PEMAHAMAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL ISLAM DAN KRISTEN MENURUT PANDANGAN M. TALBI AoIYALULLAH: AFKAR JADIDAH FI AoALAQAH ALAe MUSLIMINAo Ellya Rakhmawati Mahasiswa Program Doktor Psikologi Pendidikan Islam Universitas ellya@gmail. Amin Abdullah. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta amin_abdullah@yahoo. Tri Suyati. Universitas PGRI Semarang ts@gmail. Abstrak Dalam pandangan M. Talbi, kita melihat suatu dimensi yang lebih praktis daripada dalam pandangan Arkoun, dan lainAelain. Talbi menggambarkan dialog sebagai salah satu bagian yang penting bagi manusia untuk menjadi religius dan manusiawi, menjadi seorang yang sepenuhnya berserah diri kepada kehendak Allah. Orang Kristen dan Muslim bersama-sama membuat perdamaian dan keadilan antara dua komunitas agama. Sebagai objek dari dialog MuslimAeKristen. Talbi mempelajari warisan nilai spiritual dari agama yang mengikuti tradisi Talbi juga menjelaskan bahwa dari perspektif QurAoaniah, dialog merupakan suatu persoalan keagamaan yang diperintahkan oleh Wahyu. Seluruh Wahyu sebagaimana dilihat oleh M. Talbi dalam kalimat QurAoan, memerintahkan manusia. Nabi. Umat Muslim, untuk terlibat dalam dialog dengan manusia pada umumnya, dan khususnya dengan orangAeorang beriman dari agama kitab. Inti dari pemahaman keagamaan tentang dialog adalah Aurekonsiliasi atau penyelenggaraan hubungan baruAy. Kata kunci: M. Talbi. Dialog. Muslim. Kristiani. Abstract In M. TalbiAos view, we see a more practical dimension than in ArkounAos view, and so on. Talbi describes dialogue as one of the most important parts for humanity to be religious and humane, to be fully committed to the will of God. Christians and Muslims together make peace and justice between two religious communities. As the object of MuslimChristian dialogue. Talbi studied the heritage of the spiritual value of a religion that follows the biblical tradition. Talbi also explained that from FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019. P-ISSN 24412401. e-ISSN 2477-5622 Ellya Rakhmawati dkk. Pemahaman Pendidikan Multikultural Islam dan Kristen the QurAoanic perspective, dialogue is a religious issue commanded by Revelation. The entire Revelation as M. Talbi sees in the QurAoanic sentence, commands the people, the Prophet, the Muslims, to engage in dialogue with men in general, and especially with believers from the religion of the book. The essence of religious understanding of dialogue is "reconciliation or the organization of new relationships". Keywords: M. Talbi. Dialogue. Muslim. Christian. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 Pendahuluan. Artikel ini membahas tentang muslim and christian understanding menurut pandangan M. Talbi. Mohamed Talbi adalah seorang sejarawan Tunisia atau Islamologist pada abad pertengahan Afrika Utara. Talbi lahir di Tunis pada tahun 1921 serta M. Talbi belajar di Tunis dan Paris. Talbi adalah seorang pemikir teoritis yang besar pada Islam serta misi dalam dunia modern1. Diantara M. Talbi yang modern atau kepentingannya berupa Agama dan Politik. Islam dan demokrasi. Islam dan Hak Asasi Manusia. Perempuan dalam Islam. Islam dan pluralisme agama, di mana dalam konteks yang lebih luas pada penafsiran Al-QurAoan, analisis historis, dan Epistemologi Dalam diskusi mata pelajaran. Talbi membuat Al-QurAoan dan sumber agama tradisional yang mengungkapan penggabungan Western . de tertentu moder. Pendidikan M. Talbi pada Program Doktoral di Paris . etelah peran. mencerminkan sikap yang santai dalam menyatukan kaedah Islam dengan pemikiran modern Barat, dan Talbi memiliki efek syarat belajar seperti integrasi. Talbi meninggal pada 1 Mei 20172. Profil M. Talbi adalah atipikal intelektual. Setelah karir panjang mengajar di SD dan SLTP. Talbi lulus ujian kompetitif studi Arab. Menjelang kemerdekaan Tunisia. Talbi bergabung dengan Institut Pendidikan Tinggi Tunis. Tahun 1955. Talbi menjadi Dekan pertama sekolah surat dan ilmu manusia. Talbi adalah Ketua Sekolah Sejarah sebelum mencurahkan penuh energi sebagai Direktur dari jurnal ilmiah Les Cahiers de Tunisie . Tahun 1968. Talbi mempertahankan tesis PH. D di Sorbonne, berjudul AuThe Aghlabid EmiratAy, sejarah politik, membahas Dinasti Muslim pertama di Tunisia. Ditulisnya dengan kejelasan dan forcefulness ekspresi. didukung oleh Arab dan sumber Latin, tesis M. Talbi memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman baru tentang periode kunci dalam sejarah Ifriqiya dan Maghreb Timur serta kawasan hubungan dengan selatan Italia. Talbi sebagai salah satu pendiri sekolah baru di Tunisia dan sejarah Maghreb4. Al-Mukhassass d'Ibn Syda : ytudes et index, yd. Imprimerie Officielle. Tunis, 1956 Histoire Gynyrale de la Tunisie (Collective Boo. Tome II A Le Moyen yCge A, yd. Sociyty Tunisienne de Diffusion. Tunis, 1965 L'ymirat aghlabide . -296/800-. : Histoire Politique, yd. Adrien Maisonneuve. Paris, 1966 (ISBN 2-7200-0493-. Biographies Aghlabides Extraites des Madarik du Cadi IyAd (Critical Editio. , yd. Imprimerie Officielle De La Rypublique Tunisienne. Tunis, 1968 Ellya Rakhmawati dkk. Pemahaman Pendidikan Multikultural Islam dan Kristen Talbi menulis sejumlah besar artikel dan penulisan tentang Sejarah Islam pada Abad Pertengahan. Islamologi dan . elakukan dialog MuslimAeKriste. dalam berbagai jurnal, buku, ensiklopedia, termasuk sejumlah kontribusinya untuk Ensiklopedia Islam Edisi Kedua . isal: artikel tentang Ibn Khaldu. Talbi banyak berpartisipasi dalam Konferensi dan Kongres Internasional, serta M. Talbi bersama Mohammed Arkoun yang menjadi salah satu peserta MuslimAeChristian Research Group (Prancis: Groupe de Recherche IslamoAeChretien atau GRIC) serta telah menerbitkan buku The Challenge of the ScripturesAeThe Bible and the QurAoan. Talbi membahas sejarah perbudakan, serta peran penting yang dimainkan oleh budak, pertanian dan ekonomi5. Talbi menjadi Pemimpin Komite Kebudayaan Nasional sejak tahun 1983, dan editor Cahiers de Tunisie (Revue de Sciences Humaine. sejak tahun 1969. Tahun 1971. Talbi diundang untuk memberikan kuliah di Pontifical Institute of Arabic Studies di Roma6. Akhir tahun 1990-an. Talbi berubah refleksi menuju meditasi yang mendalam dan sistematis. Buku kecil berjudul AuUniversalitas QurAoanAy, di mana ada sebuah esai lucid sintesis, dan analisis. Talbi menulis bahwa sejarawan mengadopsi gaya Talbi diangkat sebagai Presiden dari Tunisia Academy of Sciences. Surat dan Seni antara tahun 2011 dan 20127. Pandangan M. Talbi Tentang Dialog Islam Dengan Kristen. Pandangan M. Talbi menolak hubungan antara Shura dengan demokrasi. Talbi berpendapat bahwa sementara yang diinginkan dalam dirinya sendiri. Shura adalah dari waktu dan tempat yang tidak konsepsi demokrasi seperti yang kita tahu. Talbi mengatakan bahwa peradaban Islam atau Western memiliki konsep demokratis sebelum periode modern atau ketika demokrasi, sebagai ide politik dan praktek masih lahirsetidaknya demokrasi sebagai istilah modern. Demokrasi menurut M. Talbi berarti suara orangAeorang yang menentukan peraturan dan bagaimana mereka memerintah, di mana terkait dengan universal hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, pluralisme agama, dan persamaan hak di depan hukum. Demokrasi sejati untuk M. Talbi adalah bentuk Ibn Khaldyn et l'Histoire, yd. Sociyty Tunisienne De Diffusion. Tunis, 1965. Ryyd. Maison Tunisienne De L'ydition. Tunis, 1973, ryyd. Cartaginoiseries. Carthage, 2006 Biografi singkat M. Talbi yang dikutip dari beberapa sumber: Muslim in Dialogue, ,. 111: Christianity Through NonAeChristian Eyes, ,. 82: Richard J. Rousseau. J . Christianity and Islam: The Struggling Dialogue (Pennsylvania 1. , 53 Islam en dialogue, yd. Maison Tunisienne D'ydition. Tunis, 1970. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 politik yang tepat pada zaman kita saat ini, seperti mewujudkan nilai-nilai Islam yang Selama tiga puluh tahun. Talbi telah berpartisipasi dalam sejumlah dialog resmi dan pribadi dengan orang Kristen di Afrika Utara dan Eropa. Sebuah artikel tentang Islam dan Barat diterbitkan pada tahun 1987. Talbi mengeluh tentang kemiskinan serta inisiatif Muslim atau respons dari Euro-Arab atau dialog IslamKristen. Talbi mengungkapkan bahwa Islam harus terbuka untuk dialog dengan agama dan budaya lain. Dialog Muslim-Kristen tidak hanya dalam acara sosial tetapi masalah agama, serta M. Talbi telah melakukan segala kemungkinan untuk mempromosikan dialog di Tunisia dan tempat lain9. Talbi menyampaikan beberapa pertanyaan, seperti AuMengapa begitu banyak oposisi dan distorsi, celaan dan penyalahgunaan?Ay. Pertanyaan M. Talbi selanjutnya berupa AuMengapa pada kenyataannya kekerasan menang di atas kebaikan hati seseorang?10. AuDapatkah seseorang memikirkan suatu cara yang lebih