Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 TERM DHAAoF DALAM TAFSR AL-MUNR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI (STUDI KASUS KOMUNITAS YUK HIJRAH LAMPUNG) Ara Nismara Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung aranismara30@gmail. Siti BadiAoah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung badiah@radenintan. Yoga Irawan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung yogairawan@radenintan. Abstract This study aims to understand the meaning of the term dhaAof in the QurAoAn based on Tafsr Al-Munr by Wahbah Az-Zuhaili, as well as how this meaning is actualized and practically applied by the Yuk Hijrah Lampung Community. In the QurAoAn itself, there are 35 verses with different meanings regarding the term dhaAof, namely wazn dhaAof, wazn dhaAofu, and wazn adh dhiAof. This research adopts a qualitative design with a descriptive analytical approach. Data were collected through observation and interviews with subjects from the Yuk Hijrah Lampung Community, alongside verse analysis using the theory of tafsr maudhuAoi. The findings indicate that Tafsr Al-Munr provides a strong theological foundation and context for understanding that the term dhaAof does not only mean generally weak, but can be interpreted as weakness in social and spiritual aspects according to the context of the QurAoAn. Meanwhile, the Yuk Hijrah Lampung Community not only understands the concept of weakness theoretically but also actualizes it through hijrah classes, sharing time, and social activities. Serving as a space for spiritual recovery, this community transform weakness . haAo. into a motivator for change instead of a sign of permanent Thus, the Yuk Hijrah Lampung Community succeeds in transforming the meaning of dhaAof from the QurAoAn into a practical and structured development movement. The research concludes that the understanding and application of the term dhaAof hold important social dan psychological functions in motivating behavioral change and religious identity within contemporary Muslim communities. Keywords: DhaAof. Tafsr Al-Munr. Yuk Hijrah Lampung Community. Actualization Abstrak Penelitian ini bertujuan memahami makna istilah dhaAof dalam Al-QurAoAn berdasarkan Tafsr Al-Munr karya Wahbah Az-Zuhaili serta bagaimana makna tersebut diaktualisasikan dan diaplikasikan secara praktis oleh Komunitas Yuk Hijrah Lampung. Dalam Al-QurAoAn sendiri terdapat 35 ayat dengan wazn berbeda mengenai term dhaAof, yakni wazn dhaAof, wazn dhaAofu, dan wazn adh dhiAof. Penelitian ini mengadopsi desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan subjek dari Komunitas Yuk Hijrah Lampung, serta analisis ayat dengan menggunakan teori tafsr maudhuAoi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsr Al-Munr memberikan landasan teologis dan konteks yang kuat untuk memahami bahwa istilah term dhaAof tidak hanya dimaknai sebatas lemah secara umum saja, melainkan dapat ditafsirkan lemah dalam aspek sosial maupun spiritual sesuai dengan konteks Al-QurAoAn, sementara Komunitas Yuk Hijrah Lampung tidak hanya memahami konsep kelemahan secara teoritis, tetapi mengaktualisasikannya melalui kelas hijrah, sharing time, dan kegiatan sosial. Berfungsi sebagai ruang pemulihan spiritual, komunitas ini mengubah kelemahan . haAo. menjadi motivator perubahan alih-alih tanda ketidakmampuan permanen. Dengan demikian. Komunitas Yuk Hijrah Lampung berhasil mentransformasi makna dhaAof dari Al-QurAoAn menjadi gerakan pembinaan yang praktis Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 dan terstruktur. Penelitian menyimpulkan bahwa pemahaman dan penerapan term dhaAof memiliki fungsi sosial dan psikologis penting dalam memotivasi perubahan perilaku dan identitas keagamaan di kalangan komunitas Muslim kontemporer. Kata Kunci: DhaAof. Tafsr Al-Munr. Komunitas Yuk Hijrah Lampung. Aktualisasi PENDAHULUAN Al-QurAoAn merupakan fondasi utama ajaran Islam, sebagai sumber hukum dan pedoman hidup yang sentral bagi umat Islam, menjadi rujukan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. 1 Memahami Al-QurAoAn sebagai pedoman hidup merupakan suatu keniscayaan bagi setiap Muslim. Upaya penting untuk mengkaji dan menginternalisasi kandungan Al-QurAoAn dapat ditempuh melalui studi penafsiran. Melalui pendekatan tafsr, umat Islam berkesempatan untuk mendalami rahasia dan hikmah yang terkandung secara implisit dalam ayat-ayat Al-QurAoAn, sehingga diperoleh pemahaman yang komprehensif dan kontekstual. 2 Aspek penting dalam pemahaman AlQurAoAn adalah penafsiran yang komprehensif terhadap setiap ayat, termasuk ayat-ayat yang mengandung makna multitafsir seperti term dhaAof. Terminologi dhaAof (A )UAAsecara etimologis berlawanan dengan AokuatAo, mengindikasikan kelemahan. Penggunaan kata ini mencakup konteks fisik, spiritual dan Menurut Al-AshfahAni, mengutip pandangan Al-Khall, para ulama Basrah membedakan makna dhaAof berdasarkan harakat huruf dhad. Lafal AoAdh-dhuAofAo (A eAA ac ) dengan harakat dhammah pada huruf dhad merujuk pada kelemahan fisik atau tubuh. Sebaliknya, lafal Aoadh-dhaAofAo (A eAA a ) dengan harakat fathah pada huruf dhad mengacu pada kelemahan intelektual atau akal. 3 Dalam Al-QurAoAn, lafal Aoadh-dhaAofAo dan turunannya dengan makna lemah dikaitkan pada kondisi kemunduran dalam berbagai dimensi kehidupan. Adapun ayat yang dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah ayat berlafadz dhaAof (A )UAAdan memiliki makna lemah, di antaranya surah An-NisA ayat 28: ca A)EA, dan surah Hud ayat 91: (AEaI aa OEa AaUIaA (A a eUAUA a ), surah An-NisA ayat 76: (A a eUAUA a AIA a aAU e aI aEIA a AeE eIA UAaUAA a ). Term dhaAof perlu dipahami secara komprehensif, maka penelitian ini menganalisis penafsiran dalam kitab Tafsr Al-Munr karya Wahbah Az-Zuhaili, seorang cendekiawan yang menguasai banyak disiplin ilmu. 4 Tafsr Al-Munr mengadopsi pendekatan komprehensif dalam menginterpretasi Al-Qur'An, memadukan metode tafsr bil maAotsur, tahlili, dan maudhuAoi, kitab ini memberi penekanan khusus pada hukum Islam dan 5 Secara metodologis. Tafsr Al-Munr mengorganisir ayat Al-QurAoAn berdasarkan topik, menjelaskan kandungan surah secara global, menyertakan asbab an 1 Reva Sheptiya Anjani. AoAl- Qur Ao an Dan Hadist Sumber Hukum Dan Pedoman Hidup Umat MuslimAo. Jurnal Region: Jurnal Agama. Sosial. Dan Budaya, 1. , p. Agus Yusron. AoMemahami Tafsir Dan UrgensinyaAo. ZAD Al-Mufassirin, 4. , pp. 61Ae81, doi:10. 55759/zam. 3 Ar-Raghib Al-Asfahani. Al-Mufradat Fi Garibil Quran (Kamus Al-QurAoa. Jilid 2. Jilid 2, 2017. , p. Muhammad Shohib. AoMenelusuri Etika Bermasyarakat: Analisis Perspektif Wahbah Al-Zuhaili Dalam Kitab Al-Tafsir Al-Munir Fi Al-Aqidah. Al-ShariAoah. Dan Al-ManhajAo. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 18. , p. 2859, doi:10. 35931/aq. 5 Islamiyah Islamiyah. AoMetode Dan Corak Kitab Tafsir Al-Tafsir Al-MunirAo. Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman, 5. , p. 25, doi:10. 56594/althiqah. 2 M. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 nuzul, serta menjelaskan balaghah dan iAorob. 6 Dalam memaknai term dhaAof. Tafsr AlMunr menafsirkannya secara komprehensif dan multidimensional, menyesuaikan dengan konteks ayat yang dibahas, meliputi aspek sosial maupun spiritual. Tafsr ini cenderung menyoroti aspek dhaAof yang berkaitan dengan kondisi individu atau kelompok, seperti anak yatim, orang miskin, wanita, dan orang sakit. Pemahaman term dhaAof dalam Tafsr Al-Munr dapat dijadikan kerangka aksi nyata dalam kehidupan. Salah satunya oleh Komunitas Yuk Hijrah Lampung, yang beroperasi di bawah naungan Yayasan Madnatul QurAoAn, berlokasi di Kecamatan Rajabasa. Kota Bandar Lampung. Berdiri pada tanggal 26 Desember 2017 oleh Ahmad Baihaqi dan Muhammad Febri, hingga kini diketuai oleh Rudy Wibowo, komunitas ini berusaha menjadi rumah serta ruang belajar bagi anggotanya. 