Volume 1 No 1 Tahun 2019 Hlmn. Artikel Masuk: 7 Juli 2019 | Artikel Diterima: 6 Oktober 2019 Catatan diskusi buku memeriksai pemikiran islam hos tjokroaminoto Aoalam Khozin Universitas Muhammadiyah Malang. Jl. Raya Tlogomas no 246 Malang. Indonesia, *Khozin23@yahoo. *surel korespondensi: Khozin23@yahoo. Abstrak Tulisan ini merupakan pemikiran sang penelaah buku Memeriksai AoAlam Kebenaran karya HOS Tjokroaminoto yang terdiri dari pandangan Pak Tjokro dan penelusuran biografi serta pemikiran. Penulis merasa Pak Tjokro menangkap apinya Islam, tidak hanya sekedar ajaran dasar Islam, karena pola pikirnya terbentuk dari lingkungan keluarga santri. Penulis merasa karya Pak Tjokro masih relevan dengan kondisi saat ini, namun perlu tinjauan lebih lanjut mengenai persoalan yang terjadi dan gagasangagasan yang menopang SI. Kata Kunci: telaah buku. kebangsaan dan Islam. karya puncak Tjokroaminoto Abstract This paper is the mind of the reviewer of the book Examine the Realm of Truth by HOS Tjokroaminoto which consists of Mr. Tjokro's views and biographical search and The writer feels that Mr. Tjokro has captured the fire of Islam, not just the basic teachings of Islam, because his mindset is formed from the environment of the santri family. The author feels that Mr. Tjokro's work is still relevant to current conditions, but needs further review of the problems that occur and the ideas that underpin SI. Keywords: book review. nationality and Islam. the highlight of Tjokroaminoto's work Ketika mas Zainuddin direktur MC pada masanya, dan pengusaha cafy dialektika meminta untuk menjadi salah satu pemicu dalam diskusi ini, saya sengaja agak lama tidak menjawab permintaan itu karena ada beberapa Pertama. Eyang HOS Tjokroaminoto adalah tokoh besar yang menjadi guru bagi tokoh- tokoh pergerakan sesudahnya. Kartosuwirdjo. Soekarno. Muso, dan Alimin adalah nama-nama yang kemudian hari mewarnai perjalanan Indonesia. Kedua, studi pemikiran seorang tokoh This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Catatan diskusi buku A. Khozin biasanya dimulai dengan menelusuri biografinya . eluarga, lingkungan, sosial, dan pendidikanny. sekaligus pemikirannya. Karena itu, bukan persoalan mudah bagi saya untuk memenuhi permintaan mas Zainuddin. Satu sisi saya merasa tersanjung diminta membahas pemikiran seorang tokoh besar, sedangkan di sisi lain saya agak bingung karena pengetahuan saya tentang tokoh besar ini yang tidak mendalam. Karena saya berpikir ini perintah, saya mencoba untuk memenuhinya. PEMIKIRAN Suatu pertanyaan yang mungkin pantas diajukan adalah darimana HOS Tjokroaminoto memiliki wawasan sejarah Islam yang luas serta pemikiran pemikiran keislaman yang amat mendasar? Misalnya, untuk bisa memahami Islam, orang harus menyejarah dengan memperhatikan bagaimana Islam Rasulullah SAW. Tjokroaminoto . 9: . Kedua. Islam mesti dilihat sebagai spirit/ruh yang dapat mengubah pandangan umat terhadap persoalan sosial, persoalan moral, persoalan politik, dan sebagainya (Tjokroaminoto, 2019: . Jadi yang ditangkap oleh HOS Tjokroaminoto tentang Islam adalah apinya, bukan serpihan-serpihan ajaran yang bukan ajaran dasar Islam, sebut saja misalnya persoalan hijab, poligami, tabir pembatas yang memisahkan antara kaum laki-laki dan perempuan, yang oleh Soekarno persoalan tabir dianggap sebagai salah satu bentuk perbudakan terhadap perempuan. Kalau dibaca silsilah HOS Tjokroaminoto, garis keturunan beliau terhubung dengan seorang ulama yang sangat berpengaruh pada abad ke-19, yaitu kyai Khasan Basari . engasuh pondok pesantren Gebang Tinatar Ponorog. Kyai Khasan Basari adalah salah satu putra Kyai Muhammad Ilyas yang merupakan putra Ki Ageng M. Besari. Kalau ditarik lebih jauh, beliau adalah keturunan Maulana Ishak . alah satu Wali Song. dan Syeikh Jumadil Kubro. Dari Ki Ageng M. Besari terlahir Ny Nafiqah yang kemudian diperistri Hadratus Syekh Hasyim Asyari yang merupakan kakek Gus Dur (Abdurrahman Wahi. Kemudian, terlahir pula Raden Soekotjo, lalu Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan terhubung pula dengan KH. Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri gerakan Muhammadiyah. Jadi HOS Tjokroaminoto adalah putra Raden Mas Tjokroamiesena (Wedono Kleco MadiunE Tjokronegoro (Bupati Ponorog. E Kyai Khasan Besari . yai yang berhasil membawa pesantren Gebang Tinatara Ponorogo pada puncak kejayaa. Kalau HOS Tjokroaminoto kemudian memiliki pandangan-pandangan Keislaman yang amat mendasar tentu dapat dimaklumi, karena lingkungan keluarga santri dari kakek- buyutnya yang membentuk pola pikirnya. Pandangan Tjokroaminoto . 9: . tentang tauhid sangat mendasar, seperti dalam pernyataan. AyTidak bisa manusia menjadi utama, menjadi menjadi besar dan mulia, atau menjadi pemberani kalau terlalu banyak sesuatu Oetoesan Hindia: Telaah Pemikiran Kebangsaan Volume 1 No 1 Tahun 2019 Hlmn. yang ditakuti dan disembah. Sebab keutamaan, kemuliaan, kebesaran dan keberanian hanya terlahir dari orang-orang yang bertauhid . a ilaaha illaalla. secara dhohir dan bhatin. Ay Pemikiran ini sejalan sengan konsep AudualitasAy Ismail Raji al-Faruqi bahwa di dunia ini hanya ada dua kenyataan, yaitu Khalik dan Makhluk. Dualitas, ideasionalitas, dan teologis merupakan tiga prinsip yang menjadi landasan pandangan dunia . orld vie. , yaitu menjadi asas dalam berperilaku, termasuk dalam kegiatan ilmiah yang dapat berfungsi sebagai motor perubahan. Islam sebagai suatu ajaran, didasarkan atas surat Al- Baqaroh:1-5, mengandung prinsip-prinsip: . Tauhid, percaya kepada keesaan Allah SWT, . Kedermawanan dan persaudaraan antra sesama bangsa, . mengendalikan hawa nafsu, . Bersyukur kepada Allah SWT, . Pertanggungjawaban di akhirat atas segala perbuatan manusia di dunia (Tjokroaminoto, 2019: . Ini menunjukkan pemahaman beliau yang mendalam tentang AlqurAoan, disertai penghayatan yang mendalam pula, sehingga lahirlah sari pati ajaran AlqurAoan pada surat Al Baqoroh: 1-5 dengan lima prinsip tersebut. Menurut Tjokroaminoto . 9: . , amal panembahan kepada Allah SWT yang teristimewa adalah shalat yang dilakukan lima kali sehari semalam untuk membentuk watak disiplin, meluruskan pikiran sebagaimana disyariatkan bahwa nilai sholat terletak pada daya upaya pelakunya untuk menghaluskan budi dan menyucikan hati. Sholat harus betul-betul dipahami gerakan dan makna-makna bacaan yang dilafadzkan karena sholat yang benar pasti dapat menahan pelakunya dari perbuatan fakhsyaAo dan munkar. Oleh karena itu, jangan sampai amal yang istimewa ini menjadi sia-sia dan tanpa makna, seperti dalam surat QS Al- Anfal: 35, yaitu: Ae aIN aaEE aOaE a aIOA a a AaeE a E aNA a aN a aUa aaE a a aaEE aIO a a aA a AOIAaEa UaO aE IE acEE a aea aeE a aIaEA AuSembahyang mereka disekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. Ay Pikiran-pikiran HOS Tjokroaminoto tentu masih relevan dengan konteks kekinian, karena itu penting untuk dijadikan bahan diskusi. Jika organisasi yang beliau bentuk memang tidak bertahan hingga sekarang, tentu ada persoalan dan patut dipertanyakan kembali gagasan-gagasan yang menopang SI. SIMPULAN HOS Tjokroaminoto menulis Memeriksai AoAlam Kebenaran sebagai karya puncak yang isinya merupakan api atau inti dari Islam. Pemikiran beliau Catatan diskusi buku A. Khozin terbentuk dari keluarga pesantren dari garis keturunan kakek-buyutnya. Menurut Pak Tjokro, inti ajaran Islam ada pada Al- Baqaroh:1-5, yang mengandung prinsip tauhid, kedermawanan dan persaudaraan antarsesama bangsa, mengendalikan hawa nafsu, bersyukur kepada Allah SWT, pertanggungjawaban di akhirat atas segala perbuatan manusia di dunia. Sholat merupakan wujud manembah kepada Gusti karena menghaluskan budi dan menyucikan hati. Pemikiran ini masih relevan dengan zaman sekarang, namun organisasi yang beliau besarkan tidak bertahan. Perlu pembahasan lebih lanjut mengenai antara penopang dan masalah yang terjadi di SI. DAFTAR PUSTAKA