(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. EFEKTIVITAS SPEKTROFOTOMETER DIBANDINGKAN FOTOMETER PADA PEMERIKSAAN KADAR BILIRUBIN DENGAN SAMPEL SERUM The Effectiveness of Spectrophotometers Compared to Photometers in Determining Bilirubin Levels Using Serum Samples Rolista Susilo Rahayu1. Arifiani Agustin Amalia2. Ismarwati3 1,2,3 Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Indonesia . mail korespondensi: rolistasusilorahayu14@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Bilirubin merupakan produk yang dihasilkan ketika heme yang dilepaskan dari sel darah merah dipecah oleh heme oksigenase di limpa. Saat ini alat yang masih sering digunakan untuk melakukan pemeriksaan bilirubin di laboratorium klinis adalah spektrofotometer dan fotometer. Alat spektrofotometer dan fotometer dapat melakukan pemeriksaan bilirubin dengan cara enzimatik dan metode yang digunakan yaitu JendrassikGroff. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas spektrofotometer dibandingkan dengan fotometer pada pemeriksaan bilirubin dengan sampel serum. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian experimental menggunakan pendekatan Cross-Sectional dengan metode pemeriksaan bilirubin total secara enzimatik menggunakan alat fotometer dan spektrofotometer, jumlah sampel sebanyak 37 menggunakan sampel serum probandus mahasiswa keperawatan Universitas AoAisyiyah Yogyakarta angkatan 2022. Hasil: Pemeriksaan bilirubin total menggunakan fotometer didapatkan hasil rata-rata 0,576, sedangkan spektrofotometer 0,578. Perbedaan hasil antara kedua alat tersebut tidak signifikan (P-Value > 0,. , yang menunjukkan bahwa kedua alat memiliki kinerja yang sebanding. Fotometer cukup efektif digunakan untuk pemeriksaan rutin karena praktis dan ekonomis, sementara spektrofotometer lebih unggul pada pemeriksaan yang membutuhkan akurasi, pesisi, dan sensitivitas lebih tinggi. Kesimpulan: Hasil uji dinyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifiikan dengan P-Value >0,05. Hal ini berarti kedua alat tersebut memberikan hasil yang sebanding. Kata kunci : Bilirubin Total. Spektrofotometer. Fotometer ABSTRACT Background: Bilirubin is a product produced when heme released from red blood cells is broken down by heme oxygenase in the spleen. Currently, the tools that are still often used to examine bilirubin in clinical laboratories are spectrophotometers and photometers. spectrophotometers and photometers can examine bilirubin enzymatically and the method used is Jendrassik-Groff. Objective: This study aims to determine the effectiveness of spectrophotometers compared to photometers in examining bilirubin with serum samples. Method: The type of research conducted is an experimental study using a Cross-Sectional approach with an enzymatic total bilirubin examination method using a photometer and spectrophotometer, the number of samples is 37 using serum samples of nursing students of Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta class of 2022. Results: The average result for total bilirubin testing using a photometer was 0. 576, while the average result for a spectrophotometer was | 26 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. The difference in results between the two devices was not significant (P-Value > 0. indicating comparable performance. The photometer is quite effective for routine testing due to its practicality and economy, while the spectrophotometer is superior for tests requiring higher accuracy, precision, and sensitivity. Conclusion: The test results stated that there was no significant difference with a P-Value> 0. This means that both tools provide comparable Keywords : Total Bilirubin. Spectrophotometer. Photometer PENDAHULUAN Hati atau liver merupakan salah satu organ yang penting bagi kehidupan manusia, hampir seluruh organ di dalam tubuh berkaitan dengan hati. Hati berperan sebagai penyaring semua darah yang berasal dari usus melalui vena porta, apabila fungsi hati tidak bekerja dengan sempurna maka fungsi organ lain juga akan terganggu. Fungsi hati terjadinya berbagai macam penyakit hati seperti hepatitis, kanker, hingga sirosis yang kuning pada bagian tubuh seperti kulit dan Munculnya warna kuning pada tubuh peningkatan kadar bilirubin dalam tubuh (Nurrofikoh et al. , 2. Bilirubin merupakan produk yang dihasilkan ketika heme yang dilepaskan dari