Zahra Savitri1. Endang M Kurnianti2. Uswatun Hasanah3 Kompetensi Universitas Balikpapan ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN TERPADU TIPE WEBBED TERHADAP MINAT LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR Zahra Savitri1. Endang M Kurnianti2. Uswatun Hasanah3 Universitas Negeri Jakarta123 pos-el: savitrizahra8@gmail. com , emkurnianti@unj. id2, uswatunhasanah@unj. ABSTRAK Rendahnya literasi di Indonesia termasuk salah satu dari beberapa faktor yang menjadikan mutu pendidikan di Indonesia belum meningkat. Serta penggunaan model pembelajaran yang belum tempat juga menjadi pengaruh dalam mutu pendidikan. Sehingga untuk mengoptimalkan mutu pendidikan di Indonesia, salah satu solusi yang bisa diadakan dengan mengaplikasikan model pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan studi kepustakaan tentang analisis penerapan pembelajaran terpadu tipe webbed terhadap minat literasi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menggunakan 10 sumber artikel dari 10 tahun terakhir yang relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh dari sumber artikel yang digunakan, bahwa pembelajaran terpadu tipe webbed mampu memaksimalkan minat literasi pada siswa sekolah dasar sehingga model pembelajaran dapat dijadikan salah satu pilihan untuk mengatasi rendahnya minat literasi. Pembelajaran terpadu tipe webbed memiliki prinsip yang menyenangkan sehingga siswa tertarik dan tidak merasa terbebankan. Untuk melaksanakan pembelajaran terpadu tipe webbed ini perlu dukungan dan partisipasi aktif dari guru maupun orang tua. Kata kunci : Pembelajaran Terpadu. Tipe Webbed. Minat Literasi. Sekolah Dasar. ABSTRACT Low literacy in Indonesia is one of several factors that has made the quality of education in Indonesia not improved. As well as the use of learning models that are not yet in place also influences the quality of education. So to optimize the quality of education in Indonesia, one solution that can be provided is by applying an appropriate learning model. This study aims to describe a literature study on the analysis of the application of webbed type integrated learning to the literacy interests of elementary school students. This research uses the method library research by using 10 sources of articles from the last 10 years that are relevant to the research Based on the data obtained from the source of the article used, that integrated learning with the webbed type is able to maximize literacy interest in elementary school students so that the learning model can be used as an option to overcome low interest in literacy. Webbed type integrated learning has a fun principle so that students are interested and don't feel burdened. carry out integrated learning with the webbed type, support and active participation from teachers and parents are needed. Keywords: Integrated Learning. Webbed Type. Interest In Literacy. Elementary School. PENDAHULUAN Pendidikan termasuk salah satu faktor penting dalam menunjang pembangunan suatu negara. Oleh sebab itu, pemerintah negara Indonesia senantiasa mencari cara untuk dapat menaikkan tingkat mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu hal yang dilakukan Vol. No. Desember 2023 oleh pemerintah adalah dengan menerapkan kurikulum yang terus diperbaharui agar selaras akan adanya perkembangan zaman dan keperluan Salah satu aspek penting dalam kurikulum adalah literasi, yaitu kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang menjadi dasar dalam Zahra Savitri1. Endang M Kurnianti2. Uswatun Hasanah3 belajar dan mengembangkan diri. Literasi mencakup keterampilan dalam memilih materi, mendistribusikannya, dan merupakan kompetensi yang saling terkait pada setiap tingkatan jenjang pendidikan (Akbar dkk. , 2. Namun, masih terdapat masalah dalam hal literasi di