Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Literasi Keuangan Dasar bagi Siswa SD Kristen Jerili untuk Meningkatkan Pengetahuan Ekonomi Zainal Abidin AchmadA. Zusnia Fuji AristaA. Roro Anggi Ratnawati3. Mohammad Isnan4. Adi Septo Prastyo5 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur *Email korespondensi: 22043010059@student. Abstrak Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dasar bagi siswa SD Kristen Jerili. Tingkat literasi keuangan yang rendah di daerah pedesaan, termasuk di Jerili, berdampak pada kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial yang bijak. Oleh karena itu, diperlukan program yang dapat memperkenalkan konsep keuangan dasar sejak usia dini. Melalui serangkaian kegiatan edukatif dan partisipatif, program ini mengenalkan siswa pada konsep dasar pengelolaan uang, perencanaan keuangan sederhana, dan pentingnya menabung. Materi disajikan dengan pendekatan yang mudah dipahami, menggunakan simulasi, permainan, dan diskusi kelompok yang disesuaikan dengan usia siswa. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar keuangan dan kemampuan mereka dalam menerapkan prinsip menabung serta pengelolaan uang sederhana. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di wilayah pedesaan sebagai langkah awal untuk membentuk generasi yang lebih melek finansial. Kata Kunci: literasi keuangan, siswa SD, pengelolaan uang, edukasi keuangan. Jerili Abstract This community service activity aims to improve basic financial literacy for Jerili Christian Elementary School students. The low level of financial literacy in rural areas, including in Jerili, impacts people's ability to make wise financial decisions. Therefore, programs are needed to introduce basic financial concepts from an early age. Through a series of educational and participatory activities, this program introduces students to money management, simple financial planning, and the importance of saving. The material is presented in an approach that is easy to understand, using simulations, games, and group discussions that are adapted to the age of the The results of this program show an increase in students' understanding of basic financial concepts and their ability to apply the principles of saving and simple money management. It is hoped that this program can become a model that can be implemented in other schools in rural areas as a first step in forming a more financially literate generation. Keywords: financial literacy, elementary school students, money management, financial education. Jerili Submit: Oktober 2024 Diterima: Oktober 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 diharapkan dapat membekali siswa dengan pengetahuan dasar tentang pentingnya menabung, merencanakan pengeluaran, serta menghargai nilai uang. Pentingnya literasi keuangan bagi siswa SD juga didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan yang diajarkan sejak dini dapat meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan mereka di masa depan (Grohmann et al. , 2. Pada usia sekolah dasar, anak-anak berada pada fase perkembangan kognitif di mana mereka mulai mampu memahami konsep dasar keuangan jika disampaikan dengan metode yang sederhana dan menarik (Piaget, 1. Dengan demikian, pembelajaran yang interaktif, seperti simulasi pengelolaan uang, permainan terkait keuangan, dan diskusi kelompok, merupakan metode yang efektif untuk diterapkan dalam program literasi keuangan di SD Kristen Jerili. Secara global, literasi keuangan telah menjadi perhatian utama di berbagai negara, kemampuan ekonomi masyarakat secara keseluruhan (Atkinson & Messy, 2. Indonesia sendiri, pemerintah juga telah mulai menggalakkan pentingnya literasi keuangan melalui program-program edukasi keuangan di berbagai jenjang pendidikan. Namun, pelaksanaan program semacam ini di daerah pedesaan masih menghadapi kendala, baik dari segi ketersediaan sumber daya maupun pemahaman masyarakat akan pentingnya literasi keuangan. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat melalui program literasi keuangan dasar untuk siswa SD Kristen Jerili ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat secara bertahap. Dalam pengabdian masyarakat ini, pendekatan edukatif diterapkan dengan memberikan materi yang mudah dipahami oleh siswa SD, termasuk melalui pengenalan konsep dasar keuangan seperti menabung, perencanaan pengeluaran, serta pentingnya memiliki sikap disiplin dalam mengelola uang. Program ini juga dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif, dengan harapan mereka dapat memahami konsep-konsep yang kehidupan sehari-hari. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kesadaran siswa mengenai pentingnya literasi keuangan, yang Pendahuluan Literasi keuangan adalah keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai sejak usia dini, karena berkaitan langsung dengan kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan pribadi di masa depan. Literasi keuangan melibatkan pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang, perencanaan keuangan, tabungan, dan investasi, yang semuanya menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan finansial yang bijak (Lusardi & Mitchell, 2. Di wilayah pedesaan seperti Jerili, tingkat literasi keuangan masyarakat umumnya rendah, yang berdampak pada terbatasnya kemampuan untuk mengelola keuangan secara efektif dan mengatasi tantangan ekonomi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, upaya meningkatkan literasi keuangan harus dimulai sejak dini, khususnya siswa sekolah dasar yang berada pada tahap perkembangan kognitif dasar (Mandell & Klein, 2. Jerili merupakan salah satu wilayah pedesaan di Indonesia yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan keuangan yang memadai. Meskipun wilayah ini dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang cukup baik, kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya tersebut masih Salah satu faktor yang berperan adalah rendahnya pengetahuan finansial yang dimiliki oleh masyarakat, terutama generasi Pendidikan keuangan yang diberikan kepada siswa di tingkat sekolah dasar dapat berperan penting dalam mengubah cara pandang mereka terhadap uang, terutama dalam hal pengelolaan dan perencanaan keuangan yang bertanggung jawab (OECD. SD Kristen Jerili, sebagai salah satu institusi pendidikan di wilayah tersebut, memiliki peran penting dalam mengajarkan keterampilan dasar ini kepada siswa. Sebagai sekolah yang berkomitmen untuk memajukan kualitas pendidikan di Jerili. SD Kristen Jerili telah mulai berfokus pada pengembangan keterampilan keuangan dasar bagi siswanya. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar siswa di sekolah ini berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, yang membuat mereka kurang terpapar pada konsep keuangan dasar di lingkungan Program literasi keuangan ini Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pada akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi keluarga di wilayah Jerili. Upaya peningkatan literasi keuangan melalui program ini juga diharapkan dapat menjadi model yang inspiratif bagi sekolahsekolah lain di wilayah pedesaan. Dengan program yang berkelanjutan, harapannya generasi muda di Jerili dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas dalam mengambil memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di lingkungan mereka secara lebih optimal. Program ini tidak hanya membantu siswa dalam memahami konsep keuangan, tetapi juga berperan dalam memperkuat identitas lokal melalui pemahaman mengenai nilai dan pengelolaan sumber daya di Jerili. Vol. 8 No. November 2024 dari kegiatan praktik yang mendukung pemahaman siswa secara langsung terhadap konsep yang diajarkan. Hadiah sederhana dalam bentuk buku juga diberikan kepada siswa sebagai apresiasi partisipasi mereka dalam kegiatan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu observasi, persiapan materi, dan sosialisasi kepada siswa. Pada tahap observasi, tim pengabdian melakukan kunjungan ke SD Kristen Jerili untuk memahami kondisi pengelolaan keuangan siswa serta mendiskusikan kebutuhan khusus dengan pihak sekolah. Berdasarkan hasil menyesuaikan