Essor Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 ISSN: 3110-410X (Electroni. Open Access: https://gumpublisher. id/index. php/essor/index Webinar Pendidikan Keluarga Digital Harmonis: Menjembatani Problem Psikologis Pada Masyarakat di Era Society 5. Fitri Aulia1. Dewi Yulianti2. Muhammad Takiuddin3. Desi Ariska4. Nita Yulianti5 1-4 Universitas Hamzanwadi email: fitriaulia@hamzanwadi. Info Artikel : Diterima : 21-11-25 Disetujui : 30-11-25 Dipublikasikan : 03-12-25 ABSTRAK Perkembangan teknologi digital di era society 5. 0 telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi dan relasi psikologis di keluarga. Dampak negatifnya seperti peningkatan kesenjangan komunikasi, rendahnya empati, serta meningkatnya kecemasan sosial akibat fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Tujuan diadakannya Webinar ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya membina keluarga yang harmonis di tengah perkembangan teknologi digital. Metode pelaksanaan meliputi dialog interaktif, analisis kesejangan, dan refleksi kasus. Peserta terdiri dari guru, orang tua dan mahasiswa. Hasil pelaksanaan webinar menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya membangun komunikasi keluarga yang sehat, literasi digital berbasis keluarga, perkuat nilai-nilai agama, serta kemampuan dalam merancang pola pendampingan anak yang adaptif dan humanis . Kata Kunci: webinar pendidikan keluarga. literasi digital. problem psikologis. Era society ABSTRACT The development of digital technology in the era of Society 5. 0 has brought significant changes to communication patterns and psychological relationships within families. Negative impacts include an increasing communication gap, low empathy, and increased social anxiety due to the Fear of Missing Out (FOMO) phenomenon. The purpose of this webinar is to raise public awareness and understanding of the importance of fostering harmonious families amidst the development of digital Implementation methods included interactive dialogue, gap analysis, and case Participants included teachers, parents, and students. The results of the webinar demonstrated an increased understanding of the importance of building healthy family communication, family-based digital literacy, strengthening religious values, and the ability to design adaptive and humanistic child support patterns. The substance of the abstract must be able to answer: general background, issues raised in community service activities, methods for implementing community service activities, results of activities, and conclusions of community service activities . pt Italic, dlm bhs Inggri. Keywords : Webinar pendidikan keluarga. literasi digital. problem psikologis. Era society 5. A2022 Penulis. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Attribution Non Commercial 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dinamika keluarga (Salsabila et al. , 2. Kini, komunikasi, pembelajaran, hiburan, bahkan pekerjaan dapat dilakukan melalui perangkat digital. Anak-anak sejak usia dini telah terbiasa dengan gawai, sementara orang tua sering kali belum sepenuhnya siap dalam mendampingi mereka di dunia digital. Hal ini menimbulkan tantangan baru dalam membina keluarga yang harmonis (Awailiyah et al. , 2. Kehadiran teknologi digital ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia memberikan kemudahan dalam komunikasi antaranggota keluarga, memperluas akses informasi, serta membuka peluang pengembangan diri. Namun di sisi lain, penggunaan teknologi yang tidak bijak dapat menyebabkan kecanduan gawai, menurunnya interaksi emosional antaranggota keluarga, serta risiko terpapar konten negatif di internet (Sulastriningsih et al. , 2. PAG Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 Dalam konteks ini, pendidikan keluarga digital harmonis menjadi sangat penting. Orang tua tidak hanya dituntut untuk melek teknologi, tetapi juga harus memiliki pemahaman tentang literasi digital, etika digital, dan pengasuhan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Pendidikan ini bertujuan untuk membentuk keluarga yang mampu memanfaatkan teknologi secara positif, membangun komunikasi yang sehat, serta menjaga nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kebersamaan di tengah arus digitalisasi (Daniswara & Faristiana, 2. Upaya menciptakan keluarga digital harmonis bukan hanya tugas individu, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara masyarakat, pendidik, pemerintah, dan lembaga terkait. Oleh karena itu, berbagai kegiatan edukatif seperti webinar, pelatihan, dan pendampingan keluarga menjadi