METEOR STIP MARUNDA JURNAL ILMIAH NASIONAL SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN JAKARTA Pengaruh Tata Kelola Jam Istirahat Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Crew Kapal Putra. Palapa. Andromeda. 1, 2, 3 Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Indonesia disubmit : 12/1/20 direvisi pada : 5/3/20 dierima pada : 1/5/20 Abstrak Pelaut merupakan pekerjaan yang bersifat operasional. Sebagai seorang pelaut dalam pekerjaan ini dituntut fisik dan mental dimana fisik sebagai penggerak dan mental sebagai perencana dalam menjalankan profesinya. Kompensasi merupakan hal yang penting, karena kompensasi merupakan dorongan utama seseorang menjadi crew di kapal, dan juga karena kompensasi yang diberikan besar pengaruhnya terhadap semangat dan kinerja para crew nya. Penyusunan penelitian ini menggunakan proses penelitian berpendekatan kuantitatif, dan berjenis asosiatif. Dikatakan pendekatan kuantitatif sebab pendekatan yang digunakan di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisa data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. Sedangkan dikatakan sebagai penelitian asosiatif karena penelitian ini menghubungkan dua variable atau lebih. Berdasarkan pada analisa data menunjukkan bahwa Tata Kelola Jam Istirahat berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Crew. Berdasarkan pada analisa data menunjukkan bahwa Kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Crew dan Berdasarkan pada analisa data menunjukkan bahwa Tata Kelola Jam Istirahat dan Kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Crew. Untuk perusahaan pelayaran agar lebih memperhatikan tentang Tata Kelola Jam Istirahat dan Kompensasi Crew kapal karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap Kinerja Crew saat dikapal nanti. Copyright A 2020. METEOR STIP MARUNDA. ISSN : 1979-4746 Kata Kunci: Jam Istirahat. Kompensasi. Kinerja Crew Permalink/DOI : https://doi. org/10. 36101/msm. METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 PENDAHULUAN Menurut Word Health Organization (WHO), sehat adalah suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental, dan sosial yang tidak hanya dari penyakit atau Maka secara anologi kesehatan jiwa pun bukan hanya sekedar bebas dari gangguan tetapi lebih kepada perasaan sehat,sejahtera, dan bahagia. ell bein. , ada keserasian antara pikiran, perasaan, perilaku, dapat merasakan kebahagian dalam sebagian besar kehidupannya serta mampu mengatasi tantangan hidup seharihari. Mathis, . 2, p. , menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cidera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental, dan stabilitas emosi secara umum. adalah 10 jam per hari atau 77 jam per Jam istirahat tidak boleh dibagi menjadi lebih dari 2 kali dalam satu hari waktu istirahat, dan apabila dibagi menjadi 2 kali maka salah satunya minimum 6 jam, tidak boleh kurang. Dewasa ini jenis pekerjaan sangat bermacam-macam dan mempunyai waktu istirahat yang berbeda- beda, baik pekerjaan yang mengandalkan fisik yang dilakukan dalam durasi waktu tertentu. pelaut merupakan pekerjaan yang bersifat operasional yaitu sebuah pekerjaan yang memberikan bentuk loyalitasnya kepada sebuah perusahaan niaga nasional maupun internasional dimana sebuah bisnis yang dijalankan mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis itu Kompensasi sendiri terbagi menjadi dua yaitu, kompensasi finansial dan non Kompensasi finansial terdiri dari, upah/gaji, bonus, tunjangan, dan fasilitas, sedangkan kompensasi non finansial terdiri dari pelatihan dan pengembangan dan lingkungan kerja. Kompensasi perlu diberikan untuk hasil perusahaan berdasarkan kinerjanya bagi Simamora, . mendambakan kinerjanya berkorelasi dengan kompensasi yang diperoleh dari perusahaan Kompensasi yang diberikan secara benar, dampaknya karyawan akan lebih terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan. Dengan demikian maka setiap perusahaan harus dapat menetapkan kompensasi yang paling tepat, sehingga dapat menopang tercapainya tujuan perusahaan secara lebih efektif dan lebih efisien. Berdasarkan pemaparan diatas dapat melakukan sebuah pekerjaan demi mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati oleh perusahaan bisnis niaga dan sumber daya manusia sebagai pekerjanya harus menjalankan kinerjanya dengan maksimal. Sesuai dengan MLC 2006 bahwa kebutuhan istirahat seorang pelaut adalah 10 jam selama 24 jam periode kerja, dan dalam hal ini tidak termasuk dalam coffe time. Didalam peraturan STCW (Standard Of Training Certification Watchkeepin. amandemen Manila 2010 bahwa waktu minimum yang dibutuhkan untuk istirahat dalam melakukan pekerjaan diatas kapal Jam istirahat merupakan jumlah minimum jam istirahat yang harus dimiliki oleh setiap pelaut dalam melakukan aktivitas pekerjaan diatas kapal dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam Menurut UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, jam istirahat merupakan Auwaktu untuk pemulihan badan setelah melakukan pekerjaan untuk waktu tertentuAy. Sudah merupakan kewajiban dari perusahaan untuk memberikan waktu istirahat kepada pekerjanya. Kinerja merupakan perwujudan kerja yang dilakukan oleh karyawan yang biasanya dipakai sebagai dasar penilaian terhadap karyawan atau organisasi Hasibuan, . Menurut Mathis, . 