Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 1-11 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Integrasi Nilai Filsafat Pendidikan Dalam Kurikulum Merdeka Pada Lembaga Pendidikan Islam Dur Brutu1. Saipul Annur2. Ibrahim3 1, 2, 3 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: April, 2023 Disetujui: Mei. Dipublikasi: September, _________________ Kata kunci: Integrasi. Filsafat Pendidikan. Kurikulum Merdeka Keywords: Integration. Islamic Educational Philosophy. Independent Curriculum Corresponding Author: Dur Brutu Email: dubrutu3839@gmail. Saipul Annur Email: saipulannur_uin@raden Ibrahim Email: ibrahim_uin@radenfata ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Integrasi Nilai Filsafat Pendidikan Dalam Kurikulum Merdeka Pada Lembaga Pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiaman apasaja integrasi nilai filsafat pendidikan yang ada pada kurikulum merdeka juga diterapkan pada lembaga pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan yakni kajian Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti berasal dari buku teks, jurnal, artikel ilmiah, dan tinjauan literatur yang berisi konsep-konsep yang diteliti. Setelah data dikumpulkan, maka proses analisis. Analisis dimulai dengan meninjau hasil penelitian berdasarkan relevansi, paling relevan, relevan, dan cukup relevan. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai filsafat pendidikan dalam Kurikulum Merdeka di Lembaga Pendidikan Islam sangat penting untuk dilaksanakan. Tujuannya. Pertama, memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral dalam Kurikulum Merdeka untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai moral yang kuat. Integrasi ini dilakukan secara menyeluruh dalam kurikulum, metode pengajaran, lingkungan sekolah, serta melalui kolaborasi dengan orang tua dan komunitas. Kedua. Mencapai keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan agama dalam Kurikulum Merdeka bertujuan membentuk individu yang kompeten secara akademis sekaligus memiliki karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai spiritual. Ketiga. Melalui pendekatan filsafat pendidikan. Kurikulum Merdeka bertujuan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global dengan membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk sukses dalam dunia yang dinamis dan kompleks. Keempat. Kurikulum Merdeka bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pendekatan yang menyeluruh dan adaptif. ABSTRACT This research discusses the Integration of Educational Philosophy Values in the Independent Curriculum at Islamic Educational Institutions. The aim of this research is to understand how the integration of educational philosophy values in the Independent Curriculum is also applied in Islamic educational institutions. The type of research used is a literature The data collection process conducted by the researcher comes from textbooks, journals, scientific articles, and literature reviews that contain the concepts being studied. After the data is collected, the analysis process begins. The analysis starts by reviewing research results based on relevance: most relevant, relevant, and sufficiently The results and discussion show that the integration of educational philosophy values in the Independent Curriculum at Islamic Educational Institutions is very important to implement. The goals are as follows: First, to strengthen spiritual and moral values in the Independent Curriculum to form individuals who are not only intelligent and skilled but also have strong integrity and moral values. This integration is carried out comprehensively within the curriculum, teaching methods, school Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 442 | 12 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. environment, as well as through collaboration with parents and the Second, to achieve a balance between knowledge and religion in the Independent Curriculum, aiming to form individuals who are academically competent and also possess strong character based on spiritual values. Third, through the educational philosophy approach, the Independent Curriculum aims to prepare students to face global challenges by equipping them with the knowledge, skills, and values needed to succeed in a dynamic and complex world. Fourth, the Independent Curriculum aims to improve the quality of education in Indonesia through a comprehensive and adaptive approach. A 2023 Dur Brutu. Saipul Annur. Ibrahim This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license PENDAHULUAN Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada hakikat, tujuan, dan masalah pendidikan. Filsafat pendidikan tidak hanya berusaha memahami dan menjelaskan pendidikan sebagai suatu fenomena, tetapi juga mengarahkan dan mengevaluasi praktik dan kebijakan pendidikan. Dalam filsafat pendidikan, ada