Volume 2. No 1. Hal 18Ae26. April 2026 pISSN x-x An eISSN x-x Pengaruh rebusan daun salam (Syzygium polyanthu. terhadap penurunan kadar asam urat dan kolestrol di Dusun Bringkoneng Kecamatan Banyuates Dwi Aprilia Anggraini 1* Moh Saiful Hakiki 2 Norma Farizah Fahmi 1 Fajriatul Hasanah 1 Nuval Nuval 1 ABSTRAK 1 Prodi D-3 Analis Kesehatan. Universitas Noor Huda Mustofa. Jawa Timur. Indonesia. 2 Prodi S-1 Manajemen. Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Jawa Timur. Indonesia. e-mail:dwiapriliaanggraini2021@gmail. Kata Kunci Asam Urat. Kolesterol. Lansia. Rebusan Daun Salam. Terapi Komplementer Keywords: Gout. Cholesterol. Elderly. Complementary Therapy. Bay Leaf Stew Diterima: 18 Oktober 2025 Disetujui: 03 Januari 2026 Diterbitkan: 25 Januari 2026 Tingginya prevalensi asam urat . dan kolesterol . di Indonesia, khususnya pada kelompok usia lanjut . , menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penanganan komplementer. Daun salam (Syzygium polyanthu. dikenal memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, dan eugenol yang berpotensi menurunkan tingkat kolesterol serta asam urat. Tujuan: Kegiatan pengabdian ditujukan sebagai edukasi pada masyarakat Dusun Bringkoneng. Kecamatan Banyuates. Sampang. Metode: Pelatihan dan edukasi terapi komplementer berbasis tanaman herbal, dilanjutkan dengan intervensi pemberian rebusan 3 lembar daun salam dalam 200 ml air sebanyak dua kali sehari selama periode kegiatan, serta pengukuran kadar asam urat dan kolesterol menggunakan Easy Touch sebelum dan sesudah intervensi. Obyek kegiatan adalah 20 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok . lansia dengan asam urat tinggi dan 10 lansia dengan kolesterol tingg. , dengan kriteria inklusi tertentu. Hasil: Setelah perlakuan dengan daun salam yang direbus, kadar kolesterol menurun dan asam urat menurun, pada seluruh responden, sehingga kadarnya kembali menjadi normal . Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa daun salam yang direbus dapat menjadi terapi komplementer untuk menghasilkan efek penurunan tingkat asam urat dan tingkat kolesterol. ABSTRACT The high prevalence of gout and cholesterol . in Indonesia, especially in the elderly group, is a health problem that requires complementary treatment. Bay leaves (Syzygium polyanthu. are known to contain flavonoid compounds, tannins, and eugenols that have the potential to reduce cholesterol and uric acid levels. Aims: Community service activities in Bringkoneng Hamlet. Banyuates District. Sampang. Methods: The method used was training and education on herbal plant-based complementary therapy, followed by an intervention of giving a decoction of 3 bay leaves in 200 ml of water twice a day during the activity period, and measuring uric acid and cholesterol levels using Easy Touch before the intervention, and after. The object of the activity was 20 elder people who were divided into two groups . elderly people with high uric acid and 10 elderly people with high cholestero. , with certain inclusion criteria. Results: The result was that after treatment with bay leaf decoction, there was a decrease in cholesterol and uric acid levels in all respondents, so that the levels returned to normal . Conclusions: This activity proves that bay leaf decoction has the effectivity to be a complementary therapy in reducing uric acid and cholesterol levels. A Year Author. Published by AIPTLMI (Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesi. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Dwi A. Moh H. Norma F. Ajriatul H. Nuval. Pengaruh Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthu. Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Dan Kolestrol Di Dusun Bringkoneng Kecamatan Banyuates JIPMASLAB (Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Laboratorium Indonesi. Vol 2. , 18-26. doi:https://doi. org/10. 22219/jipmaslab. v?i?. ID Artikel JIPMASIA. :18-26 aiptlmi-iasmlt. JIPMASLAB D w i A p r i l i a A n g g a r a i n i , d k k | 19 PENDAHULUAN Tubuh dapat menghasilkan asam urat secara normal dalam darah dan urin karena sisa metabolisme protein yang mengandung purin, seperti ekstrak daging, kerang, dan organ dalam seperti hati, ginjal, limpa, paru-paru, dan otak . Penyakit asam urat, atau gout, adalah hasil dari kelainan metabolisme purin. Pada situasi ini, mungkin ada oversekresi asam urat atau penurunan fungsi ginjal, yang menyebabkan penurunan fungsi ekresi asam urat atau Penderita asam urat sering mengeluh nyeri pada sendi mereka pada malam hari dan saat mereka bangun di pagi hari. Tujuan asuhan keperawatan adalah untuk menghilangkan rasa nyeri dan rasa nyaman, yang merupakan kebutuhan dasar manusia . Rasa nyaman mencakup tetap tenang dan bebas dari rasa sakit atau masalah kesehatan . Di Indonesia, prevalensi prevelensi penyakit asam urat terus meningkat, dengan diagnosis tenaga kesehatan 11,9% dan diagnosis atau gejala 24,7% berdasarkan kriteria umur. prevalensi tinggi pada orang berusia lebih dari 75 tahun . ,8%), dengan penderita wanita lebih banyak . ,46%) daripada pria . ,13%). Hasil Riskesdas Jawa Timur 2018 menunjukkan bahwa proporsi tingkat ketergantungan lansia berusia lebih dari 60 tahun memiliki penyakit sendi yang paling sering dikaitkan dengan tingkat ketergantungan mandiri . ,51%). Di Jawa Timur, prevalensi gout sebesar 17%, dengan 3,102 kasus di Bangkalan. Menurut data dari Puskesmas Klampis, ada 134 kasus gout arthritis pada tahun 2019 dan 215 kasus pada tahun Jumlah kasus tertinggi tercatat di Puskesmas Pembantu (Pust. Desa Manonggal Kecamatan Klampis, dengan 42 kasus prevelensi tertinggi . Salah satu solusi untuk menangani penyakit asam urat adalah terapi komplementer . Terapi komplementer memiliki beberapa keuntungan: selain dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, itu juga lebih murah. Manfaat ini dirasakan oleh pasien dengan penyakit asam urat yang mengeluarkan dana, karena mereka harus membeli obat dengan harga yang mahal, yang dapat membuat pengeluaran mereka lebih kecil . Berbagai macam bahan di dalam lemak termasuk kolesterol, trigliserida, fosfolipid, dan lainnya. Secara umum, kolesterol bertanggung jawab untuk membentuk dinding sel tubuh. Kolesterol penting untuk memproduksi vitamin D dan menjalankan fungsi otak dan saraf . Salah satu komponen pembentukan lemak adalah kolesterol. Pembentukan lemak terdiri dari berbagai macam bahan, termasuk zat trigliserida, fosfolipid, asam lemak bebas, dan juga Makanan adalah sumber utama kolesterol . Salah satu masalah metabolik yang menyebabkan penyakit jantung, pembuluh darah, dan penyakit yang terkait dengan sumbatan pembuluh darah adalah kadar kolesterol yang tinggi. Dengan nilai 200Ae309 mg/dl, kolesterol dianggap tinggi. Penyakit kolesterol dapat terjadi pada semua usia . Menurut World Health Organization, ada 756. 