JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 PENGARUH IMPLEMENTASI 4 PILAR PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS TERHADAP STATUS NUTRISI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KANDANG KOTA BENGKULU Pauzan Efendi1. Hendri Heriyanto2. Erni Buston3 123Program studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Jalan Indra Giri No. 3 Padang Harapan. Kec. Gading Cempaka - Kota Bengkulu 38225 pauzan64@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin. Komplikasi diabetes melitus harus dicegah sedini. Penatalaksanaan diabetes melitus dapat diperoleh secara efektif jika individu memiliki pengetahuan untuk melakukan perilaku pengelolaan DM. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Implementasi 4 Pilar Penatalaksanaan Diabetes Melitus terhadap status nutrisi pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kandang Kota Bengkulu 2020. Metode: Desain penelitian adalah quasi eksperimental dengan pre-test and post-test with control group design. Jumlah sampel 50 orang terdiri dari 25 orang kelompok intervensi dan 25 orang kelompok kontrol. Teknik sampling adalah purposive sampling. Status nutrisi menggunakan Instrumen SEDM yang terdiri dari 40 item. Analisis menggunakan t-test pada < 5%. Hasil penelitian: Rata-rata pengetahuan pre-kelompok intervensi adalah 4,54 dan rata-rata pengetahuan post adalah 7,04, sedangkan rata-rata pengetahuan pre kelompok kontrol adalah 3,40 dan rata-rata pengetahuan post adalah 4,16. Ada pengaruh implementasi 4 pilar penatalaksanaan diabetes melitus terhadap status nutrisi penderita diabetes melitus . value = 0. Implementasi 4 pilar penatalaksanaan diabetes melitus dapat meningkatkan status nutrisi pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Simpulan: Pengimplementasian 4 pilar perlu digalakkan untuk meningkatkan produktivitas pasien DM baik secara mandiri maupun dengan bantuan keluarga. Kata kunci: Diabetes Melitus. Status Nutrisi. Implementasi 4 Pilar penatalaksanaan Diabetes Melitus ABSTRACT Background: Diabetes Melitus (DM) is a chronic disease that occurs due to the pancreas which is not producing enough insulin. Complications of diabetes melitus must be prevented as early as possible. Management of diabetes melitus can be obtained effectively if individuals have the knowledge to carry out DM management behaviors. The purpose of this study was to determine the effect of the implementation of the 4 Pillars of Diabetes Melitus Management on knowledge of Diabetes Melitus patients at Puskesmas Kandang Kota Bengkulu 2020. Method: The research design was quasi-experimental with pre-test and post-test with control group design. The number of samples was 50 people consisting of 25 people in the intervention group and 25 people in the control The sampling technique is purposive sampling. Knowledge using the SEDM instrument which consists of 40 items. Analysis using t-test at <5%. Result: The results of this study the average pre-intervention group knowledge was 4,54 and the average post knowledge was 7,04, while the pre-control group's mean knowledge was 3,40 and the average post knowledge was 4,16. There is an effect of implementing the 4 pillars of diabetes melitus management on the nutritional status of diabetes melitus sufferers . value = 0. Conclusion: Implementation of the 4 pillars of diabetes melitus management can improve nutritional status in diabetes melitus patients at Puskesmas Kandang. Bengkulu City. It is hoped that patients and families who have been exposed to apply the 4 pillars of DM management . Keywords: Diabetes Melitus, nutritional status. Implementation of the 4 Pillars of DM Management JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 PENDAHULUAN Penyakit Puskesmas Kandang Bengkulu pada tahun 2017 (PTM) tercatat 174 orang pasien, pada tahun 2018 merupakan penyakit kronis, tidak ditularkan menurun menjadi 76 orang dan pada tahun 2019 dari satu orang ke orang lain. PTM mempunyai tercatat 238 orang yang terdiagnosis