tingkat pemahaman siswa dan memanfaatkan pendekatan edukatif seperti permainan dan lagu-lagu bertema keuangan. Sosialisasi dimulai dengan sesi pemaparan materi oleh tim pengabdian yang membahas konsep "KEPALA," diikuti dengan diskusi kelompok dan simulasi sederhana. Tahap ini dirancang untuk mendorong siswa mengenal (Kenal. konsep uang, memahami (Paham. penggunaan uang dalam kehidupan seharihari, dan menerapkan (Lakuka. prinsip menabung dan mengelola pengeluaran. Pendekatan yang interaktif ini diharapkan mampu membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar keuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. Metode Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SD Kristen Jerili. Desa Jerili. Kecamatan Teon Nila Serua. Kabupaten Maluku Tengah. Desa Jerili dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masyarakatnya, terutama dalam aspek literasi Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 Agustus 2024 dan melibatkan partisipasi dari siswa kelas 3, 4, 5, dan 6. Pemilihan peserta ini didasarkan pada perkembangan kognitif mereka yang berada pada tahap konkret operasional, sehingga mampu menerima dan mengaplikasikan konsep dasar keuangan yang Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mereka tentang literasi keuangan dan menumbuhkan sikap bertanggung jawab dalam pengelolaan uang sejak usia dini (Ghifari et al. , 2. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didukung oleh berbagai alat dan bahan yang dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. Alat utama yang digunakan meliputi proyektor, laptop, dan alat tulis yang mendukung presentasi Bahan utama kegiatan ini adalah modul literasi keuangan berbasis konsep "KEPALA" (Kenali. Pahami. Lakuka. yang disajikan dalam format presentasi interaktif. Modul ini mencakup materi tentang pengenalan uang, pengelolaan penghasilan dan pengeluaran, serta pentingnya menabung. Selain itu, perlengkapan lain seperti uang tiruan, celengan, dan buku disediakan sebagai bagian Hasil dan Pembahasan Literasi keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan di kalangan anak muda, seperti yang dijelaskan dalam jurnal "The Role of Financial Literacy in Promoting Financial Inclusion among Youth. " Penelitian ini menemukan bahwa pengajaran literasi keuangan sejak dini dapat membantu anakanak membuat keputusan keuangan yang lebih bijak di masa depan, membentuk fondasi yang kuat untuk pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. Sejalan dengan ini, artikel "Understanding the Functions of Money in the Economy" dari Bank Indonesia memperdalam pemahaman tentang fungsi uang dalam perekonomian dan menekankan pentingnya memahami peran uang dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini juga menyoroti pentingnya pendidikan keuangan sejak dini untuk memastikan anakanak mampu memahami dan memanfaatkan uang dengan baik. Mendukung gagasan ini. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) buku "Financial Literacy for Kids: A Guide for Parents and Teachers" memberikan panduan praktis bagi orang tua dan guru dalam mengajarkan konsep keuangan dasar kepada anak-anak, menekankan pentingnya pengenalan konsep uang sejak usia dini dan memberikan berbagai metode pengajaran yang efektif untuk digunakan di sekolah. Integrasi dari berbagai sumber ini menunjukkan bahwa pendidikan keuangan yang dimulai sejak dini adalah kunci dalam membangun generasi yang mampu mengelola keuangan dengan baik dan berkontribusi pada inklusi keuangan yang lebih luas. Negeri Jerili, lebih tepatnya di SD Kristen Jerili setelah dilakukan observasi dan juga penyampaian materi tentang literasi keuangan ternyata masih bisa dibilang siswa dan juga siswi di sini masih belum memahami tentang pemahaman kontrol keuangan diri. Minimnya sumber pengetahuan membuat siswa dan siswi SD Kristen Je masih belum mengetahui cara untuk menggunakan uang dengan seminimal mungkin agar dapat ditabung untuk masa depan yang lebih baik. Vol. 8 No. November 2024 Tahap Pelaksanaan Kegiatan literasi keuangan di SD Kristen Jerili bertujuan untuk memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan keuangan dasar. Berdasarkan observasi selama pelaksanaan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai konsep dasar keuangan seperti pengenalan uang, fungsi uang, dan prinsip menabung. Materi edukasi dibagi menjadi tiga segmen yaitu Kenali. Pahami. Lakukan (KEPALA). Pada Kenali, diperkenalkan dengan konsep uang sebagai alat tukar dan media untuk memperoleh barang dan jasa. Tahap ini didasarkan pada teori concrete operational stage dari Piaget . , yang menyatakan bahwa anak-anak usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret, di mana mereka dapat memahami konsep konkret seperti uang dan fungsi dasarnya jika diberikan penjelasan visual dan konkret. Dengan bantuan uang tiruan dan contoh konkret, siswa belajar bahwa uang adalah alat untuk memenuhi kebutuhan, yang merupakan landasan penting bagi pemahaman keuangan. Pemahaman dasar ini penting untuk membentuk pandangan awal mereka tentang nilai uang dan pengelolaannya. Tahap Persiapan Tahap ini berupa rapat pembahasan rencana kegiatan edukasi, antara lain penyusunan materi edukasi, penentuan tim, pembuatan materi presentasi, penyampai materi, publikasi dokumentasi kegiatan, dan penyiapan konsumsi untuk guru dan siswa SD Kristen Jerili. Gambar 2. Edukasi untuk segmen materi Kenali Gambar 1. Rapat persiapan kegiatan edukasi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pada segmen materi Kenali mengajak siswa untuk mengenal dan memahami apa itu Uang dijelaskan sebagai alat tukar yang diterima secara umum untuk membeli barang dan jasa atau untuk membayar hutang. Uang dapat berbentuk koin, uang kertas, atau dalam bentuk digital. Pengenalan ini penting sebagai dasar bagi siswa untuk memahami konsep keuangan dan bagaimana uang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi uang dalam perekonomian memiliki peran yang sangat vital, terutama sebagai alat tukar yang sah. Uang digunakan sebagai media untuk melakukan transaksi, yang memungkinkan terjadinya pertukaran barang dan jasa dalam perekonomian. Selain itu, uang juga berfungsi sebagai media untuk pembelian barang-barang kebutuhan seharihari, seperti makanan ringan di kantin Dengan uang, individu dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui proses jual beli yang efektif dan Pembahasan pengantar yang sederhana dan relevan untuk siswa sekolah dasar mengenai konsep uang. Hal ini penting karena pemahaman awal tentang uang akan membangun dasar literasi keuangan yang kuat di masa depan. Dengan pembahasan ini, siswa diharapkan dapat mengenal dan memahami konsep dasar uang dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana uang mempengaruhi keputusan keuangan yang mereka buat. Penambahan jurnal dan sumber lainnya memperkuat pemahaman ini dan memberikan konteks yang lebih luas terkait literasi keuangan pada anak-anak. Tahap ini didasarkan pada teori concrete operational stage dari Piaget . , yang menyatakan bahwa anak-anak usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret, di mana mereka dapat memahami konsep konkret seperti uang dan fungsi dasarnya jika diberikan penjelasan visual dan konkret. Dengan bantuan uang tiruan dan contoh konkret, siswa belajar bahwa uang adalah alat untuk memenuhi Vol. 8 No. November 2024 kebutuhan, yang merupakan landasan penting bagi pemahaman keuangan. Pemahaman dasar ini penting untuk membentuk pandangan awal mereka tentang nilai uang dan pengelolaannya. Pada segmen materi Pahami, siswa diajak untuk memahami konsep penghasilan dan pengeluaran, serta peran penting menabung untuk masa depan. Pada tahap ini, siswa diberikan pemahaman mengenai dua jenis pengeluaran: kebutuhan dan keinginan, yang merupakan langkah awal dalam pengelolaan uang. Teori kebutuhan dasar Maslow . relevan dalam tahap ini, di mana siswa belajar bahwa pengeluaran harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar terlebih dahulu sebelum beralih ke Selain itu, pengertian menabung mempersiapkan kebutuhan di masa depan atau menghadapi keadaan darurat, sejalan dengan konsep life-cycle hypothesis dari