Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi &. Ahmad Ainun Najib Empatheia : Jurnal Psikologi ISSN :A. DOI :AA. Psychology of "Nrima ing Pandum": Javanese People's Attitude of Self-Acceptance in Living Life Psikologi AuNrima ing PandumAy: Sikap Penerimaan Diri Orang Jawa dalam Menjalani Kehidupan Moh. Arvani Zakky Al Kamil1 . Achmad Kholif Rosyidi2. Ahmad Ainun Najib3 marvanizakky@gmail. Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban ahmadkholifrosyidi@gmail. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq ahmanajib186@gmail. Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban Abstract Narimo ing pandum is an attitude of full acceptance of various events in the past, present and even in the future. This is an attitude of anticipation of a failure that may occur so that it can reduce feelings of disappointment in oneself. This philosophy has several value aspects, namely gratitude, patience, and acceptance. While happiness is a pleasant condition of life that makes individuals have confidence in what they choose for the sake of the choice itself. Happiness is also mentioned as satisfaction, pleasure, joy, and satisfaction of one's heart with everything that happens. This study uses a qualitative method with observations and interviews using the happiness reproduction toolkit for two subjects who are experiencing a downturn. The happiness reproduction toolkit was created by researchers so that individuals can find opportunities to find happiness in unfavorable conditions, and rebuild happiness that is almost lost when in bad conditions. The results showed that the research subjects had aspects of happiness in the Javanese philosophy of narimo ing Research subjects can reproduce happiness, namely by being patient with what is being experienced, still looking for opportunities to be grateful, and accepting whatever happens as a provision of God's destiny. Keywords: Narimo ing Pandum. Happiness Reproduction Tool. Self Acceptance Abstrak Narimo ing pandum merupakan sebuah sikap penerimaan secara penuh terhadap berbagai kejadian pada masa lalu, masa sekarang dan bahkan pada masa-masa mendatang. Hal ini merupakan sikap antisipasi terhadap suatau kegagalan yang mungkin terjadi sehingga dapat mengurangi rasa kekecewaan pada diri. Falsafah ini mempunyai beberapa aspek nilai, yaitu syukur, sabar, dan menerima/penerimaan. Sedangkan kebahagiaan adalah kondisi hidup yang menyenangkan yang membuat individu mempunyai keyakinan terhadap apa yang dipilihnya demi pilihan itu sendiri. Kebahagiaan juga disebutkan sebagai kepuasan, kesenangan, kesukaan, dan kepuasan hati seseorang terhadap segala hal yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara menggunakan toolkit reporduksi kebahagiaan terhadap dua subjek yang tengah mengalami keterpurukan. Toolkit reproduksi kebahagiaan dibciptakan peneliti agar individu dapat menemukan celah untuk mendapatkan kebahagiaan dalam kondisi yang kurang menguntungkan, dan membangun ulang kebahagiaan yang hampir hilang ketika dalam kondisi terpuruk. Hasil penelitian menunjukkan subjek penelitian memiliki aspek-aspek kebahagiaan dalam falsafah Jawa narimo ing pandum. Subjek penelitian dapat mereproduksi kebahagiaan, yaitu dengan cara sabar terhadap apa yang sedang dialami, tetap mencari celah untuk dapat bersyukur, dan menerima apapun yang terjadi sebagai ketentuan takdir Tuhan. Kata kunci : Narimo ing Pandum. Tool Reproduksi Kebahagiaan. Penerimaan Diri Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib konsep kearifan local orang Jawa yang Pendahuluan Konsep penerimaan diri telah lama Kearifan lokal merupakan hal yang bersifat kebahagian adalah bagian terpenting yang ingin dicapai individu saat menerapkan merupakan salah satu asset kekayaan penerimaan diri. Namun telah banyak budaya yang berbentuk moral bukan konsep penerimaan diri diajarkan dan dilatihkan ke banyak orang atau kelompok (Roikhwanphut Mungmachon, dan efek kebahagiaan tidak berlangsung Indonesia merupakan negara yang lama sebagaimana harapan individu. Di sisi mempunyai berbagai ragam suku dan lain, kebahagiaan harus terus direproduksi budaya, di Indonesia terdapat 1. 340 suku ulang agar tidak menurun dan membawa yang berbeda. Sebagaimana yang dilansir stabilitas kesehatan mental. Fenomena Indonesia. id AuIndonesia memiliki lebih yang terjadi saat orang untuk mencoba dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, untuk menerima diri, dia kadangkala juga lebih tepatnya terdapat 1. 340 suku bangsa lupa untuk menerima kenyataan hidup di di Tanah Air menurut BPS tahun 2010Ay sekitarnya bahkan lingkungannya, padahal (Suku Bangsa. Indonesia. id, 2. Menjadi penting untuk diketahui bahwa transendental dengan fakta di sekitar yang budaya benar-benar dapat mengantarkan harus diterima. Seperti halnya orang yang seseorang menuju kebahagiaan, dalam mencoba berkarir dan gagal, ia lebih tulisan ini penulis hendak menguraikan memilih untuk bingung, kecewa dan bagaimana budaya (Jaw. dapat menjadi menyesali kegagalan daripada menerima tangga menuju kebahagiaan. Budaya jawa Padahal menerima hasilnya bisa mendukung pada mempunyai beragam Karena pada dasarnya manusia hidup tidak lepas dari social kultur sehingga bisa memacu semangat untuk Maka dari itu, kearifan local berupa berkarir atau usaha di bidang lain yang falsafah hidup patut untuk dipelajari agar Jawa individu dapat menemukan jati dirinya sebelum adanya konsep self acceptance serta dapat mengimplementasikan nilai- niali yang terkandung dalam falsafah penerimaan dengan nama nerima ing tersebut, sehingga terbentuk pengetahuan Narima ing pandum merupakan local yang baik. Uniknya Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib Para lalu, obsesi berlebihan di masa mendatang, bahwa emosi bukanlah hasil langsung dari dan diikuti hati yang menyangkal kebaikan seakan akan itu adalah hasil terburuk Sebaliknya, emosi selalu terletak dan dengan melupakan anugerah hidup yang tertanam dalam konteks budaya tertentu. telah diperoleh. Maka nrima ing pandum Dengan menjadi formulasi reproduksi kebahagian sepenuhnya jenuh dengan makna budaya (Kitayama et. , 2006 dalam Sudibia. Analisis ini menyiratkan bahwa, kesadaran bahagianya. bervariasi antar budaya (Kitayama dan Metode Artikel riset ini merupakan studi kasus Markus, 2000 dalam Sudibia, 2. Dengan demikian, orang - orang dalam Happiness Reproduction berbabis falsafah Jawa. pengalaman positif yang sangat berbeda Metodologi yang digunakan adalah metode sebagai contoh kebahagiaan. Sehingga kualitatif dengan menggunakan studi kasus. dalam hal ini masing-masing suku dengan Data penelitian diambil melalui wawancara budayanya mempunyai kriteria tersendiri dan observasi beserta hasil analisis toolkits dalam mencapai kebahagiaan sebagaimana yang diolah saat melakukan proses terapi falsafah nrima ing pandung orang Jawa. nrima ing pandum. Subjek penelitian Orang-orang Jawa berjumlah dua orang dari suku Jawa yang memiliki permasalahan dalam mencari temurun diwariskan ke