Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2025. Page: 134-142 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Peran Guru Penggerak Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah Dasar Hernitaa,1. Enung Hasanahb,2. Muhammad Zuhaeryc,3 1,2,3 Program Studi Manajemen Pendidikan. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta 1 2308046061@webmail. 2 enung. hasanah@mp. 3 muhammad. zuhaery@mp. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: 13 November 2024 Direvisi: 28 November 2024 Disetujui: 19 Desember 2024 Tersedia Daring: 8 Januari 2025 Kata Kunci: Guru Penggerak Mutu Pembelajaran Pembelajaran interaktif Keywords: Leading Teacher Learning Quality Interactive Learning ABSTRAK Guru Penggerak di Sekolah Dasar bertanggung jawab untuk mendorong pembelajaran yang berpusat pada murid, menerapkan inovasi dalam pembelajaran, dan meningkatkan profesionalisme guru melalui komunitas belajar dan kerja sama. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memeriksa peranan motor penggerak dalam meningkatakan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar, termasuk strategi yang digunakan dan masalah yang dihadapi saat menerapkannya. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan sumber data diambil melalui wawancara dengan tiga orang Guru Penggerak, dan dokumen sekolah. Uji validitas data dilakukan melalui focus group discussion. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru penggerak memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan membantu siswa mencapai potensi terbaik mereka. Namun, masalah seperti sumber daya yang terbatas dan ketidaksetujuan guru lainnya masih menghalangi pelaksanaan program ini. Oleh karena itu, dukungan yang lebih komprehensif diperlukan untuk memaksimalkan peran Guru Penggerak dalam meningkatkan kualitas Pendidikan. ABSTRACT The Primary School Leading Teacher is responsible for promoting studentcentered learning, implementing innovation in learning, and improving teacher professionalism through learning communities and collaboration. This article aims to explore the role of leading teachers in enhancing the quality of learning in primary schools. , including the strategies used and the problems faced when implementing them. The method in this study uses a qualitative approach, while the data sources are taken through interviews with three Leading Teachers, and school documents. Data validity testing was carried out through focus group discussions. The results of the analysis show that leading teachers play an important role in creating a more dynamic learning environment and helping students achieve their best However, problems such as limited resources and disagreement from other teachers still hinder the implementation of this program. Therefore, more comprehensive support is needed to maximize the role of Leading Teachers in improving the quality of education. A2025. Hernita. Enung Hasanah. Muhammad Zuhaery This is an open access article under CC BY-SA license Pendahuluan Mutu pembelajaran merupakan komponen paling penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Mutu pembelajaran mencerminkan pencapaian optimal dari proses dan hasil belajar yang berlangsung di lingkungan pendidikan. Hal ini mencakup berbagai aspek, seperti proses belajar-mengajar, hasil yang dicapai, lingkungan belajar yang kondusif, serta sistem evaluasi yang efektif. Sebagai indikator keberhasilan, mutu pembelajaran menjadi tolak ukur untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efisien dan mencapai tujuan yang Hernita et. al (Peran Guru Penggerak DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2025. Page: 134-142 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Pentingnya mutu pembelajaran terletak pada perannya dalam menentukan keberhasilan siswa, baik secara akademik maupun dalam pengembangan karakter dn keterampilan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan. Mutu pembelajaran yang baik juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, mendorong inovasi dalam metode pengajaran, dan