7 Selaras dengan konsep etimologis hijrah yakni transisi dari keburukan menuju kebaikan, komunitas ini memfokuskan kegiatannya pada upaya hijrah melalui kajian, kelas hijrah dan sharing time. Urgensi dipilihnya komunitas Yuk Hijrah Lampung dalam penelitian ini karena keberadaan komunitas menyediakan konteks nyata untuk mengkaji aktualisasi term dhaAof dalam perspektif Tafsr Al-Munr. Nama komunitas yang menggunakan kata AuYuk HijrahAy, secara intrinsik merefleksikan ajakan untuk mengadopsi perilaku yang selaras dengan ajaran Al-QurAoAn. Penelitian ini mengobservasi konsistensi praktik hijrah oleh komunitas tersebut yang berlandaskan pada Al-QurAoAn. Dengan demikian, interpretasi term dhaAof dalam Tafsr Al-Munr tidak hanya terbatas pada ranah teoritis, melainkan berfungsi sebagai landasan filosofis dan metodologis bagi Komunitas Yuk Hijrah Lampung untuk menginisiasi aksi nyata yang berorientasi pada penguatan keimanan dan praktik kehidupan yang lebih baik. Istilah term dhaAof ditinjau sebagai variabel psikologis dan sosial, melampaui makna tafsirnya yang murni. Tafsr Al-Munr tidak hanya menjadi objek analisis, melainkan dikonstruksi sebagai kerangka pembinaan praktis, mengubah perannya dari sekedar ilmu pengetahuan menjadi metodologi pemberdayaan komunitas. Penelitian ini menunjukkan bagaimana makna QurAoAni tentang term dhaAof dalam Tafsr Al-Munr ditransformasikan menjadi kerangka aksi sosial, pembinaan keagamaan, dan pemulihan spiritual di komunitas hijrah modern. Melalui integrasi penafsiran dalam Tafsr Al-Munr yang bersifat komprehensif, terlihat bahwa istilah dhaAof tidak sekadar dimaknai secara tekstual. Lebih dari itu, konsep tersebut diinternalisasi sebagai nilai yang diimplementasikan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana makna term dhaAof dalam AlQurAoAn menurut Tafsr Al-Munr karya Wahbah Az-Zuhaili, dan bagaimana makna tersebut diaktualisasikan secara praktis oleh Komunitas Yuk Hijrah Lampung. Tafsr AlMunr memberikan landasan teoritis dan hukum, sedang komunitas Yuk Hijrah Lampung menunjukkan bagaimana dhaAof dirasakan, diakui dan menjadi pemicu untuk tindakan METODE PENELITIAN Choirul Muchlis. AoMetode Analisis Dalam Menafsirkan Al-QurAoan: Analisis Pada Tafsir Al-MunirAo. Jurnal Cakrawala Akademika, 1. , pp. 1272Ae80, doi:10. 70182/jca. Rudy Wibowo. Ketua Komunitas Yuk Hijrah Lampung, wawancara (Bandar Lampung, 21 Oktober 2. 8 Izza Royyani. AoMAKNA HIJRAH PERSPEKTIF QURAoAN DAN HADIS (Telaah Atas Pro-Kontra Seputar Hijrah Di Medi. Izza Royyani UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. IndonesiaAo. Jurnal AL FITHRAH, 10 KACA Ju. , pp. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang berfokus pada pengumpulan data non-numerik, dengan mengadopsi desain penelitian pustaka semi-lapangan, dengan dua jenis penelitian utama, yakni penelitian kepustakaan . ibrary researc. dan studi kasus . ield researc. 9 Pendekatan penelitian deskriptif-analitis digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemahaman dalam komunitas. 10 Kajian penelitian ini berfokus pada makna term dhaAof dalam Al-QurAoAn dengan perspektif Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsr Al-Munr. Penelitian ini mengacu pada dua kategori sumber rujukan, yakni primer berupa Al-QurAoAn. Tafsr Al-Munr, serta informasi langsung dari Komunitas Yuk Hijrah Lampung. Data sekunder yakni kitab Al-Mufradat F Gharb Al-QurAoAn karya AlRaghib Al-AshfahAn dan Ensiklopedia Al-QurAoAn karya M. Quraish Shihab. Prosedur pengumpulan data melibatkan metode observasi dan wawancara. Pedoman dalam wawancara yang dilakukan berisi pertanyaan terkait term dhaAof dan bentuk aktualisasi yang dilakukan komunitas, pedoman observasi dilakukan dengan mencatat perilaku, situasi ataupun proses yang terjadi selama penelitian dilakukan. Hasil wawancara dikumpulkan dalam bentuk catatan lapangan serta rekaman, kemudian alat dokumentasi yang digunakan adalah dalam bentuk foto sebagai bukti visual yang relevan dengan penelitian. 11 Penentuan sampel wawancara dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, didasarkan pada kriteria tertentu, yakni berusia antara 17-50 tahun, keanggotaan aktif dalam komunitas selama minimal 3 tahun, dan memiliki tingkat partisipasi yang signifikan dalam berbagai aktivitas komunitas. 12 Validitas data penelitian ini didapatkan melalui triangulasi sumber dengan mewawancarai beberapa orang tertentu seperti pembina komunitas, ketua komunitas, dan anggota komunitas untuk mendapatkan gambaran yang utuh. Teknik analisis data yang diterapkan menggunakan teori tafsr maudhuAo, dimana inti dari metode maudhuAo adalah menganalisis secara komprehensif ayat Al-QurAoAn yang memiliki satu tema. 14 Teori tafsr maudhuAo memiliki delapan langkah prosedur, yakni: Menentukan topik yang akan diteliti, tema yang dipilih dalam penelitian berfokus pada ayat yang mengandung term dhaAof . dalam Al-QurAoAn. Mengumpulkan ayat Al-QurAoAn yang relevan dengan topik, secara keseluruhan terdapat 35 ayat dengan wazn berbeda mengenai term dhaAof dalam Al-QurAoAn, yakni wazn dhaAof (A a eUAUA a ) dan wazn dhaAofu . a ) yang artinya lemah, serta wazn adh dhiAof a AA (A )EAAyang artinya berlipat ganda. Setelah dihimpun ditemukan 3 ayat yakni surah An-NisA ayat 28. An-NisA ayat 76, dan Hud ayat 91, dimana pemilihan ayat ini didasarkan pada bentuk lafadz ayat yang berbunyi dhaAofan (A a eUAUA a ) dan memiliki makna lemah. 9 Hasan Syahrizal. AoJenis-Jenis Penelitian Dalam Penelitian Kuantitatif Dan KualitatifAo. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1. , pp. 13Ae23, doi:10. 61104/jq. Anelda Ultavia. AoKUALITATIF: Memahami Karakteristik Penelitian Sebagai MetodologiAo. Jurnal Pendidikan Dasar, . , 341Ae48 . 11 M Syahran Jailani. AoTeknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif Dan KuantitatifAo, 1 . , pp. 12 Subhaktiayasa Gede Putu. AoMenentukan Populasi Dan Sampel. Pendekatan Metodology Penelitian Kuantitatif Dan KualitatifAo. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9 . , pp. 13 M Husnullail. AoTeknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Riset IlmiahAo, 15. , pp. Adhari. Teori Penafsiran Al QurAoan-Al Hadits Dan Teori Ekonomi Islam Menurut Para Ahli. Penerbit Widina Bhakti Persada Bandung, 2021. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Menentukan urutan ayat yang sudah dikumpulkan sesuai dengan waktu turunnya dengan merujuk pada asbab an nuzul: QS. Hud ayat 91 a ACaE eO OaUe aI Ia eACaN aEaU Ue a caI acI aC eOE aOaIac EaI aOEa Aa eUIaA AEa eUIaA a aA a eOAU aOEa eO aeE a eNEa Ea a a eI IEa aO aI a eIA AyA Aa a aOeA QS. An-NisA ayat 28 a AIA AyA A a eOAUA a aA eIE eI aOEaCA AO aOeA a a a AeE eIA a cAcEE a eI Oca a QS. An-NisA ayat 76 ca A a eU aE EA ca A AaCaaE eO a eO aEUa a EA AU e aI acaIA a A eOA A a eU aEA a AcEEa aOEac aOeIa aEAa eO OCaaE eOIa Aa eOA a AaEac aOeIa aII eO OCaaE eOIa Aa eOA ca AaE eUa EA a aAU e aI aEIA AyA n A a eOAUA Menjelaskan munasabah antar ayat. Wahbah Az-Zuhaili melalui Tafsr Al-Munr menghubungkan ketiga korelasi surah dengan konsep dhaAof sebagai bukti kebijaksanaan luar biasa dalam syariat Allah, seperti: dalam Q. S An-NisA 28, mengisyaratkan pemberian keringanan hukum, karena kelemahan fitrah atau psikologis manusia. S An-NisA 76 mengisyaratkan membentuk kekuatan dengan memisahkan antara kelemahan spiritual . ipu daya seta. dengan kekuatan iman, dan S Hud 91 menegaskan kekuatan Ilahi yang mengajarkan bahwa kelemahan yang datang dari pandangan duniawi pada akhirnya akan dikalahkan pertolongan Allah. Menyusun tema bahasan yang mencakup aspek dari topik yang dibahas, yaitu: Memaknai term dhaAof dalam ayat Al-QurAoAn menggunakan Tafsr Al-Munr. Menganalisis ayat-ayat yang di dalamnya terdapat term dhaAof. Mengaitkan aktualisasi makna dhaAof pada Komunitas Yuk Hijrah Lampung. Mengemukakan hadis Nabi Muhammad yang relevan dengan tema. Merujuk pada ungkapan bahasa Arab yang relevan dengan tema, dalam susunan kalimat bahasa Arab, lafadz A UAAmemiliki akar kata a a dengan sinonim aA aONaIAyang a AA sama bermakna lemah. Kata a a dalam bahasa Arab bermakna lemah dalam bentuk a AA kata kerja lampau . iAoil madh. , kata ini menggambarkan keadaan yang lemah. 15 Kata A eAA ac A EAmenyiratkan Ua ca A a aA a A OaEOI AaO E aAmakna lemah pada konteks fisik, sedangkan kata A eAA ca A EAmenyiratkan AEeO a aOE a eC aEA ac A a aOA a A aOEOI AaO E aAmakna lemah pada fisik dan akal. Mempelajari ayat Al-QurAoAn secara maudhuAoi, ayat Al-QurAoAn yang memiliki tema sama di klasifikasikan untuk mendapatkan pemahaman sesuai dengan Al-QurAoAn. Penelitian ini menerapkan teori tafsr maudhuAoi, berfokus pada analisis mendalam terhadap istilah term dhaAof dalam Al-QurAoAn melalui berbagai ayat terkait. Metodenya meliputi identifikasi seluruh ayat yang mengandung term dhaAof, analisis makna secara multidimensi menggunakan Tafsr Al-Munr, dan integrasi hasilnya ke dalam konteks pengalaman langsung melalui studi kasus Komunitas Yuk Hijrah Lampung. Hal ini menjadikan penelitian ini sebagai wujud implementasi tafsr dalam kehidupan nyata. PEMBAHASAN Makna Term DhaAof Secara leksikal, kata A eAA ca A( EAal-dhaAo. bermakna kebalikan dari A( eEC acAal-qurra. atau kuat, yaitu lemah. Kata kerja dhaAoufa merujuk pada proses melemah, sedangkan dhaAofun digunakan untuk menyematkan status lemah pada seseorang. Penggunaan kata ini mencakup aspek fisik, psikologis, maupun situasi tertentu. Kata ini memiliki turunan, seperti a a . haAouf. yang berarti AumelemahAy dan A aUeAA a . haAofu. yang merujuk pada a AA Audia yang lemahAy. Kata dhaAof yang berarti lemah, dapat diterapkan dalam konteks fisik. AIOU EIUIA. Saluni Fil Mutaradifat Wal MaAoani, 2020. XVII. 106 & 188. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 mental, dan kondisi. 16 Lafal A eAA ca A( EAadh-dhaAo. beserta turunannya dalam Al-QurAoAn secara umum diinterpretasikan sebagai kelemahan yang seringkali berkonotasi dengan kondisi keterbelakangan dan kemunduran, termasuk di dalamnya adalah kemiskinan. Terdapat pandangan yang membedakan penggunaan antara A eAA ca A( EAal-dhaAo. dan A eAA ac A( EAal-dhuAo. yang mengindikasikan nuansa makna yang berbeda. Term dhaAof (A)UAA secara etimologis berasal dari akar kata bahasa Arab yang terdiri dari huruf dhad. Aoain, dan faAo. Kata ini memiliki tiga pola timbangan . morfologis, yakni: dhaAoafa, yadhAoufu, dha fan wa dhu fan ( A eAUA a A eAU aOA a AA OaeAA a ) sebagai wazn yang pertama, a A eA dhaAoufa, yadhAoufu dhaAoafatan wa dha fiyatan ( A aUaA ) sebagai wazn a A a OA a AA OaeAA yang kedua, dan dhaAoafa, yadhAoafu, dhaAofan ( A eAA e aA ) A OAsebagai wazn yang a a Makna denotatif wazn pertama dan kedua adalah AukelemahanAy lawan dari kuat khilaful-quwwah ( A) EA ECOA, dhiddul-quwwah ( A ) ca ECOAyakni tidak ada kekuatan. Pada wazn ketiga maknanya berbeda, yaitu yadullu 'ala an yuzadasy-syai'u mitslahu ( AEaOA a AaOeEA ca A ) eI Oa a EAyang artinya Auberlipat gandaAy. Selain itu, terdapat perbedaan makna A eO IENA berdasarkan harakat, mengutip pendapat Al-Khall. Al-AsfahAn menerangkan bahwa menurut ulama Basrah, lafal A eAA ac A( EAadh-dhuAo. dengan harakat dammah pada huruf dhad merujuk pada kelemahan fisik atau tubuh. Sementara lafal A eAA ca A( EAadh-dhaAo. dengan harakat fathah pada huruf dhad mengacu pada kelemahan akal atau pikiran . Berdasarkan perbedaan wazn tersebut, terdapat 35 ayat dalam Al-QurAoAn yang di dalamnya berlafadz dhaAof dan turunannya, di antaranya adalah: Wazn dhaAof (A aUeAA a ) dengan makna lemah: Ayat-ayat yang di dalamnya terdapat wazn dhaAof yakni QS. Al-Baqarah . :282. QS. An-NisA . :28 dan 76, serta QS. Hud . :91. Wazn dhaAofu . a ) dengan makna lemah: a AA Adapun ayat yang memiliki wazn dhaAofu di antaranya adalah QS. Al-Baqarah . :266. QS. Ali Imran . :146. QS. An-NisA . :9, 75, 97, dan 98. QS. Al-AAoraf . :150. QS. Al-Anfal . :26 dan 66. QS. At-Taubah . :91. QS. Maryam . :75. QS. Hajj . :73. QS. Al-Qashash . :5. QS. Ar-Rum . :54, dan QS. Saba . :33. Wazn dhiAofa (A eAA ca A )EAdengan makna berlipat ganda: Ayat-ayat dalam Al-QurAoAn dengan wazn dhiAofa sendiri yakni QS. Al-Baqarah . :245, 261, dan 265. QS. Ali Imran . :130. QS. An-NisA . :40. QS. Al-AAoraf . :38. QS. Hud . :20. QS. Furqan . :69. QS. Al-Ahzab . :30 dan 68. QS. Saba . :37. QS. Shad . :61. QS. Al-Hadid . :11 dan 18, serta QS. AtTaghabun . :17. Meskipun makna lemah dan berlipat ganda tampak sangat kontras, keduanya memiliki keterkaitan filosofis yang erat. Sesuatu yang lemah membutuhkan pelipatgandaan agar menjadi kuat, sementara kondisi berlipat ganda itu sendiri menunjukkan adanya ketergantungan. Dalam konteks ini, ketergantungan tersebut mencerminkan adanya sisi-sisi kelemahan tertentu. Profil Penulis dan Kitab Tafsr Al-Munr 16 Al-Asfahani. Al-Mufradat Fi Garibil Quran (Kamus Al-QurAoa. Jilid 2. 17 M. Quraish dkk Shihab. Ensiklopedia Al-QurAoan: Kajian Kosa Kata, 2007. Shihab. Ensiklopedia Al-QurAoan: Kajian Kosa Kata. Al-Asfahani. Al-Mufradat Fi Garibil Quran (Kamus Al-QurAoa. Jilid 2. 20 Shihab. Ensiklopedia Al-QurAoan: Kajian Kosa Kata. , pp. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Wahbah Az-Zuhaili ialah seorang ulama dan intelektual Islam asal Suriah yang hidup pada masa perkembangan metode penafsiran Al-QurAoAn. Dikenal sebagai ahli fiqh, beliau menyusun kitab tafsr komperhensif berjudul Al-Tafsr al-Munr f al-AoAqdah wa alSyarAoah wa al-Manhaj. Kitab ini terdiri dari 16 jilid yang membahas seluruh ayat AlQurAoAn secara sistematis, dimulai dari surah Al-Fatihah hingga An-NAs. Nama lengkapnya adalah Wahbah bin Syaikh Musthafa az-Zuhali, lahir di desa Dair AoAthiyah. Suriah, pada tahun 1932. Ayahnya seorang petani yang berdedikasi kuat terhadap ajaran Islam, menjadikannya seorang ulama dan cendekiawan yang dihormati di wilayah Syam, sekaligus hafidz Al-QurAoAn. Kebiasaan ayahnya yang sangat tekun membaca dan mengkhatamkan Al-QurAoAn sangat memengaruhi kepribadian Az-Zuhaili sehingga membentuknya menjadi akademisi dan ulama fikih kontemporer. Ibunya sendiri bernama Fatimah Binti Musthafa SaAodah, beliau merupakan seorang perempuan waraAo serta senantiasa berpegang teguh pada syariAoat Islam. Az-Zuhaili belajar dan menghafal Al-QurAoAn sejak kecil bersama ibunya hingga berhasil menyelesaikan hafalannya. Az-Zuhaili memulai pendidikan dasarnya dengan mempelajari Al-QurAoAn dan menempuh sekolah ibtidaiyah. Setelah lulus ibtidaiyah di Damaskus pada tahun 1946 M, beliau melanjutkan studinya di Kuliah SyarAoiyah dan menyelesaikannya pada tahun 1952 M,22 kemudian mendapat gelar doktor pada tahun 1963 dengan predikat Martabat alSyaraf al-AoUla. Wahbah Az-Zuhaili tumbuh di tengah lingkungan ulama mazhab Hanafi, yang sangat memengaruhi cara berpikirnya dalam bidang fikih. Meskipun demikian, beliau tidak bersikap fanatik dan tetap menghormati pandangan mazhab lain, sikap yang terlihat jelas dari cara beliau menafsirkan ayat-ayat terkait fikih. Wahbah Az-Zuhaili menegaskan bahwa karyanya. Al-Tafsr Al-Munr, bukanlah sekadar kompilasi atau ringkasan dari penafsiran ulama terdahulu. Sebaliknya, tafsr ini disusun dengan metode selektif yang berorientasi pada validitas . , kemanfaatan, dan kedekatan dengan substansi . ayat-ayat Al-QurAoAn. Tafsr Al-Munr ditulis oleh Az-Zuhaili selama sekitar lima tahun, mencakup seluruh isi Al-QurAoAn, terdiri dari 16 jilid dengan setiap jilid memuat 2 juz. Penulisan tafsir ini dilakukan setelah Az-Zuhaili mengajar dan melakukan riset selama lebih dari 30 tahun di berbagai bidang ilmu, seperti fikih dan hadis. Oleh karena itu, tafsr ini dianggap sebagai puncak karir intelektualnya. Metodologi utama yang digunakan oleh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsr Al-Munr adalah metode tahll . , meskipun terdapat unsur metode maudhuAo . secara parsial. Tafsr ini disusun secara sistematis mengikuti urutan mushaf, dengan menjelaskan berbagai aspek yang terkandung dalam ayat. Aspek tersebut meliputi: . kebahasaan, yang menjelaskan iAorAb . , balaghAh . , dan makna kosakata, . historisitas, yang memaparkan asbAb an-nuzul, dan . korelasi, menjelaskan munAsbah antara satu ayat dengan ayat lainnya. Wahbah Az-Zuhaili menerapkan pendekatan yang mengintegrasikan konteks fiqh dan realitas kehidupan dalam menafsirkan Al-QurAoAn. Pendekatan ini konsisten dengan tujuan Al-QurAoAn untuk menjelaskan hukum syariat dan membedakan antara yang halal dan Wildan Hidayat. AoModernitas Penafsiran Al-QurAoan (Metodologi Tafsir Al-Munir Karya Wahbah AlZuhail. Ao. Cross-Border: Journal of International Border Studies. Diplomacy, and International Relations, 1 . , pp. 22 Muchlis. AoMetode Analisis Dalam Menafsirkan Al-QurAoan: Analisis Pada Tafsir Al-MunirAo. Hidayat. AoModernitas Penafsiran Al-QurAoan (Metodologi Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhail. Ao. Hidayat. AoModernitas Penafsiran Al-QurAoan (Metodologi Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhail. Ao. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 haram, serta antara kebaikan dan keburukan. 