41 JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Integrasi Heuristic Evaluation dan Cognitive Walkthrough sebagai Instrumen Penjaminan Mutu Desain User-Centered pada Sistem Informasi Andriyan Rizki Jatmiko1. Firnanda Achyunda Putra Al Islama2. Muhammad Ismail3 Info Artikel Diterima Maret 5, 2026 Revisi Maret 23, 2026 Terbit Maret 30, 2026 Keywords: Heuristic Evaluation Cognitive Walkthrough User Centered Design Quality Assurance UI/UX Evaluation Software Requirement ABSTRACT User-centered design (UCD) has become essential in enterprise information system development. However, systematic and quantitatively validated usability assurance methods during the design phase remain underutilized. This study proposes and empirically validates a quantitative integration framework combining Heuristic Evaluation (HE) and Cognitive Walkthrough (CW) for enterprise usability assurance. A high-fidelity interactive enterprise dashboard prototype developed in Figma was evaluated by five expert reviewers using NielsenAos ten heuristics and seven task-based walkthrough After normalization and deduplication, the integrated approach identified 68 unique usability issues. HE contributed 42 issues, while CW identified 31 issues, with 39. 7% overlapping findings. The proposed integration achieved a 61. 9% coverage improvement compared to the best single method. Severity analysis revealed a Mean Severity Index of 2. 24 and a Weighted Severity Score of 94 (HE) and 70 (CW), indicating moderate-tohigh usability risk. Inter-rater reliability measured using FleissAo Kappa yielded = 0. 78, demonstrating substantial agreement among evaluators. Additionally, the detection efficiency reached 2. 47 issues per person-hour, supporting the frameworkAos practical feasibility. The findings demonstrate that the proposed integration framework enhances usability detection coverage, maintains high evaluation consistency, and provides a costeffective approach for early-stage enterprise system design assurance. Identitas Penulis: Andriyan Rizki Jatmiko1. Firnanda Achyunda Putra Al Islama2. Muhammad Ismail3 Sistem Informasi,Universitas Merdeka Malang. Indonesia1,2,3 Jl. Terusan Dieng No. 62-64 Malang Email: andriyan. jatmiko@unmer. id, firnanda. putra@unmer. id, 23083000164@unmer. PENDAHULUAN Perkembangan sistem informasi enterprise dalam berbagai sektor organisasi menuntut kualitas antarmuka yang semakin tinggi agar sistem dapat digunakan secara efektif, efisien, dan minim kesalahan . Dalam praktiknya, kegagalan implementasi sistem informasi tidak selalu disebabkan oleh aspek fungsional, tetapi sering berkaitan dengan rendahnya kualitas usability dan pengalaman pengguna . Kondisi ini menjadi semakin kritis pada lingkungan enterprise yang memiliki kompleksitas proses, keragaman peran pengguna, serta ketergantungan tinggi terhadap informasi untuk pengambilan keputusan. Pendekatan User-Centered Design (UCD) telah diakui sebagai strategi penting untuk memastikan sistem dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna . Namun demikian, penerapan penjaminan mutu desain pada fase awal pengembangan masih belum optimal . Banyak organisasi baru melakukan evaluasi usability setelah sistem mendekati implementasi, sehingga perbaikan desain menjadi lebih mahal dan berisiko mengganggu jadwal pengembangan. Studi terbaru menunjukkan bahwa evaluasi usability yang dilakukan sejak tahap desain mampu mengurangi risiko kesalahan interaksi dan meningkatkan kualitas sistem secara http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Dalam konteks evaluasi usability berbasis pakar . xpert-based inspectio. , dua metode yang paling banyak digunakan adalah Heuristic Evaluation (HE) dan Cognitive Walkthrough (CW). HE efektif dalam mengidentifikasi pelanggaran prinsip usability secara cepat melalui pemeriksaan terhadap heuristik antarmuka, sedangkan CW lebih berfokus pada kemampuan pengguna dalam menyelesaikan tugas melalui simulasi proses kognitif pengguna. Penelitian terkini menunjukkan bahwa kedua metode tersebut memiliki karakteristik temuan yang berbeda dan saling melengkapi. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian masih menerapkan HE dan CW secara terpisah. Pendekatan yang terfragmentasi ini berpotensi menghasilkan cakupan identifikasi masalah usability yang tidak Beberapa studi mulai mengindikasikan bahwa integrasi metode evaluasi dapat meningkatkan kualitas temuan, namun panduan integrasi yang sistematis dan terukur sebagai instrumen penjaminan mutu desain pada konteks sistem informasi enterprise masih terbatas . Selain itu, sebagian penelitian usability inspection masih didominasi oleh pelaporan kualitatif tanpa dukungan pengukuran kuantitatif yang memadai, sehingga menyulitkan penilaian objektivitas dan konsistensi hasil evaluasi . Padahal, kombinasi antara inspeksi kualitatif dan analisis kuantitatif seperti pengukuran reliabilitas evaluator dan cakupan temuan dapat memberikan dasar yang lebih kuat dalam menilai efektivitas metode evaluasi. Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini mengusulkan kerangka kerja terintegrasi antara Heuristic Evaluation dan Cognitive Walkthrough sebagai instrumen penjaminan mutu desain user-centered pada sistem informasi enterprise. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method yang mengombinasikan inspeksi kualitatif berbasis pakar dengan analisis kuantitatif berupa pengukuran reliabilitas evaluator dan peningkatan cakupan temuan. Framework yang diusulkan kemudian divalidasi melalui studi evaluasi pada prototipe dashboard sistem informasi enterprise. Kontribusi utama penelitian ini meliputi: . perumusan prosedur integrasi HEAeCW yang sistematis untuk design quality assurance. pembuktian empiris mengenai komplementaritas kedua metode. penyediaan metrik kuantitatif yang dapat digunakan untuk menilai konsistensi dan efektivitas evaluasi usability pada fase desain awal. METODE 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method yang mengombinasikan inspeksi kualitatif berbasis pakar dengan analisis kuantitatif untuk menilai konsistensi serta efektivitas evaluasi usability. Pendekatan ini dipilih karena tujuan penelitian tidak hanya mengidentifikasi masalah usability, tetapi juga memvalidasi kerangka kerja integrasi HE dan CW secara terukur pada fase desain. Secara konseptual, penelitian ini dilaksanakan melalui empat tahap utama yang saling terintegrasi. Tahap pertama adalah perancangan kerangka kerja integrasi Heuristic Evaluation dan Cognitive Walkthrough sebagai pendekatan evaluasi usability. Tahap kedua adalah pengembangan prototipe sistem berbasis Figma serta penyusunan instrumen evaluasi untuk kedua metode. Tahap ketiga adalah pelaksanaan inspeksi usability oleh evaluator ahli menggunakan metode HE dan CW secara independen. Tahap keempat adalah analisis hasil evaluasi yang mencakup komplementaritas temuan, analisis risiko usability, pengukuran reliabilitas evaluator, serta evaluasi efisiensi metode. Kerangka konseptual penelitian yang menggambarkan integrasi kedua metode tersebut ditunjukkan pada gambar 1. Gambar 1. Alur penelitian http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 2 Objek Penelitian Objek penelitian berupa prototipe high-fidelity dashboard sistem informasi enterprise yang dikembangkan menggunakan Figma dan Adobe XD. Prototipe ini merupakan bagian dari manajemen kebutuhan perangkat lunak pengembangan sistem informasi yang sedang dipersiapkan untuk digunakan pada salah satu instansi pemerintah daerah yang bergerak dibidang