2 :. yang menjadi indikator dalam METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 mengukur kinerja atau prestasi karyawan adalah kuantitas kerja, kualitas kerja, pemanfaatan waktu, dan kerja sama. Suatu pemberian kompensasi finansial baik yang berupa komisi insentif & tunjangan, maupun jaminan kesehatan kepada karyawan merupakan faktor penting untuk dapat menarik, memelihara maupun mempertahankan tenaga kerja bagi Dengan pemberian komisi, insentif serta tunjangan yang layak dengan yang di inginkan karyawan maka tujuan perusahaanpun akan tercapai. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka didapat beberapa perumusan masalah yaitu: . Bagaimana pengaruh tata kelola jam istirahat terhadap kinerja crew kapal? . Bagaimana pengaruh kompensasi terhadap kinerja crew kapal? Dan . Bagaimana pengaruh tata kelola jam istirahat dan kompensasi terhadap kinerja crew kapal? METODE 1 Metode Pada berpendekatan kuantitatif, dan berjenis Dikatakan kuantitatif sebab pendekatan yang digunakan di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisa data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. 2 Variabel Penelitian Variabel Bebas ( Independent Variable ) (X) pada penelitian ini adalah Tata Kelola Jam Istirahat KompensasiLokus Penelitian Variabel Terikat ( Dependent Variabl. Variabel terikat (Y) pada penelitian kali ini adalah Kinerja Crew 3 Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan kurang lebih selama dua belas bulan terhitung mulai tanggal 02 Agustus 2018 sampai dengan 06 Agustus 2019 di atas kapal curah MV. Pan Energen milik perusahaan pelayaran POS SM. Co. Ltd. yang beralamatkan di Jungangdaero 102. Junggu. Busan. Korea. Dengan nama panggilan kapal Au DSEV8Ay dan total kapasitas kargo 000 T. 4 Metode Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan cara mendistribusikan kuisioner sebagai metode untuk mengumpulkan Kuisioner yang digunakan untuk menilai persepsi reponden dalam bentuk pertanyaan tertutup. Daftar pertanyaan tertutup tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya telah disediakan dengan menggunakan skor penilaian 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS), skor 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS), skor 3 untuk jawaban Ragu-ragu (R), skor 4 untuk jawaban Setuju (S), skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS). Penggunaan skala 1 sampai 5 dipilih dengan pertimbangan untuk menghindari jawaban responden yang cenderung memilih jawaban di tengah sehingga akan menghasilkan respon yang mengumpul di tengah . rey 5 Teknik Analisis Data Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel distribusi normal ataukah tidak. Uji normalitas data dapat dilakukan Kolmogorov Smirnov satua arah. Pengambilan kesimpulan untuk menentukan apakah suatu data mengikuti distribusi normal atau tidak adalah dengan menilai nilai Jika signifikan > 0,05 maka variable berdistribusi normal dan sebaliknya jika signifikan < 0,05 maka variabel tidak berdistribusi normal Ghozali, . METEOR STIP MARUNDA. Vol. No. 1 Juni 2020 dengan Uji metode Stepwise. Uji hipotesis menggunakan uji t yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh variable independent terhadap menggunakan SPSS dengan taraf signifikan () < 0,05 Ghozali, . Hipotesis diterima jika taraf signifikan () < 0,05 dan hipotesis ditolak jika taraf signifikan () > 0,05 Uji Model Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien (R. besarnya presentase goodness of fit dari variable independent terhadap variable dependent Ghozali, . Uji Hipotesis Uji F ( Simultan ) Uji mengetahui pengaruh variabel bersama-sama . terhadap variabel Penggunaan tergantung keinginan peneliti, yaitu 0,01 . %) . 0,05 . %) dan 0,10 . %). Hasil uji F dilihat dalam tabel ANOVA dalam kolom sig. Sebagai contoh, kita menggunakan taraf signifikansi 5% . , jika nilai probabilitas < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan bersama-sama variabel bebas terhadap variabel Namun, signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan bersama-sama variabel bebas terhadap variabel Uji F bisa dilakukan dengan bantuan software SPSS, apabila ingin mempelajari Langkah Uji F dengan Software SPSS. Uji T ( Parsial ) Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan mambandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung, proses uji t identik dengan Uji F . ihat perhitungan SPSS pada Coefficient Regression Full Model/Ente. Atau bisa diganti Gambar 2. 1 Kerangka pikir DISKUSI