DM. durasi yang panjang dan umumnya berkembang Secara sosial penderita DM akan mengalami PTM menjadi masalah kesehatan masyarakat baik secara global, pembatasan diet yang ketat dan keterbatasan nasional, dan lokal. Salah satu penyakit tidak aktivitas karena komplikasi yang muncul. Biaya menular yang menyita banyak perhatian adalah untuk perawatan penyakit dalam jangka waktu diabetes melitus. DM menjadi ancaman panjang dan rutin merupakan masalah yang serius bagi kesehatan manusia pada abad ke 21. menjadi beban tersendiri bagi pasien. Jumlah penderita DM mencapai 422 juta orang Menurut di dunia pada tahun 2014. Sebagian besar dari penatalaksanaan DM secara mandiri dapat diperoleh secara efektif jika individu memiliki Indonesia sebagai salah satu pengetahuan, keterampilan dan self efficacy negara berkembang memiliki jumlah penderita untuk melakukan perilaku pengelolaan DM. yang cukup tinggi. Diabetes Melitus (DM) Menurut Brannon dan Feist dalam Sholichah merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat . mengemukakan bahwa penderita sakit pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau kronis cenderung menunjukkan ekspresi emosi tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang yang bersifat negatif dengan kondisi sakitnya diproduksi secara efektif. International dan juga menjelaskan bahwa penderita sakit Diabetes estimasi kejadian DM di dunia pada tahun 2017 Tujuan yaitu sebesar 415 juta jiwa. Prevalensi kejadian mengetahui pengaruh Implementasi 4 Pilar DM di Asia Tenggara sebanyak 78,3 juta jiwa. Penatalaksanaan Diabetes Melitus terhadap Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia pengetahuan pada penderita diabetes melitus di dengan prevalensi sebanyak 10 juta jiwa. Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Federation (IDF) Adam Atak membutuhkan pengetahuan. Jumlah penderita DM di Provinsi Bengkulu pada tahun 2017 tercatat 1057, pada tahun 2018 METODE tercatat 741 orang dan pada tahun 2019 tercatat Penelitian ini menggunakan rancangan 1108 orang yang menderita DM. Masyarakat penelitian quasi eksperimental dengan pre-test yang terdeteksi menderita diabetes melitus di and post- test with control group design. Bengkulu pada usia 20-70 tahun. Metode Berdasarkan survei awal. Puskesmas Implementasi 4 Pilar Penatalaksanaan Diabetes Kandang Bengkulu merupakan puskesmas Melitus terhadap status nutrisi pada penderita dengan jumlah penderita DM terbanyak di kota . Jumlah penderita DM di wilayah mendapatkan ethical clearance dari Komite Penelitian JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 Etik Penelitian Kesehatan Poltekkes Kemenkes Implementasi Bengkulu No. KEPK/076/10/2020. Populasi Penatalaksanaan Diabetes Melitus Pilar dalam penelitian ini adalah penderita DM yang tercatat dalam Medical record Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu menentukan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah Sampel Tabel 1 Distribusi Rata-rata Status Nutrisi Responden kelompok intervensi dan kontrol Variabel Mean Kelompok Intervensi Pre 4,52 0,963 Post 7,04 1,060 Kelompok Kontrol berjumlah 50 orang terdiri dari 25 orang Pre 3,40 0,866 kelompok intervensi dan 25 orang kelompok Post 4,16 0,898 Pengambilan data terdiri dari data Standar Deviasi. Statistik signifikan primer berupa status nutrisi yang dikumpulkan dengan cara mengukur menggunakan lembar Tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata penilaian SEDM. Pengukuran status nutrisi pengetahuan pre adalah 4,52 dengan standar dilakukan sebelum diberikan implementasi 4 deviasi 0,963. Rata-rata pengetahuan post Selanjutnya adalah 7,04 standar deviasi 1,060. Dari data penyampaian materi dilakukan selama 25 tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok Data sekunder diperoleh dari lembar intervensi menunjukkan hasil yang signifikan pengumpulan data. antara pre-test dan post-test skor. Peningkatan DM. Analisis univariat pada penelitian ini mean tersebut sejumlah 2,52. Pada kelompok untuk melihat nilai