infrastruktur dengan karakteristik kebutuhan pengelolaan data proyek, monitoring operasional, serta pelaporan kinerja berbasis dashboard. Oleh karena itu, evaluasi usability pada tahap desain menjadi penting untuk memastikan bahwa antarmuka sistem dapat digunakan secara efektif sebelum proses implementasi sistem dilakukan secara penuh. Prototipe yang dikembangkan mencakup beberapa modul utama, yaitu: A autentikasi pengguna A dashboard ringkasan kinerja A monitoring data operasional A riwayat aktivitas A generator laporan A pusat notifikasi A manajemen pengguna Prototipe ditunjukkan pada gambar 2 dirancang sebagai clickable interactive prototype sehingga evaluator dapat mensimulasikan alur penggunaan secara realistis tanpa implementasi sistem secara penuh. Gambar 2. Prototipe Dashboard Enterprise Berbasis Figma 3 Partisipan Evaluasi Evaluasi dilakukan oleh lima evaluator ahli yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah evaluator mengacu pada rekomendasi studi usability inspection yang menyatakan bahwa tiga hingga lima evaluator mampu mengidentifikasi sebagian besar masalah usability secara efektif . Kriteria evaluator meliputi: Pendidikan minimal magister pada bidang Sistem Informasi. Informatika, atau HCI Memiliki pengalaman minimal tiga tahun pada UI/UX, usability, atau pengembangan sistem Memahami metode evaluasi usability Familiar dengan lingkungan sistem informasi enterprise Setiap evaluator melakukan penilaian secara independen untuk meminimalkan bias dan meningkatkan reliabilitas hasil. 4 Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan dua instrumen utama, yaitu Heuristic Evaluation dan Cognitive Walkthrough. Heuristic Evaluation (HE) Instrumen HE mengacu pada 10 usability heuristics Nielsen. Evaluator menilai antarmuka menggunakan lembar penilaian terstruktur untuk mengidentifikasi pelanggaran prinsip usability. Setiap temuan didokumentasikan dengan atribut: A identitas evaluator A layar dan komponen antarmuka A heuristik yang dilanggar http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 A deskripsi masalah A tingkat keparahan . kala 0Ae. A frekuensi kemunculan A dampak terhadap pengguna A rekomendasi perbaikan Skala keparahan digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan. Cognitive Walkthrough (CW) Instrumen CW berupa tujuh skenario tugas kritis yang merepresentasikan aktivitas utama pengguna pada dashboard enterprise. Evaluator melakukan simulasi langkah demi langkah dan menjawab empat pertanyaan standar Cognitive Walkthrough untuk mengidentifikasi potensi hambatan Setiap masalah yang ditemukan dicatat beserta tingkat keparahannya menggunakan skala yang sama dengan HE untuk menjaga konsistensi analisis. 5 Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui tahapan berikut: briefing evaluator dan pengenalan prototipe pelaksanaan Heuristic Evaluation secara independen pelaksanaan Cognitive Walkthrough berbasis skenario tugas kompilasi serta normalisasi temuan untuk menghilangkan duplikasi verifikasi temuan apabila terdapat perbedaan interpretasi signifikan Unit analisis dalam penelitian ini adalah temuan masalah usability unik setelah proses deduplikasi antar 6 Teknik Analisis Data Analisis dilakukan secara bertingkat untuk memperoleh gambaran komprehensif terhadap kualitas usability . Ae. Analisis Deskriptif Usability, meliputi: A jumlah total masalah usability A distribusi tingkat keparahan A Mean Severity Index (MSI) yc xycu ycAycIya = Oc ycn ycA ycn ycycn = nilai severity pada kategori ke-i ycuycn = jumlah temuan pada kategori ke-i N = total temuan usability A Weighted Severity Score (WSS) A ycOycIycI = Oc ycycn x ycuycn ycycn = bobot severity ycuycn = jumlah temuan pada kategori tersebut issue density per tugas dan modul Analisis Komplementaritas