Indonesia, terutama pada tingkat dasar, yaitu siswa SD. Banyak siswa sekolah dasar yang masih menghadapi kesukaran dalam membaca, menulis, maupun berhitung. Literasi merupakan suatu hal tentang membaca dan menulis baik itu novel, cerpen, puisi, pantun dan lain-lain. Indonesia memiliki urutan kedua dari bawah tentang literasi dunia menurut UNESCO, yang artinya minat baca warga Indonesia masih tergolong sangat kurang. Dari laporan yang dikeluarkan oleh UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat mengenaskan, hanya 0,001% yang memiliki arti dari 1,000 orang Indonesia 1 orang saja yang rajin membaca. Dalam hasil riset Wiedarti dkk. bahwa PIRLS (Progress in International Reading Literacy Stud. yang melakukan penilaian pada kemampuan membaca siswa sekolah dasar, membuktikan bahwa pada bagian membaca. Indonesia menduduki urutan ke-45 dari 48 negara yang dikaji. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca siswa di Indonesia masih tergolong cukup rendah, sedangkan menurut INAP yang tindakan penilaian akan kemampuan Berdasarkan pengkajian tersebut hasilnya memperlihatkan bahwa tingkat kemampuan membaca di Indonesia hanya sejumlah 46,83% sehingga memiliki arti kemampuan membaca siswa di Indonesia masih tergolong Pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini membuat program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan minat membaca. Selain menerapkan Vol. No. Desember 2023 Kompetensi Universitas Balikpapan gerakan literasi sekolah perlu adanya pembiasaan dalam proses pembelajaran agar mendukung gerakan tersebut. Sehingga perlu adanya dukungan dari lingkungan sekolah terutama guru. Salah satu cara yang mampu meningkatkan minat literasi siswa dalam proses pembelajaran bisa dimulai dengan guru menggunakan model pembelajaran yang tepat. Karena guru menjadi salah satu dari penentu kesuksesan proses pembelajaran. Guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan komponen yang berpengaruh terhadap terlaksananya pendidikan yang bermutu. Guru memiliki tugas yang akan lebih detail dan spesifik, salah satunya memiliki tugas guru menjadi perencana. Menurut disampaikan pada Kirom . yaitu guru memiliki tiga fungsi utama antara lain sebagai perencana, pelaksana dan pengelola, serta penilaian. Sehingga guru wajib merencanakan proses mengembangkan rencana-rencana yang tujuan-tujuan Kemampuan guru untuk melaksanakan kegiatan perencanaan atau dalam persiapan pembelajaran ialah kemampuan yang wajib dimiliki oleh Guru memperhatikan kompetensi yang harus dimiliki siswa, bagaimana cara yang harus dilakukan, apa saja yang siswa harus pelajari, bagaimana mengajari para siswanya, serta bagaimana guru melihat kompetensi tertentu. Kompetensi yang dimiliki oleh siswa harus diperhatikan karena guru akan menyesuaikan dalam penerapan Dalam penelitian yang dilakukan (Pramita, menunjang meningkatnya motivasi dan minat belajar siswa dapat dengan menggunakan model pembelajaran Zahra Savitri1. Endang M Kurnianti2. Uswatun Hasanah3 terpadu tipe Webbed atau bisa disebut juga dengan jaring laba-laba. Bentuk belajar mengajar dengan menggunakan suatu tema ataupun topik untuk mengombinasikan dan memadukan beberapa teori yang saling berkaitan pembelajaran ini disebut pembelajaran terpadu tipe Webbed. Pembelajaran tipe ini cocok digunakan pada seluruh jenjang pendidikan karena memfokuskan pada pola menggolongkan materi yang serasi atau terintegrasi dikombinasikan dengan suatu tema. Tema tersebut dapat diambil serta dikembangkan dari contoh kegiatan sehari-hari namun masih sesuai dengan kompetensi dasar dan topik dari mata pelajaran tersebut. Pembelajaran terpadu tipe ini mempunyai ciri khas pendekatan pembelajaran yang dapat mengelaborasi kurikulum dengan satu topik atau teori. Model pembelajaran ini memiliki prinsip yang menyenangkan, dapat mengelaborasi keahlian siswa, kerja sama, serta komunikasi. Pelaksaan pembelajaran terpadu tipe webbed dapat membantu menaikkan kualitas yang di Indonesia khususnya dalam minat literasi siswa. Oleh sebab itu peneliti melaksanakan penelitian studi literatur pembelajaran terpadu tipe webbed dalam meningkatkan minat literasi siswa khususnya pada kelas rendah sekolah Pembelajaran terpadu tipe webbed memberikan kesempatan bagi siswa untuk mempelajari beberapa mata pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih holistik. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran terpadu tipe webbed dapat menarik minat siswa dalam belajar dan meningkatkan kemampuan literasi mereka. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Vol. No. Desember 2023 Kompetensi Universitas Balikpapan pembelajaran terpadu tipe webbed terhadap minat literasi siswa SD. Penelitian-penelitian tersebut dapat bagaimana penerapan pembelajaran mempengaruhi minat literasi siswa SD. Maka dari itu, artikel ini akan membahas tentang penerapan pembelajaran terpadu tipe webbed terhadap minat literasi siswa SD. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini memiliki tujuan pembelajaran terpadu tipe webbed terhadap literasi siswa sekolah dasar. Peneliti memakai jenis penelitian library Zed . di buku menjelaskan bahwa library research ialah seperangkat kegiatan yang dikerjakan dengan cara mengumpulkan laporan untuk membuat data dari buku serta sumber lainnya, lalu dibaca juga ditelaah sebagai bahan kajian. Penelitian kepustakaan sebenarnya bukan hanya soal membaca atau menulis karya sastra seperti yang dipahami kebanyakan orang, karena jenis penelitian ini juga memerlukan pengolahan data yang diperoleh sebagai bahan penelitian. Sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian literatur ini ialah satu diantara dilaksanakan dengan cara menyatukan berbagai laporan yang diperoleh, setelah itu dibaca dan dikaji ulang sesuai dengan masalah yang diteliti (Lestari & Nursalim, 2. Metode penelitian studi literatur sangat berguna dalam mengetahui perkembangan dan hasil penelitian terkait dengan topik penelitian. Dalam penelitian ini, metode studi literatur digunakan untuk membahas tentang Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Terhadap Minat Literasi Siswa SD, dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi yang relevan pada laman internet dengan batas publikasi 5 Zahra Savitri1. Endang M Kurnianti2. Uswatun Hasanah3 tahun terakhir. Dengan demikian, metode penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kajian terkait topik penelitian dan hasil penelitian yang relevan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran merupakan program pembelajaran yang menekankan tema spesifik adapun diadaptasi dari bermacam muatan pelajaran yang berbeda (Arifin, 2. Pembelajaran tematik terpadu yaitu bentuk pembelajaran yang menggunakan tema selaku alat untuk menyelimuti juga mempertemukan satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya untuk dipelajari dalam satu tatap muka (Khoeriyah & Mawardi, 2. Menurut Prastowo dalam artikel Khoeriyah & Mawardi . dari sepuluh model berdasarkan teori R. Fogarty ada tiga model pembelajaran terpadu yang dipilih dan dapat digunakan pada jenjang Model Keterhubungan atau Connected. Model Jaring laba-laba atau Webbed dan Model Keterpaduan atau Integrated. Pada penelitian ini peneliti memilih model pembelajaran terpadu dengan tipe jaring laba-laba (The Webbed Mode. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Abdul Majid pada Oktaviani & Halim . yang menyatakan bahwa model pembelajaran terpadu yang digunakan pada jenjang sekolah dasar yang sesuai dengan esensi dari kurikulum 2013 yaitu model pembelajaran jaring laba-laba . Pemikiran Ditjen Dikdasmen (Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menenga. mengatakan bahwa perkembangan Gerakan Literasi Sekolah merupakan bentuk kepedulian terhadap pemahaman membaca siswa Indonesia yang berada di bawah rata-rata Kegiatan literasi dasar ini Vol. No. Desember 2023 Kompetensi Universitas Balikpapan pemanfaatan program literasi sekolah. Salah satu kegiatan membacakan buku pelajaran non belajar selama 15 menit termasuk dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tentang Pembinaan Karakter Tahun Membaca 15 Menit Sebelum Belajar merupakan upaya untuk meningkatkan minat membaca siswa dan Menurut penelitian Wali dkk. menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran terpadu tipe webbed ini bisa mengoptimalkan penafsiran teori siswa dengan pembelajaran yang menggembirakan dan berfaedah, serta bisa meningkatkan keterampilan kognitif dan psikomotorik siswa, juga dapat menambah motivasi siswa untuk belajar. Dapat dilihat dari aktivitas siswa dalam berusaha untuk mencari informasi yang diperlukan dalam memecahkan masalah, salah satu cara untuk mencari informasinya dengan membaca dan memahami untuk memahami informasi Di dalam penelitian Intang dkk. dihasilkan bahwa penerapan model pembelajaran tipe webbed dalam pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan motivasi, aktivitas dan Bahasa Indonesia, khususnya membaca. Salah satu aktivitas belajar visual seperti membaca, berbicara maupun menulis. Aktivitasaktivitas tersebut akan memberikan dorongan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hasil tersebut dapat dilihat dari hasil responden dari beberapa poin pertanyaan serta siklus 1 dan 2 hasil belajar Bahasa Indonesia. Pada penelitian Oktaviani & Halim . menghasilkan bahwa adanya pengaruh positif yang signifikan antara pembelajaran tematik terpadu tipe webbed berbasis kearifan lokal pada Zahra Savitri1. Endang M Kurnianti2. Uswatun Hasanah3 minat belajar siswa, dikarenakan model pembelajaran terpadu tipe webbed ini sesuai dengan kurikulum 2013 sehingga meningkatkan minat belajar mereka. Selain itu cerita rakyat dianggap salah satu bentuk kearifan lokal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia anak serta memiliki nilai-nilai yang dapat dijadikan petunjuk dalam menjalani hidup Dalam pembelajaran terpadu tipe webbed berbasis kearifan lokal dipercaya mampu memadukan pembelajaran tematik dengan kearifan lokal khususnya dalam membaca cerita rakyat sehingga dapat melatih siswa mempertahankan kearifan lokal agar tidak dimakan oleh perkembangan Menurut penelitian Pramita . model pembelajaran tipe webbed dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena adanya beberapa hal, yaitu proses pembelajaran tidak monoton sehingga hal ini berpengaruh terhadap motivasi dan minat belajar serta berdampak pada hasil belajar. Dalam hal ini dianggap siswa memiliki kemampuan untuk memahami suatu materi, salah satunya dengan membaca sumber materi. Selain itu pembelajaran terpadu tipe webbed ini melakukan proses pembelajaran yang menggabungkan materi pengajaran serta pengalaman belajar siswa. Membaca, menulis, menyimak dan keterampilan Bahasa yang menjadi dasar untuk melihat hasil belajar Bahasa Indonesia. Sehingga berbahasa dianggap sangat penting pada pembelajaran literasi budaya. Terdapat empat indikator pembelajaran yang ada pada mata pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia dan juga tiga indikator pembelajaran pada literasi budaya yang sudah dirumuskan. Untuk mencapai menentukan tujuan pembelajaran, model dan metode pembelajaran, langkah Vol. No. Desember 2023 Kompetensi Universitas Balikpapan pembelajaran serta penilaian autentik yang tepat. Salah satu model yang pembelajaran terpadu model webbed. Maka dari itu dapat dikatakan pembelajaran terpadu berbasis literasi budaya dapat dilaksanakan secara efektif pembelajaran sudah sesuai dengan kebutuhan