Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 12 No. Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam Alwazir Abdusshomad Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Tangerang alwazir85@gmail. Naskah diterima: 23 Mei 2020 | Naskah disetujui: 3 Juni 2020 Abstract The spreading of a new corona virus named Covid-19 has caused so many death tolls to almost all countries in the world. Researchers suspect that this virus originated from the traditional market in China's Wuhan City selling a wide variety of fresh wet animals traded for consumption, including bats and pangolins which ultimately transmit the virus to humans. The World Health Organization has confirmed that Covid-19 transmission through droplets or sparks from infected people through talking, sneezing or coughing. With such causes, world governments recommend and even order the citizens to always maintain health and hygiene by washing hands, wearing masks, and covering mouths when sneezing or coughing. While in Islam, there are also procedures for behaving to maintain health and cleanliness. This literature study used qualitative method to examine the relevance of the global pandemic to the Islamic character education. This study then found that the influence of Covid-19 on the application of character education and Islamic education. This conclusion could be seen from the factors that influence the majority of characters carried out during the Covid-19 plague including instincts, habits, wills and conscience. Keywords: application, character education, covid-19. Islamic education Abstrak Penyebaran virus korona baru bernama Covid-19 telah menyebabkan begitu banyak korban jiwa ke hampir semua negara di dunia. Para peneliti mencurigai bahwa virus ini berasal dari pasar tradisional di Kota Wuhan Tiongkok yang menjual berbagai macam hewan basah segar yang diperdagangkan untuk konsumsi, termasuk kelelawar dan trenggiling yang akhirnya menularkan virus ke manusia. World Health Organization telah mengkonfirmasi bahwa penularan Covid-19 melalui tetesan atau percikan dari orang yang terinfeksi melalui percakapan, bersin, atau batuk. Dengan penyebab seperti itu, pemerintah dunia merekomendasikan dan bahkan memerintahkan warga untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menutup mulut saat bersin atau batuk. Sementara dalam Islam, ada juga prosedur untuk berperilaku menjaga kesehatan dan kebersihan. Studi literatur ini menggunakan metode kualitatif untuk menguji relevansi pandemi global dengan pendidikan karakter Islam. Penelitian ini kemudian menemukan bahwa pengaruh Covid-19 pada penerapan pendidikan karakter dan pendidikan Islam. Kesimpulan ini dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi sebagian besar karakter yang dilakukan selama wabah Covid-19 termasuk naluri, kebiasaan, kemauan dan suara hati. Kata kunci: covid-19, pendidikan karakter, pendidikan Islam, penerapan 2656-9779 . 2020 The Author. Published by Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo. This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license. doi: 10. 37680/qalamuna. Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam - Alwazir Abdusshomad Pendahuluan Dikutip dari WorldoMeters per hari Sabtu tanggal 16 Mei 2020 terdapat sebanyak 95. kasus baru mengenai covid-19, sehingga total keseluruhan telah mencapai 4. 176 orang. Dari 176 kasus di dunia tersebut, 307. 988 di antaranya meninggal dunia dan 1. lainnya dinyatakan sembuh. Saat ini Indonesia berada pada peringkat ke-34 kasus covid-19 dengan munculnya kasus baru sebanyak 490. sehingga total keseluruhan mencapai angka 16. 496 jiwa. Dari total kasus tersebut. Indonesia menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi yang disebabkan virus covid-19 di Asia Tenggara yaitu 1. 