JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 2. Nomor 1. Desember 2024, 127-140 E-ISSN 3063-0665 Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski doi :x/x. PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEMITRAAN FULL DAY SCHOOL ANTARA SEKOLAH UMUM DAN MADRASAH DI PASURUAN Saidah1 Zakiatul Munawaroh2 STAI Salafiyah Bangil12 saidahsauezi@gmail. zakiasauezi5@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter melalui kemitraan program Full Day School antara sekolah umum dan madrasah di Pasuruan. Latar belakang penelitian ini adalah perlunya sinergi antara institusi pendidikan umum dan keagamaan dalam membentuk karakter peserta didik secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan ini berhasil mengintegrasikan kurikulum nasional dengan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dalam kegiatan belajar mengajar sehari penuh. Pendidikan karakter yang dikembangkan mencakup nilai-nilai religius, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan kerja sama. Selain itu, dukungan dari orang tua dan masyarakat turut memperkuat implementasi program ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemitraan antara sekolah umum dan madrasah dalam model Full Day School di Pasuruan mampu menjadi strategi efektif dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Kemitraan. Full Day School. Sekolah Umum. Madrasah Abstract This study aims to describe the implementation of character education through a Full Day School partnership program between public schools and madrasahs in Pasuruan. The background of this research lies in the need for synergy between general and religious educational institutions in shaping students' character holistically. This research employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and The findings reveal that the partnership successfully integrates the national curriculum with religious values and local wisdom in full day learning activities. The character education developed includes values such as religiosity, responsibility, discipline, tolerance, and cooperation. Furthermore, support from parents and the community strengthens the implementation of the program. The conclusion of this study is that the partnership between public schools and madrasahs through the Full Day School model in Pasuruan serves as an effective strategy for enhancing studentsAo character development. Keywords: Character Education. Partnership. Full Day School. Public School. Madrasah Pendahuluan Pendidikan karakter menjadi salah satu isu sentral dalam dunia pendidikan Indonesia, terutama di tengah meningkatnya tantangan globalisasi, degradasi moral, dan krisis nilai yang melanda generasi muda. Dalam upaya membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul secara moral dan spiritual, sistem pendidikan dituntut untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam proses pembelajaran. 1 Salah satu model yang berkembang dalam menjawab tantangan tersebut adalah penerapan sistem Full Day School, yang 1 Abdillah. Merancang Perpustakaan Islam yang Menarik dengan Mengintegrasikan Kandungan Prinsip Q. Al- Alaq1-5. Thesis. Maulana Malik Ibrahim Malang. Saidah. Zaqiatul Munawaroh memberikan ruang lebih luas bagi pembinaan karakter secara intensif dan berkelanjutan. Sistem Full Day School merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memperpanjang waktu belajar siswa di sekolah hingga sore hari, dengan tujuan memperkuat aspek akademik sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter. Namun, dalam pelaksanaannya, pendekatan ini tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan nonformal seperti Madrasah Diniyah. Di berbagai daerah, termasuk di Pasuruan, muncul bentuk kemitraan antara sekolah umum dengan Madrasah Diniyah sebagai strategi penguatan karakter peserta didik. Kemitraan ini bertujuan untuk menyelaraskan peran pendidikan formal dan non-formal dalam satu sistem terpadu. Madrasah Diniyah berperan memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan, akhlak, dan etika yang menjadi fondasi utama dalam pendidikan karakter. Sementara itu, sekolah umum memberikan pendidikan akademik dan keterampilan hidup. Integrasi kedua lembaga ini di dalam sistem Full Day School diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan karakter secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi sistem Full Day School melalui kemitraan antara sekolah dan Madrasah Diniyah mampu membentuk karakter peserta didik di Pasuruan. Fokus penelitian ini tidak hanya pada bentuk kerjasama yang dilakukan, tetapi juga pada efektivitas pelaksanaannya dalam menanamkan nilai-nilai karakter, serta tantangan yang dihadapi dalam proses integrasi dua institusi pendidikan dengan latar belakang dan pendekatan yang berbeda. Full Day School adalah sistem pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar selama sehari penuh, biasanya dari pagi hingga sore hari. Sistem ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai strategi untuk membentuk karakter siswa, membatasi waktu luang yang tidak produktif, serta mencegah anak dari pengaruh lingkungan negatif di luar sekolah. Dengan durasi waktu yang lebih panjang, sekolah memiliki peluang lebih besar untuk menyelenggarakan pembelajaran yang terintegrasi, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan keagamaan, dan penguatan nilai-nilai moral serta sosial. Tujuan Full Day School adalah memberikan pendidikan yang lebih komprehensif . kademik non-akademi. membentuk karakter positif melalui pembiasaan dan pengawasan lebih lama. menyediakan ruang belajar yang aman, terstruktur, dan mendidik serta mengoptimalkan peran sekolah sebagai mitra utama dalam pendidikan anak. Sekolah umum adalah lembaga pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah . dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama, suku, ras, atau status sosial ekonomi. Sekolah ini mengikuti kurikulum nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. , dan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik secara akademik maupun sosial sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Tujuan sekolah umum adalah meningkatkan literasi dan numerasi dasar. menyiapkan siswa menjadi warga negara yang baik dan produktif. peserta didik yang berakhlak, cakap, dan berpikir kritis serta memberikan kesempatan belajar yang adil dan merata. Madrasah adalah lembaga pendidikan formal yang mengintegrasikan pendidikan umum dan pendidikan agama Islam secara sistematis. Di Indonesia, madrasah berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemena. , berbeda dari sekolah umum yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan. Meskipun demikian, madrasah juga mengacu pada kurikulum nasional, dengan tambahan kurikulum keagamaan yang lebih mendalam. Tujuan pendidikan madrasah adalah 2 Aini. & Suyanto. Tanggapan Masyarakat tentang Adanya Kebijakan Program Wajib Madrasah Diniah di Kabupaten Pasuruan. Jurnal Kajian Moral Kewarganegaraan. https://jurnalmahasiswa. id/index. php/jurnal-pendidikan3 Astuti. Implementasi Program Full Day School sebagai Usaha Mendorong Perkembangan Sosial Peserta Didik TK Unggulan Al-yaAolu kota Malang. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan. , 133-140. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Pendidikan Karakter Melalui Kemitraan Full Day School Antara Sekolah Umum Dan Madrasah Di Pasuruan menyiapkan peserta didik agar menjadi pribadi yang taat beragama, berakhlak mulia, serta unggul secara intelektual dan sosial. menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi muslim yang moderat . serta mengintegrasikan pendidikan agama dan sains dalam satu sistem Pendidikan karakter sebagai proses pengembangan moral dan nilai-nilai positif yang membentuk perilaku baik individu dalam kehidupan sehari-hari. 5 Karakter adalah keseluruhan kualitas moral dan etika yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan. Pendidikan karakter bertujuan membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki empati. pendidikan karakter meliputi tiga aspek utama: Moral Knowing . engetahuan mora. , yaitu pemahaman tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip moral. Moral Feeling . erasaan mora. , yakni penghargaan dan sikap positif terhadap nilai moral tersebut dan Moral Behavior . erilaku mora. , yaitu kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai moral dalam tindakan nyata. Dalam konteks pendidikan, pentingnya lingkungan sekolah sebagai tempat utama pembentukan karakter, melalui pembelajaran yang terintegrasi, teladan guru, serta pengalaman praktis yang memperkuat nilai-nilai moral. Islam dan pendidikan karakter sangat berkaitan dengan pembentukan akhlak . oralitas dan etik. yang baik. 7 Akhlak berasal dari kata Arab yang berarti AutabiatAy atau Auperilaku. Ay Akhlak mulia merupakan inti dari ajaran Islam, dan mendidik anak agar memiliki akhlak yang baik merupakan kewajiban utama orang tua dan pendidik. Menurut Al-Ghazali . 1111 M), seorang tokoh filsafat Islam, akhlak adalah kecenderungan jiwa yang terbentuk dari kebiasaan dan niat yang baik. Pendidikan akhlak dalam Islam bertujuan menanamkan nilai-nilai seperti: TawadhuAo . endah hat. Sabar . Amanah . epercayaan dan tanggung jawa. Adil . serta Ihsan . erbuat baik secara maksima. Al-QurAoan dan Hadis menjadi sumber utama dalam menanamkan akhlak, di samping metode pembelajaran yang mengutamakan keteladanan . swah hasana. dari Nabi Muhammad SAW. Integrasi antara teori pendidikan karakter dan konsep akhlak dalam Islam dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik secara holistik. Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan nilai-nilai universal seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat, tetapi juga mengakar pada nilai-nilai religius dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan karakter berbasis agama memberikan dimensi tambahan yaitu pembentukan jiwa dan moral yang berlandaskan keimanan. Sedangkan, sekolah yang mengimplementasikan kedua pendekatan ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara seimbang, sehingga lahirlah generasi yang berakhlak mulia sekaligus berdaya saing tinggi. Sholihah. Siti Karimatus. "INTEGRASI SISTEM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MADRASAH DINIYAH DAN PENDIDIKAN FORMAL (STUDI KASUS DI ALMAyCE HAD RAUDLATUL ULUM ARRAHMANIYAH PRAMIAN TAMAN SRESEH SAMPANG). " Turatsuna: Jurnal Keislaman Dan Pendidikan 3, no. : 279-290. 5 Annur. Yusri Fajri. Ririn Yuriska, and Shofia Tamara Arditasari. "Pendidikan Karakter dan Etika dalam pendidikan. In Prosiding seminar nasional program pascasarjana universitas pgri palembang. 6 Dewi. Anita Candra. Bayin Ramadhan. Ahmad Fadhil. Firqah Fadhil. Andi Mufidah Idris. Muh Raifadhil Hidayat, and M. Aqila Dzakwan Yusrin. "Pendidikan moral dan etika mengukir karakter unggul dalam pendidikan. " IJOCE: Indonesia Journal of Civic Education 3, no. : 69-76. 7 Hayatunnisa. Hayatunnisa. Jenika Fejrin. Milki Salwa Nor Azizah. Muhamad Ilham. Wayan Gastiadirrijal. Syahidin Syahidin, and Muhamad Parhan. "Konsep etika dan moralitas sebagai materi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. " ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan 2, no. : 77-84. 8 Asrofi. Asrofi, and Ida Zahara Adibah. "PERKEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH DI INDONESIA. " EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran 5, no. : 322-332. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Saidah. Zaqiatul Munawaroh Pendidikan karakter merupakan sebuah pendekatan holistik yang melampaui sekadar pengajaran nilai-nilai universal. Esensi utamanya terletak pada penanaman nilai-nilai tersebut agar tidak hanya menjadi pengetahuan kognitif, tetapi juga mengakar kuat pada fondasi religius dan Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat, ketika diselaraskan dengan keyakinan spiritual, akan memiliki kekuatan internal yang lebih besar, membentuk individu yang tidak hanya beretika secara sosial, tetapi juga berintegritas moral di hadapan Tuhannya. Dengan demikian, pendidikan karakter yang berlandaskan spiritualitas menciptakan manusia yang utuh, yang mampu mempraktikkan kebajikan tidak hanya karena norma sosial, tetapi juga karena kesadaran akan panggilan jiwa dan ketaatan pada ajaran agama. Studi / Survei Tahun / Dimensi Karakter Lokasi Survei Nasional Puslitbang 2018Ae2021 Religiusitas. Nasionalisme. Kemenag . Kemandirian. Gotong https://balitbangdiklat. Royong. Integritas id/berita/indeks-karakter-siswamenurun-refleksi-pembelajaranmasapandemi?utm_source=chatgpt. SPI PendidikanAiKPK Pendidikan Integritas https://w. com/pendi dasar & . ejujuran, disipli. dikan/015924140/43-siswa-danmenengah 58-mahasiswa-di-indonesia2023Ae24 masih-suka-nyontek-kpk-nilai-spipendidikan-turun-jadi695?utm_source=chatgpt. https://lokapalanews. com/2025/ 04/28/pendidikan-krisis-karakter78-persen-siswa-masihmenyontek/?utm_source=chatgp Studi MalukuAiIndeks Karakter Tahun Lima dimensi karakter SMA serupa Puslitbang https://blamakassar. id/educandum/article/vie . rovinsi