generasinya agar kerja dan perihal akademik. penerimaan hidup yang dijalani membawa Hasil pada kebahagiaan yang hakiki. Hasil dari Falsafah jawa yang yang dimaksud wawancara beberapa subjek orang Jawa dalam penelitian ini adalah Narimo ing menunjukkan kebahagiaannya yang awet Narimo ing pandum adalah dan tercipta setiap saat karena mau sebuah sikap menerima apapun yang diterima oleh seseorang, baik itu pemberian Permasalahan kompleks sekarang ialah dari sesama manusia maupun dari Tuhan. perilaku generasi muda yang semakin jauh Telah banyak disebutkan bahwa narimo ing pandum adalah salah satu acuan standar penolakan fakta kejadiaan hari ini dan yang masyarakat Jawa yang dapat dijadikan Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib Indonesai menghadapi era global sekarang ini. Dalam Panggabean muda foyafoya, tua kaya-raya, mati masuk surgaAy (Rakhmat, 2. Para filosof sendiri berbeda pendapat menjabarkan konsep narimo yang ada pada dalam mendefinisikan kebahagiaan. Ada filosofi Jawa merupakan suatu konsep yang mengandung nilai positif yang tercermin pendapat di atas dan ada pula yang melihat melalui sikap tidak gegabah, selalu tenang, kebahagiaan jauh di atas itu. Menurut serta mampu menerima apapun yang terjadi Aristoteles, dalam hidup sehingga dapat melahirkan sikap positif lainnya. Sebagian Sedangkan bahagia merupakan tujuan filosof lain, misalnya kaum Hedonis dan utama manusia dalam menjalani hidup di Utilitarian. Bahagia adalah kondisi hidup yang sebagai landasan moral. Baik buruknya menyenangkan yang membuat individu mempunyai keyakinan terhadap apa yang kebahagiaan . ebih tepatnya kesenanga. (Seligman, 2. Setiap orang, dengan Ada pula filosof yang mengatakan bahwa berbagai tingkatan usia dan latar belakang, perbuatan baik dan buruk tidak berkaitan memiliki gambaran yang berbeda-beda sama sekali dengan kebahagiaan, karena tentang kebahagiaan. Misalnya, jika ada boleh jadi ada tindakan yang membuat sepuluh orang ditanya tentang Auapa itu pelakunya bahagia, tetapi tidak bermoral, kebahagiaan?Ay, maka jawabannya boleh misalnya korupsi. Menurut kelompok ini, jadi akan sangat berbedabeda. Ada di perbuatan baik adalah tuntutan etis untuk antara mereka yang mengidentikkan orang bahagia dengan orang yang tinggal di membuat pelakunya menderita. rumah besar dan mewah, mobil mengkilap. Bahagia merupakan sesuatu hal yang pakaian yang indah, makanan yang lezat, ingin dituju dan dirasakan oleh semua memiliki isteri yang cantik, memiliki tubuh Dijaman yang semakin modern yang indah, dan sebagainya. Ada pula yang dengan segala macam hal kompleks yang menggambarkan kebahagiaan dengan foya- ada, manusia semakin susah untuk mencari kebahagiaan, semakin banyaknya pilihan, menarik yang cukup populer di kalangan semakin banyaknya tuntutan tak pelak kaum remaja dewasa ini, yaitu: Auselagi membuat orang susah dalam merasakan Beberapa orang menganggap Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib bahwa kebahagian sangat berhubungan dengan materi. Semakin banyak harta yang mempunyai pengendalian diri yang kuat. Artinya Ketika Roosevelt puluhan tahun yang lalu ternyata falsafah NIP sebagai pegangan dalam menjalani hidup maka individu tersebut psychology di abad ke 20. Tetapi . enurut telah mampu menyikapi berbagai hal baik Nova, dalam Melati dan Juliana, 2. dari masa lampau, masa sekarang dan masa mendatang dengan sikap sabar, syukur, melainkan ketika tercapainya kepuasan diri tenang dan menerima segala yang terjadi akan suatu pencapaian diri