076 korban jiwa. Dengan melihat korban yang terus bertambah, kepala negara di seluruh dunia membuat peraturan dan kebijakan untuk menangani kasus covid-19. Urgensi pembentukan aturan terkait dengan pencegahan Covid-19 ini wajib dibentuk dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Kesehatan karena kedua peraturan tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari UndangUndang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan (Telaumbanua, 2. Penanganan yang disiapkan oleh pemerintah dimaksudkan dapat menekan bertambahnya korban jiwa. Indonesia, penanganan virus covid-19 berupa pemberlakuan lock down atau karantina terbatas. Selain itu. Kementrian Kesehatan menerbitkan peraturan mengenai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besa. PSBB dimaksudkan untuk membatasi kegiatan penduduk dalam wilayah tertentu yang diduga terkontaminasi penyakit untuk mencegah kemungkinan tersebarnya penyakit. Hal-hal yang dilakukan selama masa PSBB adalah memakai masker, angkutan umum dibatasi, menjaga jarak dalam beribadah, bepergian dan berkumpul, serta dianjurkan agar dirumah saja atau tidak Juru bicara Pemeritah untuk penanganan Covid-19 mengatakan bahwa povinsi yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah merupakan episenter virus corona Covid-19 (Sari, 2. Masalah yang muncul dengan adanya covid-19 adalah ketidakpatuhan masyarakat terhadap pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besa. yang dianjurkan oleh pemerintah dan ketidakpedulian masyarakat terhadap penjagaan diri selama masa pandemik covid-19. Salah satu faktor ketidakpatuhan dan ketidakpedulian seseorang adalah keegoisan dan mementingkan diri sendiri sehingga melanggar hukum. Seseorang yang tidak mengindahkan anjuran pemerintah untuk melakukan PSBB menunjukkan orang tersebut memiliki karakter tidak peduli terhadap lingkungan Menurut Samani, karakter merupakan nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama,budaya, adat istiadat, dan estetika (Samani, 2. Kepatuhan masyarakat kepada pemerintah dalam masa pandemik covid-19 adalah hal yang sangat dibutuhkan. Pemerintah dan masyarakat bahu membahu dalam mengatasi virus covid-19. Hal itu merupakan bentuk kerja sama dan usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi covid-19. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mematuhi pemerintah dalam upaya menghadapi covid-19. Dalam Islam, keberhasilan suatu golongan dalam suatu negeri dikarenakan kepatuhan mereka kepada pemimpin dan ulamanya. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur . dari beberapa sumber baik media Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 12 No. cetak dan elektronik, serta buku dan jurnal elektronik. Pencarian jurnal dilakukan melalui Google Scholar. Berdasarkan hasil pencarian, diperoleh data yang dipilih dari yang memenuhi kriteria. Analisis tinjauan pustaka meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Covid-19 COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan. Tiongkok, bulan Desember 2019 (WHO, 2. Coronavirus adalah zoonosis dan merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti MERS dan SARS . e Wit E, 2. Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, atau diare. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tetap merasa sehat. Sebagian besar . ekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 6 orang yang terjangkit COVID-19 menderita sakit parah dan kesulitan bernapas. Orang-orang lanjut usia . dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes, punya kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. Mereka yang mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas sebaiknya mencari pertolongan medis (WHO, https://w. int/indonesia/news, 2. Penularan telah dikonfirmasi terjadi dari manusia ke manusia, dan diperkirakan menyebar melalui tetesan pernapasan dari batuk atau bersin (Huang C, 2. Dengan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Covid 19 adalah suatu penyakit yang berbahaya dan perlu diwaspadai dikarenakan selain merupakan penyakit menular juga sampai saat ini belum ditemukanya vaksin untuk mengobati penyakit tersebut, sehingga melaksanakan anjuran dari pemerintah selaku pembuat kebijakan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Pengertian Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam serta Tujuannya Kata character berasal dari bahasa Yunani charassein, yang berarti to engrave . elukis, menggamba. , seperti orang yang melukis kertas, memahat batu atau metal. Berakar dari pengertian yang seperti itu, character kemudian diartikan sebagai tanda atau ciri yang khusus, dan karenanya melahirkan satu pandangan bahwa karakter adalah Aopola perilaku yang bersifat individual, keadaan moral seseorangAo (Sudrajat, 2. Russel Williams mengilustrasikan karakter sebagai AuototAy, yang akan lembek dan kaku apabila tidak pernah dilatih, tetapi akan kuat kalau sering dipakai. Dengan demikian, hakikat karakter adalah potensi manusia yang harus dikembangkan dan dipraktekkan (Abdul Majid, 2. Secara istilah, karakter diartikan sebagai sifat manusia pada umumnya dimana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari faktor kehidupannya sendiri (MuAin, 2. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai etika inti berakar dalam Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam - Alwazir Abdusshomad masyarakat demokratis, khususnya, penghargaan, tanggung jawab, kepercayaan, keadilan dan kejujuran, kepedulian, dan kemasyarakatan kebajikan dan kewarganegaraan (Murphy, 1. Pendidikan karakter mengacu pada proses penanaman nilai, berupa pemahaman-pemahaman, tata cara merawat dan menghidupi nilai-nilai itu, serta bagaimana seorang siswa memiliki kesempatan untuk dapat melatihkan nilai-nilai tersebut secara nyata (Susanti, 2. Lebih jelas Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilainilai etika yang sebenarnya (Lickona, 1. Pendidikan karakter bertujuan mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa yaitu Pancasila, meliputi: . mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia berhati baik, berpikiran baik, dan berprilaku baik. membangun bangsa yang berkarakter Pancasila. mengembangkan potensi warga negara agar memiliki sikap percaya diri, bangga pada bangsa dan negaranya serta mencintai umat manusia (Kemendiknas, 2. Selain itu pendidikan karakter juga bertujuan membentuk kepribadian seseorang agar berperilaku jujur, baik dan bertanggungjawab, menghormati dan menghargai orang lain, adil, tidak diskriminatif, egaliter, pekerja keras dan karakter-karakter unggul lainnya (Mahmud, 2. Membiasakan dan mempratikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari akan sangat membantu tercapainya tujuan dari pendidikan karakter. Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa pendidikan budi pekerti, pendidikan watak, pendidikan moral, pendidikan nilai, yang dilakukan secara sadar, sitematis dan ditujukan agar kemampuan seseorang atau peserta didik berkembang sehingga bisa memutuskan dan mempraktikkan kebaikan dalam keseharianya seperti bertanggung jawab, jujur, bekerja keras dan menghormati orang lain adalah pengertian dan tujuan dari pendidikan karakter. Pendidikan Islam menurut Ahmad D. Marimba adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadiannya yang utama/ insan kamil (Nizar, 1. Pendidikan Islam adalah bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam (Tafsir, 1. Pendidikan Islam adalah penataan individual dan sosial yang dapat menyebabkan seseorang tunduk taat pada Islam dan menerapkannya secara sempurna di dalam kehidupan individu dan Pendidikan Islam merupakan kebutuhan mutlak untuk dapat melaksanakan Islam sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. (An-Nahlawi, 1. Pendidikan Islam ialah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan air petunjuk dan nasihat, sehingga akhlak itu menjadi salah satu kemampuan . eresap dala. jiwanya kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air (Uhbiyati, 2. Tujuan pendidikan Islam secara teoretis dibedakan menjadi dua jenis tujuan, pertama tujuan keagamaan (Al-Ghardud Din. , yaitu tujuan pendidikan Islam penuh dengan nilai rohaniah islami dan berorientasi kepada kebahagiaan hidup di akhirat. Tujuan itu difokuskan pada pembentukan pribadi muslim yang sanggup melaksanakan syariat Islam melalui