Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . PERAN KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS I DI MI COKROAMINOTO KESENET BANJARMANGU Farah Mei Astuti 1. Nur Innayah Ganjarjati 2. Ageng Satria Pamungkas 3 1,2,3 STIT Tunas Bangsa Banjarnegara e-mail : ganjar0409@gmail. Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bertujuan untuk : . Untuk mengetahui peran kompetensi guru dalam meningkatkan aktifitas belajar daring pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas I di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet Tahun Pelajaran 2020/2021. Untuk mengetahui Faktor guru dalam meningkatkan aktifitas belajar daring pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas I di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet Tahun Pelajaran 2020/2021. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet. Subjek penelitian lainnya adalah kepala sekolah, guru dan peneliti sendiri. Adapun siswa yang akan menjadi subjek penelitian berjumlah 21 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis data kuantitatif deskriptif yang mengacu pada analisis data Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah peran guru kelas I dalam pembelajaran di MIC Kesenet Kecamatan Banjarmangu merupakan standar kualitas guru yang mencakup guru menjadi panutan serta teladan bagi peserta dan guru menjadikan peserta didik tidak hanya pintar namun berakhlak. Empat peran guru kelas I dalam pembelajaran daring Bahasa Indonesia pada masa pandemi Covid-19 di MI Kesenet Kecamatan Banjarmangu, yaitu peran guru sebagai pendidik, peran guru sebagai pengajar, peran guru sebagai pembimbing, peran guru sebagai pelatih, peran guru sebagai model dan teladan, peran guru seabagai pengadministrasian, dan peran guru sebagai motivator. Kata Kunci : Kompetensi Guru. Aktivitas Pembelajaran. Bahasa Indonesia Abstract This research is field research which aims to: . To determine the role of teacher competence in improving online learning activities in Indonesian language learning for class I students at Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet for the 2020/2021 academic year. To determine teacher factors in increasing online learning activities in Indonesian language learning for class I students at Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet for the 2020/2021 academic year. The subjects of this research were class I students of Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet. Other research subjects were school principals, teachers and researchers themselves. There are 21 students who will be research subjects. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is descriptive quantitative data analysis which refers to Miles and Huberman's data analysis, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research are that the role of class I teachers in learning at MIC Kesenet. Banjarmangu District is a teacher quality standard which includes teachers being role models and role models for participants and teachers making students not only smart but moral. The four roles of class I teachers in Indonesian online learning during the Covid-19 pandemic at MI Kesenet. Banjarmangu District, namely the role of the teacher as an educator, the role of the teacher as a teacher, the role of the teacher as a guide, the role of the teacher as a trainer. Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . the role of the teacher as a model and role model, the role of the teacher as administrator, and the role of the teacher as a motivator. Keywords: Teacher competency. Learning activities. Indonesian PENDAHULUAN Guru merupakan elemen penting dalam pembelajaran. Peran guru dalam mengajar tidak bisa digantikan oleh teknologi seperti mesin, radio, tape recorder, atau bahkan komputer paling canggih Sebagai pembimbing, guru menekankan tugas dan membantu siswa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Guru memberikan arahan dan dukungan yang personal, yang tidak bisa diberikan oleh alat-alat teknologi. Dengan pendekatan yang manusiawi, guru mampu memahami kebutuhan dan potensi setiap siswa, serta memberikan bimbingan yang sesuai. Guru juga berperan sebagai organisator yang mengatur kegiatan pembelajaran di kelas. Mereka merancang dan mengelola kurikulum, menentukan metode pengajaran yang efektif, serta menciptakan lingkungan belajar yang Guru harus memiliki kemampuan mengajar yang baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif. Mereka juga harus fleksibel dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat memastikan setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Sebagai pendidik, guru adalah faktor kunci dalam keberhasilan setiap usaha pendidikan (Supriyadi, 2009: . Kualitas proses dan hasil pembelajaran sangat dipengaruhi oleh peran guru. Guru yang mampu berkomunikasi dengan baik dengan siswa, baik dalam cara berbicara, menjelaskan materi pelajaran, maupun berinteraksi, akan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang Komunikasi yang efektif antara guru dan siswa tidak hanya membantu dalam penyampaian materi, tetapi juga membangun hubungan yang positif dan mendukung perkembangan siswa secara Sebaliknya, guru yang kurang mampu berkomunikasi akan menghadapi kesulitan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Ketidakmampuan dalam berkomunikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman, kurangnya motivasi siswa, dan suasana kelas yang kurang harmonis. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi yang baik sangat penting bagi seorang guru untuk memastikan proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuan pendidikan tercapai. Guru merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan walaupun kenyataannya masih dilakukan orang di luar kependidikan (Usman, 2009: . Seorang guru yang profesional harus memiliki pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan dalam membelajarkan Hamalik . 9: . menyebutkan bahwa guru profesional harus menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisasinya. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping ketrampilan-ketrampilan lainnya. Guru yang mengajar siswa adalah seorang pribadi yang tumbuh menjadi penyandang profesi guru sekaligus menumbuhkan diri secara profesional. Sebagai seorang pribadi, ia juga mengembangkan diri menjadi pribadi utuh. Sebagai seorang diri yang mengembangkan keutuhan pribadinya, ia juga menghadapi masalah pengembangan diri dan pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia (Dimyati dan Mudjiono, 2009: . Kompetensi guru adalah sebuah keniscayaan, dalam arti, guru harus memiliki sejumlah kompetensi yang dipersyaratkan, salah satunya adalah kompetensi pedagogik. Aspek kompetensi pedagogik berkaitan dengan penguasaan wawasan pendidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum atau silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Guru yang memiliki wawasan luas terutama tentang pendidikan akan memiliki kemampuan mengembangkan teknik pembelajaran yang lebih baik dibandingkan guru yang memiliki wawasan yang sempit. Pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang teori-teori pendidikan menjadi salah satu bekal bagi seorang guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas. Implementasi dari wawasan pendidikan yang dimiliki seorang guru dapat mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran di Guru yang memiliki kompetensi baik akan selalu melakukan perencanaan pembelajaran sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Guru selalu menentukan arah/tujuan pembelajaran dengan jelas dan menentukan prosedur-prosedur untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan yang dibuat nantinya akan menjadi pedoman bagi mereka dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Implementasi perencanaan yang dibuat guru adalah pada pelaksanaan pembelajaran. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, maka guru harus memperhatikan sejumlah komponen pembelajaran lainnya. Kegiatan ini sangat besar pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan Dalam kegiatan pembelajaran, guru dituntut dapat menciptakan kondisi belajar yang bermakna, dialogis dan merangsang siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, misalnya mengajak siswa untuk melakukan kegiatan pengamatan untuk menemukan sebab akibat dari suatu peristiwa sains dan guru mengajukan tantangan yang menuntut siswa untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan. Pembelajaran semestinya lebih komunikatif dan seluruh siswa terlibat langsung dalam kegiatan Untuk menciptakan kondisi yang demikian, maka guru perlu mendesainnya dengan memanfaatkan media, metode dan strategi yang baik. Pemilihan metode maupun strategi ini juga terkait dengan kemampuan guru dalam memahami karakteristik siswa, baik karakteristik sosial, budaya, psikologis, fisik dan kemampuan IQ-nya. Seorang guru Madrasah Ibtidaiyah yang memahami karakteristik anak di setiap kelompok usia pada sekolah tersebut, tentu tidak akan memilih metode maupun strategi yang mendorong mereka untuk berpikir secara abstrak. Guru lebih memilih menggunakan metode dan strategi serta menyajikan materi pelajaran secara konkret. Guru tidak akan memaksa anak usia dini untuk mampu membaca dan berhitung jika guru benar-benar memiliki pengetahuan tentang karakteristik siswa mereka. Untuk mengajarkan materi dasar membaca dan berhitung permulaan, guru MI akan memilih strategi yang dapat menciptakan kondisi yang menyenangkan sehingga siswa tidak akan terbebani oleh materi-materi yang abstrak. Meskipun terlihat sederhana, namun hal tersebut belum tentu dapat dipraktikkan dengan baik oleh seorang guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran khususnya pada Madrasah Ibtidaiyah yang dilakukan dapat dimanfaatkan untuk mengetahui perkembangan anak dan keberhasilan pembelajaran yang telah Untuk itu, evaluasi mutlak dilaksanakan. Menurut Wahyudin . 1: . , guru hendaknya dapat memilih alat penilaian yang tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam proses penilaian tersebut, yaitu: Guru harus menggunakan keterampilan yang tinggi untuk menilai pengaruh-pengaruh program Menilai program dan tingkah laku anak yang diperlukan yang mencakup ruang lingkup tingkah laku dan kepribadian anak yang lebih luas. Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . Menggunakan evaluasi formatif sebagai bagian yang lebih penting dan berguna dalam meningkatkan kualitas dan menyesuaikannya dengan program pendidikan anak usia dini. Kemampuan dan keterampilan guru dalam mengajar inilah yang sangat diperlukan untuk mencapai pembelajaran pada lembaga Madrasah Ibtidaiyah yang berkualitas. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari dua segi yaitu kualitas pembelajaran dari segi prosesnya dan kualitas pembelajaran dari segi hasilnya. Sudjana . 0: . mengasumsikan bahwa proses pembelajaran yang optimal memungkinakn hasil belajar yang optimal pula. Makin besar usaha untuk menciptakan kondisi proses pembelajaran, makin tinggi pula hasil atau produk dari pembelajaran tersebut. Proses pembelajaran yang baik hanya dapat dilakukan bagi guru yang memiliki kompetensi yang baik pula. Kompetensi pedagogik menunjuk pada kompetensi guru dalam kemampuan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Menurut Sudjana . 0: . , kegiatan belajar mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan siswa dalam mempelajari bahan yang disampaikan guru, sedangkan kegiatan mengajar berhubungan dengan cara guru menjelaskan materi kepada siswa. Kompetensi pedagogik guru akan turut menentukan kualitas pembelajaran daring di kelas yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah secara lebih luas. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas dan merangsang siswa untuk aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan keberhasilan siswa di sekolah, meningkatkan belajar siswa, mendorong penggunaan kecakapan berpikir yang yang lebih tinggi, merangsang siswa untuk menggali dan mengembangkan pengetahuan dirinya untuk pendidikan selanjutnya. Pelajaran Bahasa Indonesia merupakan suatu wahana pembelajaran yang diharapkan tumbuh seiring dengan perkembangan dalam melihat diri dan lingkungannya. Dalam pembelajaran yang aktif, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, berlatih, berkegiatan, sehingga baik daya pikir, emosional, dan keterampilan mereka dalam belajar terus berlatih. Siswa juga harus berpartisipasi dalam proses pembelajaran dengan melibatkan diri dalam berbagai jenis kegiatan sehingga secara fisik mereka merupakan bagian dari pembelajaran tersebut. Umumnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 1 adalah tentang belajar membaca dan menulis peralihan dari TK ke SD tidaklah Karenanya dalam pelajaran Bahasa Indonesia khususnya siswa banyak mengalami kesulitan belajar membaca dan kesulitan belajar menulis. Kesulitan belajar membaca dalam memproses informasi, seperti dalam mengenal huruf dan mengucapkan bunyi huruf. Sedangkan kesulitan belajar menulis yakni kesulitan dalam memproses informasi lisan kedalam bentuk tulis, seperti mengganti kata yang ditulis, menghilangkan huruf dalam kata, atau menambahkan huruf dalam kata. Untuk itu guru Bahasa Indonesia di kelas 1 harus mempunyai keterampilan khusus dalam mendampingi siswa belajar. Melihat masing-masing siswa yang berbeda, membuat peran guru dalam kegiatan membaca dan menulis di kelas menjadi sangat penting. Siswa berkesulitan belajar spesifik masih banyak hambatan dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam aspek membaca dan menulis. Dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 1 MI Cokroaminoto Kesenet, guru terkadang merasa kesulitan menjelaskan materi karena siswa belum lancar membaca dan menulis menjadi penghambat bagi guru, beberapa siswa masih belum menggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena umumnya di lingkungan sekitar masih menggunakan bahasa Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk di madrasah ibtidaiyah kelas 1. Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka harus beralih ke metode daring untuk mengurangi penyebaran virus. Hal ini menimbulkan tantangan baru Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . bagi siswa, guru, dan orang tua. Siswa kelas 1 yang masih dalam tahap awal pembelajaran mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan teknologi dan metode pembelajaran baru. Selain itu, keterbatasan akses internet dan perangkat elektronik menjadi kendala utama bagi banyak keluarga. Selain tantangan teknis, pandemi juga mempengaruhi aspek psikologis siswa. Anak-anak yang biasanya belajar dan bermain bersama teman-teman di sekolah harus menghadapi isolasi sosial. Kurangnya interaksi langsung dengan teman sebaya dan guru dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional mereka. Guru juga harus beradaptasi dengan cepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan efektif secara daring, yang tidak selalu mudah dilakukan. Namun demikian, pandemi juga membawa beberapa dampak positif. Guru dan siswa menjadi lebih terbiasa dengan teknologi dan berbagai platform pembelajaran daring. Kreativitas dalam mengajar dan belajar meningkat, dengan penggunaan video, permainan edukatif, dan kegiatan interaktif Orang tua juga menjadi lebih terlibat dalam proses pembelajaran anak-anak mereka, memberikan dukungan tambahan yang sangat dibutuhkan. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, pengalaman ini telah memperkuat kerjasama antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam menghadapi situasi yang sulit. Kompetensi pedagogik guru sangat penting dalam menghadapi tantangan pembelajaran selama pandemi COVID-19, terutama di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet pada siswa kelas 1. Guru dengan kompetensi pedagogik yang baik mampu menyesuaikan metode pengajaran mereka dengan situasi yang ada. Mereka dapat mengembangkan strategi pembelajaran daring yang efektif, menggunakan berbagai alat dan platform digital untuk memastikan siswa tetap terlibat dan memahami materi Pelajaran, khususnya pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Kompetensi pedagogik juga mencakup kemampuan untuk memahami kebutuhan individual setiap siswa. Dalam situasi pembelajaran daring pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia, guru perlu lebih peka terhadap kesulitan yang dihadapi siswa, seperti keterbatasan akses teknologi atau kesulitan dalam memahami materi tanpa interaksi langsung. Guru yang kompeten dapat memberikan perhatian khusus dan dukungan tambahan kepada siswa yang membutuhkannya. Selain aspek akademis, guru juga perlu memperhatikan perkembangan sosial dan emosional siswa. Kompetensi pedagogik membantu guru menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, meskipun secara daring. Mereka dapat merancang kegiatan yang mendorong interaksi sosial dan memberikan dukungan emosional, membantu siswa mengatasi rasa isolasi dan stres akibat pandemi. Pentingnya kompetensi pedagogik inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan kajian tentang peran kompetensi pedagogik guru terhadap kualitas pembelajaran daring di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet. Kecamatan Banjarmangu. Kabupaten Banjarnegara. Saat ini pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah mulai menggunakan kurikulum 2013, atau lebih sering disebut dengan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik menggabungkan beberapa pelajaran dalam satu tema yang masih memiliki keterkaitan antara mata pelajarannya. Pembelajaran tematik juga berisikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni adalah jenis sesuatu yang berkaitan dengan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan berprilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu. Yang bertujuan untuk mendapatakan pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah manusia dan sosial, bukan Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . mendeskripsikan bagian permukaan dari suatu realitas. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet Kecamatan Bajarmangu, dimana pada saat ini peneliti menjadi tenaga honorer di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet. Subjek penelitian adalah siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet. Subjek penelitian lainnya adalah kepala sekolah, guru dan peneliti sendiri. Adapun siswa yang akan menjadi subjek penelitian berjumlah 21 orang. Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan sesuai dengan tujuan peneliti lakukan dalam mengumpulkan data yang berkaitan dengan kelengkapan data yang ingin diteliti, maka di perlukan dua jenis data yaitu primer dan sekunder, data tersebut yang meliputi Data primer (Yamin, 2009:. yakni Data yang diperoleh oleh peneliti adalah Hasil wawancara dengan siswa pada pembelajaran Bahasi Indinesias. Tentang aktifitas belajar Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di masa pandemi Dan data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti tetapi data yang sudah jadi dituangkan dalam lapangan penelitian. Misalnya data majalah. Koran, keterangan-keterangan atau publikasi lainnya. Yang di maksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek penelitian darimana data di peroleh. AuMenurut LOfland sumber data utama dalam penelitian kualitatatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain (Djaman Satori. Aan Hal. Sumber data disini merupakan subjek dari mana data yang diperoleh yaitu Sumber data berupa manusia, yakni Kepala Sekolah. Guru dan Siswa, sumber data berupa suasana dan kondisi proses pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia. Sumber data