JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGELOLA SAMPAH RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN DI KAMPUN SEKEAWI RT 001 RW 002 DESA SEKAMENAK Herianto1. Nandang Rukanda2 IKIP Siliwangi. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia herianto2710@gmail. com, 2nandangrukanda@ikipsiliwangi. Received: Mei, 2024. Accepted: September, 2024 Abstract Waste is waste that results from a production process, both domestic . and industrial. In Law No. 18 of 2008 concerning Waste Management, it is stated that waste is the remains of daily human activities or natural processes in solid or semi-solid form in the form of biodegradable or non-degradable organic or inorganic substances which are deemed no longer useful and are thrown away. to the The bad habit of throwing rubbish carelessly seems to be familiar, even as if it is used to Society is the largest human group that has the same habits, traditions, attitudes and feelings of unity. Society is also the main key to the waste problem. As stated by Environmental Health, it is one of the health efforts to create a healthy environmental quality, both physical, chemical, biological and social, which enables everyone to achieve the highest level of health. Management of household waste and similar household waste consists of reducing waste and handling waste. Waste reduction includes several activities, including limiting waste generation, recycling waste, and reusing waste. There are several ways to create a clean environment: . Community . Garbage . Health quality Keywords: Community. Garbage. Health quality Abstrak Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik domestik . umah tangg. maupun industri. Dalam Undang-undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. Kebiasaan buruk dengan membuang sampah sembarangan seakan sudah tak asing lagi, bahkan seakan sudah terbiasa. Masyarakat adalah kelompok manusia terbesar yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat juga merupakan kunci utama dari permasalah sampah. Sebagaimana dikemukakan oleh Kesehatan lingkungan merupakan salah satu upaya kesehatan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik fisik, kimia, biologi maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri dari pengurangan sampah dan penanganan sampah. Dalam pengurangan sampah meliputi beberapa kegiatan antara lain pembatasan timbulan sampah, pendaurulangan sampah, serta pemanfaatan kembali sampah. Ada beberapa untuk menciptakan lingkungan agar tetap bersih: . Masyarakat . Sampah . kualitas kesehatan. Kata Kunci: Masyarakat. Sampah, kualitas kesehatan How to Cite: Herianto & Rukanda. Partisipasi Masyarakat Dalam Mengelolan Sampah Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Di Kampus Sekeawi RT 001 RW 002 Desa Sukamenak. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 286-292 Volume 7. No. September 2024 pp 286-292 PENDAHULUAN Manusia sebagai mahluk sosial selalu membutuhkan manusia lainya untuk memenuhi kebutuhanya, sebuah keniscayaan manusia bisa hidup secara individual dalam lingkungannya. Masyarakat merupakan manusia yang senantiasa berhubungan . dengan manusia lainya dalam suatu kelompok (Setiadi, 2013: 5 dalam Tejokusumo, 2. Masyarakat disebut dengan AusocietyAy artinya adalah interaksi social, perubahan social, dan rasa kebersamaan, berasal dari kata latin sociusyang yang berarti . Istilah masyarakat berasal dari kata bahaa Arab syaraka yang berarti . kut serta dan berpartisipas. Menurut Karl Mart dalam Yusuf et al. , 2020 pengertian masyarakat adalah suatu struktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomi. Kehadiran sampah merupakan salah satu persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Keberadaan sampah tidak diinginkan bila dihubungkan dengan faktor kebersihan, kesehatan, kenyamanan dan keindahan . Tumpukan onggokan sampah yang mengganggu kesehatan dan keindahan lingkungan merupakan jenis pencemaran yang dapat digolongkan dalam degradasi lingkunganyang bersifat social (Bintarto, 1997:57 dalam Hasibuan, 2. Salah satu faktor yang mempengaruhi lingkungan adalah masalah pembuangan dan pengelolaan sampah. Sampah adalah bahan buangan sebagai akibat dari aktivitas manusia yang merupakan bahan yang sudah tidak dapat dipergunakan lagi. Pada saat ini manusia kurang akan kesadaran lingkungan