JURNAL TABGHA Volume 3 No. 1 April 2022 P-ISSN 2722-6190 MEMPERTEMUKAN PERJANJIAN SINAI KEPADA MASYARAKAT GEREJA Feri Aman Mendrofa Prodi. Teologi Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam feri@st3b. Abstract The Sinai Covenant was very important in the life of the Israelites. Through this covenant. God gave His statutes as the creator God, also the Israelites had the privilege of being the chosen people. This blessing that was given to the nation of Israel was also given to the church. Realizing this, the church must prepare the congregation to accept it. The inability of the church to understand the promise will fail the church in carrying out its duties In the Sinai covenant. God was the creator who made the nation of Israel his own, a kingdom of priests and a holy nation (Exodus 19: . This covenant separates the identity of the Israelites as God's chosen people. The church as a fellowship ordained by God also enjoys this blessing . Peter 2:. The purpose of this study is to make it easier for readers to understand how to see the relationship between the Sinai covenant between God and Israel and God's covenant with the church. The sources of this research are taken from various books of interpretation and biblical theology of the Old Testament and the New Testament. Keywords: Covenant. Sinai & Church Abstrak Perjanjian Sinai adalah perjanjian yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Israel. Melalui perjanjian ini Allah memberikan ketetapanNya sebagai Allah pencipta dan juga bangsa Israel mendapatkan hak istimewa sebagai umat Berkat yang diberikan kepada bangsa Israel ini juga diberikan kepada gereja. Menyadari hal itu gereja harus mempersiapkan jemaat dalam menerimanya. Ketidakmampuan gereja dalam memahami janji itu akan berakibat gagalnya gereja dalam mengemban tugas tugasnya dengan baik. Dalam perjanjian Sinai Allah sebagai pencipta yang menjadikan bangsa Israel sebagai milik kepunyaannya, menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus (Keluaran 19: . Perjanjian ini memisahkan jati diri bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah. Gereja sebagai persekutuan yang ditetapkan oleh Allah juga mendapatkan berkat ini . Petrus 2:. Tujuan penelitian ini memudahkan pembaca dapat memahami bagaimana seharusnya melihat hubungan antara perjanjian Sinai antara Allah dengan Israel dan perjanjian Allah dengan gereja. Adapun sumber penelitian ini diambil dari berbagai buku tafsir dan teologi biblika perjanjian Lama dan perjanjian baru. Kata Kunci: Perjanjian. Sinai & Gereja PENDAHULUAN Perjanjian Sinai merupakan salah satu kesepakatan Allah dan manusia yang telah ditandai dengan dibuatnya loh-loh batu yang berisi 10 (Sepulu. Perjanjian Sinai adalah peristiwa penting dimana Allah sebagai pencipta berbicara kepada bangsa Israel dan sekaligus secara resmi Allah menjadikan bangsa Israel sebagai Umat pilihanNya. Perjanjian ini sebenarnya sudah ada sejak Israel belum menjadi sebuah suku bangsa melainkan perjanjian ini telah dimulai sejak Abraham kelahirannya, ganjaran yang diberikan Allah kepada Abraham karena ketaatannya dibuat dalam suatu perjanjian yang salah satu isinya menjelaskan keturunan dari Abraham akan menjadi bangsa besar (Kej 12:. dan akan menjadi umat keturunan Abraham menjadi pilihan Allah (Kej 17:. Jauh Abraham pemeliharaan Allah atas keturunannya membawa bangsa itu masuk ke tanah Mesir dimana dalam perjalanya bangsa itu kemudian diperbudak sekitar 400 tahun Kuasa Tuhan kemudian bekerja melalui Musa yang membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir akhirnya dengan kuasa Tuhan juga dituntun menyeberangi laut Teberau. Perjalanan bangsa itu akhirnya diarahkan ke sebuah yang disebut Gunung Sinai dimana Allah bangsa Israel. Kehidupan Musa juga sebelum Israel bersinggungan dengan Gunung Sinai. Gunung itu juga adalah tempat yang sama dimana Allah menampakan diriNya dalam nyala api yang keluar dari semak duri yang tidak terbakar kepada Musa pertama kali kepada Musa (Kel 3:. Penulis melihat ada keterkaitan pemanggilan Musa