GERAKAN LITERASI SEKOLAH SUSTAINED SILENT READING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SD NEGERI 14 BANDA ACEH SUSTAINED SILENT READING SCHOOL LITERACY MOVEMENT ON READING COMPREHENSION SKILLS OF SD NEGERI 14 BANDA ACEH STUDENTS Nurul Izzah1. M Yamin2. Linda Vitoria3 PGSD Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia ABSTRAK Literasi mengacu pada kemampuan dan keterampilan seseorang untuk memahami, mengolah, dan menggunakan informasi yang diterima dalam berbagai konteks. Literasi merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan bagaimana pelaksanaan gerakan literasi sekolah melalui sustained silent reading dan bagaimana dampak dari gerakan literasi sekolah ini terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa, khususnya bagi siswa kelas 5 SD Negeri 14 Banda Aceh. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif serta jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan terhadap 28 siswa di SD Negeri 14 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan tes membaca pemahaman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa gerakan sustained silent reading diterapkan secara rutin di SD Negeri 14 Banda Aceh dimana siswa diberikan waktu khusus selama kurang lebih 15 menit untuk membaca tanpa mengeraskan suara. Gerakan ini diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan atau kemampuan membaca siswa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dampak dari gerakan ini berdampak positif terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah. Sustained Silent Reading. Membaca Pemahaman. ABSTRACT Literacy refers to a person's ability and skills to understand, process, and use information received in a variety of contexts. Literacy is a skill that is needed by students. This study aims to describe how the implementation of the school literacy movement through sustained silent reading and how the impact of this school literacy movement on students' reading comprehension skills, especially for grade 5 students of SD Negeri 14 Banda Aceh. The research approach uses a qualitative approach as well as a descriptive type of The study was conducted on 28 students at SD Negeri 14 Banda Aceh. This research data collection technique used observation, interviews, and reading comprehension tests. The results of data analysis showed that sustained silent reading was routinely applied at SD Negeri 14 Banda Aceh where students were given special time for approximately 15 minutes to read without raising their voice. This movement is applied with the aim of improving students' reading skills or abilities. The results also showed that the impact of this movement had a positive impact on students' reading comprehension skills. Keywords: School Comprehension Literacy Movement. Sustained Silent Reading. Reading PENDAHULUAN Sekolah memiliki tujuan untuk kepribadian, intelektualitas, akhlak mulia dan keterampilan lain yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, negara dan Pernyataan ini jelas diatur dalam Undang-Undang Sisdiknas nomor 20 Tahun 2003. Dalam konteks ini, sekolah merupakan alat pemerintah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi warganya. Menurut Malawi . , literasi dari bahasa latin Littera artinya tulisan. Keterampilan literasi merupakan suatu keterampilan yang bersifat fundamental bagi kehidupan manusia, khususnya di zaman dimana perkembangan ilmu dan teknologi berkembang dengan sangat Keterampilan literasi dapat dinyatakan sebagai keterampilan yang dimiliki seseorang untuk memahami, mengolah dan menggunakan informasi yang diterima dalam berbagai situasi. Oleh karena itu, literasi tentu saja relevan dengan kehidupan siswa, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat, di mana literasi yang baik mengembangkan karakter yang baik. Menghadapi abad 21, siswa memerlukan beberapa keterampilan yaitu literasi dasar, kemampuan dan karakter. Literasi dasar berkaitan dengan kemampuan seorang siswa untuk menerapkan keterampilan literasi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015, kampanye literasi sekolah merupakan upaya untuk