sejati melalui dengan lapang dada. Flow Seligman juga mengungkapkan Authentic Berikut adalah formula yang dapat Happiness menunjukkan bahwa apakah kita sudah Seligman . bahwa tidak hanya aspek mampu mereproduksi kebahagiaan melalui materi yang mempengaruhi kebahagiaan, falsafah Jawa nrimo ing pandum. tetapi berbagai siakp positif juga sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan seperti kebersyukuran . , sikap pemaaf, sabar, penerimaan, optimisme dan lain Gambar 2. Hasil dari Toolkit Gambar 1. Peta Konsep Reproduction of Happiness Tools Keterangan Ketika anda mengalami peristiwa yang Melalui peta konsep diatas ditunjukkan bahwa dengan adanya penerimaan diri, kebersyukuran, sabar, dan tenang berarti seorang sudah menerapkan falsafah narimo ing pandum dalam menjalani kehidupan. Dan Undasmoro . bahwa individu dengan tidak menyenangkan dan langkah yang anda ambil adalah: Sabar Bersikap sabar dan tidak memilih untuk marah-marah, mencaci orang menyalah-nyalahkan tuhan. Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib Bersyukur Mempunyai Dalam penelitian yang dilakukan oleh A. Diponegoro Mulyono bersyukur dalam situasi terburuk menyebutkan bahwa salah satu faktor yang Menerima Mampu menerima segala yang terjaadi dapat mempengaruhi kebahagiaan adalah untuk kemudian dijadikan sebagai Tuhan Tuhan. Artinya menempel pada seorang yang mampu mencari celah untuk bersyukur dalam setiap situasi dan kondisi. Maka anda adalah orang yang memegang sikap bersabar dan kebersyukuran kepada Berikut diagram hasil dari pemaknaan nrima ing pandum yang diperoleh dari subjek penelitian: Terimakasih silahkan dicoba dan semoga dengan memanfaatkan tulisan ini anda menjadi peribadi yang lebih baik. Apabila kebahagiaan adalah sejauh mana seseorang merasa puas pada hidup dan bagaimana dia mengevaluasi segala yang terjadi dalam hidup, maka falsafah Jawa narimo ing pandum yang didalamnya juga terdapat konsep penerimaan diri . elf acceptanc. adalah senjata yang paling tepat untuk diterapkan dalam diri manusia untuk dimensi konflik yang terjadi dalam hidup. Sebagaimana yang telah disebutkan diatas bahwa seorang yang mengamalkan falsafah narimo ing pandum mempunyai tingkat penerimaan, kesabaran dan kebersyukuran yang tinggi dalam dirinya akan mempunayi penerimaan serta pengendalian diri yang Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib hidup secara keseluruhan, ini merupakan Pembahasan Sikap narimo adalah salah satu konsep bagian dari kepribadian orang Jawa dan cerminan dari lima sikap yang di sebut mendapatkan ketentraman batin, sebuah panca sila . ila, narimo, temen, sabar budi bentuk pengendalian diri dan suatu bentuk luhu. konsep diatas menunjukkan bahwa Sikap narimo bukanlah sebuah orang Jawa yang memiliki kemampuan konsep falsafah yang bersifat pasif, tetapi lebih pada sikap untuk bertahan hidup berkomitmen, sabar dan berbudi pekerti. dengan menyadari segala kondisi yang Subjek menunjukkan sikap sabar dalam terjadi pada dirinya (Iswadi, 2. Subjek beberapa sikap. Subjek punya pedoman keagamaan yang mempengaruhi kesabaran, permasalahan keterlambatan studi dan dan berfikir bahwa masih banyak orang dalam masa pencarian kerja. Adapun yang mungkin mempunyai nasib lebih subjek kedua dengan inisial MB meliki permasalahan keterlambatan studi juga di dukungan sosial teman dan lingkungan pascasarjana dan pemenuhan kebutuhan yang mempengaruhi agar tidak menyerah. Subjek Subjek menunjukkan kesabaran dalam Menurut . alam Koentjoroningrat. Nugroho, beberapa