Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2022 Dikirim: 8 Desember 2021. Diterima: 11 Desember 2021 ISSN: 2527-2772 PENGARUH CURRENT RATIO (CR). DEBT TO EQUITY RATIO (DER). RETURN ON ASSETS (ROA) DAN NET PROFIT MARGIN (NPM) TERHADAP HARGA SAHAM: Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Food And Beverages Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 Gyzcha Aprilia Putri 1* dan Mujiyati 2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani. Pabelan. Kartasura. Surakarta - 57162 *Korespondensi Penulis: giskaaprillia@gmail. Abstract: Stock prices are one of the main components of the capital market that are most important and attractive to investors because they are predicted to provide a favorable rate of return. Companies that can increase stock prices will be in demand by investors. Company performance is one of the essential factors in determining stock prices. Research on stock prices is still exciting because it always gets different results. The purpose of this study is to analyze whether the current ratio, debt to equity ratio, return on assets, the net profit margin affects stock prices in food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period. The population in this study was 150 food and beverage companies, and the data used were annual financial reports published by the company. The sampling method used was the purposive sampling method and obtained 12 sample companies for five years of observation . so that there were 60 samples. The data analysis tool uses multiple linear regression analysis. Based on the study results, it can be concluded that the current ratio, debt to equity ratio, and net profit margin affect stock prices, while the debt-to-equity ratio has no effect. Keywords: Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Net Profit Margin. Return on Assets. Stock Price ________________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Pada era globalisasi ini, dunia bisnis berkembang sangat pesat, fakta ini dapat dilihat dengan banyaknya perusahaan-perusahaan baru bermunculan dengan keunggulan kompetitif yang mengakibatkan persaingan semakin ketat. Persaingan ketat antar perusahaan akan membawa pengaruh yang sangat kuat bagi kinerja perusahaan. Kondisi tersebut juga menuntut setiap perusahaan untuk melakukan aktivitasnya secara efektif serta efisien agar mempunyai keunggulan daya saing, sehingga kelangsungan perusahaan tetap terjaga. Kinerja suatu perusahaan dipantau oleh investor yang menanamkan modalnya ke perusahaan tersebut, dan oleh calon-calon investor yang akan menanamkan modalnya. Faktor pendukung kelangsungan suatu perusahaan antara lain adalah tersedianya modal yang cukup guna membiayai aktivitas perusahaan. Salah satu sumber dana murah untuk modal dapat diperoleh perusahaan dengan menjual saham kepada publik di pasar modal. Menurut undangundang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tetang Pasar Modal, pasar modal sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang . angka waktu lebih dari 1 tahu. seperti saham, obligasi, reksadana, waran, right, serta berbagai instrumen derivative seperti option, futures dan lain-lain. Terdapat beberapa indikator yang dijadikan acuan para investor untuk pengambilan keputusan investasi salah satunya ialah harga saham. Harga saham merupakan cerminan keberhasilan manajemen perusahaan dalam menjalankan operasional perusahaan. Perusahaan yang mempunyai kinerja baik akan memungkinkan sahamnya diminati oleh para investor. Permintaan saham dapat meningkatkan harga saham suatu perusahaan sehingga harga saham dapat dijadikan indikator dalam menganalisis kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan akan Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2022 menentukan tinggi rendahnya harga saham di pasar modal. Apabila kinerja keuangan perusahaan menunjukkan adanya kondisi yang baik, maka sahamnya akan diminati investor dan harganya akan Sucipto . menjelaskan kinerja keuangan merupakan penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan sebuah organisasi ataupun perusahaan dalam menghasilkan laba. Analisis kinerja keuangan sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang sehat, serta mampu menghasilkan laba sehingga investor bisa