Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM AKTIVITAS SENAM BERIRAMA PADA SISWA KELAS VI SDN SIWALANKERTO II SURABAYA Riries Wahyu Nugrahaini SDN Siwalankerto II Surabaya e-mail: riries. wn@gmail. ABSTRAK Penerapan metode Discovery Learning pada kegiatan pembelajaran siswa kelas VI SDN Siwalankerto II diperlukan dalam rangka meningkatkan hasil belajar senam berirama. Berdasarkan temuan guru PJOK, siswa masih belum memenuhi standar nilai yang telah Olehkarena itu diperlukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan hasil belajar khususnya dalam senam berirama. Tujuan penelitian ini yaitu ingin memperbaikai aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar senam berirama melalui penerapan metode Discovery Learnin. Desain penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan beberapa tahapan. Objek dan subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VI SDN Siwalankerto II Kota Surabaya. Instrumen pengambilan data menggunakan jenis tes dan observasi. Analisis data meliputi persentase, ketuntasan individu, dan ketuntasan klasikal, serta persentase peningkatan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Persentase aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I, kategori Baik Sekali 0%. Kategori Baik 17%, kategori Cukup 30%, dan 53% masuk pada kategori Kurang. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan persentase skor aktivits belajar siswa yaitu terdapat 30% siswa masuk kategori Bai Sekali, 57% siswa masuk pada kategori Baik, 13 Siswa masuk pada kategori Cukup, dan pada siklus II tidak ada siswa yang masuk pada kategori Kurang. Selanjutnya persentase peningkatan hasil belajar klasikal pada siklus I hanya 36% meningkat menjadi 86% pada siklus II. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu penerapan metode Discovery Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar senam berirama pada siswa kelas VI SDN Siwalankerto II. Kata Kunci: Discovery Learning. Hasil Belajar. Senam Berirama ABSTRACT The application of the Discovery Learning method in the learning activities of the VI grade students of SDN Siwalankerto II is needed in order to improve the learning outcomes of rhythmic gymnastics. Based on the findings of PJOK teachers, students still do not meet the predetermined standard values. Therefore, concrete steps are needed to improve learning outcomes, especially in rhythmic gymnastics. The purpose of this study is to improve student Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio activities in participating in learning and improve learning outcomes of rhythmic gymnastics through the application of the Discovery Learnin method. The research design used is Classroom Action Research using several stages. Objects and subjects in this study were students of class VI SDN Siwalankerto II Surabaya City. The data collection instrument used a type of test and observation. Data analysis includes the percentage, individual completeness, and classical completeness, as well as the percentage of improvement. The results of the study illustrate that the percentage of student activity in learning activities in the first cycle, 0% Very Good category, 17% Good Category, 30% Enough category, and 53% in the Less category. Whereas in the second cycle there was an increase in the percentage of student learning activity scores, namely there were 30% students in the Bai Once category, 57% of students in the Good category, 13 students in the Enough category, and in the second cycle there were no students who were in the Less category. Furthermore, the percentage increase in classical learning outcomes in cycle I was only 36% increasing to 86% in cycle II. The conclusion in this study is that the application of the Discovery Learning method is effective in improving the learning outcomes of rhythmic gymnastics in class VI SDN Siwalankerto II students. Keywords: Discovery Learning. Learning Outcomes. Rhythmic Gymnastics Pendahuluan Pendidikkan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran yang ada mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Kenapa mata pelajaran PJOK diberikan di hampir semua jenjang pendidikan mengingat betapa pentingnya peran PJOK dalam perkembangan peserta