baik untuk memulai suatu dialog yang efektif?Ay11. Dari beberapa pertanyaan yang disampaikan M. Talbi di acara Dialog Muslim-Kristen, ternyata memicu suatu permasalahan atau kegelisahan akademik. Untuk menjawab permasalahan atau kegelisahan akademik, terdapat kutipan buku berjudul AuA Common Word Between Us and YouAy dengan pengarang buku bernama Jordan, sebagai berikut: Pujian yang mengingatkan orang-orang Muslim bahwa mereka harus bersyukur dan percaya pada Tuhan YME dengan segala bentuk perasaan dan Allah berfirman dalam Al Qur'an: Dan jika kamu peduli untuk bertanya kepada mereka: Yang menciptakan langit dan bumi, dan dibatasi matahari dan bulan. Mereka akan berkata: Tuhan. Lalu bagaimana yang mereka berbalik?/ Tuhan membuat penyediaan untuk AuSiapa ia akan menyembah, dan berlutut untuk siapa?Ay. Allah mengetahui segala sesuatu. Dan jika kamu peduli untuk bertanya kepada mereka: yang membuat air untuk turun dari langit, dan dengan sentuhan bumi setelah kematian? Mereka Islam et Dialogue. Ryflexion Sur un Thyme D'actuality, yd. Maison Tunisienne D'ydition. Tunis, 1972. yOtude dAohistoire ifryqiyenne et de Civilisation Musulmane Mydiyvale, yd. University de Tunis. Tunis. AuIslam and DialogueAy, 84 . ambahan dalam kurung oleh penuli. Woly. Nicolas. Perjumpaan di Serambi Imam: Suatu Studi Tentang Pandangan Para Teolog Muslim dan Kristen Mengenai Hubungan Antar Agama. Jakarta: Gunung Mulia Ellya Rakhmawati dkk. Pemahaman Pendidikan Multikultural Islam dan Kristen sesungguhnya berkata: Tuhan. Katakanlah: Terpujilah Allah! Tapi kebanyakan dari mereka tidak memiliki rasa. (Al-'Ankabut 29: 61Ae. Sejarah Masa Lalu Agama Islam-Kristen Menurut Pandangan M. Talbi. Sejauh menyangkut Islamolog Kristen. Talbi mengatakan bahwa ada suatu pilihan yang luar biasa diantara para pakar dan para awam Islamolog, seperti Anawati. Smith. Watt. Jomier dan Massignon, yang diakui sebagai AuGurunya dari seluruh kehidupannya menampakkan suatu dialog yang hidup13Ay. Di lain pihak. Talbi mengeluh tentang kurangnya para teolog dan pemikir Muslim yang menaruh perhatian terhadap studi tentang agama Kristen. Talbi mengatakan bahwa kita tidak dapat menyebut satu ahli tentang agama Kristen yang dapat disejajarkan dengan banyak kaum awam Kristen dan para rohaniwan Kristen yang merupakan pakar Islamologi. Disimpulkan bahwa Umat Kristen dan Muslim dipersiapkan secara tidak setara untuk melakukan dialog. Gagasan ini didasarkan pada kenyataan bahwa teologi Kristen, menurut pemahaman M. Talbi dan Arkoun, atau telah mampu mengambil pelajaran dari berbagai konfrontasi dengan sistem intelektual lain14. Dalam situasi seperti ini. Talbi menekankan bahwa Islam harus mengatasi Bersamaan dengan usaha mengatasi kesulitan berkurangnya para pelaku dialog, usaha pembebasan dari beban sejarah masa lalu, dan perkembangan teologis yang tidak sama dibandingkan dengan yang dimiliki komunitas Kristen. Talbi menyebutkan solusi yang disarankan oleh rekannya bernama Mohammed Arkoun, meminta umat Kristen untuk mengadakan semacam teologi inter-religius seperti yang diajukan Askari15. Berdasarkan sejarah masa lalu. Talbi mengajak kita untuk meninggalkan perasaan superior dengan berkata AuMari kita mengatakan secara jelas kepada setiap orang yang digoda oleh semangat petualangan bahwa perselisihan diantara agama Imam Feisal Abdul Rauf. Co-founder and Chairman of the Board of the Cordoba Initiative. Founder of the ASMA Society (American Society forMuslim Advancemen. Imam of Masjid Al-Farah. NY. NY. USA. Lih. Giulio BasettiAeSani. Louis Massignon . 3Ae1. Christian Ecumenist. Prophet of Intereligious Reconciliation. Diedit dan Diterjemahkan oleh Allan Harris Cutler (Chicago, 1. Ibid, loc. Cit: Christianity and Islam: The Struggling Dialogue, 54. Terjemahan dan Transliterasi ayatAe ayat QurAoan adalah oleh Talbi (Penulis bertanggungjawab untuk terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesi. Ibid, loc. Cit: Christianity and Islam: The Struggling Dialogue, ,. Terjemahan dan Transliterasi ayatAeayat QurAoan adalah oleh Talbi (Penulis bertanggungjawab untuk terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesi. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 universal yang tidak lagi memiliki kesempatan untuk menghasilkan kemenangan konklusif dibandingkan dengan apa yang telah diperoleh di masa laluAy. Untuk mendukung pernyataan. Talbi merujuk kepada W. Montgomery Watt, diyakininya dengan mengatakan bahwa suatu kebenaran ketika Watt menulis AuApabila seorang Kristen dan Muslim hanya saling mencari argumen melawan satu dengan yang lain, maka mereka akan dengan mudah menemukan banyak hal, namun ini tidak akan membawa mereka kepada dialog16. Sebuah penelitian Pew Research Centre pada tahun 2015, mencatat Islam sebagai agama dengan tingkat pertumbuhan populasi tertinggi di Dunia. Secara umum, pemeluk agama Samawi (Yahud. masih mendominasi di tahun Konseptual Dialog Islam Dengan Kristen Menurut Pandangan M. Talbi. Talbi menunjuk solusi yang diajukan Arkoun dalam salah satu karya (Supplication of a Muslim to Christian. , di mana menurut M. Talbi dengan Arkoun secara sederhana mengatakan18: AuBerdasarkan kondisi ini. Umat Kristen dapat mengambil alih dan menjamin masa depan keagamaan Islam dengan determinasi yang sama, komitmen yang total dan kedalaman keyakinan yang sama seperti yang dilakukan terhadap agama Kristen. Bagi kita, ini adalah cara terbaik untuk mempersiapkan dialog di masa mendatang karena ketika seorang berusaha untuk membebaskan orang lain, maka pada waktu yang sama, ia membebaskan dirinyaAy. Talbi berkeyakinan bahwa masih ada kemungkinan dialog diantara mitra dialog yang tidak merahasiakan keyakinannya sendiri. Berdasarkan keyakinan. Talbi membuat sketsa tentang sebuah modus operandi bagi dialog yang efektif antara Islam dengan Kristen. Sebelum menjelaskan sasaran dan tujuan dialog tersebut. Talbi membuat beberapa point awal sebagai persyaratan bagi dialog yang akan digambarkan secara singkat dalam pembahasan selanjutnya. Ada beberapa kendala yang pengaruhnya yang dapat kita atasi, kemudian berusaha diperkecil guna untuk mendorong suatu dialog yang bermanfaat dan efektif. Watt. Islamic Revelation in the Modern World. Edinburgh, 1970, 121, diktutip oleh Talbi dalam AuIslam and DialogueAy, 88. Untuk informasi lebih lanjut mengenai posisi Watt tentang pokok ini, lihat Watt. AuThoughts on MuslimAeChristian DialogueAy, dalam Hamdard Islamicus. Vol. I Number 1 (Summer, 1. , 1Ae52. Idem. Islam and Christianity Today. A Contribution to Dialogue. London 1983 . disi Bahasa Indonesia. Islam dan Kristen. Suatu Sumbangan Pemikiran untuk Dialog, diterjemahkan oleh E. Syafrudien. Jakarta 1. Idem. MuslimAeChristian Encounters. London 1991. http://w. com/id/masa-depan-agama-di-dunia/g-37344902. Masa Depan Agama di Dunia Talbi dalam Ibid, , 87. Ellya Rakhmawati dkk. Pemahaman Pendidikan Multikultural Islam dan Kristen Untuk mencapai tujuan tersebut. Talbi menyarankan bahwa kita harus menghindari spirit kontroversi, spirit kompromi, dan perasaan puas diri. Menurut M. Talbi, kedua kesalahpahaman, dan kekecewaan. Untuk mengatasi pengaruh dari kedua sikap berbahaya. Talbi mengemukakan beberapa langkah mendesak yang perlu diikuti, antara lain: Pertama, kita harus menghindari kontroversi. Terlepas dari setiap reaksi positif berkaitan dengan polemik teologis. Talbi seperti Askari19 yang menganggap bahwa semangat berpolemik antara Islam dengan Kristen telah mencapai Aukehancuran yang luar biasaAy di abad pertengahan. Kehancuran yang disebabkan oleh polemik, dari segi material, segi moral dan intelektual, dengan membuat karikatur dan menyebarkan kepalsuan atau kebohongan yang mengatasnamakan kebenaran. Kedua. Mencermati bahwa batasAebatas yang telah berubah. Panggilan untuk dialog diantara agama dunia didorong oleh fakta dewasa ini bahwa garis pemisah diantara berbagai iman yang berbeda, tidak lagi berada dalam arah yang semula. Ada suatu persaingan diantara gagasan yang diinspirasikan dan terjadi seiring dengan perubahan sosial dunia modern yang pesat, serta dibentuk oleh keyakinan agama dan gagasan yang berfungsi sebagai agama masyarakat modern. Talbi menulis AuPertentangan yang jauh lebih mendalam justru terjadi diantara mereka yang berusaha untuk mengejar nasib manusia tanpa menghiraukan Allah, dan mereka menyerahkan masa depan manusia ke dalam tangan Allah dan melalui Allah. antara mereka yang tanpa peduli berserah pada mitos usang dari semua bentuk agama, dan mereka yang terus meyakini kebenaran yang tidak terbatas dan kekal20. Ketiga. Memahami Auperalihan agamaAy AukonversiAy perkembangan spiritual yang personal dan unik dari individu. Talbi mengajak kita untuk menyadari bahwa agama di dunia berada pada pijakan yang sama. Oleh karena itu, peristiwa peralihan