MABNY : Journal of Sharia Management and Business Vol. 2 No. 2 Oktober 2022 Pengaruh Work Life Balance. Employee Engagement Dan Lingkungan Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora Niken Ayu Safitri. Mohammad Soleh. Universitas Islam Negeri Salatiga. Salatiga. Indonesia Corresponding author : nikenayusa210@gmail. Abstract: This study aims to identify the effect of work life balance, employee engagement and Islamic work environment on employee performance with job satisfaction as an intervening variable for employees of the Baitul Muamalat Al Hikmah Blora Kopontren. The method used in this research is a questionnaire. The sample of this study amounted to 55 respondents with purposive sampling technique. The conclusion of this study is that work life balance has a significant positive effect on employee performance, employee engagement has a significant positive effect on employee performance. Islamic work environment has a significant positive effect on employee performance, job satisfaction has a significant positive effect on employee performance, work life balance has a positive effect but not significant effect on employee performance, employee engagement has a positive but not significant effect on employee performance. Islamic work environment has a significant positive effect on employee performance, job satisfaction is able to mediate the effect of work life balance on performance, job satisfaction is able to mediate the effect of employee engagement on performance, job satisfaction is able to mediate the influence of the Islamic work environment on performance. Keywords: Work life balance, employee engagement. Islamic work environment, job satisfaction, employee performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh work life balance, employee engagement dan lingkungan kerja islami terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan kuisioner. Sampel dari penelitian ini berjumlah 55 responden dengan teknik purposive sampling. Kesimpulan dari penelitian ini adalah work life balance berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, employee engagement berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, lingkungan kerja islami berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, work life balance berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, employee engagement berpengarih positif tapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, lingkungan kerja islami berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh work life balance terhadap kinerja, kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh employee engagement terhadap kinerja, kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja islami terhadap kinerja. Kata Kunci: Work life balance, employee engagement, lingkungan kerja islami, kepuasan kerja, kinerja karyawan. Pengaruh Work Life Balance. Employee Engagement Dan Lingkungan Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora PENDAHULUAN Perkembangan lembaga keuangan baik bank maupun non bank di Indonesia semakin Lembaga keuangan non bank berupa asuransi syariah, pegadaian syariah, reksadana syariah, koperasi syariah dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Diantara lembaga tersebut, perkembangan yang pesat ditunjukan oleh koperasi di Indonesia karena anggota pada umumnya adalah masyarakat yang paham akan manfaat pendirian koperasi. Koperasi bertujuan bukan hanya sebagai badan usaha atau perusahaan yang hanya berorientasi pada laba, tetapi juga kebermanfaatan karena mereka bekerja didasari dengan pelayanan. Perkembangan koperasi yang pada awalnya hanya di kalangan pegawai pemerintah sekarang meluas di berbagai lapisan masyarakat seperti pedagang, petani, nelayan, guru, pegawai negeri maupun ustadz/santri 1. Koperasi Pondok Pesantren (Kopontre. Baitul Muamalat Al Hikmah merupakan salah satu dari banyaknya lembaga keuangan mikro syariah dengan misi meningkatkan kapasitas usaha ekonomi masyarakat pedesaan yang mengarah pada upaya meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Akhir-akhir ini Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah mengalami penurunan kinerja, kondisi ini sesuai dengan hasil wawancara pra penelitian dengan kepala bagian operasional Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah (BMA) Blora dalam beberapa tahun terakhir antara tahun 2018-2021 yang mengalami ketidakstabilan kinerja karyawan. Hal terlihat dari tidak sedikit pegawai yang datang terlambat dan masuk diluar jam kerja yang telah dijadwalkan, dibuktikan dengan data yang telah diperoleh berikut ini: Tabulasi Presentase Kehadiran dan Ketepatan Waktu Karyawan BMA Data Kehadiran Ketepatan Waktu Sumber: Kepala bagian operasional karyawan BMA, 2021 Belandaskan data tersebut, persentase kehadiran dan ketepatan waktu karyawan mengalami fluktuasi antara tahun 2018-2021. Hal yang diduga menjadi penyebab masalah diantaranya yaitu kurang kedisiplinan karyawan. Dalam meningkatkan kinerja karyawan, manager atau pimpinan perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor pendukung keberhasilan perusahaan. Beberapa faktor pendukung yang diduga bermasalah dan mempengaruhi kinerja karyawan seperti keseimbangan kehidupan kerja, kurangnya motivasi, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja juga keterikatan karyawan. Usaha untuk meningkatkan kinerja salah satunya dengan memperhatikan permasalahan mengenai keseimbangan kehidupan kerja karyawan, banyaknya tugas yang harus diselesaikan serta tekanan-tekanan yang diberikan akan menyebabkan munculnya ketidakseimbangan antara fisik dan mental . Work life balance bukanlah suatu konsep yang mudah dijalankan. Banyak orang yang sukses dalam kehidupan kerja tetapi gagal dalam 1 Sahlan. AuPengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Koperasi Syariah Barokah Sembilan Bintang Madang Suku 1 Oku Timur,Ay Jurnal AKTUAL 18, no. : 23, https://doi. org/10. 47232/aktual. Niken Ayu Safitri. Mohammad Soleh menjalankan kehidupan berkeluarga. Perusahaan sebagai tempat bekerja seharusnya mampu membangun work life balance pada setiap karyawannya agar mampu menyeimbangkan kedudukan antara ditempat kerja dengan kehidupannya 2. Selain itu. Employee engagement juga mendapatkan perhatian dalam meningkatkan kinerja karyawan. Employee engagement atau keterikatan hubungan karyawan dengan Pengelolaan employee engagement yang baik dapat meningkatkan semangat dalam bekerja, melalui fasilitas yang mendukung serta lingkungan kerja yang nyaman. Sehingga perusahaan dapat mempertahankan karyawan dengan kinerja yang berkualitas dan membantu mewujudkan visi dan misi perusahaan 3. Setiap karyawan membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung produktivitasnya di dunia kerja, sejalan dengan itu karena keseluruhan karyawan BMA beragama Islam, maka wajib lingkungan kerja yang islami tercipta. Konsep khilafah dan keyakinan dibahas secara rinci dalam ajaran Islam. Dalam konsep ini. Khalifah . halifatullah fil'ard. menyatakan bahwa manusia adalah perwujudan Allah . engikuti sifat-sifat Tuha. seperti sifat menjaga dan memelihara di dunia ini. Sebagai wakil Tuhan, manusia harus bisa berperan serta dalam Lingkungan ini tidak lepas dari fungsi manusia di dunia, dikarenakan aturanaturan Islam harus meliputi keseluruhan aspek yang diperlukan orang untuk kehidupan sehari-hari 4. Banyaknya aspek yang sama sesuai keinginan karyawan akan menimbulkan tingkat kepuasan tinggi yang dirasakan, begitu sebaliknya. Karyawan dengan semangat kerja yang tinggi akan mencapai kepuasan yang tinggi juga hingga prestasi kinerjanya akan meningkat. Begitupun sebaliknya, karyawan dengan kepuasan yang rendah menyebabkan prestasi kerjanya buruk atau menurun 5. Hadirnya Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora menjadi salah satu unit usaha syariah di lingkungan sekitar Pondok Pesantren Nurul Huda untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan umat islam dalam bidang jasa keuangan. Tujuan studi penellitian ini untuk mengetahui pengaruh work life balance, employee engagement dan lingkungan kerja islami terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening oada karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Dari uraian diatas, maka dapat diajukan hipotesis berikut ini: H1: Work life balance berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. H2: Employee engagement berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. H3: Lingkungan kerja islami berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. H4: Kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. H5: Work life balance berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja. H6: Employee engagement berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja. H7: Lingkungan kerja islami berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja. H8: Work life balance berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. H9: Employee engagement berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. 2 Rochim Sidik. AuPengaruh Kemampuan. Work Life Balance. Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Karyawan BMT Permata Jawa Timur,Ay Yos Soedarso Economics Journal 1, no. April . : 20Ae28. 3 Achmad Samy Zamzamy. Iwan K Setiadi, and Jubaedah Nawir. AuPENGARUH EMPLOYEE ENGAGEMENT. BUDAYA ORGANISASI. DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP TURNOVER INTENTION GURU SECONDARY JAKARTA ISLAMIC SCHOOL,Ay PROSIDING BIEMA 2 . : 205Ae20. 4 Bagja Hidayah. Kholil Nawawi, and Syariah Gustiawati. AuPengaruh Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Syariah Indonesia KCP Bogor Pomad,Ay El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam 5, no. : 99, https://doi. org/10. 47467/elmal. 