Article Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Yang Tidak Diinginkan Pada Remaja Safitri Wulandari1* Program Studi Kebidanan S1. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Correspondence: safitriwulandari725@gmail. Abstrak: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood. Unintended teenage pregnancy is a global issue that needs attention. Parents play an important role in enhancing adolescents' knowledge by providing them with sex education. However, many parents are busy and may not have enough time to provide such information at home. The failure of the family function in fulfilling its role is the initial trigger for teenagers to engage in deviant behavior, making premarital sexual behavior one of the ways adolescents express frustration towards their The influence of peers is crucial during adolescence as they are concerned about their self-esteem and self-concept. There is an increase in peer influence affecting goal orientation and Citation: Wulandari. AuFaktor-Faktor Yang However, peers also influence them through active use of social media such as dating apps and Facebook to find partners. Mempengaruhi Kehamilan Yang Tidak Diinginkan Pada RemajaAy Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat. Keywords: Kehamilan tidak diinginkan remaja. Peran orang tua. Pergaulan bebas 4, no. Jan. https://doi. org/10. 14710/jrkm. Pendahuluan Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa de- Received: 10 Desember 2023 Accepted: 23 Januari 2024 Published: 30 Januari 2024 Kehamilan tak diinginkan banyak dirasakan oleh remaja perempuan akibat hubungan seksual pranikah. Kehamilan tak diinginkan pada remaja berawal dikala masa Periode pubertas yakni periode yang muncul di masa remaja, dimana remaja menurut organisasi WHO (World Health Organizatio. ialah masa umur antara 10 sampai 19 tahun. Selain itu pubertas ditandai dengan matangnya organ reproduksi manusia dengan ditandai perubahan bentuk dan proporsi tubuh serta peranan fisiologis seperti pematangan organ reproduksi, tidak hanya itu periode pubertas merupakan Copyright: A 2024 by the authors. Universitas Diponegoro. Powered periode yang sangat berarti, terjalin sangat cepat, tidak beraturan serta terdapatnya pe- by Public Knowledge Project OJS rubahan sistem reproduksi. Pada masa tersebut bisa memicu terjadinya perilaku seks and Mason Publishing OJS theme. yang menyimpang dan menjadi penyebab kehamilan tak diinginkan remaja. Metode Metode peneliti ini merupakan studi literatur dengan metode scopimg review. Scoping review merupakan metode yang digunakan untuk mengintegrasikan dan memetakan hasil penelitian dengan beagam metode melalui berbagai sumber kemudian disusun menjadi kesatuan konsep dalam menjawab topik pertanyaan penelitian. Artikel Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 1 https://ejournal2. id/index. php/jrkm/index Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 1 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 33 of 37 yang dipilih dalam studi literatur ini fokus membahas faktor penyebab kehamilan tersebut dalam segi umur, peran orang tua, dan pergaulan bebas. Kemudian akan dilakukan pengumpulan data dengan cara (FGD) Focus Group Discussion dengan beberapa remaja. Hasil Berdasarkan hasil analisis isi dari 6 artikel yang terfokus pada tema dari setiap artikel ada beberapa pembahasan yang akan didokumentasi melalui (FGD) Focus Group Discussion yaitu sebagai berikut: Nama penulis/ jurnal Jumlah sampel Design Hasil penelitian/kesimpulan Nilai value Jenis dukungan sosial Scoping Hasil artikel yang pada remaja dengan terfokus digunakan dalam studi literatur berbagai jenis diberikan pada remaja dengan kehamilan yang tidak diinginkan -pemberian informasi, -pemberian konseling, -komunikasi, -dukungan emosional, -pertanggung jawaban Faktor-faktor 4 orang Pendekatan Hasil dari review artikel pada bulan 19,6% kejadian kehamilan yang tidak januari 2021, dengan 4 orang remaja putri yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dengan dari ke 4 orang tersebut yaitu: -faktor dari status ekonomi -faktor dari orangtua -faktor -faktor pendukung -faktor teman sebaya Dampak pada remaja 4 review jurnal Scopimg Hasil yang didapat dari beberapa artikel adanya pengaruh Terhadap dampak fisik, dampak Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 1 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 34 of 37 ekonomi, dampak Kehamilan 5 remaja Pendekatan Hasil yang didapat dari beberapa 10,9% data yang diketahui yaitu umur dan pendidikan terakhir remaja paling banyak usia 17 tahun 3 orang dan 18 tahun 2 Lalu pendidikan SMP jumlah 5 orang. Berdasarkan hasil pengertian remaja melalui FGD mengatakan bahwa pengertian remaja yaitu masa keemasan yang tidak bisa terulang kembali, adanya perubahan pola pikir, dapat membedakan hal yang baik dan buruk, senang bergaul dan selalu merasa ingin Faktor-faktor 30 orang berhubungan dengan Pendekatan Dari hasil review artikel usia 15-17 cross sectional 12 orang Usia 18-19 18 orang. terjadinya kehamilan Hasil dari keseluruhan ada 30 orang yang 77,2% memiliki pengetahuan seks diwilayah kecamatan kurang berjumlah 28 orang dan 2 bolangitang barat orang yang memiliki pengetahuan seks yang baik. Pada umumnya dari pengetahuan yang kurang dalam pengetahuan seks yang baik. Faktor-faktor 67 remaja putri Cross sectional Hasil dari beberapa artikel ini berhubungan dengan dengan umur 14-16 tahun