berupa dokumnetasi, berupa foto kegiatan, arsip dokumentasi resmi yang berhubungan dengan keberadaan sekolah baik jumlah siswa dan sistem pembelajaran di Sekolah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tiga macam teknik pengumpulan data yaitu observasiyang bermakna penulis terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Hasil dari observasi untuk membantu dalam pemecahan masalah yang sering diteliti. Dalam pelaksanaannya metode observasi ini dapat dilakukan sekaligus dengan interview (Koentjaraningrat 1977:. Wawancara yang dilakukan menggunakan wawancara terstruktur, di mana peneliti membuat daftar pertanyaan sebagai pedoman wawancara. Pedoman wawancara yang telah disusun sebagai berikut:Latar belakang, lingkungan dan aktivitas belajar pada masa pandemi covid-19 siswa kelas I di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet. Berlangsungnya proses pembelajaran Bahasa Indonesia pada masa pandemi covid-19 siswa kelas I di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet. Faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet. Analisis dokumen dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari arsip dan dokumen baik yang yang berada di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet, yang ada hubungannya dengan penelitian tersebut. Dokumentasi adalah mengumpulkan data dengan cara mengambil foto atau gambar. Penggunaan foto dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data yang tidak dapat ditemukan secara tertulis sekaligus menjadi pelengkap serta bukti penelitian. Foto yang digunakan adalah foto yang dihasilkan oleh peneliti di Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet. Keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, bermaksud menemukna ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusaatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Triangulasi, adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data Teknik triangulasi yang banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya kepada orang lain mengumpulkan data, sehingga menghasilkan kesimpulan yang kredibel. Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . Adapun metode atau teknik analisis data yang penulis gunakan adalah metode kualitatif. Metode kualitatif menurut Bogdan dan Taylor, adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Lexy Moleong 2001:. yakni dengan mereduksi data dan data display atau menyajikan data. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif. Penyajiannya juga dapat berbentuk matrik, diagram, tabel dan bagan. Langkah yang terakhir dilakukan dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Kesimpulan dalam penulisan kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya kurang jelas sehingga menjadi jelas setelah diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara dengan guru dan kepala madrasah, dokumentasi, serta observasi kepada siswa, peneliti dapat menemukan rumusan masalah yang telah disusun. Observasi dilakukan pada saat jam kerja di MI Cokroaminoto Kesenet. Sedangkan dokumentasi dilakukan untuk mengetahui gambaran umum MI Cokroaminoto Kesenet. Berdasarkan hasil penelitian terdapat temuan yang menjawab rumusan masalah yang telah disusun. Peran kompetensi pedagogik guru merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu E Lselaku guru kelas 1 pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa peran kompetensi pedagogik dalam meningkatkan aktifitas pembelajaran daring " Untuk program materi dan kurikulum administrasi itu wajib bagi semua guru dan saya juga mengajarkan materi sesuai dengan silabus dan RPP meskipun pembelajaran nya daring, dan dalam mengelola program pembelajaran selalu menggunakan metode yang berfariasiAy Berdasarkan hasil pemaparan Ibu Ely selaku guru kelas 1 alam pelaksanaan pembelajaran yaitu pembelajaran mengacu RPP silabus dan administrasi lain nya . Berdasarkan hasil wawancara dengan bpk Imam selaku kepala madrasah nya pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa Auperan kompetensi pedagogik dalam meningkatkan aktifitas pembelajaran daring Aubahwa semua guru insyallah dalam kompetensi pedagogik nya baik dalam segi penguasaan bahan ajar, materi dan metode pembelajaran nya sesuai dengan kurikulum k13 atau kurtilas Ay. Berdasarkan hasil pemaparan bapak Imam selaku kepala madrasah bahwa semua guru atau khusunya guru kelas 1 sudah baik dan penguasaan materi bahan ajar dan pengelolan kelas yang cukup peran kompetensi Kepribadian guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Ely selaku guru kelas 1 pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa peran kompetensi kepribadian dalam meningkatkan aktifitas pembelajaran AuPeran kepribadian guru menurut saya yaitu sangat penting bagi seorang tenaga pendidik khusunya pada masa pandemic ini bagaimana kpribadian guru harus ulet Tangguh dan menjadi contoh bagi peserta didik nya dari perilaku nya perkataan nya apalagi di kelas 1 harus benar-benar kita sebagai tenaga pendidik terkadang bisa lebih sabar dalam mengajarkan nya karena mereka masih terlalu keanak-anakan. Au Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . Peran kompetensi Kpribadian guru merupakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan bpk I selaku kepala madrsah pada tanggal 10 Februari 2022 00 WIB beliau mengatakan bahwa peran kompetensi kepribadian dalam meningkatkan aktifitas pembelajaran daring. Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Kompetensi dasar dalam kompetensi kepribadian guru adalah kedisiplinan, komitmen, keteladanan, semangat, dan tanggung jawab. Terlepas dari kompetensi di atas, bagi guru madrasah yang pertama paling ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Berikut adalah gambaran kompetensi kepribadian guru Madrasah Ibtidaiyah Cokroaminoto Kesenet, yaitu: . Kedisplinan, baik secara administrasi maupun secara sikap. Komitmen. Yang dimaksud komitmen disini adalah memiliki kepribadian yang kuat sebagai guru. Keteladanan. Guru-guru secara umum mampu menjadi teladan bagi siswa, lingkungan dan masyarakat. Semangat . Tanggung Jawab. Guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik memerlukan tanggungjawab yang besar. Berdasarkan hasil wawancara dengan bpk Imam selaku kepala madrasah menambahkan pada tanggal 20 Mei 2022 00 WIB beliau mengatakan bahwa: AuBahwa kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang sekurang-kurangnya memiliki kompetensi untuk: Berkomunikasi secara lisan, tulisan, dan isyarat. Menggunakan tekhnologi komunikasi dan informasi secara Bergaul secara efektif dengan siswa, sesama pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali peserta didik. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar Au Peran kompetensi sosial guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu E L selaku guru kelas 1 pada tanggal 20 Mei 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa peran kompetensi sosial dalam meningkatkan aktifitas pembelajaran daring. Bahwa Kompetensi sosial bagi seorang guru juga harus memiliki Rasa empati kepada siswa dan semua orang, memiliki toleransi kepada kepada peserta didik dan sesama teman kerja atau orang lain, memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kompetensi yang lain dan mampu bekerja sama dengan Tim atau Rekan Kerja atau orang lainAy Berdasarkan hasil wawancara dengan bpk I selaku kepala madrasah menambahkan pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa : Aubahwa peran kompetensi kemampuan professional penguasaan terhadap materi pembelajaran dengan lebih luas dan mendalam. Mencakup penguasaan terhadap materi kurikulum mata pelajaran dan ilmu yang materi pembelajaran dan menguasai struktur serta metodologi keilmuannyaAy Peran kompetensi professional guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu E L selaku guru kelas 1 pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa peran kompetensi professional dalam meningkatkan aktifitas pembelajaran daring Auguru professional mampu membekali peserta didik secara kreatif, inovatif, aktif, dan berpikir kritis. Sehingga anak didik menjadi insan Indonesia yang cerdas, kompetitif, mandiri, dan produktif dalam pembejaran daring Bahasa Indonesia. Pembelajaran jarak jauh merupakan tantangan sekaligus peluang bagi guru dan siswa. Tantangan yang dihadapi diantaranya berupa terbatasnya kuota internet yang dimiliki, terbatasnya akses internet terutama bagi guru dan Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu E Lselaku guru kelas 1 pada tanggal 10 Februari Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa: AuMenurut saya sumber belajar itu kan semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu jadi sumber dari guru mengenai mata pelajaran Bahasa Indonesia daring harus jelas supaya anak lebih bisa menerima materi dengan baik dengan menggunakan sumber belajar yang jelasAu Berdasarkan hasil wawancara dengan bpk I selaku kepala madrasah menambahkan pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa Audan Jenis-Jenis Sumber Belajar . Pesan adalah informasi pembelajaran yang akan disampaikan yang dapat berupa ide, fakta, ajaran, nilai dan data . Orang adalah manusia yang berperan sebagai pencari, penyimpan, pengolah, dan penyaji pesan. Bahan adalah merupakan pesan-pesan pembelajaran yang biasanya disajikan melalui peralatan Contohnya, buku teks, modul, kaset progam audio, kaset progam video, progam slide suara, . Alat adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Contohnya, , proyektor slide, tape recorder, video/CD player, komputer, proyektor film dan lain-lain. Latar/lingkungan adalah situasi di sekitar terjadinya proses pembelajaran tempat peserta didik menerima pesan Menurut saya kalua di sekolahan kita sudah memakai 5 jenis sumber belajar itu jadi pembelajaran daring lebih efektifAy Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu E Lselaku guru kelas 1 pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa Au peran guru sebagai demonstator pada pembelajaran jarak jauh ini disini saya memberikan fasilitas seperti, dengan media video untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran daring lebih menyenangkan dan tidak membosankan sesuai dengan materi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan cara membaca mengeja yang benarAy Berdasarkan hasil wawancara dengan bpk I selaku kepala madrasah menambahkan pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa Aubahwa beberapa guru disini ketika pembelajran daring ketika menjelaskan materi sudah menggunakan video untuk pembelajaran daring khusus nya kelas 1 supaya anak lebih bisa )memahami dan tidak membosankanAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu E Lselaku guru kelas 1 pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa: Audi sini saya memberikan memotivasi kepada siswa siswi khususnya kelas 1 yang baca tulis nya masih belum lancar masih butuh motivasi secara terus menerus . Motivasi yang saya berikan juga beragam ada yang memberikan motivasi dengan reward siswa yang berprestasi dan juga ada yang melalui langsung kepada peserta didik yang giat mengikuti les tambahan bagi siswa yang masih kurang lancar baca tulis nyaAy Berdasarkan hasil wawancara dengan bpk I selaku kepala madrasah menambahkan pada tanggal 10 Februari 2022 pukul 09. 00 WIB beliau mengatakan bahwa Aumenurut saya memastikan tercapainya tujuan pendidikan dan pemenuhan target akademik dan non akademik, mempersiapkan materi dan hasil evaluasi pembelajaran Guru juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan keselamatan peserta didik secara fisik dan psikis Memberikan penguatan aktif dan memberikan pemahaman kepada siswa Dengan tetap memprioritaskan fasilitasi terhadap pembelajaran siswa. Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . guru kini harus senantiasa memberikan dukungan emosional bagi siswa, orang tua, dan juga keluarga. Guru harus dapat melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan kepala sekolah, orang tua/keluarga siswa untuk membangun kepercayaan dan mendukung proses PendidikanAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak I Budiyanto selaku Kepala Madrasah pada tanggal 16 November pukul 10. 00 WIB, beliau mengatakan bahwa Aufaktor pendukung dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran daring mata pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 yaitu adanya sarana prasarana yang cukup dan guru melakukan peran kompetensi guru yaitu dengan menanyakan kepada siswa ketika belajar siswa menurun dalam membaca dan menulis yang masih kurang lancar, dengan ini diharapkan siswa lebih mudah untuk berkembang menjadi lebih baik lagiAy. Diperkuat dengan hasil wawancara dengan E Lselaku guru kelas 1 pada tanggal 16 November 2021 pukul 09. 