didik. Seperti yang telah banyak dituliskan diberbagai artikel ilmiah, tujuan pembelajaran PJOK di sekolah yaitu dalam rangka mengembangkan keterampilan dalam rangka pengelolaan diri agar dapat mengembangkan dan memelihara kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai macam aktivitas jasmani. Tercapainya tujuan pembelajaran PJOK sangat ditentukan oleh kualitas guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Hal itu penting diperhatikan mengingat bahwa perangkat pembelajaran dapat dikatakan sebagai pemandu jalannya kegiatan Tentunya dalam penggunaan perangkat pemebalajaran yang meliputi silabus. RPP, bahan ajar, dan lembar penilaian haruslah mengikuti standar proses. Lebih jauh, perangkat pembelajaran diartikan sebagai alat atau perlengkapan untuk Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio melaksanakan proses yang memungkinkan pendidikan dan peserta didik melakukan kegiatan pemebelajaran (Zuhdan, dkk. 2011: . Uraian Kemendiknas . 0: . dalam penyajian perangkat pembelajaran khususnya RPP, disusun dengan mengutamakan proses pembelajaran secara aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Selain itu. RPP disusun hendaknya dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif serta memberikan ruang yang cukup dalam hal prakarsa, kreativitas, serta kemandirian sesuai minat dan bakat peserta Jika kita cermati penjelasan tersebut, diperlukan suatu analisis yang dalam sehingga guru dapat menyusun RPP dan perangkat pembelajaran lainnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Rencana pembelajaran memegang peran penting mengingat didalamnya karena memuat keseluruhan isi kurikulum yaitu dalam bentuk materi ajar. Pemilihan materi pembelajaran yang berasal dari berbagai sumber belajar diharapkan dapat mencapai kopetensi inti maupun kopentensi dasar yang telah Dalam rangka usaha untuk memudahkan guru menyusun dan menyajikan materi ajar diperlukan pengorganisasian materi ajar yang telah dikembagkan dalam bentuk bahan ajar sehingga peserta didik mudah menerima materi pembelajaran. Pentingnya pengembangan bahan dalam rangka untuk menjabarkan materi pokok yang terdapat dalam standar isi, mengingat dalam standar isi hanya memuat materi pokok. Penyajian bahan ajar disesuaikan dengan model pembelajaran yang telah dipilih dalam RPP yang telah disusun sebelum pelaksanaan pembelajaran. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru PJOK di SDN Siwalan kerto II terhadap siswa kelas VI dalam mengikuti pembelajaran senam berirama masih jauh dari harapan. Temuan tersebut diantaranya terkait dengan tinngkat partisipasi siswa yang masih kurang. Kecenderungan siswa merasa bosan, siswa belum memiliki pengetahuan tentang senam berirama, dan kecenderungan siswa hanya menerima Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio contoh peragaan dari guru. Kondisi tersebut tentu berdampak pada hasil berlajar sehingga capaian pembelajaran jauh di bawah standar KKM. Dalam rangka menyelesaikan permasalahan tersebut, beberapa upaya yang dilakukan guru perlu dilakukan pencermatan agar lebih spesifik dalam menentukan solusi permasalahan. Terkait dengan permasalahan tersebut penting berpegangan pada pendapat Poerwati . yang dikutip pula oleh Dahlan, . 2: . mengatakan bahwa keberhasilan belajar siswa biasanya dapat diketahui dari hasil Dimana jika dicermati lebih jauh bahwa hasil belajar tentu meliputi aspek kognitif, afektif, dan Psikomotor. Untuk dapat mencapai keberhasilan belajar siswa maka diperlukan suatu cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan proses Salah satu langka nyata yang dilakukan oleh guru yaitu menggunakan model pemelajaran Discovery Learning. Model pembelajaran Discovery Learning, cara untuk menyampaikan ide atau gagasan lewat penemuan (Roestiyah, 2001: . Model pembelajaran Discovery Learning pada mulanya dikenalkan oleh Bruner. Dimana Bruner menjelaskan model pembelajaran Discovery Learning merupakan metode belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan dari prinsi-prisnsip umum praktis berdasarkan contoh pengalaman. Pembelajaran penemuan juga merupakan salah satu metode pembelajaran dimana siswa selalu didorong untuk dapat belajar sendiri melalui keterlibatan aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip (Ilahi, 2012: . Penjelasan lebih lanjut terkait dengan model pembelajaran Discovery Learning yaitu sebagai salah satu model pembelajaran khususnya terkait dengan keterampilan guru dalam merancang, mengembangkan, dan mengelola sistem pembelajaran menggairahkan dan memiliki keterampilan hidup (Farhatani, 2014: . Penjelasan tersebut dapat diartikan bahwa, salah satu bentuk inovasi perombakan berbagai Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio macam interaksi yang ada didalam dan di sekitar komponen belajar. Sehingga berdasarkan penjelasan tersebut, maka penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat digunakan oleh Guru PJOK di SDN Siwalankerto II dalam rangka menyelesaikan permasalahan berdasarkan hasil observasi yang telah ditemukan. Hasil Mona Ekawati . menyimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa pada Tema II siswa kelas V SDS IT Mutiara Tahun Pelajaran 2017/2018 setelah guru menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian lain yang dilakukan oleh Muhammd Kautsar, dkk . menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan model Discovery Learning lebih menyenangkan dan dapat mendorong peserta didik untuk dapat mencari dan menemukan penyelesaian permasalahan sehingga meteri pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dapat mereka kuasai. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada pembelajaran yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti, maka begitu pula dengan rencana guru PJOK di SDN Siwalankerto II untuk menerapakan model pembelajaran Discovery Learning pada senam berirama. Diharapkan dengan kegiatna penelitian tindakan kelas yang dilakukan dapat meningkatkan hasil berlajar siswa sesuai dengan standar KKM yang telah ditentukan. Selain itu, dengan penerapan metode Discovery Learning, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif dari siswa dalam proses mencari dan menemukan pengetahuan terkait pembelajaran senam berirama melalui berbagai ragam media belajar yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang menurut Arikunto. S . 0: . didefinisikan sebagai penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam atau di sekolah tempat guru mengajar dengan tujuan untuk Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. Selain itu, merujuk pendapat Ermalinda dan Paizaluddin . 4: . menjelaskan bahwa penelitian tindakan merupakan proses yang mengevaluasi kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara sistematik dan menggunakan teknik-teknik pembelajaran yang relevan. Pada penelitian ini populasi penelitian yaitu siswa kelas VI SDN Siwalankerto II Surabaya yang berjumlah 30. Sedangkan sampel penelitian diambil 1 kelas. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu observasi langsung, dan teknik tes. Setelah data diperoleh, selanjutnya dilakukan analisis terhadap data tersebut dengan analisis deskriptif meliputi persentase, ketuntasan individu, dan ketuntasan klasikal, serta persentase peningkatan. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data yang dilakuka oleh guru PJOK SDN Siwalankerto II Surabaya pada siklus I dan siklu II akan diuraiakan secara rinci sehingga dapat diinterpretasikan dengan mudah. Berikut merupakan hasil Aktifitas belajar senam berirama siswa kelas 6 SDN Siwalan kerto pada siklus I dan Sikluas II. Tabel 1. Hasil Aktivitas Belajar Siswa Siklus I & Siklus II Responden Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Siklus I Ket Siklus II Ket Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 Responden e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Siklus I Ket Siklus II Ket Tabel 1. Hasil aktivitas pembelajaran siswa kelas VI SDN Siwalankerto pada siklus I menunjukkan bahwa sebanyak 5 siswa masuk dalam kategori Baik, 9 siswa dalam kategori Cukup, dan 16 siswa masuk dalam kategori Kurang. Setelah dilakukan perbaikan dengan menggunakan model belajar Discovery Learning pada siklus II, diperoleh peningkatan skor aktivitas belajar siswa pada pembelajaran senam berirama. Gambaran peningaktan skor dapat dilihat dari tabel 1 Hasil aktivitas pembelajaran siswa kelas 6 SDN Siwalankerto pada kolom siklus II yaitu sebanyak 9 siswa masuk dalam kategori Sangat Baik, 17 siswa