sikap yang lain juga. Subjek professional menilai teman, berprasangka penerimaan secara penuh terhadap berbagai baik pada teman, meredakan emosi dengan kejadian pada masa lalu, masa sekarang cara memberi pengertian ke orang lain dan bahkan pada masamasa mendatang. yang lebih tua, dan sabar karena sudah ada Hal ini merupakan sikap antisipasi terhadap prosedur keamanan dan menyadarinya suatau kegagalan yang mungkin terjadi keteledoran, begitu juga sabar menghadapi kebutuhan ekonomi dengan melakukan kekecewaan pada diri. Endraswara . pekerjaan apapun walau tida disukainya. mengungkapkan beberapa aspek yang ada Sikap narimo ing pandum sudah sangat pada konsep narimo ing pandum, yaitu melekat pada keadaan sosial dan sangat seorang yang mengaplikasikan konsep ini cocok diimplementasikan pada masyarakat Jawa kenyataan dan mampu menerima keadaan (Koentjaraningrat. Nughroho, 2. Salah satu usaha untuk menginternalisasikan sikap narimo ing Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib melainkan berasal dari tuhan. Dengan Psikoedukasi. Sangat banyak penelitian menyandarkna segala sesuatu kepada tuhan psikoedukasi, yaitu meningkatkan sikap orientasi berpikir yang positif, mempunyai apresiasiapresiasi unik terhadap ketentuan- pemecahan masalah, menurunkan stress. Nya dan membawa perubahan-perubahan yang kecendurang bertindak positif berdasarkan positif (Oshodi, dkk, 2. Selain itu hal rasa penghargaan dan kehendak baik ini juga dapat membantu mengurangi terhadap orang lain. Berdasarkan apa yang beban, membantu meningkatkan kualitas Al-Fauzan pendampingan fisik dan juga mental (Diener, dkk, 2. , meningkatkan fungsi kemampuan mencari celah berfikir yang Ketika harapan serta keberdayaan pada ODS, menurunkan distress, peningkatan well- being, dan fungsi keluarga pendamping religiusitas yang tinggi, maka ia akan dekat secara keseluruhan. Hal ini diperkuat dengan kebahagiaan. Sebagaimana yang dengan memberikan pengelolaan stress dan faktor-faktor bermacam teknik koping yang lainnya. Seligman . diatas bahwa salah satu seperti pendekatan naratif dan meditasi faktor yang mempengaruhi kebahagiaan (Ryff, dkk, 2. Jadi narimo ing pandum adalah religiusitas. Dari sini telah jelas bahwa melalui sikap kebersyukuran yang pemberian dengan bersyukur dan sabar terkandung dalam falsafah jawa narimo ing (Endraswara, 2. pandum telah terbangun tingkat religiusitas Mencari memerlukan kompleksitas pemikiran yang yang tinggi yang dapat mengantarkan seseorang menuju kebahagiaan. positif di berbagai hal. Dan kebersyukuran Kemudian selain kebersyukuran juga ini sangat erat kaitannya dengan religiusitas terdapat aspek kesabaran yang dapat seseorang, sebagaimana yang diungkapkan mempengaruhi kebahagiaan. Sabar adalah kemampuan untuk menghadapi cobaan Al-Fauzan . kebersyukuran akan muncul ketika seorang mampu mengenali bahwa segala sesuatu menjalankan perintah Allah dan konsisten yang ada pada diri bukan berasal dari untuk tidak melakukan yang dilarang Allah manusia, benda maupun mahluk lain, . alam Abidin. Allah. Menurut Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib Jauziyah . 