00 WIB, beliau mengatakan bahwa Aufaktor pendukungnya yaitu adanya dorongan dan dukungan dari Peran kompetensi guru, orang tua, dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran bahasa indonesia kelas 1 dan prestasi siswaAy Berdasarkan pemaparan narasumber di atas dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung dalam meningkatkan aktifitas pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 di MI Cokroaminoto Kesenet yaitu adanya sarana dan prasarana yang cukup seperti ruang kelas yang nyaman, dan fasilitas belajar yang memadai. Dengan adanya tambahan jam belajaran atau les kepada siswa dan dukungan dari guru yaitu mendekati siswa yang membaca dan menulis nya masih kurang lancar dan maupun orang tua yang mendampingi pembelajaran siswa di rumah diharapkan siswa lebih bersemangat untuk belajar dan meningkatkan kualitas belajar maupun prestasi siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak I Budiyanto Kepala Madrasah pada tanggal 16 November 2021 pukul 10. 00 WIB, beliau mengatakan bahwa berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu E L selaku guru kelas 1 pada tanggal 16 November 2021 pukul 09. 00, kendala yang dialami pada saat pembelajaran pada saat pandemi Covid-19,beliau mengatakan bahwa "Kebanyakan siswa belum mempunyai hp, kadang ada sinyal tetapi kuotanya gak ada, begitupun sebaliknya. Sempat ada bantuan kuota tetapi untuk sekarang ini belum diberikan lagi dari pemerintahAu Ibu E Ljuga menambahkan dalam wawancaranya Aumenurut saya, untuk pembelajaran saat ini kurang maksimal, karena banyak sekali kendala yaitu banyak siswa yang belum mempunyai hp, tidak ada sinyal, dan tidak mampu untuk membeli kuota. Terkadang juga ketika siswa ada tugas yang mengerjakan orang tuaAy Auuntuk faktor penghambat yang dialami yaitu adanya kendala dari siswa yang kebanyakan belum mempunyai alat seperti hp, sehingga mengakibatkan kurang maksimal pada pembelajaran Bahasa Indonesia saat iniAy. Ibu E L juga menambahkan dalam wawancaranyaAudan untuk faktor penghambat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu kendala yang dialami siswa seperti, tidak mampu membeli kuota, sinyal yang tidak stabil, dan ada juga yang belum mempunyai HPAy. Berdasarkan pemaparan narasumber di atas dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu adanya kendala dari siswa yaitu tidak mempunyai HP, sinyal yang tidak stabil, dan tidak mampu membeli kuota, sehingga dalam pencapaian tujuan pembelajaran kurang maksimal. Untuk mengatasi kendala tersebut guru memberikan keringanan kepada siswa yaitu mengumpulkan tugas ketika pembelajaran tatap muka. Berdasarkan hasil penelitian dengan observasi dan wawancara dapat diketahui bahwa peran kompetensi guru dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 di MI Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . Cokroaminoto Kesenet sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan hasil observasi dan wawancara. Menurut UU RI NO 14 . 5 : . ijelaskan kompetensi guru meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kpribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Ada beberapa manfaat yang diperoleh guru maupun siswa dengan adanya kompetensi pedagogik, yaitu guru dapat memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif siswa dan guru dapat memahami perkembangan kepribadian siswa khusus nya di kelas 1 dan merefleksikannya dalam proses Berdasarkan hasil penelitian dengan observasi dan wawancara dengan kepala Madrasah dan guru kelas Peran Kompetensi Pedagogik Guru dalam Meningkatkan Aktivitas pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 di MI Cokroaminoto Kesenet sudah sesuai dengan kompetensi pedagogik diantaranya adalah guru kelas 1 sudah menguasi bahan ajar yang sesuai dengan silabus dan RPP sebagai pedoman guru kelas 1 dalam proses mengajar khususnya di pembelajaran Bahasa Indonesia dan pengelolaan pembelajaran hal ini sesuai dengan hasil observasi dan wawncara kepada guru kelas 1 dan bapak kepala madrasah adapun teori yang telah di sebutkan Au(M. Hatta Hs 2018 : 17-. kompetensi pedagogik profesi guru Au Kompetensi kepribadian adalah sifat unggul bagi seseorang guru kelas 1 seperti sifat ulet, tangguh, atau tabah dalam menghadapi tantangan atau kesulitan, tepatnya keuletan itu sangat di perlukan guru kelas 1 apalagi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia anak-anak kelas 1 yang masih kurang lancar menulis dan membaca sangat penting peran keperibadian guru yang ulet dan tangguh, dan perilaku ataupun perkataan nya berpikir positif terhadap siswa pada masa pandemi sesuai dengan hasil observasi dan wawancara dengan kepala Madrasah dan guru kelas 1 Peran Kompetensi Kepribadian Guru dalam Meningkatkan Aktivitas pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 di MI Cokroaminoto Kesenet sudah sesuai dengan kompetensi Kpribadian karena di MIC kesenet dengan ke uletan guru sebagai contoh bagi peserta didiknya dari perilaku dan perkataan nya serta bertanggung jawab, kedisplinan dan komitmen. Hal ini juga sesuai dengan teori Au Kunandar . Perangkat Perilaku sebagai pribadi yang mandiriAy Kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi baik khusus nya pada wali murid, bergaul kepada semua masyrakat sekitar, bekerja sama demgam teman satu kantor atau dengan siswa kelas 1 yang masih keanak-anakan, dan memberi kepada orang lain, dan masyarakat sekitar sudah baik di terapkan . dan di kelas atau pun di masyarakat adapun guru sering ikut kegitan ketika di masyarakat ada perkumpulan, tujuan menyambung tali silaturahmi dan supaya lebih akrab dengan masyarakat hal ini di terapkan sudah lama. Peran Kompetensi Sosial Guru dalam Meningkatkan Aktivitas pembelajaran di MI Cokroaminoto Kesenet sudah sesuai dengan kompetensi Sosial karena di MI Cokroaminoto kesenet sebagai guru Berkomunikasi secara lisan, tulisan khususnya di kelas 1 yang belum lancar menulis di peran kompetensi sosial ini sangat penting, segingga anak sudah bisa mengikuti dalam membaca dan menulis nya dan. Menggunakan teknologi komunikasi seperti whatsapp group dan informasi secara fungsional . dengan pernyataan tersebut hasil wawancara dengan bapak kepala madrasah dan guru kelas 1. Dan di kuat kan dengan teori. AuSagala . bekomunikasi baik dengan masyarakat dan sesama pendidikAy. Peran Kompetensi Profesional Guru di MI Cokroaminoto Kesenet sudah sesuai dengan kompetensi Profesional karena di MIC kesenet semua tenaga pendidik sudah cukup professional mampu membekali peserta didik khusus nya di kelas 1 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia secara kreatif contoh nya membuat media bahan ajar, dan selalu inovatif, dan guru berpikir kritis dikatakan saat observasi dan wawancara dengan kepala Madrasah dan guru kelas. Hal ini juga di kuat kan dengan teori. AuSagala . berkaitan dengan bidan studiAy. Peran Kompetensi guru di atas, yaitu Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . mengenai pencapaian tujuan