menampilkan profil dan portofolio di dalam website untuk memperkenalkan potensi Desa Baros kepada masyarakat luas. Selain itu, diprioritaskan untuk meningkatkan pelayanan desa kepada masyarakat. Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Gambar 5. Dokumentasi FGD KESIMPULAN Nugraha. Citizen Journalism: Pandangan. Pemahaman. Pengalaman. Penerbit Buku Kompas. Romli. Jurnalistik Online (I. Kurniawan & M. Elwa. Eds. Penerbit Nuansa Cendekia. Sambo. , & Yusuf. Pengantar Jurnalisme Multiplatform. Prenadamedia Group. Taniarza. Suherdiana. , & Herman. Pengelolaan Informasi melalui Website Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat. Humas: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat, 1. Pembuatan website Desa Baros mendapatkan jalan dan kemudahan Diskominfosatik Kabupaten Serang bahwa terdapat program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang pembuatan domain untuk website desa. Kepala Desa cukup membuat surat kuasa kepada Diskominfosatik Kabupaten Serang untuk mengurus domain untuk Perwakilan Diskominfosatik mengatakan dalam tempo dua minggu setelah surat kuasa dibuat dan disampaikan, domain untuk website resmi desa sudah akan tersedia. Dengan begitu, website resmi Desa Baros yang akan dimanfaatkan untuk program digitalisasi desa sudah tersedia. Sebagai pembuatan website desa tersebut, tim pengabdi menyarankan agar dilakukan pelatihan manajemen website dan konten sehingga perangkat desa dan masyarakat setempat dapat mengelola website tersebut secara maksimal. DAFTAR PUSTAKA