BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA TK B DI TKIT HARITH FOUNDATION KOTA PALOPO Darmawati Universitas Cokroaminoto Palopo, darmaharith30@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan Siswa TK B di TKIT Harith Foundation Palopo. Penelitian ini dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif, yaitu data-data yang diperoleh diinterpretasikan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Data temuan kemampuan membaca permulaan pada siswa kemudian dideskripsikan sesuai dengan tujuan penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa secara umum kemampuan membaca permulaan pada siswa kelompok B di TKIT Harith Foundation Kota Palopo dikategorikan mampu dalam membaca permulaan, yang tampak dari kemampuan mengenal huruf dan mampu membaca beberapa kata. Hal ini didukung oleh penggunaan media yang interaktif dan kesiapan peserta didik dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Kata Kunci: Membaca, membaca permulaan, pengenalan huruf How to Cite: Darmawati. KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA TK B DI TKIT HARITH FOUNDATION KOTA PALOPO. Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7. , 602Ae608. https://doi. org/10. 31943/bi. DOI: https://doi. org/10. 31943/bi. PENDAHULUAN Keterampilan berbahasa pada anak usia dini berkembang sangat cepat. Dalam fase kehidupan anak usia dini yaitu rentang usia 0-6 tahun, bahasa digunakan dengan cara yang semakin baik seiring dari hari ke memahami aturan bahasa dengan lebih baik, sebagian karena kosakatanya bertambah banyak, dan sebagian karena keterampilan Anak menggunakan bahasa bukan hanya untuk mengkomunikasikan kebutuhannya sendiri. Hal ini sebagian terjadi karena anak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tetapi juga untuk mendengarkan perasaan yang lain (Brewer dalam Suyanto, 2015: dan pandangan orang lain. Perkembangan bahasa pada anak Salah satu kegiatan yang dapat tentunya diawali dari proses pemerolehan dilakukan dalam meningkatkan kemampuan Pemerolehan bahasa pertama pada berbahasa pada anak ialah melalui kegiatan anak dapat berkembang sejalan dengan dukungan dari lingkungan sekitar. Untuk menambah kosa kata pada anak sehingga itu, peran orangtua, guru, dan masyarakat sangat membantu dalam perkembangan berkomunikasi dengan baik. Sebagaiman bahasa anak. Hal yang dapat dilakukan ialah pendapat yang dikemukakan Hakim . memberikan masukan bahasa yang bersifat mengemukakan bahwa kegiatan membaca baik kepada anak, sehingga mereka dapat tidak ada batasan usia. Artinya selama seseorang mampu untuk membaca, maka ia kemampuan berbahasa dengan cara yang akan dapat melakukan di mana saja dan baik (Safitri dan Hakim, 2. Perkembangan Hal membantu seseorang dalam berkomunikasi. Pendapat lain dikemukakan Christianti diramalkan secara umum sekalipun banyak . bahwa membaca tidak hanya sebagai variasinya di antara anak yang satu dengan yang lain, dengan tujuan mengembangkan kemampuan anak untuk berkomunikasi. Kebanyakan anak memulai perkembangan mendapatkan informasi dari orang lain. Kegiatan Membaca dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari bermacam-macam stimulasi. Setelah itu pengenalan huruf hingga berlatih mengeja. anak mulai memeram . , yaitu Pertiwi melafalkan bunyi yang tidak ada artinya kemampuan membaca permulaan pada anak secara berulang, seperti suara burung yang TK dapat dilihat dari pengetahuan huruf sedang bernyanyi. Setelah itu anak mulai yang dimiliki. Jika seorang anak mampu belajar kalimat dengan satu kata, seperti mengenal huruf vokal dan konsonan dengan AumaemAy lancar, mereka akan lebih mudah ke tahap Selanjutnya anak pada umumnya akan . belajar nama-nama benda sebelum kata-kata Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kegiatan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. penelitian ini ialah melakukan pengamatan terhadap kegiatan membaca permulaan pada siswa TKIT Harith Foundation Kota Palopo. Selain itu, untuk mendapatkan informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia agar lebih akurat, peneliti juga melakukan membedakan huruf yang bentuknya hampir wawancara langsung terhadap guru dan sama, kesulitan membaca gabungan dari orangtua