agama tidak lagi terjadi karena adanya proselitisme dan Peristiwa peralihan agama bagi mereka yang berpindah dari satu agama ke agama lain harus di mengerti sebagai buah dari suatu drama psikologis individual yang Peristiwa peralihan agama tidak lagi disebabkan oleh perang argumentasi untuk menaklukkan seseorang. Bertolak dari hal yang sangat mendasar adalah bermanfaat Lihat Askari. Spiritual Quest, 24Ae28. InterAeReligion, 122-128. Islam and Dialogue, 89 FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 mengamati pendapat M. Talbi tentang Aukebebasan beragamaAy. Talbi menegaskan bahwa dari perspektif QurAoaniah, kebebasan beragama pada hakikatnya dilandasi oleh Aukodrat kemanusiaan yang diatur secara Ilahi . ivinely ordered nature of humanit. Ay. Talbi menulis tentang AuDari perspektif Muslim dan berdasarkan ajaran pokok QurAoan, kebebasan beragama pada hakikatnya merupakan suatu penghargaan terhadap kedaulatan Allah dan misteri rencana Allah bagi kemanusiaan, yang telah diberikan hak istimewa untuk menentukan nasib seseorang sesuai dengan tanggungjawab di bumi dan alam baka. Hakikatnya, menghargai kebebasan manusia adalah menghargai rencana Allah. Untuk menjadi seorang Muslim sejati adalah berserah kepada rencana ini. Keempat. Setia melaksanakan tugas Kerasulan. Talbi mengingatkan dialog bukan suatu latihan seni berkompromi. Dialog harus dikondisikan sebagai suatu Auketulusan totalAy dari setiap partisipan. Suatu dialog yang efektif menuntut setiap orang untuk menjadi diri sendiri seutuhnya tanpa bersifat agresif atau kompromistis. Talbi menekankan dalam dialog yang harus ada suatu AuRoh KerasulanAy, namun Roh ini harus dibersihkan dari bahaya polemik dan proselitisme. Roh Kerasulan pada dasarnya merupakan suatu keterbukaan yang penuh perhatian terhadap orang di sekitar kita. usaha mencari kebenaran tiada henti melalui pendalaman dan pemahaman nilaiAenilai sebagai analisis terakhir, merupakan kesaksian yang murni. 21 Kerasulan dalam Bahasa Arab disebut Jihad yang secara etimologis tidak ada hubungan dengan AuperangAy. Untuk memahami secara tepat pandangan kerasulan ini harus dimengerti dalam hubungan dengan konsep Jihad, sebaiknya kita mencermati pendapat M. Talbi, berupa: Secara esensial dan radikal. Jihad adalah suatu usaha yang ekstrem dan total di jalan Allah . isabil Alla. Di dalam tradisi telah jelas bahwa bentuk yang paling murni, dramatis dan membuahkan hasil adalah AlAeJihad AlAeAkbar, yaitu petarungan yang terjadi di dalam kerahasiaan suara hati seseorang. Ini berarti bahwa bentuk paling murni dari kerasulan adalah kesaksian akan kehidupan di mana perjuangan untuk kesempurnaan moral mencapai hasil. Bentuk Kerasulan melalui kesaksian adalah satuAe satunya yang membuahkan hasil dan sesuai dengan pemikiran modern. Bentuk Kerasulan ini tidak membutuhkan proselitisme22. Ibid, 467. 481 - 482 Ibid, 90Ae91 (Kursif oleh Talbi, sedangkan tambahan dalam kurung oleh penuli. Penulis bernama Woly. Nicolas. Perjumpaan di Serambi Imam: Suatu studi tentang Pandangan Para Teolog Muslim dan Kristen Mengenai Hubungan Antar Agama. Jakarta: Gunung Mulia Ellya Rakhmawati dkk. Pemahaman Pendidikan Multikultural Islam dan Kristen Kelima. Menyadari kemajemukan jalan keselamatan. Dalam pembahasan diatas, kita telah memahami bahwa hanya Tuhan yang paling berdaulat untuk mengalihkan manusia dari agama A ke agama B. Kita perlu menyadari bahwa menghakimi adalah hak prerogatif Allah. Talbi menegaskan bahwa pada akhirnya Allah tetap sepenuhnya dan bebas dalam menghakimi dan kita harus menyerahkan diri dengan penuh keyakinan kepada kebijaksanaanNya. Untuk mengambil bagian dalam dialog dengan orang beragama, sebagaimana perspektif diatas, menuntut pengakuan bahwa mitra dialog adalah orangAeorang yang mencari keselamatan yang dikerjakan oleh Allah baginya. Talbi merujuk kepada G. Anawati, yaitu: AuKetika saya ingin terlibat dalam dialog dengan seorang Muslim, saya tidak harus memulainya dengan menempatkan dia di dalam agama saya hanya karena dia seorang Muslim. Saya dapat meyakinkan dia berdasarkan kondisi tertentu, yang cukup di sadari, dia dapat menemukan keselamatan dengan tetap sebagai seorang Muslim23. Talbi menekankan perlunya pengakuan tentang fakta kemajemukan agama. Akan tetapi, berkaitan dengan tugas Kerasulan, pengakuan ini termasuk pengakuan akan kemajemukan jalan keselamatan atau tidak mengandung implikasi