HEAeCW, untuk menilai efektivitas integrasi metode, dilakukan: A identifikasi temuan unik HE A identifikasi temuan unik CW A identifikasi temuan overlap A perhitungan coverage improvement ya Oeyaycayceycyc yaya = ycycuycycayco x 100% ya ycayceycyc yaycycuycycayco = total temuan unik setelah integrasi metode yaycayceycyc = jumlah temuan dari metode tunggal terbaik perhitungan Method Contribution Index (MCI) Analisis Reliabilitas Evaluator http://jurnal. id/index. php/justian . JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Konsistensi penilaian antar evaluator diukur menggunakan FleissAo Kappa karena jumlah evaluator lebih dari dua orang. Nilai ini digunakan untuk menilai tingkat kesepakatan dalam identifikasi masalah usability. Selain itu dihitung percentage agreement sebagai penguat interpretasi reliabilitas. ycEycu OeycEyce yco = 1OeycE yce Analisis Risiko dan Efisiensi, untuk memperkuat perspektif praktis, dilakukan: A pemetaan risk prioritization matrix A analisis pola permasalahan usability A perhitungan efisiensi deteksi . ssues per person-hou. HASIL 1 Gambaran Umum Hasil Evaluasi Evaluasi usability pada penelitian ini dilakukan terhadap prototipe high-fidelity enterprise dashboard berbasis Figma dengan mengintegrasikan metode HE dan CW. Integrasi kedua metode tersebut bertujuan untuk memperoleh cakupan identifikasi masalah usability yang lebih komprehensif pada tahap desain sistem. Berdasarkan proses evaluasi yang dilakukan, penelitian ini menghasilkan sebuah kerangka kerja evaluasi usability terintegrasi yang menggabungkan pendekatan HE dan CW dalam satu alur evaluasi Framework ini menggambarkan bagaimana kedua metode inspeksi usability saling melengkapi dalam proses identifikasi masalah antarmuka, normalisasi temuan, serta analisis kuantitatif untuk menghasilkan wawasan terkait risiko usability sistem. Kerangka kerja evaluasi usability terintegrasi yang dihasilkan dari penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 3. Framework tersebut kemudian divalidasi melalui analisis temuan usability yang diperoleh dari evaluasi terhadap prototipe sistem enterprise. Gambar 3. Framework Integrasi Evaluasi Usability HEAeCW http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 2 Hasil Heuristic Evaluation Pelaksanaan HE oleh lima evaluator menghasilkan 42 temuan masalah usability. Distribusi tingkat keparahan menunjukkan dominasi masalah pada kategori minor dan major. Tabel 1. Distribusi Tingkat Keparahan HE Severity Cosmetic . Minor . Major . Catastrophic . Total Jumlah Persentase Temuan HE paling banyak berkaitan dengan konsistensi antarmuka, visibilitas status sistem, serta kejelasan umpan balik. Mean Severity Index (MSI) Berdasarkan data kolom jumlah pada tingkat keparahan HE, maka dilakukan substitusi dengan rumus . sebagai berikut . 94 ycAycIyayaya = = 2. Nilai ini menunjukkan bahwa secara rata-rata masalah berada pada tingkat minor menuju major, sehingga memerlukan perhatian sebelum implementasi sistem. Weighted Severity Score (WSS) ycOycIycIyaya = . = 94 Nilai WSS yang relatif tinggi mengindikasikan bahwa HE efektif dalam mengungkap masalah dengan dampak kumulatif signifikan pada kualitas antarmuka. 3 Hasil Cognitive Walkthrough Evaluasi CW pada tujuh skenario tugas menghasilkan 31 temuan masalah usability yang terutama berkaitan dengan aspek learnability dan alur interaksi pengguna. Rata-rata keberhasilan tugas adalah 78. dengan kegagalan paling menonjol pada tugas pembuatan laporan (T. Tabel 2. Ringkasan Hasil Cognitive Walkthrough Metrik Total temuan CW Rata-rata task success Total langkah bermasalah Task paling bermasalah Nilai T5 Ae Generate Report Weighted Severity Score CW ycOycIycIyaycO = . = 70 Hasil ini menunjukkan bahwa CW lebih fokus pada hambatan proses