dan bangsa Israel bertempat di Gunung Sinai. Sebagaimana Musa dipanggil Allah untuk JURNAL TABGHA Volume 3 No. 1 April 2022 menerima pekerjaan pelayanan yang diberikan di Gunung Sinai. Allah juga ingin menjadikan Gunung Sinai sebagai tempat secara resmi Allah menerima Israel sebagai umatNya. David F. Hinson memberikan Pandangan bahwa AuMusa Menginginkan agar orang Israel itu bersama-sama langsung pengalaman yang serupa dan rasul Paulus setuju dengan pandangan ini sebagai jawaban yang benarAy(David 2. Kesan Musa dalam pertemuan dengan Allah ingin dibagikannya sebagai sebuah pengalaman spiritual yang mengubah arah Apa yang direncanakan Musa tampaknya berhasil membuat bangsa itu memiliki pengalaman persekutuan dengan Allah secara pribadi. Israel yang sejak dari Mesir terus bertanya-tanya siapa Allah mereka akhirnya mengetahui dengan secara langsung Allah yang berkuasa yang mampu mengatasi kuasa pemerintahan Mesir. Bertolak dari pengalaman bangsa Israel mengalami perjanjian Sinai maka alangkah baiknya masyarakat gereja dapat melihat lebih dalam lagi makna perjanjian. Berkat yang disediakan Allah dari hasil perjanjian tersebut akan dapat diwarisi oleh masyarakat gereja. Karena kesepakatan Allah dan bangsa Israel lebih kepada kesepakatan karena pilihah. Gereja yang telah dipilih juga akan mewarisi berkat dan janji Allah. Ketidakmampuan melihat perjanjian ini dalam gereja membuat masyarakat gereja kurang menghormati keberadaan Allah dalam gereja. Jika dilihat dalam kehidupan gereja sekarang ini, terlihat kecendrungan gereja hanya sebagai tempat pertemuan, gereja menjadi milik seseorang atau milik sebagaian orang, gereja menjadi tempat mencari nafkah dan gereja sebagai pendongkrak Meskipun hal hal itu tidak bias dihindari namun setidaknya motifasi perjanjian Sinai ini dapat diterapkan oleh masyarakat gereja. P-ISSN 2722-6190 dan teologi dalam buku buku tafsir dan teologi perjanjian lama dan perjanjian baru. Kedua, berhubungan dengan perjanjian Sinai dan masyarakat gereja pada sesuai dengan keadaan sekarang ini. Studi ini lebih menganalisa isu isu seputar dinamika pertumbuhan gereja. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan Pembahsan berisi hasilhasil temuan Perjanjian Sinai Gunung Sinai juga dikenal dengan nama Gunung Horeb. Secara Letak dalam buku Mari Mengenal Arkelogi Alkitab dituliskan bawah lokasi Gunung Sinai tidak dapat dipastikan lagi, meskipun secara tradisi gunung itu terletak di bagian selatan semenanjung SinaiAy(David L and Bimson 2. Meskipun letak secara pasti Gunung Sinai tidak dapat dipastikan tetapi Gunung Sinai adalah tempat yang benar-benar ada . ukan hanya fiks. dan masih dipakai hingga saat ini dalam menunjuk sebuah tempat yang ada di semenanjung Sinai. Selain itu rata-rata buku yang ditulis para ahli arkelogi maupun keterangan yang kita dapat sampai hari ini menyatakan bawah Gunung Sinai ada dan berada di semenanjung Sinai sampai sekarang ini. Menilik dari pengertian kata Ibrani AuBeriti (Berit. Perjanjian adalah sebuah kesepakatan yang dibuat antara dua orang atau lebih. Perjanjian Sinai adalah kesepakatan antara Allah dan Israel yang dituangkan dalam dokumen yang kita kenal sepuluh hukum Allah. Secara isi sepuluh hukum Allah adalah berbentuk dokumen perjanjian yang dibuat oleh para raja raja. Oleh sebab itu WS. Lasor dkk menuliskan bahwa AuSecara bentuk dan struktur sastra Perjanjian Sinai mirip dengan perjanjian internasional antara Maharaja dan raja raja kecil di timur tengah kuno, contoh terbanyak dan terlengkap dapat ditemukan dalam naskah-naskah orang Het dari BoghazkoyAy(Lasor. Hubbard, and Bush, ) melihat dari budaya perjanjian yang lumrah dilaksanakan di Timur tengah secara perjanjian Sinai secara bentuk lebih cenderung merupakan perjanjian antara Raja diatas segala raja (Alla. dengan Kerajaan Imam (Israe. Pandangan itu dikuatkan dari berbagai penyelidikan dan METODE PENELITIAN Pertama, penelitian riset biblika dimana dalam membahas penulis melakukan analisa teks dan analisa historis dalam kitab pentateukh yang berhubungan dengan perjanjian