meningkatkan daya saing institusi pendidikan di tingkat lokal maupun Keberhasilan dalam mewujudkan mutu pembelajaran yang baik sangat bergantung pada sinergi dari seluruh elemen yang terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga menghasilkan dampak positif yang signifikan. Pembelajaran yang berhasil adalah pembelajaran yang dapat meningkatkan mutu. Pembelajaran yang bermutu berfokus pada kebutuhan belajar siswa. Tomlinson . menjelaskan bahwa pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa adalah pembelajaran yang mengakui bahwa setiap siswa memiliki keunikkan dalam hal kesiapan, minat, profil pelajar dan gaya belajar. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk mengoptimalkan potensi setiap siswa dengan cara menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan keunikkan mereka dengan menggunakan keputusan yang masuk akal (Ryan et al. Pendekatan keputusan yang masuk akal sejalan dengan upaya peningkatan mutu pembelajaran, untuk memberikan pendidikan yang berkualitas berbagai bagian pendidikan saling mempengaruhi satu sama lain (Riowati & Yoenanto, 2. Banyak unsur yang mempengaruhi dalam mewujudkan kualitas Pendidikan di antaranya guru. Ki Hajar Dewantara telah menyampaikan guru itu ibaratkan seorang seniman ukir yang telah mengetahui secara mendalam kondisi kayu, jenis, keindahan ukiran dan cara mengukirnya, begitu juga di dalam menciptakan pembelajaran yang bermutu seorang pendidik harus memiliki pengetahuan mendalam bagaimana seni mendidik manusia baik secara zahir mupun Guru sangat berperan dalam menciptakan mutu pembelajaran, kinerja guru menjadi tolak ukur keberhasilan belajar siswa (Septiana & Hidayati, 2. Mutu pembelajaran tidak sesuai dengan apa yang diharapkan apabila guru belum menguasai metode pembelajaran yang Pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan metode tradisional tanpa inovasi seperti ceramah atau hapalan yang kurang efektif dalam memotivasi siswa untuk berpikir kritis, kreatif dan aktif dalam pembelajaran. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar pembelajaran di kelas belum berorientasi pada terciptanya mutu pembelajaran. Banyak guru yang masih menggunakan metode konvensional, yang tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam. Sehingga hasilnya belum belum berdampak pada motivasi dan pencapaian siswa. Penelitian lain (Persemakmuran, 2020. Sun et al. , 2. menyebutkan bahwa guru lebih fokus pada sekedar menyelesaikan beban mengajar yang tidak berorientasi pada mutu pembelajaran. Metode pengajaran konvensional adalah pembelajaran satu arah, pembelajaran berpusat pada guru . eacher-centere. , interaksi antara guru dengan siswa menjadi minim sehingga potensi siswa tidak dapat berkembang secara optimal (Farhan & Risdianti, 2. Fokus hanya pada menyelesaikan materi, menyebabkan siswa tidak termotivasi untuk belajar dan tidak terlibat secara aktif dalam proses belajar. Ketidak terlibatan siswa dalam sebuah proses pembelajaran menjadikan potensi yang mereka miliki hanya menjadi gunung es, lebih banyak terpendam di dasar (Fikrie, 2. Dampak dari pembelajaran yang tidak berorientasi pada mutu adalah rendahnya motivasi pada siswa, terjadinya kejenuhan sehingga mereka cenderung pasif dan tidak berinisiatif untuk belajar lebih jauh. Siswa bisa saja duduk diam, mendengarkan tetapi hatinya tidak sejalan dengan apa yang didengar dan dilihat pada akhirnya proses pembelajaran dianggap hanya rutinitas saja (Jaa et al. , 2. Hal ini mengakibatkan rendahnya keinginan untuk mengeksplorasi pengetahuan di luar batas materi yang diajarkan, yang pada akhirnya mengurangi minat mereka terhadap pendidikan secara keseluruhan. Hernita et. al (Peran Guru Penggerak DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2025. Page: 134-142 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Proses pembelajaran yang kurang interaktif dan kurangnya bimbingan dalam mengatasi kesulitan belajar menyebabkan siswa kehilangan minat belajar dan tidak mampu mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari (Utami & Dewi, 