25 Dalam karyanya. Wahbah Az-Zuhaili menafsirkan term dhaAof tidak hanya secara tunggal, melainkan dalam kerangka multidimensional yang mencakup aspek sosial, fisik, dan spiritual. Penafsirannya terkait term dhaAof cenderung menggunakan pendekatan yang mempertimbangkan aspek hukum Islam, tidak hanya menjelaskan makna secara kebahasaan, melainkan mengaitkannya dengan konsekuensi hukum dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Penafsiran Wahbah Az-Zuhaili mengenai dhaAof dalam konteks sosial sebagai posisi rentan atau ketidakberdayaan individu dalam masyarakat seringkali dikaitkan dengan kelompok-kelompok yang terpinggirkan, seperti anak yatim, wanita renta, atau kaum 27 Sedangkan dalam konteks spiritual, term dhaAof merujuk pada kelemahan iman, ketidakstabilan hati, atau kerapuhan moral. Meski tidak selalu eksplisit, makna ini terkandung dalam berbagai ayat yang membahas kondisi batin manusia dan perjuangan dalam ketaatan. Setelah mengkaji latar belakang dan corak metodologi Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsr Al-Munr, disimpulkan bahwa pendekatan beliau yang mengintegrasikan fikih dan sosial sangat relevan untuk menganalisis konsep dhaAof secara komprehensif. Relevansi ini muncul karena makna dhaAof dalam Al-QurAoAn bersifat multidimensional, sesuai dengan karakter tafsir Az-Zuhaili. Oleh karena itu, analisis selanjutnya akan berfokus pada ayat-ayat term dhaAof menggunakan perspektif Tafsr Al-Munr untuk memahami pemaknaan konsep kelemahan. Analisis Ayat Term DhaAof Term dhaAof dalam Al-QurAoAn secara spesifik disoroti dalam tiga ayat yang berkaitan dengan kondisi individu atau kelompok tertentu. Meskipun tidak selalu digambarkan secara langsung, makna tersirat dalam ayat-ayat tersebut mengungkapkan dimensi sosial dan spiritual dari term dhaAof yang mampu menunjukkan bahwa Al-QurAoAn memandang AukelemahanAy sebagai konsep yang kompleks dan multidimensional. Secara etimologi, term AeAA U A aUA a . haAo. adalah kata sifat dalam bahasa Arab yang berarti AulemahAy. Analisis gramatika . Aora. dari kata ini menunjukkan bahwa ia berfungsi sebagai kata sifat . aAoa. yang mengikuti kata benda yang dijelaskannya . anAou. Perubahan harakat akhir pada term dhaAof disesuaikan dengan posisi sintaksisnya dalam kalimat, di antaranya: . marfuAo, kata ini berharakat akhir dammah AuA AyUAAjika berfungsi sebagai subjek atau predikat, . mansub, kata ini berharakat fathah AuA AyUAUAjika berfungsi sebagai objek atau objek dari kata kerja, dan . majrur, kata ini berharakat akhir kasrah AuAAyUAA jika didahului oleh preposisi . uruf jar. Adapun analisis ayat-ayat term dhaAof yaitu: Surat An-NisA ayat 26-28 AyA A aEUeI a aEUeIA AEaUeE e eI aOA AO aOeA a AcEEA a AA a AcEE EaU aUcaIa EaE eI aO aO eN a aOE eI IaIa Eac aOeIa Ia eI Ca eEaE eI aO aO eOA ca AEUeE eI aOO aOe E aOeIa Oaa eOIa EA AyA Aa eU UIA a A aN OA AaOA a A a eI aIa UeE eO aIUeEA a AA a AcEE O aOe a eI Oac eOA AyA A a eUAUA AIA AIA AeEA AEA AOA AIA AEA AIA a a AA AOA AIA AcEEA AeA AO aOA aCA ac a e a a Artinya: Wahbah Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir : Akidah. Syariah. Manhaj Jilid 3. Tafsir Al-Munir, 2017. 26 Karma Adi. AoBiografi Dan Pandangan Wahbah Al-Zuhaili Tentang Hak Hadanah Karena Istri MurtadAo. Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir : Akidah. Syariah. Manhaj Jilid 3. 28 Wahbah Az-Zuhaili. Tafsir Al Munir (Juz . Jilid 6, 2016. 29 Shihab. Ensiklopedia Al-QurAoan: Kajian Kosa Kata. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 AuAllah hendak menerangkan . yariat-Ny. kepadamu, menunjukkan kepadamu berbagai jalan . orang yang sebelum kamu . ara Nabi dan orang-orang sale. , dan menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. AuAllah hendak menerima tobatmu, sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya . ari kebenara. Ay AuAllah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptkan dengan . alam keadaa. Ay (Q. S An-NisA: 26-. Dalam kalimat A a eUAUA a e aAOEaCA, a AIA a . haAoifA. dibaca dengan iAorab nasb atau a AeE eIA a kata A a eUAUA berharakat fathah karena berfungsi sebagai keterangan keadaan . yang menerangkan kondisi dari subjek kalimat, yaitu AumanusiaAy . l-insA. Sebagai hAl, kata A a eUAUA menerangkan keadaan yang dialami oleh manusia pada saat diciptakan. Makna dari potongan ayat ini bahwa sejak awal penciptaan, manusia memiliki kelemahan dalam mengendalikan hawa nafsunya sendiri. 30 Wahbah Az-Zuhaili mengaitkan munasabah ayat dengan pembahasan hukum keluarga dan pernikahan dimana Allah SWT menetapkan hukum-hukum keluarga dan pernikahan dengan menyertai penjelasan dan Tujuannya untuk menenangkan hati manusia, membantu mereka memahami makna dari syariat tersebut, dan mendorong untuk menerimanya dengan lapang dada. Al-QurAoAn menjelaskan hikmah di balik hukum keluarga dan pernikahan agar manusia tidak hanya patuh, tetapi juga paham dan ikhlas. Pendekatan ini menunjukkan bahwa hukum Allah diciptakan untuk membawa kebahagiaan, menjadikannya sesuai untuk setiap orang. Menurut Az-Zuhaili, tujuan penetapan hukum tersebut memberikan petunjuk dan ketenangan bagi manusia yang hakikatnya memiliki sifat dhaAof. Manusia secara hakiki lemah dalam mengendalikan nafsu dan rentan terhadap tekanan emosional seperti rasa takut dan sedih. Kondisi kelemahan seperti ini merupakan bentuk kelemahan spiritual yang menggambarkan manusia sering kali mengalami kerentanan jiwa. Manusia diciptakan dalam kondisi lemah dan mudah dikuasai hawa nafsu terutama dalam masalah perempuan karena Allah menciptakan manusia dengan naluri dan dorongan biologis. Al-QurAoAn memahami sifat dasar ini dan tidak meminta manusia untuk menghilangkannya, melainkan memberikan bimbingan untuk mengelolanya. Dengan demikian, hukum Allah bertujuan untuk melindungi manusia dari potensi kerusakan akibat hawa nafsu yang tidak terkendali. Kelemahan inilah yang menjadi alasan Allah memberikan keringanan melalui hukum-hukum-Nya. Salah satu keringanan itu adalah hukum pernikahan, yang berfungsi sebagai jalan halal dan teratur untuk menyalurkan naluri, sekaligus melindungi manusia dari perbuatan dosa. Karena itu. Allah SWT menetapkan hukum-hukum, termasuk dalam pernikahan, sebagai solusi dan Hal ini sesuai dengan ungkapan makna AuAllah hendak memberikan keringanan kepadamu,Ay dalam penggalan ayat 28, yang menegaskan bahwa hukum tersebut adalah bentuk rahmat dan kasih sayang Allah untuk mengatasi kelemahan manusia. Maka dalam hal ini, spiritualitas bukan hanya sekedar pelengkap kesejahteraan, melainkan sebuah aspek krusial dalam kehidupan. Az-Zuhaili menafsirkan term dhaAof dalam surah An-NisA ayat 28 dengan rentannya manusia dalam melawan hawa nafsu sebagai bentuk refleksi kelemahan spiritual bawaan manusia. Dengan demikian, hukum-hukum syariat berfungsi sebagai bimbingan untuk mengatasi kelemahan tersebut. 30 Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir : Akidah. Syariah. Manhaj Jilid 3. Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir : Akidah. Syariah. Manhaj Jilid 3. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Dengan memberikan keringanan. Allah tidak hanya meringankan beban umat, tetapi juga menunjukkan belas kasih-Nya dengan menerima tobat. Dengan demikian, tafsr ini menginterpretasikan term dhaAoif sebagai representasi kondisi rapuh manusia yang sangat membutuhkan bimbingan, ampunan, dan keringanan dari Allah. Hal ini bertujuan agar jiwa manusia dapat kembali kepada kebenaran, dan terlindungi dari godaan hawa nafsu. Dengan kecenderungan dhaAof, yang berarti manusia mudah terpengaruh oleh hawa nafsu dan amarah, maka manusia memerlukan aturan yang mudah sebagai panduan kehidupan. Surat An-NisA ayat 75-76 AI Eac aOeIa aOC eOE eOIa aacIa a e a eIa Ia eIA e a AcEE aO eEI eA ac a aA a aAUeIa Ia IA a A a eU aEA a acAE a aE aOEIA a AaO aI EaE eI aeE CaaE eOIa aA eOA a aA a aO eE aO eEA ca ca ca ca ca AN a aN eECa eOa a EA AyA u aU UeA a AE aaI a eNE aN aO ea eE EIa Ia eI E eIEa aO aEUUc aOe a eE EIa Ia eI E eIEa IA ca A a eU aE EA ca AUe aI acaI aE eUa EA ca A AaCaaE eO a eO aE aU a EA AUe aIA a A eOA a A a eU aEA a AcEE aOEac aOeIa aEAa eO OCaaE eOIa Aa eOA a AaEac aOeIa aII eO OCaaE eOIa Aa eOA AyA n A a eUAUA a aEIA Artinya: Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan . orang-orang yang lemah dari . laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang berdoa. AuWahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Makka. yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu. Ay AuOrang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang yang kufur berperang di jalan Thagut. Perangilah kawan-kawan setan itu. Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah. Ay (Q. S An-NisA: 75-. ca A ) acaI aE eUa EAadalah upaya setan untuk mengalahkan umat Makna dari ( A a eUAUA a aAU e aI aEIA beriman pada dasarnya lemah . haAo. dan mudah dikalahkan. 