langkah konkret untuk menumbuhkan kesadaran dan kemampuan keluarga dalam menghadapi tantangan era digital(Putra, 2. Dalam kehidupan masyarakat modern saat ini, kita menyaksikan keberadaan lima generasi yang hidup berdampingan: Baby Boomers. Generasi X. Generasi Y (Milenia. Generasi Z, dan Generasi Alpha. Setiap generasi ini dibentuk oleh pengalaman historis, teknologi, serta nilai-nilai sosial yang Perbedaan ini secara langsung memengaruhi cara mereka berpikir, berinteraksi, dan berkomunikasi (Ali, 2. Keberagaman generasi ini dapat menjadi kekayaan jika dikelola dengan baik, namun juga dapat menjadi sumber kesalahpahaman dan konflik apabila komunikasi antar-generasi tidak terbangun secara Masing-masing generasi memiliki gaya komunikasi yang unik: Baby Boomers cenderung formal dan verbal. Gen X menghargai kejelasan dan efisiensi. Gen Y lebih digital dan kolaboratif. Gen Z menyukai komunikasi singkat, visual, dan instan. sedangkan Gen Alpha sedang tumbuh dalam dunia serba digital dengan cara belajar yang sangat interaktif (Salsabila et al. , 2. Dalam konteks keluarga, pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial, kemampuan untuk menjalin komunikasi lintas generasi menjadi semakin mendesak. Di lingkungan keluarga, misalnya, gap komunikasi antara orang tua dan anak dapat menyebabkan ketidakharmonisan. Di tempat kerja, perbedaan pendekatan komunikasi dapat menghambat kolaborasi antar tim. Di masyarakat, kurangnya pemahaman antar-generasi berpotensi menimbulkan kesenjangan nilai dan polarisasi sosial (Chatlina et al. , 2. Oleh karena itu, membangun komunikasi yang efektif antar-generasi bukan hanya penting, tetapi urgensinya sangat tinggi. Diperlukan pendekatan yang adaptif, empatik, dan inklusif agar setiap generasi dapat saling memahami, bekerja sama, dan saling menguatkan. Upaya ini bukan hanya untuk menciptakan hubungan yang harmonis, tetapi juga untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh, kolaboratif, dan berdaya saing di era globalisasi dan teknologi yang terus berkembang (Suryani et al. Dalam rangka membentuk keluarga yang harmonis di era digital ini. Dibutuhkan sebuah forum ilmiah yang membangun pemahaman, pengetahuan sebagai bekal untuk membentuk yang sehat dan seimbang dalam penggunaan teknologi di lima generasi manusia yang akan bersentuhan dalam segala ruang dan waktu. Melalui webinar pendidikan keluarga diharapkan dapat memberikan sumbangan positif tentang hal besar ini. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan meliputi . dialog interaktif, . analisis kesejangan, dan . refleksi Peserta terdiri dari guru, orang tua dan mahasiswa sejumlah 30 peserta, dengan domisili yang cukup bervariatif, diantaranya bekasi, surabaya, sidoarjo, lombok timur, mataram, dan beberapa dari daerah di jawa. Kegiatan diawali dengan sambutan dari panitia dan perwakilan institusi, dilanjutkan dengan penyampaian materi inti oleh narasumber bernama Fitri Aulia. Pd. I sebagai narasumber Materi yang disampaikan yaitu seputar menjadi orang tua yang melek digital. Materi ini menyoroti pentingnya kesadaran orang tua dalam memahami dunia digital anak-anak mereka. Narasumber mengulas perubahan pola asuh di era digital, risiko dan peluang penggunaan teknologi, serta cara membangun kedekatan emosional dengan anak melalui komunikasi yang empatik dan Materi kedua membahas dampak penggunaan gawai terhadap anak, baik dari sisi perkembangan kognitif, sosial, maupun kesehatan mental. Materi ketiga membahas tantangan komunikasi dalam keluarga multigenerasi Baby Boomers. Gen X. Z, hingga Alpha. Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan diawali dengan sambutan dari panitia dan perwakilan institusi, dilanjutkan dengan penyampaian materi inti oleh narasumber bernama Fitri Aulia. Pd. I sebagai narasumber tunggal. Materi yang disampaikan yaitu seputar menjadi orang tua yang melek digital. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai contoh kasus sehari-hari dan strategi praktis. Penyampaian materi didukung dengan data survei terbaru dan infografis menarik, yang membuat peserta lebih mudah menangkap poin-poin penting. Hal ini berimbas pada Peserta menjadi sangat antusias dalam sesi ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Selama webinar, peserta aktif terlibat melalui fitur chat dan Q&A. Beberapa peserta juga berbagi pengalaman pribadi terkait tantangan mendampingi anak di era digital, yang kemudian ditanggapi langsung oleh narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan webinar AuKeluarga Digital: Membangun Keluarga Harmonis di Era TeknologiAy, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga dilibatkan dalam simulasi dan studi kasus untuk memperkuat pemahaman serta kemampuan aplikatif dalam menghadapi situasi nyata di lingkungan keluarga digital. Simulasi dilakukan secara daring dengan skenario yang telah dipersiapkan oleh panitia dan Peserta diminta membayangkan diri sebagai orang tua dari seorang anak usia sekolah yang mengalami masalah karena kecanduan gawai. Peserta diajak berdialog secara peran . ole pla. melalui fitur breakout room, lalu menyampaikan bagaimana mereka akan: . Menyikapi perilaku anak, . Membangun komunikasi tanpa konflik, . Menetapkan aturan penggunaan gawai yang adil dan efektif. Simulasi ini bertujuan untuk: . Melatih empati dan keterampilan komunikasi non-konfrontatif, . Menyusun kesepakatan keluarga berbasis dialog, . Mengenali emosi diri dan anak dalam situasi Peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan dari sudut pandang yang berbeda selama simulasi ini berlangsung. Studi kasus disajikan dalam bentuk narasi tertulis dan video pendek yang menampilkan dinamika keluarga multigenerasi: kakek (Baby Boome. , orang tua (Gen X/Y), dan anakanak (Gen Z dan Alph. dalam menghadapi perbedaan cara pandang tentang penggunaan gawai dan media sosial di rumah. Dalam webinar ini, partisipasi aktif terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Komentar yang relevan di kolom chat, serta antusiasme peserta dalam mengikuti simulasi dan diskusi studi kasus. Adapun kekuatan yang ditemukan dalam webinar ini adalah antusiasme peserta tinggi, terutama pada sesi komunikasi antar generasi dan penggunaan gawai oleh anak. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, menciptakan dinamika diskusi yang kaya perspektif. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi nyata yang dihadapi keluarga saat ini. Isu-isu seperti kecanduan gawai, kesenjangan komunikasi antar generasi, dan literasi digital menjadi perhatian utama para peserta. Adapun kekuatan yang ditemukan dalam Narasumber menyampaikan materi secara komunikatif dan kontekstual. Studi kasus dan simulasi membantu peserta menghubungkan teori dengan praktik nyata. Tujuan utama webinar untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya membangun keluarga harmonis di era digital telah tercapai. Tabel 1. Dampak Webinar Indikator Dampak Webinar Persentase (%) Peningkatan wawasan tentang literasi digital keluarga Peningkatan strategi baru dalam komunikasi lintas generasi Implementasikan tips dan strategi dalam kehidupan sehari-hari Berdasarkan hasil kuisioner evaluasi: . 85% peserta menyatakan webinar meningkatkan wawasan mereka tentang literasi digital keluarga, . 78% peserta mengaku mendapat strategi baru dalam berkomunikasi dengan anak atau anggota keluarga lintas generasi, . 80% peserta menyatakan berniat mengimplementasikan tips dan strategi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 Berikut ini disajikan data dalam bentuk diagram. Gambar 1: diagram dampak peserta pada webinar Webinar ini memberikan dampak positif jangka pendek, seperti peningkatan literasi digital dan keterampilan komunikasi keluarga. Beberapa peserta bahkan mengusulkan tindak lanjut berupa: . sesi pendampingan atau kelas lanjutan, . grup diskusi daring untuk berbagi praktik baik antar keluarga, . modul panduan untuk orang tua mendampingi anak di era digital. Gambar 2: sosialisasi webinar. Gambar 3: Dokumentasi webinar Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 KESIMPULAN Webinar ini merupakan langkah awal dalam upaya membangun masyarakat yang bijak dalam penggunaan teknologi di lingkungan keluarga. Diharapkan kegiatan ini menjadi inspirasi dan pemicu hadirnya program serupa secara berkelanjutan di komunitas lain. Pengabdian ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menjawab tantangan zaman. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Generasi Unggul Mulia selaku penyelenggara kegiatan Webinar Pendidikan Keluarga Digital Harmonis: Menjembatani Problem Psikologis Pada Masyarakat Lintas Generasi yang telah memberikan ruang dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh peserta yang terdiri atas guru, orang tua, dan pemerhati keluarga atas partisipasi aktif dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan. Secara khusus, penulis menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran pelaksanaan webinar, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam memperkuat ketahanan psikologis keluarga lintas generasi di era digital serta menjadi inspirasi bagi pengembangan program edukasi keluarga yang berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA