125 HEME : Health and Medical Journal pISSN : 2685 Ae 2772 eISSN : 2685 Ae 404x Available Online at : https://jurnal. id/index. php/heme/issue/view/88 Karakteristik Kadar Hidrasi dan Pola Kosmetika Perawatan Kulit Wajah yang Digunakan Mahasiswa dan Mahasiswi FK UNTAR Angkatan 2022 Indah Elvina Vannesa Pangaribuan1. Linda Yulianti Wijayadi1* Bagian Kulit Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Jakarta Email: lindaj@fk. Abstrak Pendahuluan: Kulit merupakan organ terbesar tubuh manusia yang berfungsi sebagai proteksi. Efektivitas fungsi protektif sangat dipengaruhi oleh kadar hidrasi kulit. Keseimbangan kadar hidrasi mempengaruhi fungsi stratum korneum dalam mengontrol jumlah air yang hilang. Faktor eksogen seperti penggunaan kosmetik perawatan kulit wajah memiliki pengaruh yang penting terhadap hidrasi kulit. Tujuan penelitian: Untuk menggambarkan pengaruh pemakaian kosmetika perawatan kulit wajah dengan kadar hidrasi kulit pada kalangan mahasiswa dan mahasiswi FK UNTAR angkatan 2022. Metode: Desain penelitian menggunakan studi deskriptif potong lintang dengan 71 subjek penelitian yang dipilih melalui teknik nonrandom sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan pengukuran hidrasi wajah menggunakan skin moisture analyzer pada area dahi, pipi kanan dan pipi kiri. Hasil: Hasil menunjukkan hidrasi kulit pada area dahi didominasi kategori sangat kering 28 orang . ,6%), pada area pipi kanan didominasi kategori kulit kering 25 orang . ,2%), dan pada pipi kiri didominasi oleh kulit sangat kering 26 orang . Penggunaan kosmetika perawatan wajah didominasi oleh kosmetik pembersih wajah berupa sabun cuci muka . %) dengan 77,5% menggunakan produk perawatan secara rutin rutin. Kesimpulan: Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa rutinitas pemakaian kosmetika perawatan wajah belum mampu mengoptimalkan hidrasi kulit. Kata kunci : Hidrasi Kulit. Kosmetika Perawatan Kulit Wajah. Skin Moisture Analyzer Abstract Introduction: The skin is the largest organ in the human body and serves as protection. The effectiveness of the protective function is highly influenced by the skin's hydration level. Balanced hydration levels affect the stratum corneum's ability to control water loss. Exogenous factors such as the use of facial skincare cosmetics have a significant impact on skin hydration. Aims: To describe the influence of using facial skincare cosmetics on skin hydration levels among FK UNTAR students from the 2022 cohort. Method: The research design used a descriptive cross-sectional study with 71 research subjects selected through non-random sampling techniques. Data was obtained through questionnaires and facial hydration measurements using a skin moisture analyzer on the forehead, right cheek, and left cheek areas. Results: The results showed that skin hydration on the forehead was dominated by the very dry category with 28 people . 6%), on the right cheek by the dry skin category with 25 people . 2%), and on the left cheek by very dry skin with 26 people . 6%). The use of facial care cosmetics is dominated by facial cleansing cosmetics in the form of facial wash . %), with 77. using care products regularly. Conclusion: The results of this study indicate that the routine use of facial care cosmetics has not yet been able to optimize skin hydration. Keywords : Skin Hydration. Facial Skincare Product. Skin Moisture Analyzer Health and Medical Journal HEME. Vol Vi No 2 May 2026 PENDAHULUAN Kulit merupakan salah satu organ tubuh terluar dan terbesar pada tubuh manusia yang tersusun dari epidermis pada lapisan atas, dermis, dan