sel darah merah dipecah oleh heme oksigenase di limpa. Enzim heme oksigenase akan mengubah heme menjadi biliverdin yang kemudian dengan cepat akan diubah kembali menjadi bilirubin oleh enzim biliverdin reductase (Hinds et al. , 2. Tingginya kadar bilirubin dapat berpotensi menjadi racun bagi tubuh, hal ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan parah pada otak (Maruhashi et al. , 2. Pemeriksaan bilirubin penting dilakukan untuk melakukan penilaian klinis serta memantau kadar bilirubin dalam tubuh melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan bilirubin dapat dilakukan dengan menggunakan High perfotmance Liquid Chromatography (HPLC). Pemeriksaan bilirubin menggunakan HPLC merupakan pemeriksaan yang menjadi baku emas, akan tetapi karena teknisnya yang sangat kompleks dan biasanya hanya terdapat pada laboratorium khusus maka hanya digunakan untuk tujuan penelitian saja (Rohsiswatmo & Amandito, 2. Saat ini alat yang masih sering digunakan untuk laboratorium klinis adalah spektrofotometer dan fotometer. Alat spektrofotometer dan fotometer dapat melakukan pemeriksaan bilirubin dengan cara enzimatik dan metode yang digunakan yaitu Jendrassik-Groff. Hal | 27 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. ini sejalan degan penelitian (Dewi, 2. , plasma lebih rendah dibanding serum bahwa metode Jendrassik-Groff adalah (Aryani et al. , 2. metode pemeriksaan bilirubin dengan waktu Penelitian inkubasi reagen terhadap serum yang tidak membutuhkan waktu begitu lama yaitu dilakukan oleh Andareas . , yaitu hanya tepat 5 menit. perbandingan hasil analisis kadar glukosa Berdasarkan hasil penelitian Suwandi darah, asam urat dan kolesterol total & Djohan, . , serum menjadi bahan menggunakan spektrofotometer uv-vis dan dalam proses pemeriksaan bilirubin, karena Penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan sumber cahaya menyebabkan perbedaan kadar bilirubin. Serum dihasilkan dari darah yang tidak Spektrofotometer dapat melakukan analisis dicampur dengan antikoagulan apapun, struktur kimia dan konsentrasi senyawa darah yang tidak dicampur antikoagulan akan membeku dan sel yang terdapat dalam darah akan mengalami kematian . pengukuran apabila suatu larutan diukur dan kemudian heme yang ada dalam sel akan intensitas cahayanya yang kemudian cahaya Heme memiliki peran penting tersebut ditransmisikan atau diabsorbsi pada proses pembentukan bilirubin yaitu dengan cara yang lebih sederhana. sebagai zat yang akan dipecah menjadi Berdasarkan prinsip dan fungsinya spektrofotometer dan fotometer, akan tetapi Selain serum, plasma juga dapat apakah hasil analisis yang diperoleh dari digunakan untuk pemeriksaan bilirubin. pengukuran kadar bilirubin pada sampel Namun, plasma melepaskan heme lebih serum menggunakan alat spektrofotometer sedikit karena adanya antikoagulan yang dan fotometer terdapat perbedaan atau tidak. mencegah pembekuan darah, sehingga sel Hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk Saat dibandingkan fotometer pada pemeriksaan mempertahankan sebagian komponennya, kadar bilirubin dengan sampel serum. sehingga kadar heme yang dilepaskan pada | 28 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan Universitas AoAisyiyah Yogyakarta dan sudah melalui uji layak etik oleh Komite Penelitian Kesehatan Universitas AoAisyiyah Yogyakarta dengan nomor keterangan layak etik No. KEP-UNISA / VII /2025. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2025 AoAisyiyah Universitas Yogyakarta. Penelitian menggunakan sampel serum mahasiswa Universitas AoAisyiyah Yogyakarta angkatan 2022. Jumlah sampel yang di teliti dihitung dengan menggunakan rumus slovin dan didapatkan 37 sampel yang dilakukan pemeriksaan bilirubin total. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu blue tip . 