memperkuat kampanye pertumbuhan moral. Pemerintah sangat menganjurkan kampanye literasi sekolah (GLS) di semua jenjang pendidikan. Menurut studi Programme for International Student Assessment (PISA) tentang minat baca. Indonesia menempati peringkat ke-57 di tahun 2009, sebelum turun menjadi peringkat ke-71 dari 72 negara peserta di tahun 2013. Peringkat Indonesia naik kembali menjadi peringkat 62 dari 72 negara peserta pada tahun 2015, dan studi PISA tahun 2015 000 peserta dari 29. anak berusia 15 tahun dari 72 negara Pada penelitian ini terlihat minat baca anak Indonesia masih kurang disamakan lima negara teratas, yaitu Singapura. Jepang. Estonia. Tionghoa Taipei, dan Finlandia. Berdasarkan observasi awal di SD Negeri 14 Banda Aceh terdapat kegiatan literasi yang sudah diterapkan selama enam bulan. Kegiatan literasi diawali dengan membacakan buku-buku non Kegiatan ini dilakukan untuk menumbuh kembangkan pengetahuan siswa terhadap informasi yang dibaca dan menanamkan pada diri anak agar gemar dalam membaca serta pengetahuan yang diperoleh dapat dikuasai secara lebih Pada saat pengamatan di SD Negeri 14 Banda Aceh peneliti melihat siswa belum mengenal bacaan. Setiap kali membacakan buku, siswa terlihat kurang bersemangat dan tidak bersemangat dalam belajar. Siswa belum mampu menalar dengan baik ketika siswa diberi tugas membaca sampai akhir siswa tidak mampu menceritakan ciri dan unsur Masalah ini berdampak negatif terhadap hasil belajar. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh guru, khususnya pada mata pelajaran bahasa indonesia, terkait hasil belajar siswa kelas V masih rendah, terlihat dari daftar nilai, beberapa siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) Bahasa Indonesia yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 70. Menanggapi fenomena tersebut perlu diadakan kegiatan rutin literasi yang tepat untuk menumbuhkan keterampilan membaca pemahaman dengan membiasakan siswa mengikuti kegiatan literasi sustained silent reading, dapat menanamkan budaya literasi pada diri siswa, guru juga harus berperan aktif dalam melaksanakan literasi di sekolah digiatkan dan berjalan Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 4 Ayat 5 diwujudkan melalui pengembangan budaya baca tulis dan berhitung bagi seluruh anggota masyarakat. Berdasarkan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan gerakan literasi sekolah Sustained Silent Reading di SD Negeri 14 Banda Aceh, dan bagaimana dampaknya terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Mendeskripsikan upaya guru dalam sekolah Sustained Silent Reading di SD Negeri 14 Banda Aceh, dan dampak pelaksanaannya bagi siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh. belajar yang warganya dididik untuk hidup melalui partisipasi masyarakat. Sedangkan menurut Widayoko (Dafit, 2. , gerakan membaca di sekolah merupakan salah satu keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui budaya membaca Menurut Utama . , terdapat beberapa tujuan pada gerakan literasi sekolah meliputi tujuan umum dan tujuan Tujuan umumnya adalah untuk mengembangkan karakter peserta didik dan menanamkan karakter pembelajar sepanjang hayat dengan cara menerapkan dan memelihara ekosistem literasi Hal ini diwujudkan melalui gerakan literasi sekolah. Adapun tujuan khusus gerakan literasi sekolah adalah untuk membiasakan atau membudayakan meningkatkan keterampilan literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat, menjadikan sekolah sebagai salah satu tempat belajar yang menyenangkan dan ramah anak sehingga siswa dapat mengejar ilmu dengan nyaman, serta menjaga kesinambungan pembelajaran dengan cara menyediakan berbagai buku bacaan yang menarik. Menurut Kemendikbud . , prinsip-prinsip literasi sekolah antara lain tahapan-tahapan perkembangan siswa sesuai dengan karakteristik siswa dan dikerjakan secara berimbang yaitu sesuai dengan kebutuhan siswa Kegiatan ini dilakukan secara terpadu dan holistik sebagai gerakan sekolah yang berkelanjutan dengan keterampilan komunikasi verbal siswa, keragaman di sekolah. Gerakan literasi sekolah mestilah direncanakan dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Menurut Utama . Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah usaha yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi baik dan melibatkan semua warga sekolah sehingga gerakan ini dapat berjalan dengan lancar dan didukung oleh semua pihak yang terlibat. kelompok faktor, kecerdasan dan kekuatan Saddhono dan Slamet . mengungkapkan ada banyak jenis bacaan yang harus dikuasai dalam dunia sains dan Diantaranya adalah membaca intensif, membaca kritis, membaca cepat, pembacaan estetika, dan keterampilan Sustained Silent Reading (SSR) Menurut Gardiner . Sustainend Silent Reading (SSR) adalah ketika membaca dalam hati atau tanpa suara di kelas selama waktu yang telah ditentukan, yaitu 15 sampai 20 menit. Di kelas, siswa diberikan bacaan sendiri dan membaca secara mandiri. Program ini dirancang berkelanjutan pada siswa dan untuk memotivasi mereka secara internal dan Menurut Saddhono dan Slamet . , keterampilan membaca pemahaman adalah kemampuan menyerap dengan penuh penghayatan apa yang sesungguhnya telah dikuasai siswa atau pembaca. Sedangkan menurut Tarigan . alam Bukhari, 2. , membaca pemahaman adalah jenis bacaan yang ditujukan untuk memahami standar atau norma sastra, komentar kritis, naskah tertulis, dan mode fiksi. Menurut Nurhidayati . alam Munawaroh, membaca pemahaman melalui SSR atau membaca senyap hendaklah terus menerus dilakukan dengan cara-cara yang baik dan Cara-cara yang dimaksud adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih buku atau materi yang ingin dibaca, membiarkan siswa memilih kemampuannya, dan membiarkan siswa menyelesaikan bahan bacaannya. Guru dapat memperlihatkan contoh sikap membaca senyap atau membaca dalam hati yang baik untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca dalam hati dalam jangka waktu yang lama. Membaca pemahaman memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan informasi, pemikiran, dan Tujuan membaca pemahaman adalah untuk menilai tugas tertulis melalui keterlibatan yang tepat dengan membaca dan analisis BAHAN DAN METODE Metode penelitian dijabarkan sebagai Pendekatan penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Mengenai pembahaman . eading comprehensio. Robbins . menyatakan bahwa memampuan adalah kemampuan individu untuk melakukan berbagai tugas di tempat Kemampuan adalah penilaian terkini tentang apa yang dapat dilakukan Kemampuan komprehensif seseorang pada dasarnya terdiri dari dua Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 14 Banda Aceh. Subjek pada penelitian ini yaitu guru kelas V, kepala sekolah serta siswa kelas V yang berjumlah 28 c. Metode Pelaksanaan literasi siswa Indonesia. Gagasan itu dibuat dalam sebuah gerakan bernama Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang gencar digalakkan dan dibudayakan di sekolah-sekolah hingga saat ini. Peneliti terhadap kegiatan gerakan literasi sekolah sustained silent reading dan melakukan wawancara terhadap Kepala Sekolah an guru kelas V Di SD Negeri 14 Banda Aceh. Selanjutnya untuk mengukur dampak gerakan literasi sekolah sustained silent reading terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa, peneliti akan memberikan tes kepada siswa kelas V. Tes berjumlah 10 soal essay berdasarkan teks bacaan yang diberikan kepada siswa. Teks ini adalah teks cerita berjudul Sumpah Remaja. Jawaban siswa dinilai berdasarkan rubrik penilaian yang telah disajikan Menurut hasil observasi serta wawancara yang dilakukan oleh peneliti telah mengumpulkan data yang berfungsi sebagai fakta yang bersifat objektif. Peneliti melakukan observasi dan wawancara pada hari senin dan rabu terhadap kepala sekolah dan guru kelas V guna Peneliti kegiatan gerakan literasi sekolah sustained silent reading Di SD Negeri 14 Banda Aceh, seluruh siswa kelas IVI mengikuti kegiatan literasi pada hari selasa, rabu, kamis dan sabtu yang bertempat di pekarangan sekolah atau halaman. Kegiatan literasi dilaksanakan sebelum proses belajar mengajar di kelas. Kegiatan literasi sekolah sustained silent reading berlangsung selama 15-25 menit . esuai waktu yang ditentuka. sebelum kegiatan literasi dimulai siswa diberi waktu atau kesempatan untuk memilih buku bacaan sesuai dengan karakteristik yang disukai siswa, setelah kegiatan literasi selesai siswa diminta untuk menceritakan kembali bacaan yang sudah mereka pahami di depan. Instrumen Pengumpulan data Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, wawancara dan Tes. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu obeservasi terhadap kegiatan GLS Sustained Silent Reading, wawancara yang dilakukan kepada wali kelas V dan tes untuk mengukur kemampuan peserta Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan Pada saat kegiatan literasi setiap siswa membaca buku yang berbeda, ada yang membaca buku fiksi seperti cerita dongeng ada juga yang membaca buku non fiksi seperti buku sejarah pahlawan, kisah para nabi dan beberapa buku Di setiap kelas dan koridor sekolah juga terdapat poster-poster yang berupa pohon literasi guna memberi HASIL PEMBAHASAN Kegiatan Sekolah Sustained Silent Reading di SD Negeri 14 Banda Aceh sudah terlaksana selama enam bulan. Gerakan literasi sekolah awalnya dimulai karena keprihatinan DirJen Pendidikan Dasar dan Menengah motivasi kepada siswa supaya gemar selama enam bulan berjalan dengan baik, dimana anak-anak juga merasa sangat senang karena bisa memilih buku bacaan yang disukainya. Terutama untuk kelas rendah, dengan adanya pembiasan kegiatan literasi dapat menumbuhkan minat membaca pada diri anak, dapat memperbanyak kosa kata pada diri anak dan sangat banyak manfaat lainnya dari kegiatan literasi sustained silent reading. Saat kegiatan literasi berlangsung tenaga pendidik juga iku berpastisipasi dalam kegiatan tersebut yang bertujuan untuk membimbing dan mengontrol Dengan adanya penerapan Literasi sustained silent reading dapat menumbuhkan budaya literasi pada diri siswa, menarik minat baca anak terhadap buku yang disukai. Dengan adanya gerakan literasi bertujuan untuk mengembangkan dan menumbuhkan budaya literasi di sekolah maupun masyarakat, melatih keberanian siswa untuk berani tampil di depan, menumbuhkan kemampuan membaca pemahaman siswa dalam mengambil intisari dari suatu bacaan. Buku yang dibaca siswa ketika program kegiatan literasi berlangsung bukan hanya buku pelajaran saja, mengapa? Karena, siswa sepanjang kegiatan belajar-mengajar di Ada siswa yang membaca cerita dongeng, cerita rakyat, kisah para nabi dan rasul dan buku pengayaan lainnya, disinilah siswa diberi kebebasan untuk membaca buku selain buku pelajaran, yaitu buku yang sesuai dengan karakteristik yang disukai. Minimnya waktu guru karena jadwal membaca menjadi kendala penerapan budaya literasi terpakai dari jam pelajaran dan kurangnya dukungan dari orang tua dalam kegiatan literasi, sehingga terbatasnya pendampingan khusus dari orang tua ketika anak belajar berliterasi dirumah, beberapa peserta didik yang umumnya tidak suka membaca, oleh karena itu kebiasaan membaca harus dilakukan sejak dini. Pada saat siswa sedang menceritakan kembali hasil bacaan yang telah di pahami, peneliti ingin melihat apakah siswa mampu menyampaikan intisari dari suatu bacaan tersebut dan dapatkah pemahaman, yaitu siswa dapat menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, bagaimana dan mengapa, beberapa pertanyaan tersebut dapat diketahui ketika peneliti memberikan tes kepada siswa kelas V mengenai membaca pemahaman tentang teks sejarah sumpah pemuda. Literasi tidak hanya sekedar dalam menarikan minat siswa membaca, akan tetapi literasi juga suatu kebiasaan yang bisa dilaksanakan secara berkelanjutan supaya bisa menghasilakan kebiasaan dengan baik. Disamping peneliti mengamati kegiatan literasi, penliti juga ingin mengetahui bagaimana dampak gerakan literasi sekolah sustained silent reading terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh. Kegiatan literasi sustained silent reading yang telah dilaksanakan Dari hasil tes tersebut peneliti dapat mengukur kemampuan membaca siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh. Budaya literasi didukung tidak hanya oleh kebiasaan membaca, tetapi juga oleh sumber-sumber yang