Sinai. Analisa analisa ini melibatkan tafsir JURNAL TABGHA Volume 3 No. 1 April 2022 kemiripan dengan naskah-naskah orang yang telah dijelaskan di atas. Dari bentuk dokumen perjanjian itu maka disimpulkan AuPerjanjian Allah dengan umatNya sengaja disusun dalam bentuk perjanjian antara Maharaja (Pihak Pertam. dengan orang orang yang taat kepadanya dan bersekutu dengan dia (Pihak Kedu. Ay(David L and Bimson 2. AuEmpat ketetapan yang pertama membatasi hubungan dari raja bawahan (Israe. dengan sang Penguasa (Yahwe. , sementara enam perintah terakhir mengatur hubungan manusia di kalangan kumunitas Negara taklukan (Israe. Ay(Hill and Walton 2. Walaupun secara bentuk dan isi perjanjian Sinai adalah seperti perjanjian antar dua Kerajaan namun Perjanjian Sinai bukan perjanjian yang dibuat berdasarkan kesepakatan antara orang yang sama posisi dan derajadnya melainkan lebih Allah menawarkan kesepakatan dengan bangsa Israel yang mau tidak mau berada di bawah kekuasaanNya. Israel disini belum dalam posisi belum menjadi sebuah kerajaan Imam. Nantinya setelah mereka menerima perjanjian itu maka mereka diangkat menjadi kerajaan imam oleh Alah yang menginisiasi perjanjian itu. Jelas terlihat kasih karunia Allah mendominasi perjanjian ini, karena kemurahan tersebut. Allah sebagai pihak yang berkuasa memberi kesepakatan kepada Israel yang dibawa kekuasaanNya namun memberikan isi perjanjian seakan akan mereka punya posisi di hadapan Allah. Perjanjian Sinai itu mengindikasikan secara kuat bahwa Allah terus turut campur tangan dalam mencari umatNya dan membawa umat itu ke dalam sebuah keadaan yang lebih baik. Menilik Isi dari perjanjian Sinai yang diketahui sebagai sepuluh ketetapan atau lebih dikenal sebagai sepuluh hukum. Perjanjian Sinai memiliki makna yang menghubungkan antara Allah dan Israel. Isi dari perjanjian dari hukum pertama sampai kepada hukum keempat secara langsung mengatur hubungan antara umat Israel dengan Allah. Hukum hukum dalam pasal ini menegaskan bahwa sebagai umat yang telah dipilih Allah Israel memilik kewajiban yang dipenuhi kepada Allah. Kewajiban itu sebagai bukti Israel mengakui dan menyembah Allah sebagai pencipta Selanjutnya hukum dari ketetapan P-ISSN 2722-6190 ke lima kepada ketetapan kesepuluh lebih memuat tentang hubungan antar umat Israel sendiri. Sebagai umat yang telah dikhusukan Allah maka Israel harus diatur tata perilaku antar sesama mereka. Sehingga ada perbedaan antara mereka yang telah mengenal Allah dengan penduduk sekitar yang masih belum mengenal Allah. Perjanjian Sinai : Pengakuan Kekuasaan Allah Allah Israel adalah Allah yang kekuasaannya tidak terbatas, bangsa Israel telah melihat kekuasaannya sanggup mengatasi kuasa dewa dewa mesir, kuasa pemerintahan Firaun bahkan sanggup mengatasi berbagai tantangan dalam perjalanan mereka menuju Gunung Sinai. Jadi perjanjian sinai dapat dikatakan kekuasaan Allah atas kehidupan mereka. Demonstrasi kuasa Allah di Mesir maupun dalam perjalanan menuju tanah kanaan pemikiran dari bangsa Israel mengenai ketidakterbatasan Allah yang mereka Selama di Mesir pengaruh budaya dan ilah ilah kerap dipertontonkan kepada mereka yang adalah budak di Mesir. Jadi dalam pemikiran bangsa Israel kuasa dewa dewa mesir sangat besar kuasanya sehingga mereka dapat diperbudak selama sekian ratus tahun lamanya. Untuk mengubah pemikiran tersebut maka Allah Musa kuasaNya di tanah Mesir. Berbagai tulah yang terjadi di Mesir merupakan tanda bahwa Allah berkuasa atas dewa-dewi Mesir, berkuasa atas raja Firaun di Mesir dan berkuasa atas seluruh rakyat Mesir, namun Allah juga ingin menegaskan bahwa Allah Israel bukanlah Allah yang sama dengan dewa-dewi bangsa Mesir. Melihat kilas balik ketika Musa dipanggil Allah. Alkitab menuliskan bawa ketika Musa menanyakan siapa pribadi yang memanggil dan mengutus dia menjadi tokoh yang memimpin bangsa Israel maka jawab Allah kepadanya AuAKU ADALAH AKUAy. Kata ini berisi penegasan bahwa tidak ada Allah lain yang lebih berkuasa selain dari pada Allah Israel sendiri. Sehingga dari pengalaman itu Musa ingin mereka juga