beberapa aspek yang penting untuk diperhatikan, yakni memahami hakikat pendidikan. Filsafat pendidikan menelaah definisi dan esensi dari pendidikan itu sendiri. Ini mencakup pertanyaan tentang apa itu pendidikan dan apa tujuan Kemudian tujuan pendidikan. Diskusi tentang tujuan pendidikan adalah inti dari filsafat pendidikan. Ini mencakup berbagai pandangan tentang apa yang seharusnya dicapai oleh pendidikan, seperti pengembangan intelektual, moral, sosial, dan emosional individu. Beberapa tujuan umum yang diidentifikasi termasuk mempersiapkan individu untuk kehidupan kerja, mengembangkan keterampilan kritis, membentuk karakter moral, dan mempromosikan partisipasi dalam masyarakat demokratis. Dalam filsafat pendidikan membahas berbagai teori tentang bagaimana pembelajaran terjadi dan bagaimana pendidikan dapat disusun untuk memaksimalkan hasil pembelajaran. Ini melibatkan perdebatan antara pendekatan tradisional dan progresif dalam pendidikan. Tujuan dari pendidikan sebagai upaya menjadikan manusia yang terbaik, yakni manusia mempuyai ketenangan dalam hidup, memiliki akal kecerdasan serta iman yan kuat yang dimiliki manusia. (Ibrahim et al. , 2. Pendidikan sampai saat ini masih menjadi peran utama dalam mengembangkan sumber daya manusia. (Zainuri. Adil, et al. , 2. Filsafat memiliki peran penting dan harus ada dalam konsep kurikulum. Pertanyaan tentang apa yang harus diajarkan . dan bagaimana mengajarkannya . etode pengajara. adalah inti dari filsafat pendidikan. Ini mencakup diskusi tentang pentingnya berbagai disiplin ilmu dan metode pedagogis yang efektif. Dalam kurikulum pendidikan, nilai filsafat pendidikan mengeksplorasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip etika yang seharusnya mendasari praktik pendidikan. Ini mencakup isu-isu seperti keadilan, kesetaraan, dan hak-hak siswa. Kemudian, filsafat pendidikan mempertimbangkan peran guru dan siswa dalam proses pendidikan. Ini termasuk diskusi tentang otoritas guru, otonomi siswa, dan dinamika hubungan antara guru dan siswa. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 443 | 453 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan, yang mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. (Ahmad Zainuri et al. , 2. konsep kurikulum menggunakan konsep filsafat secara secara keseluruhan, filsafat pendidikan juga menangani isu-isu sosial yang berkaitan dengan pendidikan, seperti akses pendidikan, disparitas pendidikan, dan dampak sosial dari sistem Kemudian filsafat dan masyarakat menjadi objek dalam kurikulum pendidikan. Ini melibatkan analisis tentang bagaimana pendidikan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh Diskusi mencakup bagaimana pendidikan dapat berkontribusi pada perubahan sosial dan bagaimana nilai-nilai sosial tercermin dalam sistem pendidikan. Beberapa filsuf terkemuka dalam bidang ini antara lain John Dewey. Paulo Freire. Jean-Jacques Rousseau, dan Maria Montessori, yang masing-masing menawarkan pandangan yang beragam tentang bagaimana pendidikan seharusnya dijalankan dan Filsafat pendidikan terus berkembang seiring dengan perubahan sosial, teknologi, dan ekonomi, serta refleksi kritis terhadap praktik dan teori pendidikan yang ada. METODE Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Metode ini melibatkan serangkaian kegiatan seperti pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, dan mengelola bahan penelitian. (Annur, 2. Studi literatur merupakan komponen wajib dalam penelitian, khususnya penelitian akademik yang bertujuan untuk mengembangkan aspek teoretis dan manfaat praktis. Menggunakan studi pustaka . ibrary researc. yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut. (Adlini et al. , 2. Kajian pustaka merupakan kumpulan teori yang didapatkan dari berbagai macam sumber yang akan digunakan sebagai bahan rujukan dalam melaksanakan kegiatan penelitian atau membuat karya tulis ilmiah. (Ibrahim et al. , 2. Studi literatur dilakukan untuk membangun landasan teori, kerangka berpikir, dan menetapkan hipotesis penelitian. Dengan melakukan studi literatur, peneliti dapat mengelompokkan, mengalokasikan, mengorganisasikan, dan menggunakan berbagai literatur dalam bidangnya. Studi literatur memberikan peneliti pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang masalah yang akan diteliti. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti berasal dari buku teks, jurnal, artikel ilmiah, dan tinjauan literatur yang berisi konsep-konsep yang diteliti. Setelah data dikumpulkan, maka proses analisis. Analisis dimulai dengan meninjau hasil penelitian berdasarkan relevansi, paling relevan, relevan, dan cukup relevan. Pendekatan lain adalah dengan mengurutkan penelitian dari yang paling mutakhir hingga yang lebih lama. Peneliti membuat catatan, kutipan, atau informasi yang disusun secara sistematis agar mudah dicari kembali jika diperlukan. Peneliti membaca abstrak dari setiap penelitian untuk menilai kesesuaian masalah yang dibahas dengan masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian. Bagian-bagian penting dan relevan dicatat untuk menghindari plagiarisme. peneliti harus mencatat sumber informasi dan mencantumkan daftar pustaka jika informasi berasal dari ide atau hasil penelitian orang lain. HASIL DAN PEMBAHASAN Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 444 | 453 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Integrasi filsafat pendidikan Islam dalam kurikulum merdeka memiliki sejumlah kepentingan yang signifikan, terutama dalam konteks pendidikan di Indonesia yang beragam dan multikultural. Integrasi filsafat pendidikan Islam dalam Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan yang menggabungkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar Islam dengan tujuan dan metode pendidikan modern yang fleksibel dan adaptif. Ini bertujuan untuk menciptakan kurikulum yang holistik, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan zaman, tanpa mengabaikan akar budaya dan agama. Penguatan Nilai-Nilai Spritual dan Moral Pada lembaga pendidikan Islam nilai filsafat pendidikan Islam menjadi bagian penting dan harus ada dan diimplemtasikan dalam proses pendidikan. Pentingnya integrasi ini untuk menguatkan nilai-nilai spritual dan moral. Filsafat pendidikan Islam menekankan pentingnya pengembangan spiritual dan moral. Dengan integrasi ini, kurikulum merdeka dapat membantu membentuk karakter siswa yang memiliki nilai-nilai etika yang kuat, seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Kurikulum merdeka menjadi salah satu langkah awal dalam mendukung terwujudnya tujuan Pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang (Heryahya et al. , 2. Penguatan nilai-nilai spiritual dan moral dalam Kurikulum Merdeka adalah upaya sistematis untuk membentuk karakter siswa melalui pendidikan yang menyeluruh dan seimbang. Nilai-nilai spiritual dan moral ini diintegrasikan ke dalam berbagai aspek pembelajaran, sehingga siswa tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat. Nilai-nilai Islami bagi anak sekarang cenderung meningkat, ini dapat dilihat dari banyaknya tempat mengaji secara online. Anak-anak dapat melaksanakan pendidikan non formal dengan di rumah. (Astuti. Iswandari, et al. , 2. Dalam kurikulum merdeka adanya integrasi nilai-nilai spritual dan moral dalam mata pelajaran yang diajarkan kepada peserta Pengembangan kurikulum berbasis nilai ada dan dimasukkan didalam kurikulum Setiap mata pelajaran diintegrasikan dengan nilai-nilai moral dan spiritual. Misalnya, dalam pelajaran sejarah, siswa diajarkan tentang tokoh-tokoh yang memiliki integritas dan kepemimpinan yang baik. dalam sains, siswa diajarkan tentang tanggung jawab lingkungan dan etika ilmiah. Pada lembaga pendidikan Islam, kurikulum merdeka mengintegrasikan nilai filsafat pendidikan Islam dengan mengadopsi kontekstualisasi pembelajaran yang ada di sekolah. Pembelajaran dirancang agar relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, dengan menekankan bagaimana nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Keberhasilan proses pendidikan harus memperharikan proses pelaksanaan Upaya pendidikan dapat dikatakan berhasil apabila proses pelaksanaan kurikulum yang ada diimplementasikan sesuai dengan pedoman yang ada. (Zainuri. Yunita, et al. , 2. Kurikulum merdeka menggunakan pendekatan holistik, pendekatan holistik ini sebagai bagian dari pendekatan dalam filsafat. Menggunakan pendekatan holistik dalam pengajaran, yang mencakup pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Metode ini memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep-konsep moral secara teoretis, tetapi juga dapat menerapkannya dalam tindakan nyata. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 445 | 453 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kemudian pengajaran dalam kurikulum merdeka menggunakan pengajaran yang berbasis proyek dan masalah. Melibatkan siswa dalam proyek dan pembelajaran berbasis masalah yang menuntut mereka untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan membuat keputusan yang etis. Misalnya, proyek yang mengharuskan siswa untuk merancang solusi untuk masalah sosial di komunitas mereka. Dalam kurikulum merdeka, budaya dan lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan dan pembelajaran pada kurikulum merdeka. Konsep filsafat pendidikan bahwa pendidikan sebagai suatu sistem dann semuanya memiliki keterkaitan antara satu sama lainnya, termasuk juga budaya dan lingkungan yang baik bagi lembaga pendidikan. Menciptakan budaya sekolah yang positif dan inklusif, di mana nilainilai seperti saling menghormati, kerja sama, dan keadilan diutamakan. Ini termasuk mengadopsi kebijakan anti-bullying, mendorong kerja sama antar siswa, dan memberikan penghargaan atas perilaku positif. Dalam kegiatan ektrakurikuler pada kurikulum merdeka, ada konsep nilai yang ditanamkan pada peserta didik. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan nilai-nilai spiritual dan moral, seperti klub debat etika, kelompok studi Al-Quran, atau program bakti sosial. Juga peran dari tenaga pendidik dan kependidikan menjadi penting. Dengan memberikan pelatihan kepada guru tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moral dalam pengajaran mereka. Ini termasuk pengembangan keterampilan untuk menjadi teladan yang baik bagi siswa. Penguatan nilai-nilai spiritual dan moral dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai moral yang kuat. Dengan integrasi yang komprehensif ke dalam kurikulum, metode pengajaran, lingkungan sekolah, serta kolaborasi dengan orang tua dan komunitas. Kurikulum Merdeka berupaya menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan landasan moral yang kokoh. Keseimbangan Antara Ilmu Pengetahuan dan Agama Pendidikan Islam mengajarkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilainilai agama. Integrasi ini dapat memastikan bahwa siswa tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kokoh. Hadirnya Kurikulum Merdeka merupakan inisiatif pendidikan di Indonesia yang dirancang untuk memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam proses belajar mengajar. Salah satu tujuan utamanya adalah menciptakan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan agama, memastikan bahwa siswa tidak hanya unggul dalam aspek akademis tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat. Berikut adalah deskripsi tentang bagaimana keseimbangan ini dapat dicapai dalam Kurikulum Merdeka. Dalam kurikulum merdeka ada integrasi nilai filsafat dengan pendekatan Dalam proses pendidikan mata pelajaran dirancang agar saling berhubungan, mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam berbagai disiplin ilmu. Misalnya, dalam pelajaran sains, siswa belajar tentang keajaiban alam semesta sebagai tanda kebesaran Tuhan, atau dalam pelajaran ekonomi, diajarkan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti keadilan dan larangan riba. Kurikulum merdeka menggunakan pembelajaran yang berbasis tematik. Pembelajaran berbasis tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 446 | 453 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. memungkinkan integrasi topik-topik agama dalam konteks ilmu pengetahuan. Misalnya, tema lingkungan dapat mencakup diskusi tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi menurut ajaran Islam. Kemudian, proses pembelajarannya mengaitkan teori dengan praktik nyata dan relevansi agama dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, pembelajaran matematika yang melibatkan penghitungan zakat, atau pelajaran biologi yang membahas etika dalam penelitian ilmiah. Dalam proses pembelajaran siswa harus berpikir aktif dan partisipatif dan ini merupakan cerminan dari konsep filsafat, yakni berpikir kreatif dan partisipatif dalam Peserta didik dalam proses pembelajaran harus aktif dan mempunyai keterlibatan yang baik, guru konsepnya hanya sebagai fasilitator babgi peserta didik. Mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi dan kegiatan yang melibatkan refleksi spiritual dan moral. Guru dapat menggunakan metode seperti studi kasus, debat, dan proyek kolaboratif yang menggabungkan perspektif ilmiah dan agama. Selain itu dalam kurikulum merdeka, integrasi nilai filsafat dijalankan dan juga prosenya dengan menanamkan nilai-nilai keislaman. Atmosfer nilai religius diterapkan di sekolah/madrasah. Menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pengamalan nilainilai agama, seperti penyediaan waktu dan tempat untuk ibadah, serta kegiatan keagamaan rutin seperti pengajian, ceramah, dan peringatan hari-hari besar agama. Termasuk dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses pendidikan di sekolah/madrasah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan spiritual dan moral siswa, seperti kelompok studi agama, klub diskusi etika, dan program layanan masyarakat yang berbasis nilai-nilai agama. Dalam kurikulum merdeka peran guru dan tenaga kependidikan menjadi penting. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai teladan dalam pengamalan nilai-nilai agama. Pelatihan khusus bagi guru untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam semua aspek pembelajaran. Kemudian menyediakan layanan bimbingan dan konseling yang fokus pada pengembangan karakter dan spiritual siswa, membantu mereka mengatasi masalah pribadi dengan pendekatan agama. Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat dalam kurikulum merdeka juga dijalankan agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan maksimal. Melibatkan orang tua dalam proses pendidikan melalui komunikasi yang baik dan program-program yang memungkinkan mereka untuk mendukung pengembangan spiritual dan akademis anak-anak mereka di rumah. Mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk berperan serta dalam kegiatan sekolah, seperti memberikan ceramah, mentoring, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang melibatkan siswa. Keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan agama dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai spiritual. Dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan agama ke dalam berbagai aspek pendidikan. Kurikulum Merdeka berupaya menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan moralitas yang kokoh. Persiapan Untuk Tantangan Global Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 447 | 453 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Dimensi perubahan hampir mencakup seluruh aspek kehidupan. Perubahanperubahan yang terjadi secara tidak langsung akan memberkan dampak kepada pola hidup dan sikap bagi masyarakat. (Kusnoto, 2. Perubahan ini menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan, tidak terkecuali lembaga pendidikan Islam yang harus bersaing dan menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan ini. Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital, dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri, dan pemerintah, (Paduppai et , 2. termasuk pendidikan. Dengan mengintegrasikan filsafat pendidikan Islam, kurikulum merdeka dapat lebih adaptif terhadap perubahan sosial, teknologi, dan budaya, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai inti yang penting untuk stabilitas dan keberlanjutan Kemudian, dengan landasan moral dan spiritual yang kuat, siswa lebih siap menghadapi tantangan global. Mereka dapat berkontribusi secara positif di dunia yang semakin kompleks dan beragam, dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip etika dan Perubahan sosial yang disebabkan oleh kemajuan teknologi akan menyebabkan masyarakat membutuhkan perubahan dalam sistem politik, ekonomi, dan sosial. (Astuti. Ibrahim, et al. , 2. Kurikulum Merdeka merupakan inovasi dalam sistem pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dan kebebasan kepada peserta didik serta guru dalam proses belajar mengajar. Dalam konteks filsafat pendidikan. Kurikulum Merdeka mengandung prinsip-prinsip yang mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan global dengan mengedepankan pengembangan holistik, kritis, dan Kurikulum Merdeka sebagai persiapan bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan global menurut konsep filsafat pendidikan penting untuk dijalankan bagi lembaga pendidikan Islam. Kurikulum Merdeka berfokus pada pengembangan seluruh aspek individu peserta didik: intelektual, emosional, fisik, dan spiritual. Filsafat pendidikan menekankan pentingnya mendidik "manusia seutuhnya," sehingga siswa tidak hanya menguasai pengetahuan akademis tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual. Dengan pembelajaran berbasis minat dan bakat, siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan bakat peserta didik, yang mendukung perkembangan potensi unik setiap individu. Hal ini memungkinkan peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan keahlian khusus yang relevan dengan kebutuhan global dan tantangan di era revolusi industri 5. 0 sekarang ini menjadi kompleks, apabila lembaga pendidikan Islam tidak menyiapkan diri, akan menjadi ancaman bagi mereka dalam menghadapi tantangan Lembaga pendidikan Islam harus bisa mengajarkan peserta didik dengan konsep pendidikan yang kompleks. Konsep filsafat yang harus dijalankan dengan baik, seperti berpikir kritis dan kreatif. Kurikulum Merdeka mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Filsafat pendidikan modern mengakui bahwa kemampuan untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berinovasi sangat penting untuk menghadapi tantangan di dunia yang kompleks dan dinamis. Kompetensi digital sebagai modal yang baik harus dibekali kepada peserta didik. Penguasaan teknologi digital menjadi bagian integral dalam kurikulum, mempersiapkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat global yang semakin terhubung dan berbasis teknologi. Pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata dan lingkungan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 448 | 453 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. sekitar siswa membantu mereka memahami bagaimana pengetahuan dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Ini sesuai dengan pandangan filsafat pragmatisme yang menekankan belajar melalui pengalaman dan aplikasi praktis. Kurikulum Merdeka mengintegrasikan perspektif global dan lokal, membekali siswa dengan wawasan tentang isu-isu global sambil tetap menghargai dan melestarikan budaya Ini sejalan dengan filsafat pendidikan yang menekankan pentingnya pemahaman lintas budaya dan kesadaran global. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan tempo dan gaya mereka sendiri, yang mendorong kemandirian dan kemampuan adaptasi. Filsafat pendidikan humanis menekankan pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk menjadi pembelajar yang otonom. Setiap program, kegiatan-kegiatan atau sesuatu yang lain yang direncanakan selalu diakhiri dengan suatu evaluasi. (Zainuri. Ibrahim, et al. , 2. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa merancang dan mengevaluasi perjalanan belajar mereka Ini mencerminkan filsafat konstruktivisme, di mana pembelajaran dianggap sebagai proses aktif dan dinamis yang dibangun oleh peserta didik sendiri. Selain itu, kurikulum ini menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi, baik di dalam kelas maupun dalam proyek-proyek komunitas. Pendekatan ini mendukung teori sosial konstruktivisme, yang menganggap interaksi sosial sebagai kunci dalam proses belajar. Nilai-nilai moral dan etika diintegrasikan ke dalam kurikulum, mendukung pengembangan karakter siswa yang berintegritas dan bertanggung jawab. Filsafat pendidikan menekankan bahwa pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Siswa diajarkan tentang pentingnya etika dalam konteks global, mempersiapkan mereka untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di dunia yang saling terkait. Kurikulum Merdeka, melalui pendekatan filsafat pendidikan, bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global dengan membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk sukses dalam dunia yang dinamis dan kompleks. Dengan menekankan pengembangan holistik, keterampilan abad 21, pembelajaran kontekstual, kemandirian, kolaborasi, dan pembentukan karakter. Kurikulum Merdeka memastikan bahwa peserta didik tidak hanya siap secara akademis tetapi juga secara moral dan etis untuk berkontribusi positif dalam masyarakat global. Peningkatan Kualitas Pendidikan Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu jika proses belajar mengajarnya dapat berlangsung secara efektif dan efisien sehingga materi ajar yang akan disampaikan dapat sesuai dengan tujuan dan target yang telah ditetapkan. (Ilahi, 2. Bidang pendidikan Islam menghadapi tantangan yang signifikan di era globalisasi, karena pesatnya perkembangan teknologi dan media informasi saat ini. (Astuti. Ibrahim, et al. , 2. Integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan perspektif yang lebih luas dan mendalam. Hal ini juga dapat mendorong inovasi dalam metode pengajaran dan materi pembelajaran. Integrasi filsafat pendidikan Islam mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional Indonesia yang mencakup pembentukan manusia yang beriman, bertakwa, dan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 449 | 453 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. berakhlak mulia. Ini sejalan dengan visi dan misi pendidikan di Indonesia yang mengedepankan pembangunan karakter. Kurikulum sangat penting dalam pendidikan sebab menjadi suatu pedoman dalam pembelajaran, kurikulum selalu diperbaharui tetapi dalam penyempurnaan kurikulum tersebut dipengaruhi dalam berbagai faktor, seperti menyeimbangi cepatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di suatu aspek pendidikan. (Oktaviani & Ramayanti, 2. Peningkatan kualitas pendidikan pada Kurikulum Merdeka dalam konsep filsafat pendidikan mencakup berbagai aspek yang saling berinteraksi untuk menciptakan sistem pendidikan yang holistik, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Filsafat pendidikan berperan penting dalam memberikan landasan teoretis dan praktis bagi pendekatan-pendekatan yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Peningkatan kualitas pendidikan pada Kurikulum Merdeka dalam konsep filsafat, diantaranya menggunakan pendekatan holistik. Pengembangan aspek kognitif, afektif dan Filsafat pendidikan holistik menekankan bahwa pendidikan harus mencakup pengembangan seluruh aspek diri siswa. Kurikulum Merdeka mendorong pengembangan intelektual . , emosional . , dan keterampilan fisik . secara Pendidikan agama Islam yang diajarkan tidak cukup hanya diketahui dan diresapi saja, tetapi dituntut pula untuk diamalkan. (Choli, 2. Implementasi praktis mencakup kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademis tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan kesejahteraan fisik siswa. Pembelajaran berbasis minat dan kebutuhan siswa, pendidikan yang personal dan adaktif sebagai konsep filsafat yang diterapkan dalam pendidikan, termasuk dalam kurikulum Filsafat pendidikan progresif menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan dengan minat dan kebutuhan individual siswa. Kurikulum Merdeka memungkinkan siswa memilih jalur pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengeksplorasi dan mengembangkan potensi mereka secara mandiri, serta menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Filsafat pendidikan kontemporer menekankan pentingnya keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital. Kurikulum Merdeka dirancang untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan ini melalui metode pembelajaran aktif dan partisipatif. Implementasi mencakup proyek-proyek kolaboratif, pemecahan masalah nyata, dan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Filsafat pendidikan pragmatis, seperti yang dianut oleh John Dewey, menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan dan berbasis pengalaman. Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang kontekstual, mengaitkan materi pelajaran dengan situasi nyata yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, siswa belajar tentang ekosistem melalui proyek lapangan, atau memahami konsep ekonomi melalui simulasi bisnis kecil. Filsafat pendidikan humanis menekankan pentingnya pembentukan karakter dan pengembangan nilai-nilai etika. Kurikulum Merdeka mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan sekolah, sehingga siswa tidak hanya menjadi Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 450 | 453 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki moralitas yang baik. Implementasi mencakup diskusi tentang nilai-nilai moral, refleksi diri, dan penilaian karakter yang konsisten. Filsafat pendidikan yang inklusif menekankan pentingnya fleksibilitas dalam sistem pendidikan untuk memenuhi kebutuhan semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah dan guru untuk mengatur metode pengajaran dan penilaian yang paling sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa. Ini termasuk penyesuaian kurikulum untuk siswa dengan kebutuhan khusus, penggunaan berbagai metode pengajaran, dan pengembangan materi pembelajaran yang bervariasi. Filsafat pendidikan modern menekankan pentingnya penilaian yang komprehensif dan berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada hasil ujian tetapi juga pada proses belajar dan perkembangan karakter. Kurikulum Merdeka menggunakan berbagai metode penilaian, termasuk penilaian formatif, portofolio, dan penilaian diri. Implementasi mencakup penilaian berbasis proyek, observasi, dan refleksi diri, yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kemajuan dan capaian siswa. Kurikulum Merdeka, dengan landasan filsafat pendidikan yang holistik, progresif, pragmatis, dan humanis, berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pendekatan yang menyeluruh dan adaptif. Melalui pengembangan potensi holistik, pembelajaran berbasis minat, penguatan keterampilan abad 21, dan penekanan pada nilainilai moral. Kurikulum Merdeka mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat. SIMPULAN Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa Integrasi Nilai Filsafat Pendidikan dalam Kurikulum Merdeka di Lembaga Pendidikan Islam sangat penting untuk dilaksanakan. Tujuannya adalah sebagai berikut: Pertama, penguatan nilai-nilai spiritual dan moral dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai moral yang kuat. Integrasi ini dilakukan secara komprehensif dalam kurikulum, metode pengajaran, lingkungan sekolah, serta melalui kolaborasi dengan orang tua dan komunitas. Kurikulum Merdeka berupaya menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan landasan moral yang kokoh. Kedua, keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan agama dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai spiritual. Dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan agama ke dalam berbagai aspek pendidikan. Kurikulum Merdeka berupaya menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan moralitas yang kokoh. Ketiga. Kurikulum Merdeka, melalui pendekatan filsafat pendidikan, bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global dengan membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk sukses dalam dunia yang dinamis dan Dengan menekankan pengembangan holistik, keterampilan abad 21, pembelajaran kontekstual, kemandirian, kolaborasi, dan pembentukan karakter. Kurikulum Merdeka memastikan bahwa peserta didik tidak hanya siap secara akademis tetapi juga secara moral dan etis untuk berkontribusi positif dalam masyarakat global. Keempat. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 451 | 453 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 442-453 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kurikulum Merdeka, yang berlandaskan filsafat pendidikan holistik, progresif, pragmatis, dan humanis, berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pendekatan yang menyeluruh dan adaptif. Melalui pengembangan potensi holistik, pembelajaran berbasis minat, penguatan keterampilan abad 21, dan penekanan pada nilai-nilai moral. Kurikulum Merdeka mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat. DAFTAR PUSTAKA