2. Fenomena ini mengakibatkan 40% siswa tidak mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum, sehingga terjadi learning loss yang sangat signifikan. Dampak jangka panjang dari kurangnya orientasi mutu dalam pengajaran adalah menurunnya kualitas lulusan. Kualitas lulusan yang rendah tidak hanya mempengaruhi individu, tetapi juga berdampak pada perkembangan masyarakat dan daerah secara keseluruhan. Mutu lulusan yang tidak berkualitas akan melahirkan generasi yang tidak berkompentensi dan berkarakter (Printed, 2. Siswa yang tidak berkopentensi akan kesulitan bersaing ditingkat pendidikan yang lebih tinggi maupun di dunia kerja. Kesulitan mengakomodasi berbagai kemampuan siswa, cara belajar dan besar kecil minat siswa tidak mendapat layanan, kebosanan, motivasi belajar menurun, hasil belajar cenderung rendah dan mereka merasa pembelajaran tidak relevan atau menarik, apabila guru kurang memahami akan metode pembelajaran berdiferensiasi (Ryan et al. , 2. Jika guru tidak dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa maka kualitas pembelajaran dan hasil belajar tidak akan optimal. Optimalnya proses pembelajaran tidak lepas dari peran penting dari kreativitas guru dalam menggunakan metode, teknik dan pendekatan baru guna meningkatkan hasil belajar siswa (Hariana et al. , 2. Kreativitas guru dapat diasah dengan berbagai pelatihan. Salah satunya Program Pendidikan Guru Penggerak. Program yang digagas oleh Kemendikbudristek sebagai bagian rangkaian merdeka belajar episode kelima yang didesain mempersiapkan guru terbaik Indonesia dengan tujuan utama pada pembelajaran. PPGP menjadi wadah pembentukkan para pemimpin masa depan yang meguasai kompetensi dalam pengembangan sekolah (Dharma. Namun Progam Pendidikan Guru Penggerak banyak disorot karena Guru Penggerak belum mendalami tentang konsep dan tugasnya, sering meninggalkan kelas dan motivasi mengikuti program ini hanya meniti karir yang berdampak pada tunjangan dan pamor saja. Metode Penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang biasanya menggunakan metode penyelidikan fenomena sosial dan masalah manusia. Metode ini berfokus menentukan inti dari struktur sebuah peristiwa dalam konteks dasarnya (Hermawah, 2. Sumber data yang penulis sajikan didapatkan dari hasil wawancara langsung dengan 3 orang Guru Penggerak dan observasi langsung ke 3 Sekolah Dasar Negeri tempat mereka mengajar. Focus group discussion (FGD) dilakukan untuk menguji validitas data dan mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang peran Guru Penggerak dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar. Analisis yang dilakukan mencangkup 4 peran Guru Penggerak yaitu. Guru Penggerak sebagai pemimpin pembelajaran, . Agen pembaharuan dalam dunia pendidikan, . Guru Penggerak pendidik profesional dan . Menggerakkan komunitas parktisi (Dharma, 2. Hasil dan Pembahasan Hasil Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, ditemukan bahwa peran Guru Penggerak mencangkup 4 peran penting yaitu Pemimpin pembelajaran. Agen perubahan. Pendidik professional dan menggerakkan komunitas praktisi. Adapun penjabaran temuan dapat dilihat pada bagian pembahasan dibawah ini. Hernita et. al (Peran Guru Penggerak DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2025. Page: 134-142 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Gambar 1 Data Hasil Penelitian Menggunakan Software Atlas. ti Versi 9 Pemimpin Pembelajaran Pemimpin pembelajaran mampu menjadi teladan bagi siswa dan rekan sejawatnya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 dalam kutipan berikut. Auguru penggerak kemarin mempraktekkan kepemimpinan di kelas itu kita yang pertama yang pasti kita memberikan contoh kepada siswa kita sesuai dengan apa kita sebagai guru memberikan contohAy Penyampaian tersebut turut dikonfirmasi oleh P2 pada kutipan dibawah ini. Auguru penggerak kemarin mempraktekkan kepemimpinan di kelas itu kita yang pertama yang pasti kita memberikan contohAy Pemimpin pembelajaran mampu memberi pengaruh di kelas, sekolah dan lingkungannya dengan memotivasi