bahwa kita merelatifkan Iman dan tidak mereduksi apa yang kita pegang teguh sebagai kebenaran. Talbi menegaskan bahwa kesetiaan kepada Iman jauh lebih penting dan sebagai konsekuensi. Iman kita tidak semataAemata hanya berarti menjadi anggota sebuah kelompok sosiologis dan bukan semataAemata sebuah bentuk subordinasi. Dialog Umat Islam dengan Kristen di Jerman. Artikel dialog umat Islam dengan Kristen menurut M. Talbi diperkuat dengan adanya artikel tentang Paus Fransiskus, yakni Paus Benediktus XVI, mendapat pelajaran mengenai dialog dengan umat Islam yang tak lama setelah menjabat. Tahun 2006, setahun setelah naik tahta. Paus Benediktus memberikan pidato kontroversial di Regensburg. Jerman. Ia mengutip seorang Kaisar Romawi Timur yang menuding Nabi Muhammad sebagai tidak manusiawi dan hanya berbuat jahat. Pidatonya langsung Muslim Paus Benediktus mengungkapkan "penyesalan yang mendalam" atas kesalahpahaman tersebut. berkunjung ke Turki tahun 2008 untuk menghidupkan kembali dialog Kristen dengan Muslim. Namun pidato tersebut berdampak kerusakan dalam jangka panjang. Sebagaimana dikutip oleh Talbi dalam Ibid, 92 FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 Dua tahun lalu Universitas Al-Azhar di Kairo menghentikan dialog dengan Vatikan. Alasan resmi yang diberikan adalah pernyataan Paus Benediktus tentang serangan terhadap kaum Kristen di Mesir. "Di Kairo dipandang sebagai intervensi terhadap urusan internal," ungkap Hamdan. Hubungan KristenAeMuslim dinodai konflik yang tidak hanya di Mesir, tetapi di negara Afrika. Boubacar Seydou Toure. Kepala Asosiasi Islam di Niger, menekankan pentingnya dialog. "Yang pertama kali harus dilakukan Paus Fransiskus adalah mengupayakan dialog yang jujur antara Kristen dengan Muslim", tukas Toure. "Saat umat kedua agama ini bergandeng tangan, maka kami dapat hidup bersama dalam damai". Indonesia dengan 200 juta penganut agama Islam, memiliki jumlah Muslim terbanyak dari negara manapun. Di sebuah negara dimana umat Kristen menjadi minoritas. Azyumardi Azra dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta berharap Paus Fransiskus dapat merangkul agama lain dan bukan memicu kontroversi baru24. Universitas Al-Azhar merespon positif perubahan kepemimpinan Gereja Katolik. Mereka mengharapkan "hubungan yang lebih baik" dengan Vatikan. "Begitu ada kebijakan baru, kami akan memulai lagi dialog dengan Vatikan", pungkas Mahmoud Azab . eorang penasehat hubungan antar agama bagi Universitas Al-Azha. Hamdan menilai Paus Fransiskus harus mampu mengangkat topik penderitaan umat Kristen di Mesir dan negara lain. "Penting untuk menghadapi ini bersama-sama, berdialog dengan para ulama dan pemerintah untuk mencari solusi. Ini cara terbaik dan satu-satunya," tandas Hamdan. Komentar serupa datang dari Sheikh Issa bin Shaaban Simba, seorang pemuka agama di Tanzania. Ia berharap babak baru hubungan Gereja Katolik dengan Muslim dapat dimulai. "Kami harus menjauh dari ketakutan, dan bergerak menuju harapan dan perdamaian, dimana semua orang merasa sebagai saudara"25. Metode Dialog Muslim dengan Kristen. Metode dalam artikel ini membahas objek dari dialog Muslim dengan Islam menurut M. Talbi berupa mempelajari warisan nilai spiritual dari agama yang mengikuti tradisi alkitabiah, serta sebuah teologi bagi semua agama yang berkaitan dengan teologi Naumann. Nils. Harapan Kaum Muslim Terhadap Paus http://w. com/id/harapan-kaum-muslim-terhadap-paus-fransiskus/a-16681321 Naumann. Nils. Harapan Kaum Muslim Terhadap Paus http://w. com/id/harapan-kaum-muslim-terhadap-paus-fransiskus/a-16681321 Fransiskus. Fransiskus. Ellya Rakhmawati dkk. Pemahaman Pendidikan Multikultural Islam dan Kristen moral dan teologi sosial yang secara langsung berhubungan dengan masalah tersebut atau hanya dapat diperoleh melalui kerjasama antara mereka yang memiliki keyakinan bahwa nasib manusia adalah bagian dari rencana Allah26. Pemahaman umum tentang keselamatan menggunakan suatu gagasan QurAoaniah tentang hidayah . , lutf . erlindunganAepertolonga. , tawfiq . antuanAe petunju. , dalal . ercobaan untuk masuk ke dalam kesesata. dan lainAelain. Jika Islam dengan Kristen tidak bersedia mempelajari nilai yang sama, maka hal tersebut tidak akan membawa kepada suatu pemahaman yang lebih baik tentang suatu pendalaman akan penghargaan kita yang bermanfaat bagi semua yang terkait, misal: memadukan kebebasan manusia dengan eksistensi Allah yang transenden dengan Tuhan Yang Mahakuasa. Ayat yang melambangkan pengabdian Nabi Muhammad SAW dan sepenuhnya kepada Tuhan. Jadi dalam AlAeQurAoan. Allah memerintahkan umat Islam yang mencintai Tuhan untuk mengikuti teladan, agar pada akhirnya bisa dicintai oleh Tuhan: Katakanlah (Muhamma. AuJika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosaAedosamuAy. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Al AoImran 3:. Cinta Allah dalam Islam adalah bagian dari pengabdian lengkap kepada Allah. Ini bukan sekadar emosi parsial. Perintah Allah dalam Al QurAoan. Katakanlah: menyembah, berkorban, kehidupan dan kematian saya adalah untuk Allah. Panggilan untuk mengabdikan dan melekat pada hati dan jiwa Allah, yang jauh dari panggilan untuk sekadar emosi atau suasana hati, sebenarnya merupakan perintah yang membutuhkan semua rahmat, cinta kepada Allah. Ini menuntut cinta, di mana hati paling dalam dan seluruh jiwa-dengan kecerdasan, kehendak dan perasaanberpartisipasi melalui pengabdian. Namun, di berbagai tempat di seluruh Dunia. Alkitab terjadi dalam bentuk dan versi yang sedikit berbeda. Misal, dalam Matius . (Kasihilah Tuhan. Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budim. Kata Bahasa Yunani untuk "hati" adalah kardia, kata untuk "jiwa" adalah jiwa, dan kata untuk "pikiran" adalah dianoia. Dalam versi dari Mark . (Dan kamu akan mencintai Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan jiwamu, dan dengan akal Ibid, 96 FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 budimu, dan dengan segenap kekuatanm. , kata "kekuatan" ditambahkan pada yang disebutkan diatas, menerjemahkan kata AuIskusAy dalam bahasa Yunani. Kata-kata firman dalam Lukas . ang dikonfirmasi oleh Yesus Kristus dalam Lukas . mengandung empat istilah yang sama dengan Markus . Kata-kata dalam Markus . ang disetujui oleh Yesus Kristus dalam Markus . mengandung tiga istilah kardia ("hati"), dianoia ("pikiran"), dan iskus ("kekuatan")27. Dialog Dengan Wahyu Menurut Pandangan M. Talbi. Dalam esai. Islam and DialogueAeSome Reflections on Current Topic. Talbi menjelaskan pandangannya tentang perlunya Islam terlibat dalam dialog yang sungguhAe sungguh dengan umat Kristen28. Talbi memulai esainya dengan suatu penekanan terhadap makna hubungan yang erat antara Dialog dengan Wahyu. Talbi menjelaskan dari perspektif QurAoaniah, dialog merupakan suatu persoalan keagamaan yang diperintahkan oleh Wahyu. Seluruh Wahyu sebagaimana dilihat oleh M. Talbi dalam kalimat QurAoan yang memerintahkan manusia. Nabi, umat Muslim untuk terlibat dalam dialog dengan manusia pada umumnya, dan khususnya dengan orangAeorang beriman dari agama kitab. Inti dari pemahaman keagamaan tentang dialog adalah Aurekonsiliasi . enyelenggaraan hubungan bar. Ay. Menurut M. Talbi, dialog adalah hal pertama dan terpenting dalam rangka penyelenggaraan kontak yang baru dengan dunia pada umumnya29. Talbi merujuk pada apa yang dikatakan QurAoan sebagai berikut30: Berserulah kamu kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah . i-l-hikm. dan peringatan yang baik . a-l-mawAoizat al-hasan. , dan berbantahlah dengan mereka di dalam cara yang baik . a jadilhum bi-l-lati hiya absa. Sesungguhnya Tuhan mengetahui dengan baik sekali tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya . nna rabaka huwa aAolamu biman dalla Aoan sabilih. dan Dia mengetahui dengan baik Jordan. A Common Word Between Us and You. The Royal Aal AlAeBayt Institute For Islamic Thought , 22 Esai ini adalah bentuk final dari kuliah yang diberikannya di Roma dan Tunis. Versi Bahasa Inggris dipublikasikan untuk pertama kali dalam Encounter: Documents for MuslimAeChristian Understanding. No. 11 & 12. Januari and February 1975. Kemudian diterbitkan kembali dua kali: pertama dalam Rousseau . Christianity and Islam: The Struggling Dialogue, ,. 53Ae73, dan kemudian dalam Griffiths . Christianity Through NonAeChristian Eyes, 82Ae101. Studi ini menggunakan versi dalam Griffiths dan selanjutnya disebut sebagai AuIslam and DialogueAy. Studi ini merujuk pula esai Talbi AuReligious Liberty: A Muslim PerspectiveAy dalam Muslims in Dialogue, ,. 