proses pendidikan spiritual menuju makrifat kepada Allah, yang kedua tujuan keduniaan (Al-Ghardud Dunyaw. , yaitu faktor Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 12 No. hidup duniawi menjadi orientasinya, dengan orientasi kepada nilai Islami itu tujuan pendidikan tidak kosong dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan (Arifin, 2. Pendidikan karakter secara tersirat sebenarnya telah ada pada konsep pendidikan Islam. Pendidikan karakter merupakan ruh daripada pendidikan Islam. Pendidikan Islam hakikatnya adalah kegiatan untuk membentuk anak didik menjadi manusia yang berkarakter atau bernilai, memiliki akhlak yang mulia sehingga menjadi manusia yang diridoi oleh Allah Swt. Ruang lingkup ajaran Islam adalah Aqidah. SyariAoah, dan Akhlaq. Jika diibaratkan sebuah pohon Akar dari pohon adalah Aqidah, daun-daun dari pohon adalah SyariAoah dan buah dari pohon adalah Akhlaq. Demikian halnya pendidikan Islam tidak bisa dipisahkan dengan pendidikan karakter, jika diibaratkan sebuah senjata pendidikan Islam adalah senapan dan pendidikan karakter adalah pelurunya. Sebelum karakter bisa dikatakan baik atau buruk maka harus didasarkan pada pengajaran pendidikan Islam terlebih dahulu. Faktor-faktor yang mempengaruhi karakter Para ahli mengelompokkan faktor yang mempengaruhi karakter ke dalam dua bagian, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor Internal Insting atau naluri Manusia sebelum melakukan setiap perbuatan atau aktifitas pastinya akan digerakkan oleh insting/ naluri. Setiap manusia yang lahir ke dunia dibekali oleh Allah Swt. dengan insting/ Dampak insting/ naluri pada diri manusia tergantung kepada penyalurannya. Naluri dapat menjerumuskan manusia pada kehinaan, tetapi dapat juga mengangakat kepada derajat yang tinggi, jika naluri disalurkan kepada hal baik dengan tuntunan kebenaran (Gunawan. Insting atau naluri bekaitan erat dengan akal manusia, sehingga tidaklah salah bahwa makhluk paling sempurna ciptaan Allah adalah manusia yang mempunyai akal dan nafsu. Kebiasaan atau adat Salah satu faktor penting dalam tingkah laku manusia adalah kebiasaan, karena sikap dan perilaku yang menjadi akhlak . sangat erat sekali dengan kebiasaan. Kebiasaan adalah perbuatan yang selalu diulang-ulang sehingga mudah untuk dikerjakan (Gunawan, 2. Kebiasaan baik atau jelek sangat berpengaruh kepada terbangunnya akhlak manusia, seperti halnya air dengan minyak, kebiasaan berbuat jelek tidak bisa bersatu dengan kebiasaan berbuat baik. Kemauan atau kehendak Kemauan adalah salah satu kekuatan yang berlindung dibalik tingkah laku dan merupakan kekuatan yang mendorong manusia dengan sungguh sungguh untuk berperilaku . , sebab dari kehendak itulah menjelma suatu niat yang baik dan buruk. Kemauan mampu melangsungkan segala ide (Gunawan, 2. Kehendak atau kemauan tidak akan bisa terlepas dengan niat. Seperti halnya melakukan ibadah bisa menghasilkan pahala atau tidak ketika niat tidak sesuai perintah Allah. Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam - Alwazir Abdusshomad Suara hati atau suara batin Di dalam diri manusia terdapat suatu kekuatan yang sewaktu-waktu memberikan peringatan . , jika tingkah laku manusia berada diambang bahaya dan keburukan, maka kekuatan tersebut adalah suara batin atau suara hati. Suara batin berfungsi memperingatkan bahaya perbuatan buruk dan berusaha mencegahnya, di samping dorongan untuk melakukan perbuatan baik (Zubaedi, 2. Suara hati atau batin biasanya bersih, ketika seseorang akan melakukan perbuatan jahat sebenarnya di dalam hatinya atau batinnya mengatakan bahwa perbuatan itu tercela, akan tetapi berhubung ada setan, manusia pun lebih mengikuti tergoda akan tipu dayanya. Keturunan Keturunan merupakan suatu faktor yang dapat mempengaruhi perbuatan manusia. Adapun sifat yang diturunkan orang tua terhadap anaknya itu bukan sifat yang tumbuh dengan matang karena pengaruh lingkungan, adat, dan pendidikan, melainkan sifat-sifat bawaan sejak lahir (Zubaedi, 2. Keturunan yang baik berasal dari orangtua yang baik