subkutis pada lapisan bawah. Epidermis berperan sebagai pertahanan paling luar terhadap berbagai faktor lingkungan, sehingga menjadi salah satu fungsi terpenting sebagai barier kulit. Epidermis terdiri dari 5 lapisan yaitu stratum granulosum, stratum lusidium, dan stratum 1 Kadar hidrasi kulit didefinisikan sebagai kadar air yang terdapat pada lapisan Keseimbangan kadar hidrasi memengaruhi stratum korneum yang berfungsi sebagai sawar kulit untuk mencegah kehilangan air. 2 Stratum korneum merupakan lapisan terluar serta tersusun atas keratinosit yang terdiri dari keratin dan lipid. Setelah mengalami diferensiasi penuh, keratinosit akan berubah menjadi korneosit yang nantinya dikelilingi oleh molekul yang aktif secara osmotik. Molekul ini terbentuk dari pemecahan filaggrin yang akrab disebut sebagai Natural Moisturizing Factor (NMF). Dalam menjaga hidrasi, stratum korneum menggunakan komponen alaminya yaitu Natural Moisturizing Factor (NMF) untuk menarik air ke dalam korneosit. Hidrasi kulit yang baik mempengaruhi homeostasis kulit dan membantu dalam mempertahankan fungsi proteksi kulit. Pada keadaan normal air mengalir dari dermis ke epidermis melalui stratum korneum dan ruang interseluler. Air yang keluar dari epidermis disebut Transpidermal Water Loss (TEWL). Semakin tinggi TEWL, kadar hidrasi akan semakin rendah dan begitu pula Faktor faktor lain yang mempengaruhi TEWL meliputi usia, jenis kelamin, genetik, keringat dan sebum, penggunaan produk perawatan kulit, asupan cairan, paparan sinar UV serta suhu TEWL. Kandungan gliserol pada korneosit dan NMF membantu menyerap air dan meningkatkan Email : heme@unbrah. lapisan pelindung yang mengurangi TEWL. Ketidakseimbangan produksi NMF dapat menyebabkan peningkatan TEWL yang menyebabkan kulit tampak kasar, bersisik ataupun rentan iritasi. Penggunaan kosmetik perawatan wajah memiliki pengaruh signifikan terhadap hidrasi kulit. Pada penelitian Hanif RA, hidrasi wajah mempengaruhi mahasiswa dalam aspek kesehatan dan penampilan Kosmetik merupakan kosmetik preventif terhadap kemungkinan kerusakan kulit, terdiri dari kosmetik pembersih, kosmetik penyegar, kosmetik pelembab, kosmetik pelindung, dan kosmetik rias. Penggunaan produk seperti pencuci wajah, toner, pelembap, dan tabir surya mempengaruhi kadar hidrasi secara berbeda sesuai dengan formulasi dan frekuensi penggunaannya. 1 Mahasiswa pada usia dewasa awal merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan hidrasi kulit akibat aktivitas fisik yang tinggi, stress Upaya mempertahankan hidrasi kulit tidak hanya berperan dalam menjaga fungsi protektif kulit, tetapi juga berdampak pada aspek estetika yang berkaitan dengan kesehatan fisik maupun psikologis pada mahasiswa dan mahasiswi FK UNTAR Angkatan 2022. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan studi deskriptif studi potong lintang yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hidrasi wajah dan pola pemakaian kosmetika perawatan kulit wajah pada mahasiswa dan mahasiswi FK UNTAR Angkatan 2022. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan universitas tersebut yakni dari bulan Januari hingga Juli Populasi penelitian ini meliputi seluruh mahasiswa dan mahasiswi aktif FK UNTAR Angkatan 2022 yang menggunakan kosmetik perawatan wajah. Dari populasi tersebut, subjek penelitian dipilih dengan Heme. Vol Vi No 2 May 2026 consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi, seperti mahasiswa aktif perawatan kulit wajah, dan yang bersedia menjadi subjek penelitian. Sebaliknya, yang menolak dilakukan pengukuran hidrasi kulit wajah dan yang memakai skincare acne tidak diikutsertakan. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner, lalu kulit wajah yang hendak diukur dibersihkan menggunakan kapas yang sudah diberi micellar water dan tunggu kering, menggunakan skin moisture detector . Pengukuran dilakukan di tiga lokasi wajah yaitu dahi, pipi kanan, dan pipi kiri dengan klasifikasi kadar hidrasi wajah meliputi kulit sangat kering (< 34%), kulit kering . 7%), kulit normal . -42%), kulit lembap . -46%), dan kulit sangat lembab (Ou 47%). Hasil dari pengukuran hidrasi menggunakan alat tersebut dan juga kuesioner ditampilkan dalam bentuk tabel. Prosedur dari penelitian ini meliputi pengajuan izin, pengisian kuesioner dan pengukuran kadar hidrasi wajah sesuai kriteria. HASIL KARAKTERISTIK SUBJEK PENELITIAN Selama periode penelitian data didapatkan sebanyak 78 mahasiswa dan mahasiswi FK UNTAR Angkatan 2022 yang menjadi subjek penelitian. Namun hanya 71 orang mahasiswa dan mahasiswi yang memenuhi Subjek penelitian didominasi oleh perempuan sebanyak . ,7%) dan laki laki . ,3%) dengan usia rata rata 20 tahun, yang sebagian besar berada pada rentang usia muda . -22 tahu. Mayoritas subjek penelitian juga rutin menggunakan kosmetik perawatan kulit wajah . ,5%) pada (Tabel TABEL 1. KARAKTERISTIK SUBJEK PENELITIAN Variabel Frekuensi Mean Median . ,%) ( - SD) (Min,Ma. Jenis Kelamin Laki -Laki Perempuan 58 . Usia 20,44 19 tahun 1 . 20 tahun 42 . 21 tahun 24 . 22 tahun 4 . Penggunaan Kosmetik Perawatan Wajah Rutin Tidak Rutin Berdasarkan jenis kosmetik perawatan wajah yang digunakan, didapatkan pemakaian yang paling sering digunakan adalah produk pembersih wajah berupa sabun cuci wajah . %). Pada kosmetik penyegar wajah sebanyak . ,3%) menggunakan toner. Jenis kosmetik pelembab wajah yang paling berbentuk krim . ,9%). Penggunaan tabir surya didominasi oleh sediaan lotion . ,7%) dan pada kosmetik perias wajah, lipstik merupakan produk yang paling banyak digunakan . ,6%) pada (Tabel . TABEL 2. DISTRIBUSI SUBJEK PENELITIAN JENIS PEMBERSIH WAJAH, PELEMBAB WAJAH, SUNSCREEN. DAN KOSMETIK PERIAS WAJAH Variabel Frekuensi Persentase . (%) Kosmetik Pembersih Wajah Micellar Water Sabun Cuci Wajah Cleansing Oil Cleansing Balm Kosmetik Penyegar Wajah Face Mist Toner Kosmetik Pelembap Wajah Moisturizer Gel Moisturizer Krim Moisturizer Lotion Tabir Surya Tabir Surya Krim Tabir Surya Losion Tabir Surya Spray Kosmetik Perias Wajah Cushion Perona Pipi Health and Medical Journal HEME. Vol Vi No 2 May 2026 Lipstik Foundation Concealer Bedak Berdasarkan perbedaan pola penggunaan kosmetik perawatan wajah, pada kategori kosmetik pembersih wajah didapatkan seluruh subjek laki laki menggunakan sabun cuci muka . %) sedangkan perempuan . ,9%). Pada kosmetik penyegar, toner merupakan produk yang paling banyak digunakan yaitu laki laki . ,2%) sedangkan perempuan . ,8%). Pemakaian pelembab wajah menunjukkan pola serupa, dengan sediaan yang paling dominan adalah krim yang digunakan oleh laki laki . ,8%) . %). Pada penggunaan tabir surya, sediaan lotion merupakan sediaan yang paling umum digunakan, yaitu laki laki . ,8%) sedangkan perempuan . %). Pada kategori perias wajah, hampir seluruh pengguna adalah perempuan, dengan lipstik adalah produk yang paling dominan digunakan . ,4%) sedangkan tidak ditemukan pengguna dari kelompok laki laki. Sementara itu, penggunaan produk concealer pada laki laki . ,7%) sedangkan perempuan . ,4%) pada (Tabel . TABEL 3. PENGGUNAAN KOSMETIK PERAWATAN KULIT WAJAH BERDASARKAN JENIS KELAMIN Variabel Laki laki Perempuan . ,%) . ,%) Kosmetik Pembersih Wajah Micellar Water Sabun Cuci Wajah Cleansing Oil Cleansing Balm Kosmetik Penyegar Wajah Face Mist Toner Kosmetik Pelembap Wajah Moisturizer Gel Moisturizer Krim Moisturizer Losion Tabir Surya Tabir Surya Krim Tabir Surya Losion Tabir Surya Spray Kosmetik Perias Wajah Cushion Email : heme@unbrah. Perona Pipi Lipstik Foundation Concealer Bedak Pada penelitian ini, didapatkan bahwa mayoritas subjek penelitian memiliki kulit sangat kering pada daerah dahi . ,6%), terdiri dari laki laki . ,8%) dan perempuan . ,8%). Pada pipi kanan, kategori kulit yang paling banyak digunakan adalah kulit kering . ,2%) dengan laki laki . %) dan perempuan . ,2%). Sementara itu, pada pipi kiri, kulit sangat kering mendominasi . ,6%) yaitu laki laki . ,6%) dan perempuan . ,8%) pada (Tabel . TABEL 4. KLASIFIKASI HIDRASI KULIT WAJAH Jenis Kelamin Variabel Laki Perempu Total Laki Sangat 2 . ,8%) Hidrasi ,8%) . ,6%) Kulit Dahi Kering Kering 4 . ,6%) . ,5%) . ,2%) Normal 3 . ,2%) 9 . ,7%) . ,9%) Lembap 1 . ,4%) 5 . %) 6 . ,5%) Sangat 3 . ,2%) 4 . ,6%) 7 . ,9%) Lembap Sangat 4 . Hidrasi ,9%) . ,6%) Kulit Pipi Kering Kering 5 . %) Kanan . ,2%) . ,2%) Normal 0 ( 0%) 3 . ,2%) 3 . ,2%) Lembap 2 . ,8%) . ,3%) . ,1%) Sangat 2 . ,8%) 5 . %) 7 . ,9%) Lembap Sangat 4 . ,6%) Hidrasi ,8%) . ,6%) Kulit Pipi Kering Kering 5 . %) Kiri . ,4%) . ,4%) Normal 0 . %) 3 . ,2%) 3 . ,2%) Lembap 3 . ,2%) 4 . ,6%) . ,1%) Sangat 3 . ,2%) 4 . ,6%) 7 . ,9%) Lembap Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada area dahi, kategori kulit sangat kering paling sering ditemukan dengan pengguna kosmetik rutin . ,3%) dan tidak rutin . ,7%). Pada pipi kanan, yang mendominasi adalah Heme. Vol Vi No 2 May 2026 kategori kulit kering dengan pengguna rutin . %) dan tidak rutin . %). Dan pada pipi kiri, jumlah subjek sama banyak pada kategori kulit sangat kering dengan pengguna rutin . ,3%) dan tidak rutin . ,7%) sementara itu pada kategori kulit kering dengan pengguna rutin . ,2%) dan tidak rutin . ,8%) pada (Tabel . TABEL 5. HIDRASI KULIT WAJAH BERDASARKAN PENGGUNAAN KOSMETIK KULIT WAJAH Variabel Rutin Tidak Total ,%) Rutin ,%) . ,%) Hidrasi Kulit Dahi Sangat Kering 24 . Kering 13 . Normal Lembap Hidrasi Kulit Pipi Kanan Sangat Kering 17 . Kering 16 . Normal Lembap Sangat Lembap Hidrasi Kulit Pipi Kiri Sangat Kering 18 . Kering 15 . Normal Lembap Sangat Lembap IV. PEMBAHASAN Penelitian ini mencakup 71 mahasiswa dan mahasiswi FK UNTAR Angkatan 2022 dengan 58 . ,7%) perempuan dan 13 . ,3%) laki laki. Subjek penelitian memiliki rata rata usia 20 tahun dengan rentang 19-22 Temuan ini sejalan dengan penelitian Al Wahida et al . yang menyatakan bahwa rata rata responden berusia 19-21 tahun dengan usia yang mendominasi yaitu 20 tahun. 7 Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa dan mahasiswi FK UNTAR Angkatan 2022 memakai perawatan kulit wajah secara rutin . ,5%). Hal ini juga sejalan dengan penelitian Al- Muzaki et al . yang menyatakan bahwa mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang memiliki perilaku baik dalam penggunaan kosmetik perawatan kulit wajah. Berdasarkan jenis produk perawatan kulit wajah yang digunakan, didominasi oleh kosmetik pembersih wajah yakni sabun cuci wajah . %). Sabun cuci muka adalah pembersih wajah yang bekerja secara ringan mempertahankan kebersihan dan kondisi fisiologis kulit wajah. Menurut Caesa Anjarini et al . , penggunaan sabun cuci muka dapat mencegah timbulnya jerawat dengan membunuh bakteri penyebab dikarenakan adanya aktivitas antibakteri yang dimiliki oleh sabun cuci muka. Tidak hanya itu, sabun cuci muka banyak diminati karena praktis, terjangkau, dan higienis sementara produk pembersih