w/324?utm_source=chatgpt. com Maluk. MadrasahAiKarakter Data Disiplin, etika pergaulan . utur kata, pelayanan, https://id. com/document . /736857811/FENOMENASEPUTAR-PENDIDIKANKARAKTER-PADA-PESERTADIDIK-MADRASAH-DANPASANTREN?utm_source=chat SD Singkawang IV Karakter disiplin (IPS) https://journal. a Singkawan id/index. php/JurnalPIPSI/articl g Temuan Utama (% atau sko. Indeks 71,41 . ke 69,52 . kemandirian turun 10 poin Indeks SPI turun dari 73,7 . ke 69,5 . siswa dan 78% sekolah terindikasi sekolah 6% Catatan Efek PJJ & literasi digital Disiplin 45%. Rata-rata AusedangAy . ,48/. skor Menekankan sekolah-keluar 17,5% siswa Fokus pada tuturan Aukurang aspek baikAy. pelayanan interpersonal baik/sangat baik dan etiket >77% 81,25% siswa skor Faktor yang 14,3% skor memengaruhi: JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Pendidikan Karakter Melalui Kemitraan Full Day School Antara Sekolah Umum Dan Madrasah Di Pasuruan e/view/5757/0?utm_source=cha datang tepat waktu . ,5%) 45% pernah jadi narkoba 2,29 juta pelajar SMA UNICEF & BNN Remaja Perundungan & narkoba https://bemfkmunhas. /2023/12/10/pentin-ktirekonstruksi-pendidikan-karakterpelajar-dengan-pendidikan-hadapmasalah-paulofreire/?utm_source=chatgpt. Tabel 1. Data Statistik Atau Studi Terdahulu Tentang Degradasi Karakter Siswa kesadaran diri & hukuman Menunjukkan moral sosial dan kesehatan Penelitian mengenai degradasi karakter siswa mengindikasikan adanya penurunan signifikan pada dimensi krusial seperti kemandirian dan integritas. Secara spesifik, integritas akademik menunjukkan pelemahan yang nyata, dengan praktik menyontek yang masih merajalela di kalangan Meskipun karakter sosial seperti tata bahasa, pelayanan, dan etiket mayoritas menunjukkan hasil yang baik, isu disiplin terkait ketepatan waktu dan ketaatan pada aturan masih menjadi tantangan di banyak institusi pendidikan. Lebih lanjut, adanya faktor-faktor sosial-moral seperti bullying dan penyalahgunaan narkoba mengindikasikan adanya degradasi karakter moral yang serius di tingkat pelajar, menegaskan urgensi intervensi yang komprehensif. Meskipun demikian, terdapat kesenjangan signifikan dalam kajian yang secara eksplisit membahas kemitraan antara sekolah umum dan madrasah dalam upaya pembentukan karakter. Sebagian besar penelitian yang ada cenderung berfokus pada salah satu jenis lembaga saja, tanpa mengeksplorasi potensi kolaborasi atau sinergi keduanya. Kesenjangan ini semakin diperparah dengan minimnya model kolaboratif yang terdokumentasi dengan baik antara sekolah dan madrasah, padahal kedua institusi ini memiliki kekuatan komplementer. sekolah umum unggul dalam kurikulum nasional, sementara madrasah kuat dalam pendidikan moral dan agama. Studi yang ada juga masih jarang memetakan praktik-praktik terbaik . est practice. pendidikan karakter yang lahir dari sinergi kedua lembaga, seperti melalui kegiatan lintas institusi yang dapat meningkatkan toleransi, tanggung jawab, atau integritas siswa. Selain itu, perhatian terhadap peran lokalitas dan kearifan budaya dalam kemitraan sekolah-madrasah masih minim, di mana banyak studi yang cenderung normatif atau bersifat nasional tanpa mempertimbangkan konteks lokal. Terakhir, terdapat kekurangan studi yang mengukur dampak langsung kemitraan ini terhadap perilaku karakter siswa secara kuantitatif dan longitudinal, serta belum tersedianya instrumen evaluasi bersama yang sinkron antar institusi untuk memantau perkembangan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi sistem Full Day School melalui kemitraan antara sekolah dan madrasah diniyah di Pasuruan dapat berkontribusi dalam pembentukan pendidikan karakter. Selain itu, penelitian ini juga akan mengidentifikasi tantangan dan peluang dari model kemitraan tersebut sebagai salah satu pendekatan strategis dalam reformasi pendidikan nasional. Pendidikan karakter merupakan salah satu fokus utama dalam sistem pendidikan nasional, mengingat semakin kompleksnya tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda. Dalam rangka membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berbagai pendekatan dan inovasi terus dikembangkan. Salah satu 9 Junanah. "Bentuk Kemitraan Sekolah Dengan Keluarga Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Di Smp Negeri 2 Mlati Slemanyogyakarta. " Master's thesis. Universitas Islam Indonesia, 2018. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Saidah. Zaqiatul Munawaroh pendekatan tersebut adalah implementasi sistem Full Day School, yaitu penyelenggaraan kegiatan belajar yang lebih panjang dengan harapan dapat memberikan ruang yang cukup bagi penguatan karakter peserta didik. Di Kabupaten dan Kota Pasuruan, sistem Full Day School mulai banyak diterapkan sebagai respon terhadap kebutuhan pembelajaran yang holistik, yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual. Namun, penerapan Full Day School tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama lintas lembaga, salah satunya melalui kemitraan antara sekolah formal dan madrasah diniyah. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat muatan pendidikan agama, etika, dan moral dalam aktivitas harian siswa. Madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada pengajaran keislaman berperan penting dalam melengkapi kurikulum pendidikan formal. Ketika sekolah dan madrasah diniyah membentuk kolaborasi yang terstruktur, terciptalah sebuah model pendidikan terpadu yang mampu mendukung pembentukan karakter secara lebih menyeluruh. Model ini menjadi alternatif strategis dalam mengatasi krisis karakter, khususnya di lingkungan masyarakat yang religius seperti Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pelaksanaan sistem Full Day School yang didukung oleh kemitraan sekolah dan madrasah diniyah mampu membentuk karakter siswa. Selain itu, penelitian juga mengkaji efektivitas kemitraan tersebut dalam praktik pendidikan sehari-hari serta tantangan yang dihadapi dalam proses pelaksanaannya. Metode Penelitian ini akan mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus . ase 10 Secara spesifik berlokasi di sekolah umum dan Madrasah Diniyah mitra di wilayah Kabupaten/Kota Pasuruan. 11 Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam fenomena kemitraan antara kedua lembaga tersebut dalam membentuk karakter siswa melalui implementasi sistem full day school. Fokus penelitian akan mencakup bentuk kemitraan yang terjalin, strategi pelaksanaan pendidikan karakter, nilai-nilai karakter yang dikembangkan, serta kendala dan solusi yang muncul selama proses implementasi. Untuk mengumpulkan data, peneliti akan menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur dengan subjek penelitian seperti kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. serta studi dokumentasi dan literatur. 13 Analisis data akan mengikuti model Miles dan Huberman, yang dimulai dengan reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarikan Guna memastikan validitas dan reliabilitas temuan, penelitian ini akan menggunakan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik, member check, dan peer debriefing. Seluruh proses penelitian ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, mulai dari pra-lapangan hingga penyusunan laporan akhir. Hasil Penelitian dan Pembahasan Penelitian ini dilaksanakan di dua lembaga pendidikan di Kabupaten Pasuruan yang menerapkan sistem Full Day School dengan skema kemitraan antara Sekolah Umum (SMP Neger. dan Madrasah Diniyah. Lembaga-lembaga ini terletak di kawasan semi-perkotaan dan memiliki program integratif antara pembelajaran formal dan nonformal berbasis karakter. 10 Patoni. Metodologi Penelitian Pendidikan Islam. Jakarta: Bina Ilmu 11 Bigdan. & Biklen. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon. Inc. 12 Patton. Qualitative Evaluation Methods. Baverly Hill. California: sage Publications. Inc. 13 Spradley. P 1980. Participant Observation. New York: Holt. Rinehart and Winston 14 Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Pendidikan Karakter Melalui Kemitraan Full Day School Antara Sekolah Umum Dan Madrasah Di Pasuruan Di lingkungan pendidikan, sinergi antara sekolah umum dan madrasah diniyah menjadi model kemitraan yang efektif untuk memperkuat karakter siswa. Berdasarkan observasi dan wawancara, kemitraan ini terwujud dalam beberapa aspek. Secara struktural, kolaborasi ini diperkuat dengan adanya nota kesepahaman antara kepala sekolah dan pimpinan madrasah, yang menjadi landasan formal bagi kerjasama yang harmonis. Kemitraan ini memastikan bahwa nilainilai keislaman tidak hanya diajarkan, tetapi juga menjadi bagian integral dari budaya sekolah. Dari sisi kurikulum, penjadwalan madrasah diniyah dilakukan secara terstruktur setelah jam pelajaran reguler, menciptakan kesinambungan pendidikan akademik dan keagamaan tanpa tumpang tindih. Adanya fleksibilitas ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan pendidikan yang komprehensif, sebagaimana ditegaskan oleh salah satu kepala madrasah. Kami mengisi kekosongan karakter religius yang mungkin tidak cukup dalam kurikulum umum, tanpa mengganggu kegiatan 15 Dengan demikian, madrasah berfungsi sebagai pelengkap yang strategis. Selain itu, kemitraan ini diperkaya melalui pemanfaatan sumber daya dan kegiatan Guru-guru madrasah, yang diperbantukan dari pondok pesantren atau madrasah lokal, membawa kompetensi spesifik dalam bidang agama. Hal ini diperkuat dengan berbagai kegiatan keagamaan bersama, seperti istighotsah, salat berjamaah, dan pesantren kilat, yang secara efektif mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, dan memperkuat spiritualitas Kolaborasi holistik ini tidak hanya mengoptimalkan pendidikan karakter, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan yang seimbang, suportif, dan religius. Melalui kolaborasi ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis dari sekolah umum, tetapi juga pendalaman spiritual dari madrasah, menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual . ntellectual quotien. dan kecerdasan spiritual . piritual quotien. 16 Model kemitraan ini secara efektif mengatasi keterbatasan waktu dan sumber daya yang mungkin dimiliki oleh salah satu institusi, sehingga memungkinkan pendidikan karakter Islami berjalan secara lebih holistik dan terstruktur. Dengan demikian, perpaduan dua lembaga ini menjadi sebuah inovasi pendidikan yang menjembatani kurikulum formal dengan pendidikan moral-religius, membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga berakhlak mulia dan berintegritas. Perluasan kemitraan ini tidak berhenti pada urusan kurikulum dan sumber daya. Keterlibatan kolaboratif dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti istighotsah dan pesantren kilat, menciptakan ruang bagi interaksi yang lebih mendalam dan bermakna. Kegiatan-kegiatan ini berfungsi sebagai platform untuk mempraktikkan nilai-nilai yang diajarkan, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan gotong royong, dalam konteks nyata. Dengan demikian, kemitraan antara sekolah umum dan madrasah bukan sekadar penyatuan dua institusi, melainkan pembentukan sebuah ekosistem pendidikan yang holistik, di mana kedua lembaga saling melengkapi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat dan siap menghadapi tantangan zaman. Implementasi pendidikan karakter, beberapa strategi efektif diterapkan secara terpadu. Strategi pertama adalah pembiasaa, di mana siswa secara konsisten diajak untuk melakukan praktikpraktik baik dalam rutinitas harian. Hal ini terlihat dari kebiasaan sederhana seperti salam, senyum, dan sapa yang menciptakan suasana hangat, hingga kegiatan spiritual seperti doa pagi dan dzikir 15 Nasir. Muhammad. "Kurikulum madrasah: Studi perbandingan madrasah di Asia. " Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam 9, 2 . : 145-166. 16 Izzah. Azqiya Akidatul. Ida Umami, and Erina Pane. "Implementasi Manajemen Pembelajaran Aqidah Akhlak Berbasis Intellectual. Emotional. Dan Spiritual Quotient Dalam Membentuk Karakter Siswa Pada Madrasah Aliyah Di Kabupaten Lampung Selatan. " Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. 17 Suprayitno. Muhammad Aji, and Agoes Moh Moefad. "Peran Pendidikan Islam Terintegrasi dalam Pembentukan Karakter dan Keterampilan Sosial Generasi Muda Muslim di Era Globalisasi. " JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 7, no. : 1763-1770. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Saidah. Zaqiatul Munawaroh rutin yang menumbuhkan kesadaran religius. Pembiasaan ini menjadi pondasi yang kokoh, mengubah perilaku menjadi kebiasaan yang terinternalisasi secara alami. Strategi kedua adalah keteladanan guru. Dalam konteks ini, guru berperan sebagai model perilaku yang secara langsung dapat diamati dan ditiru oleh siswa. Kedisiplinan, sopan santun, dan etika kerja yang ditunjukkan oleh para pendidik menjadi contoh nyata dari nilai-nilai yang diajarkan. Keteladanan ini memiliki kekuatan yang lebih besar daripada sekadar teori, karena ia memberikan bukti empiris bahwa nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, menginspirasi siswa untuk mengikuti jejak yang sama. Strategi ketiga adalah pengintegrasian nilai ke dalam berbagai kegiatan kolaboratif. Nilainilai religius, tanggung jawab, dan gotong royong tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga dipraktikkan melalui kegiatan bersama seperti kerja bakti yang menumbuhkan rasa kebersamaan, mentoring agama yang memperdalam pemahaman spiritual, dan diskusi keislaman yang mengasah nalar kritis. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam pengalaman nyata, siswa tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga merasakan manfaat dan dampaknya, sehingga pendidikan karakter menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan. Integrasi nilai-nilai ini tidak berhenti pada kegiatan intrakurikuler semata. Melalui strategistrategi tersebut, sekolah berhasil menciptakan sebuah ekosistem pendidikan yang menyeluruh, di mana setiap interaksi dan aktivitas menjadi peluang untuk pembentukan karakter. 18 Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga role model yang menginspirasi. Siswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga praktisi nilai-nilai moral. Hasilnya adalah terbentuknya individu-individu yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual yang matang. Pembentukan karakter yang berkesinambungan melalui kemitraan antara sekolah umum dan madrasah menunjukkan hasil yang signifikan, terlihat dari penguatan beberapa nilai inti. Salah satu peningkatan yang paling mencolok adalah dalam nilai religius. Melalui kegiatan-kegiatan terpadu, siswa menjadi terbiasa untuk melaksanakan ibadah tepat waktu dan bahkan memiliki kemampuan untuk memimpin doa, sebuah indikator bahwa nilai spiritual telah terinternalisasi. Sebagaimana penuturan seorang Guru Pendidikan Agama Islam, "Dulu anak-anak suka malas salat, sekarang mereka bahkan mengingatkan teman. " Perubahan ini menunjukkan bahwa nilai religius telah menjadi kebiasaan kolektif, bukan sekadar kewajiban individu. Selain nilai religius, peningkatan yang signifikan juga terlihat pada aspek disiplin. Penerapan jadwal yang teratur dalam sistem full day school dan kegiatan keagamaan berhasil mengurangi tingkat keterlambatan siswa. Hal ini dibarengi dengan peningkatan ketertiban siswa dalam mengikuti berbagai kegiatan di sekolah dan madrasah. Disiplin yang terbentuk secara konsisten ini menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter yang bertanggung jawab. Dua nilai penting lainnya yang mengalami penguatan adalah tanggung jawab dan sopan Keterlibatan siswa dalam tugas-tugas kelas dan kegiatan madrasah meningkat secara nyata, menunjukkan tumbuhnya rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Bersamaan dengan itu, interaksi siswa dengan guru dan teman sebaya menjadi lebih terkontrol dan santun, mencerminkan adanya peningkatan etika sosial yang menjadi salah satu pilar utama dalam pendidikan karakter. Dengan demikian, kemitraan ini secara holistik berhasil membentuk individu yang tidak hanya disiplin dan bertanggung jawab, tetapi juga religius dan berakhlak mulia. 18 Tri Rejeki. Susilawati Susilawati, and Febriansyah Febriansyah. "Pemanfaatan Proyek Peguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Pada Kurikulum Merdeka Dalam Mengembangkan Social Skill pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Rejang Lebong. " PhD diss. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, 2024. 19 Rohmaniah. Siti, and Wakib Kurniawan. "Strategi Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Kurikulum Merdeka untuk Pembentukan Karakter. " TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. : 72-85. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Pendidikan Karakter Melalui Kemitraan Full Day School Antara Sekolah Umum Dan Madrasah Di Pasuruan Terdapat sejumlah faktor yang secara langsung memengaruhi keberhasilan kemitraan antara sekolah umum dan madrasah dalam membentuk karakter siswa. 20 Salah satu faktor pendukung utama adalah komitmen kuat dari pimpinan sekolah dan madrasah. Sinergi ini diperkuat oleh dukungan penuh dari orang tua siswa, yang menunjukkan adanya kesamaan visi dalam pendidikan Kedekatan emosional antara guru dan siswa juga menjadi katalisator penting, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penanaman nilai-nilai. Semua ini didukung oleh budaya lokal yang religius, di mana nilai-nilai keagamaan sudah mengakar dalam masyarakat, memudahkan internalisasi di lingkungan sekolah. Namun, implementasi kemitraan ini juga tidak lepas dari tantangan. Salah satu faktor penghambat yang signifikan adalah padatnya jadwal siswa yang menjalani full day school, yang sering kali menyebabkan kelelahan fisik di sore hari. 21 Kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi dan efektivitas pembelajaran di madrasah. Selain itu, masih ada isu terkait kualifikasi tenaga pengajar, di mana belum semua guru madrasah memiliki sertifikasi pedagogik yang memadai, sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas. Koordinasi antara kedua institusi, meskipun sudah terjalin, terkadang juga belum maksimal, sehingga berpotensi menimbulkan miskomunikasi atau ketidaksinambungan program. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih matang untuk mengatasi hambatan ini demi tercapainya tujuan pendidikan karakter yang optimal. Sinergi antara sekolah umum dan madrasah diniyah dalam sistem full day school terbukti efektif dalam memperkuat pendidikan karakter siswa secara menyeluruh. 22 Kemitraan ini berhasil menjembatani kesenjangan yang selama ini sering terjadi, di mana sekolah umum cenderung fokus pada aspek kognitif dan akademik, sementara madrasah menekankan pada pengembangan moral dan religius. Melalui kolaborasi ini, kedua lembaga saling melengkapi dan membentuk sebuah pendekatan pembelajaran yang integral antara aspek kognitif dan afektif. Hasilnya, siswa tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan yang memadai, tetapi juga memiliki fondasi akhlak dan spiritual yang kuat. Model kolaboratif ini menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan degradasi karakter yang kerap menjadi isu pendidikan. Dengan menggabungkan kekuatan masing-masing, kemitraan ini tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan memiliki budi pekerti yang luhur. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan harus melibatkan sinergi dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, seimbang, dan berkesinambungan. Kemitraan antara sekolah dan madrasah secara terstruktur mengimplementasikan tiga komponen kunci yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Moral knowing diwujudkan melalui pelajaran madrasah yang memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai dan ajaran Islam. Moral feeling dibentuk melalui pembiasaan rutin yang menumbuhkan rasa cinta dan komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan, seperti salat berjamaah dan dzikir. Terakhir, moral action tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa, yang menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan 20 Amerieska. Siti. "Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kemitraan bisnis pt pln . tudi kasus pada kemitraan pt. pln dengan akli wilayah Kota Malan. " Jurnal Manajemen dan Akuntansi 3, no. 21 Nurshifa. Chika Salsa. Ilham Fahmi, and Muhamad Faizin. "TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM IMPLEMENTASI FULL DAY SCHOOL DI SMPIT AT-TAUBAH KARAWANG. " Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 23, 2 . : 877-885. 22 Riyono. Riyono. "The synergy of school and madrasah diniyah in implementing full day school. " In 1st International Conference on Intellectuals' Global Responsibility (ICIGR 2. , pp. Atlantis Press, 2018. 23 Alfarizi. Muhamad Fariz. "Implementasi Budaya Sekolah Islami di Pondok Pesantren Modern Al-Ghozali. Bachelor's thesis. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 24 Irawan. Kukuh Adi. Hisam Ahyani. Ahmad Jafari, and Achmad Rofik. "Peran madrasah diniyah an nur dalam pengembangan pendidikan islam melalui tradisi keagamaan. " Fitrah: Journal of Islamic Education 2, no. : 52-65. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Saidah. Zaqiatul Munawaroh sopan santun dalam interaksi sosial. Dengan demikian, sinergi ini berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, di mana pengetahuan moral tidak hanya dipahami, tetapi juga dirasakan dan diwujudkan dalam tindakan nyata, sesuai dengan kerangka teori yang dikemukakan. Dengan menggabungkan ketiga komponen ini, kemitraan antara sekolah umum dan madrasah menciptakan sebuah pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter secara utuh. Siswa tidak hanya diajarkan untuk mengetahui apa yang benar . oral knowin. , tetapi juga didorong untuk merasakan pentingnya nilai-nilai tersebut . oral feelin. melalui pembiasaan yang konsisten. Pada akhirnya, semua ini bermuara pada tindakan nyata . oral actio. yang terwujud dalam perilaku sehari-hari, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan interaksi yang santun. Keselarasan antara pemahaman, perasaan, dan tindakan ini membuktikan bahwa sinergi kedua institusi tersebut merupakan model yang efektif dan relevan dalam menjawab tantangan degradasi moral di era modern, sejalan dengan prinsipprinsip pendidikan karakter yang ideal. Penelitian menunjukkan bahwa strategi pembiasaan dan keteladanan guru merupakan fondasi krusial dalam pendidikan karakter. Pembiasaan rutin, seperti doa harian, budaya salam, dan kegiatan keagamaan terbukti efektif menanamkan nilai-nilai luhur pada siswa. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran sentral guru sebagai role model. Ketika guru secara konsisten menunjukkan kedisiplinan, sopan santun, dan integritas, siswa akan lebih mudah menginternalisasi dan mengaplikasikan perilaku baik tersebut. 27 Keteladanan guru menjadi jembatan yang mengubah teori menjadi praktik, dan menjadi penguat utama dalam proses transformasi perilaku siswa. Sebagaimana yang dikemukakan dalam berbagai kajian, peran guru sebagai teladan memiliki dampak signifikan tidak hanya pada karakter individu siswa, tetapi juga dalam membentuk budaya sekolah secara keseluruhan. Wilayah Pasuruan memiliki relevansi kontekstual yang signifikan dalam penelitian ini karena dikenal sebagai salah satu ikon religius dengan tradisi keagamaan yang kuat dan banyaknya pondok 29 Kondisi sosial-budaya ini secara inheren menciptakan ekosistem yang sangat kondusif bagi sinergi antara sekolah umum dan madrasah, di mana nilai-nilai Islam sudah mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini memudahkan proses integrasi pendidikan karakter Islami karena adanya dukungan kolektif dari lingkungan sekitar, mulai dari orang tua hingga tokoh Dengan demikian, model kemitraan yang diterapkan di Pasuruan tidak hanya menjadi studi kasus yang unik, tetapi juga berfungsi sebagai best practice yang sangat relevan dan potensial untuk direplikasi di daerah-daerah lain yang memiliki karakter sosial-religius serupa. Meskipun kemitraan antara sekolah dan madrasah dalam sistem full day school terbukti efektif, penerapannya tidak luput dari tantangan. Salah satu hambatan utama adalah potensi kelelahan fisik siswa akibat jadwal yang padat, yang berlangsung hingga sore hari. Hal ini dapat memengaruhi konsentrasi dan motivasi belajar, khususnya dalam pelajaran madrasah. Selain itu, penyesuaian kurikulum agar terintegrasi dengan baik dan keterbatasan jumlah tenaga pengajar 25 Loloagin. Glorya. Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho. "Implementasi pendidikan karakter Menurut Perspektif Thomas Lickona ditinjau dari peran pendidik PAK. " Journal on Education 5, no. : 6012-6022. 26 Arifin. Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Pembiasaan dalam Peningkatan Mutu Sekolah. Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan (JAMP). , 238-244. 27 Loloagin. Glorya. Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho. "Implementasi pendidikan karakter Menurut Perspektif Thomas Lickona ditinjau dari peran pendidik PAK. " Journal on Education 5, no. : 6012-6022. 28 Shoimah. Lailatus. Sulthoni, and Y. Soepriyanto. "Pendidikan karakter melalui pembiasaan di sekolah dasar. " Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan 1, no. : 169-175. 29 Yusuf. Achmad. Pesantren Multikultural Model Pendidikan Karakter Humanis-Religius Di Pesantren Ngalah Pasuruan-Rajawali Pers. PT. RajaGrafindo Persada, 2021. 30 Wahyudi. Novianto Ade. Muhammad Jembar Risky. Muhammad Akmal Pratama. Iftah Irzaqi. Muhammad Faisal Reza. Arditya Prayogi, and Riki Nasrullah. "Adaptasi Pesantren dalam Pelestarian Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Modern. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Pendidikan Karakter Melalui Kemitraan Full Day School Antara Sekolah Umum Dan Madrasah Di Pasuruan profesional yang memiliki kompetensi pedagogik juga menjadi isu penting. 