sendiri. Banyak di antara mereka yang kurang mengerti akan kebersihan lingkungan, sehingga mereka dengan mudahnya membuat limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan (Hasibuan, 2. Didalam kehidupan sehari-hari sampah meupakan salah satu faktor pencemaran lingkungan yang berbahaya bagi kesehtan seperti sampah yang diproduksi masyarakat dari kegiatan seperti memasak, sisa sayuran, bekas bumbu dapur yang akan menghasilkan sampah rumah tannga. Sebagaimana dikatan Menurut Data System Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) kementrian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) Tahun 2002 hasil input dari 202 kabupaten seindonesia menyebut jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21. juta ton. Dari total sampah nasional tersebut, 65. 1% . 9juta to. dapat terkelola, sedangkan 29% . 2 juta to. belm terkelola dengan baik (KEMENKO PMK, 2. Menurut Siagian . pengelolaan sampah di Indonesia dibagi menjadi dua, pertama yaitu pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dan kedua yaitu pengelolaan sampah spesifik. Pengelolaan sampah spesifik adalah tanggung jawab pemerintah, sedangkan pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri atas pengurangan sampah dan penanganan sampah, pengurangan sampah yang meliputi pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang sampah, dan pemanfaatan kembali sampah. Dalam hal ini, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki perannya masing-masing. Dalam pelestarian, penyehatan lingkungan permukiman yang berkelanjutan adalah hal yang sangat penting untuk mendapat perhatian. Permukiman yang sehat dengan lingkungan yang bersih sangat diperlukandalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat sehingga masyarakat dapat menjadi lebih produktif (Praganingrum et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut, maka potensi masyarakat sangat penting untuk dikembangkan. Masyarakat secara umum, telah diperkenalkan untuk mengetahui mengenai sistem pengolahan sampah yang baik untuk skala individu utamanya untuk lingkungan permukimannya. Suatu pendekatan yang 288 Herianto & Rukanda. Partisipasi Masyarakat Dalam Mengelolan Sampah Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Di Kampus Sekeawi RT 001 RW 002 Desa Sukamenak sering digaungkan adalah pengelolaan sampah dengan mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang (Praganingrum et al. , 2. Lingkungan hidup yang bersih dan sehat merupakan dambaan bagi setiap warga masyarakat" lingkungan bersih dan sehat juga merupakan salah satu modal dasar penting bagi pembangunan manusia Indonesia karena kualitas lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup Oleh karena itu pemerintah bersama-sama dengan masyarakat harus berupaya untuk menciptakan lingkungan menjadi bersih dan sehat. Kualitas lingkungan permukiman sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Penduduk yang menempati lingkungan permukiman yang bersih dan sehat umumnya juga dalam keadaan sehat, sebaliknya yang menempati lingkungan permukiman yang jelek dan tidak teratur mereka sering menderita bermacam-macam penyakit, sehingga menyebabkan banyak kematian di kalangan anak-anak yang berumur di bawah lima tahun. Penyakit yang timbul karena jeleknya lingkungan permukiman itu, misalnya TBC, radang paru, bronchitis, tipus, disentri, influenza, campak, cacar/ malaria dan sebagainya. Masyarakat Masyarakat adalah kelompok manusia terbesar yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat juga merupakan kunci utama dari permasalah Sebagaimana dikemukakan oleh (Febyanti et al. , 2. Setiap hari, setiap rumah tangga menghasilkan limbah yang bila tidak ditangani dengan baik akan berdampak buruk bagi kondisi lingkungan. Limbah rumah tangga merupakan buangan berbentuk cair dan padat baik dari dapur, kamar mandi dan cucian. Limbah ini selain berbahaya bagi lingkungan, juga mengganggu kesehatan manusia. Sebab dalam limbah tersebut banyak terdapat kuman dan bakteri yang menyebabkan banyak penyakit (Mega Yudia Tobing, 2. Manusia dalam kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumber daya alam sehingga menghasilkan beragam limbah diantaranya berupa sampah. yang dimaksud sampah adalah segala sesuatu yang tidak lagi dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Sampah ini ada yang mudah membusuk