mean, median, nilai minimal dan maksimal dan standar deviasi serta 95% menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan pre confidence interval (CI) berdasarkan umur, adalah 3,40 dengan standar deviasi 0,866. Rata- jenis kelamin, dan status pekerjaan sebelum rata pengetahuan post adalah 4,16 standar dan sesudah diberikan implementasi 4 pilar deviasi 0,898. Peningkatan skor pada kelompok penatalaksanaan DM bagi penderita DM. kontrol hanya 0,76. Jika dibandingkan dengan Analisa data bivariate yaitu dengan paired t-test kelompok intervensi, kelompok kontrol tidak dan independent t-test untuk mendapatkan menunjukkan perubahan yang signifikan. kelompok kontrol. HASIL Gambaran distribusi status nutrisi pasien DM tipe 2 dijelaskan pada Tabel 1 dan Tabel 2. Distribusi rata-rata status nutrisi responden sebelum dan JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 Tabel Gambaran Karakteristik Responden Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Umur Kelompok intervensi Karakteristik Kelompok Kelompok Intervensi Kontrol Frekuensi (%) Frekuensi diberikan implementasi 4 pilar pada kelompok intervensi didapatkan nilai mean -2,530 dengan hasil analisis p value 0,000 < 0,05. Pada kelompok kontrol didapatkan nilai mean -0,760 (%) dengan hasil analisis p value 0,000 < 0,05. Umur Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan diabetes melitus terhadap Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Tidak Status bekerja status nutrisi penderita diabetes melitus pada kedua kelompok di Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. PEMBAHASAN Tabel 2 di atas menggambarkan sosial dan demografi informasi responden. Baik kontrol, sebagian besar sampel berumur 50-54 tahun, diikuti dengan usia 45-49 tahun, dan diikuti dengan umur 55-59 tahun. Hampir seluruh informan berjenis kelamin perempuan dengan persentase 88% dan 72% untuk kelompok intervensi dan kontrol berturut-turut. Tabel 3. Distribusi Rata-rata Status Nutrisi Sebelum dan Sesudah diberikan Implementasi 4 Pilar Penatalaksanaan DM Kelompok intervensi dan Kontrol Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa jumlah usia responden pada kelompok intervensi terbanyak pada usia 49 dan 53 tahun sebanyak 4 orang dengan persentase 16% dan pada kelompok kontrol terbanyak pada usia 50 dan 53 tahun sebanyak 5 orang dengan persentase 20%. Menurut teori menyatakan bahwa salah satu faktor risiko pada diabetes melitus adalah usia > 45 tahun . Hal ini sejalan dengan penelitian Wicaksono . bertambahnya usia, yang disebabkan karena INTERVENSI KONTROL adanya penurunan sensitivitas insulin dan Mean -2,520 -0,760 gangguan insulin . Semakin bertambahnya 0,586 0,663 usia seseorang menyebabkan berkurangnya 0,117 0,133 aktivitas fisik yang dilakukan dan terjadinya Std. Eror Mean CI for mean P Value peningkatan akumulasi lemak tubuh juga -2,762-(-2,. 0,000 -1,034-. 0,000 Statistik signifikan . ilai p O0,. diperoleh melalui uji paired sample t-test menjadi penyebab diabetes melitus. Menurut penelitian Ariani . , menyebutkan pada pasien yang lebih tua memiliki penyakit penyerta lainnya atau komplikasi yang akan menurunkan kemampuan fungsi fisik sehingga JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 pasien merasa tidak mampu untuk melakukan 0,963 dan rata-rata pengetahuan post adalah perawatan dirinya dengan baik . 7,04 standar deviasi 1,060, sedangkan rata-rata Jenis kelamin responden tertinggi pada pengetahuan pre kelompok kontrol adalah 3,40 0,866. Rata-rata sebanyak 22 orang . %) dan pada kelompok pengetahuan post adalah 4,16 standar deviasi kontrol dengan berjenis kelamin perempuan 0,898. sebanyak 18 orang . %). Penelitian ini sejalan Hasil penelitian ini sama dengan dengan penelitian yang dilakukan oleh Munir penelitian yang berjudul Dietary Compliance . berdasarkan karakteristik jenis kelamin and its Asociation with Glycemic Control among Poorly Controlled Type 2 Diabetic menderita diabetes melitus adalah jenis kelamin Outpatients in Hospital University Sains perempuan