31 Oleh karena itu, keberhasilan model ini sangat bergantung pada manajemen waktu yang efektif, komunikasi yang kuat antara kedua lembaga, serta upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualifikasi guru melalui pelatihan profesional. Tantangan ini menunjukkan bahwa meskipun model kemitraan ini menjanjikan, implementasinya memerlukan perencanaan yang matang dan evaluasi yang terusmenerus untuk memastikan efektivitasnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa poin penting pertama. Kemitraan Sekolah Umum dan Madrasah Diniyah dalam Sistem Full Day School kemitraan antara sekolah umum dan madrasah diniyah di Pasuruan dalam sistem full day school merupakan bentuk kerja sama strategis yang dilakukan secara terstruktur dan Kerja sama ini mencakup aspek kurikulum, penjadwalan, sumber daya manusia, serta kegiatan pembinaan karakter yang terintegrasi dalam program harian siswa. Madrasah diniyah berperan menguatkan dimensi keagamaan dan moralitas siswa yang mungkin belum sepenuhnya terpenuhi dalam pembelajaran formal di sekolah umum. Kedua. Pendidikan karakter dilaksanakan melalui berbagai strategi, seperti pembiasaan . oa, dzikir, budaya sala. , keteladanan guru, integrasi nilai karakter dalam mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, serta pelibatan aktif siswa dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Strategi ini bersifat kontekstual dan mengakar pada budaya religius masyarakat Pasuruan. Ketiga. Kemitraan ini terbukti efektif dalam mengembangkan nilai-nilai karakter siswa, terutama religiusitas, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun serta integritas. Keberhasilan program kemitraan antara sekolah umum dan madrasah diniyah dalam sistem full day school didukung oleh beberapa faktor kunci. Komitmen yang kuat dari pimpinan kedua institusi, dukungan penuh dari orang tua dan masyarakat, serta ketersediaan tenaga pendidik dari madrasah menjadi pondasi yang kokoh. Terlebih lagi, lingkungan lokal di Pasuruan yang kental dengan budaya religius semakin memudahkan internalisasi nilai-nilai karakter pada siswa. Namun, model ini tidak terlepas dari tantangan, termasuk padatnya aktivitas yang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik pada siswa, serta belum optimalnya koordinasi dan sinkronisasi kurikulum antara sekolah dan madrasah. Terlepas dari tantangan tersebut, model kemitraan ini menunjukkan relevansi yang tinggi dan potensi replikasi di wilayah lain yang memiliki karakter sosial-keagamaan serupa, karena terbukti mampu mengombinasikan pendekatan formal dan nonformal untuk membentuk karakter siswa secara utuh, baik dari segi spiritual, sosial, maupun akademik. Daftar Rujukan Abdillah. Merancang Perpustakaan Islam yang Menarik dengan Mengintegrasikan Kandungan Prinsip Q. Al- Alaq1-5. Thesis. Maulana Malik Ibrahim Malang, 2010. Aini. & Suyanto. Tanggapan Masyarakat tentang Adanya Kebijakan Program Wajib Madrasah Diniah di Kabupaten Pasuruan. Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan. , 822-836. Dari 31 Shidiq. Sapiduin. "IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK MELALUI PROGRAM FULL DAY SCHOOL DALAM MENANGGULANGI GAYA HIDUP HEDONISME (Studi Kasus di SMA Negeri 29 JAKARTA dan SMK Negeri 59 Jakarta. " Master's thesis. FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 32 DEITHA NURTESA DAMARES. "IMPLEMENTASI SISTEM PENDIDIKAN FULL DAY SCHOOL DI SEKOLAH (ANALISIS KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG HARI SEKOLAH). " PhD diss. UIN Raden Intan Lampung, 2020. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Saidah. Zaqiatul Munawaroh Akbar. Pendidikan Karakter Bangsa melalui Pendekatan Menyeluruh. BEM FIP. Universitas Negeri Malang. Malang, 2011. Alfarizi. Muhamad Fariz. "Implementasi Budaya Sekolah Islami di Pondok Pesantren Modern AlGhozali. " Bachelor's thesis. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Amerieska. Siti. "Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kemitraan bisnis pt pln . tudi kasus pada kemitraan pt. pln dengan akli wilayah Kota Malan. " Jurnal Manajemen dan Akuntansi 3, no. Amiruddin. Penyelenggara Madrasah Diniah di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. AlQalam, 17. , 2011. Annur. Yusri Fajri. Ririn Yuriska, and Shofia Tamara Arditasari. "Pendidikan Karakter dan Etika dalam pendidikan. " In Prosiding seminar nasional program pascasarjana universitas pgri Arifin. Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Pembiasaan dalam Peningkatan Mutu Sekolah. Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan (JAMP). , 2018. Asrofi. Asrofi, and Ida Zahara Adibah. "PERKEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH DI INDONESIA. " EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran 5, no. : 322-332. Astuti. Implementasi Program Full Day School sebagai Usaha Mendorong Perkembangan Sosial Peserta Didik TK Unggulan Al-yaAolu kota Malang. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan. , 133-140. Bigdan. & Biklen. Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon. Inc. CNN. Kebijakan FDS Perlu Pertimbangkan Beban Belajar. (Onlin. ttps://m. com/kebijakan-fds-perlu-pertimbangkan-beban-belaja. , diakses 30 Januari 2019 DEITHA NURTESA DAMARES. "IMPLEMENTASI SISTEM PENDIDIKAN FULL DAY SCHOOL DI SEKOLAH (ANALISIS KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG HARI SEKOLAH). " PhD diss. UIN Raden Intan Lampung, 2020. Denzin. & Lincoln. Handbook of Qualitative Research. Thousand Oak. California: Sage Publications. Inc. Dewi. Anita Candra. Bayin Ramadhan. Ahmad Fadhil. Firqah Fadhil. Andi Mufidah Idris. Muh Raifadhil Hidayat, and M. Aqila Dzakwan Yusrin. "Pendidikan moral dan etika mengukir karakter unggul dalam pendidikan. " IJOCE: Indonesia Journal of Civic Education 3, no. : 69-76. Dunn. Public Policy Analysis. Englewood Cliffs: Duxbuy Press, 1999. Eliyawati. Full Day School. Jakarta: Reinda Cipta, 2007. Haningsih. Peran Strategi Pesantren Madrasah dan Sekolah Islam di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam: El-Tarbawi. , 2008. Harjaningrum. Half Day School dan Full Day School Tinjauan Psikologi. Surabaya: Usaha Nasional, 2007. Hayatunnisa. Hayatunnisa. Jenika Fejrin. Milki Salwa Nor Azizah. Muhamad Ilham. Wayan Gastiadirrijal. Syahidin Syahidin, and Muhamad Parhan. "Konsep etika dan moralitas sebagai materi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. " ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan 2, no. : 77-84. Irawan. Kukuh Adi. Hisam Ahyani. Ahmad Jafari, and Achmad Rofik. "Peran madrasah diniyah an nur dalam pengembangan pendidikan islam melalui tradisi keagamaan. " Fitrah: Journal of Islamic Education 2, no. : 52-65. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Pendidikan Karakter Melalui Kemitraan Full Day School Antara Sekolah Umum Dan Madrasah Di Pasuruan Istyani. Ekstensi Madrasah Diniah (Madi. sebagai Entitas Kelembagaan Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia. Edukasia Islamika. 2, 2017. Izzah. Azqiya Akidatul. Ida Umami, and Erina Pane. "Implementasi Manajemen Pembelajaran Aqidah Akhlak Berbasis Intellectual. Emotional. Dan Spiritual Quotient Dalam Membentuk Karakter Siswa Pada Madrasah Aliyah Di Kabupaten Lampung Selatan. " Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. Junanah. "Bentuk Kemitraan Sekolah Dengan Keluarga Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Di Smp Negeri 2 Mlati Slemanyogyakarta. " Master's thesis. Universitas Islam Indonesia, 2018. Lincoln. & Guba. Naturalistic Inquiry. Beverly Hill. California: sage Publications. Inc Loloagin. Glorya. Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho. "Implementasi pendidikan karakter Menurut Perspektif Thomas Lickona ditinjau dari peran pendidik PAK. " Journal on Education 5, no. : 6012-6022. Loloagin. Glorya. Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho. "Implementasi pendidikan karakter Menurut Perspektif Thomas Lickona ditinjau dari peran pendidik PAK. " Journal on Education 5, no. : 6012-6022. Marshall. & Rossman. Designing Qualitative Research. Newbury Park. California: Sage Publictaions. Inc. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002. Nasir. Kurikulum madrasah: Studi Perbandingan Madrasah di Asia. Nadwa. Jurnal Pendidikan Islam. 23-31, 2015. Nasir. Muhammad. "Kurikulum madrasah: Studi perbandingan madrasah di Asia. " Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. : 145-166. Nurshifa. Chika Salsa. Ilham Fahmi, and Muhamad Faizin. "TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM IMPLEMENTASI FULL DAY SCHOOL DI SMPIT AT-TAUBAH KARAWANG. " Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 23, no. : 877-885. Patoni. Metodologi Penelitian Pendidikan Islam. Jakarta: Bina Ilmu, 2004 Patton. Qualitative Evaluation Methods. Baverly Hill. California: sage Publications. Inc. Peraturan Bupati Nomor 21 tahun 2016 tentang Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniah dan Takhassus Diniah. Peraturan Daerah kabupaten Pasuruan Nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Pasuruan Peraturan Pemerintahan Daerah Nomor 36 tahun 2007 tentang Baca Tulis Al-qurAoan (BTQ) Bagi Peserta Didik yang Beragama Islam Riyanto. Riyanto, and Masithoh Kharisma. "Strategi Pemasaran Pendidikan Dalam Meningkatkan Citra Lembaga Sekolah: Strategi Pemasaran Pendidikan Dalam Meningkatkan Citra Lembaga Sekolah. " JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Studi Keislaman 2, no. Riyanto. Riyanto. "Strategi Pendidikan Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking Peserta Didik. " SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 1, no. : 52-58. Riyono. Riyono. "The synergy of school and madrasah diniyah in implementing full day school. In 1st International Conference on Intellectuals' Global Responsibility (ICIGR 2. , pp. Atlantis Press, 2018. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi Saidah. Zaqiatul Munawaroh Rohmaniah. Siti, and Wakib Kurniawan. "Strategi Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Kurikulum Merdeka untuk Pembentukan Karakter. " TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. : 72-85. Ro'uf. Muhammad Fathur, and Riyanto Riyanto. "KEPEMIMPINAN PROFETIK KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN LOYALITAS TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN. " JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman 1, no. Shidiq. Sapiduin. "IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK MELALUI PROGRAM FULL DAY SCHOOL DALAM MENANGGULANGI GAYA HIDUP HEDONISME (Studi Kasus di SMA Negeri 29 JAKARTA dan SMK Negeri 59 Jakarta. " Master's thesis. FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Shoimah. Lailatus. Sulthoni, and Y. Soepriyanto. "Pendidikan karakter melalui pembiasaan di sekolah dasar. " Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan 1, no. : 169-175. Sholihah. Siti Karimatus. "INTEGRASI SISTEM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MADRASAH DINIYAH DAN PENDIDIKAN FORMAL (STUDI KASUS DI ALMAyCE HAD RAUDLATUL ULUM ARRAHMANIYAH PRAMIAN TAMAN SRESEH SAMPANG). " Turatsuna: Jurnal Keislaman Dan Pendidikan 3, no. Spradley. P Participant Observation. New York: Holt. Rinehart and Winston, 1980. Suharsimi. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Bandung: PT. Rineka Cipta, 1993. Suprayitno. Muhammad Aji, and Agoes Moh Moefad. "Peran Pendidikan Islam Terintegrasi dalam Pembentukan Karakter dan Keterampilan Sosial Generasi Muda Muslim di Era Globalisasi. " JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 7, no. : 1763-1770. Syahr. & haningsih. Membentuk Madrasah Diniah sebagai Alternatif Lembaga Pendidikan Elite Muslim bagi Masyarakat. Jurnal Intizar. , 393-414 Syaifullah. Achmad Faisol. Achmad Patoni, and Binti Maunah. "A TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP AND EMPOWERMENT IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS. " AL-MAFAZI: JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT 2, no. : 63-53. Sydrajat. Mangapa Pendidikan Karakter? Jurnal Pendidikan Karakter. 47-58 Dari https://journal. id/index. php/jpka/article/view/1316/1094, 2001. Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992. Tri Rejeki. Susilawati Susilawati, and Febriansyah Febriansyah. "Pemanfaatan Proyek Peguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Pada Kurikulum Merdeka Dalam Mengembangkan Social Skill pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Rejang Lebong. " PhD diss. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, 2024. Wahyudi. Novianto Ade. Muhammad Jembar Risky. Muhammad Akmal Pratama. Iftah Irzaqi. Muhammad Faisal Reza. Arditya Prayogi, and Riki Nasrullah. "Adaptasi Pesantren dalam Pelestarian Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Modern. Wiyani. Manajemen Pendidikan Karakter Pedagogik. Yogyakarta, 2012. Yin. Case Stusy Research: Design anf Methods. London: Sage Publicaions. Inc, 1994. Yusuf. Achmad. Pesantren Multikultural Model Pendidikan Karakter Humanis-Religius Di Pesantren Ngalah Pasuruan-Rajawali Pers. PT. RajaGrafindo Persada, 2021. JIPSKi: Jurnak ilmu pendidikan dan studi keislaman Volume 2, nomor 1, desember 2024, 127-140 e-issn 3063-0665 Published: stai kh. Muhammad ali shodiq website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/JIPSKi