merasakan lawatan kuasa Allah di Gunung Sinai. Keputusan Musa JURNAL TABGHA Volume 3 No. 1 April 2022 membawa bangsa itu ke tempat dimana ia juga melihat dan mengakui kekuasaan Allah Israel adalah keputusan tepat. Akhir dari perjanjian itu menjadi puncak pengalaman spiritual bangsa itu dalam mengakui kekuasaan Allah sehingga dapat terlihat bagaiman bangsa itu menjadi takut berhadap-hadapan dengan Allah kerena besarnya kekuasaan yang mereka telah Sekarang membedakan bahwa Allah yang mereka sembah adalah Allah yang berkuasa dalam hal apapun, pengakuan ini memang adalah hal utama yang penulis lihat ingin ditanamkan Musa, alasannya karena selama di dalam Mesir bangsa Israel telah terpengaruh dengan ilah-ilah bangsa Mesir, bahkan kejadian mereka mendirikan anak lembu emas disebabkan karena mereka belum mampu terlepas dari pengaruh ilah ilah tersebut. P-ISSN 2722-6190 dengan Israel miliknya, bagaimana mereka harus bersikap ketika sudah menjadi milik Allah. Perjanjian karena Israel telah menjadi milik Allah dalam perjalanan Israel menjadi sebuah bangsa dapat dilihat dari bagaimana Allah menjadi Allah yang cemburu ketika Israel serong hatinya untuk sujud dan menyembah kepada ilah ilah dewa lain. Dalam perjalanan sejarah bangsa itu sering sekali mereka terkena meninggalkan Allah sebagai yang punya hak atas kehidupan mereka. Tetapi juga ketika mereka kembali kepada isi perjanjian itu menjadi umat Allah yang taat kepadaNya maka berkat yang dijanjikan Allah kembali berlaku atas mereka. Puncak dari pada ketidaktaatan Israel sebagai umat Allah ketika Kerajaan Israel di bagian Utara dibuang ke Asyur dan Kerjaan Yehuda di bagian selatan di buang ke tanah Perjanjian Sinai mengesahkan bahwa Israel akan dipisahkan dan dikhususkan menjadi milik pribadi Allah dalam mencapai tujuanNya. Sebenarnya sebelum Perjanjian Sinai Israel adalah kepunyaan Allah tetapi Allah ingin Israel dapat memahami bahwa diri mereka telah Allah melaksanakan rencanaNya. Gunung sinai adalah tempat legalitas Israel mengetahui mereka bukan lagi milik dewa dewa lain melainkan sudah menjadi milik Allah dalam perjanjian itu telah Israel ikrarkan bahwa mereka akan menyembah Allah seumur hidup mereka. AuDemikianlah Allah mengurus umatNya dan membawa mereka ke gunung Sinai untuk mengadakan perjanjian di sana. Jika orang Israel memelihara undang-undang Allah, maka Tuhan akan membuat mereka menjadi milikNya dan umatNya. Mereka akan menjadi suatu kerajaan imam dan suatu bangsa yang suci, yang akan diasingkan Tuhan dari segala bangsa di dunia, oleh karena ia mau menjadi Allah bagi mereka dan mau tinggal di tengah tengah Ay(Baker 2. Perjanjian Sinai: Kesepakatan Menjadi Milik Allah Israel Ada penawaran yang diberikan Allah kepada umatNya yaitu menjadi milik Namun Penawaran yang persyaratan untuk mendapatkannya yaitu bangsa itu sungguhsungguh mendengarkan Firman Allah dan berpegang pada perjanjian Allah (Kel 19 . Menyelidiki dari kata Bahasa Ibrani Istilah AuMilik kesayangan berarti milik pribadi seorang raja. Ay(Bergant and Karris 2. Artinya sebuah harta yang dimiliki oleh seorang raja yang tidak dapat digangu dan dimiliki oleh orang lain. Israel sebagai milik kesayangan adalah penawaran yang diberikan Allah adalah sesungguhnya menjadikan Israel menjadi milik yang khusus yang tidak boleh dimiliki oleh orang lain, sesuatu milik yang pribadi yang dijaga dan tidak diberikan kepada orang lain. Jika diberikan analogi maka penulis lebih merujuk milik ini seperti istri bagi seorang suami yang tidak diberikan kepada orang Allah ingin menjadikan Israel menjadi bagian dari diriNya yang tidak terpisahkan. Dari arti milik tersebut maka sangat beralasan Allah tidak ingin ada Israel menjadi milik ilah lain ataupun Israel membangun hubungan dengan allah-allah lain, diterangkan bahwa isi perjanjian itu mulai dari hukum pertama sampai hukum keempat memuat tentang hubungan Allah Perjanjian Sinai : Kesepakatan menjadi Kerajaan Imam Pelayanan Imam dalam Perjanjian Lama adalah sebagai perantara antara manusia dengan Allah. Imam yang menjadi JURNAL TABGHA