0 uL), fotometer, kapas alkohol, kuvet, mikropipet 100 uL, mikropipet 1000 uL, sentrifuge, spektrofotometer. Spuit 3cc, tabung vacutainer kuning, timer, tourniquet, tub vakum, yellow tip . uL). Bahan yang digunakan darah vena . dan reagen bilirubin merek Glory Diagnostics. dengan kriteria probandus dalam kondisi >18 UV-Vis Maskot fotometer 5010 VS RT-1094. Pemeriksaan menggunakan spektrofotometer dilakukan dengan menyiapkan tiga tub vakum yang diberi label reagent blank, sampel blank, dan Tabung reagent blank diisi dengan 1000 AAL reagen bilirubin, abung sampel blank diisi dengan 1000 AAL reagen R1 bilirubin dan 100 AAL serum, tabung sampel diisi dengan 1000 AAL reagen bilirubin dan 100 AAL serum, lalu dihomogenkan dan dipindahkan ke dalam kuvet dan dilakukan pembacaan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm. Sedangkan fotometer, dipipet sebanyak 1000 AAL reagen bilirubin ke dalam tabung, kemudian ditambahkan 100 AAL serum. Campuran tersebut dihomogenkan, diinkubasi selama 2 menit, lalu dilakukan pembacaan hasil Hasil pemeriksaan dari kedua metode dicatat dan Prosedur penelitian diawali dengan Pemeriksaan mengkonsumsi obat tertentu, tidak memiliki riwayat gangguan hati atau empedu, dan tidak memiliki riwayat kelainan darah. dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Analisis deskriptif, uji normalitas, serta uji paired efektivitas antara spektrofotometer dan fotometer dalam mengukur kadar bilirubin pada sampel serum. Seluruh rangkaian | 29 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. pemeriksaan dilakukan di Laboratorium deskriptif disajikan dalam dalam bentuk tabel. Kimia tabel data analisis deskriptif menyajikan Klinik Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. informasi kelompok data, jumlah data, mean Sebagai . ata-rat. Standar Deviation, presentase normal kadar bilirubin total adalah 1,0 selisih data. CV, dan Bias menghasilkan mg/dL. nilai yang melebihi ambang batas adanya gangguan yang terjadi pada fungsi fotometer dan spektrofotometer yang dapat hati, hemolisis, atau kelainan metabolism dilihat pada tabel 1 berikut: HASIL Hasil pengelolaan data dan analisis data secara Tabel 1. Data Hasil Analisis Deskriptif Metode Pemeriksaan Bilirubin Total Fotometer Mean . g/dL) Selisih Mean . g/dL) 0,576 Standar Deviation . g/dL) Bias (%) (%) 0,1640 -0,64 0,1584 -0,64 0,002 Spektrofotometer Berdasarkan tabel 1 nilai 0,578 distribusi data terhadap derajat penyebaran suatu data. Nilai (SD) pemeriksaan bilirubin 0,576 total dengan menggunakan fotometer dan mg/dL, sedangkan spektrofotometer sebesar spektrofotometer memiliki persebaran data 0,578 mg/dL, nilai mean yang diperoleh mendekati nilai mean yang tidak jauh Nilai Coeffecient of Variation (CV) pemeriksaan bilirubin total yang tidak jauh bertujuan melihat tingkat presisi suatu data yang diperoleh. Nilai (CV) 0,3%. Menurut Standar Deviation (SD) berfungsi (Kemenkes, 2. nilai (CV) yang diperoleh sebagai perhitungan variasi data, bentuk | 30 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. tidak melewati batas maksimum pada pemeriksaan yang dilakukan. Nilai bias pemeriksaan bilirubin total sebesar 7% Nilai bias bertujuan untuk mengukur dengan tepat nilai true value secara berulang, spektrofotometer sebesar -0,64% (Siregar et semakin dekat nilai yang diperoleh dengan , 2. nilai true value maka semakin akurat Tabel 2. Data Hasil Uji Normalitas Parameter Pemeriksaan P-Value Fotometer Spektrofotometer 0,066 0,061 Bilirubin Total Berdasarkan tabel 2 nilai hasil uji Shapiro-Wilk pemeriksaan kadar bilirubin dengan dapat diartikan kedua kelompok data ini terdistribusi normal dan dilanjutkan uji Paired Sampel Test (Ismail, 2. spektrofotometer dinyatakan P-Value >0,05. Tabel 3. Hasil Data Uji Paired Sample Test Parameter Pemeriksaan Metode Pemeriksaan Nilai Sig . -taile. Fotometer Bilirubin Total 0,922 Spektrofotometer Berdasarkan tabel 3 didapatkan hasil relative kecil dan tidak signifikan secara Paired Sample Test statistik (P-Value > 0,. Hasil yang spektrofotometer, dengan P-Value 0,922. Soalihah . , hal ini dapat terjadi karena memiliki prinsip pemeriksaan yang tidak PEMBAHASAN Hasil rata-rata pemeriksaan bilirubin total menggunakan spektrofotometer didapatkan sebesar 0,578, sedangkan menggunakan fotometer sebesar fotometer memiliki kesamaan prinsip dalam mengabsorbsi dan mentransmisikan cahaya. Hasil Paired P-Value Sample >0,05 Test 0,576. Perbedaan nilai rata-rata tersebut | 31 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. spektrofotometer dan fotometer terhadap yang sangat kecil dengan presisi tinggi, serta dapat menghasilkan spektrum lengkap untuk memberikan analisis yang lebih mendalam (Hakim & Haris, 2. Sebaliknya, spektrofotometer dan fotometer. Penelitian fotometer lebih sederhana, cepat digunakan, ini sejalan dengan penelitian Andareas . , hasil menunjukkan tidak terdapat meskipun hasilnya terbatas pada panjang perbedaan signifikan pada uji statistika