tugas dibanding pelanggaran antarmuka global. Issue Density per Task Tabel 3. Issue Density per Task Task T1 Login T2 Monitor KPI T3 Drill-down T4 Activity Search T5 Generate Report T6 Alert Settings T7 User Management http://jurnal. id/index. php/justian Issue Density JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Task T5 memiliki densitas tertinggi, menunjukkan kompleksitas interaksi yang lebih tinggi dibanding modul lain. 4 Analisis Komplementaritas HEAeCW Setelah integrasi, diperoleh 68 temuan unik usability. Tabel 4. Komplementaritas Temuan Kategori HE saja CW saja Ditemukan keduanya Total unik Jumlah Persentase Coverage Improvement Metode tunggal terbaik HE= 42 yaycuycyceycycayciyce yaycuycaycycaycyce = 68 Oe 42 x100% = 61,9% Peningkatan ini menunjukkan integrasi HEAeCW secara signifikan memperluas cakupan identifikasi masalah usability. Method Contribution Index A MCI_HE = 0. A MCI_CW = 0. A MCI_overlap = 0. Berdasarkan nilai MCI menunjukkan bahwa kedua metode memiliki kontribusi komplementer dalam evaluasi sistem enterprise. 5 Analisis Reliabilitas Evaluator Reliabilitas antar evaluator diukur menggunakan FleissAo Kappa. yuI = 0. Nilai FleissAo Kappa diperoleh menggunakan pendekatan multi-rater agreement untuk mengukur konsistensi penilaian antar evaluator terhadap temuan usability. Nilai sebesar 0,78 termasuk dalam kategori substantial agreement, yang menunjukkan tingkat kesepakatan yang tinggi di antara evaluator dalam mengidentifikasi masalah usability. Nilai ini termasuk kategori substantial agreement, menunjukkan konsistensi penilaian yang tinggi. Nilai percentage agreement sebesar 82. 4% semakin memperkuat stabilitas hasil evaluasi. 6 Analisis Risk Prioritization Untuk menentukan prioritas perbaikan, temuan dipetakan menggunakan matriks risiko berbasis severity dan frekuensi. Hasil menunjukkan: A 6 issue kategori critical A 14 issue kategori high priority A mayoritas berada pada modul Report dan Dashboard Hasil analisis risk prioritization mengindikasikan area redesign yang paling mendesak pada prototipe 7 Pola Permasalahan Usability Tabel 5. Distribusi Pola Masalah Kategori Navigation & Findability Feedback & Visibility Consistency Form & Input Error Prevention http://jurnal. id/index. php/justian Jumlah Persentase JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Mayoritas masalah berkaitan dengan navigasi dan visibilitas sistem, yang merupakan faktor kritis pada dashboard enterprise. 8 Analisis Efektivitas Biaya Total effort evaluator: 5 evaluator rata-rata 5. 5 jam total = 27. 5 person-hours yayceycyceycaycycnycuycu ycycaycyce = = 2. 47 ycnycycycyceyc/Eaycuycyc Nilai ini menunjukkan pendekatan integrasi HEAeCW cukup efisien untuk evaluasi awal sistem enterprise. 9 Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Heuristic Evaluation (HE) dan Cognitive Walkthrough (CW) memberikan cakupan identifikasi masalah usability yang lebih luas dibandingkan penggunaan metode HE terbukti lebih efektif dalam mendeteksi pelanggaran prinsip antarmuka secara umum, seperti konsistensi desain, visibilitas status sistem, dan kejelasan umpan balik. Sebaliknya. CW lebih sensitif dalam mengidentifikasi hambatan kognitif yang dialami pengguna saat menyelesaikan tugas tertentu, terutama pada proses yang melibatkan beberapa langkah interaksi. Temuan ini memperkuat argumen bahwa kedua metode memiliki karakteristik deteksi masalah yang berbeda namun saling melengkapi. Integrasi keduanya menghasilkan peningkatan cakupan temuan sebesar 61,9%, yang menunjukkan bahwa sebagian masalah usability tidak dapat teridentifikasi secara optimal apabila hanya menggunakan satu metode inspeksi. Dengan demikian, pendekatan terintegrasi memberikan keuntungan dalam meningkatkan kualitas evaluasi desain pada tahap awal pengembangan sistem. Analisis Mean Severity Index sebesar 2,24 menunjukkan bahwa sebagian besar masalah berada pada tingkat keparahan minor hingga major. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun prototipe telah dirancang dengan pendekatan desain yang baik, masih terdapat beberapa aspek interaksi yang berpotensi mengganggu efektivitas penggunaan sistem. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa evaluasi usability pada fase desain mampu mengungkap masalah kritis sebelum sistem diimplementasikan secara penuh. Selain itu, nilai Weighted Severity Score yang relatif tinggi menunjukkan bahwa akumulasi dampak dari masalah yang ditemukan dapat mempengaruhi kualitas pengalaman pengguna apabila tidak segera diperbaiki. Dalam konteks sistem enterprise, kondisi ini menjadi penting karena kesalahan interaksi berpotensi mempengaruhi akurasi informasi dan efisiensi proses kerja organisasi. Dari perspektif metodologis, hasil penelitian juga menunjukkan tingkat reliabilitas evaluasi yang tinggi. Nilai FleissAo Kappa sebesar 0,78 mengindikasikan tingkat kesepakatan yang substansial antar evaluator, yang menunjukkan bahwa prosedur evaluasi yang digunakan cukup konsisten dan dapat direplikasi pada penelitian Konsistensi ini penting untuk memastikan bahwa temuan usability tidak semata-mata dipengaruhi oleh subjektivitas evaluator. Selain aspek kualitas temuan, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan integrasi HEAeCW memiliki efisiensi evaluasi yang baik. Tingkat deteksi sebesar 2,47 issue per person-hour menunjukkan bahwa metode inspeksi berbasis pakar masih merupakan pendekatan yang relatif cepat dan ekonomis untuk mengidentifikasi masalah usability pada fase desain. Hal ini memberikan keuntungan bagi organisasi yang ingin melakukan penjaminan mutu desain tanpa harus menunggu tahap implementasi sistem. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja integrasi HEAeCW tidak hanya meningkatkan cakupan temuan usability, tetapi juga memberikan pendekatan evaluasi yang konsisten, efisien, dan aplikatif pada konteks sistem informasi enterprise. Dengan demikian, integrasi kedua metode ini dapat dipertimbangkan sebagai strategi evaluasi desain yang lebih komprehensif dalam praktik pengembangan sistem informasi modern. KESIMPULAN Penelitian ini mengusulkan dan memvalidasi kerangka kerja integrasi Heuristic Evaluation dan Cognitive Walkthrough untuk evaluasi usability pada fase desain sistem informasi enterprise. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua metode mampu meningkatkan cakupan identifikasi masalah usability secara signifikan dibandingkan metode tunggal, dengan coverage improvement sebesar 61,9%. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret 2026, pp. ISSN: 2721-7523 Selain itu, analisis kuantitatif menunjukkan tingkat reliabilitas evaluasi yang tinggi dengan nilai FleissAo Kappa sebesar 0,78, serta efisiensi deteksi sebesar 2,47 issue per person-hour. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan integrasi HEAeCW tidak hanya meningkatkan kualitas identifikasi masalah usability, tetapi juga memberikan metode evaluasi yang konsisten dan efisien pada fase desain awal. Secara praktis, kerangka kerja yang diusulkan dapat digunakan sebagai panduan evaluasi usability bagi pengembang dan organisasi untuk meningkatkan kualitas desain sistem sebelum implementasi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji pendekatan ini pada domain sistem yang berbeda serta melibatkan partisipasi pengguna akhir untuk memperoleh validasi yang lebih luas. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada para pakar evaluator dan pihak organisasi yang telah memberikan dukungan, masukan dan kesempatan dalam pelaksanaan penelitian ini. REFERENSI