5 Garry Surya Changgriawan. AuPengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan One Way Production,Ay Jurnal Agora 5, no. : 1Ae7. Pengaruh Work Life Balance. Employee Engagement Dan Lingkungan Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora H10: Lingkungan kerja islami berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. METODE PENELITIAN Penggunaan penelitian kuantitatif dalam penelitian ini dapat digolongkan sebagai metode positivistik karena didasarkan pada metode filsafat positivisme. Selain itu, penelitian ini disebut sebagai metode kuantitatif karena menggunakan fakta-fakta yang disajikan dalam bentuk angka-angka dengan analisis statistic 6. Tipe pengambilan sampe ini ialah Non-probability sampling dengan artian bahwa tidak semua anggota populasi digunakan menjadi sampel pada penelitian ini. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengampilan sampel purposive sampling yang diartikan sebagai teknik penentuan sampel dimana dengan pertimbangan tertentu 7. Sampel yang diambil berjumlah 55 karyawan pada Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Berikut kriteria yang digunakan dalam penelitian ini: Karyawan dengan masa kerja lebih dari 3 . tahun dan karyawan yang sudah berkeluarga . HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinieritas Tabel 1. Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Sig. Tolerance VIF (Constan. -4,183 0,000 TotalX1 3,691 0,001 0,791 1,264 TotalX2 8,497 0,000 0,815 1,227 TotalX3 4,056 0,000 0,849 1,179 TotalZ 2,805 0,007 0,769 1,300 Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sumber: Data primer yang diolah, 2022 Dari tabel uji multikolinieritas dapat ditunjukkan bahwa nilai tolerance seluruh variabel lebih dari 0,01. Dimana nilai VIF pada variabel tersebut kurang dari 10. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas. Uji Heterokedastisitas Tabel 2. Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Model (Constan. TotalX1 TotalX2 Standardized Coefficients Beta -0,006 0,020 Sig. 2,579 -0,040 0,130 0,013 0,968 0,897 6 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitataif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. 7 Sugiyono. Niken Ayu Safitri. Mohammad Soleh TotalX3 -0,131 -0,881 0,382 TotalZ -0,188 -1,211 0,232 Sumber: data primer yang diolah, 2022 Dari hasil uji heterokedastisitas di atas, dilihat bahwa nilai signifikansi dari seluruh variabel yang diuji masing-masing variabel menunjukkan hasil 0,968, 0,897, 0,382, 0,232. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan tidak terjadi Uji Normalitas Tabel 3. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Unstandardized Residual 0,0000000 1,60153767 Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute 0,089 Differences Positive 0,058 Negative -0,089 Test Statistic 0,089 Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data primer yang diolah, 2022 Melalui hasil uji statistic non-parametrik Kolmogorov smirnov pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan pada penelitian ini berdistribusi normal dengan nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 sedangkan tingkat signifikansi yang digunakan adalah 0,05. Uji Hipotesis Uji R Determinasi Tabel 4. Uji R Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate 0,820 0,806 1,664 Predictors: (Constan. TotalZ. TotalX2. TotalX3. TotalX1 Sumber: data primer yang diolah, 2022 Data tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi adalah 0,906 yang dapat diartikan adanya hubungan yang sangat kuat antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) dikarenakan nilai yang diperoleh mendekati angka 1. Sedangkan nilai determinan pada tabel di atas adalah 0,820 atau 82%, maka dari itu variabel work life balance, employee engangement dan lingkungan kerja islami mempengaruhi variabel kinerja karyawan sebanyak 82% dan sisanya 18% dipengaruhi oleh variabel lainnya. Uji F (Simulta. Tabel 5. Uji F Model 1 Regres Sum Squares 631,021 Mean Square 157,755 Sig. Pengaruh Work Life Balance. Employee Engagement Dan Lingkungan Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora Residu 138,506 2,770 Total 769,527 Dependent Variable: Kinerja Karyawan Predictors: (Constan. TotalZ. TotalX2. TotalX3. TotalX1 Sumber: Data primer yang diolah, 2022 Melalui tabel di atas diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 56,949 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, artinya variabel Work Life Balance. Employee Engagement dan Lingkungan Kerja Islami secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Kepuasan Kerja. Uji T (Parsia. Tabel 6. (Uji X dan Z terhadap Y) Standar Unstandardized Coefficie Coefficients Std. Model Error Beta (Constan. -8,819 2,108 -4,183 TotalX1 0,376 0,102 0,249 3,691 TotalX2 1,084 0,128 0,565 8,497 TotalX3 0,452 0,111 0,264 4,056 TotalZ 0,282 0,101 0,192 2,805 Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sumber: data primer yang diolah, 2022 Sig. 0,000 0,001 0,000 0,000 0,007 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh kesimpulan bahwa: Uji Hipotesis 1: Pengaruh work life balance terhadap kinerja karyawan Dilihat dari uji T pada variabel work life balance (X. diketahui bahwa nilai signifikansi 0,001 yang mana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 hingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel work life balance (X. terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil ini serupa dengan studi penelitian yang sudah dilakukan oleh 8 serta 9 dengan hasil work life balance memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kenyamanan karyawan . aik mental atau fisi. sangat mempengaruhi kesuksesan organisasi. Uji Hipotesis 2: Pengaruh employee engagement terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan uji T pada variabel employee engagement (X. nilai signifikansi yang didapat yaitu 0,000 yang mana nilai itu lebih kecil dari 0,05 hingga dapat disimpulkan bahwa 8 Bataineh . 