gelombang tertentu (Skoog et al. , 2. antara alat spektrofotometer dan fotometer. Meskipun perbedaan ini tidak terdapat Secara spektrofotometer dan fotometer bergantung pada kebutuhan klinis maupun tujuan Fotometer unggul dari fotometer karena mampu efektif digunakan untuk pemeriksaan rutin mendeteksi perubahan konsentrasi dengan atau skrining pasien, karena hasilnya cepat, lebih teliti dan presisi. Spektrofotometer sederhana, ekonomis, serta sudah memadai memiliki keunggulan dalam menentukan untuk mendeteksi kadar bilirubin dalam panjang gelombang tertentu sedangkan fotometer hanya bisa menggunakan panjang Hal ini sejalan dengan penelitian gelombang yang telah ditentukan (Shi et al. Soalihah . , yang menunjukkan bahwa Skoog et al. , 2. Walaupun hasil pemeriksaan kadar trigliserida dengan terdapat perbedaan teknis pada kedua alat, penelitian ini memperlihatkan bahwa hasil spektrofotometer, sehingga fotometer tetap yang diperoleh masih setara. dapat digunakan untuk pemeriksaan rutin. Berdasarkan Namun pada pasien dengan kondisi berat spektrofotometer memiliki efektivitas yang atau kasus yang membutuhkan ketelitian tinggi seperti hiperbilirubinemia berat pada Spektrofotometer UV-Vis bekerja dengan neonatus atau gangguan hati kompleks, spektrofotometer lebih direkomendasikan. Spektrofotometer monokromator yang membuat hasilnya lebih memilih panjang gelombang spesifik dan sensitif dan akurat, spektrofotometer juga sensitivitasnya lebih tinggi, sehingga akurasi memiliki Limit Of Detection (LOD) rendah, sehingga dapat mendeteksi kadar bilirubin fotometer (Rusady, 2. | 32 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Hasil yang tidak berbeda signifikan kurang tepat, teknik homegenisasi yang pada penelitian ini menunjukkan bahwa kurang sempurna, waktu inkubasi yang melebih waktu rekomendasi, dan standar dipengaruhi oleh jenis alat, tetapi juga dapat prosedur operasional yang tidak sesuai. dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas Sedangkan pada tahapan pasca analitik, reagen, kondisi sampel, serta prosedur kesalahan dapat berupa proses pencatatan hasil yang tidak tepat, pengunaan satuan hasil bilirubin total, reagen harus disimpan pada tidak sesuai, serta interpretasi hasil yang tidak sesuai (Wijayati & Ayuningtyas, 2. Saat 2-8Ac. Kualitas sampel serum juga pemeriksaan, sehigga harus dijaga agar tidak Sampel serum lipemik dan kondisi pasien yang mengonsumsi obat tertentu dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan, sehingga pada penelitian ini sampel telah melewati tahap skrining sebelum pemeriksaan untuk memastikan tidak ada faktor pengganggu laboratorium juga dapat berasal dari tahapan pra analitik, analitik, maupun pasca analitik. Berdasarkan telah dilakukan bahwa efektivitas antara alat disebabkan oleh proses pra analitik yang pemeriksaan bilirubin total menggunakan sampel serum dinyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan P-Valiue >0,05 sehingga kedua alat memberikan hasil yang sebanding dan sama-sama efektif untuk Fotometer dinilai lebih praktis dan ekonomis untuk pemeriksaan rutin atau sampel, transportasi sampel, penerimaan, pengkodean sampel serta kalibrasi alat. Pada tahap analitik, kesalahan dapat terjadi pada proses pemipetan sampel atau reagen yang sensitivitas, sehingga lebih tepat digunakan pada pasien dengan kondisi klinis yang Bagi peneliti selanjutnya diharapkan kesalahan hasil pemeriksaan laboratorium skrining, sedangkan spektrofotometer lebih (Suwandi & Djohan, 2. Selain KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang dapat melakukan penelitian serupa dengan menggunakan pooled sera atau serum kontrol terstandardisasi dan meminimalisir bias antar Selain itu peneliti selanjutnya juga | 33 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. pemeriksaan atau menggunakan instrumen Kimia Sains dan Aplikasi Sintesis yang berbeda untuk memperkuat hasil Fotokatalis ZnO-Al dan Aplikasinya Bagi instansi kesehtan, disarankan pada Degradasi Fenol dan Reduksi Cd (II) Secara Simultan. Jurnal Kimia Sains lebih mengutamakan penggunaan spektrofotometer dibanding fotometer, karena Dan Aplikasi, 19. , 7Ae10. spektrofotometer memiliki tingkat akurasi. Hinds. Adeosun. Alamodi. presisi, dan sensitivitas yang baik dalam , & Stec. Does bilirubin PPAR mendukung hasil pemeriksaan klinis. receptor? Med Hypotheses, 95. , 54Ae DAFTAR PUSTAKA