wajah yang lain membutuhkan prosedur pemakaian lebih kompleks dan waktu lebih lama. Produk toner yang terbanyak digunakan sebagai kosmetik penyegar . ,3%). Toner merupakan sedian kosmetik berbentuk cair membersihkan kotoran sisa di wajah. Menurut Karyanto et al, banyak remaja menyeimbangkan PH agar kulit tetap 10 Berdasarkan data didapatkan bahwa pemakaian face mist hanya sedikit . ,7%). Hal ini sejalan dengan penelitian Widyasanti & Fauziyah . bahwa masih banyak remaja yang belum akrab dengan face mist ditambah harganya yang mahal sehingga pemakaian toner lebih dominan. Tahap berikutnya dalam rangkaian kosmetik perawatan kulit wajah adalah pelembab. Pelembab wajah merupakan perawatan kulit yang berfungsi meningkatkan hidrasi wajah dan mengembalikan fungsi barier kulit. Dalam kondisi tertentu NMF tidak dapat memenuhi kebutuhan kulit, oleh sebab itu pemakaian kosmetik pelembab diperlukan. Pelembab wajah memiliki tiga sediaan yaitu gel, krim, dan losion. Pada penelitian ini sediaan krim dipakai oleh . ,7%) subjek Menurut jerajani et al . Health and Medical Journal HEME. Vol Vi No 2 May 2026 memiliki kandungan lemak lebih banyak sehingga teksturnya lebih kental. Sediaan krim juga sangat cocok untuk kulit kering, kasar, dan sensitif serta cocok untuk semua jenis musim. 12 Sediaan selanjutnya yang banyak digunakan adalah gel . ,4%). Sediaan ini ditujukan untuk yang memiliki permasalahan kulit berjerawat, karena memberikan efek dingin pada kulit. Sediaan yang juga digunakan subjek penelitian adalah losion. Menurut Iskandar et al . , sediaan losion memiliki kandungan air yang jauh lebih sedikit dan cenderung lebih padat namun tetap mampu mempertahankan kelembaban kulit. Jenis kosmetik perawatan wajah yang banyak digunakan selanjutnya adalah tabir Tabir surya digunakan untuk menghambat penetrasi sinar UV dan meminimalisir kerusakan akibat paparan sinar UV. Tabir surya terbagi menjadi beberapa sediaan yaitu lotion, krim, dan Berdasarkan data, jumlah jenis sediaan yang banyak digunakan adalah losion . ,7%). Hal ini dikarenakan lotion memiliki kandungan air yang tinggi dan mampu untuk memberikan kelembaban pada 1,14 Hal ini sesuai dengan tipe kulit subjek penelitian yang mayoritas kulit kering, sehingga sediaan tabir surya lotion cocok untuk digunakan. Sediaan tabir surya lainnya yang banyak digunakan adalah krim . ,1%). Jenis ini berbeda dengan sediaan losion karena bersifat lebih berminyak dan kekentalan yang jauh lebih rendah. Menurut Azmi et al . , jenis tabir surya ini lebih cocok untuk subjek penelitian yang memiliki kulit berjerawat karena mencegah munculnya bakteri penyebab jerawat. Sediaan tabir surya yang paling sedikit digunakan adalah sediaan spray . ,2%). Produk yang paling banyak digunakan sebagai kosmetik perias wajah adalah lipstik . ,6%). Lipstik adalah produk yang bertujuan mewarnai bibir agar menampilkan Email : heme@unbrah. kesan segar dan menarik. 1 Selain lipstik, kosmetik yang banyak digunakan adalah perona pipi. Hal ini sejalan dengan penelitian Dema & Rokhman . , banyak remaja yang menggunakan perona pipi karena mudah digunakan dan mampu memberikan kesan menarik walaupun tidak menggunakan riasan mata sekalipun. 