siswa serta rekan sejawatnya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P2 pada kutipan dibawah ini. Auguru penggerak yang ada ini jadi mungkin langkah-langkahnya kita bergerak dulu memberikan motivasi kepada rekan-rekan yang lain jadi tergerak dulu bergerak dan menggerakkanAy Pernyataan di atas turut dikonfimasi oleh P3 pada kutipan dibawah ini. Aurekan-rekan yang lain coba lagi coba lagi dari dengan adanya motivasiAy Guru seorang pemimpin pembelajaran mampu memberikan dan menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kebutuhan muridnya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah ini. Aumampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan muridAy Penyampaian di atas diperkuat oleh P2 pada kutipan dibawah ini. Auguru penggerak seperti salah satunya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Ay Pemimpin pembelajaran mampu berkolaborasi dengan rekan dan mitra, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah ini. Auseorang guru penggerak mampu untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan di sekolah terkait dengan inovasi-inovasi yaAy Hernita et. al (Peran Guru Penggerak DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2025. Page: 134-142 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Pemimpin pembelajaran mampu mengelola program berdampak dan mengambil peran untuk meweujudkan kepemimpinan pada murid, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah ini. Auprogram ini jadi memang sudah berdampak kepada murid kemudian juga dari karakteristik siswanyaAy Pemimpin pembelajaran mampu menyesuaikan proses pembelajaran guna memenuhi kebutuhan belajar murid, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah Auberpresiasi yang telah dia lakukan sehingga pembelajaran itu memang benar-benar bermakna kepada murid kenapa karena pembelajaran itu dirancang memang sesuai dengan kebutuhan muridAy Pernyataan di atas turut dikonfirmasi oleh P3 pada kutipan dibawah ini. Auguru penggerak seperti salah satunya menerapkan pembelajaran berdiferensiasiAy Sebagai pemimpin pembelajaran mampu menguasai dan menggunakan teknologi dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif sehingga proses pembelajaran menciptakan siswa yang termotivasi dan bersemangat dalam belajar, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P3 pada kutipan dibawah ini. Auseperti memanfaatkan teknologi dengan media-media yang inovatif sehingga siswa dalam pembelajaran dapat termotivasi dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran yang kita berikanAy Agen Pembaharuan Guru Penggerak sebagai agen pembaharuan adalah sentral dalam mendorong perubahan di dunia Pendidikan, agen pembaharuan menjadi teladan bagi rekan guru, mampu melakukan perubahan, dan mendukung pembaharuan serta mampu meyakinkan rekan guru untuk melakukan perubahan. Sebagai teladan guru penggerak mampu menjadi contoh pembaharuan dalam dunia Pendidikan, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah Aumenjadi contoh yang baik atau teladan bagi rekan-rekan tadi sekelilingnya yang ada di sekolahAy Penyampaian tersebut turut dikomfirasi oleh P3 pada kutipan diawah ini AuGuru penggerak untuk memotivasi guru-guru lain salah satunya dengan menjadi model atau mencontohkan apa yang sudah diterapkan contohnya. Guru Penggerak mampu menemani, menuntun dan meyakinkan rekan guru dalam upaya menelaah proses belajar mereka sendiri, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah ini. Auseorang guru penggerak tersebut mampu untuk meyakinkan kepada rekan-rekannya bahwa inovasi yang dilakukan terutama dalam kegiatan pembelajaranAy Guru Penggerak mendukung pembaharuan, program-program pemerintah, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah ini. Aumemang mendukung dari program guru penggerakAy Pendidik Profesional Guru sebagai pendidik professional guru berupaya mengupgrade diri, berfokus pada meningkatkan kompetensi diri, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah ini. Auseorang guru penggerak ini dia selalu mengupgrade diriAy Pendidik mampu berkembang