465Ae482. Esai ini diterbitkan dalam L. Swidler . Religious Liberty and Human Rights in Nations and in Religions (Philadelphia / New York, 1. , 175Ae187 Ibid, loc. Cit: Christianity and Islam: The Struggling Dialogue, ,. Terjemahan dan transliterasi ayatAe ayat QurAoan adalah oleh Talbi (Penulis bertanggungjawab untuk terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesi. Ellya Rakhmawati dkk. Pemahaman Pendidikan Multikultural Islam dan Kristen sekali orang-orang yang dibimbing . a huwa aAolamu bi-l-muhtadi. (QurAoan. Sura 16: . Berdasarkan pesan QurAoan. Talbi menyatakan bahwa Islam dan Umat Muslim menyadari ajakan Wahyu untuk berdialog dengan orangAeorang disekitarnya. Harus terjadi demikian karena semua bentuk ideologi monolitis, sebagaimana diingatkan M. Talbi pada awal esainya Islam and Dialogue, sedang berada dalam proses disintegrasi, sedangkan pluralisme budaya sedang menjadi nyata dan tidak dapat dipungkiri oleh Menurut M. Talbi, tujuan dialog yang benar dan tepat, apapun situasi dan objek adalah AuSenantiasa menghidupkan kembali Iman kita, menyelamatkannya dari kondisi suam kuku dan mempertahankan kita untuk tetap dalam ijtihad, yakni upaya sungguhAe sungguh melakukan refleksi dan penelitian31. Bagi M. Talbi untuk menjadi seorang Muslim sejati, berarti hidup dalam suatu dialog yang santun dengan semua orang dari agama, ideologi lain dan terutama berserah diri kepada Allah. Kita harus menunjukkan kepedulian terhadap orang di sekitar kita. Kita memiliki kewajiban terhadap mereka. kita tidak hidup di pulau kecil yang Sikap kesantuan yang diajarkan QurAoan harus disebarkan secara luas kepada segenap umat manusia, yang beriman dan tidak beriman, kecuali bagi mereka yang Auberbuat salahAy, yakni mereka yang berlaku tidak adil dan kasar serta dengan sengaja menggunakan tangan besi, secara fisik atau kataAekata. Dalam kasus seperti itu, jauh lebih baik menghindari apa yang disebut dialog demi menghindari terjadinya sesuatu yang lebih buruk32. Penutup. Talbi berpendapat bahwa sejarah di masa lampau, di mana Islam memperoleh hak untuk memperoeh Kerajaan, dan pengaruhnya melalui kekerasan, seperti peperangan yang adil atau yang dapat dibenarkan pada saat masuknya Islam dalam panggung sejarah, tidak mencelakakan semangat pesan Wahyu yang bersifat permanen. Yang dimaksud M. Talbi dengan Ausemangat pesan WahyuAy adalah panggilan untuk menggalang hubungan yang baik dan saling menghargai dengan orangAeorang disekitar. Namun demikian, sejarah tersebut juga menjadi kendala yang dirasakan dalam dialog Islam dan Kristen. Ibid, 100 . ursif oleh penuli. Muslim in Dialogue, 472Ae472 . ursif, oleh penuli. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 Peperangan yang terjadi pada masa lampau. Talbi menyatakan: Auadalah sangat penting untuk memaparkan secara jelas bahwa ayatAeayat (QurAoa. yang mendorong peperangan pada dasarnya merupakan penerapan yang bersifat sesaat, yang dihubungkan dengan kemungkinan khusus yang dewasa ini diharapkan menjadi sesuatu yang hanya terjadi di masa lalu. Semangat yang mendalam dari pesan Wahyu adalah menggalang hubungan yang baik dan saling menghargai dengan orang lain. Kita harus menemukan kembali semangat pesan Wahyu agar dapat berjalan ke arah percakapan tentang semua kesalahpahaman yang telah menghalangi dialog di masa lalu, serta yang kini terancam akan terhalang karena kesulitan lainnya yang dijumpai dewasa ini33. Kesulitan terbesar menurut M. Talbi adalah perbedaan antara mereka yang berpartisipasi dalam dialog, serta tingkat kajian yang tidak sama dalam tradisi. Talbi menyatakan kekhawatirannya tentang situasi yang M. Talbi sebut sebagai AuKurangnya para pelaku dialogAy yang serius. Situasi ini diperburuk oleh perkembangan teologis yang tidak sama. Talbi menjelaskan bahwa perkembangan teologi tradisional dalam Islam sendiri tidak selalu diarahkan sesuai dengan garis semangat yang mendalam dan permanen dari pesan Wahyu, yang pada saat sekarang dalam pengertian tertentu justru menjadi kendala untuk dialog, meskipun semua umat Muslim terikat dengan ajaran pokok QurAoan, teologi tradisional Muslim berkembang dengan cara yang karena alasan historis tidak selalu sesuai dengan semangat QurAoan34. Ibid, loc. Cit: Christianity and Islam: The Struggling Dialogue, 84. Terjemahan dan Transliterasi AyatAeayat QurAoan adalah oleh Talbi (Penulis bertanggungjawab untuk terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesi. Biografi singkat M. Talbi yang dikutip dari beberapa sumber: Muslim in Dialogue, 473. Ellya Rakhmawati dkk. Pemahaman Pendidikan Multikultural Islam dan Kristen Daftar Pustaka