anak mengenai proses membaca huruf konsonan, dan kesulitan membaca permulaan yang dilakukan. satu huruf konsonan dan satu huruf vokal. Penelitian yang berkaitan dengan Hal ini juga tidak jauh berbeda dari hasil analisis kesulitan membaca yang dilakukan dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, oleh Nurani. Nugraha, dan Mahendra . seperti yang dilakukan oleh Hapsari . bahwa kesulitan yang paling mendasar ialah tentang penerapan membaca permulaan tingkat kemampuan membaca suku kata untuk meningkatkan kemampuan membaca yang masih rendah, khususnya suku kata Hasil penelitian mengemukakan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih. bahwa terjadi peningkatan membaca dari Hasil siklus 1 ke siklus 2, yang ditandai dengan membaca Permulaan terhadap Siswa TK B berdasarkan simbol. Penelitian ini juga di TKIT Harith Foundation Kota Palopo. sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi barometer tingkat keberhasilan Herlina pembelajaran membaca serta proses belajar yang efektif yang dapat diterapkan pada mengedepankan teknologi dalam kegiatan taman kanak-kanak. Berdasarkan uraian pembelajaran, khususnya yang berkaitan tersebut bahwa keterampilan membaca dengan membaca. Guru harus membantu merupakan sebuah proses yang tidak didapat secara serta merta. Selain pemahaman memberikan berbagai aktivitas yang dapat membuat peserta didik lebih tertarik. melakukan latihan. Latihan dilakukan untuk Beberapa mengungkapkan tentang kesulitan yang Oleh sebab itu, sering dialami oleh peserta didik dalam peneliti mengambil judul penelitian yaitu membaca permulaan, seperti penelitian yang AuKemampuan dilakukan oleh Aprilia. Fathurohman, dan terhadap Siswa TK B di TKIT Harith Purbasari . bahwa beberapa hal yang Foundation Kota PalopoAy atau teori, siswa juga harus Membaca Permulaan membaca permulaan di antaranya: kesulitan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. hal-hal yang pokok, memfokuskan pada halMETODE PENELITIAN Metode hal yang penting, dicari tema, dan polanya. yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif ialah suatu bentuk memberikan gambaran terhadap objek yang Penelitian ini dilaksanakan di TKIT Harith Foundation Kota Palopo pada kelompok TK B. Selanjutnya, penyajian data dilakukan hubungan antar kategori dan sejenisnya. Penyajian data dalam penelitian ini peneliti paparkan dengan teks yang bersifat naratif informasi yang tersusun sehingga mudah Tahap terakhir ialah penarikan Teknik kesimpulan untuk memparkan hasil temuan. Observasi HASIL PEMBAHASAN Kemampuan Membaca Permulaan pada langsung peserta didik dalam kegiatan membaca permulaan. Selain pengamatan Siswa Membaca terhadap siswa, penulis juga melakukan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik di TK B Harith Foundation. memanfaatkan media dan respons peserta Hasil observasi penulis menunjukkan bahwa didik dalam kegiatan pembelajaran. Segala rata-rata siswa sudah mampu mengenal aktivitas siswa yang dilakukan di kelas huruf A-Z. Terdapat 5 siswa yang sudah mampu membaca 1 Ae 2 kata, seperti kegiatan membaca permulaan. Adapun membaca nama sendiri maupun nama untuk memperkuat data penelitian, penulis Terdapat 3 peserta didik juga juga melakukan wawancara terhadap guru terlihat sudah mampu membaca 3 Ae 5 kata, dan orangtua siswa berkaitan dengan seperti membaca nama sendiri, orangtua, pemahaman siswa dalam mengenal huruf bahkan mampu membaca salah satu kata dan kata, serta media yang paling sering benda, seperti kata bola. Bahkan dari hasil digunakan dalam kegiatan pembelajaran. pengamatan terdapat satu peserta didik yang Selanjutnya, data dianalisis dengan mampu membaca dan menuliskan namanya. beberapa tahapan, mulai dari reduksi data. Informasi yang diperoleh oleh penulis penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mereduksi data ialah merangkum, memilih orangtua dari peserta didik mengungkapkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bahwa anak mereka ketika berada di rumah pemahaman kepada peserta didik dalam memang sangak mengenal huruf sampai pada pengenalan membaca dengan menghabiskan waktu Hasil wawancara terhadap guru sekitar satu jam setiap hari untuk belajar. mengungkapkan bahwa dalam