pembelajaran, guru selalu melaksanakan Peran Kompetensi guru sebagai suatu kemampuan profesi. merupakan sesuatu kemampuan, kewenangan, kekuasaan, dan kecakapan yang dimiliki guru dalam melaksanakan suatu kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya untuk menentukan suatu tujuan. Guru sebagai komponen penting dalam pendidikan yang mempunyai andil besar terhadap proses dan pencapaian keberhasilan siswa. Tugas guru sebagai pengajar dan pendidik yang bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja, akan tetapi juga merupakan perantara aktif akan nilai-nilai dan luhur untuk bekal bermasyarakat. Sebagai seorang pendidik ia mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mewujudkan apa yang menjadi tujuan dari pendidikan, sesuai dengan pendidikan nasional yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adapun salah satu kompetensi tersebut adalah kompetensi kepribadian. Kompetensi kepribadian adalah Aukemampuan beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, arif dan bijaksana, demokratis, kepribadian yang mantap, stabil dan dewasa, berwibawa,jujur, sportif, menjadi teladan bagi peserta didik dan mayarakat, secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri dan mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, guru-guru di MIC Kesenet ini telah memiliki indikator dari kompetensi kepribadian tersebut. Walaupun tidak sepenuhnya mereka miliki, namun setidaknya ada beberapa indikator yang telah mereka miliki. Juga terdapat guru yang masih kurang dalam pelaksanaan kompetensi kepribadian secara baik. Dalam hal pemahaman mengenai kompetensi kepribadian mereka telah memahami nya namun dalam hal pelaksanaannya mereka rasa masih perlu memperbaikinya secara lebih lanjut agar menjadi guru yang berkualitas dalam mendidik siswa dan memiliki citra yang bagus bagi seorang guru. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa peran kompetensi guru dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 yaitu pada saat pembelajaran daring dengan membuat video yang menarik supaya siswa lebih tertarik untuk belajar dan tidak cepat bosan. Dan pada saat pembelajaran tatap muka guru memberikan apresiasi kepada siswa aktif dalam pembelajaran supaya siswa yang lain juga terinspirasi untuk belajar lebih rajin. Peran kompetensi guru yang dilakukan di MI Cokroaminoto Kesenet sudah sesuai dengan teori yang telah disebutkan di atas yaitu menggunakan cara untuk mencapai tujuan belajar yaitu pada saat pembelajaran daring dengan membuat media pembelajaran yang menarik, seperti video yang diambil dari youtobe dan alat peraga supaya siswa lebih tertarik untuk belajar. Pada saat pembelajaran tatap muka memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif dalam pembelajaran dan melakukan pendekatan tambahan jam pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 kepada siswa yang baca tulis nya masih kurang dengan cara menanyakan kepada siswa sebab-akibat motivasi siswa tersebut menurun dan memberikan arahan kepada orang tua agar mendampingi belajar siswa dari rumah pada saat pembelajaran online. Pembelajaran jarak jauh merupakan tantangan bagi sekaligus peluang bagi guru dan siswa. Adapun tantangan bagi mereka adalah keterbatasan alat komunikasi dan kuota bagi kalangan yang kurang mampu. Adapun peluang bagi mereka adalah untuk belajar serta mengasah kemampuan nya dalam menggunakan tekhnologi. Hal ini juga di tegaskan dalam hasil wawancara denga kepala madrsah Mic kesenet bahwa beberapa jenis sumber belajar, pesan informasi, pengelola dan penyaji pesan, latar dan lingkungan situasi proses pembelajaran, hal ini sesuai dengan teori yang telah di sebutkan AuSabinah . dengan adanya wabah yang terjadi maka pembelajaran menjadi pembelajaran jarak jauhAy Pembelajaran jarak jauh merupakan tantangan sekaligus peluang bagi guru dan siswa antara lain kegiatan belajar mengajar terganggu oleh pembelajaran jarak jauh, inovasi Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . dalam metode pembelajaran jarak jauh juga dirangsang oleh beberapa lembaga Pendidikan. Di MIC Kesenet berbagai macam masalah Ketika pembelajaran jarak jauh dengan bebagai kondisi siswa yang berbeda jadi peran guru disini sebagai sumber belajar khusus nya materi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan video yang jelas dan mudah di pahami oleh siswa sehingga pembelajaran jarak jauh ini lebih menyenangkan dan lebih di serap oleh siswa. Jadi di Mic kesenet dalam Peran guru dalam sumber belajar dalam pembelajaran jarak jauh sudah baik dan sesuai dengan peran peran guru dalam sumber belajar. Sesuai dengan teori Sabinah . perubahan dengan adanya wabah. Dalam melaksanakan peran guru sebagai pemberi informasi dan motivator dalam pembelajaran, guru juga berperan Sebagai demonstrator Pembelajaran jarak jauh, peran guru mampu menampilkan ilmu pengetahuan secara menarik khususnya di pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dan mudah dicerna oleh siswa sehingga dapat diterima oleh dengan baik. Kunci kesuksesan Peran guru di Mic Kesenet melaksanakan peran demonstrator jarak jauh adalah menguasai ilmu pengetahuan yang akan diberikan dengan baik. Menyampaikannya dengan metode pembelajaran yang tepat. Sebab, siswa kelas 1 cenderung masih keanak-anakan jadi peran guru disini harus bisa memberi fasilitas media pembelajaran yang menarik dengan cara membaca pengejaan yang benar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan memotivasi siswa supaya tetap rajin belajar. Dan guru memfasilitasi group whatsapp sebagai bahan diskusi pada masa pandemic. Pemaparan di atas sesuai dengan hasil wawancara dan observasi dan di kuatkan oleh teori Sabinah . mendorong proses belajar. Peran guru sebagai Motivator dalam proses belajar mengajar adalah yang paling penting . dalam Peran Kompetensi guru dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI Cokroaminoto Kesenet sebagai motivator khususnya bagi peserta didik yang dengan prestasi akademik yang buruk bukan kurang nya kemampuan tetapi kenyataan nya peserta didik kurang motivasi, peran guru yang di lakukan untuk memotivasi siswa nya yang membaca dan menulis nya masih belum lancar dengan di motivasi dan di adakan jam tambahan supaya siswa lebih merasa fokus karena tidak terlalu banyak siswa nya memotivasi siswa minat baca nya tumbuh supaya nanti Ketika di kelas atas mmereka tidak tertinggal dengan teman nya yang lain. Dan memotivasi orang tuanya supaya anak-anak di rumah mau belajar. Pembahasan di atas sesuai dengan penelitian di MIC Kesenet juga di kuat kan dengan teori Au