9 Amalia & Winarno . Niken Ayu Safitri. Mohammad Soleh variabel employee engagement terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini juga didukung penelitian sebelumnya yang oleh 10 serta temuan oleh 11 dengan hasil temuan employee engagemen mempengaruhi kinerja karyawan dengan hasil positif signifikan. Karyawan yang memiliki rasa keterikatan tinggi dengan perusahaan dan pekerjaannya, yang bersemangat dan bangga dengan pekerjaannya akan menghasilkan kinerja yang terbaik. Uji Hipotesis 3: Pengaruh lingkungan kerja islami terhadap kinerja karyawan Dari uji T pada variabel lingkungan kerja islami (X. diketahui bahwa nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,000 yang mana nilai itu lebih kecil dari 0,05 hingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel lingkungan kerja islami terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Studi penelitian ini selaras dengan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh 12 serta hasil temuan oleh 13 yang memaparkan lingkungan kerja islami memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Perusahaan dengan suasana kerja yang mendukung karyawan dalam bekerja seperti sirkulasi udara, pencahayaan yang cukup dan ruang kerja yang bersih menjadikan karyawan nyaman menjalankan pekerjaannya yang akhirnya kinerjanya juga akan meningkat. Uji Hipotesis 4: Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Berdasarkan uji T pada variabel lingkungan kerja islami (Y) nilai signifikansi yang didapat yaitu 0,007 yang mana nilai itu lebih kecil dari 0,05 hingga dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja islami terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Studi penelitian ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh 14 juga penelitian oleh 15 dengan hasil kepuasan kerja memiliki pengaruh secara positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Adanya pengaruh signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan berdampak positif terhadap perusahaanatau organisasi dalam mewujudkan visi misi juga memperoleh output sesuai yang diinginkan. Tabel 7. Uji (X terhadap Z) Standard Unstandardized Coefficie Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. 3,747 2,887 1,298 0,200 TotalX1 0,226 0,138 0,220 1,637 0,108 TotalX2 0,202 0,175 0,155 1,151 0,255 TotalX3 0,341 0,148 0,293 2,310 0,025 Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Z) Sumber: data primer yang diolah, 2022 Melalui tabel di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa: Uji Hipotesis 5: Pengaruh work life balance terhadap kepuasan kerja. 10 Siswati & Pratiwi . 11 Sucahyowati & Hendrawan . 12 Putri & Laily . 13 Syafrina & Manik . 14 Dewi et al. 15 Rindorindo et al. Pengaruh Work Life Balance. Employee Engagement Dan Lingkungan Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora Pada uji T variabel work life balance hasil nilai signifikansi yang didapat yaitu 0,108 yang mana nilai itu lebih besar dari 0,05 hingga dapat dikatakan work life balance terdapat pengaruh secara positif tetapi tidak signifikan terhadap variabel kepuasan kerja. Studi penelitian ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh 16 dengan hasil yang didapat work life balance berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Jam kerja di BMA adalah jam kerja normal . , namun tanggung jawab tugas seperti harus mengecek email, mengangkat telepon dari pimpinan dan rapat diluar jam kerja yang menyebabkan hubungan kebutuhan bersama keluarga dan lingkungan masyarakat ataupun pemenuhan untuk diri sendiri menjadi terganggu. Uji Hipotesis 6: Pengaruh employee engagement terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan uji T variabel employee engagement diperoleh nilai signifikansi yaitu 0,255 yang mana nilai tersebut > 0,05 hingga dapat dikatakan employee engagement terdapat pengaruh secara positif tetapi tidak signifikan terhadap variabel kepuasan kerja. Studi penelitian ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh 17 dengan hasil yang didapat employee engagement berpengaruh secara positif tidak signifikan terhadap kepuasan Hal ini didasarkan pada keterikatan tinggi yang dimiliki karyawan tidak menjadi faktor yang berpengaruh dalam kepuasan kerja karyawan di Kopontren BMA. Keterikatan karyawan yang diberikan selama ini hanya sebatas kesadaran bahwa mereka harus memberikan yang terbaik bagi perusahaan tempatnya bekerja sekarang ini, namun belum menjadikan karyawan