memberikan Kemampuan membaca pada anak pengenalan huruf kepada peserta didik, guru tidak terlepas dari peran guru dan orangtua. menggunakan media kartu huruf berwarna Jika anak berada di rumah, tentunya A Ae Z. Para siswa dapat berlatih menyebut orangtua sangat berperan penting dalam huruf dan mengurutkan huruf sesuai dengan membimbing anak dalam belajar. Nurlaeni nama mereka. Hasil penelitian ini sejalan dan Juniarti . mengemukakan bahwa dengan penelitian Sumantri & Sudana bimbingan orangtua terhadap anak dalam . berjudul penerapan media gambar belajar sangat penting agar anak memiliki dan kartu huruf kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih keterampilan membaca permulaan. Temuan dan pemberi motivasi untuk ini mengungkapkan bahwa penggunaan membangun semangat belajar, khususnya media kartu huruf dapat membantu peserta pembelajaran membaca. Hal ini sejalan didik dalam mengenal huruf, yang terlihat adanya peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Fikriyah. Rohaeti, dan Solihati . Hal ini juga tidak terlepas dari motivasi yang bahwa orangtua juga dapat berperan sebagai diberikan oleh guru dalam menerapkan langkah-langkah menggunakan media kartu huruf. untuk meningkatkan membaca permulaan, seperti pengenalan Pengenalan huruf dan kata juga huruf, melatih mengeja, dan berbagai cara menggunakan video dari youtube untuk lebih menarik perhatian siswa agar diiringi pembelajaran anak. Kegiatan oleh music. Selain itu, terkadang juga guru Pembelajaran Membaca menggunan media interaktif yang berisi games untuk menarik perhatian siswa. Permulaan Pembelajaran membaca pemahaman Dengan beragam media yang diterapkan dilakukan dengan beberapa tahapan pada siswa mulai dari pengenalan huruf sampai Kegiatan membuat peserta didik agar tidak cepat pembelajaran ini memanfaatkan media jenuh dalam mengikuti kegiatan. Media juga Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. dapat membantu peserta didik agar cepat fisiologis, secara keseluruhan semua peserta memahami setiap huruf maupun kata. Hasil penelitian ini juga didukung Hal ini juga didukung oleh oleh penelitian Marlini dan Rismawati sarana dan perasarana dalam kegiatan . Penggunaan Praktikalitas pembelajaran, seperti kelengkapan media Media Pembelajaran yang bersifat tradisional sampai pada Membaca Permulaan Berbasis Macromedia Flash. Temuan Macromedia Flash dapat membantu peserta didik dalam membaca permulaan. Hal Hasil wawancara ini juga didukung oleh tersebut dapat dilihat peserta didik yang pengamatan langsung penulis terhadap awalnya hanya sebatas mengenal huruf, aktivitas peserta didik dalam mengikuti dengan penggunaan macromedia peserta kegiatan membaca permulaan di kelas. dapat membaca kata dengan tepat Siswa terlihat antusias ketika guru mencoba dengan memanfaatkan bantuan suara dari memberikan tugas untuk disebutkan huruf media pembelajaran. maupun membaca satu kata. Hamper Faktor Mempengaruhi untuk ke depan kelas mengerjakan tugas Kemampuan Membaca Permulaan Berbagai kesluruhan siswa mengacukngkan tangan yang diberikan oleh guru. mempengaruhi kemampuan peserta didik di TKIT Harith Foundation dalam kegiatan SIMPULAN membaca permulaan. Faktor tersebut dapat Berdasarkan hasil penelitian yang dilihat dari tingkat kecerdasan anak, kondisi telah dilakukan pada anak kelompok TK. psikologis dan fisiologis, serta sarana di TKIT Harith Foundation Kota Palopo pendukung dalam kegiatan pembelajaran. tentang analisis kemampuan membaca Hasil wawancara terhadap guru kelas mengungkapkan bahwa sebagian besar tingkat kecerdasan anak dalam kegiatan permulan berada pada kategori mampu pembelajaran tergologong baik. Hal tersebut dalam mengenal huruf dan beberapa kata dapat dilihat dari tingkat kecepatan anak dalam mengenal huruf maupun beberapa membaca permulan ialah memanfaatkan kata yang bersifat umum. Untuk dari kondisi berbagai media, baik berupa media kartu Selain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kata sampai pada media audiovisual. Adapun faktor pendukung dalam kegiatan membaca permulaan ialah faktor psikologis, fisiologis, dan ketersediaan sarana pendung berupa media pembelajaran interaktif untuk memotivasi siswa dalam belajar. DAFTAR PUSTAKA