Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Job Burnout terhadap Turnover Intention pada Generasi Milenial Indonesia Qattrunnada Alifah. Dian Indiyati Telkom University qattrunnada@student. dianindiyati@telkomuniversity. ABSTRACT Employee intention to leave is an individual's attitude to leave the organization because of fatigue at work, so it makes the intention to leave the company. This study has the goal of knowing the conditions and effects of work fatigue on employee intention to leave in the millennial generation in Indonesia so that it can enrich understanding and thinking about the effect of work fatigue on employee intention to leave, as well as being a company reference in determining strategies to minimize the level of employee intention to leave. The method used is a causal descriptive technique with a quantitative approach. The population of this study is the Indonesian millennial generation. The research sample is three hundred and sixty respondentsAidata collection using online questionnaires and Structural Equation Model data analysis tools. This study concludes that work fatigue positively and significantly affects employee intention to leave. Thus, it is suggested that the company can seriously handle work fatigue so that it makes the intention to leave the company. Keywords: job burnout, turnover intention, the millennial generation ABSTRAK Niat meninggalkan perusahaan yang dilakukan oleh karyawan merupakan sikap individu karena kelelahan bekerja sehingga membuat tingkat stres menjadi lebih tinggi dan berniat untuk keluar dari perusahaan. Angkatan kerja terdiri dari lima generasi dan generasi milenial yang saat ini sedang unggul dalam angkatan kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi dan pengaruh kelelahan bekerja terhadap niat keluar karyawan pada generasi milenial pada sektor ritel di Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan menambah pengetahuan serta wawasan mengenai pengaruh kelelahan bekerja terhadap niat keluar karyawan generasi milenial pada sektor ritel di Indonesia, serta dapat menjadi referensi perusahaan dalam menentukan strategi yang efektif untuk meminimalkan tingkat niat keluar karyawan khususnya pada generasi milenial Indonesia. Metode yang digunakan teknik deskriptif bersifat kausal dengan pendekatan Populasi penelitian ini yaitu generasi milenial Indonesia pada sektor ritel di Indonesia. Sampel penelitian sebesar 360 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner daring dan alat analisis data menggunakan pemodelan persamaan Hasil dari penelitian ini adalah kelelahan bekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat keluar karyawan. Kelelahan bekerja berpengaruh positif dan signifikan 1291 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. terhadap niat keluar karyawan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah perusahaan dapat serius menangani kelelahan bekerja dan membuat niat keluar dari Kata kunci: Kelelahan Bekerja. Niat Keluar Perusahaan. Generasi Milenial PENDAHULUAN Pasar tenaga kerja Indonesia mengalami perubahan signifikan dengan dua pertiga diisi oleh generasi milenial Click or tap here to enter text. (ICBS (Indonesia Central Bureau of Statistic. , 2. Generasi milenial dikenal sebagai individu yang cenderung berpindah pekerjaan jika tidak sesuai dengan prinsip hidupnya. Ini mengharuskan perusahaan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya kerja generasi ini(Khansha & Indiyati, 2. Generasi milenial juga memiliki kecenderungan turnover yang tinggi dibandingkan generasi lain(Adfa & Indiyati. Saraswati & Indiyati, . menunjukkan bahwa sedikit generasi milenial yang loyal dan produktif dalam perusahaan. Hal ini sejalan dengan tingginya niat berhenti kerja karena masalah sumber daya manusia yang tidak memadai (Halim & Antolis, 2. Turnover intention adalah keinginan individu untuk meninggalkan organisasi karena kelelahan dan ketidakpuasan (Prayogi et al. , 2. Kelelahan yang konsisten dapat merugikan perkembangan individu dan perusahaan(Aksu et al. , 2. Tekanan kerja meningkatkan kelelahan, dengan sekitar 52% Gen Z dan 49% milenial merasa lelah pada tahun ini (Salama et al. , 2. Job burnout dapat berdampak pada penurunan produktivitas, absensi, dan pergantian pekerjaan (Salama et al. , 2. Penelitian juga menemukan bahwa job burnout dapat memprediksi niat berpindah pekerjaan (Salama et al. , 2. Penelitian Alblihed & Alzghaibi, . dan Parmar et al. menunjukkan hubungan langsung antara job burnout dan turnover intention. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih mendalam kondisi dampak job burnout terhadap niat berpindah pekerjaan pada generasi milenial. METODE PENELITIAN Kerangka Penelitian Gambar 1. Kerangka Penelitian Sumber: Data diolah Penulis, 2023 1292 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Berdasarkan kerangka penelitian tersebut menghasilkan hipotesis job burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Jenis Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh job burnout terhadap turnover intention pada generasi milenal di Indonesia. Penelitian ini ditulis melalui teknik deskriptif yang bersifat kausal dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, variabel independent adalah job burnout sedangkan variabel dependen adalah turnover intention dan pada penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh dari job burnout terhadap turnover intention. Skala Pengukuran Pada penelitian ini menggunakan skala likert modifikasi yaitu, untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki skala Likert dengan empat kelompok penilaian. Jika pertanyaan bersifat positif . maka skala likert modifikasi akan digunakan dengan kategori Sangat setuju . Setuju . Cukup setuju (Skor . Tidak Setuju (Skor . , dan Sangat tidak setuju (Skor . Apabila pertanyaan kuesioner bersifat negatif . akan sebaliknya. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini yaitu, generasi milenial Indonesia dengan rentang usia 24-39 tahun. (Hair et al. , 2. rumus perhitungan sampel penelitian adalah jumlah minimum sampel kuantitatif yang dibutuhkan dengan cara jumlah indikator x jumlah variabel. Sehingga terbentuk sampel minimum pada penelitian ini adalah 144 responden, dengan perhitungan jumlah indikator . x jumlah variabel . = 144 responden. Pada penelitian ini jumlah sampel 360. Hal ini juga didukung oleh pernyataan (Hair et al. , 2. bahwa jumlah sampel untuk menganalisis CB-SEM harus berukuran besar N=>100. Teknik non-probabilty sampling yang digunakan yaitu, purposive sampling. Pengumpulan Data dan Sumber Data Pada penelitian ini, data primer dikumpulkan melalui metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Penyebaran kuesioner dilakukan melalui platform Google Form yang disebarkan luas ke media sosial. Sumber data pada penelitian ini yaitu, jurnal nasional maupun internasional, buku, studi kepustakaan lainnya yang dapat memberikan informasi serta yang mempunyai relevansi dengan objek penulis. Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Statistik deskriptif tidak dapat digunakan apabila peneliti ingin mendeskripsikan populasi dimana sampel diambil, maka statistik deskriptif hanya dapat digunakan untuk mendeskripsikan data sampel (Sugiyono, 2. 1293 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Analisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) Structural Equation Modelling (SEM) merupakan teknik analisis multivariant untuk membuktikan model penelitian dengan variabel terikat lebih dari satu sehingga dapat melihat pengaruh timbal balik antar variabel. Penulis menggunakan CB-SEM dalam menganalisis hubungan antar variabel yang diajukan. Menurut (Hair et al. , 2. dalam menganalisis model di dalamnya terdapat uji kecocokan model atau goodness of fit agar dapat menguji kualitas setiap indikator dalam penelitian. Nilai yang akan dihasilkan dalam uji model SEM akan dibandingkan dengan kategori angka setiap ukurannya. Semakin banyak indikator dengan kriteria yang standar atau goodness of fit, maka model yang diuji pada penelitian juga semakin baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden meliputi jenis kelamin, lama bekerja di perusahaan sekarang atau terakhir, dan instansi pekerjaan terakhir. Sehingga pada penelitian ini didapatkan bahwa responden didominasi wanita sebesar 67% dan sisanya 33% berjenis kelamin pria. Sedangkan untuk karakteristik responden berdasarkan waktu bekerja di perusahaan didominasi dengan responden yang sudah bekerja selama kurang dari 2 tahun dengan persentase 59%. Sedangkan sisanya responden yang bekerja 2-5 tahun sebesar 24%, dan untuk jangka waktu bekerja 5-10 tahun sebanyak 26%, dan yang lebih 10 tahun sebesar 1%. Karakteristik terakhir yaitu instansi pekerjaan didominasi oleh karyawan swasta dengan persentase sebesar 47%, dan sisanya bekerja pada UMKM sebesar 33%, dan karyawan BUMN sebesar Analisis Deskriptif Analisis deskriptif pada penelitian ini merupakan penggambaran atas jawaban dari 360 responden terhadap variabel turnover intention dan job burnout yang di dalamnya terdiri dari 36 item pertanyaan. Sehingga, dapat diketahui hasil yang diperoleh dari data keseluruhan mengenai jawaban responden terhadap variabel turnover intention berada dalam kategori cukup tinggi dengan persentase sebesar 59%. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan bahwa turnover intention pada generasi milenial Indonesia cukup tinggi. Hal ini sejalan dengan fenomena bahwa turnover intention terbesar ada pada generasi milenial sebesar 26% dibandingkan generasi lainnya dan persentase untuk tetap di organisasi hanya sebesar 74%, yang terendah dari generasi lainnya. Pada variabel job burnout berada dalam kategori cukup tinggi dengan persentase sebesar 59%. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan bahwa job burnout pada generasi milenial Indonesia cukup tinggi. Uji Validitas dan Reabilitas Model Pengukuran Model pengukuran digunakan untuk menguji validitas konstruk dan reabilitas variabel. Pada pengujian setiap indikator akan dinyatakan valid apabila variabel memiliki nilai Standardized Loading Factor (SLF) > 0. 50 dan konstruk akan 1294 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. reliabel apabila nilai composite reliability measure (CR) Ou 0. 70 dan average variance extracted (AVE) Ou 0. 50 (Haryono, 2. Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Turnover Intention Pada pengujian setiap indikator akan dinyatakan valid apabila variabel turnover intention (TI) memiliki nilai Standardized Loading Factor (SLF) > 0. 50 dan konstruk akan reliabel apabila nilai composite reliability measure (CR) Ou 0. 70 dan average variance extracted (AVE) Ou 0. Hasil uji validitas dan reabilitas konstruk variabel turnover intention (TI) dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Turnover Intention Variabel Item SLF Validitas CR AVE Reabilitas TI. 705 Valid Turnover Intention (TI) TI. 844 Valid 647 Reliabel TI. 855 Valid Sumber: Data Olahan Penulis, 2023 Pada tabel uji validitas dan reabilitas konstruk di atas didapatkan hasil analisis bahwa seluruh indikator pada variabel turnover intention (TI) dikatakan valid dan reliabel karena memiliki nilai SLF >0. 50 dan nilai CR >0. 70 dan AVE>0. Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Job Burnout Model pengukuran digunakan untuk menguji validitas konstruk dan reabilitas variabel. Pada pengujian setiap indikator akan dinyatakan valid apabila variabel memiliki nilai Standardized Loading Factor (SLF) > 0. 50 dan konstruk akan reliabel apabila nilai Composite Reliability Measure (CR) Ou 0. 70 dan Average Variance Extracted (AVE) Ou 0. 50 (Haryono, 2. Tabel 2. Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Job Burnout Variabel Item SLF Validitas AVE Reabilitas JB. Valid JB. Valid JB. Valid JB. Valid Job Burnout (JB) JB. Valid 859 Reliabel JB. Valid JB. Valid JB. Valid JB. Valid Sumber: Data Olahan Penulis, 2023 Pada tabel uji validitas dan reabilitas konstruk di atas didapatkan hasil analisis bahwa seluruh indikator pada variabel job burnout (JB) dikatakan valid karena memiliki nilai SLF >0. 50 dan reliabel dengan nilai CR >0. 70 dan AVE >0. 1295 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengujian dan Analisis Model Struktural Hipotesis penelitian dapat diuji dengan pengujian model struktural. Dalam menguji kecocokan model struktural pada analisis SEM dapat dilihat dengan beberapa kriteria goodness of fit model. Hasil pengujian dari kecocokan model struktural penelitian ini dapat dilihat pada tabel dan di bawah ini, berdasarkan kriteria indikator yang telah ditentukan. Tabel 3. Kriteria Goodness of Fit Ukuran Probability CMIN/DF Goodness of Fit Index (GFI) Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) Kategori Absolut Ou 0,05 Nilai O 2,00 model diterima GFI Ou 0,90 kategori good fit. 0,80 O GFI < 0,90 kategori marginal fit RMSEA O 0,08 kategori good fit RMSEA O 0,05 kategori close fit AGFI Ou 0,90 kategori good fit. AGFI < 0,90 kategori marginal fit Ou 0,90. Nilai mendekati 1,0 Tucker-Lewis Index (TLI) menunjukan kategori a very good NFI Ou 0,90 kategori good fit 0,80 Normed Fit Index (NFI) O NFI O 0,90 kategori marginal fit CFI Ou 0,90 kategori good fit. 0,80 Comparative Fit Index (CFI) O CFI < 0,90 kategori marginal fit IFI Ou 0,90 kategori good fit 0,80 O Incremental Fit Index (IFI) IFI O 0,90 kategori marginal fit RFI Ou 0,90 adalah good fit 0,80 O Relative Fit Index (RFI) RFI O 0,90 adalah marginal fit Sumber: Data Olahan Penulis, 2023 Nilai Keterangan Poor Fit Poor Fit Marginal Fit Good Fit Marginal Fit Good Fit Marginal Fit Good Fit Good Fit Marginal Fit Berdasarkan tabel hasil pengujian kecocokan model struktural dapat dilihat adanya dua nilai yang masuk ke dalam kategori poor fit pada nilai probabilitas dan CMIN/DF, namun pemenuhan model goodnes of fit pada penelitian ini tidak akan berfokus kepada nilai probabilitas dan CMIN/DF, karena pemenuhan nilai probabilitas untuk >0. 05 hanya untuk jumlah responden dengan jumlah kurang 200 responden, sedangkan pada penelitian ini jumlah sampel yang diteliti berjumlah 360 Selain itu, terdapat empat kategori marginal fit yaitu. GFI. AGFI. NFI, dan RFI. Selanjutnya, pada penelitian ini juga terdapat empat kategori dengan nilai good fit yaitu. RMSEA. TLI. CFI, dan IFI. Suatu model akan dinyatakan layak apabila memenuhi 4-5 kriteria goodness of fit. (Hair et al. , 2. Berdasarkan analisis dari hasil uji model struktural, maka model penelitian yang diajukan dapat dinyatakan telah memenuhi kriteria good fit dari beberapa indikator yang telah ditentukan. 1296 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengujian Hipotesis Penelitian Model penelitian yang sudah memenuhi kriteria goodnes of fit, maka dilanjutkan untuk melakukan pengujian pengaruh langsung antar variabel. Uji hipotesis pada SEM menggunakan GOF, bukan f-test. T-hitung dalam SEM adalah CR (Cticital Rati. (Haryono, 2. Pengujian akan dilakukan dengan tingkat taraf signifikansi () sebesar 0. 05 berdasarkan hipotesis yang sudah diajukan. Penelitian ini melakukan uji dengan uji hipotesis one tailed karena hipotesis terarah, sehingga hubungan antar variabel akan dikatakan signifikan apabila angka absolut nilai CR Ou 1,967 atau -CRO -1,967 serta memenuhi nilai p-value <0. Apabila terpenuhi maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil Pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Pengujian Hipotesis Penelitian Hipotesis H1 Turnover_Intention --> Job_Burnout Estimate PValue Kesimpulan Signifikan positif -Diterima Sumber: Data Olahan Penulis, 2023 Berdasarkan hasil analisis tabel di atas, didapatkan hasil pengujian hipotesis dalam penelitian yaitu, variabel job burnout terhadap variabel turnover intention memiliki nilai CR 3. 128 Ou 1. 967 dengan nilai p-value 0. 002<0. Maka, hipotesis Sehingga, dapat disimpulkan bahwa job burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Pengujian Pengaruh Langsung Tabel 5. Pengaruh Langsung Standardized Regression Weights: (Group number 1 - Default mode. Estimate Tunrover_Intention <--JobBurnout ,190 Squared Multiple Correlation: (Group number 1-Default model_ Estimate Turnover_Intention Sumber: Data Diolah Penulis, 2023 Pengaruh langsung variabel job burnout, work-life balance, dan work stress terhadap turnover intention dapat disimpulkan variabel job burnout terhadap turnover intention sebesar 0. Yang artinya, setiap peningkatan job burnout akan meningkatkan turnover intention sebesar 0. Adapun kesimpulan yang dapat diambil bahwa work stress memiliki pengaruh paling besar . daripada pengaruh work-life balance (-0. maupun job burnout . Sehingga, didapatkan persamaan struktural sebagai 1297 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Turnover Intention = 0. 190*Job Burnout 0. Keterangan: Error atau residual persamaan struktural adalah 0. 644 diperoleh dari 10. 356 yang diambil dari table squared multiple correlation: . roup number 1Default mode. Pembahasan Pengaruh Job burnout terhadap Turnover Intention Hipotesis yang diuji yaitu. Aujob burnout berpengaruh signifikan dan positif terhadap turnover intention pada generasi milenial IndonesiaAy. Setelah dilakukan pengujian, maka didapatkan hasil bahwa nilai CR 3. 128 Ou 1. 967 dengan nilai p-value 002<0. 05 maka, hipotesis diterima. Artinya, akan terjadi peningkatan turnover intention pada generasi milenial apabila terjadinya job burnout. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya bahwa job burnout berpengaruh signifikan dan positif turnover intention. ((Alblihed & Alzghaibi, 2. dan juga sesuai dengan hasil penelitian Aksu et al. yang mengatakan bahwa kelelahan dapat berubah menjadi tingkat turnover yang tinggi. Dengan adanya job burnout akan membuat karyawan menjadi Aoacuh tak acuh dan dinginAo terhadap pekerjaan, rekan kerja, dan organisasi sehingga karyawan merasa adanya penurunan kompetensi kerja dan merasa tidak berkembang sehingga mempunyai niat untuk keluar dari pekerjaan (Maslach & Leiter, 2. Hal ini sesuai dengan karakteristik responden yang didominasi oleh wanita yang mengalami tuntutan ganda dalam pekerjaan dan keluarga. Peran tradisional yang diharapkan adalah wanita hanya menjadi ibu dan pengurus rumah tangga akan meningkatkan beban dan tekanan tambahan pada wanita. Adanya kesenjangan gender dan pengalaman diskriminasi di tempat kerja juga akan menyebabkan job burnout dan meningkatkan turnover intention. Karakteristik kedua, pekerja yang bekerja kurang dari 2 tahun, dengan kurangnya pengalaman diperusahaan juga akan membuat peluang pekerja akan mencari pekerjaan baru dan memiliki niat untuk keluar dari perusahaan. Dengan status belum menikah yang membutuhkan dukungan sosial dan kesulitan dalam mencapai work-life balance juga dapat meningkatkan risiko job burnout yang menyebabkan ingin keluar dari perusahaan. Karakteristik terakhir didominasi oleh karyawan swasta yang sering kali menghadapi beban kerja dan tekanan yang tinggi dalam mencapai target pekerjaan. Lingkungan kerja yang kompetitif dan kurangnya fleksibilitas akan meningkatkan risiko job burnout dan memiliki niat untuk keluar dari perusahaan 1298 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan rumusan masalah yang sudah diajukan dan dilakukan pengujian, serta analisis data. Maka, didapatkan beberapa kesimpulan pada penelitian ini sebagai berikut: Analisis deskriptif menunjukkan bahwa hasil responden milenial pada sektor ritel dan produk pelanggan dengan kategori cukup tinggi pada variabel turnover intention Analisis deskriptif menunjukkan bahwa hasil responden milenial pada sektor ritel dan produk pelanggan dengan kategori cukup tinggi pada variabel job burnout Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa job burnout berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap turnover intention pada generasi milenial di sektor ritel dan produk pelanggan Indonesia. Sehingga, semakin tinggi tingkat turnover intention maka semakin tinggi tingkat job burnout. Saran Teoritis Berdasarkan hasil dari penelitian hendaknya dapat lebih diperhatikan lagi permasalahan turnover intention agar menghindari terjadinya job burnout. Untuk meminimalisir tingkat job burnout, perlu dilakukan pengelolaan yang lebih komprehensif pada turnover intention. Hasil penelitian juga dapat dijadikan acuan sebagai implikasi manajerial yang dapat diterapkan dimanajemen organisasi atau perusahaan yang membutuhkan terutama pada perusahaan di sektor ritel dan produk pelanggan. Pada penelitian ini, job burnout menjadi salah satu faktor utama dari kenaikan tingkat turnover intention pada generasi milenial. Dari seluruh item kuesioner, secara garis besar Aucukup tinggiAy sehingga terdapat beberapa saran yang dapat diberikan kepada perusahaan. Pertama, perusahaan dapat fokus dengan kesejahteraan karyawan dengan menyelenggarakan kegiatan fisik. Kesehatan mental, dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Perusahaan juga harus melakukan komunikasi yang efektif agar karyawan dapat mengungkapkan terkait beban kerja atau stres yang dialami, dan memberikan dukungan emosional dan pengakuan atas prestasi Hal ini dapat membantu karyawan secara emosional. Kedua, perusahaan dapat memberikan fleksibilitas jam kerja sehingga bisa bekerja dari jarak jauh, paruh waktu, dan fleksibel. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa jam kerja karyawan memadai selama mereka bekerja, dan membuat lingkungan yang nyaman, dan perusahaan dapat memberikan pengembangan karier yang jelas di perusahaan dan perusahaan dapat melakukan evaluasi secara teratur sehingga karyawan bersemangat dalam bekerja dan memiliki tujuan yang akan dicapai Ketiga, perusahaan dapat memberikan pelatihan komunikasi agar dapat berinteraksi secara efektif dan saling memahami. Selain itu, perusahaan juga dapat 1299 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1291-1301 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. memberikan pelatihan pengembangan diri dan pendampingan yang membantu menyelesaikan konflik sehingga karyawan akan nyaman bekerja sama dengan orang lain yang memiliki beragam sifat. DAFTAR PUSTAKA