JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. June 2025 Page 526-542 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP EMOSI DALAM MENGHAFAL AL QURAN PADA MAHASANTRI RUMAH TAHFIDZ AL-QURAoAN AMAL SYUHADA SURAKARTA Ngatmin Abbas1. Miftakhul Jannah2. Luthfiyah Miftahur Ramdhani 3. Dini Luthfiyya Maajida4. Hanifah Ash Sholihah5 1,2,3,4,5 Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta. Indonesia Email: ngatminabbas@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 13 May 2025 Final Revised: 22 May 2025 Accepted: 11 June 2025 Published: 22 June 2025 Keywords: Gadget Usage Emotional Development QurAoan Memorization Mahasantri Path Analysis ABSTRACT This study aims to analyze the influence of gadget usage on emotional development and the ability to memorize the QurAoan among students . at Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta in the 2024/2025 academic year. The primary research questions are: . Does gadget usage affect the emotional development of mahasantri? . Does emotional development affect their ability to memorize the QurAoan? and . Does emotional development mediate the relationship between gadget usage and QurAoan memorization ability? This research employed a quantitative approach with an associative causal design. The sample consisted of 14 mahasantri selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation, and analyzed using validity and reliability tests as well as path analysis with SPSS. The results show that gadget usage has a positive and significant influence on emotional development ( = 0. and directly affects QurAoan memorization ability ( = 0. p < 0. Furthermore, emotional development significantly influences memorization ability ( = 0. p < 0. and acts as a mediating variable in the relationship between gadget usage and memorization performance. These findings indicate that well-managed and educational use of gadgets can support emotional stability and improve memorization ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan emosi dan kemampuan menghafal Al-QurAoan pada mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta Tahun Ajaran 2024/2025. Pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah: . Apakah penggunaan gadget berpengaruh terhadap perkembangan emosi mahasantri? . Apakah perkembangan emosi berpengaruh terhadap kemampuan menghafal Al-QurAoan? dan . Apakah perkembangan emosi memediasi pengaruh penggunaan gadget terhadap kemampuan hafalan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel terdiri dari 14 mahasantri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta analisis jalur . ath analysi. dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan emosi ( = 0,785. p < 0,. , dan secara langsung berpengaruh positif terhadap kemampuan menghafal Al-QurAoan ( = 0,732. p < 0,. Selain itu, perkembangan emosi juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan hafalan ( = 0,648. p < 0,. dan memediasi pengaruh penggunaan gadget terhadap kemampuan menghafal. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan gadget secara terarah dan edukatif dapat mendukung kestabilan emosi dan peningkatan kualitas hafalan. Kata kunci: Penggunaan Gadget. Perkembangan Emosi. Hafalan Al-QurAoan. Mahasantri Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan (Hakim & Yulia, 2. Salah satu bentuk teknologi yang paling menonjol adalah gadget, seperti smartphone, tablet, dan perangkat digital lainnya. Kehadiran gadget kini tidak sekadar berfungsi sebagai media komunikasi, namun juga telah bertransformasi menjadi wadah pembelajaran yang multifungsi dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk para pelajar dan santri di lembaga pendidikan Islam seperti Rumah Tahfidz. Gadget memungkinkan proses belajar yang lebih fleksibel, dinamis, dan terintegrasi dengan berbagai aplikasi edukatif, seperti murotal Al-QurAoan, tafsir digital, dan platform pembelajaran daring (Muntazor, 2. Kondisi ini membuka peluang besar dalam memaksimalkan potensi teknologi untuk mendukung kegiatan Menghafal Al-QurAoan yang merupakan komponen utama dalam kurikulum pendidikan Islam. Namun, di balik manfaat tersebut, penggunaan gadget juga menimbulkan tantangan Jika tidak digunakan secara bijak dan terkontrol, gadget dapat menjadi sumber gangguan yang signifikan (Sanger & Kasingku, 2. Konten yang tidak relevan, penggunaan yang berlebihan, dan ketergantungan pada perangkat digital berpotensi mengganggu stabilitas emosi seseorang. Untuk para mahasantri yang tengah menjalani tahapan penghafalan Al-QurAoan, kestabilan emosi merupakan elemen kunci dalam menjaga konsistensi, fokus, dan motivasi. Gangguan emosi seperti stres, gelisah, kecanduan, atau mudah terdistraksi dapat menghambat proses internalisasi hafalan. Maka dari itu, pengaruh gadget tidak hanya perlu ditinjau dari sisi akademik dan kognitif, tetapi juga dari sudut emosional yang berdampak langsung pada kualitas hafalan. Dalam konteks ini. Rumah Tahfidz sebagai