Sabinah . memberikan motivasi kepada anak didiknyaAy. Guru sebagai pengelola atau manager atau organisator dalam pembelajaran jarak jauh. Dalam peranannya ini guru memiliki tugas dan kewajiban untuk mengelola pembelajaran dengan baik dengan adanya group whatsapp guru kelas 1 memprioritaskan fasilitas dalam pembelajaran nya dalam sapa menyapa anak-anak dan wali murid khusunya pada pembelajaran Bahasa Indonesia ini bisa juga di katakana susah karena denga nada nya pandemi pembelajaran menjadi jarak jauh dengan guru harus menjelaskan materi lewat video dan mengajar tata cara penulisan dan membaca dengan baik, dengan peran guru kelas 1 selalau melakukan komunikasi yang baik dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan siswa terutama dan kepala madrasah dan orang tua siswa untuk membangun kepercayaan dan mendukung proses bekajar mengajar secara langsung ataupun tidak langsung, sesuai dengan hasil wawancara Bersama kepala madrasah dan guru kelas 1 di mic kesenet di kuatkan dengan teori Au Sabaniah . 1 :. Para guru masih berperan untuk mengevaluasi pembelajaran jarak jauhAy. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung dalam peran kompetensi guru meningkatkan aktivitas pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 yaitu adanya ruang kelas, fasilitas yang memadai, adanya media dan sumber belajar yang cukup Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . seperti perpustakaan. LKS, buku paket, dan video pembelajaran yang menarik. Adanya pendekatan individu kepada siswa yaitu dengan melakukan pendekatan lngsung untuk memecahkan masalah siswa yang menyebabkan membaca dan menulis kurang lancar dan dukungan dari guru maupun orang tua dalam meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi siswa. Hal ini di kuatkan oleh pendapat Amrizal, . 4 : . yang menyatakan bahwa banyak kemudahan yang akan diperoleh oleh guru dengan mampu mengunakan IT. Guru bukan hanya sebagai penonton saja namun guru harus menguasai literasi data dan literasi teknologiAy. Faktor penghambat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu rendahnya motivasi belajar siswa serta semangat belajar (Didi, 2018: . Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat peran kompetensi guru meningkatkan aktivitas pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 yaitu adanya kendala dari siswa yaitu tidak mempunyai hp, sinyal yang tidak stabil, dan tidak mampu membeli kuota, sehingga dalam pencapaian tujuan pembelajaran kurang maksimal. Kesadaran orang tua dalam pendampingan belajar siswa di rumah perlu ditingkatkan lagi karena untuk siswa kelas satu kebanyakan tugas siswa yang mengerjakan orang tua. Salah satu komponen yang sangat menentukan dalam peningkatan hasil belajar peserta didik adalah komponen guru dengan segala kinerjanya. Guru memegang peranan penting dalam suatu proses pembelajaran termasuk dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Proses pembelajaran sebagai suatu aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, dan sikap siswa berkaitan langsung dengan aktivitas guru. Untuk menjadi guru profesional terdapat sejumlah kompetensi dasar yang berkaitan dengan kualitas profesional yang perlu ditingkatkan. Kompetensi itu meliputi, penguasaan materi subjek, pemahaman terhadap pembelajar, pemahaman terhadap prinsip-prinsip keterampilan mengajar dan penerapannya dalam praktik, pemahaman terhadap cabang pengetahuan lainnya, dan pemahaman serta apresiasinya terhadap profesi keguruan. Di samping itu, juga harus memiliki kompetensi lain seperti: belajar sepanjang hayat . ifelong learnin. mengintegrasikan pengetahuan konten, pembelajaran, pedagogy, dan siswa. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah: studi lanjut, in-service training. memberdayakan organisasi profesi, mengevaluasi kinerja mengajar di dalam kelas. sertifikasi dan uji kompetensi serta memberdayakan musyawarah guru mata pelajaran. Seorang guru yang memiliki kompetensi profesional maka wawasan guru bertambah dan semakin kreatif dalam kegiatan belajar Guru dapat membimbing siswa dalam belajar secara baik, dengan bekal berbagai cara dan Dengan beberapa kegiatan yang telah terbukti dilakukan, maka membuahkan hasil belajar yang maksimal. Hal ini di kuat kan dengan Teori nya : Ay (Amrizal, 2014 :. Guru bukan hanya sebagai penonton saja namun guru harus menguasai literasi data dan literasi teknologi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa kekurangan dan keterbatasan dalam strategi guru peran kompetensi guru meningkatkan aktivitas pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 Kalijaran antara lain: terbatasnya waktu penelitian, karena pada masa pandemi Covid-19 kegiatan di lingkungan sekolah terbatas. Pada saat pembelajaran daring siswa kurang konsentrasi karena terdapat beberapa kendala, yaitu : sinyal yang kurang mendukung, dan kuota yang Keterbatasan penulis dalam tugas kantor dan lain-lain. Kurang nya motivasi dan semangat dari penulis sehingga selalu menghambat dalam pengerjaan penulisan. Jurnal Edugrow. Volume . Nomor . Edisi . Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . : . SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di MIC Kesenet, dapat diambil kesimpulan bahwa peran guru kelas I dalam pembelajaran di MIC Kesenet Kecamatan Banjarmangu merupakan standar kualitas guru yang mencakup guru menjadi panutan serta teladan bagi peserta dan guru menjadikan peserta didik tidak hanya pintar namun berakhlak. Peran guru kelas I dilaksanakan dengan tujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian peserta didik dalam dunia pendidikan sejak anak berusia dini. Terdapat empat peran guru kelas I dalam pembelajaran daring Bahasa Indonesia pada masa pandemi Covid-19 di MI Kesenet Kecamatan Banjarmangu, yaitu peran guru sebagai pendidik, peran guru sebagai pengajar, peran guru sebagai pembimbing, peran guru sebagai pelatih, peran guru sebagai model dan teladan, peran guru seabagai pengadministrasian, dan peran guru sebagai motivator. Ada beberapa perbedaan peran guru kelas I dalam pembelajaran di MI Kesenet Kecamatan Banjarmangu sebelum adanya pandemi dan selama masa pandemi Covid-19. Peran guru sebagai penasehat, peran guru sebagai pribadi, peran guru sebagai pendorong kreativitas, peran guru sebagai pekerja rutin, peran guru sebagai kulminator, peran guru sebagai demonstrator, peran guru sebagai pengelola kelas, peran guru sebagai mediator dan fasilitator, dan peran guru sebagai psikologis tidak diterapkan pada pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. DAFTAR PUSTAKA