mendukung literasi, seperti pohon literasi dan tulisan-tulisan yang menarik untuk dibaca siswa. Melalui pelaksanaan program kegiatan literasi senyap yang berkelanjutan, anak sekolah didekatkan dengan berbagai macam bahan bacaan, dibangkitkan imajinasinya, serta pergaulan, pikiran dan hati diperluas dan dibuka. Membaca buku fiksi yang ditulis oleh penulis dari seluruh dunia memungkinkan pikiran siswa melakukan perjalanan ke berbagai belahan benua. Sehingga melalui membaca, siswa dapat mempelajari tentang budaya, bahasa, gaya hidup dan filosofi kehidupan manusia. yang berinisial ZN ikut lomba bercerita dalam bahasa Aceh. ZN berhasil mendapatkan juara II di perlombaan Untuk mengukur dampak gerakan literasi sekolah sustained silent reading pemahaman siswa, peneliti memberikan tes kepada siswa kelas V. Tes berisi 10 soal essay berdasarkan teks bacaan yang diberikan kepada siswa. Teks ini adalah teks cerita berjudul Sumpah Remaja. Jawaban siswa dinilai berdasarkan rubrik penilaian yang disajikan dalam Tabel 1, kemampuan membaca pemahaman siswa dianalisis berdasarkan rubik penilaian yang disajikan dalam Tabel 2, dan data penelitian tersaji pada tabel 3. Dampak Kegiatan Literasi Sustained Silent Reading pemahaman siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti lakukan dari pelaksanaan kegiatan literasi sustained silent reading, gerakan literasi sustained silent reading memberi dampak positif kepada seluruh siswa. Selain menumbuhkan budi pekerti siswa, gerakan literasi sekolah (GLS) juga dapat melatih mental siswa untuk percaya diri tampil di depan. Hal ini dibuktikan dari keikutsertaan salah satu siswa kelas V Tabel 1. Rubrik penilaian membaca pemahaman siswa Aspek yang Kpatan jawaban Skor 10 Skor 5 Skor 0 Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan sangat tepateta Siswa menjawab pertanyaan dengan tidak lengkap atau ada yang Siswa tidak dengan tepat atau tidak diisi Tabel 2. Kategori Tingkat Kemampuan membaca pemahaman siswa Nilai <20 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Gagal Tabel 3. Data Kemampuan Membaca Pemahaman Nama FAS FAL HAH MAR MAU MFA Nilai Total nilai = 2. Nilai rata-rata = 80,17 Kategori Kemampuan Baik Baik Baik Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik Kurang Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Cukup Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Cukup Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Tabel 4. Kategori Kemampuan Membaca Pemahaman Kategori Jumlah Siswa Persentase (%) Sangat Baik Baik 32,14 Cukup 14,29 Kurang 3,57 TOTAL Tabel 3 di atas terlihat bahwa nilai tertinggi yang dapat dicapai siswa dalam tes pemahaman membaca teks cerita Sumpah Remaja adalah 100, sedangkan nilai terendah adalah 30. Rata-rata pemahaman membaca siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh dalam sejarah teks sumpah adalah 80,17, termasuk kategori Dalam Tabel 4 berikut ini disajikan data kategori kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa siswa yang kemampuannya berada pada kategori sangat baik berjumlah 14 orang, siswa yang berada pada kategori baik berjumlah 9 orang, siswa yang berada pada kategori cukup berjumlah 4 orang, siswa yang berada pada kategori kurang berjumlah 1 orang dan tidak ada siswa yang berada pada kategori gagal. kegiatan berlangsung di dalam kelas, siswa membaca buku terlebih dahulu sesuai waktu yang telah ditentukan 1525 menit, setelah kegiatan literasi selesai, masing-masing siswa secara menceritakan kembali di hadapan teman-temannya. Hal tersebut dilakukan agar siswa mampu menyampaikan intisari dengan tepat dan dapat pemahaman yang terdiri dari apa, siapa, kapan, bagaimana dan mengapa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa para siswa mengikuti kegiatan literasi sekolah dilaksanakan pada setiap hari selasa, rabu, kamis dan sabtu pagi yang dilaksanakan oleh seluruh kelas I-VI bertempat di pekarangan sekolah. Peneliti juga melihat terdapat poster-poster bacaan di koridor sekolah dan pohon literasi di dalam kelas yang dilengkapi pula dengan warna dan Dengan adanya poster dan pohon literasi di sekolah dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan minat membaca siswa. Berdasarkan pengamatan yang peneliti teliti di kelas V, guru membangkitkan semangat siswa dalam kegiatan menulis karya. Bentuk tulisan karya siswa dibuat dalam bentuk pohon literasi, karya tersebut dapat berupa puisi, cerpen, dan opini. Meskipun terstruktur dengan baik, keterampilan membaca dan menulis siswa meningkat. Di kelas V kegiatan literasi sustained silent reading biasanya dilakukan ditiga tempat seperti di kelas, perpustakaan dan pekarangan sekolah. Sebelum kegiatan literasi sustained silent reading dimulai guru mengajak mereka membaca doa. Tepat pada pukul 45 siswa diarahkan untuk dapat memilih buku yang sesuai dengan keinginan dan karakteristik. Adapun jenis buku yang tersedia di SD Negeri 14 Banda Aceh terdiri dari buku pelajaran, buku cerita dongeng, cerita rakyat, cerita para nabi, serta komik. siswa mengambil satu per satu buku tanpa saling berebut, ada yang membawa buku bacaan dari rumah dan ditunjukkan kepada gurunya masing-masing perpustakaan, ada juga yang mengambil buku lanjutan dari buku yang kemarin di baca oleh siswa. Selain siswa, guru juga membaca buku sambil memantau siswa lainnya, kegiatan tersebut berlangsung dalam keadaan tenang dan hening . ustained silent readin. Siswa sangat senang dan tertarik dalam mengikuti kegiatan literasi sustined silent reading. Semua itu bisa dilihat ketika kegiatan berlangsung menceritakan kembali hasil bacaan yang telah dipahami. Guru kelas V menjelaskan berkat adanya program Literasi dapat melahirkan siwa yang literat sepanjang hayat, hal ini terbukti salah satu siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh yang berinisial ZN mendapatkan juara II literasi ketika mengikuti ajang perlombaan bercerita dalam bahasa aceh tingkat Gugus di SD IT Nurul Islah dalam memperingati HARDIKDA (Hari Pendidikan Daera. , beliau mengatakan dengan adanya literasi yang berkelanjutan di sekolah Sebelum kegiatan literasi sustained silent reading di mulai, guru memberikan contoh kepada siswa cara menceritakan kembali dari salah satu buku fiksi yaitu cerita dongeng. Saat berlangsungnya kegiatan literasi di perpustakaan siswa diintruksikan oleh guru untuk membaca dalam keadaan diam dan tenang begitu juga jika dapat melatih mental anak untuk berani menumbuhkan budaya membaca yang sekolah, agar siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, dapat menumbuhkan budaya literasi di sekolah, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan, dan mendorong anak sekolah untuk menguasai Berdasarkan hasil data yang diperoleh peneliti Pada Tabel 4. 1 di atas, skor tertinggi yang dapat dicapai siswa dalam skor membaca pemahaman teks cerita Sumpah Pemuda adalah 100, sedangkan skor terendah adalah 30. Dan secara keseluruhan, skor rata-rata yang diperoleh siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh diperoleh dengan membaca teks cerita Sumpah Pemuda adalah 80,17. Setelah dilakukan penelitian, pengumpulan data dan analisis data berdasarkan penilaian kategori Arikunto . Kemampuan membaca siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh dalam kategori Baik. Dari 10 soal esai ada 8 soal yang dipahami siswa dengan baik, yaitu soal 1,2,3,4,5,6,7 dan 10. Sedangkan soal 10 ada 2 soal yang kurang dipahami siswa. yaitu Soal nomor 8 dan 9. Dengan demikian, siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh dapat membaca teks cerita Sumpah Pemuda dengan rata-rata 80,17 dan memahami yang termasuk dalam kategori Baik Science. Hasil wawancara terhadap guru dan kepala sekolah menunjukkan terdapat sedikit kendala dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah sustained silent Kendala ini adalah kurangnya waktu guru dan kurangnya dukungan orang tua dalam kegiatan literasi. Adapun dampak gerakan literasi sekolah sustained silent reading pemahaman siswa, ditinjau dari hasil tes siswa kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa secara umum berada pada kategori Baik dan Sangat Baik. Hal ini menunjukkan pentingnya gerakan literasi sekolah sustained silent reading bagi siswa. DAFTAR PUSTAKA