tertarik guna menginvestasikan dana yang mereka miliki pada perusahaan Untuk menilai kinerja sebuah perusahaan dapat dilakukan dengan menghitung rasio keuangan. Analisis rasio keuangan menggambarkan suatu analisis yang membandingkan angka-angka yang tercantum di laporan keuangan perusahaan. Tuasikal . menjelaskan mengenai rasio keuangan yang dapat digunakan untuk memperkirakan ataupun meramalkan permasalahan keuangan perusahaan, dan prospek perusahaan kedepannya. Dalam menganalisis kinerja suatu perusahaan bisa menggunakan rasio keuangan yang dibagi dalam 4 jenis, ialah rasio likuiditas, profitabilitas, aktivitas dan leverage (Gitman dan Zutter, 2. Dengan menggunakan analisis tersebut, para investor dapat memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan memperkirakan faktor-faktor fundamental yang berpengaruh terhadap harga saham. Para peneliti pada umunya menggunakan rasio keuangan berupa rasio likuiditas dengan menggunakan variabel Current Ratio (CR). Rasio leverage menggunakan variabel Debt to Equity Ratio (DER). Dan rasio profitabilitas menggunakan dua variabel yaitu Return On Assets (ROA) serta Net Profit Margin (NPM). TINJAUAN PUSTAKA Teori signal membahas bagaimana seharusnya informasi perusahaan disampaikan kepada investor atau kreditor. Teori signal menerangkan alasan perusahaan dalam memberikan informasi perusahaan kepada pihak luar perusahaan (Sari dan Zuhrotun 2. Signal digunakan oleh pihak perusahaan untuk menghindari informasi asimetris. Informasi asimetris yang dimaksud yaitu pihak perusahaan . mengetahui lebih banyak informasi yang ada di dalam perusahaan dari pada pihak luar yang lebih sedikit mengetahui informasi di dalam perusahaan. Teori keagenan menggambarkan dua pelaku ekonomi yang saling bertentangan yaitu prinsipal dan agen. Hubungan keagenan adalah suatu kontrak dimana satu orang atau lebih . memerintah orang lain . untuk melakukan suatu jasa atas nama prinsipal dan memberi wewenang kepada agen untuk membuat keputusan yang terbaik bagi prinsipal (Ichsan. Jika prinsipal dan agen memiliki tujuan yang sama, agen akan mendukung dan melaksanakan semua yang diperintahkan oleh prinsipal. Harga saham merupakan faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh investor dalam melakukan investasi, karena harga menunjukkan nilai suatu perusahaan. Harga saham merupakan harga yang tercatat di bursa pada waktu tertentu dan harga saham tersebut dapat ditetapkan pelaku pasar dan permintaan serta penawaran saham di pasar modal (Jogiyanto, 2008:. Harga saham di pasar modal terdiri dari 3 kategori, yaitu harga tertinggi . igh pric. , harga terendah . ow pric. dan harga penutupan . lose pric. Harga saham terbentuk melalui mekanisme permintaan dan penawaran di pasar modal. Apabila suatu saham mengalami kelebihan permintaan, maka harga saham cenderung naik. Sebaliknya, apabila kelebihan penawaran maka harga saham cenderung turun. Sutrisno . menjelaskan Current Ratio adalah sebuah rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya selama periode tertentu. Rasio tersebut mencerminkan keadaan perusahaan dalam penggunaan aktiva lancarnya untuk memenuhi hutang jangka pendek yang akan segera memasuki jatuh tempo. Tingginya nilai current ratio menjelaskan mengenai perusahaan likuid, hal ini dianggap bahwa perusahaan mampu melunasi kewajiban jangka pendeknya. Sehingga dalam hal ini current ratio dinilai dapat mempengaruhi harga saham yang nantinya akan menarik penanam modal untuk melakukan sebuah investasi. Return on Assets yakni rasio yang mencerminkan bagaimana suatu perusahaan dapat melihat Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2022 investasi yang telah ditanamkan karena telah mampu memberikan pengembalian laba yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Fahmi . berpendapat jika ROA digunakan guna melihat sejauh mana investasi yang sudah ditanamkan mampu memberi pengembalian keuntungan yang sesuai dengan apa yang diinginkan serta investasi tersebut sebenarnya sama dengan aset perusahaan yang ditanamkan atau ditempatkan. Rasio ini dianggap penting bagi suatu perusahaan dimana semakin tinggi return on asset yang dihasilkan akan semakin baik pula kinerja keuangan suatu perusahaan karena tingkat pengembalian investasi . yang besar. Semakin besar rasio Return on Asset maka akan semakin baik produktivitas aset untuk mendapatkan laba bersih suatu Debt to Equity Ratio ialah rasio yang bisa dihitung dengan total hutang serta membandingkan dengan total ekuitas yang mencerminkan kemampuan modal sendiri perusahaan untuk membayar seluruh hutang (Hanafi dan Halim 2011:. Rasio ini diharapkan akan menghasilkan nilai yang rendah bagi para kreditur. Semakin rendah rasio ini, maka akan semakin tinggi pendanaan perusahaan yang dapat disediakan oleh pemegang saham serta hal ini akan semakin memperbesar batas batas pengamanan pembeli pinjaman. Net Profit Margin (NPM) merupakan perbandingan antar laba bersih dengan penjualan. Laba bersih sendiri dihitung sebagai hasil pengurangan antara laba sebelum pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan (Hery, 2015: . Semakin besar NPM, sehingga kinerja perusahaan akan semakin produktif, maka akan meningkatkan kepercayaan investor guna menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Rasio tersebut menunjukkan seberapa besar persentase laba bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini, maka dianggap semakin baik kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba yang tinggi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan yang diterbitkan perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI pada tahun 2016-2020. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria sampel: Perusahaan sub sektor food and beverages yang konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016-2020. Perusahaan sub sektor food and beverages yang konsisten menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap selama periode 2016-2020. Perusahaan yang memiliki variabel data yang dibutuhkan pada penelitian. Definisi operasional dan pengukuran variabel penelitian ini dijelaskan berikut: Variabel dependen dalam penelitian ini adalah harga saham, yaitu harga yang tercatat di bursa pada waktu tertentu dan harga saham tersebut dapat ditetapkan pelaku pasar dan permintaan serta penawaran saham di pasar modal (Jogiyanto, 2008:. Harga saham dapat diukur dengan melihat harga saham penutupan atau closing price pada saat akhir tahun per 31 Desember selama periode 2016-2020 pada perusahaan sub sektor food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi current ratio, debt to equity ratio, return on assets, net profit margin. Current ratio dalam penelitian ini diukur berdasarkan aset lancar dibagi kewajiban lancar. Debt to equity ratio dalam penelitian ini diukur berdasarkan total utang dibagi total Return on assets dalam penelitian ini diukur berdasarkan laba bersih setelah pajak dibagi total aktiva Net profit margin dalam penelitian ini diukur berdasarkan laba bersih dibagi pendapatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistic deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran dan karakteristik mengenai data sampel yang digunakan. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas . enggunakan Kolmogrov-Smirnov. ), uji multikolinieritas . enggunakan Tolerance dan Variant Inflation Factor atau VIF), uji heteroskedastisitas . enggunakan uji Spearman Rh. , dan uji autokorelasi . enggunakan Durbin Watso. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2022 adalah uji regresi linier berganda, uji kelayakan model . ji F), uji koefisien determinasi (R. , dan uji statistik . HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deksriptif Tabel 1. Statistik Deksriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Harga Saham 87,000 16000,000 3953,88333 4102,896770 Current Ratio ,664 8,638 2,57883 1,963738 Debt to Equity Ratio ,164 2,683 ,91013 ,642071 Return on Assets ,001 ,527 ,11535 ,106878 Net Profit Margin ,000 ,390 ,11963 ,104959 Valid N . Sumber: Dianalisis Penulis, 2021 Berdasarkan hasil olah data secara deskriptif pada penelitian ini dapat dilihat sebagai Nilai tertinggi variabel Harga Saham sebesar Rp 16. 000 pada perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Tbk tahun 2018 sedangkan nilai terendah sebesar Rp 87 pada perusahaan PT Budi Starch & Sweetener Tbk tahun 2016. Nilai mean Harga Saham sebesar Rp 3. 953,883 dan standar deviasi Rp 4. 