0 dalam Abidin, 2. , menyatakan bahwa kata sabar berasal dari bahasa Arab yang akar katanya meliputi ash-shobru yang berarti menahan atau ash-shobir yang berati obat yang sangat pahit. dan ash-shobr yang berarti menghimpun atau menyatukan. Sedangkan secara etimologi sabar berarti menahan diri dari sifat yang keras, tahan menderita, merasahkan kepahitan hidup tanpa berkeluh kesah. Menurut Hafiz Sedangkan menurut Al-Ghazali . alam Abidin, 2. sabar merupakan suatu . , maqam . dari tingkatan-tingkatan kesabaran dapat dibagi ke dalam tiga unsur. Adapun maqammaqam agama itu yaitu: unsur komponen utama, unsur terdiri dari 3 hal yaitu: maAorifah, hal-ihwal, komponen pendukung, dan unsur atribut dan amal perbuatan. MaAorifah merupakan dari sabar. Unsur komponen utama terdiri dari: menahan sebagai respon awal, proses/ sedangkan hal-ihwal . akan aktif, butuh ilmu, dan bertujuan kebaikan. Sedangkan unsur komponen pendukung diibaratkan maAorifah merupakan pohon, terdiri dari: optimis, pantang menyerah, hal-ihwal itu ranting sementara patuh/ taat pada aturan, memiliki semangat Perbuatan hal-ihwal. Dapat Sabar untuk membuka alternatif solusi, konsisten, hakekatnya ibarat maAorifah sementara amal dan tidak mengeluh. Sedangkan unsur perbuatan merupakan buah yang keluar dari maAorifah. Dengan demikian, sabar merupakan salah satu atribut psikologis Pembagian ini juga dapat dilihat dari tabel yang ada pada diri manusia sekaligus yang membedakan manusia Tabel 1. Konstruk Kesabaran dengan mahluk Melalui definisi diatas dapat dikatakan bahwa seorang yang mampu . sebagaimana dijelaskan pada konsep NIP diatas telah menempati maqam sabar. Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib Kemudian sebagaimana diutarakan Al- berbuntut stress. Sikap ini akan membuat Ghazali diatas, bahwa sabar merupakan suatu maqam . dalam agama menentukan ketercapaian harapan serta mempunyai pengendalian diri yang baik kesabaran brarti seorang telah mempunyai sebagai mana disebutkan oleh Hurlock religiusitas yang tinggi pada dirinya. bahwa sikap realistis merupakan Sehingga melaui berbagai uraian diatas, salah satu faktor pembentuk pengendalian Tetapi dalam hal ini bukan berarti aspek sabar juga turut berpengaruh dalam melainkan meminimalisir ambisi yang menggapai kebahagiaan. Dengan bersabar berlebihan yang menyebabkan seorang dapat kehilangan sikap penerimaan. Karena emosinya dengan baik sehingga dapat hilangnya sikap penerimaan ini dapat memanifestasikan perasaan tidak tenang Tindakan menghadapi berbagai situasi. Menurut Hurlock . ada tiga sebagai tangga menuju kebahagiaan tetapi perilaku-perilaku menyimpang. esensi kebahagiaan yang salah satunya Pada aspek penerimaan ini juga dapat adalah sikap menerima . , yaitu diketahui bahwa kebahagiaan tidak hanya kebahagiaan adalah bagaimana individu diukur dengan harta, meskipun kebanyakan memandang keadaan diri sendiridan bukan manusia menganggap bahwa hartalah yang membandingkan dengan milik orang lain. dapat mengantarkan seseorang menuju Kebahagiaan Sebagaimana pendapat kaum menerima dan menikmati keadaan orang materialis yang mendefinisikan sentral kehidupan, kesuksesan, serta kebahagiaan berdasarkan barang milik atau kekayaan harapan dan prestasi. Dengan sikap ini, harta benda (Richins & Dawson, 1992 dalam husna, 2. Artinya individu keseimbangan antara potensi yang ada dengan jumlah kepemilikan . yang dalam dirinya, harapan, serta ekspektasi sedikit tidak selalu berada pada posisi tidak ketercapaian prestasi yang diharapkan. Individu dengan penerimaan diri yang kuat dan dapat memonopoli segala berlebihan yangh berdampak pada ketidak aspek yang ada pada dirinya tidak akan tercapaian hasil yang diharapkan dan mempunyai sifat iri hati yang menurut Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib falsafah jawa merupakan sifat angkara dan positif akan harga dirinya, serta mampu harus dikekang keberadaannya. Ia