Volume 3 No. 1 April 2022 media yang memimpin tata ibadah bangsa Israel, pentingnya pelayanan ini membuat jabatan imam bukan diemban oleh sembarang orang tetapi ada kualifikasi khusus yang ditetapkan oleh Allah. Kitab kualifikasi dan pekerjaan seorang imam Israel. Salah satu poin penting dalam perjanjian Sinai adalah menjadikan bangsa Israel menjadi kerajaan Imam. Pemilihan Israel untuk menjadi kerajaan imam adalah rencana Allah untuk memisahkan dan menghususkan mereka dalam melakukan pekerjaanNya. Maksud dari pemilihan itu adalah supaya menjadikan AuIsrael akan menjadi umat Allah sendiri, dipisahkan dari bangsa-bangsa lain untuk melayaniNya, sama seperti imam-imam dipisahkan dari kehidupayan masyarakat umum dan ditandai dengan kekudusan hidup yang sepadan dengan kekudusan AllahAy(Lasor. Hubbard, and Bush, n. Syarat menjadi imam adalah harus siap dipisahkan dari bangsa bangsa lain, perbedaan ini menjadi bangsa Israel harus menerima ketika Allah menuntut untuk menjadi bangsa yang siap berbeda dari bangsa bangsa Mesir dan bangsa kanaan. Pemanggilan Israel menjadi imam adalah rencana Allah dari semula kepada semua bangsa di bumi. AuDikatakan bahwa bangsa Israel akan menjadi kerajaan Imam, berarti semua orang Israel akan menjadi perantara. Perantara Tuhan dengan siapa? Jawabannya adalah suku bangsa yang lain. Ay(Ambarita 2. Jadi rencana Allah kepada umat manusia pada hakekatnya telah dimulai dari pemiliharaan bangsa Israel menjadi kerajaan imam yang akan mengimami suku bangsa lain kepada Allah Israel. P-ISSN 2722-6190 diinginkan Allah kehidupan Israel adalah terpisah dan tidak bercampur dari kehidupan dosa bangsa bangsa yang ada pada saat itu. Allah selalu mewanti wanti bangsa Israel tidak hidup dalam dosa dosa bangsa bangsa di sekitar mereka terlebih bangsa kanaan. Alasannya gaya hidup bangsa itu jauh dari kehendak Tuhan. Dipilihnya Israel sebagai bangsa yang kudus menjadikan Israel sebagai model masyarakat yang dinginkan oleh Allah. Tidak ada jalan lain yang dapat dilakukan bangsa Israel ketika menerima perjanjian Allah adalah taat atas semua persyaratan yang ditetapkan. Menjadi kudus bukan sebuah pilihan melainkan kewajiban mutlak. Oleh sebab itu ketika cara dan perilaku bangsa Israel tidak mencitrakan sebagai sebuah bangsa yang kudus maka Allah meninggalkan mereka. Dapat dilihat praktik hidup kudus mulai diterapkan Allah kepada bangsa Israel setelah perjanjian Sinai sehingga ketika bangsa itu berlaku hidup kudus maka Allah menyertai dan tinggal di tengah tengah Andrew E. Hill & John H. Walton menuliskan bahwa Ausalah satu akibat dari persetujuan kovenan antara Yahweh dan Israel adalah kehadiran Allah yang menyertai umat ibrani dalam perjalanan mereka dari Mesir ke dataran Moab melalui Gunung Sinai, kendatipun kehadiran Allah yang misterius ini dimanifestasikan dalam bentuk awan dan tiang api tujuan hakiki adalahAy Tuhan diam di tengah tengah UmatNyaAy(Hill and Walton 2. tanpa penerapan hidup kudus maka Allah tidak dapat hadir di tengah tengah bangsa itu karena Allah yang kudus tidak dapat bercampur dan berbaur dengan perkara perkara yang tidak kudus. Perjanjian Sinai : Kesepakatan menjadi Bangsa yang Kudus Kata Bahasa Ibrani Auqadowos (Dibaca Ka Doos. Ay adalah merujuk kepada kata Kudus tetapi juga dapat diterjemahkan sebagai kata Suci. Salah satu sifat dasar Allah adalah Mahakudus, sifat ini tidak dapat bercampur dan tidak dapat bertemu dengan dosa, kemahakudusan Allah adalah sifat mutlak berhubungan dengannya harus kudus, oleh sebab itu Allah berfirman kuduslah kamu sebab Aku Kudus. Kekudusan yang yang Israel dan Gereja Menentukan persamaan Israel dan gereja adalah salah satu cara mencocokan maksud Allah terhadap kedua istilah Israel dalam hal ini bukan dilihat sebagai sebuah negara tetapi dilihat sebagai umat atau Jemaah yang dipimpin langsung oleh Allah, begitu juga dengan gereja bukan dilihat sebagai tempat peribadatan umat Kristen tetapi lebih dilihat sebagai sebuah persekutuan yang dipimpin oleh Allah. Jika ditelusuri sesuai nama maka Israel adalah nama baru yang diberikan