masuk dalam kategori Baik, dan 4 siswa masuk dalam kategori Cukup. Adanya peningkatan aktivitas belajar siswa kelas VI dalam pembelajaran senam berirama dipengaruhi dari penggunaan metode Discovery Learning. Dimana guru di awal pembelajaran memberikan stimulasi atau rangsangan terhadap siswa yaitu dengan memberikan penugasan terkait dengan senam berirama. Selanjutnya guru memberikan kesempatan terhadap siswa untuk mencari solusi permasalahan yang diberikan oleh guru. Guru juga menginstruksikan untuk mencari informasi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio sebanyak-banyaknya terkait pembelajaran senam berirama. Disini siswa ternyata berusaha mencari contoh gerakan senam berirama melalui handphone yaitu aplikasi Siswa secara berkelompok mempelajari hasil temuan yang telah mereka Persentase peningkatan secara rinci dapat dilihat melalui gambar diagram berikut ini. Gambar 1. Diagram Persentase aktivitas Belajar Siswa Siklus I dan II Pada gambar 1. Diagram persentase aktivitas belajar siswa, dapat dilihat bahwa pada siklus I, kategori Baik Sekali 0%. Kategori Baik 17%, kategori Cukup 30%, dan 53% masuk pada kategori Kurang. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan persentase skor aktivits belajar siswa yaitu terdapat 30% siswa masuk kategori Bai Sekali, 57% siswa masuk pada kategori Baik, 13 Siswa masuk pada kategori Cukup, dan pada siklus II tidak ada siswa yang masuk pada kategori Kurang. Paparan data ketuntasan belajar siswa selanjutnya akan diuraikan secara rinci agar mudah dipahami. Pada pembelajaran senam berirama, guru menentukan KKm Dimana jika terdapat siswa yang nilai dibawah 75 dinyatakan belum memenuhi standar nilai KKM. Gambaran data hasil ketuntasan belajar siswa kelas VI pada pembelajaran senam berirama dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Siklus I & Siklus II Responden Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Siklus I Skor Ket Siklus II Skor Ket Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 Responden e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Siklus I Siklus II Skor Ket Skor Ket Berdasarkan tabel 2. Hasil belajar siswa kelas VI dalam pembelajaran senam berirama pada siklus I dan II diperoleh gambaran bahwa pada siklus I sebanyak 11 siswa masuk pada kriteria nilai ketuntasan dan 19 siswa masuk pada kriteria tidak Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar, dimana siswa yang masuk pada kriteria Tuntas sebanyak 26 siswa dan sisanya terdapat 4 siswa yang belum tuntas. Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Pada siklus II terdapat siswa yang masih belum tuntas dikarenakan adanya kendala pada siswa yang masih belum maksimal dalam mempraktikkan gerak senam berirama. Dimana siswa masih belum percaya diri, dan dari segi penguasaan gerak dasar masih kurang. Dengan penerapan model pembelajaran Discovery Learning efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VI SDN Siwalankerto II dan meningkatkan hasil belajar. Nampak peningkatan tersebut pada persentase ketuntasan klasikal yang semula pada siklus I hanya 36% meningkat menjadi 86% pada siklus II. Kesimpulan dan Saran Berpijak dari paparan data yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat Discovery Learning meningkatkan hasil belajar senam berirama pada siswa kelas VI SDN Siwalankerto II. Persentase aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I, kategori Baik Sekali 0%. Kategori Baik 17%, kategori Cukup 30%, dan 53% masuk pada kategori Kurang. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan persentase skor aktivits belajar siswa yaitu terdapat 30% siswa masuk kategori Bai Sekali, 57% siswa masuk pada kategori Baik, 13 Siswa masuk pada kategori Cukup, dan pada siklus II tidak ada siswa yang masuk pada kategori Kurang. Selanjutnya persentase peningkatan hasil belajar klasikal pada siklus I hanya 36% meningkat menjadi 86% pada siklus II. Penting untuk diingat bahwa tentu dalam proses penelitian dipengaruhi oleh berbagai ragam indikator sehingga dapat terjadi peningkatan hasil belajar. Dimana penting untuk guru untuk selalu mendesain perangkat pembelajaran yang sesuai sehingga hasil belajar dapat tercapai. Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Daftar Pustaka