sebanyak 24 orang . %) . Malaysia Tingginya kejadian diabetes melitus pada signifikan antara kepatuhan diet dengan kontrol perempuan dipengaruhi oleh beberapa faktor glikemik yang diukur dengan FBS . asting risiko, seperti obesitas, kurang aktivitas/latihan blood suga. Kepatuhan terhadap status fisik, usia, dan riwayat DM saat hamil . nutrisi sangat penting karena salah satu pilar Pekerjaan responden terbanyak pada kelompok dari penatalaksanaan diabetes melitus. Budiyani intervensi adalah tidak bekerja sebanyak 18 %) dan kelompok kontrol yang kepatuhan pola makan pada pasien diabetes tidak bekerja sebanyak 18 responden . %). memang merupakan tantangan yang sulit . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Kepatuhan bisa dipengaruhi oleh beberapa yang dilakukan oleh Anindita . bahwa sebagian besar responden tidak bekerja yaitu gangguan makan dan gangguan afektif, konflik sebanyak 35 responden . ,3%). Hal ini juga dalam keluarga, stres, defisit pengetahuan, dan sejalan dengan hasil penelitian lain Anindita . yang menyatakan bahwa sebagian besar Edukasi kepada keluarga juga merupakan faktor penderita DM . tidak bekerja. penting dalam menjaga kepatuhan pasien. Seseorang yang tidak bekerja cenderung kurang Pengaruh Implementasi 4 Pilar Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terhadap Status Nutrisi berolahraga, sehingga sel-sel tubuh menjadi Penderita Diabetes Melitus kurang sensitif terhadap insulin dan peredaran Untuk melihat adanya pengaruh dari darah tidak lancar. Hal ini akan meningkat implementasi 4 pilar penatalaksanaan DM yang risiko terjadinya DM. Gambaran Status Nutrisi telah diberikan dilakukan uji statistik. Hasil uji Responden Sebelum dan Sesudah Diberikan statistik menggunakan uji paired sample t-test Implementasi 4 Pilar Penatalaksanaan Diabetes pada kelompok intervensi didapatkan nilai Melitus. Rata-rata pengetahuan pre kelompok mean -2,520 dengan hasil analisis p-value 0,000 intervensi adalah 4,54 dengan standar deviasi < 0,05. Pada kelompok kontrol didapatkan nilai JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 mean -0,760 dengan hasil analisis p-value 0,000 intervensi adalah tidak bekerja sebanyak 18 < 0,05. maka Ha diterima sehingga dapat responden . %) dan kelompok kontrol yang disimpulkan bahwa ada pengaruh implementasi tidak bekerja sebanyak 18 responden . %). 4 pilar penatalaksanaan diabetes melitus Rata-rata pengetahuan pre-kelompok intervensi terhadap status nutrisi penderita diabetes adalah 4,54 dengan standar deviasi 0,963 dan melitus pada kedua kelompok di Puskesmas rata-rata pengetahuan post adalah 7,04 standar Kandang Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini deviasi 1,060, sedangkan rata-rata pengetahuan sejalan dengan (Rahayu, 2. menunjukkan pre kelompok kontrol adalah 3,40 dengan bahwa ada pengaruh implementasi 4 pilar standar deviasi 0,866. Rata-rata pengetahuan penatalaksanaan diabetes melitus terhadap post adalah 4,16 standar deviasi 0,898. status nutrisi dan perubahan sikap pada Tingkat penderita diabetes melitus tipe 2 dengan nilai . diberikan Implementasi 4 Pilar Penatalaksanaan value = 0,. Prinsip status nutrisi pada Diabetes penderita DM hampir sama dengan anjuran Implementasi 4 Pilar Penatalaksanaan Diabetes makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan Melitus yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan menunjukkan nilai p-value 0,000 < 0,05 dan kalori dan zat gizi masing-masing individu. kelompok kontrol nilai p-value 0,000 < 0,05 Penderita DM perlu diberikan penekanan dapat disimpulkan ada pengaruh Implementasi 4 Pilar Penatalaksanaan Diabetes Melitus makan, jenis dan jumlah kandungan kalori, terhadap status nutrisi penderita diabetes terutama pada mereka yang menggunakan obat Diharapkan pasien dan keluarga yang yang meningkatkan sekresi insulin atau terapi penatalaksanaan DM mampu mengaplikasikan Melitus terapi tersebut secara mandiri. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa jumlah usia responden REFERENSI: