Vol. No. Mei 2024, hal, 54-62 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss1. Optimalisasi TPA Masjid Darul MuAotashim Melalui Mahasiswa KKN STAI Ali Bin Abi Thalib Di Dusun Piyaman II Feri Ramadiansyah. Ukasyah Ukasyah. Abdurrahman Hadi. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Optimalisasi TPA Mahasiswa KKN Dusun Piyaman II Email Koresponden : feriramadiansyah768@gmail. ukasyahasyirbani00@gmail. Abdulrohmanhadi09@gmail. ABSTRAK Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Quran yang berada di tengah masyarakat, lembaga ini berperan sangat penting dalam memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran sejak usia dini. Sehingga, dalam proses pembelajarannya menitikberatkan pada membaca Al-Quran dengan ditambah orientasi untuk pembentukan akhlak dan kepribadian Islamiyah pada diri anak. Dalam TPQ juga, anak didik diharapkan tidak hanya cerdas secara intelek dan emosional akan tetapi juga cerdas dalam hal rohani yang mulai dibangun sejak usia dini. Melalui TPQ yang telah tersebar di berbagai daerah, ini telah memberikan andil yang besar dalam pengenalan Al-Quran kepada generasi muda kaum muslimin. Agar pelaksanaan program kerja berjalan dengan baik Pelaksan dan metode yang penulis gunakan adalah melakukan empat tahap pendekatan, yaitu. tahap sosialisasi. tahap persiapan dan perencanaan. tahap pelaksanaan. tahap evaluasi. Kegiatan yang dilakukan oleh KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya untuk mengoptimalisasi Taman Pembelajaran Al-QurAoan di dusun Piyaman II, desa Piyaman, kec wonosari, gunungkidul, selama 4 pekan tehitung dari tanggal 1sampai 31 Januari 2024 yang bertempat di masjid Baitul MuAotashim dan kami mengadakan kegiatan bimbingan belajar yang juga bertempat di masjid Baitul MuAotashim. Waktu pelaksanaan TPA tiga kali dalam sepekan : jumAoat, sabtu, dan minggu di sore hari, program kerja yang kami lakukan diantranya adalah mengajar TPQ, pembagian IqroAo, pembagian buku doa harian. PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan pedoman hidup bagi manusia yang harus dipegang teguh maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Namun dalam kenyataannya di kehidupan masyarakat masih banyak ditemui kesulitan dalam membaca Al-QurAan secara baik dan benar. Bahkan masih banyak buta huruf Al-QurAan. Hal ini dibuktikan dengan pendapat Ustadz Achmad Farid Hasan mengatakan bahwa, umat Islam Indonesia sampai saat ini masih banyak yang belum bisa membaca Al-QurAan. (Raka Hasanal Ihsan dkk. , 2. Pendidikan merupakan perkara yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan memegang peran penting dalam kemajuan suatu bangsa atau negara. Hal ini dapat kita lihat dari sejarah yang telah lalu. Sejarah membuktikan suatu bangsa yang maju disokong dengan majunya pendidikan bangsa tersebut. Pendidikan merupakan sebuah proses pembelajaran, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi yang umumnya dilakukan melalui proses Pendidikan pada dasarnya juga sebuah upaya yang bertujuan mengembangkan seluruh potensi dalam mempersiapkan karakter seseorang agar dapat menyikapi berbagai hal yang akan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Feri Ramadiansyah. Ukasyah Ukasyah. Abdurrahman hadi Dengan menginternalisasikan nilai-nilai ajaran hidup dan kehidupan kepada seseorang dalam rangka membentuk karakter serta kepribadian ke arah yang lebih baik. Selain itu, pendidikan adalah suatu proses internalisasi dan transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pada diri peserta didik melalui penumbuhan dan pengembang potensi fitrahnya guna mencapai keselarasan kesempurnaan dalam segala aspek kehidupan. Didalam pendidikan tentunya tidak terlepas dari pembelajaran. Pembelajaran sendiri berasal dari kata belajar, yang menurut KBBI, yaitu usaha memperoleh kepadaian atau ilmu. Tujuan pendidikan sebagaimana diamanatkan konstitusi adalah memanusiakan manusia. Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh dan untuk Masyarakat melahirkan beberapa lembaga pendidikan nonformal sebagai bentuk tanggung awab masyarakat terhadap pendidikan. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang terikat oleh kesatuan bangsa, negara, kebudayaan, dan agama. Setiap masyarakat, memiliki cita-cita yang diwujudkan melalui peraturan-peraturan dan sistem kekuasaan tertentu. Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam. Akan tetapi sebagian masyarakat Indonesia masih ada yang acuh terhadap kitab yang menjadi pedoman hidupnya yaitu Al-Quran. Berdasarkan data survei yang di ambil dalam sebuah artikel yang dilakukan oleh Fitriyani dan Hayati, bahwa dari sekitar 225 juta muslim di Indonesia terdapat 54% Muslim Indonesia belum bisa baca Al-Quran dan 46% muslim yang sudah mampu membaca AlQuran beserta tajwidnya. Sebagai seorang muslim sebelum mengajarkan, memahami dan mengamalkan kedalam kehidupan sehari-hari, hal utama yang harus dipelajari yaitu membaca AlQuran dengan baik dan benar (Wardhani & Astriani, 2. Maka sungguh memprihatinkan melihat realita yang ada, bahwasanya banyak diantara kaum muslimin yang belum bisa membaca Al-Quran, melihat sarana-sarana untuk belajar Al-Quran mudah untuk didapati. Salah satu dari sarana tersebut adalah Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Quran yang berada di tengah masyarakat, lembaga ini berperan sangat penting dalam memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran sejak usia dini. Sehingga, dalam proses pembelajarannya menitikberatkan pada membaca Al-Quran dengan ditambah orientasi untuk pembentukan akhlak dan kepribadian Islamiyah pada diri anak. Dalam TPQ juga, anak didik diharapkan tidak hanya cerdas secara intelek dan emosional akan tetapi juga cerdas dalam hal rohani yang mulai dibangun sejak usia Melalui TPQ yang telah tersebar di berbagai daerah, ini telah memberikan andil yang besar Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Optimalisasi TPA Masjid Darul MuAotashim MelaluiA dalam pengenalan Al-Quran kepada generasi muda kaum muslimin. TPQ juga sebagai salah satu sarana dakwah Islam yang dirancang sesuai dengan kebutuhan Dalam dakwah Islam melalui TPQ, anak diajarkan bagaimana mulai mengenal huruf hijaiyah, mampu membacanya, mampu menulisnya, dan sampai pada bacaan al-Quran. Dalam TPQ tidak hanya diajarkan Baca Tulis al-Quran saja, tetapi juga diperkenalkan dengan ajaran-ajaran dasar Islam, seperti cara berwudlu dengan benar, bacaan-bacaan ketika wudlu, cara sholat dengan benar, bacaanbacaan sholat, dan seterusnya. Para ustadz/ustadzah juga mengenalkan sejarah nabi, cerita para nabi, cerita-cerita sejarah Islam yang dirangkum sesuai dengan bahasa anak. Berdasarkan hal yang telah disebutkan, maka telah nampak jelas akan pentingnya keberadaan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dalam pengenalan Al-Quran kepada generasi muda. Tidak hanya itu. TPQ juga berperan dalam memperbaiki akhlak anak didik. TPQ masjid Baitul MuAothasim yang terletak di Dusun Piyaman II. Desa Piyaman. Kecamatan Wonosari. Kabupaten Gunung Kidul, berupaya berkontribusi dalam pendidikan dan dakwah Islam di Desa Piyaman. TPQ Baitul MuAothasim sendiri adalah lembaga yang dimiliki perorangan. Penanggung jawab dari TPQ Baitul MuAothasim sendiri adalah Pak Suhaimin selaku ketua taAomir masjid baitul muAotashim pencetus. Pengajar di TPQ ini adalah ibu Sri. Sebelumnya pernah ada pengajar lain, namun itu tidak berlangsung lama, dikarenakan pengajar tersebut menikah dan ikutUsuaminya keluar kota dan ada gurunya melanjutkan kuliah dan memutuskan tidak mengjar lagi di TPQ sehingga TPQ fakum dan berjalan hanya pada bulan ramadhan saja, maka dari itu dengan ada nya mahasiswa KKN harapan dari ketua taAomir masjid bisa mengaktifkan lagi TPQ yang sudah lama fakum. Adapun Jumlah santri TPQ ini sebanyak 20 orang Bahan ajar yang digunakan di TPQ adalah buku mengaji IQROAo Jilid 1-6, kemudian dilanjutkan ke Al-Quran. Pengajaran doAoa-doAoa harian, selain dari pembelajaran Iqra kami juga mengajarkan doAoa harian juga adab harian, tujuannya agar anak-anak dapat ber-akhlak mulia terhadap dirinya terlebih terhadap Ilmu. Hal ini kami terapkan berdasarkan apa yang kami terima dari BADKO (Badan Kordinas. BADKO adalah organisasi resmi yang diakui oleh Kementerian Agama, dalam kurikulum BADKO didalamnya ada beberapa tingkatan kurikulum. Maka ketika kami konsultasi bersama tokoh yang sukses menjalankan TPQ sampai 500 an siswa/i (Ustadz Abduh Tuasika. sebagai langkah awal kita diharap bisa menemui BADKO dengan tujuan ada pembinaan berlanjut mengenai keberlangsungan jangka panjang TPQ Masjid Baitul MuAotashim. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Feri Ramadiansyah. Ukasyah Ukasyah. Abdurrahman hadi Terbatasnya waktu KKN Al-Munawwir STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya yang hanya 1 bulan (Januar. , membuat kami mencari berbagai cara untuk menghidupkan TPQ ini agar terus berjalan, bukan hanya ketika Ramadhan saja, sebagaimana harapan dari taAomir masjid (Pak Suhami. Faktor terbesar tidak berjalannya TPQ ialah kurangnya SDM pengajar TPQ. Aubanyak orang yang mampu, namun sangat sedikit yang mauAy. begitu juga yang terjadi di dusun piyaman II, ada yang mampu namun dia tidak bisa menjadi pengajar TPQ karna kesibukan dalam rumah tangga pekerjaan, dll. bekerjasama dengan BADKO, merupakan satu langkah dari kami, agar TPQ masjid baitul MuAotashim mendapatkan perhatian ketika kami sudah kembali dari KKN ini. Rumysho Academy merupakan kepanjangan dari program dari Yayasan DarusSholihin yang dibina oleh Ustadz Abduh Tuasikal. Rumaysho Academy mempunyai program jangka panjang yaitu Aumen-sertifikasi guru-guru TPQ se-gunungkidul dan pemberdayaan wirausaha untuk TPQ, dengan tujuan agar pengajar TPQ memiliki standard yag selaras, dari TPQ yang berada di tengah perkotaan Wonosari, di desa-desa maupun di pelosok gunungkidul, agar apa yang diajarkan ada kurikulumnya dan Pelegalan TPQ menjadi target utama dalam KKN kali ini, setelah penuh telaah permasalahan yang ada di dusun Piyaman II ini, maka hal yang dapat kami lakukan ialah pelegalan TPQ Baitul MuAotashim di BADKO. kami KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya pelegalan dan harapan kami akan ada yang melanjutkan estafet pengoptimalan TPQ Masjid Baitul MuAotashim. METODE PENGABDIAN Pelaksanaan