dengan remaja pada remaja usia menarche 11-15 tahun. Dapat putri diwilayah kerja diketahui sikap 17,2% Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 1 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 35 of 37 Kejadian kehamilan tidak adanya dukungan dari orang tua dan pengetahuan dalam pergaulan Pembahasan Berdasarkan data diatas diketahui gambaran umur dan pendidikan terakhir remaja paling banyak usia 17 tahun 3 orang dan 18 tahun 2 orang. Lalu pendidikan terakhir semua SMP dengan jumlah 5 orang dimasa kehamilan, mereka merasa stress karena yang dialaminya yaitu kehamilan diluar pernikahan, mereka juga merasa takut dan malu dengan keluarga serta lingkungan sekitar karena masalah tersebut sudah dinilai aib bagi keluarganya. Namun, kehamilan dimasa remaja dapat memicu risiko medis karena organ reproduksi yang belum sepenuhnya siap mengalami kehamilan serta risiko psikososial yang lebih besar karena kehamilan tersebut terjadi diluar pernikahan. Berdasarkan data pendidikan terakhir yang didapatkan pada remaja kebanyakan tingkat SMP, menurut data yang didapatkan bahwa kehamilan tidak diinginkan mayoritas terjadi pada remaja yang berpendidikan SMP. Dalam hal ini kurangnya pengetahuan disebabkan karena rendahnya pendidikan sehingga dapat mempengaruhi seksual remaja yang mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan. pengetahuan seksual yang tidak sesuai dapat melahirkan persepsi yang tidak benar tentang seksualitas dan selanjutnya akan mendorong perilaku seksual yang menyimpang dengan segala Dalam lingkup pertemanan, semua mengatakan bahwa lingkungan pertemanan mereka banyak yang berpacaran. Selain itu, menurut mereka ciri-ciri pergaulan bebas terlihat dari pakaian yang digunakannya, seperti pakaian yang terbuka atau yang minim, lalu tempat mereka bermain dijalanan atau tempat sepi agar mereka merasa bebas dalam melakukan apa yang mereka mau, dan berpacaran tidak mengenal batas. Hanya saja temannya memberikan pengaruh lain yaitu dengan pengguna media sosial seperti aplikasi fascebook, instagram, dan lainnya untuk mendapatkan pacar. Peran orang tua mengenai masalah kesehatan reproduksi berdasarkan hasil FGD yaitu semua orang tua sering mengingatkan untuk menjaga kebersihan terutama saat mereka sudah mengalami menstruasi. Tetapi orang tua mereka kurang memberikan pengetahuan mengenai pendidikan seksual, kebnaykan orang tua hanya mengingatkan untuk jangan berpacaran dan harus menjaga batasan berteman dengan laki-laki. Orang tua mereka tidak menjelaskan secara jelas bagaimana pengaruh hubungan antara perempuan dan laki-laki jika berpacaran, tidak menjelaskan bagaimana batasan pertemanan antara laki-laki dan perempuan terutama mereka yang sudah memasuki masa remaja serta orang tua mereka tidak pernah memberitahu jika laki-laki yang sudah mimpi basah dan perempuan yang sudah menstruasi jika melakukan hubungan seksual maka dapat menyebabkan kehamilan. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 1 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 36 of 37 Pengawasan orang tua kepada mereka mengatakan bahwa orang tuanya sering mengingatkan untuk hati-hati dalam berteman, harus ingat waktu dan batasan, ada partisipan mengatakan orang tua mereka tegas kepada mereka dalam berteman sehingga di rumah mereka merasa terlalu banyak dilarang membuat mereka ingin bebas saat di luar rumah. Selain itu, mereka merasa bahwa lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman daripada dengan keluarga karena kesibukan orang tua mereka terhadap pekerjaannya, sehingga mereka merasa lebih terbuka dengan temannya daripada dengan keluarganya. Pihak pengurus Yayasan pun mengakui bahwa mereka memang kurang mendapat perhatian, karena ada sebagian kecil klien mereka yang orang tuanya mengalami perceraian, sehingga kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari keluarganya, satu partisipan melakukan karena masalah ekonomi, dia merasa masa remajanya terhalang oleh kondisi ekonomi yang membuat dia putus sekolah dan memutuskan untuk bekerja membantu ibunya. Sebagian besar partisipan juga mengatakan keluarganya tegas dan merasa terkekang sehingga saat berada di luar rumah mereka merasa bebas melakukan apa yang mereka inginkan. Orang tua memiliki peran yang penting untuk meningkatkan pengetahuan remaja dengan memberikan informasi mengenai pendidikan seks kepada anaknya. Faktanya masih banyak orang tua yang memiliki kesibukan dan tidak memiliki waktu luang yang cukup seperti memberikan informasi kepada anaknya di rumah. Kegagalan fungsi keluarga dalam menjalankan perannya adalah awal pemicu remaja untuk melakukan hal-hal yang menyimpang menjadikan perilaku seksual pranikah sebagai salah satu bentuk pelampiasan anak terhadap orang tua. Kesimpulan Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah gambaran secara mendalam mengenai kejadian kehamilan tidak diinginkan pada remaja yang telah diperoleh melalui focus group discussion, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yaitu remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan terjadi karena kurangnya peran keluarga khususnya orang tua. Kurangnya perhatian dari orang tua, adanya perceraian orang tua, kurangnya pendidikan terkait kesehatan reproduksi dan seksual, adanya kekerasan dalam pacaran serta lingkungan pertemanan yang membuat mereka berperilaku di luar kendali orang tuanya sehingga mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan. Referensi