425 individu yang didiagnosis dengan Prevaliensi hiperkolesterolimia pada wanita di Indonesia adalah 37,2 persen dibandingkan dengan laki-laki yang hanya 32,8 persen. Selain itu, dari 4,4 juta kematian akibat hiperkolesterolemia dan 7,9 persen dari jumlah kematian, penderita pada generasi muda, yaitu usia 25-35 tahun, mencapai 9,3%. Wanita dalam kelompok ini hampir dua kali lipat penderita laki-laki. Menurut hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 21 maret 2020, 10 penderita diwawancarai. Tujuh dari sepuluh mengalami peningkatan kolesterol dan tidak tahu cara mengendalikannya, dan tiga lagi mengalami peningkatan kolesterol dan menggunakan 20 | D w i A p r i l i a A n g g a r a i n i , d k k JIPMASLAB obat untuk menurunkannya . Senyawa yang terkandung dalam daun salam, seperti eugenol, flavonoid, tanin, vitamin A. B komplek. C, dan minyak astiri, berkhasiat untuk mengurangi kadar kolestrol. Kemampuan untuk menghentikan oksidasi LDL, yang menyebabkan atherosclerosis, merupakan efek antioksidan lainnya. Meningkatnya asam lemak bebas darah adalah salah satu gangguan yang disebabkan oleh diabetes melitus . Berdasarkan pernyataan di atas, tim pengabdian kepada masyarakat melakukan kegiatan dengan topik pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat dan kolestrol di Dusun Bringkoneng. Kecamatan Banyuates. Sampang, pada Desember 2024 Ae April 2025. Gambar 1. Lokasi Kegiatan Abdimas METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan edukasi terapi komplementer berbasis tanaman herbal lokal, yaitu daun salam, yang difokuskan pada upaya pencegahan dan pengukuran kadar asam urat dan kolesterol di kalangan lansia. Lokasi pelaksanaan kegiatan adalah Dusun Bringkoneng. Kecamatan Banyuates. Total responden yang terlibat adalah 20 lansia, yang secara terbagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu 10 lansia untuk kelompok asam urat dan 10 lansia untuk kelompok Penentuan responden dilakukan dengan seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi kondisi sehat, kesediaan menjadi responden, dan komitmen untuk tidak mengonsumsi makanan/minuman pemicu asam urat dan kolesterol tinggi selama periode intervensi. Sementara itu, kriteria eksklusi mencakup responden yang merokok, memiliki riwayat sesak napas, atau didiagnosis penyakit arteri. Alur pelaksanaan kegiatan dimulai dengan tahap baseline . ra-analitik dan analiti. di mana kadar asam urat dan kolesterol seluruh responden diukur menggunakan alat Point of Care Testing (POCT) Easy Touch. Prosedur pemeriksaan kadar meliputi persiapan alat . ntiinflamasi pengukuran, lancet, alkohol 70%, dan tisu kerin. dan pengambilan sampel darah Sampel darah diambil dari ujung jari yang telah dibersihkan dan dikeringkan, dengan tetesan darah pertama diusap, dan tetesan darah kedua diaplikasikan pada anti-inflamasi Selanjutnya, dilakukan tahap intervensi berupa pemberian air rebusan daun JIPMASLAB D w i A p r i l i a A n g g a r a i n i , d k k | 21 Rebusan dibuat dengan mengeringkan daun salam terlebih dahulu, kemudian merebusnya dengan perbandingan 3 lembar daun salam dalam 200 ml air mendidih. Setelah didiamkan hingga dingin dan disaring, air rebusan . diberikan kepada responden untuk dikonsumsi sebanyak dua kali dalam sehari. Setelah periode perlakuan selesai, dilakukan kembali pengukuran kadar asam urat dan kolesterol menggunakan prosedur yang sama. Tahap akhir . asca-analiti. adalah penyampaian dan edukasi hasil pemeriksaan kepada responden dengan penjelasan yang mudah dipahami, disertai informasi mengenai rentang kadar normal . sam urat pria dewasa 3,4Ae7,0 mg/dl, wanita dewasa 2,4Ae5,7 mg/dl. kolesterol bagus < 200 mg/dl, ambang batas 200Ae239 mg/dl, tinggi >240 mg/d. , guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya terapi komplementer. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil disusun berdasarkan tiga tahapan utama kegiatan pengabdian masyarakat (Abdima. yang telah direncanakan dan dilaksanakan, yaitu tahap Perencanaan. Pelaksanaan Intervensi, dan Evaluasi Hasil. Tahap Perencanaan dan Screening Awal Tahap awal kegiatan berfokus pada perencanaan intervensi dan screening kesehatan dasar pada lansia di Dusun Bringkoneng. Berdasarkan survei awal, didapatkan data bahwa masalah kesehatan utama yang banyak menyerang lansia di dusun tersebut adalah hipertensi, kolesterol, dan asam urat. Hasil pemeriksaan kesehatan awal . re-tes. menunjukkan adanya prevalensi kasus kolesterol dan asam urat tinggi yang signifikan di antara 20 responden lansia: Kelompok Asam Urat : Dari 10 lansia yang diperiksa, 100% . memiliki kadar asam urat yang berada di atas batas normal. Kelompok Kolesterol Dari 10 lansia yang diperiksa, 90% . memiliki kadar kolesterol yang melebihi batas normal (Tabel . Temuan menguatkan relevansi kegiatan Abdimas yang berfokus pada terapi komplementer daun salam untuk kedua masalah kesehatan tersebut. Tahap Pelaksanaan Intervensi dan Edukasi Tahap pelaksanaan melibatkan penyuluhan kesehatan terstruktur mengenai penyakit degeneratif, bahaya asam urat dan kolesterol tinggi, serta pentingnya pola hidup sehat. Selain penyuluhan, inti dari tahap ini adalah pemberian intervensi rebusan daun salam. Pelaksanaan pemberian air rebusan daun salam dilakukan secara terencana dan terstruktur dengan dosis 3 lembar daun salam dalam 200 ml air, diberikan kepada setiap responden sebanyak dua kali sehari selama periode intervensi yang telah Tahap Evaluasi Hasil (Post-tes. Evaluasi dilakukan setelah responden menyelesaikan periode perlakuan rebusan daun salam. Pengukuran kembali kadar kolesterol dan asam urat dilakukan untuk melihat efek intervensi. 22 | D w i A p r i l i a A n g g a r a i n i , d k k JIPMASLAB Gambar 2. Proses Pengambilan Data Sampel pada Lansia Tabel I. Hasil pemeriksaan sebelum dan setelah treatment Nama Pasien W10 P10 Data Kolestrol dan Asam Urat K=240 mg/dl K=260 mg/dl K=280 mg/dl K=230 mg/dl K=300 mg/dl K=290 mg/dl K=205 mg/dl K=180 mg/dl K=243 mg/dl K=272 mg/dl A=6 A=5,7 A=5,5 A=6. A=5,1 A=7 A=5,5 A=6,3 A=6,1 A=5,1 Setelah Pemberian Daun Rebusan K=190 mg/dl K=180 mg/dl K=191 mg/dl K=195 mg/dl K=187 mg/dl K=195 mg/dl K=191 mg/dl K=160 mg/dl K=180 mg/dl K=198 mg/dl A=4,1 A=4,6 A=4,4 A=4,6 A=4,5 A=4,5 A=4,5 A=4,2 A=4,3 A=4,7 Berdasarkan Tabel 1, hasil evaluasi menunjukkan bahwa intervensi pemberian air rebusan daun salam . lembar dalam 200 ml air, 2x sehar. berhasil menunjukkan penurunan yang signifikan pada kadar kolesterol dan asam urat responden. Efek pada Kolesterol Seluruh responden di kelompok kolesterol . mengalami penurunan kadar kolesterol yang membawa mereka dari kategori tinggi atau ambang batas menjadi kategori "Bagus" . urang dari 200 mg/d. Responden P3, yang kadar kolesterolnya sudah normal di awal . mg/d. , juga mengalami penurunan lebih lanjut menjadi 160 mg/dl. Penurunan kadar kolesterol ini dapat dijelaskan secara ilmiah mengingat senyawa flavonoid dan