dan ada pula yang tidak mudah busuk. yang membusuk terutama terdiri atas zat-zat organic seperti sisa sayuran, sisa daging, daun, dan lain-lain, sedangkan yang tidak membusuk dapat berupa plastic, kertas, karet, logam ataupun abu, bahan bangunan bekas, dan lain-lain (Rahayu, 2. Menurut (Tugerojo, 2. Upaya daur ulang sampah menjadi barang layak jual yang pertama adalah dengan mengubah plastik minuman kemasan menjadi tas dan juga dompet yang unik. Untuk bisa mengubah plastik bekas minuman kemasan dibutuhkan keterampilan menjahit dan juga bungkus minuman yang sejenis. Hal itu dikarenakan jika bungkus minumannya berbeda tas akan menjadi tidak menarik. Sosok yang berhasil mengubah sampah menjadi barang yang layak jual adalah Hijrah Purnama. Sampah Menurut Tutuko . Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik domestik . umah tangg. maupun industri. Dalam Undang-undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. Kebiasaan buruk dengan membuang sampah sembarangan seakan sudah tak asing lagi, bahkan seakan sudah terbiasa. Penyakit tak datang dengan sendirinya Volume 7. No. September 2024 pp 286-292 melainkan lingkungan yang kotor. Sumber penyakit dapat tumbuh dengan cepat bahkan dahsyat berkembangannya, sumber penyakit pun terdapat pada, tumpukan sampah, limbah pabrik, hingga ada pada air yang tergenang (Desperkimta, 2. Kebersihan adalah unsur pokok yang menjadi cerminan kesehatan sehari-hari setiap individu UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dicapai melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkaitan erat dengan kebersihan. Manusia wajib menjaga kebersihan badan dan kebersihan Kebersihan badan merupakan kebersihan diri sendiri meliputi mandi, mencuci tangan, menggunakan pakaian bersih, dan menggosok gigi. Kebersihan lingkungan merupakan kebersihan sekitar manusia, yaitu kebersihan tempat umum, kebersihan rumah, dan kebersihan tempat kerja. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan halaman dan jalan di depan rumah dari sampah. Menurut (Buhungo 2012 dalam Irawati et al. , 2. Kesahatan Menurut (Misranda E. Nalole, 2. Kesehatan lingkungan merupakan salah satu upaya kesehatan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik fisik, kimia, biologi maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Hal ini sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah No. 66 tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan (Keslin. yang peraturannya ditujukan dalam rangka terwujudnya kesehatan lingkungan melalui upaya pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan dari faktor resiko Kesehatan lingkungan. (Soesanto et al. ,2. Program Kesehatan harus mampu membangkitkan peran sert undividu, keluarga dan masyarakat sedemikian ruppa sehingga setiap individu, keluarga dan masyarakat dapat saling menolong. Hidup sehat harus dibudayakan sejak dini. Bisa dimulai dari diri sendiri, seperti rutin berolahraga, memenuhi asupan harian cairan pada tubuh, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi. Perhatikan pula kebersihan di dalam rumah kamu. Jangan sampai kamu membiarkan genangan air atau sampah yang menumpuk, karena bisa menjadi sumber penyakit. Menjaga kebersihan lingkungan tidak semudah yang dibayangkan. Masih ada saja tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang membuang sampah sembarangan (Nunu, 2. METODE Sementara itu, metode kualitatif lebih menekankan pada pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari fenomena tersebut. Analisis dan ketajaman penelitian kualitatif sangat terpengaruh pada kekuatan kata dan kalimat yang digunakan. Oleh karena itu. Basri . menyimpulkan bahwa fokus dari penelitian kualitatif adalah pada prosesnya dan pemaknaan hasilnya. Perhatian penelitian kualitatif lebih tertuju pada elemen manusia, objek, dan institusi, serta hubungan atau interaksi di antara elemen-elemen tersebut, dalam upaya memahami suatu peristiwa, perilaku, atau fenomena (Mohamed. Abdul Majid & Ahmad. Menurut McCusker. , & Gunaydin. , metode kualitatif digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang Auapa . Ay. Aubagaimana . Ay, atau Aumengapa . Ay atas suatu fenomena, sedangkan metode kuantitatif menjawab pertanyaan Auberapa banyak . ow many, how muc. Ay. Hal ini disesuaikan dengan penelitian yang dilaksanakan di Kampung Di Kampung Rt 001 Rw 009 Desa Sekamenak . Melihat jumlah masyarakat yang acuh terhadap kebersihan dilingkungan sekitar, maka peneliti mengambil sampel dengan metode menurut Sale, et al. menyatakan bahwa penggunaan metode dipengaruhi oleh dan mewakili 290 Herianto & Rukanda. Partisipasi Masyarakat Dalam Mengelolan Sampah Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Di Kampus Sekeawi RT 001 RW 002 Desa Sukamenak paradigma yang merefleksikan sudut pandang atas realitas. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang diambil sebanyak 15 rumah. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti mengenai Partisipasi Masyarakat Dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Di Kampung Sekeawi Rt 001 Rw 009 Desa Sekamenak. Ketidak pedulian masyarakat terhadap lingkungan bersih yang masih kurang akan menjadi malapetaka untuk di kedepannya. Permasalahan sampah saat ini merupakan salah satu masalah umum yang belum teratasi secara Permasalahan sampah akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan bahkan dapat menimbulkan bahaya pada kesehatan mahluk hidup, apabila tidak diurus dengan Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah merupakan salah satu penyebabnya, masih banyak masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan, berbagai alasan yang dilontarkan oleh masyarakat, seperti tidak adanya tempat khusus yang disediakan oleh pihak yang berwenang, dan bahkan ketidak pedulian masyarakat terhadap rasa malas untuk membuang sampah pada tempatnya. Menurut (Aisyah Paradila, 2. Permasalahan sampah ini pun sering disalahkan oleh pihak pemerintah karena tidak dapat mengatasinya secara cepat. Namun, masyarakat sendiri yang tidak menyadarinya bahwa permasalahan sampah ini tidak harus ditangani oleh pemerintah saja tetapi perlu juga partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pemeliharaan lingkungan agar tidak terjadi permasalahan sampah. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah Berdasarkan Pasal 1 Nomor 6. Dengan adanya peraturan tersebut maka setiap daerah diwajibkan memiliki Bank Sampah. TPS atau TPA untuk mengatasi persoalan sampah yang terjadi disetiap daerahnya. Untuk pembuatan TPS (Tempat Penampungan Sementar. , sampah sebaiknya dibuat setiap desa agar dapat mempermudah pengelolaannya sebelum diangkut ke TPA (Tempat Pemprosesan Akhi. Menurut (Bloom & Reenen, 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, jenis sampah yang dikelola terdiri atas : Sampah rumah tangga Sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sampah sejenis sampah rumah tangga Sampah yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan atau fasilitas Sampah spesifik Sampah yang mengandung B3, limbah B3, sampah yang timbul bencana, puing bongkaran bangunan, sampah yang secara teknologi belum dapat diolah dan atau sampah yang timbul secara tidak periodik Menurut Rogers dan Shoemaker dalam Hanafi (Harun dan Ardianto, 2017: 288-. menyebutkan bahwa salah satu cara dalam meninjau perubahan sosial ialah dengan memerhatikan darimana sumber terjadinya perubahan itu. Jika sumber perubahan itu dari dalam sistem sosial itu sendiri, dinamakan perubahan imane. Jika sumber ide baru berasal dari luar sistem sosial, yang demikian disebut perubahan kontak. Volume 7. No. September 2024 pp 286-292 KESIMPULAN Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri dari pengurangan sampah dan penanganan sampah. Dalam pengurangan sampah meliputi beberapa kegiatan antara lain pembatasan timbulan sampah, pendaurulangan sampah, serta pemanfaatan kembali sampah. Pada Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah masyarakat di harapkan bisa memanfatkan sampah sehingga bisa bermanfaat bahkan memiliki nilai jual. Masyarakat ditekankan agar menggunakan konsep 3 R yaitu Reduce . engurangi penggunaan barang/ produk yang bisa merusak lingkunga. Reuse . emakaian kembal. , dan Recycle . endaur ulang sampa. Dengan memakai konsep 3 R ini, masyarakat diharapkan bisa meminimalisir banyaknya timbulan sampah dan bisa menjadikan sampah menjadi salah satu penghasilan mereka dari hasil olahan sampah itu sendiri. Dari sudut pandang masyarakat. Kampung Sekeawi RT 001 RW 009 Desa Sekamenak program pengabdian masyarakat yang telah berjalan sangatlah bermanfaat bagi mereka karena lingkungan mereka menjadi lebih bersih, rapi, dan indah. DAFTAR PUSTAKA