16 Jenis kosmetik lainnya yang banyak digunakan adalah Bedak merupakan sediaan kosmetik yang berfungsi melindungi kulit dari minyak berlebih dan memberikan efek halus. Menurut penelitian Sairi. bedak memiliki tekstur lebih ringan dan nyaman untuk dipakai sehari hari, sehingga hal ini sejalan dengan data penelitian yang menggunakan bedak dibandingkan dengan cushion maupun foundation. Pada penelitian ini, secara keseluruhan subjek penelitian perempuan lebih banyak menggunakan kosmetika perawatan kulit wajah dibandingkan laki laki. Hal ini juga sejalan dengan penelitian Rahmantari et al . yang menyatakan bahwa laki laki jarang memakai kosmetika perawatan wajah dikarenakan stigma sosial yang beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa perawatan kulit lebih cocok untuk perempuan dibandingkan laki laki. 18 Selain itu dapat juga dilihat pada pemakaian kosmetik perias wajah, dimana hanya 1 subjek penelitian laki laki yang memakai perias wajah. Hal ini sejalan dengan penelitian Nabila et al . yang menjelaskan bahwa perempuan lebih dominan memakai perias wajah karena mampu meningkatkan kepercayaan diri melalui penampilan fisik. Jenis kulit dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu kulit sangat kering, kulit kering, kulit normal, kulit lembap, dan kulit sangat lembab. Pada penelitian ini, mayoritas subjek penelitian memiliki kulit sangat kering dan kulit kering. Hal ini sejalan dengan penelitian Surharsanti & Ariyani . , jenis kulit kering merupakan salah Heme. Vol Vi No 2 May 2026 satu permasalahan yang umum terjadi pada Indonesia lingkungan dengan iklim tropis dapat menghambat produksi minyak pada wajah. Namun hal ini berbeda dengan penelitian. Turrahman AZ & Wijayati LJ . yang menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa dan mahasiswi FK UNTAR Angkatan 21 memiliki kulit normal. 21 Perbedaan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, variasi karakteristik subjek maupun perbedaan instrumen. Selain itu, pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa mayoritas subjek penelitian yang rutin menggunakan kosmetika perawatan kulit wajah memiliki kulit sangat kering maupun kering. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor, salah satunya menurut Hilmi ketidaksesuaian dalam memilih kosmetik yang sesuai kondisi kulit. 22 Namun hal ini bertentangan dengan penelitian Permatasari NJ & Tan ST . yang menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian memiliki kulit normal setelah penggunaan rutin kosmetik perawatan kulit wajah yang mengandung niacinamide secara rutin. Perbedaan ini bisa disebabkan karena pada penelitian ini tidak dijelaskan secara rinci mengenai kandungan pada kosmetik yang Penelitian keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, pengukuran hanya dilakukan sekali pada waktu tertentu sehingga tidak menggambarkan perubahan hidrasi secara Meskipun demikian penggunaan alat ini tetap efisien karena dilakukan pada suhu yang tepat dan pengukuran tidak dilakukan di bawah cahaya lampu maupun Kedua, pada data penggunaan kosmetik perawatan kulit wajah yang diperoleh dari kuesioner tidak mencakup informasi detail mengenai bahan aktif, dosis ataupun waktu pemakaian secara spesifik. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian deskriptif dengan studi potong lintang yang dilakukan pada 71 mahasiswa dan mahasiswi aktif Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, disimpulkan bahwa mayoritas memiliki kulit kering maupun kulit sangat kering pada area dahi maupun pipi, meskipun sebagian besar sudah memakai kosmetika perawatan kulit wajah secara rutin. Produk yang paling sering digunakan adalah sabun cuci muka, toner, pelembab krim, tabir surya losion dan Penelitian ini menegaskan bahwa pemakaian kosmetika perawatan wajah tidak selalu berbanding lurus dengan kadar hidrasi kulit, sehingga pemilihan produk baik yang sesuai dengan tipe kulit dan juga kandungan yang terdapat pada produk tersebut perlu diperhatikan untuk memperbaiki fungsi sawar kulit. DAFTAR PUSTAKA