32 Dalam penafsirannya, term dhaAof dalam ayat ini erat kaitannya dengan kelemahan iman akibat tipu daya setan, serta ketidakmampuan sebagian individu untuk berpartisipasi aktif dalam perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan. Ayat ini memerintahkan kaum Mukmin untuk berjuang dan membebaskan orang-orang mustadhAoafn. MustadhAoafn merujuk pada individu yang mengalami penindasan jangka panjang dan memiliki posisi lemah dalam berbagai aspek kehidupan. Secara sosial, mereka adalah kelompok yang berada dalam status rendah sehingga rentan terpinggirkan. Penafsiran ini menunjukkan bahwa makna term dhaAof tidak terbatas pada kelemahan manusia saja, konsep ini juga mencakup makna lemah pada bentuk kekuatan dan Dalam surat ini menjelaskan term dhaAof bermakna bahwa tipu daya setan lemah jika dibandingkan dengan kekuatan keimanan. Kelemahan yang dimaksud bukanlah mengenai kelemahan fisik, melainkan kelemahan moral. Seperti dijelaskan dalam penafsirannya bahwa ayat ini membahas mengenai perintah berjihad di jalan Allah dan membela kebenaran, sedangkan di antara mereka terdapat orang-orang yang enggan untuk berjihad dikarenakan memiliki rasa takut. Rasa takut yang sebenarnya muncul dari pengaruh tipu daya setan, pada hakikatnya apabila manusia memiliki keimanan yang kuat, tentu tipu daya setan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan keimanan mereka. Ayat ini secara spesifik menggunakan kata aA( aE eUAtipu day. untuk menjelaskan bahwa kelemahan setan terletak pada godaannya. Meskipun setan memiliki kekuatan untuk menggoda, namun tipu dayanya tidak akan berhasil melawan iman dan ketakwaan yang Konteks lemah dalam ayat ini bertujuan memotivasi orang beriman dan menjadi 32 Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir : Akidah. Syariah. Manhaj Jilid 3. Hasbi Ashidiki. AoKonsep MustadhAoafin Dalam Kajian Tafsir Kontemporer (Studi Atas Tafsir Farid Esac. Ao. Al-Kauniyah, 2. , pp. 13Ae34, doi:10. 56874/alkauniyah. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 jaminan bahwa meskipun musuh mereka terlihat kuat, namun kekuatan musuh yang berasal dari setan pada dasarnya lemah dan tidak memiliki pijakan yang kokoh. e merupakan golongan orangSelain itu, dalam ayat sebelumnya disebutkan aA a aAUeIA e a AEI eA, orang lemah dari kalangan laki-laki, perempuan, hingga anak-anak yang tertindas dan menjadi korban perang, hingga makna term dhaAof dalam ayat ini mencakup kondisi sosial dimana kelompok tertentu terpinggirkan dan tertindas serta membutuhkan perlindungan. Ayat ini memotivasi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan keteguhan dalam hidup dengan tujuan mengatasi rasa malas dan enggan. Dengan menekankan bahwa jihad adalah perjuangan untuk menggantikan kezaliman dengan keadilan dan kekerasan dengan kasih sayang. Term dhaAof dimaknai sebagai kelemahan moral dan kondisi sosial yang nyata dan harus diatasi. Hal ini membutuhkan solidaritas dan kekuatan iman sebagai bentuk pembelaan terhadap kelompok yang lemah. Sebagai agama petunjuk hidup. Islam menekankan hubungan bukan hanya dengan Allah, namun juga dengan sesama manusia. Surat Hud ayat 90-91 AyA AaO e a eAa eO aacE eI acI eO eO aEa eU e aN acaI aca eO aa UeI acO eOA e AE eUIaA a aA a eUA aOE eOeE aNEa E a a eIIEa aO aI IA a ACaE eO OaUe aI Ia eACaN aEaU Ue a caI acI aC eOE aOaIac EaI aOEa Aa eUIaA AyA a aOeA Artinya: Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Mencintai. Ay AuMereka berkata. AuWahai SyuAoaib. Kami tidak banyak mengerti apa yang engkau katakan itu, sedangkan kami sesungguhnya memandang engkau sebagai seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah melemparimu . engan bat. , sedangkan engkau pun bukan seorang yang berpengaruh atas kami. Ay (Q. S Hud: 90-. Kisah ini berpusat pada tugas dakwah Nabi SyuAoaib kepada kaumnya, termasuk perdebatan di antara mereka dan peringatan SyuAoaib tentang azab yang akhirnya menimpa Kata ( A a eUAU eA a ) dalam ayat ini berfungsi sebagai hAl . eterangan keadaa. bagi objek kAf dalam kalimat ( aA) I aOEA, karena kata kerja ini merujuk pada penglihatan mata . Dalam mufradat lughawiyyahnya, term (A a eUAU eA a ) dalam ayat ini dimaknai lemah atau hina, mengisyaratkan pada kondisi keluarga atau pengikut Nabi SyuAoaib. Ketika kaum Nabi SyuAoaib mengatakan. AuKami melihatmu sebagai orang yang lemah di antara kami, dan kau tidak punya pengaruh,Ay mereka menganggap kelemahan Nabi Syu'aib dari sudut pandang kedudukan sosial dan kekuasaan. Ancaman mereka untuk merajam Nabi SyuAoaib, yang hanya tertahan oleh pertimbangan keluarganya, memperkuat pandangan bahwa yang dimaksud adalah kelemahan pengaruh, bukan fisik. Di mata kaumnya, mereka menganggap Nabi SyuAoaib tidak punya status sosial, kekayaan maupun pengaruh yang patut dihormati di kalangan masyarakat. Pernyataan dalam ayat yang berbunyi Aujika bukan karena keluargamu, kami pasti sudah merajammuAy menegaskan bahwa Nabi SyuAoaib terlindungi hanya karena ikatan kesukuan atau kabilah yang dimilikinya, dan sama sekali bukan karena status atau kekuatan pribadinya. Kaum Nabi SyuAoaib menganggapnya dhaAof . karena ia tidak memiliki kekuasaan, kekayaan, atau status sosial yang dapat mengancam mereka. Ayat tersebut menggunakan term dhaAof yang ditujukan pada Nabi SyuAoaib sebagai ungkapan hina dan lemah, sebagai upaya penolakan kebenaran terhadap kerasulannya. Dalam masyarakat mereka, kekuasaan dan Az-Zuhaili. Tafsir Al Munir (Juz . Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 kekayaan adalah hal utama, ucapan mereka adalah hinaan yang bertujuan meremehkan Nabi SyuAoaib dan membenarkan penolakan mereka. Analisis terhadap ayat-ayat yang mengandung term dhaAof dalam Tafsr Al-Munr menunjukkan bahwa konsep kelemahan dalam Al-QurAoAn bersifat multidimensi. Makna ini memberikan landasan etis dan metodologis tentang posisi manusia sebagai makhluk yang membutuhkan bimbingan dan penguatan terus-menerus. Dengan dasar teoretis ini, penting untuk melihat implementasinya dalam konteks sosial saat ini. Oleh karena itu, penelitian berlanjut dengan mengkaji sejarah serta aktualisasi makna term dhaAof dalam kegiatan dakwah dan pembinaan di Komunitas Yuk Hijrah Lampung, sebagai representasi pelaksanaan nilai-nilai QurAoAni dalam praktik keagamaan kontemporer. Sejarah Komunitas Yuk Hijrah Lampung Kata hijrah (A )ENAdalam bahasa Arab berasal dari kata kerja hajara yang bermakna meninggalkan, berpaling atau menahan. Hijrah dapat diartikan sebagai perubahan sikap atau nilai hidup, yaitu berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih 35 Makna hijrah dalam perspektif tasawuf juga berarti hidup sederhana, zuhud, dan mengurangi ketergantungan pada hal duiawi. 36 Sedangkan komunitas Yuk Hijrah Lampung merupakan fenomena keagamaan yang berkembang di kalangan anak muda saat ini. Mereka aktif mencari pemahaman agama dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari melalui gerakan hijrah. Nama AuYuk HijrahAy sendiri berorientasi untuk mengajak orang berubah sesuai dengan ajaran Al-QurAoAn. Komunitas ini mencoba menerapkan makna tersebut dalam sikap sehari-hari anggotanya. Komunitas Yuk Hijrah Lampung menjadi salah satu komunitas yang tidak hanya mengajarkan secara teori, tetapi juga mendorong transformasi nyata dalam diri dan cara hidup anggotanya. Proses hijrah yang mereka dorong mencakup perubahan sikap, perbaikan ibadah, serta penguatan moral dan sosial yang sejalan dengan pembinaan terhadap kelemahan sifat manusia dengan penuh kasih sayang. Dengan demikian, komunitas ini menjadi contoh nyata bahwa hijrah bukan sekadar nama, tetapi proses spiritual nyata dan sesuai bagi semua usia dalam merespon tantangan kehidupan modern. Komunitas ini didirikan di kota Bandar Lampung pada tanggal 26 Desember 2017, dan mulai aktif pada awal tahun 2018. Didirikan oleh Ahmad Baihaqi dan Muhammad Febri, komunitas ini berfungsi sebagai platform edukasi dan bimbingan spiritual bagi Tujuannya adalah untuk memfasilitasi proses transformasi diri . menuju praktik keagamaan yang konsisten dengan ajaran Islam. Dengan jumlah anggota berkisar 50 orang pada awal pembentukan, komunitas ini dibentuk sebagai sarana untuk mempelajari dan memahami ajaran Islam secara utuh dan komprehensif. 38 Secara struktural, komunitas ini berada di bawah naungan Yayasan Madnatul QurAoAn Lampung, merupakan lembaga pendidikan yang berfokus pada pengembangan generasi QurAoAni 35 Muhammad Ghufron. AoTafsir Ayat Al-QurAoan Tentang HijrahAo. Reflection : Islamic Education Journal, 1 . , p. 115, doi:10. 61132/reflection. M Khamim. AoUrgensi Nilai Tasawuf Pada Gerakan Hijrah Di Kalangan Milenial: Konsepsi Hijrah Substantif-SufistikAo. Maarif, 17. , pp. 122Ae39, doi:10. 47651/mrf. Hidayatu Rizki. Strategi Dakwah Untuk Generasi Milenial Di Era Digitalisasi Pada Komunitas Yuk Hijrah Lampung Melalui Media Sosial, 2022, xi. 38 Audi Aminda Yusandani. AuKomunitas Yuk Hijrah Lampung. Tempatnya Pemuda Pemudi Lampung Berdakwah dan Berbagi IlmuAy dalam https://lampung. com/2019/07/24/komunitas-yuk-hijrahlampung-tempatnya-pemuda-pemudi-lampung-berdakwah-dan-berbagi-ilmu?page=2/diakses 20-Oktober2025. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 yang berkarakter, visioner, dan berperan sebagai pembaharu muda Islam. Kurikulumnya tidak hanya menekankan pada aspek penghafalan Al-QurAoAn, tetapi juga integrasi iman, adab dan fiqh. Dengan demikian. Komunitas Yuk Hijrah Lampung melaksanakan programnya dengan sinergi visi yang kuat. Saat ini, komunitas tersebut diketuai Rudy Wibowo, dengan kantor sekretariat di Jl. Pramuka. Rajabasa. Kota Bandar Lampung. Pendirian Komunitas Yuk Hijrah Lampung didasarkan pada penggabungan visi dan misi para pendirinya terhadap fenomena generasi muda yang cenderung terbawa arus modernisasi dan kurangnya interaksi dengan Al-QurAoAn. Komunitas ini hadir di dorong motivasi mengajak masyarakat meningkatkan literasi Al-QurAoAn. Sebagai respons atas kondisi tersebut. Komunitas Yuk Hijrah Lampung menggunakan pendekatan menarik untuk memfasilitasi pembelajaran dan pertukaran pengalaman. Komunitas ini menargetkan pemuda dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, mahasiswa hingga yang sudah bekerja yang memiliki semangat untuk terus belajar dan berhijrah. Visi komunitas sendiri mengembalikan muda mudi muslim dan muslimah kepada ajaran agama Islam secara menyeluruh. Ajaran ini mencakup bidang-bidang utama, yaitu akidah, akhlak, ibadah dan muAoamalah. 40 Sedangkan misi komunitas ini berfokus pada tiga pilar utama untuk mendukung proses hijrah pemuda dan pemudi, yakni: Pendampingan dan konsultasi, menyediakan layanan konsultasi dan solusi . untuk membantu pemuda dalam mengatasi tantangan selama proses hijrah. Dukungan moral dan sosial, untuk merealisasikan kegiatan yang memberikan dukungan moral dan emosional bagi anggota komunitas selama proses hijrah. Pembinaan berkelanjutan, yakni mengadakan pembinaan terstruktur di berbagai bidang untuk menjaga dan menunjang semangat pemuda dalam proses hijrah. Dalam upayanya mengajak masyarakat untuk melakukan perbaikan diri . menuju kehidupan yang lebih baik, diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti tahsin, kajian umum, dan kultum. Selain kegiatan keagamaan, komunitas ini juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial dan penggalangan donasi pada waktu tertentu. samping program inti tersebut, komunitas ini meluncurkan program baru berupa sesi sharing time, dalam sesi ini anggota komunitas dapat berdiskusi secara intensif mengenai isu-isu keagamaan dan tantangan dalam kehidupan sosial. 42 Sejarah pembentukan komunitas Yuk Hijrah Lampung menjadi landasan sesuai dengan penelitian ini karena menyediakan konteks nyata untuk menganalisis aktualisasi term dhaAof. Nama komunitas yang menggunakan kata AuYuk HijrahAy, secara intrinsik merefleksikan ajakan untuk mengadopsi perilaku yang selaras dengan ajaran Al-QurAoAn. Tujuan komunitas ini adalah membentuk insAn kAmil, yang konsisten dalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah, serta berkarakter religius adaptif yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. 39 Wibowo. Wawancara. Kasiono. AoIslam Ditinjau Dari Berbagai AspeknyaAo. MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis, 2. , pp. 324Ae40, doi:10. 54443/mushaf. Audi Aminda Yusandani. AuKomunitas Yuk Hijrah Lampung. Tempatnya Pemuda Pemudi Lampung Berdakwah dan Berbagi IlmuAy dalam https://lampung. com/2019/07/24/komunitas-yuk-hijrahlampung-tempatnya-pemuda-pemudi-lampung-berdakwah-dan-berbagi-ilmu?page=2/diakses 20-Oktober2025. 42 M. Hafidz Mahfudzo. AoAktivitas Sosial Keagamaan Komunitas Yuk Hijrah LampungAo, 2022, p. Yuanda. AoPeran Komunitas Pemuda Hijrah Jasinga Dalam Membentuk Karakter Religius Pemuda Di Desa Pamagersari Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor Tahun 2019-2020Ao. Prosiding AL Hidayah Pendidikan Agama Islam, 2020, pp. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Aktualisasi Makna DhaAof Oleh Komunitas Yuk Hijrah Lampung Analisis mendalam terhadap Tafsr Al-Munr menunjukkan hubungan erat antara konsep teoritis dan praktik nyata dalam kehidupan komunitas. Wahbah Az-Zuhaili menekankan bahwa pemahaman atas term dhaAof berkaitan dalam kehidupan manusia bukanlah pengakuan mengenai ketidakberdayaan mutlak. Sebaliknya, hal ini menjadi dasar untuk menyadari hakikat manusia sebagai hamba dan kebenaran bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah, yang sepenuhnya bergantung pada kekuatan dan karunia Allah SWT. 44 Hal ini menegaskan bahwa manusia pada dasarnya sangat membutuhkan bimbingan, perlindungan, rahmat dan karunia Allah untuk menjalani dan meraih segala sesuatu dalam hidup. Di sisi lain, hal ini juga menuntut kesadaran diri untuk berupaya memperkuat keimanan. Pemahaman ini menjadi landasan penting bagi Komunitas Yuk Hijrah Lampung untuk merancang program dakwah yang bertahap dan adaptif. Pendekatan ini mengakui bahwa sebagian besar anggota masih berada dalam kondisi dhaAof dalam hal keimanan dan beberapa aspek kehidupan. Alih-alih menuntut kesempurnaan instan, pengakuan terhadap kelemahan ini justru menjadi motivasi yang efektif. Dengan suasana yang suportif, komunitas mendorong anggotanya untuk berproses, membangun solidaritas, dan empati di antara mereka yang menghadapi tantangan serupa. Pendekatan ini selaras dengan penafsiran bahwa kondisi dhaAof adalah titik awal untuk bangkit dan menjadi kuat melalui keimanan. 46 Komunitas Yuk Hijrah Lampung mengadaptasi konsep hijrah sebagai respons konkret terhadap kondisi kelemahan . haAo. Pendekatan yang dilakukan melalui berbagai kegiatan nyata, seperti kelas hijrah, sesi sharing time, kajian keagamaan, tahsin, baca tulis Al-QurAoAn, dan berbagai aktivitas sosial keagamaan lainnya. Secara khusus, kelas hijrah dan sharing time berfungsi sebagai wadah interaktif bagi para anggota untuk mengatasi kelemahan spiritual dan sosial bersama-sama. Mereka membangun solidaritas dengan mempererat hubungan antaranggota dan menyediakan ruang nyaman untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan hidup. Melalui pendekatan yang saling mendukung, mereka termotivasi untuk belajar dan menguatkan keimanan tanpa tekanan dengan menjadikan hijrah sebagai perjalanan kolektif yang memperkuat identitas keagamaan dan perubahan perilaku positif. Pemahaman terhadap term dhaAof menjadi motivasi utama untuk melakukan perubahan nyata, seperti hijrah dan peningkatan ibadah. Konsep ini mengingatkan manusia akan hakikat dirinya yang dhaAof dan sangat bergantung pada Allah SWT. Kesadaran akan kelemahan ini menumbuhkan sikap rendah hati . dan dorongan untuk terus memperbaiki diri melalui ketaatan kepada Allah. Hal inilah yang menjadi landasan awal dalam proses hijrah, sebuah perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik secara spiritual dan moral. 48 Dalam kehidupan dengan perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup manusia, maka konsep dhaAof mengingatkan manusia bahwa mereka tidak bisa sepenuhnya mengandalkan kekuatan diri sendiri. Kesadaran ini Siti Atiqoh. AoHakikat Manusia Sebagai Makhluk Yang Perlu Dan Dapat Di DidikAo, 2. , p. . Dinda Valiza. AoBesarnya Rahmat Dan Nikmat Allah Pada Umat Manusia Berdasarkan Isi Kandungan Qs. Az-Zumar:53Ao. Hibrul Ulama, 5. , p. 62, doi:10. 47662/hibrululama. 46 Muhammad Iqbal. Pembina Komunitas Yuk Hijrah Lampung, wawancara (Bandar Lampung, 10 Maret 47 Wibowo, 2024. Joni Putra. Sebuah Refleksi Kehidupan Beragama AoManusia Dalam Perspektif IslamAo, 2024. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 mendorong individu untuk mencari kekuatan dari sumber ilahi, yaitu Al-QurAoAn dan sunnah, yang berfungsi sebagai pedoman hidup menyeluruh dan mendalam. Al-QurAoAn memiliki peran utama dalam memotivasi perubahan perilaku dan membentuk identitas. Al-QurAoAn memberikan pemahaman yang jelas tentang kelemahan manusia dan menawarkan solusi melalui penguatan iman, amal saleh, dan kedekatan dengan Allah. Melalui ayat-ayat dan kisah-kisah di dalamnya. Al-QurAoAn membangun kesadaran diri dan identitas keagamaan yang kuat, mendorong perilaku positif yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. 50 Pemahaman ini mendorong masyarakat kontemporer untuk tidak jatuh ke dalam kesombongan atau pasrah pada kelemahan. Sebaliknya, mereka didorong untuk secara aktif menjalankan hijrah, baik hijrah hati maupun hijrah Dimana individu tidak hanya memahami Islam secara teoritis, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilainya dalam menghadapi tantangan kehidupan. Aktualisasi penerapan term dhaAof dalam kegiatan sehari-hari Komunitas Yuk Hijrah Lampung dapat dilihat sebagai berikut: Aktualisasi term dhaAof dalam aspek kelemahan spiritual dan tantangan dalam menahan hawa nafsu (Q. S An-NisA . Menurut riwayat Al-Baihaqi dalam kitab SyaAob al-Iman. Ibnu Abbas berpendapat bahwa terdapat delapan ayat dalam surah An-NisA memiliki nilai yang jauh melebihi seluruh isi dunia. Ayat ini memuat makna yang mendalam, yakni tentang keluasan rahmat Allah, pintu taubat dan kelemahan manusia. Hal ini memiliki kesesuaian dengan praktik komunitas Yuk Hijrah Lampung dalam penerapannya terkait pemahaman term dhaAof yang menjadi awal kesadaran mengenai sifat dhaAof manusia dan luasnya rahmat Allah. Az-Zuhaili menafsirkan dhaAof dalam surah An-NisA ayat 28 sebagai gambaran kelemahan bawaan manusia dalam mengendalikan hawa nafsu dan tekanan emosional, yang merupakan bentuk dari kelemahan spiritual. Sebagai respons, syariat Islam memberikan rukhshah sebagai bentuk rahmat Allah. 