102,896 artinya data bervariasi karena nilai standar deviasi lebih besar dari mean. Nilai tertinggi variabel Current Ratio (CR) sebesar 8,638 pada perusahaan PT Delta Djakarta Tbk tahun 2017 sedangkan nilai terendah sebesar 0,664 pada perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Tbk tahun 2019. Nilai mean CR sebesar 2,578 dan standar deviasi 1,963 artinya data kurang bervariasi karena nilai standar deviasi lebih kecil dari pada mean. Nilai tertinggi variabel Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 2,683 pada perusahaan PT Tunas Baru Lampung Tbk tahun 2016 sedangkan nilai terendah sebesar 0,164 pada perusahaan PT Ultra Jaya Milk Industry &Trading Company Tbk tahun 2018. Nilai mean DER sebesar 0,910 dan standar deviasi 0,642 artinya data kurang bervariasi karena nilai standar deviasi lebih kecil dari pada mean. Nilai tertinggi variabel Return On Assets (ROA) sebesar 0,527 pada perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Tbk tahun 2017 sedangkan nilai terendah sebesar 0,001 pada perusahaan PT Sekar Bumi Tbk tahun 2019. Nilai mean ROA sebesar 0,115 dan standar deviasi 0,106 artinya data kurang bervariasi karena nilai standar deviasi lebih kecil dari pada mean. Nilai tertinggi variabel Net Profit Margin (NPM) sebesar 0,390 pada perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Tbk tahun 2017 sedangkan nilai terendah sebesar 0,000 pada perusahaan PT Sekar Bumi Tbk tahun 2019. Nilai mean NPM sebesar 0,119 dan standar deviasi 0,104 artinya data kurang bervariasi karena nilai standar deviasi lebih kecil dari pada mean. Uji Asumsi Klasik 1 Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences ,0000000 2407,11648889 Absolute ,098 Positive ,098 Negative -,056 Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2022 Test Statistic ,098 Asymp. Sig. -taile. ,200 Sumber: Dianalisis Penulis, 2021 Berdasarkan tabel tersebut, nilai seluruh variabel dari kolmogorov smirnov yaitu 0,200 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini telah terdistribusi 2 Uji Multikolinearitas Tabel 3. Hasil Uji Mulikolinearitas Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,317 3,158 DER 0,523 1,914 ROA 0,197 5,089 NPM 0,150 6,683 Sumber: Dianalisis Penulis, 2021 Model Keterangan Tidak Terdapat Multikolinieritas Tidak Terdapat Multikolinieritas Tidak Terdapat Multikolinieritas Tidak Terdapat Multikolinieritas Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan nilai tolerance value masing-masing variabel independen lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen dalam penelitian ini tidak terindikasi adanya multikolinieritas. 3 Uji Autokorelasi Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Std. Error of the Model ,810 R Square Adjusted R Square Estimate ,656 ,631 Durbin-Watson 2493,111884 1,285 Sumber: Dianalisis Penulis, 2021 Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa besarnya nilai DW sebesar 1,285. Hal tersebut menunjukkan nilai DW berada di antara -2 sampai 2, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang dipakai pada penelitian ini tidak terdapat autokorelasi. Uji Hipotesis 1 Regresi Linear Berganda Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. 4827,437 1216,752 -1331,550 293,715 DER -1872,765 699,327 ROA 7798,428 6850,652 NPM 28129,362 7994,409 Sumber: Dianalisis Penulis, 2021 Standardized Coefficients Beta -0,637 -0,293 0,203 0,720 3,967 -4,533 -2,678 1,138 3,519 Sig. 0,000 0,000 0,010 0,260 0,001 Berdasarkan tabel 6, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : HS = 4827,437 - 1331,550 CR - 1872,765 DER 7798,428 ROA 28129,362 NPM A Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2022 Berdasarkan persamaan 1 dapat dilihat sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 4827,437 menyiratkan bahwa apabila variabel current ratio, debt to equity ratio, return on assets, dan net profit margin tidak berubah atau dianggap konstan . , maka harga saham adalah sebesar 4827,437. Koefisien regresi pada variabel current ratio menunjukkan nilai -1331,550 dan bertanda Hal ini menunjukkan apabila current ratio naik 1 satuan maka current ratio akan mengalami penurunan sebesar 1331,550 satuan dengan asumsi variabel lain tetap atau Koefisien regresi pada variabel debt to equity ratio menunjukkan nilai -1872,765 dan bertanda negatif. Hal ini menunjukkan apabila debt to equity