puas dengan pekerjaannya. Uji Hipotesis 7: Pengaruh lingkungan kerja islami terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan hasil uji T variabel lingkungan kerja islami diperoleh nilai signifikansi yaitu 0,025 yang mana nilai itu > 0,05 hingga dapat disimpulkan lingkungan kerja islami terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Studi penelitian ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh 18 serta penelitian oleh 19 dengan hasil temuan lingkungan kerja islami mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap Lingkungan kerja islami seperti tatanan tugas, pola kepemimpinan, jenis pekerjaan, pola kerjasama, ketersediaan sarana kerja dan imbalan. Uji Path Analysis Pengujian hipotesis 8, hipotesis 9 dan hipotesis 10 dilakukan dengan menggunakan path analysis untuk menguji pengaruh secara tidak langsung variabel kepuasan kerja. Uji Hipotesis 8: Pengaruh work life balance terhadap kinerja melalui kepuasan kerja. Berdasarkan uji path analysis, besarnya pengaruh langsung variabel work life balance sebesar 0,226 sedangkan pengaruh tidak langsung adalah . ,226 x 0,. = 0,063732 dan total keseluruhan pengaruh 0,226 0,063732= 0,289732. Oleh karena itu nilai t hitung sebesar 6,298 lebih tinggi dari t tabel 1,6749. Maka dari itu hipotesis (H. Studi 16 Lumunon et al. 17 Tambariki et al. 18 Negara . 19 Wahyuniardi et al. Niken Ayu Safitri. Mohammad Soleh penelitian ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh 20 dengan hasil kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh work life balance terhadap kinerja karyawan. Terkait work life balance, berbagai macam manfaat akan diperoleh perusahaan yang berpartisipasi dalam menjalankan work life balance seperti terciptanya produktivitas secara berkesinambungan, komitmen organisasi, etika dan kepuasan. Uji Hipotesis 9: Pengaruh employee engagement terhadap kinerja melalui kepuasan Berdasarkan uji path analysis, besarnya pengaruh langsung variabel employee engagement sebesar 0,202 sedangkan pengaruh secara tidak langsung adalah . ,202 x 0,. = 0,056964 dengan total keseluruhan pengaruh 0,202 0,056964 = 0,258964. Maka dari itu didapatkan nilai t hitung yakni 4,389 lebih besar dari t tabel 1,6749. Maka dari itu hipotesis (H. Studi penelitian ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh 21 dengan temuan kepuasan kerja dapat memediasi pengaruh employee engagement terhadap kinerja karyawan. Employee engagement memiliki peran penting terhadap perusahaan atau organisasi dalam mencapai kepuasan yang diinginkan karyawan. Akibat dari adanya peningkatan kepuasan adalah meningkatnya kinerja dan komitmen yang lebih baik terhadap Uji Hipotesis 10: Pengaruh lingkungan kerja islami terhadap kinerja melalui kepuasan Berdasarkan uji path analysis, besarnya pengaruh secara langsung variabel lingkungan kerja islami sebesar 0,341 sedangkan pengaruh tidak langsung adalah . ,341 x 0,. = 0,096162 dan total keseluruhan pengaruh 0,341 0,096162= 0,437162. Maka dari itu didapatkan nilai t hitung yakni 7,669 dimana nilai ini lebih tinggi dari t tabel 1,6749. Sehingga hipotesis (H. Studi penelitian ini sejalan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh 22 dengan hasil kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja islami terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menjelaskan mengenai efektivitas lingkungan kerja islami dalam memberikan pengaruh dengan artian bahwa karyawan akan merasa nyaman dengan kondisi lingkungan kerja islami yang ada, jika kondisi lingkungan tersebut sesuai dengan dirinya dan tidak merasa terganggu dan merasa puas. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah terlaksana mengenai pengaruh work life balance, employee engagement terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja, diperoleh kesimpulan bahwa: Work life balance terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Employee engagement terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Lingkungan kerja islami terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Kepuasan kerja terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Work life balance terdapat pengaruh secara positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Employee engagement terdapat pengaruh secara positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan 20 Wulandari & Hadi . Fidyah & Setiawati . 22 Rayhan . Pengaruh Work Life Balance. Employee Engagement Dan Lingkungan Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Lingkungan kerja islami terdapat pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Kepuasan kerja berhasil memediasi pengaruh antara work life balance terhadap kinerja karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Kepuasan kerja berhasil memediasi pengaruh antara employee engagement terhadap kinerja karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. Kepuasan kerja berhasil memediasi pengaruh antara lingkungan kerja islami terhadap kinerja karyawan Kopontren Baitul Muamalat Al Hikmah Blora. DAFTAR PUSTAKA