53 Konsep ini menjadi landasan bagi komunitas untuk merancang kegiatan yang adaptif dan penuh perhatian, membantu anggotanya mengatasi kelemahan tersebut dengan dukungan yang sesuai. Komunitas Yuk Hijrah Lampung menerapkan pemahaman ini dengan menciptakan ruang yang nyaman dan berjenjang bagi manusia yang imannya masih lemah, kemudian pendekatan ini diwujudkan melalui kelas hijrah. Sesi kelas hijrah dimulai dengan pengakuan bahwa setiap anggota secara alami lemah dalam mengendalikan hawa nafsu dan rentan terhadap gejolak emosi seperti rasa takut atau sedih. Pengakuan atas kelemahan ini menjadi fondasi awal penguatan keimanan. Komunitas Yuk Hijrah Lampung mengajak anggotanya untuk mengikuti kelas hijrah bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga untuk memahami hikmah di balik hukumhukum Islam. Pemahaman ini bertujuan menciptakan ketenangan hati dan menghilangkan perasaan terpaksa dalam beribadah. Agus Kurniawan. AoStudi Islam Untuk Moderasi Agama: Menuju Pemahaman Seimbang Dan LuasAo. Jurnal Studi Islam, 2. , pp. 50 Iqbal. Wawancara. N SaAoadah. AoHadis Tentang Hijrah Dalam Lensa PsikologiAo. Jurnal Ilmu Hadis, 2. Desember . , 52 Zuhaili. Terjemahan Al-Tafsr AL-Munr F Al-Aqdah Wa Al-SyarAoah Wa Al-ManhAj Juz 9. IX. Najamuddin Shiddiq. AoRahmat Allah Yang Tak Terbatas: Menelusuri Ayat-Ayat Tentang Kasih SayangNyaAo. Jurnal Cendekia Ilmiah, 4. , p. Iqbal, wawancara. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Konsep keringanan dalam potongan ayat A eIE eIA A O aOeAdiwujudkan sebagai solusi a a a acAcEE a eI Oca a yang mudah dan teratur untuk mengatasi potensi kerusakan akibat hawa nafsu. Yuk Hijrah Lampung mengajarkan bahwa aturan seperti pernikahan adalah wujud rahmat Allah untuk mengatasi kelemahan biologis manusia, dan bukan merupakan beban. Dalam penafsirannya. Az-Zuhaili memaknai dhaAof sebagai bentuk kelemahan yang memerlukan ampunan dan bimbingan, maka komunitas Yuk Hijrah Lampung mengaktualisasikannya dengan menjadikan hijrah sebagai mekanisme praktis untuk menjauhi maksiat, memperbanyak beribadah, dan bertaubat. Hal ini dapat melindungi diri dari hawa nafsu yang tak terkendali dan menuntun menuju kebahagiaan sejati. Komunitas Yuk Hijrah Lampung mengubah konsep dhaAof menjadi motivasi praktis bagi anggotanya. Mengacu pada Tafsir Al-Munr yang menekankan aspek psikologis dan rahmat syariat, komunitas ini menanamkan kesadaran bahwa kelemahan bukanlah aib, melainkan kondisi yang diatasi dengan ketaatan sebagai jalan termudah. Kelas hijrah di komunitas ini merupakan aktualisasi nyata dari konsep dhaAof, didasarkan pada pemahaman QurAoAni bahwa manusia memiliki kelemahan spiritual, emosional, dan moral yang memerlukan bimbingan bertahap. Karena menyadari banyak anggotanya masih dhaAof dalam iman dan praktik agama, komunitas merancang program yang adaptif dan berjenjang, bukan memaksa. Tafsir terhadap QS. An-NisA ayat 28 menunjukkan bahwa kelemahan manusia utamanya berakar pada ketidakmampuan mengendalikan hawa nafsu dan gejolak Secara psikologis, kelas hijrah memicu perubahan perilaku melalui mekanisme seperti menormalisasi kelemahan, yakni menghilangkan rasa malu dan stigma, membuat anggota menerima diri sebagai individu yang berproses dan membutuhkan perbaikan, motivasi iternal yang berfokus pada materi luasnya rahmat Allah, menumbuhkan dorongan untuk berubah yang didasari harapan, bukan rasa takut, kemudian dukungan sosial dari sesama anggota yang menciptakan rasa memiliki, aman dan diterima dalam komunitas. Kelas hijrah adalah wujud nyata dari aktualisasi term dhaAof, program ini berbasis pada kesadaran bahwa manusia secara fitrah lemah dan memerlukan proses, bimbingan, serta lingkungan yang mendukung untuk berkembang. Di sini, kelemahan anggota tidak hanya diakui, tetapi dijadikan titik awal untuk bertransformasi menuju kekuatan iman, karakter, dan komitmen keagamaan. Gambar 1. Kegiatan Kelas Hijrah Ikhwan & Akhwat Aktualisasi term dhaAof dalam aspek kelemahan moral dan kehidupan sosial (Q. S An-NisA . Dalam Tafsr Al-Munr, dikatakan bahwa tipu daya setan yang lemah . haAo. merujuk pada kelemahan iman manusia yang diwujudkan dalam bentuk rasa takut, malas beramal, dan enggan berjuang menegakkan kebenaran, yang pada akhirnya meminggirkan 55 Wibowo, wawancara. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 kelompok mustadhAoafn. Ayat ini menjamin bahwa tipu daya setan tidak akan mampu mengalahkan iman yang teguh, tujuannya adalah memotivasi orang beriman untuk berjuang di jalan Allah. 56 Komunitas Yuk Hijrah Lampung meangaktualisasikan konsep perang fisik dalam ayat ini menjadi fokus pada perjuangan moral dan solidaritas sosial. Dalam Tafsr Al-Munr, makna dhaAof diperluas untuk mencakup kondisi sosial, yaitu kelompok mustadhAoafin yang tertindas, terpinggirkan, dan rentan secara ekonomi maupun sosial, yang memerlukan pembelaan dan perlindungan dari orang beriman. Islam tidak hanya mengatur hubungan spiritual dengan Allah, tetapi juga menekankan pentingnya interaksi dan hubungan sosial dengan sesama manusia. Program komunitas seperti bakti sosial, dana bencana, dan santunan adalah bentuk jihad sosial yang nyata. Komunitas ini memahami bahwa jihad melampaui perang fisik, ia adalah perjuangan untuk mengganti kezaliman sosial dengan keadilan melalui solidaritas dan distribusi bantuan bagi kaum mustadhAoafin di sekitar mereka. Kegiatan sosial komunitas Yuk Hijrah Lampung membuktikan bahwa hijrah bukan hanya urusan memperbaiki ibadah pribadi, tetapi juga upaya untuk memperkuat ikatan sosial dan meningkatkan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Program bakti sosial Komunitas Yuk Hijrah Lampung merupakan wujud implementasi langsung dari makna dhaAof, karena ditujukan kepada kaum mustadhAoaf. Aktivitas ini adalah respons nyata terhadap kewajiban moral umat Islam untuk membela dan membantu kelompok yang lemah, sebagaimana ditafsirkan oleh Az-Zuhaili dalam QS. An-NisA ayat 75-76. Program ini beroperasi melalui mekanisme psikologis yang meliputi pemulihan harga diri, penguatan iman melalui tindakan nyata, dan peningkatan Serta mekanisme sosiologis yang mencakup kontrol sosial positif, pembentukan identitas baru yang lebih baik, dan pemberdayaan sosial. (Q. S Hud . Sedangkan dalam penafsiran surah Hud ayat 91 dijelaskan bahwa Nabi SyuAoaib dihina dan dianggap lemah karena status sosialnya rendah dan tidak punya pengaruh, hingga kaumnya mengancam akan merajamnya, dan satu-satunya perlindungan yang ia miliki hanyalah kabilahnya. Maka dalam aktualisasinya, komunitas Yuk Hijrah Lampung bertindak sebagai pengganti keluarga atau kabilah bagi anggotanya. Dalam proses hijrah modern, banyak individu merasa dhaAof secara sosial setelah meninggalkan lingkungan lama mereka, maka disinilah komunitas Yuk Hijrah Lampung menyediakan lingkungan suportif yang melindungi anggota dari hinaan dan lingkungan sebelumnya. Komunitas Yuk Hijrah Lampung mengaktualisasikan penafsiran Az-Zuhaili tentang kelemahan sosial Nabi SyuAoaib dengan cara membangun kekuatan kolektif dan solidaritas sosial. Tujuannya adalah melindungi anggota yang rentan terhadap tekanan. Dalam bentuk aktualisasinya terhadap kedua ayat yang sama-sama memaknai dhaAof sebagai bentuk kelemahan moral dan sosial. Komunitas Yuk Hijrah Lampung menjadikan sesi sharing time sebagai bentuk upaya untuk memperkuat iman dan motivasi kehidupan. Dengan saling menceritakan keberhasilan dalam mengatasi godaan, kemalasan, dan rasa takut, anggota secara kolektif membuktikan bahwa tipu daya setan . A ) aE eUAmemang lemah dan dapat ditaklukan melalui keteguhan iman bersama. Sesi ini menjadi tempat muhasabah . untuk memangkas rasa enggan dan malas yang dianggap berasal dari tipu daya setan. Sesi sharing time menjadi forum interaktif yang memperkuat Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir : Akidah. Syariah. Manhaj Jilid 3. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Anggota saling berbagi tantangan dan pengalaman spiritual, mengubah kelemahan bersama menjadi landasan untuk kebersamaan dan pertumbuhan. Gambar 1. Sesi Sharing Time Komunitas Yuk Hijrah Lampung berfungsi sebagai keluarga . dan kontrol sosial bagi para anggotanya. Hal ini merupakan wujud nyata dari prinsip perlindungan dan pembelaan terhadap individu yang sedang berada dalam kondisi lemah secara sosial maupun spiritual . haAo. Dengan mengadakan kajian dan pembinaan yang tidak hanya mencakup aspek spiritual, tetapi juga aspek psikologis dan sosial, maka tujuan dari pendekatan ini adalah memberikan solusi nyata agar para anggota tidak merasa tertekan oleh kelemahan mereka sendiri. Aktivitas ini selaras dengan penafsiran yang menganggap dhaAof sebagai kondisi yang membutuhkan bimbingan sehingga individu dapat kembali ke jalan yang benar. 