ratio bertambah 1 satuan, maka debt to equity ratio akan mengalami penurunan sebesar 1872,765 satuan dengan asumsi variabel lain tetap atau konstan. Koefisien regresi pada variabel return on assets menunjukkan nilai 7798,428 dan bertanda positif. Hal ini menunjukkan apabila nilai return on assets naik 1 satuan maka nilai perusahaan meningkat sebesar 7798,428 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain bernilai tetap. Koefisien regresi pada variabel net profit margin menunjukkan nilai 28129,362 dan bertanda positif. Hal ini menunjukkan apabila nilai net profit margin naik 1 satuan maka nilai perusahaan meningkat sebesar 28129,362 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain bernilai tetap. 2 Uji Kelayakan Model (Uji F) Tabel 6. Hasil Uji F Model Sum of Squares Mean Square 26,198 Regression 651333574,509 162833393,627 Residual 341858377,674 6215606,867 Total 993191952,183 Sig. ,000 Sumber : Dianalisis Penulis, 2021 Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari taraf signifikansi = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel current ratio, debt to equity ratio, return on asets, net profit margin secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini juga menunjukkan bahwa model regresi yang dipakai dalam kondisi goodness of fit. 3 Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 7. Hasil Uji F Model R Square Adjusted R Square Sumber : Dianalisis Penulis, 2021 Std. Error of the Durbin-Watson Estimate Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan nilai koefisien determinasi dengan adjusted R2 sebesar 0,631. Hal ini berarti bahwa sebesar 63,1% variasi variabel harga saham dapat dijelaskan oleh variabel current ratio, debt to equity ratio, return on asets, net profit margin, sedangkan sisanya, yaitu sebesar 36,9% dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang diteliti. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2022 4 Uji Statistik (Uji . Tabel 8. Hasil Uji t Variabel -4,533 DER -2,678 ROA 1,138 NPM 3,519 Sumber : Dianalisis Penulis, 2021 2,000 2,000 2,000 2,000 Sig. 0,000 0,010 0,260 0,001 Keterangan Signifikan Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Berdasarkan tabel tersebut hasil Uji t pada penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: Variabel current ratio memiliki nilai thitung lebih besar dari ttabel (-4,533 > 2,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , artinya current ratio berpengaruh terhadap harga saham. Variabel debt to equity ratio memiliki nilai thitung lebih besar dari ttabel (-2,678 > 2,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,010 < 0,. , artinya debt to equity ratio berpengaruh terhadap harga saham. Variabel return on assets memiliki nilai thitung lebih kecil dari ttabel . ,138 < 2,. dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 . ,260 > 0,. , artinya return on assets tidak berpengaruh terhadap harga saham. Variabel net profit margin memiliki nilai thitung lebih besar dari ttabel . ,519 > 2,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,001 < 0,. , menunjukkan net profit margin berpengaruh terhadap harga saham. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan melalui pengujian terhadap permasalahan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Current ratio berpengaruh . ecara statistik signifika. terhadap harga saham, sehingga H1 dalam penelitian ini diterima. Debt to equity ratio berpengaruh . ecara statistik signifika. terhadap harga saham, sehingga H3 dalam penelitian ini diterima. Return on assets tidak berpengaruh . ecara statistik tidak signifika. terhadap harga saham, sehingga H2 dalam penelitian ini ditolak. Net profit margin berpengaruh . ecara statistik signifika. terhadap harga saham, sehingga H4 dalam penelitian ini diterima. Peneliti memberikan saran agar dapat dijadikan untuk pertimbangan pada penelitian selanjutnya yaitu bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan variabel independen yang belum banyak dilakukan peneliti agar lebih banyak diketahui faktor-faktor lain yang diduga dapat menentukan perubahan harga saham. Disamping itu peneliti melakukan penelitian dengan cakupan yang sama agar mampu membedakan harga saham sebelum dan sesudah adanya pandemi Covid-19. DAFTAR PUSTAKA