Modigliani . yang menyatakan bahwa perencanaan keuangan yang baik akan membantu individu untuk menghadapi siklus kehidupan dengan lebih siap. Melalui penjelasan ini, siswa diajak untuk melihat pentingnya menabung sebagai bentuk manajemen risiko dan perencanaan untuk masa depan. Gambar 3. Edukasi untuk segmen materi Pahami Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Penghasilan adalah uang yang diterima sebagai imbalan atas suatu aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan. Pada tingkat keluarga, penghasilan ini dapat berasal dari dua sumber utama, yaitu orang tua dan anakanak. Orang tua biasanya mendapatkan penghasilan melalui pekerjaan mereka, seperti menjadi guru, polisi, tentara, pedagang, dan profesi lainnya. Penghasilan yang mereka terima berbentuk upah atau gaji yang merupakan kompensasi atas pekerjaan yang dilakukan. Sementara itu, anak-anak mungkin mendapatkan uang saku dari orang tua, yang diberikan secara rutin sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan harian atau sebagai hadiah atas bantuan yang mereka berikan dalam pekerjaan rumah tangga. Menurut Rini . dalam jurnal "Analisis Pengelolaan Keuangan Keluarga," sumber penghasilan utama dalam keluarga biasanya berasal dari upah atau gaji yang diterima oleh kepala keluarga atau orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua memainkan keberlanjutan keuangan keluarga. Selain itu. Dewi . dalam jurnalnya "Pendidikan Literasi Keuangan Sejak Dini" menekankan pentingnya mengenalkan konsep penghasilan dan sumbernya kepada anak-anak. Dengan demikian, anak-anak akan memahami sejak dini pentingnya pengelolaan keuangan, serta bagaimana penghasilan diperoleh dan digunakan secara bijak dalam keluarga. Melalui pemahaman ini, anak dapat lebih baik mengelola sumber daya keuangan mereka, sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengajarkan nilai-nilai literasi keuangan. Ini penting karena literasi keuangan yang baik tidak hanya membantu dalam pengelolaan keuangan anak, tetapi juga dalam anak-anak menghadapi tantangan ekonomi di masa Pengeluaran adalah uang yang kita gunakan untuk membeli barang atau membayar jasa. Dalam konteks pengelolaan Vol. 8 No. November 2024 keuangan, pengeluaran dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu pengeluaran untuk kebutuhan dan pengeluaran untuk keinginan. Pengeluaran untuk kebutuhan mencakup pembelian barang atau jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, dan alat tulis. Di sisi lain, pengeluaran untuk keinginan adalah pembelian barang atau jasa yang diinginkan tetapi tidak sepenuhnya diperlukan, seperti mainan baru atau barang-barang mewah Menurut Sari . dalam jurnal AuPola Konsumsi dan Pengeluaran Rumah Tangga,Ay pengeluaran keluarga umumnya terbagi menjadi pengeluaran untuk kebutuhan pokok dan pengeluaran untuk barang-barang mewah atau hiburan. Pembagian ini penting untuk memastikan bahwa prioritas utama keluarga adalah pemenuhan kebutuhan dasar sebelum mengalokasikan dana untuk barangbarang yang bersifat keinginan. Iskandar . dalam AuMengelola Keuangan Keluarga Secara BijakAy juga menekankan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam pengeluaran. Dengan memahami perbedaan ini, anak dapat menghindari pemborosan keuangan dan lebih efisien dalam mengelola pengeluaran seharihari. Pemisahan yang jelas antara pengeluaran untuk kebutuhan dan keinginan ini adalah kunci dalam memastikan stabilitas Hal ini tidak hanya membantu dalam menjaga keseimbangan anggaran, tetapi juga membangun kesadaran di antara anak tentang pentingnya pengelolaan uang yang bijaksana. Tabungan adalah uang yang disisihkan dari penghasilan dan pengeluaran, yang tidak langsung digunakan melainkan disimpan untuk keperluan di masa depan atau untuk menghadapi kebutuhan mendesak yang mungkin terjadi. Tabungan ini berfungsi sebagai cadangan keuangan yang dapat digunakan ketika ada keperluan mendesak atau sebagai persiapan untuk tujuan-tujuan pembelian rumah, atau pensiun. Nugroho . dalam jurnal "Literasi Keuangan dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Perencanaan