saponin dalam daun salam diketahui memiliki potensi sebagai antihiperkolesterolemia. Daun salam (Syzygium polyanthu. memiliki khasiat antihiperkolesterol melalui senyawa bioaktif flavonoid . uercetin, kateki. , saponin, dan tanin yang terdapat dalam ekstrak atau rebusannya. Senyawa-senyawa tersebut menghambat enzim HMG-CoA reductase. JIPMASLAB D w i A p r i l i a A n g g a r a i n i , d k k | 23 enzim kunci dalam biosintesis kolesterol di hati, mirip mekanisme obat statin, contohnya simvastatin . Ekstrak etanol daun salam hasil ekstraksi . oxhletasi atau perkolas. menunjukkan inhibisi kompetitif terhadap HMG-CoA reductase secara in vitro, mengurangi produksi kolesterol endogen. Ekstrak etanol daun salam hasil ekstraksi menurunkan kadar LDL dan total kolesterol, sebagaimana dibuktikan dalam studi hewan dan uji klinis manusia dengan rebusan daun salam . Efek pada Asam Urat serupa dengan kelompok kolesterol, seluruh responden di kelompok asam urat . yang awalnya memiliki kadar tinggi, berhasil mencapai kadar normal setelah perlakuan. Sebagai contoh, responden W6 turun dari 6. 0 mg/dl menjadi 4. 1 mg/dl dan P6 turun dari 7. 0 mg/dl menjadi 4. 5 mg/dl. Penurunan kadar asam urat adalah karena kandungan minyak atsiri dalam daun salam yang berfungsi sebagai diuretik, membantu pengeluaran asam urat berlebih melalui urin, serta kemampuan anti-inflamasi untuk meredakan gejala . Daun salam (Syzygium polyanthu. berfungsi sebagai penurun kadar asam urat melalui inhibisi enzim xantin oksidase, yang mengkatalisis konversi hipoksantin menjadi xantin dan kemudian asam urat, sehingga mengurangi produksi asam urat endogen. Senyawa flavonoid . eperti querceti. , tanin, dan minyak atsiri dalam ekstrak etanol atau rebusannya merupakan antioksidan dan inhibitor enzim tersebut, mirip allopurinol . Secara menyeluruh, kegiatan penyuluhan, pemeriksaan, dan pemberian air rebusan daun salam yang terencana dan terstruktur berhasil mencapai tujuan, yaitu memberikan pengetahuan serta tindakan yang bermanfaat bagi para lansia. Intervensi menjadi edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dari penyakit degeneratif . ang dipicu oleh faktor usia dan penurunan aktivitas fisi. , dan juga memberikan bukti empiris melalui data pre-test dan post-test bahwa terapi komplementer berbasis tanaman lokal efektif dalam menurunkan kadar asam urat dan kolesterol di masyarakat. KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung dengan baik dan sesuai dengan rencana. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 20 orang lansia, hampir seluruh peserta diketahui memiliki kadar asam urat dan kolesterol yang melebihi batas normal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan kesehatan degeneratif masih menjadi tantangan utama bagi kelompok usia lanjut di wilayah tersebut. Sebagai tindak lanjut, dapat dilakukan kegiatan penyuluhan yang berfokus pada pembentukan pola hidup sehat, meliputi pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Selain itu, para peserta juga diberikan perlakuan berupa konsumsi air rebusan daun salam sebagai salah satu upaya alami untuk membantu menurunkan kadar asam urat dan kolesterol. Setelah menjalani serangkaian kegiatan tersebut, hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat dan kolesterol pada peserta, yang menandakan perbaikan kondisi kesehatan secara signifikan. 24 | D w i A p r i l i a A n g g a r a i n i , d k k JIPMASLAB UCAPAN TERIMA KASIH