akan menerima kekurangan yang ada dalam focus pada apa yang saat ini ia jalani, dirinya (Putri, 2. Ellis . alam Putri, 2. konsep mengerjakan suatu hal, bersikap tenang, penerimaan diri disebut Unconditional tidak ceroboh dan mampu menerima segala SelfAcceptance (USA). USA yang timbul sesuatu yang ia terima baik dari masa dari penilaian individu terhadap dirinya. Individu sepenuhnya sebagai pribadi yang NIP unik dan tunggal bahwa individu selalu memiliki nilai untuk dirinya sendiri selama Selanjutnya Hurlock mengutarakan pendapatnya bahwa sikap intrinsiknya atau nilai diri dan tidak menerima merupakan faktor pembentuk tergantung dengan cara apapun pada nilainya ekstrinsik atau layak untuk orang dimaksud adalah menerima segala sesuatu Individu dengan penerimaan diri tanpa yang ada dan terjadi dalam diri atau yang syarat cenderung menerima kritik dan tidak biasa disebut dengan penerimaan diri merasa cemas terhadap apa yang individu dalam kajian psikologis. Putri . berpendapat bahwa sikap penerimaan yang orang lain. Sikap terkandung dalam NIP ini juga dapat Ellis . alam Bernard et al. , 2013 dalam Putri, 2. , merumuskan penerimaan diri penerimaan diri, sehingga melalui konsep sebagai berikut: . Individu sepenuhnya NIP individu dapat lebih menerima segala dan tak bersyarat menerima diri baik ketika kelebihan dan kekurangan yang ada pada individu mampu berperilaku cerdas, tepat dirinya dengan mengamalkan sikap sabar, dan sempurna atau tidak, baik orang lain lapang dada, dan bijak serta bertanggung mengakui, menghargai dan mencintai atau jawab dalam menempatkan kelebihan dan . Indvidu adalah manusia yang kemampuan yang dipahami dari dirinya. Individu akan melakukan Melalui falsafah NIP ini pula seseorang . Individu tidak memberi mempunyai penilaian yang lebih realistis penilaian negatif atau positif harga diri terhadap potensi-potensi yang ada pada secara menyeluruh. Individu adalah dirinya disertai dengan penilaian yang Vol. No. Tahun 2024 Moh. Arvani Zakky Al Kamil. Ahmad Kholif Rosyidi & . Ahmad Ainun Najib individu ada di dunia meskipun individu kebahagiaan sebagaimana dalam langkah melakukan kesalahan. Sedangkan Bernad panduan toolkit reproduksi kebahagian. , al . penerimaan diri kaitannya Hasil dengan kekuatan karakter sebagai kualitas pengembangan alat khusus individu yang relatif tetap stabil kearifan local budaya. dari waktu ke waktu dalam berbagai situasi Kesimpulan anak muda memiliki: . Kesadaran dan apreasiasi diri terhadap karakter positif potensi-potensi seperti kepribadian, bakat, keluarga, agama, karakteristik budaya. Ketika peristiwa negatif terjadi . urang sukses, kritik, penolakan dari orang lai. negatif, individu merasa bangga atas dirinya dan menerima diri secara tidak bersyarat, serta individu tidak menilai nilai diri dan harga diri secara negatif. Subjek syukurnya baik kepada diri sendiri, teman dan terlebih kepada Tuhan. Subjek dapat menerima permasalahan yang dimilikinya. Subjek Berdasarkan penjelasan tersebut diatas dapat ditarik pemahan bahwa sikap narimo ing pandum subjek mempunyai beberapa aspek nilai, yaitu menerima/penerimaan, syukur dan sabar. Aspek syukur, tenang, menerima serta sabar yang kuat akan membentuk sikap narimo ing pandum terpatri dalam diri subjek. Jadi beberapa faktor yang membentuk konsep narimo ing . enerima segala sesuatu dengan senan. , . apat penerimaan/narimo . enerima sesuatu dengan tenan. dapat memudahkan individu menjadi pribadi yang mudah menerima diri dan berbahagia. Daftar Pustaka