Keuangan" menegaskan bahwa kebiasaan menabung sebaiknya dibangun sejak dini untuk menciptakan perilaku keuangan yang sehat di masa dewasa. Kebiasaan ini penting karena menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga tentang membangun disiplin dan perencanaan keuangan yang baik. Yulianti . dalam "Tabungan sebagai Instrumen Investasi Jangka Pendek" menambahkan bahwa menabung adalah salah satu bentuk dasar dari investasi jangka pendek yang aman dan dapat diakses oleh semua kalangan. Tabungan memberikan rasa aman karena dana yang disimpan dapat diandalkan kapan saja diperlukan, menjadikannya sebagai landasan keuangan yang kokoh. Dengan menabung, anak tidak hanya mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih aman, tetapi juga membangun fondasi keuangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. Menabung, sebagai bentuk investasi dasar, memungkinkan setiap anak, tanpa memandang status sosial atau ekonomi, untuk mengembangkan kebiasaan keuangan yang positif dan memperkuat stabilitas keuangan jangka panjang. Materi AuPahamiAy dalam literasi keuangan ini sangat penting untuk dikenalkan sejak dini, baik kepada anak-anak maupun orang dewasa. Dengan memahami konsep penghasilan, pengeluaran, dan tabungan, seseorang dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan bijak. Selain itu, kemampuan untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan membantu dalam diperlukan, sehingga bisa lebih banyak disisihkan untuk tabungan. Pengenalan materi ini melalui pendidikan formal maupun non-formal juga diperlukan agar generasi muda lebih siap menghadapi tantangan keuangan di masa depan (Mardliyah & Achmad, 2. Literasi keuangan yang baik memungkinkan seseorang untuk membuat keputusan yang bijaksana terkait keuangan pribadi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan finansial mereka Vol. 8 No. November 2024 dan keluarga. Pada segmen materi Lakukan mengajak siswa untuk mempraktikkan pengelolaan keuangan secara langsung melalui kegiatan mencatat penghasilan dan pengeluaran sederhana, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Tahap ini mencerminkan teori behavioral finance dari Shefrin dan Thaler . , yang menekankan bahwa perilaku dalam pengelolaan keuangan dapat dibentuk melalui kebiasaan dan Melalui simulasi penggunaan uang tiruan untuk menabung, siswa belajar tentang pentingnya memiliki kebiasaan disiplin dalam pengelolaan uang. Teori ini mendukung pendekatan learning by doing, di mana pengalaman praktis membantu siswa menginternalisasi perilaku finansial yang baik dan memudahkan penerapan konsep keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman langsung . ands-on learnin. dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa secara signifikan (Kolb. Gambar 4. Edukasi untuk segmen materi Lakukan Materi AuLakukanAy dalam gambar 3 tersebut menyarankan langkah-langkah dasar untuk memulai menabung melalui tiga tahap Pertama, daftar penghasilan, yaitu mencatat semua sumber penghasilan seperti gaji, bisnis, atau investasi. Dengan langkah ini, seseorang dapat mengelola arus kas secara efektif, memastikan hidup sesuai kemampuan, dan menyisihkan uang untuk Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 lebih antusias dalam mempelajari literasi Selain itu, adanya dukungan dari guru dan tim pengabdian yang berpengalaman dalam bidang keuangan menambah efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman Di sisi kelemahan (Weaknesse. , keterbatasan waktu pelaksanaan program pemahaman yang lebih mendalam. Program ini hanya dilaksanakan dalam satu hari, yang membuat pengulangan dan penguatan materi menjadi kurang optimal. Selain itu, keterbatasan alat peraga dan bahan pembelajaran membuat variasi simulasi menjadi terbatas, sehingga interaksi siswa dengan materi tidak dapat mencapai potensi Faktor mengurangi dampak jangka panjang program, karena siswa mungkin memerlukan penguatan menginternalisasi konsep yang diajarkan. Peluang (Opportunitie. dari program ini cukup menjanjikan, terutama dalam hal integrasi literasi keuangan ke dalam