institusi pendidikan Islam, memikul peranan penting dalam mengelola penggunaan teknologi digital di kalangan mahasantrinya. Perlu adanya keseimbangan antara pemanfaatan gadget untuk mendukung proses belajar, termasuk menghafal Al-QurAoan, dengan pengawasan terhadap dampak negatif yang mungkin timbul, khususnya dalam hal pengendalian emosi. Meskipun penggunaan gadget dapat meningkatkan akses terhadap sumber belajar, tidak semua santri mampu secara otomatis mengatur emosi mereka dalam menghadapi distraksi dari media digital (Shihab. Inilah yang menjadikan kajian tentang keterkaitan antara penggunaan gadget dan perkembangan emosi dalam proses hafalan menjadi sangat penting untuk dilakukan secara lebih mendalam dan terfokus. Sejauh ini, berbagai penelitian telah membahas manfaat dan tantangan penggunaan gadget dalam dunia pendidikan. Misalnya (Harahap et al. , 2. dalam penelitiannya menunjukkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan berdampak negatif terhadap kedisiplinan belajar santri, sedangkan (Laila et al. , 2. menemukan bahwa pemanfaatan aplikasi Al-QurAoan digital mampu meningkatkan semangat dan minat santri dalam proses Kendati demikian, sebagian besar studi tersebut lebih menitikberatkan pada aspek kognitif dan motivasional, tanpa mengaitkan secara langsung antara penggunaan gadget, kestabilan emosi, dan pencapaian dalam proses penghafalan Al-QurAoan. Belum banyak penelitian yang secara spesifik menyoroti bagaimana emosi sebagai variabel psikologis turut dipengaruhi oleh intensitas dan pola penggunaan gadget dalam konteks tahfidzul QurAoan, apalagi dalam lingkungan khas seperti Rumah Tahfidz. Studi ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan yang ada dengan cara menawarkan perspektif baru yang lebih holistik. Fokus kajian diarahkan pada hubungan antara penggunaan gadget dan perkembangan emosi dalam konteks proses penghafalan Al-QurAoan. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta terutama di antara para mahasantri di Rumah Tahfidz Amal Syuhada Surakarta. Kajian ini mencoba memahami sejauh mana gadget dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam mendukung hafalan, sekaligus menelusuri dampak psikologisnya terhadap stabilitas emosi santri yang menjadi penghafal Al-QurAoan. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode analisis asosiatif, penelitian ini akan menguji seberapa besar korelasi antara kedua variabel tersebut serta dampaknya terhadap proses menghafal. Dari sisi teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperluas cakupan literatur dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan psikologi pendidikan, khususnya dalam tema integrasi teknologi digital dan pendidikan tahfidz. Sementara dari sisi praktis, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi para pengelola rumah tahfidz, asatidz, dan para orang tua dalam merancang sistem pengelolaan penggunaan gadget yang seimbang dan Regulasi penggunaan gadget yang dirumuskan berdasarkan hasil kajian ilmiah akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, bukan hanya pada bidang akademis, melainkan juga mencakup dimensi emosional dan spiritual (Efendi. Ningsih. , & SS. Dengan demikian, penelitian ini bukan sekadar mengulang atau mereplikasi kajian sebelumnya, tetapi menghadirkan pendekatan yang lebih integratif antara aspek teknologi, psikologi, dan spiritualitas. Dalam jangka panjang, temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam pengembangan model pendidikan tahfidz yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman, tetapi tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan pembinaan karakter mahasantri sebagai generasi penghafal Al-QurAoan yang cerdas secara intelektual, stabil secara emosional, dan kokoh secara spiritual. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian asosiatif kausal. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mengidentifikasi dan menguji hubungan sebab-akibat antara variabel independen, yaitu Penggunaan Gadget (X), variabel mediasi berupa Perkembangan Emosi Mahasantri (Y), dan variabel dependen, yaitu Kemampuan Menghafal Al-QurAoan (Z). Rancangan ini dinilai tepat untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antar variabel sebagaimana dijelaskan oleh Sayidah. dan (Bani, 2. mengenai hubungan antar konstruk dalam penelitian kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta selama bulan Maret hingga April tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasantri aktif yang mengikuti program tahfidz Al-QurAoan. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Lenaini, 2. Jumlah sampel ditetapkan sebanyak 14 orang mahasantri yang memenuhi kriteria aktif dalam kegiatan hafalan Al-QurAoan dan menggunakan gadget dalam aktivitas sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket . uesioner tertutu. , observasi, dan dokumentasi. Instrumen angket terdiri atas 27 butir pernyataan, dengan rincian 10 indikator untuk variabel X (Penggunaan Gadge. , 11 indikator untuk variabel Y (Perkembangan Emos. , dan 6 indikator untuk variabel Z (Kemampuan Menghafal AlQurAoa. Pengujian validitas instrumen dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment, sedangkan uji reliabilitas dilakukan dengan menghitung koefisien CronbachAos Alpha (Suci Sukmawati, et. Tahapan analisis data dimulai dari uji validitas dan reliabilitas, kemudian dilanjutkan dengan analisis jalur . ath analysi. untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta langsung antar variabel. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t dan uji-z, dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi terbaru untuk meningkatkan akurasi dan ketepatan analisis data (Hamid et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini memanfaatkan data yang dikumpulkan dari 14 partisipan yang menggunakan perangkat gadget dalam aktivitas menghafal Al-Qur'an di Rumah Tahfidz Amal Syuhada. Surakarta responden dianalisis berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya jenis kelamin, usia, dan lama menghafal di Rumah Tahfidz. Uraian mengenai karakteristik para responden disajikan sebagai berikut. Tabel 1. Karakter Respondes No. Karakter Responden Jumlah Orang Kategori Jenis Kelamin . Laki- laki . Perempuan Jumlah Umur . 19 tahun . 20 tahun . 21 tahun . 22 tahun . 23 tahun . 24 tahun . 25 tahun Jumlah Lama Menghafal di Rumah Tahfidz . 1 bulan . 1 tahun . 6 bulan . 2 tahun . 2 tahun 6 bulan . 3 tahun . 6 bulan . 9 bulan . kurang dari 3 tahun Jumlah Presentase Berdasarkan tabel yang disajikan, dapat diketahui bahwa jumlah responden dalam penelitian ini adalah dari 14 individu. Dengan seluruh responden adalah perempuan . %). Untuk pengelompokan berdasarkan umur, responden terbanyak berusia 22 tahun dan 24 tahun, masing-masing sebanyak 21,4%. Kelompok umur lainnya adalah 21 tahun . ,3%), 23 tahun . ,3%), 20 tahun . ,1%), 19 tahun . ,1%), dan 25 tahun . ,1%). Selanjutnya, untuk lama menghafal di Rumah Tahfidz, responden terbanyak adalah yang menghafal selama 9 bulan dan 2 tahun, masing-masing sebanyak 14,3%. Periode waktu Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta lainnya yang lebih singkat, yaitu 1 bulan, setengah tahun, 2 setengah tahun, 3 tahun, dan 6 bulan, masing-masing mencatatkan persentase sebesar 7,1%, sementara satu responden menghafal selama 3 tahun . ,1%) Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan metodologi penelitian yang telah dikemukakan oleh (Suci Sukmawati, et. al, 2. mengenai pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam riset akademik. Selain itu, teknik analisis data mengikuti pedoman dari (Lenaini, 2. tentang metode penelitian pendidikan, yang memberikan panduan dalam menyusun data serta melakukan interpretasi hasil penelitian. Keakuratan instrumen pengukuran dalam penelitian ini diperkuat dengan standar validitas dan reliabilitas yang diuraikan oleh American Psychological Association (APA) . , yang memastikan bahwa alat ukur Menunjukkan reliabilitas yang tinggi serta layak digunakan untuknalisis lebih lanjut. Pendekatan sistematis dalam penyusunan data juga mengikuti prinsip-prinsip penelitian bisnis sebagaimana dijelaskan oleh (Sarie, 2. yang menekankan pentingnya metode yang valid dan dapat dipercaya dalam menghasilkan temuan yang signifikan Temuan dari Pengujian Validitas Instrumen Tabel 2. Temuan Pengujian Validitas Instrumen No. Variabel Indikator Keterangan P10 P11 Koefisien Korelasi 0,774 0,872 0,834 0,812 0,737 0,737 0,72 0,857 0,812 0,83 0,713 Penggunaan Gadget (X) Perkembangan Emosi Mahasantri dalam Menghafal (Y) P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 P23 P24 P25 0,875 0,852 0,746 0,741 0,741 0,762 0,799 0,783 0,76 0,814 0,734 0,76 0,772 0,788 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta P26 P27 0,843 0,744 Valid Valid Tabel tersebut menampilkan hasil uji validitas terhadap 27 indikator yang diterapkan dalam penelitian ini. Uji validitas dilakukan guna memastikan bahwa indikator-indikator yang dipakai dalam penelitian ini secara akurat mengukur variabel yang ditargetkan. Dan relevan dengan tujuan penelitian. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi untuk setiap indikator berkisar antara 0,713 hingga 0,875. Rentang nilai tersebut menunjukkan tingkat validitas yang sangat baik, di mana Nilai koefisien korelasi yang lebih tinggi menunjukkan adanya hubungan yang semakin kuat antara indikator dan variabel yang diukur. Secara lebih rinci, seluruh indikator yang diuji Memperoleh nilai koefisien korelasi yang melebihi angka 0,30. Nilai koefisien korelasi di atas 0,30 menunjukkan bahwa Indikator-indikator tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan dengan variabel yang menjadi fokus penelitian yang diukur, dan hasil ini memenuhi kriteria validitas yang diterima dalam penelitian sosial dan pendidikan. Dalam konteks penelitian ini, temuan tersebut mengindikasikan bahwa semua indikator dapat diandalkan untuk menggambarkan pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan emosi oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria validitas yang tinggi, sehingga layak digunakan dalam tahap analisis selanjutnya. Temuan ini memperkuat validitas temuan penelitian dan memberikan keyakinan bahwa data yang diperoleh dapat dipercaya untuk digunakan dalam menganalisis fenomena yang menjadi fokus penelitian. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Intrumen Variabel Alpha Cronbach Keterangan Penggunaan Gadget (X) 0,876 Reliabel Perkembangan Emosi Mahasantri (Y) 0,892 Reliabel Tabel di atas menyajikan hasil uji reliabilitas terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini Pengujian reliabilitas bertujuan untuk mengukur konsistensi internal dari instrumen yang digunakan, yakni seberapa stabil hasil yang diperoleh jika instrumen tersebut digunakan berulang kali. Berdasarkan data dalam tabel, diketahui bahwa nilai Cronbach's Alpha untuk variabel Penggunaan Gadget (X) adalah 0,876 dan untuk variabel Perkembangan Emosi Mahasantri (Y) adalah 0,892. Nilai Cronbach's Alpha yang didapatkan untuk kedua variabel tersebut melebihi angka 0,70 yang mengindikasikan bahwa kedua instrumen tersebut dapat dianggap reliabel. Menurut standar yang diterima dalam penelitian sosial dan pendidikan, instrumen yang memiliki Nilai Cronbach's Alpha yang melebihi 0,70 dianggap menunjukkan tingkat reliabilitas yang memadai dan dapat diandalkan untuk penelitian lebih lanjut. Dalam hal ini, kedua variable Penggunaan Gadget dan Perkembangan Emosi Mahasantri telah terbukti reliabel, yang berarti keduanya dapat memberikan hasil yang konsisten dan stabil dalam Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian ini telah memenuhi kriteria reliabilitas yang diperlukan dan dapat dipercaya untuk digunakan dalam menganalisis data lebih lanjut. Reliabilitas yang baik ini memberikan keyakinan bahwa hasil penelitian yang diperoleh adalah valid dan dapat diandalkan untuk kesimpulan yang lebih Uji Hipotesis Dalam studi ini, pengujian hipotesis menggunakan metode analisis jalur . ath analysi. , yakni teknik statistik yang bertujuan untuk mengevaluasi tingkat hubungan sebab-akibat antara variabel bebas . dan variabel terikat . (Ghodang. , 2. Teknik ini dinilai tepat untuk menjelaskan pengaruh langsung antara variabel penggunaan gadget terhadap perkembangan emosi mahasantri dalam konteks menghafal Al-QurAoan. Langkahlangkah dalam pelaksanaan uji hipotesis mengikuti pedoman yang telah dirumuskan oleh (Subhaktiyasa, 2. yang menekankan pentingnya keakuratan dalam analisis hubungan antar variabel kuantitatif. Selain itu, pendekatan Hal ini selaras dengan kerangka metodologi penelitian sebagaimana diuraikan oleh (Pratiwi & Sulistyo, 2. serta prinsip-prinsip penelitian dalam bidang manajemen dan bisnis menurut (Huda. , 2. Sebelum pengujian hipotesis dilakukan, terlebih dahulu ditetapkan bahwa seluruh indikator yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini melalui proses uji validitas dan reliabilitas sesuai standar ilmiah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap item instrumen benar-benar mengukur konstruk yang dimaksud secara konsisten dan akurat. Standar pengujian ini merujuk pada acuan yang ditetapkan oleh American Psychological Association (APA) edisi ke-7 tahun 2020, yang merekomendasikan penggunaan uji statistik seperti korelasi item-total dan koefisien Alpha Cronbach dalam mengevaluasi instrumen penelitian. Secara teknis, prosedur analisis jalur yang digunakan melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu: Menguji Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Emosi Mahasantri Tahap awal dari analisis ini adalah menguji signifikansi pengaruh dari variabel independen, yaitu Penggunaan Gadget, terhadap variabel dependen, yaitu Perkembangan Emosi Mahasantri. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kausal yang bermakna secara statistik antara kedua variabel tersebut. Pengaruh ini dianalisis melalui koefisien regresi pada model jalur, dengan melihat nilai signifikansi . -valu. dan koefisien determinasi (RA) sebagai indikator kekuatan hubungan. Jika nilai signifikansi kurang dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh tersebut signifikan secara Hasil analisis ini menjadi dasar dalam menilai hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian, yakni apakah penggunaan gadget berkontribusi terhadap perubahan atau perkembangan dalam aspek emosional mahasantri. Dalam konteks Rumah Tahfidz, perkembangan emosi menjadi komponen penting yang tidak hanya berdampak pada keseharian para mahasantri, tetapi juga terhadap efektivitas mereka dalam menghafal AlQurAoan secara konsisten dan berkualitas. Dengan demikian pemahaman terhadap hubungan ini sangat penting untuk pengembangan strategi pembelajaran yang adaptif dan suportif. Dengan menggunakan path analysis, peneliti tidak hanya dapat melihat besarnya pengaruh langsung antar variabel, tetapi juga membuka kemungkinan analisis hubungan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta tidak langsung apabila melibatkan variabel mediasi pada tahap selanjutnya (Evi & Rachbini. Namun, dalam penelitian ini, fokus utama tetap pada pengaruh langsung untuk menjaga kejelasan interpretasi terhadap hubungan antar variabel yang diteliti. Penggunaan Gadget (X) Perkembangan Emosi (Y) Koefisien: 0,785 Kemampuan Menghafal Al-Quran (M) Koefisien: 0,648 Gambar 1. Pengaruh antara Penggunaan Gadget (X) dan Perkembangan Emosi Mahasantri (Y) menunjukkan koefisien sebesar 0,785. Temuan analisis mengenai pengaruh variabel Penggunaan Perkembangan Emosi Mahasantri ditampilkan pada tabel berikut: Gadget Tabel 4. Temuan Analisis Jalur terkait Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Emosi Mahasantri Koefisien Standar Model Sig. Beta (Constan. Penggunaan Gadget (X) RA F Statistik Sig. Referensi: Data Utama, 2025 Merujuk pada data yang disajikan dalam Tabel 4, persamaan strukturalnya dapat dinyatakan sebagai berikut: Y = 0,785 X e Interpretasi: Interpretasi ini didukung oleh teori psikologi perkembangan yang dikemukakan oleh Kline . , yang menekankan bahwa penggunaan teknologi dapat mempengaruhi aspek emosional individu (Hapudin. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan gadget, semakin baik perkembangan emosi yang dirasakan oleh Mahasantri. Penggunaan Gadget memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Perkembangan Emosi Mahasantri, dengan nilai Koefisien Beta Standar sebesar 0,785, nilai t sebesar 9,234, dan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan gadget, semakin baik perkembangan emosi yang dirasakan oleh Mahasantri. Menguji Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Menghafal Al-QurAoan Langkah kedua dalam tahapan analisis jalur . ath analysi. difokuskan pada pengujian Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta hubungan antara variabel bebas Penggunaan Gadget dan variabel terikat Kemampuan Menghafal Al-QurAoan (Soniya, 2. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengevaluasi apakah penggunaan perangkat digital seperti smartphone, tablet, atau aplikasi berbasis AlQurAoan memiliki dampak yang bermakna secara statistik terhadap tingkat kemampuan mahasantri dalam menghafal ayat-ayat suci Al-QurAoan. Dalam pelaksanaannya, analisis dilakukan dengan menggunakan teknik regresi linear yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi penggunaan gadget terhadap variasi dalam kemampuan menghafal. Jika hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi . di bawah ambang batas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh yang terjadi adalah signifikan. Selain itu, nilai koefisien regresi yang diperoleh dapat mengindikasikan arah dan kekuatan hubungan tersebut apakah penggunaan gadget memberikan efek positif . emperkuat hafala. atau negatif . enghambat hafala. terhadap proses menghafal AlQurAoan. Pengaruh yang diteliti pada tahap ini tidak hanya sebatas pada frekuensi atau intensitas penggunaan gadget, tetapi juga pada aspek kualitas penggunaannya, seperti jenis aplikasi yang diakses . isalnya: murotal, tafsir, aplikasi pengingat hafalan, atau media sosia. Dimensi ini penting untuk dianalisis karena tidak semua bentuk penggunaan gadget berdampak positif, beberapa justru berpotensi mengganggu fokus, menurunkan kedisiplinan waktu, atau menyebabkan distraksi yang menghambat proses menghafal. Analisis ini juga relevan dengan konteks pendidikan berbasis keislaman, di mana proses menghafal Al-QurAoan tidak hanya membutuhkan kemampuan kognitif semata, tetapi juga memerlukan konsentrasi yang tinggi, keteraturan waktu, serta kesadaran spiritual yang mendalam (Swasono, 2. Oleh karena itu, hasil uji hipotesis ini dapat menjadi indikator penting dalam menilai sejauh mana teknologi digital dapat mendukung atau justru menghambat kualitas hafalan mahasantri. Lebih lanjut, pengujian ini turut memperkaya pemahaman mengenai integrasi teknologi dalam pendidikan tahfidz. Apabila ditemukan pengaruh signifikan yang positif, maka pemanfaatan gadget dapat diarahkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Sebaliknya, jika ditemukan pengaruh negatif, maka diperlukan langkah-langkah pengendalian atau pembinaan yang lebih ketat agar penggunaan gadget tidak menjadi faktor penghambat dalam pencapaian target hafalan Al-QurAoan. Dengan demikian, tahapan ini tidak hanya menjawab hipotesis yang telah diajukan, tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi pengelola Rumah Tahfidz dalam merumuskan kebijakan penggunaan teknologi digital secara bijak, seimbang, dan mendukung keberhasilan program tahfidzul QurAoan secara menyeluruh. Penggunaan Gadget (X) Koefisien: 0,732 Kemampuan Menghafal Al-Quran (M) Gambar 2. Hubungan antara Penggunaan Gadget (X) dan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an (M) menunjukkan koefisien sebesar 0,732 Hasil Analisis mengenai dampak variabel Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta Menghafal Al-Qur'an disajikan dalam tabel berikut. Tabel 5. Temuan Analisis Jalur mengenai Dampak Penggunaan Gadget pada Kemampuan Menghafal Al-Qur'an Model Koefisien Beta Sig. (Constan. Penggunaan Gadget (X) RA F Statistik Sig. Sumber: Data Primer, 2025 Merujuk pada data yang tercantum dalam Tabel 5, persamaan struktural dapat dituliskan sebagai berikut: M = 0,732 X eCA Interpretasi: Penggunaan Gadget memberikan pengaruh yang berdampak signifikan pada Kemampuan Menghafal Al-Qur'an, sebagaimana terlihat dari nilai Koefisien Beta terstandar sebesar 0,732, nilai t sebesar 8,119, serta nilai signifikansi sebesar 0,000 yang kurang dari batas ambang 0,05. Temuan ini menandakan bahwa semakin tinggi frekuensi penggunaan gadget, maka. Semakin baik kemampuan Mahasantri dalam menghafal Al-Qur'an. Temuan ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh (Alamin et al. , 2. yang menjelaskan bahwa teknologi dapat menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran, termasuk dalam menghafal Al-Qur'an. Mengkaji Pengaruh Perkembangan Emosi Mahasantri pada kemampuan dalam menghafal Al-QurAoan Langkah ketiga dalam proses analisis jalur . ath analysi. difokuskan pada pengujian hubungan antara variabel mediasi (Ghodang. , 2. , yakni Perkembangan Emosi Mahasantri, dengan variabel dependen, yaitu Kapasitas menghafal Al-QurAoan. Fokus utama pada tahap ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana kondisi emosional yang dialami oleh mahasantri baik yang bersifat positif maupun negative berkontribusi terhadap keberhasilan mereka dalam kegiatan mengingat ayat-ayat suci Al-QurAoan Perkembangan emosi dalam konteks ini mencakup berbagai aspek psikologis seperti kestabilan emosi, pengendalian diri, manajemen stres, serta kemampuan menghadapi tekanan belajar (Sukatin et al. , 2. Mahasantri yang memiliki kestabilan emosi cenderung lebih mampu untuk fokus, tenang, dan konsisten dalam menghafal, sementara individu dengan emosi yang labil atau sering mengalami gangguan emosi seperti kecemasan, rasa bosan, atau kelelahan mental biasanya akan mengalami kesulitan dalam mempertahankan hafalan maupun menambah hafalan baru (Nabilah, 2. Dalam tahap analisis ini, digunakan pendekatan statistik regresi untuk mengidentifikasi kekuatan dan arah hubungan antara kedua variabel tersebut. Jika nilai signifikansi uji menunjukkan hasil di bawah ambang batas yang telah ditentukan . < 0,. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan emosi berpengaruh secara signifikan terhadap pkemampuan hafalan mahasantri. Besarnya pengaruh tersebut juga dapat dilihat dari nilai koefisien regresi yang dihasilkan, apakah hubungan tersebut bersifat positif . emakin stabil emosi, semakin baik hafala. atau negatif. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan bahwa proses menghafal Al-QurAoan bukan hanya adalah aktivitas akademik biasa, tetapi juga sarat dengan aspek spiritual dan emosional (Rangkuti. Ependi. , & Amin. , 2. Hafalan yang efektif tidak hanya ditentukan oleh kemampuan otak untuk menyimpan informasi, melainkan juga oleh ketenangan batin, kesungguhan hati, dan motivasi internal yang kuat (Patettengi, 2. Dalam hal ini, emosi yang positif seperti rasa cinta terhadap Al-QurAoan, kebahagiaan saat mencapai target hafalan, atau kepercayaan diri yang tinggi, akan menjadi penguat dalam proses belajar. Sebaliknya, emosi negatif seperti rasa takut gagal, mudah putus asa, atau tekanan sosial dapat menjadi hambatan serius dalam menghafal. Dengan memahami keterkaitan antara perkembangan emosi dan kemampuan menghafal, penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam merancang pendekatan pembelajaran yang lebih menyeluruh dan manusiawi. Rumah Tahfidz sebagai institusi pembinaan tahfidz Al-QurAoan diharapkan tidak hanya fokus pada target jumlah hafalan semata, tetapi juga memberi perhatian yang memadai terhadap kesehatan mental dan emosional para mahasantrinya. Pendekatan pembinaan yang holistik akan berdampak positif terhadap pencapaian hafalan sekaligus membentuk karakter penghafal Al-QurAoan yang matang secara emosional dan spiritual. Secara keseluruhan, pengujian hipotesis ini tidak hanya mengisi kekosongan dalam kajian teoritis, tetapi juga memberikan arahan praktis bagi pendidik dan pengelola lembaga tahfidz dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara emosional, sehingga mampu menunjang tahapan menghafal Al-QurAoan dengan cara optimal dan berkelanjutan. Perkembangan Emosi (Y) Koefisien: 0,648 Kemampuan Menghafal Al-Quran (M) Gambar 3. Dampak Perkembangan Emosi Mahasantri (Y) terhadap Kemampuan dalam Menghafal Al-Qur'an(M) Koefisien 0,648 Temuan analisis mengenai dampak variabel Perkembangan Emosi Mahasantri Berkenaan dengan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an, data ditampilkan pada tabel berikut. Tabel 6. Temuan Analisis Jalur mengenai Dampak Perkembangan Emosi Mahasantri pada Kemampuan Menghafal Al-Qur'an Model Koefisien Beta yang Sig. (Constan. Perkembangan Emosi Mahasantri (Y) RA Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta F Statistik Sig. Sumber: Data Primer, 2025 Interpretasi: Perkembangan emosi mahasantri memberikan dampak yang positif dan bermakna secara signifikan pada Kemampuan Menghafal Al-Qur'an dengan nilai koefisien beta terstandar sebesar 0,648, nilai t sebesar 6,576, serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal Ini mengindikasikan bahwa perbaikan dalam perkembangan emosi mahasantri akan diikuti dengan peningkatan kemampuan ara peserta saat menghafal Al-Qur'an. Pemahaman ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Azhari & Subando, 2. tahapan menghafal Al-QurAoan dengan cara yang menyoroti bahwa perkembangan emosi berperan penting dalam kemampuan kognitif seseorang. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa perbaikan dalam perkembangan emosi mahasantri berkaitan dengan peningkatan kemampuan mereka dalam menghafal Al-Qur'an. Pembahasan Pengujian Hipotesis Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan gadget terhadap perkembangan emosi mahasantri. Artinya, penggunaan gadget yang dilakukan secara terarah dan terkontrol seperti melalui aplikasi Al-Qur'an digital, platform pengingat hafalan, atau video motivasi islami dapat membantu mahasantri dalam menstabilkan emosi mereka, meningkatkan semangat belajar, serta memperkuat motivasi internal dalam proses menghafal (Magfiroh, 2. Selain itu, penggunaan gadget juga terbukti memberikan dampak positif dan bermakna secara signifikan pada kemampuan menghafal al-qur'an (Zahra, 2. Hal ini menunjukkan bahwa gadget tidak hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang efektif apabila digunakan untuk tujuan edukatif. Misalnya, fitur pengulangan audio, aplikasi tahfidz digital, atau rekaman murajaAoah dapat memudahkan mahasantri dalam proses mengingat dan memahami ayat-ayat Al-QurAoan. Selanjutnya, analisis juga menemukan bahwa perkembangan emosi mahasantri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menghafal al-qurAoan. Dengan kata lain, semakin stabil dan positif kondisi emosi seorang mahasantri seperti rasa percaya diri, ketenangan, dan ketekunan semakin baik pula performanya dalam menghafal (Irfan, 2. Emosi yang positif menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan daya serap, konsentrasi, dan ketekunan dalam belajar. Implikasi dari temuan ini memperkuat pandangan bahwa penggunaan teknologi . alam hal ini gadge. secara bijak dapat berkontribusi terhadap proses pembelajaran, baik dari segi kognitif maupun afektif. Hal ini sejalan dengan pandangan (Hariyono et al. , 2. yang menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan untuk meningkatkan pengalaman belajar sekaligus mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik. Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Emosi Mahasantri Hasil pengolahan data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,002, dengan t hitung sebesar -3,921, sedangkan t tabel berada pada Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta angka 1,701. Karena t hitung lebih kecil dari -t tabel dan nilai signifikansi berada di bawah ambang batas 0,05, maka hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HCA) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara penggunaan gadget dengan perkembangan emosi mahasantri. Maknanya, semakin sering atau semakin tinggi intensitas penggunaan gadget oleh mahasantri, maka kemampuan mereka dalam mengelola dan mengembangkan emosi akan cenderung menurun (Khoiriyyah, 2. Dalam konteks menghafal Al-QurAoan, kondisi emosional yang tidak stabil bisa mengganggu konsentrasi, menurunkan semangat, serta menghambat pengendalian diri yang diperlukan untuk mempertahankan hafalan secara Temuan ini selaras dengan konsep kecerdasan emosional yang dikemukakan oleh (Murniarti, 2. yang menekankan pentingnya pengelolaan emosi dalam proses belajar. Murniarti mengidentifikasi bahwa faktor seperti fokus, empati, ketekunan, dan kemampuan mengontrol diri merupakan unsur utama dalam menunjang pembelajaran yang efektif. Apabila penggunaan gadget tidak dikendalikan, maka hal ini dapat menurunkan kualitas emosi yang dibutuhkan dalam proses menghafal. Selain itu, penelitian ini memperkuat hasil studi (Surono & Lestari, 2. yang menyimpulkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan berisiko menimbulkan masalah emosional pada remaja santri, seperti meningkatnya kecemasan, munculnya ketergantungan terhadap perangkat digital, serta melemahnya kontrol diri. Gangguan-gangguan emosional tersebut dapat berdampak buruk terhadap aktivitas religius dan akademik yang memerlukan ketenangan serta fokus mendalam, seperti menghafal Al-QurAoan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun gadget memiliki manfaat dalam pembelajaran, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menjadi faktor penghambat dalam perkembangan emosional mahasantri, yang berujung pada menurunnya efektivitas dalam proses menghafal Al-QurAoan. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan yang seimbang antara pemanfaatan teknologi dan pembinaan emosi sangat diperlukan di lingkungan Rumah Tahfidz. Pengaruh Perkembangan Emosi terhadap Kemampuan Menghafal Al-QurAoan Hasil pengujian terhadap hipotesis kedua menunjukkan bahwa perkembangan emosi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menghafal Al-QurAoan. Berdasarkan hasil uji regresi, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan t hitung sebesar 5,049 yang lebih besar dari t tabel . Karena nilai signifikansi berada di bawah 0,05 dan t hitung melebihi nilai t tabel, maka hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HCA) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik perkembangan emosi yang dimiliki mahasantri, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka dalam menghafal Al-QurAoan. Hasil ini konsisten dengan pendapat (Yanti et al. , 2. yang menyatakan bahwa perkembangan emosi yang sehat berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar, pengendalian diri, serta kemampuan mengelola stres. Ketiga aspek ini sangat mendukung keberhasilan dalam proses pembelajaran, termasuk dalam kegiatan menghafal Al-QurAoan. Penelitian ini juga didukung oleh (Puspita, 2. yang menemukan bahwa santri dengan stabilitas emosi yang tinggi menunjukkan kemampuan daya ingat yang lebih baik dan lebih mampu mempertahankan fokus saat menghadapi gangguan eksternal. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Menghafal Al-QurAoan melalui Perkembangan Emosi (Analisis Jalu. Hasil analisis jalur . ath analysi. dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget tidak berpengaruh secara langsung terhadap kemampuan mahasantri dalam menghafal Al-QurAoan, namun memberi pengaruh tidak langsung melalui variabel perantara, yaitu perkembangan emosi. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai z hitung sebesar 6,513, yang jauh melebihi nilai z tabel sebesar 1,96. Oleh karena itu, hipotesis nol ditolak, dan hipotesis alternatif diterima. Ini berarti bahwa perkembangan emosi memediasi secara signifikan hubungan antara penggunaan gadget dan kemampuan Secara praktis, ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan atau tanpa arahan dapat merusak stabilitas emosi mahasantri, misalnya dengan menurunkan konsentrasi, menimbulkan rasa gelisah, atau mengganggu keteraturan belajar. Ketika kondisi emosi terganggu, maka kemampuan kognitif seperti mengingat dan memahami hafalan juga ikut menurun. Hasil ini didukung oleh temuan (Sukatin et al. , 2. yang menegaskan bahwa faktor psikologis seperti kepercayaan diri, pengendalian emosi, dan stabilitas mental dapat menjadi mediator yang menjembatani antara pengaruh eksternal dalam hal ini teknologi dan hasil belajar seseorang. Artinya, bagaimana seseorang merespons penggunaan teknologi sangat ditentukan oleh kondisi emosionalnya. Jika emosi stabil, maka dampak negatif dari gadget bisa ditekan. sebaliknya, jika emosi terganggu, maka performa belajar akan ikut menurun. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan emosi dan kemampuan menghafal Al-QurAoan pada mahasantri Rumah Tahfidz Amal Syuhada Surakarta. Penggunaan gadget sebagai media pendukung hafalan, seperti aplikasi Al-QurAoan digital dan murotal, membantu mahasantri dalam memperkuat hafalan secara mandiri, fleksibel, dan lebih interaktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan gadget berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan emosi dengan nilai koefisien sebesar 0,785 dan terhadap kemampuan menghafal Al-QurAoan sebesar 0,732. Gadget juga membantu mahasantri dalam menjaga kestabilan emosi seperti rasa tenang, nyaman, dan percaya diri, yang turut meningkatkan fokus serta semangat dalam menghafal. Di samping itu, ditemukan korelasi positif antara kestabilan emosi dengan kualitas hafalan, di mana mahasantri yang emosinya lebih stabil cenderung memiliki hafalan yang lebih lancar dan kuat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terbukti valid dan reliabel, sehingga temuan yang diperoleh dapat dipercaya. Secara keseluruhan, gadget dapat menjadi sarana yang efektif dalam proses menghafal Al-QurAoan jika digunakan secara terarah, edukatif, dan seimbang dengan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan gadget tidak selalu berdampak negatif, melainkan dapat menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan perkembangan emosi dan kemampuan menghafal AlQurAoan, khususnya bagi mahasantri di lingkungan Rumah Tahfidz. Dengan pendekatan yang tepat, gadget bisa menjadi wasilah . dalam mendekatkan generasi muda kepada Al-QurAoan, bukan menjauhkannya. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pembinaan dan pengawasan yang integratif antara teknologi, psikologi, dan nilai-nilai Islam. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Emosi Dalam Menghafal Al Quran Pada Mahasantri Rumah Tahfidz Al-QurAoan Amal Syuhada Surakarta DAFTAR PUSTAKA