Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA PADA KEGAWATDARURATAN TERSEDAK (CHOKING) PADA BALITA DI RT. 002 RW. 02 KELURAHAN JOHAR BARU JAKARTA PUSAT Leo Rulino1*. Astuti Lumbantoruan2. Nadya Maulita3 1Ao2 Dosen Akper Husada Karya Jaya 3 Mahasiswa Akper Husada Karya Jaya *Koresponden: Leo Rulino. Alamat: Jl. Sunter Permai Raya. Tanjung Priok. Email: leorulino@gmail. Received: 12 agust | Revised: 20 aguts | Accepted: 09 sept Abstrak Latar Belakang: Tersedak . merupakan salah satu penyebab kematian tercepat pada balita dan membutuhkan penangaan sesegera mungkin untuk menghindari cedera atau kematian. Tersedak adalah suatu kondisi dimana pernafasan terhambat atau terhalang oleh benda asing yang menyempitkan saluran pernafasan bagian dalam, seperti tenggorokan, hipofaring, atau trakea. Jika penyempitan saluran napas menyebabkan gangguan suplai oksigen dan ventilasi yang parah, hal ini dapat berakibat kematian. Tujuan: Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan poster terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang kegawatdaruratan tersedak . pada balita. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan metode pre-experimental design tipe one group pretest - posttest . es awal dan tes akhir kelompok tungga. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil: . Data yang diperoleh diolah secara statistic menggunakan rumus chi square. Berdasarkan hasil Analisa 10 responden sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan diperoleh pengetahuan yang kurang 6 orang . %) dan cukup 4 orang . %). Hasil Analisa 10 responden sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan diperoleh pengetahuan yang baik 10 orang . %). Kesimpulan: : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan poster terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang kegawatdaruratan tersedak . pada balita Kata Kunci: Kegawatdauratan, tersedak . , pengetahuan Latar Belakang Tersedak adalah kondisi di mana pernafasan dan bahaya, dan ini adalah hal yang paling menarik bagi anakanak. Anak-anak yang sangat aktif . erjalan dan berlari, dll. ) dan terhambat atau terhalang oleh benda asing yang menyempitkan saluran pernafasan bagian dalam, seperti konsekuensi dari berbagai sumber cedera. Anak-anak berisiko tenggorokan, hipofaring, atau trakea. Penyempitan tersedak selama tahap perkembangan mereka. Anak-anak sering saluran napas dapat mengganggu pasokan oksigen dan tersedak karena barang-barang makanan dan non-makanan ventilasi secara signifikan, yang dapat menyebabkan seperti mainan, koin, uang, baterai, dan kancing. kematian (Ain, 2. Kehidupan sehari-hari penuh dengan variasi Anak mungkin tersedak karena makan terlalu banyak, tidak mengunyah, atau kebiasaan memasukkan mainan ke mulut Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Hipoksia, atau kekurangan oksigen, dapat maneuver dan chest thrus. Penanganan ini seringkali berhasil menyebabkan kematian jika insiden tersedak tidak dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 95%. ditangani segera (Suartini dan Kusniawati, 2. Data WHO (World Health Organizatio. menunjukkan Tanda dan gejala tersedak yang umum termasuk bahwa jumlah kasus tersedak telah meningkat secara signifikan tidak dapat berbicara, kesulitan bernapas atau sesak 537 orang (Alhidayat & Handayani, 2. Angka napas, batuk, suara melengking saat mencoba bernapas, kejadian yang disebabkan oleh makanan sebesar 59,5%, benda kulit, bibir, atau kuku membiru, kehilangan kesadaran, asing sebesar 31,4%, dan penyebab yang tidak diketahui sebesar dan potensi henti napas, sehingga pertolongan pertama 9,1%. Di Indonesia, kasus tersedak telah banyak terjadi, dengan yang cepat diperlukan untuk menyelamatkan korban data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 400 orang (Sulistiyani dan Ramdani, 2020. Suartini dan Supardi, datang ke IGD, sebagian besar dari mereka adalah anak balita. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, tahun 2018 Survei Orang yang tersedak merasa tercekik, panik. Departemen Kesehatan Nasional dan memegang leher mereka sebagai reaksi pertama menunjukkan bahwa 105 kasus tersedak karena biji-bijian, 82 (Harigustian, 2. Karena orang-orang di sekitar Anda kasus karena kacang-kacangan, dan 79 kasus karena sayuran tidak dapat menangani korban krisis . olden perio. , adalah penyebab tersedak, serta penyebab tersedak karena kematian biasanya terjadi. Ketidakmampuan untuk logam, makanan, dan tulang ikan (Depdiknas, 2. membantu korban tersedak ini disebabkan oleh tingkat pengetahuan, dan ketidakmampuan untuk memberikan bantuan hidup dasar. Tujuan Penelitian Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pedidikan kesehatan menggunakan media poster terhadap pengetahuan keluarga pada kegawatdaruratan tersedak pada balita. Melihat jalan nafas, juga dikenal sebagai Metode Penelitian "airway", dilakukan ketika korban pertama kali diketahui Ini berarti menjaga jalan nafas pasien terbuka antara udara luar dan paru-paru dengan menghindari (Mutiah, 2. Untuk memberikan bantuan hidup kepada korban darurat, penting untuk menemukan korban dan membantu mereka dengan cepat dan tepat. Korban harus segera dibantu untuk mencegah cedera atau kematian. Oksigen tidak akan cukup jika bantuan tidak datang tepat Lebih dari satu menit akan menyebabkan kematian, sedangkan enam hingga delapan menit akan (Aty Deran,2021 dan Prasetyono, 2. Penanganan dini tersedak terdiri dari tiga jenis: tepukan di punggung . , hentakan pada perut . bdominal thrus. , dan hentakan pada dada . eimich 1 Desain Penelitian Penelitian ini bersifat dekriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Pra experimental design dengan rancangan one group prepost-test design, dimana tipe penelitian ini mengungkapkan suatu hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan suatu kelompok Kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, selanjutnya diobservasi kembali setelah intervensi (Nursalam, 2. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini, antara lain: Ho: Tidak terdapat pengaruh terhadap pengetahuan keluarga pada kegawatdaruratan tersedak pada balita. Ha: Terdapat perbedaan tidak mempunyai pengaruh terhadap pengetahuan keluarga pada kegawatdaruratan Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 tersedak pada balita. Hasil Penelitian 1 Karakteristik Responden Populasi dan Sampel Tabel 4. 1 Distribusi frekuensi responden menurut jenis Populasi pada penelitian ini menggunakan Kategori Frekuensi Presentase keluarga yang mempunyai balita di RT 002 RW 02 Perempuan 9 Orang Kelurahan Johar Baru Jakarta Pusat. Total sampel yang Laki-laki 1 Orang digunakan penelitian ini sebanyak 10 orang. Total 10 Orang kelamin, di Rt. 002 Rw. 02 Kelurahan Johar Instrumen Pengumpulan Data Baru . Kategori Frekuensi Presentase adalah dengan menggunakan skala Guttman dalam <25 tahun 4 orang pengisian kuesioner oleh responden. Skala Guttman 26 Ae 30 tahun 3 orang adalah skala yang bersifat konsisten dan tegas dalam 31 Ae 35 tahun 1 orang 36 Ae 40 tahun 2 orang Total Kategori 10 orang Frekuensi Presentase Ibu Rumah Tangga Karyawan Swasta 8 orang 1 orang Wiraswati 1 orang Peneliti yang digunakan dalam penelitian memberikan jawaban seperti jawaban dari pertanyaan atau pernyataan ya atau tidak, positif atau negative, setuju atau tidak setuju, benar atau salah (Hidayat, 2. Pengumpulan Data Pengumpulan Data dilakukan pada keluarga yang mempunyai balita di Rt. 002 Rw. 02 Kelurahan Johar Baru Jakarta Pusat. Analisa Data Menurut Dahlan . analisa univariat merupakan suatu cara yang dilakukan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik masing- masing variabel. Analisa Total 10 orang Kategori Frekuensi Presentase SMP 1 orang SMA 8 orang DIPLOMA i 1 orang Total 10 orang Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 10 responden lebih banyak Perempuan sebanyak 9 orang . %) dibandingkan Laki-laki dibedakan berdasarkan jenis data. Untuk variabel bentuk sebanyak 1 orang . %). 