juga, sehingga di dalam Islam terdapat ajaran agar menikah dengan memperhatikan akhlaknya, kecantikan, dan Faktor Eksternal Pendidikan Pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan karakter seseorang. Pendidikan ikut mematangkan kepribadian manusia sehingga tingkah lakunya sesuai dengan pendidikan yang telah diterima seseorang baik pendidikan formal, informal, maupun Betapa pentingnya faktor pendidikan itu, karena naluri yang terdapat pada seseorang dapat dibangun dengan baik dan terarah (Gunawan, 2. Pendidikan adalah investasi seseorang dimasa depan, khususnya investasi orangtua kepada anak-anaknya, ketika pendidikan seorang anak salah maka hasilnya akan mengecewakan, tapi jika pendidikan seorang anak baik niscaya akan membahagiakan kepada orangtuanya. Lingkungan Salah satu aspek yang turut memberikan saham dalam terbentuknya corak sikap dan tingkah laku seseorang adalah faktor lingkungan di mana seseorang berada. Lingkungan artinya sesuatu yang melingkupi tubuh yang hidup, meliput tanah, udara, sedangkan lingkungan manusia adalah apa yang melingkupi manusia dalam arti seluas-luasnya (Muslich, 2. Lingkungan juga mengambil peran penting dalam pembangunan karakter, seorang anak hidup dalam lingkungan pondok-pesantren pasti akan berbeda dalam hal pengetahuan agamanya jika dibandingkan dengan anak yang hidup dalam lingkungan prostitusi. Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam Pada masa pandemi seperti sekarang ini, dimana seluruh negara di dunia mayoritas sudah terkena Covid-19, menjadikan hampir semua orang patuh akan anjuran dan perintah dari pemerintah. Contoh nyata adalah diwajibkannya penggunaan masker yang menjadikan permintaan sangat tinggi sehingga membuat harga masker melonjak 5 . kali lipat (Sandi, 2. Dengan adanya wabah Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 12 No. virus Covid-19 ini, tentu juga menghadirkan perilaku baru di tengah masyarakat, seperti tindakan sederhana mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker. Tenaga medis sudah biasa menggunakan masker saat bertugas. tetapi, saat ini masyarakat umum banyak yang menggunakan Perihal mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer merupakan sesuatu yang sangat jarang dilakukan oleh sebagian orang. Kedua tindakan tersebut dianggap sebagai sesuatu yang asing di masa normal. tetapi, saat ini, dua hal tersebut adalah suatu keharusan. Hal ini menunjukkan betapa masyarakat dimasa lalu tidak terbiasa berperilaku dengan gaya hidup bersih dan sehat. Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, untuk mengatur kemakmuran di bumi guna menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagai seorang muslim, perintah untuk berperilaku bersih dan sehat sebenarnya sudah ada dalam sumber ajaran Al-QurAoan dan Al Hadis. Dalam Islam, terdapat aturan untuk seluruh aspek kehidupan manusia, mengatur kemakmuran di bumi, guna menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Salah satu penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengan tubuh yang sehat manusia dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah. Agama Islam sangat mengutamakan kesehatan . ahir dan bati. dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah Iman (Fuadi Husin, 2. Oleh karena itu, kita diwajibkan untuk menjaganya. Tubuh sehat dapat mendukung kita melakukan ibadah dengan sempurna dan menghindarkan dari ancaman penyakit. Saat ini dengan kejadian mewabahnya Covid-19 membuat semua orang tersadar dan menerapkan perintah Islam sangat memperhatikan soal kesehatan dengan cara antara lain mengajak dan menganjurkan untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan yang telah dimiliki setiap orang. Anjuran menjaga kesehatan itu bisa dilakukan dengan tindakan preventif . dan represif . elenyapan penyakit atau pengobata. Secara preventif, perhatian Islam terhadap kesehatan ini bisa dilihat dari anjuran sungguh-sungguh terhadap pemeliharaan kebersihan (HD. Kaelany, 2. Dalam ajaran Islam terdapat dua kenikmatan yang telah dikaruniakan Allah Swt