58 Dengan pendekatan yang bertahap, penuh pengertian, dan adaptif, komunitas ini merangkul individu yang lemah dan rentan. Melalui pendekatan ini, komunitas Yuk Hijrah Lampung berhasil membangkitkan semangat bersama untuk melawan ketidakadilan. Mereka membangun identitas keagamaan yang aktif, menyeluruh, dan perubahan di tengah masyarakat kontemporer. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa term dhaAof dalam Al-QurAoAn memiliki makna multidimensional, mencakup kelemahan spiritual, sosial, dan fisik. Penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsr Al-Munr memberikan landasan teologis dan kontekstual yang kuat untuk memahami kondisi kelemahan ini sebagai bagian dari hakikat manusia yang 57 Wibowo, wawancara. Iqbal, wawancara. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 membutuhkan bimbingan, perlindungan, dan rahmat Allah SWT. Temuan penelitian ini menyarankan bahwa program dakwah untuk generasi muda harus dimulai dengan mengakui dan memahami kondisi dhaAof mereka, dan tidak langsung menuntut kesempurnaan dalam beragama. Komunitas Yuk Hijrah Lampung secara nyata mengaktualisasikan makna dhaAof tersebut melalui program-program dakwah dan pembinaan yang bertahap dan Bentuk aktualisasi yang dilakukan dari pemahaman ayat-ayat yang di dalamnya terdapat term dhaAof sendiri dimulai dari mengadakan kelas hijrah, dengan menyediakan kegiatan yang adaptif dan penuh perhatian serta menciptakan ruang yang nyaman dan berjenjang. Kemudian mengadakan sesi sharing time sebagai bentuk perbaikan moral dan hubungan sosial yang berfungsi untuk memperkuat keimanan dan motivasi dengan forum interaktif yang memperkuat solidaritas. Serta kegiatan bakti sosial sebagai wujud nyata dari prinsip perlindungan dan pembelaan terhadap individu yang sedang berada dalam kondisi lemah. Begitu pula kegiatan olahraga bersama dalam upaya menjaga ketahanan fisik sebagai amanah untuk kelancaran ibadah dan aktivitas sosial. Pesan utama penelitian ini adalah bahwa proses hijrah bukanlah perubahan instan menuju kesempurnaan, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang wajib diawali dengan pengakuan terhadap kelemahan . haAo. Berdasarkan Tafsr Al-Munr. AlQurAoAn mengajarkan bahwa kelemahan adalah realitas fitrah yang tidak perlu ditolak, melainkan dijadikan pintu masuk bagi rahmat, perubahan dan bimbingan. Kontribusi penelitian ini adalah menyajikan model operasional yang aplikatif untuk gerakan dakwah Model ini didasarkan pada penafsiran Al-QurAoAn, dan secara spesifik menawarkan panduan pendekatan bagi kaum muda yang sedang bergumul dengan perasaan lemah, sehingga tafsir bertindak sebagai solusi praktis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman term dhaAof dalam Al-QurAoAn sebagai landasan filosofis dan metodologis bagi komunitas dakwah untuk memulai aksi nyata yang mendukung perkembangan keimanan dan kekuatan anggota serta masyarakat luas. Berdasarkan temuan ini, penelitian selanjutnya disarankan untuk fokus pada dua pengembangan utama, yakni pendekatan komparatif yang melibatkan perbandingan antara lebih dari satu komunitas yang dapat mengungkap perbedaan strategi dakwah, serta pendekatan kuantitaif untuk menguji dampak program dakwah berbasis pendampingan emosional terhadap peningkatan komitmen ibadah dan spiritual. Pengembangan ini bertujuan untuk memperjuat temuan studi saat ini dan memperluas pemahaman akademik mengenai kaitan antara pemaknaan teks, proses hijrah, dan praktik dakwah komunitas DAFTAR RUJUKAN Adhari. Teori Penafsiran Al QurAoan-Al Hadits Dan Teori Ekonomi Islam Menurut Para Ahli. Penerbit Widina Bhakti Persada Bandung, 2021 Adi. Karma. AoBiografi Dan Pandangan Wahbah Al-Zuhaili Tentang Hak Hadanah Karena Istri MurtadAo, 2021 Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Al-Asfahani. Ar-Raghib. Al-Mufradat Fi Garibil Quran (Kamus Al-QurAoa. Jilid 2. Jilid 2, 2017 Anjani. Reva Sheptiya. AoAl- Qur Ao an Dan Hadist Sumber Hukum Dan Pedoman Hidup Umat MuslimAo. Jurnal Region: Jurnal Agama. Sosial. Dan Budaya, 1. , p. Ashidiki. Hasbi. AoKonsep MustadhAoafin Dalam Kajian Tafsir Kontemporer (Studi Atas Tafsir Farid Esac. Ao. Al-Kauniyah, . , 13Ae34, doi:10. 56874/alkauniyah. Atiqoh. Siti. AoHakikat Manusia Sebagai Makhluk Yang Perlu Dan Dapat Di DidikAo, 2. Az-Zuhaili. Wahbah. Tafsir Al-Munir : Akidah. Syariah. Manhaj Jilid 3. Tafsir Al-Munir. Az-Zuhaili. Tafsir Al Munir (Juz . Jilid 6, 2016 Ghufron. Muhammad. AoTafsir Ayat Al-QurAoan Tentang HijrahAo. Reflection : Islamic Education Journal, 2. , p. 115, doi:10. 61132/reflection. Hidayat. Wildan. AoModernitas Penafsiran Al-QurAoan (Metodologi Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhail. Ao. Cross-Border: Journal of International Border Studies. Diplomacy, and International Relations, 6. , pp. 283Ae304 Husnullail. AoTeknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Riset IlmiahAo, 15. 70Ae78 Islamiyah. Islamiyah. AoMetode Dan Corak Kitab Tafsir Al-Tafsir Al-MunirAo. Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman, 5. , p. 25, doi:10. 56594/althiqah. Jailani. M Syahran. AoTeknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif Dan KuantitatifAo, 1 . , pp. 1Ae9 Kasiono. AoIslam Ditinjau Dari Berbagai AspeknyaAo. MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis, 2. , pp. 324Ae40, doi:10. 54443/mushaf. Khamim. AoUrgensi Nilai Tasawuf Pada Gerakan Hijrah Di Kalangan Milenial: Konsepsi Hijrah Substantif-SufistikAo. Maarif, 17. , pp. 122Ae39, doi:10. 47651/mrf. Kurniawan. Agus. AoStudi Islam Untuk Moderasi Agama: Menuju Pemahaman Seimbang Dan LuasAo. Jurnal Studi Islam, 2. , pp. 1Ae23 Mahfudzo. Hafidz. AoAktivitas Sosial Keagamaan Komunitas Yuk Hijrah LampungAo, 2022, p. Muchlis. Choirul. AoMetode Analisis Dalam Menafsirkan Al-QurAoan: Analisis Pada Tafsir Al-MunirAo. Jurnal Cakrawala Akademika, 1. , pp. 1272Ae80, doi:10. 70182/jca. Nur. Nur Shofiatul. AoKesehatan Jasmani Dan Rohani Menurut Al-QurAoan Dan HadistAo. TaAowiluna: Jurnal Ilmu Al-QurAoan. Tafsir Dan Pemikiran Islam, 4. , pp. 265Ae80, doi:10. 58401/takwiluna. Putra. Joni. Sebuah Refleksi Kehidupan Beragama AoManusia Dalam Perspektif IslamAo. Putu. Subhaktiayasa Gede. AoMenentukan Populasi Dan Sampel. Pendekatan Metodology Penelitian Kuantitatif Dan KualitatifAo. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9 . , 2721Ae31 Rizki. Hidayatu. Strategi Dakwah Untuk Generasi Milenial Di Era Digitalisasi Pada Komunitas Yuk Hijrah Lampung Melalui Media Sosial, 2022, xi Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 9. No. Januari 2026 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Royyani. Izza. AoMAKNA HIJRAH PERSPEKTIF QURAoAN DAN HADIS (Telaah Atas Pro-Kontra Seputar Hijrah Di Medi. Izza Royyani UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. IndonesiaAo. Jurnal AL FITHRAH, 10 KACA Ju. , pp. 117Ae32 SaAoadah. AoHadis Tentang Hijrah Dalam Lensa PsikologiAo. Jurnal Ilmu Hadis. Desember . , pp. 58Ae70 Shiddiq. Najamuddin. AoRahmat Allah Yang Tak Terbatas: Menelusuri Ayat-Ayat Tentang Kasih Sayang-NyaAo. Jurnal Cendekia Ilmiah, 4. , p. Shihab. Quraish dkk. Ensiklopedia Al-QurAoan: Kajian Kosa Kata, 2007 Shohib. Muhammad. AoMenelusuri Etika Bermasyarakat: Analisis Perspektif Wahbah Al Zuhaili Dalam Kitab Al-Tafsir Al-Munir Fi Al-Aqidah. Al-ShariAoah. Dan Al ManhajAo. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 18. , p. 2859, doi:10. 35931/aq. Syahrizal. Hasan. AoJenis-Jenis Penelitian Dalam Penelitian Kuantitatif Dan KualitatifAo. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1. , pp. 13Ae23, doi:10. 61104/jq. Ultavia. Anelda. AoKUALITATIF: Memahami Karakteristik Penelitian Sebagai MetodologiAo. Jurnal Pendidikan Dasar, 11. , pp. 341Ae48 Valiza. Dinda. AoBesarnya Rahmat Dan Nikmat Allah Pada Umat Manusia Berdasarkan Isi Kandungan Qs. Az-Zumar:53Ao. Hibrul Ulama, 5. , p. doi:10. 47662/hibrululama. Yuanda. AoPeran Komunitas Pemuda Hijrah Jasinga Dalam Membentuk Karakter Religius Pemuda Di Desa Pamagersari Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor Tahun 2019 2020Ao. Prosiding AL Hidayah Pendidikan Agama Islam, 2020, pp. 80Ae93 Yusron. Agus. AoMemahami Tafsir Dan UrgensinyaAo. ZAD Al-Mufassirin, 4. 61Ae81, doi:10. 55759/zam. Zuhaili. Terjemahan Al-Tafsr AL-Munr F Al-Aqdah Wa Al-SyarAoah Wa Al-ManhAj Juz 9. Gema Insani, 2018. AIOUA. AEIUIA. Saluni Fil Mutaradifat Wal MaAoani, 2020. XVII