4 orang . %) berusia <25 tahun, 3 orang data kategorik digunakan analisis distribusi frekuensi dan . %) berusia 26 - 30 tahun, 2 orang . %) berusia 36 Ae 40 tahun, proporsi (CI 95% atau =0,. dan 1 orang . %) berusia 31 Ae 35 tahun. respoden bekerja sebagai Pertimbangan Etik ibu rumah tangga sebanyak 8 orang . %), karyawan swasta 1 Telah dilakukan uji etik dan dinyatakan lolos serta orang . %), dan wiraswati 1 orang . %). diterima oleh reviewer. Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Pembahasan Kesimpulan Tingkat Pengetahuan keluarga terkait tersedak Karakteristik Responden Jenis Kelamin pada balita . re-tes. Dari hasil penelitian dapat Menunjukkan dengan kategori jenis kelamin perempuan bahwa dari sebanyak 9 orang . %). berpengetahuan cukup 6 orang . %) dan yang Usia berpengetahuan kurang 4 orang . %). Menurut Menunjukkan pendapat peneliti dari hasil penelitian didapatkan dengan kategori usia <25 tahun sebanyak 4 mayoritas responden berpengetahuan kurang orang . %). mengetahui tentang tersedak pada balita, hal ini Pekerjaan Menunjukkan dengan kategori pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga sebanyak 8 orang . %). pengetahuan keluarga tentang tersedak pada balita kurang mengetahui. sebanyak 8 orang . %). keluarga, tenaga, tenaga kesehatan, media, dengan kategori pendidikan kategori SMA informasi tentang tersedak pada balita dari Pendidikan Menunjukkan Tingkat Pengetahuan Ibu terkait tersedak pada balita (Pre-tes. Menunjukkan bahwa jumlah responden Tingkat Pengetahuan keluarga terkait tersedak dengan kategori berpengetahuan kurang sebelum pada balita . ost-tes. Dari hasil penelitian dapat diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 6 orang bahwa dari . %). Tingkat Pengetahuan Ibu terkait tersedak pada balita berpengetahuan baik 10 orang . %). Menurut (Post-tes. Menunjukkan bahwa jumlah responden pendapat peneliti dari hasil penelitian didapatkan dengan kategori berpengetahuan kurang sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 10 orang . %). mengetahui tentang tersedak pada balita, hal ini Referensi informasi tentang tersedak pada balita dari Ain. Penanganan Sumbatan Benda Asing Pada Pendidikan kesehatan melalui media poster dan di Anak Berbasis Critical Care Caring. Surabaya. Indonesia: Media Sahabat Cendikia jelaskan secara detail, sehingga pengetahuan Budiman. , & Riyanto. Kapita Selekta Kuesioner keluarga tentang tersedak pada balita baik. Pengetahuan Dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta Selatan: Salemba Medika Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 CE Safety. Report: The Un-Usual Suspects Ae Main Causes of Choking Deaths in the UK 2019. Regarding Choking's First Aid In Erbil City Kurdistan Region-Iraq. The Malaysian Journal of Nursing (MJN), 8. Firmansyah. Nurwidiyanti. Cing. Jainurakhma. Hariyanto. Mataputun. Silalahi. Dewi. Vidigal. , & Dewi. , dkk. Koerniawan. , & Rahayu. , dkk. Asuhan Keperawatan Keperawatan Kegawatdaruratan Dan Kebencanaan. Bandung. Indonesia: CV. Media Sains Indonesia. & Utami. , dkk. Yayasan Kita Menulis. awat_Dar urat/iG1KEaQBAJ?hl=id&gbpv=1 John Hopkins. Choking and the Heimlich Manuever. Metode Penelitian Kualitatif Yogyakarta. Indoensia: CV. Pustaka