kepada hamba-Nya dan sering dilupakan oleh manusia yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang. Sungguh sangat merugi seseorang hamba Allah Swt. , ketika tidak mensyukuri atas apa yang telah Allah berikan kepadanya. Maka dari itu sepatutnyalah manusia bersyukur kepada Allah Swt, karena masih diberi nikmat sehat dan nikmat waktu senggang. Selain itu, perihal batuk dan bersin pun menjadi perhatian bagi seluruh dunia saat ini. Penularan virus covid-19 melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan saat seseorang bersin dan orang lain menghirupnya. Virus dapat menular saat tangan menyentuh permukaan yang telah Penularan virus covid-19 yang sangat mudah menyebabkan masyarakat harus waspada terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut mempengaruhi karakter seseorang dalam menyikapi wabah covid-19. Sesuai uraian di atas, ahli mengelompokkan faktor yang mempengaruhi karakter ke dalam dua bagian, yaitu faktor internal dan eksternal. Dari kelima faktor internal yang mempengaruhi karakter, terdapat empat faktor yang sekarang ini telah dilakukan oleh seseorang yang terdampak Covid -19, yaitu insting atau naluri, kebiasaan, kemauan, dan suara hati. Faktor yang pertama adalah naluri atau insting. Insting seseorang akan sangat tajam ketika menghadapi suatu permasalahan, apalagi jika berhubungan dengan keselamatan jiwanya. Covid- 19 Pengaruh Covid-19 terhadap Penerapan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Islam - Alwazir Abdusshomad akan membuat seseorang akan berhati-hati dan menjauh ketika melihat orang lain di dekatnya menunjukkan terinfeksi Covid-19, hal itu dilakukan karena naluri atau instingnya. Faktor yang kedua adalah kebiasaan. Seseorang menjaga kebersihan, khususnya dalam hal mencuci tangan dengan sabun serta memakai masker sangat terlihat ketika mewabahnya Covid-19. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari bahkan mungkin di saat nanti Covid-19 ini sudah hilang akan sama, yaitu terbiasa bersih dan menjaga kebersihan agar tidak terkena penyakit. Faktor yang ketiga adalah kemauan. Kemauan seseorang di saat wabah covid-19 adalah sama yaitu keinginan untuk bisa kembali kepada kehidupan yang normal seperti sediakala. Jika, seseorang sudah mempunyai kemauan yang kuat niscaya tantangan seberat apapun tetap akan dilakukan, seperti harus di rumah saja dan tidak berkumpul atau menjaga jarak. Faktor yang terakhir adalah suara hati seseorang. Suara hati adalah kunci dari ketiga faktor di atas, karena dengan suara hati atau batin seseorang tidak akan mudah untuk dipengaruhi oleh orang lain, contoh suara hati di saat Covid-19 adalah ketika seseorang menuju 2 . pilihan di antara naik kereta api yang sangat penuh dan banyak penumpang yang tidak mengenakan masker, dengan naik mobil taksi yang supirnya telah memakai masker. Pendidikan karakter dan pendidikan Islam akan berhasil jika dilakukan dengan kesadaran hati serta dilakukan terus-menerus. Pada saat ini seseorang walaupun melakukan sesuatu atas paksaan dari pemerintah, akan tetapi jika terdapat kesadaran di dalam hatinya serta dilakukan terus menerus niscaya tujuan dari pendidikan karakter dan pendidikan Islam akan berhasil. Kesimpulan Dari pembahasan diatas bisa disimpulkan bahwa dengan kejadian mewabahnya penyakit menular Covid-19 ini terdapat pengaruh terhadap pendidikan karakter dan pendidikan Islam. Terdapat hikmah dengan kejadian Covid-19 ini yaitu dalam membantu seseorang untuk bisa mengingat kembali dan menerapkan pendidikan karakter dan pendidikan Islam yang mana telah banyak terlupakan, pendidikan karakter dan pendidikan Islam tersebut di antaranya adab, meliputi etika ketika bersin, batuk, menguap, berbicara, menjaga kebersihan, dan kesehatan. Bagi orang yang beriman dan bertaqwa akan melihat bahwa terdapat peringatan Allah di dalam mewabahnya Covid-19 ini, peringatan bagi hamba-Nya agar yang beriman dan bertakwa semakin meningkat iman ketakwaannya, dan bagi yang lupa bisa mengingat dan menyadari kesalahan serta memperbaikinya. Daftar Pustaka