JURNAL TABGHA Volume 3 No. 1 April 2022 kepada Yakub (Kej 32:. yang selanjutnya merujuk kepada ke dua belas suku yang Setelah berkembang secara populasi di tanah Mesir. Israel kemudian menjadi suku pengembaraan menuju tanah Kanaan hingga menjadi sebuah kerajaan ketika telah memasuki tanah Kanaan. Sedangkan gereja adalah persekutuan jemaat yang dibangun oleh para rasul rasul yang merujuk kepada orang orang yang telah percaya kepada Yesus. Gereja adalah umat Allah yang percaya Yesus adalah Tuhan. meskipun demikian secara teologi pada umumnya relasi antara Israel dengan gereja dikembangkan menjadi tiga bagian yaitu: Replacement Theologi (Teologi Pengant. Separation Theologi (Teologi Pemisa. Remnant Theologi (Teologi Sis. P-ISSN 2722-6190 Gereja. Maka Remnant Theology (Teologi Sis. berupaya untuk berada menengahi posisi tersebut dengan meyakini bahwa Gereja adalah bagian dari bangsa Israel yang setia dan menerima Yesus Kristus Mesias Pandangan ini memisahkan Israel sebagai negara terhadap gereja tetapi menerima Israel secara gambaran rohani terhadap kedudukan gereja. Mempertemukan Perjanjian Sinai dan Masyarakat gereja Secara umum Teologi Kristen yang dianut oleh sebagian besar pemikir gereja mengemukakan bahwa gereja adalah perpajangan tangan Allah menggantikan bangsa Israel menjadi berkat bagi semua suku bangsa. Gereja dipandang sebagai Israel rohani yang diatasnya Allah memberi kuasa untuk memberitakan kabar sukacita kepada semua orang. Atas dasar itu maka perjanjian Sinai yang diberikan kepada bangsa Israel juga mempunyai hubungan dengan gereja pada masa sekarang ini. AuSekarang kita akan melihat isi dan esensi gereja sebagai keberlangsungan Israel, yaitu sebagai umat Allah yang dipilih, dipanggil, dan hidup Kudus, keberlanjutan ini bukan hal yang sederhana. Di satu pihak, hal ini mempresuposisikan gereja yang berasal dan lahir dari Israel, di lain pihak hal ini menunjukkan gereja Israel Allah. Ay(Stefanus 2. meskipun gereja lahir dan berkembang dari bangsa Israel tetapi secara tugas gereja mengantikan Israel dalam menjalankan Amanat Agung Allah. Melalui gereja Allah ingin membawa kerajaanNya. Gereja bukan lagi bukan hanya sebuah lembaga melainkan media Allah dalam menjangkau banyak jiwa jiwa yang terhilang. Oleh sebab itu persekutuan gereja yang tidak mengabarkan berita penyelamatan Allah kepada orang lain adalah persekutuan gereja yang stagnan yang masih hidup di dalam bayang bayang bangsa Israel. Persekutuan Gereja yang mempunyai spirit seperti bangsa Israel dan tinggal menunggu waktu Tuhan wadah ini akan ditinggalkan Allah. Jauh perjanjian Sinai, gereja telah berkembang Replacement Theologi (Teologi Pengant. Replacement Theologi Adalah pandangan pengembangan teologi yang meyakini bahwa Israel dan gereja adalah Hubungan kesamaan ini dimulai ketika Israel menolak Yesus sebagai Mesias maka hak sebagai Milik Allah, kerajaan Imam dan bangsa Kudus dialihkan menjadi milik gereja. Bagian itu didapatkan gereja karena Kristus adalah kepada gereja. Separation Theologi (Teologi Pemisa. Adalah teologi yang menolak Israel dan gereja adalah kelompok yang sama, pandangan ini menyatakan Israel dan gereja berbeda dan tidak ada hubungan. Israel dalam perjanjian lama hanya sebagai sarana perwakilan umat manusia yang telah ditebus oleh Allah. Israel sama dengan suku bangsa lainnya. Pandangan ini juga menolak keistimewaan Israel sebagai umat pilihan Allah karena di bawa gereja Allah telah memilih umatNya. Remnant Theologi (Teologi Sis. Jika Replacement Theology (Teologi Penggant. Gereja menggantikan Israel dan Israel ditinggalkan tanpa penebusan tanpa masa depan. Dalam Separation Theology (Teologi Pemisa. , ada perbedaan antara Israel dan JURNAL TABGHA Volume 3 No. 1 April 2022 P-ISSN 2722-6190 dalam pelayanan gereja adalah Aumencuri dombaAy artinya memindahkan jemaat dari satu ke gereja yang lain. Ungkapan ini lebih sering dilontarkan oleh pengelola gereja yang ditinggalkan oleh jemaat. Jika mengetahui lebih kepada gereja yang Am dan Esa sebutan ini sebenarnya tidak tepat karena semua gereja yang didalamnya Kristus Yesus disembah sebagai Tuhan dan juruselamat adalah gereja yang diakui oleh Allah, jemaat adalah milik Allah, domba domba kepunyaan Allah dan bukan milik dedominasi sebuah gereja. Para pemimpin gereja tidak berhak untuk mengatakan jemaat adalah miliknya, jemaatnya karena semua orang orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan menuju terang Tuhan adalah milik Allah. Berkaca dari perjanjian Sinai dapat dilihat bahwa gereja sebagai komunitas orang orang yang telah percaya kepada Allah seharusnya juga meyakini bahwa persekutuan itu adalah milik Allah. Daniel Arichea dalam tulisannya mengomentari 1 Petrus 2:9 menjelaskan bahwa Aujemaat Kristen menjadi milik Alah bukan sendiri sendiri atau perorangan, tetapi sebagai sebuah persekutuanAy(Arichea and Nida 2. Jadi sangat tidak tepat sebuah gereja baik itu jemaat maupun sebagai persekutuan dianggap sebagai milik pribadi Ketidakmampuan persekutuan sebagai milik Allah akan membawa pengelola gereja menjadikan gereja sebagai sebuah prestasi investasi bukan lagi melihat gereja sebagai persekutuan yang harus mengerjakan kehendak Allah dalam dunia ini. Komunitas gereja harus menyadari bahwa mereka sudah dibebaskan dari belengu dosa dan sekarang ini mereka berada di bawah kehendak Allah dan bukan di bawah kehendak manusia. Panggilan Allah kepada gereja sama seperti perjanjian Sinai kepada umat Israel yaitu gereja menjadi milik khusus Allah dalam kehendak Allah dala dunia. dan bertransformasi dalam berbagai budaya dan komunitas. Meskipun adanya perbedaan tempat dan waktu antara perjanjian Sinai dan gereja berada namun penulis meyakini ada kaitan benang merah masyarakat gereja ketika menghubungkan antara perjanjian Sinai dan gereja. Gereja yang telah berkembang pada saat ini memerlukan semangat dari perjanjian Sinai dalam menjadi terang bagi dunia. Israel telah menerima hasil keberhasilan maupun kegagalan dalam menerapkan perjanjian Sinai dan gereja juga diharapkan mengulangi keberhasilan tersebut dan belajar atas kegagalan bangsa Israel dalam menerapkan perjanjian Sinai. Gereja dapat dipahami sebagai sebuah persekutuan antara Allah dan umatnya yang ditampilkan dalam berbagai ibadah dan juga dapat dipahami sebagai tempat yang khusus melakukan peribadatan yang diberi nama Gereja dapat berupa persekutuan maupun dapat berupa tempat persektuan. Gereja harus dapat menempatkan dirinya sebagai Alat Tuhan dalam melaksanakan ditempatkan di bahwa apapun karena AuEsensi Gereja sebagai umat Allah adalah kebangsan, dan tata upacara, tetapi keterbagian dalam Kristus, iman dan anugerah Roh Kudus. Ay(Stefanus 2. Masyarakat Gereja sebagai Komunitas Milik Allah Gereja adalah bersifat universal artinya umum dan menyeluruh. Meskipun dalam perkembanganya gereja telah bertumbuh dan berkembang menjadi berbagai dedominasi namun Allah bukan melihat dedominasi itu melainkan melihat Perbedaan denominasi disebabkan oleh perbedaan penafsiran dogma maupun kadangkala akibat ketidakpuasan dalam pengelolaan sebuah gereja. Akibat yang ditimbulkan adalah jemaat menjadi diklasifikasikan berdasarkan dedominasi bukan lagi didasarkan pada panggilannya sebagai orang yang telah percaya kepada kristus dan melayani kristus. Jemaat telah diajar bahwa hanya dedominasinya yang lebih benar, lebih tepat dan lebih melakukan kebenaran Firman Tuhan. Salah satu ungkapan terkenal Masyarakat Gereja sebagai komunitas Imam Allah Arti gereja adalah orang-orang yang telah dipaggil keluar dari kegelapan menuju terang Tuhan, dan tugas orang-orang yang dipanggil Allah ini adalah menjadi sarana JURNAL TABGHA Volume 3 No. 1 April 2022 dalam membawa orang yang masih dalam kegelapan kepada terang Tuhan. Allah menghendaki semua masyarakat gereja tujuan akhirnya adalah melayani Allah, pelayanan disini bukan saja pelayaan di dalam gereja tetapi tetapi pelayanan di luar namun kenyataan yang kita lihat sekarang ini adalah jemaat gereja lebih mementingkan pelayan di dalam gereja saja, pelayanan altar menjadi pelayanan disukai banyak orang tetapi pelayanan yang berhubungan dengan membawa