kurikulum Dengan menjadikan literasi keuangan sebagai bagian dari pelajaran rutin, siswa dapat memperoleh pengulangan dan penguatan yang lebih terstruktur. Selain itu, program ini dapat dijadikan model untuk sekolah-sekolah lain di daerah pedesaan yang menghadapi masalah serupa terkait rendahnya literasi keuangan. Inisiatif ini juga dapat dikembangkan dengan melibatkan pihak eksternal, seperti lembaga keuangan, yang dapat memberikan dukungan dalam bentuk materi edukatif dan program pelatihan lanjutan bagi guru. Namun, terdapat juga beberapa tantangan (Threat. yang perlu dihadapi dalam implementasi program ini. Keterbatasan akses terhadap materi literasi keuangan di wilayah pedesaan masih menjadi kendala utama. Rendahnya tingkat pendidikan finansial di lingkungan masyarakat sekitar juga dapat mempengaruhi efektivitas program ini, karena siswa mungkin kurang mendapat dukungan dalam menerapkan apa yang telah dipelajari di Selain itu, keberlanjutan program juga tergantung pada dukungan finansial dari pihak sekolah atau organisasi eksternal, yang tidak selalu tersedia. Jika tidak ada pembaruan dan penyesuaian materi secara berkala, program ini berpotensi kehilangan relevansi bagi generasi siswa berikutnya. Secara keseluruhan, hasil dari program Penelitian dari Journal Financial Planning menunjukkan bahwa pencatatan penghasilan dan pengeluaran secara konsisten dapat meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan keuangan. Kedua, daftar pengeluaran, yang melibatkan pencatatan pengeluaran tetap dan variabel dalam periode tertentu. Pemahaman tentang pengeluaran ini membantu mengidentifikasi area untuk penghematan, meningkatkan jumlah yang dapat ditabung. Journal of Consumer Research menekankan pentingnya pencatatan pengeluaran untuk menghindari underestimate yang dapat menghambat kemampuan menabung. Ketiga, menabung, yaitu menetapkan jumlah tabungan yang konsisten setiap bulan, baik sebagai persentase dari penghasilan atau jumlah tetap. Disiplin dalam menabung, meskipun dalam jumlah kecil, dapat memberikan manfaat besar di masa depan, seperti diungkapkan oleh International Journal of Bank Marketing. Mengikuti langkah-langkah ini akan membantu membangun kebiasaan menabung yang baik dan mencapai kestabilan keuangan jangka panjang. Secara keseluruhan, penggunaan landasan teori yang relevan dalam setiap tahap memperkuat efektivitas program literasi keuangan ini. Tahapan Kenali. Pahami, dan Lakukan tidak hanya memberikan pengetahuan dasar tentang keuangan, tetapi juga membentuk kebiasaan positif yang dapat membantu siswa menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan mereka di masa depan. Tahap Evaluasi Program literasi keuangan di SD Kristen Jerili memiliki beberapa keunggulan dan tantangan yang dapat dievaluasi lebih lanjut melalui pendekatan SWOT. Dari sisi kekuatan (Strength. , program ini menggunakan pendekatan edukatif yang interaktif, seperti simulasi pengelolaan uang dan permainan yang disesuaikan dengan usia siswa, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat. Pendekatan yang sederhana dan aplikatif ini menarik perhatian siswa, membuat mereka Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) ini menunjukkan bahwa pembelajaran literasi keuangan sejak dini melalui metode yang interaktif mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang pengelolaan keuangan dasar. Peningkatan ini penting, terutama di wilayah seperti Jerili, di mana tingkat literasi keuangan masih rendah dan siswa membutuhkan bekal keterampilan ini untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Diharapkan bahwa keberhasilan program ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan program literasi keuangan dengan pendekatan yang serupa. Integrasi program ini ke dalam kurikulum sekolah secara formal juga diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan literasi keuangan siswa, tidak hanya di SD Kristen Jerili, tetapi juga di wilayah pedesaan lainnya di Indonesia. Vol. 8 No. November 2024 di daerah pedesaan, guna menciptakan generasi yang lebih cerdas finansial. DAFTAR PUSTAKA