dan pengembangan untuk para siswa. (Budhayanti dkk. , 2. Di dalam penelitian Kusripinah . dikatakan dengan penerapan beberapa macam model pembelajaran dapat menaikkan tingkat literasi baca Ada beberapa model yang digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan literasi membaca tulis menggunakan metode pembelajaran edutainment, pembelajaran berbasis masalah atau problem base learning, student fasilitator and explaining, pembelajaran menggunakan model aplikasi wattpad, dongeng, jolly phonics, flashcard path to literacy, cooperative Namun pada penelitian ini model pembelajaran terpadu tipe webbed tidak disebutkan, namun dapat meningkatkan literasi juga karena didukung oleh penelitian lain. Pada penelitian Raharja dkk. pembelajaran terpadu tipe webbed ini dianggap lebih efektif dan efisien karena dalam proses pembelajarannya berpusat pada siswa dan siswa harus aktif serta ikut berpartisipasi setiap pembelajaran. Hal ini dianggap motivasi belajar siswa dilakukan secara langsung. Namun penyusunan rencana pembelajaran ketika ada materi ataupun kompetensi dasar yang kurang cocok untuk dipadukan, sehingga guru mengambil solusi untuk menerapkan tipe connected karena secara sengaja dan diusahkan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya. Zahra Savitri1. Endang M Kurnianti2. Uswatun Hasanah3 Menurut penelitian Srihartati dkk. dengan adanya penerapan program literasi dasar yang dilakukan sekolah terdapat hubungan positif dalam meningkatkan minat baca siswa. Sehingga dapat dikatakan semakin baik suatu program yang dilaksanakan maka baik pula hasilnya. Minat baca harus menjadi tanggung jawab bersama antara siswa, orang tua maupun guru. Guru membiasakan siswa untuk membaca dalam kegiatan pembelajaran, maka dari itu dalam proses pembelajaran juga harus menggunakan model dan metode yang tepat. Dalam penelitian Saragih dkk. membahas tentang setiap model pembelajaran mempunyai kekuatan untuk meningkatkan daya retensi siswa pembelajaran digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, contohnya pada model pembelajaran tipe webbed sudah terbukti memiliki kemampuan untuk meningkatkan retensi siswa lebih unggul dibandingkan model pembelajaran Pada penelitian Sartika . disebutkan bahwa kebiasaan membaca dan minat membaca memiliki hubungan yang signifikan terhadap keterampilan membaca pemahaman. Maka dari itu semakin sering seseorang membaca semakin tinggi minat membaca yang dimilikinya sehingga makin baik pula keterampilan membaca pemahamannya. Jika siswa sudah dibiasakan membaca maka akan berpengaruh terhadap hasil belajar karena keterampilan membaca pemahaman yang baik. KESIMPULAN Penerapan pembelajaran terpadu tipe webbed dapat menambah tingkat minat literasi siswa SD. Selain itu, penerapan pembelajaran terpadu tipe webbed juga dapat memperbaiki tingkat hasil belajar siswa dan kemampuan Vol. No. Desember 2023 Kompetensi Universitas Balikpapan literasi pada berbagai mata pelajaran, seperti matematika. IPA, dan bahasa Indonesia. Pembelajaran terpadu tipe webbed juga memberi kesempatan kepada bagi siswa untuk belajar lebih aktif serta kreatif melalui berbagai metode dan strategi pembelajaran yang Namun, diperlukan perencanaan dan persiapan yang matang dalam penerapan pembelajaran terpadu tipe Hal ini meliputi penyusunan rencana pembelajaran, pemilihan materi pelajaran yang tepat, pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang sesuai penggunaan teknologi yang tepat guna. Selain itu, juga diperlukan dukungan dan partisipasi aktif dari guru dan orang tua dalam mendukung pembelajaran terpadu tipe webbed ini. Secara keseluruhan, penerapan pembelajaran terpadu tipe webbed dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan minat literasi siswa SD dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan. DAFTAR PUSTAKA