jiwa Allah meminatinya, keadan ini membuat gereja tidak bertumbuh di luar dan mengalami stagnasi dalam pertumbuhann jemaat. Gereja adalah tempat melatih orang orang yang baru percaya untuk menjadi duta duta melaksanakan kehendak Allah, oleh sebab itu dibutuhkan pengajaran untuk sampai kepada tahap yang disebut Gereja memperlengkapi jemaat menjadi seorang imam dalam melayani sesamanya akan mejadi gereja yang bertumbuh secara kualitas dan kuantitas. Pergerakan jemaat mula mula juga dimulai ketika orang orang Yerusalem melayani orang orang yang belum percaya kepada Tuhan sesuai dengan profesi dan pekerjaan yang Tuhan percayakan. Seperti bagaimana Akwila dan Priskila melayani orang orang belum percaya ketika mereka bersingungan ketika mereka mempunyai usaha pembuatan tenda, sehingga rasul Paulus juga melihat hal ini sebagai sebuah kesempatan bersinggungan dengan orang Gereja menyadarkan jemaat bahwa dari pekerjaan yang Tuhan percayakan meraka akan melayani jiwa jiwa yang haus akan Tuhan. P-ISSN 2722-6190 kudus Allah. Di dalam gereja seseorang akan diajar bagaiman sifat sifat Allah termasuk kekudusan dan sesorang yang mau bertemu Allah harus menyembah dia di dalam kekudusan. Sebab Allah berkata kuduslah kamu sebab aku kudus. Gereja mendapat posisi kudus karena pengorbanan kristus di kayu salib, tanpa kematian Kristus di kayu salib mustahil gereja kudus. Lalu apakah semua orang yang sudah berjemaat sudah otomatis menjadi orang kudus. Kudus yang dimaksud adalah kekudusan dalam pandangan Allah bukan kudus dari penilaian orang lain. Kekudusan yang dimaksud sebagai jemaat gereja adalah telah memisahkan diri dari perilaku dosa. Jemaat gereja adalah milik Allah yang kudus oleh sebab itu jemaat adalah kepunyaan Allah haruslah kudus. SIMPULAN Dari pembahasan di atas maka dapat dilihat bahwa hubungan perjanjian Sinai dengan gereja saat ini sangatlah Gereja membawa mandat Allah membawa banyak orang tidak percaya kepada Allah, ketika mereka memasuki gereja maka jemaat dibawa ke dalam sebuah perjanjian dimana jemaat akan menjadi milik dari pada Allah, jemaat akan menjadi bagian dari kerajaan Imam yang menjadi perantara antara manusia dengan Allah, jemaat akan mendapat posisi kudus secara posisi dihadapan Allah sehingga layak untuk membangun persekutuan dengan Allah. Hasil dari perjanjian itu akan dapat dinikmati oleh jemaat. Meluruskan pemahaman tentang keterkaitan perjanjian Sinai dengan gereja akan membawa gereja kepada sebuah pemahaman bawa gereja bukan hanya membawa jemaat untuk datang beribadah tetapi harus sampai kepada pengenalan akan Allah yang membuat perjanjian. Pemahaman jemaat akan Allah dapat dibangun melalui pengajaran pengajaran yang telah diprogramkan oleh gereja. Tujuan akhir dari berbagai pengajaran itu adalah mendewasakan jemaat. Masyarakat Gereja sebagai komunitas orang Kudus Sama seperti bangsa Israel gereja juga telah dipisahkan dari komunitas komunitas lainnya. Gereja menjadi simbol dari kekudusan Allah. Hal ini karena gereja dimaksudkan untuk menjadi media perantara yang membawa orang orang yang berdosa untuk bertemu dengan Allah yang maha kudus. Tidak berlebihan jika orang orang menuntut orang orang gereja untuk menampilkan sifat sifat kekudusan karena Allah jemaat ke dalam kehidupan JURNAL TABGHA Volume 3 No. 1 April 2022 P-ISSN 2722-6190 Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. Baker. Sejarah Kerajaan Allah. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Bergant. Dianne, and Robert J Karris. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Yogyakarta: Kanisius. David. Hinson. Sejarah Israel Pada Zaman Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia. David L. Baker, and John J. Bimson. Mari Mengenal Arkelogi Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hill. Andrew E. , and John H. Walton. Survey Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas. Lasor. WS. Hubbard, and F. W Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Stefanus. Marbun. Umat Allah Sebagai Imamat Rajani. Ponorogo: Uwais Inporasi Indonesia. DAFTAR PUSTAKA