pengabdian di masyarakat yang dilakukan berupa Optimalisasi TPA Masjid Darul MuAotashim Melalui Mahsiswa KKN STAI Ali Bin Abi Thalib Di Dusun Piyaman II. Desa Piyaman. Kec. Wonosari. Kegiatan ini dilakukan tiga kali dalam satu pekan. Dalam kegiatan ini difokuskan kepada pendampingan tenaga pendidik agar anak-anak mampu terkoordinasi dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga memfokuskan kepada baca tulis anak-anak yang terdiri atas pelafalan dan tulisan. Agar pelaksanaan program kerja berjalan dengan baik, penulis melakukan empat tahap pendekatan, tahap sosialisasi. tahap persiapan dan perencanaan. tahap pelaksanaan. tahap evaluasi. Tahap sosialisasi. Kegiatan ini diawali dengan melakukan observasi pada hari rabu 3 Januari Observasi dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh data serta informasi mengenai TPA Masjid Baitul MuAotashim Dusun Piyaman II sekaligus meminta izin untuk melakukan program kerja yang terkait di tempat tersebut. Tahap persiapan dan perencanaan, sebelum melakukan pendampingan TPA Masjid MuAotashim, penulis melakukan pendekatan kepada anak-anak untuk mengetahui situasi dan kondisi Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Optimalisasi TPA Masjid Darul MuAotashim MelaluiA yang terjadi selama kegiatan baca tulis Al-QurAoan berlangsung. Dalam hal ini, penulis melakukan kegiatan perkenalan, mengamati tenaga pendidik dan berinteraksi dengan anak-anak yang belajar di Tahap pelaksanaan, pelaksanaan TPA Masjid Baitul MuAotashim dilakukan tiga hari dari hari jumAoat sampai ahad selama satu bulan. Pelaksanaan dilakukan dengan metode membaca doa seharihari, tadabbur surah-surah pendek dan saling tanya jawab bersama anak-anak serta membenarkan bacaan yang masih keliru. Pendampingan TPA Masjid Baitul MuAotashim ini diawali dengan ice breaking yang kemudian dilanjutkan dengan doa sehari-hari dan tadabur surah-surah pendek agar anak-anak menjadi tertib sesuai dengan arahan penulis dan tenaga pendidik serta menjadi semangat belajar dan mengingat kembali apa yang telah diajarkan. Setelah itu, anak-anak dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan kemampuan baca Al-QurAoan mereka yaitu iqro dan juz. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan yang dilakukan oleh KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya untuk mengoptimalisasi Taman Pembelajaran Al-QurAoan di dusun Piyaman II, desa Piyaman, kec wonosari, gunungkidul, selama 4 pekan tehitung dari tanggal 1sampai 31 Januari 2024 yang bertempat di masjid Baitul MuAotashim dan kami mengadakan kegiatan bimbingan belajar yang juga bertempat di masjid Baitul MuAotashim. Waktu pelaksanaan TPA tiga kali dalam sepekan : jumAoat, sabtu, dan minggu di sore hari, adapun bimbingan belajar (BIMBEL) dilaksanakan dua kali dalam sepekan yaitu : sabtu dan minggu. Mahasiwa KKN turut berpartisipasi dalam mengajar TPQ dengan memberikan pengetahuan mendasar mengenai Ilmu tajwid, memotivasi anak-anak agar cinta terhadap Al-QurAoan dan menikmati setiap proses pembelajaran, begitu juga ketika bimbel, kami berbagi wawasan yang kami tahu berssama anak-anak dan membangun suasana belajar ceria, juga kami sisipkan motivasi kepada mereka agar selalu giat belajar dan bisa terus dipraktekan metode kami ini walaupun kami telah usai dari pengabdian masyarakat ini. Selama kegiatan pengabdian yang berupa pengoptimalisasian Taman Pendidikan Al-QurAoan peneliti menemukan beberapa permasalahan serta perikulaku yang kurang konsisten dari Pembelajaran Al-QurAoan. berdasarkan hasil observasi TPQ ada beberapa hal berikut : Kurangnya SDM pengajar . Terbatasnya buku panduan yang digunakan untuk pembelajaran . Belum siapnya diadakan iuran TPA untuk menunjang SDM dan tanggung jawab anak-anak . Belum legalnya TPA dari BADKO atau RPM guna mendapatkan pengawasan jangka panjang. Beberapa rangkaian masalah diatas masing-masing memiliki efek yang cukup besar. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Feri Ramadiansyah. Ukasyah Ukasyah. Abdurrahman hadi Kurangnya SDM pegajar membuat redupnya TPA dan TPA aktif kembali di bulana Ramadhan dalam artian TPA hanya aktif 1 kali dalam setahun yaitu di momer puasa Ramadhan, karna pada saat itu ada guru dan anak-anak gemar datang ke masjid untuk mengisi waktu sebelum berbuka. Buku panduan disini kami menggunakan buku Iqra, terbatasnya buku Iqra membuat anak-anak sedikit kesulitan karena harus bergantian sehingga kurangnya persiapan atau pengulangan materi yang telah dipelajari, maka dari salah satu dari Program KKN kami ialah AuTebar Buku Iqra dan DoAoa HarianAy dengan harapan anak-anak lebih maksimal lagi dalam mempelajari Iqra dan bisa diulang ketika dirumah bersama orangtua mereka, dengan begitu kami selipkan juga doAoa dan harapan yang tinggi agar orangtua bisa lebih perhatian terhadap perkembangan pendidikan agama anaknya. Iuran pada hakikatnya diadakan untuk keberlangsungan TPA, untuk pengadaan fasilitas TPA, tunjangan guru TPA, dan yang terpenting untuk menumbuhkan rasa TanggungJawab/perhatian dari para orangtua anak-anak dan pengajar TPA. Permasalahan berikutnya ialah mengenai pelegalan TPA Masjid Baitul MuAotahsim dari BADKO atau RPM, mengapa kami anggap masalah mengenai belum legalnya TPA disini, karena akan banyak keuntungan didapat jika kita mendapatkan sertifikat legal. BADKO merupakan organisasi resmi yang diakui oleh Kemenag. Memiliki buku panduan yang bertingkat dan terarah Guru mendapatkan pelatihan yang bertingkat Informasi mengenai kegiatan-kegatan TPA akan mudah didapat, dari tingkat kecamatan sampai provinsi/nasional. BADKO diikutsertakan dalam program Rumaysho Academy yaitu Aomensertifikasi guru-guru TPA se-GunungKidulAo. TPA akan dibantu untuk pengurusan pelegalan ke Kementerian Agama oleh BADKO. TPA akan mendapatkan pengawasan atau bimbingan jika mendapati kesulitan. Banyak keuntungan yang akan didapat InysaAllah jika TPA ini mendapatkan legalisasi. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Optimalisasi TPA Masjid Darul MuAotashim MelaluiA Kegiatan TPA Kegiatan Bimbingan Belajar Pembagian Buku Iqra Pembagian buku Iqra, setelah anak-anak terbagi sesuai kemampuan bacaannya, lalu kami bagikan buku Iqro untuk anak-anak TPA Masjid Baitul MuAotashim dengan tujuan agar memotivasi semangat anak-anak dalam mengikuti TPA, buku Iqro kami berikan kepada setiap anak yang mengikuti TPA. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Feri Ramadiansyah. Ukasyah Ukasyah. Abdurrahman hadi Pembagian buku DoAoa harian. Pembagian buku doAoa harian. sebagaimana disampaikan oleh BADKO, diantara kurikulum TPA ialah hendaknya kita mengajarkan juga doAoa-doAoa harian, maka dari itu untuk menunjang kurikulum yang disarankan oleh BADKO, kami berusaha mengajarkan doAoa harian kepada anak-anak di akhir sesi pembelajaran TPA disetiap pertemuan, dan kami berikan buku doAoa harian kepada anak TPA undengan tujuan agar anak-anak bisa mengulang-ulang doAoa yang baru dipelajari dan mudah dalam mengamalkannya. Membangun hubungan deengan subjek penelitian yaitu anak-anak TPA dan Ankak-anak bimbingan belajar, dimulai dengan mengumpulkan mereka di hari jumAoat tanggal 5, untuk mengobservasi dan diskusi kapan anak-anak dapat mengikuti TPA, lalu pada hari sabtu tanggal 6 Januari kami sudah memulai kegiatan TPA, lalu setelah itu di minggu pagi kita adakan bimbel, pada mulanya dipekan pertama, para siswa/i TPA hanya terhitung jari, namun Alhamdulillah di pekan ke2, peserta didiik TPA dan bimbel kian bertambah. Kehadiran mahasiswa KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya membuat TPA dan bimbel kembali hidup setelah lama redup dari bulan Ramadhan tahun 2023, pada mulanya TPA hanya diadakan 1 pekan tiga kali yaitu di jumAoat-minggu sore, namun atas permintaan anak-anak dan dukungan orang tua untk ditambah jam belajarnya, maka kami adakan juga di setiap malamnya baAoda sholat maghrib. Hasil realisasi kegiatan tersebut memberikan banyak dampak positif bagi anak-anak TPA maupun Bimbingan Belajar. Orang tua terkadang turu serta hadir menemani anaknya untuk belajar TPA. Dampak positif ini dapat dilihat dari kehadiran anak-anak yang kian bertambah disetiap Tahap evaluasi, kegiatan ini berupa penyetoran hafalan surah-surah pendek dan doa Hal ini bertujuan sebagai salah satu dasar untuk malatih tingkat hafalan anak Ae anak dan mengetahui hasil perkembangan belajar anak. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Optimalisasi TPA Masjid Darul MuAotashim MelaluiA Kegiatan Bimbingan belajar, hasilnya dapat dilihat ketika lomba Cerdas Cermat Islam tingkat Piyaman (Keluraha. , dengan peserta 2 siswi dari sekolah negri dan seorang dari sekolah agama/MI, berlomba dengan anak-anak dari MI, walaupun tidak menjadi yang nomor I, anak-anak Bimbingan belajar Baitul MuAotashim dapat bersaing dan mendapati Juara i. Alhamdulillah, merupakan suatu gambaran hasil dari apa yang diterapkan oleh KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Simpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah dijelaskan diatas,dapat disimpulkan bahwa inti masalah di TPA Masjid Baitul MuAotashim dusun Piyaman II yaitu . Kurangnya Pengajar TPA yang berdampak tidak berjalannya TPA Di masjid Baitul MuAotashim, . Kurangnya buku panduan belajar, . Dan belum adanya legalitas/terdaftar di BADKO guna untuk membina dan mengawasi keberlangsungan TPA dari segi kurikulum dan kualitas pengajarnya. Untuk mengoptimalisasi TPA tersebut. Mahasiswa KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya ikut andil dan terjun langsung dalam proses kegiatan pembelajaran dengan mengajar TPA secara rutin lalu mengajarkan ilmu tajwid, pengetahuan islam dan doAoa-doAoa harian. Menjalankan kegiatan bimbingan belajar, dengan membantu anak-anak menyelesaikan pelajaran yang dirasa sulit oleh anakanak dan kami membiasakan pada anak-anak agar selalu mempersiapkan diri atau pelajaran untuk esok harinya Untuk Takmir masjid dan masyarakat sekitar hendaknya lebih perhatian lagi terhadap pendidikan agama anak-anak sejak dini, pembelajaran Al-QurAoan sejak dini akan sangat kuat membekas dihatinya, memotivasi anak dan mengevaluasi materi yang sudah disampaikan oleh guru anaknya, dengan demikian anak akan mengerti bahwasanya pembelajaran agama merupakan hal yang penting. DAFTAR PUSTAKA / REFERENCES