secara konsisten dengan cara mencari literatur guna meningkatakan potensi diri dan meningkatkan kualitas pengajarannya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P2 pada kutipan dibawah ini. Hernita et. al (Peran Guru Penggerak DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2025. Page: 134-142 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Auguru penggerak itu meningkatkan kompetensi pribadi dalam mendukung pembelajaran, saya mencari literatur literaturAy Pernyataan di atas kembali diperkuat kembali oleh P2 pada kutipan di bawah ini. Ausaya mengatasi tantangan tersebut ya berusaha mencari literaturAo Pelatihan mandiri salah satu cara guru yang professional dalam meningkatakan kompetensi diri, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan di bawah ini. Audia harus aktif untuk mengikuti pelatihan melalui pelabuhan mereka mengajar sehingga informasi-informasi yaAy Pernyataan di atas dikomfirmasi kembali oleh P3 pada kutipan di bawah ini. Aupengembangan dirinya bisa mengikuti pelatihan pribadi di pmm atau pelatihan-pelatihan yang Ay Sebagai guru professional mengikuti webinar merupakan satu diantara cara mengembangkan diri guna meningkatkan kompetensi, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan di bawah ini. Aumengikuti webinar webinar yang diikuti oleh komunitas-komunitas yang ada di kabupaten Indragiri iniAy Guru professional mampu berbagi praktik baik dengan rekan baik di komunitas belajar yang ada di sekolahnya maupun di komunitas belajar yang lebih besar, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan di bawah ini. Auselalu berbagi praktek baik tentang apa yang telah dilaksanakan baik itu di kegiatan budaya positif di kelas kemudian juga pembelajaran di kelas. Ay Pernyataan di atas dikonfirmasi kembali oleh P3 pada kutipan di bawah. AuDalam mendukung pembelajaran kompetensi guru penggerak salah satunya yang bisa kita terapkan adalah berbagi praktek baik. Ay Menggerakkan Komunitas Praktisi Guru Penggerak mampu menggerakan komunitas praktisi, sebagai inisiator wadah belajar para pendidik guna meningkatkan mutu pembelajaran, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P3 pada kutipan di bawah ini. Aucontoh program untuk berkolaborasi adalah yaitu merintis atau membangun komunitas Ay Sebagai guru Penggerak memiliki kemampuan berbagi praktik baik di sekolah dan komunitas Pendidikan, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan di bawah ini. Auselalu berbagi praktek baik tentang apa yang telah dilaksanakan baik itu di kegiatan budaya positif di kelas kemudian juga pembelajaran di kelas. Pernyataan di atas dikonfirmasi oleh P3 pada kutipan di bawah ini. AuDalam mendukung pembelajaran kompetensi guru penggerak salah satunya yang bisa kita terapkan adalah berbagi praktek baik. Ay Pembahasan Peran Guru Penggerak Berdasarkan hasil penelitian ini peran Guru Penggerak sangat krusial dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar. Semua keputusan yang ambil oleh mereka didasari oleh semangat memberdayakan dirinya serta memfaatkan asset yang untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan proses pembelajaran yang berkualitas (Jumrawarsi & Suhaili, 2. Keputusan apapun yang diambil harus berdasarkan kepentingan pembelajaran murid semata. Guru Pengerak seorang pembelajar sepanjang hayat, senantiasa memampukan dirinya mengambil tanggung jawab dan langsung turun tangan dalam memulai Mandiri mengembangkan dirinya tanpa menunggu dorongan dari pihak lain. Merencanakan sekaligus melakukan perbaikan sehingga mereka menguasai dan semakin ahli dalam membawakan perubahan yang berpihak pada murid. Memiliki daya saing yang tinggi. Hernita et. al (Peran Guru Penggerak DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2025. Page: 134-142 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. mengupayakan peningkatan kemampuan untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan. Mampu membuat keputusan yang masuk akal guna memperbaiki kualitas dan hasil kerjanya. Sebagai aktor perubahan mereka menjiwai nilai kolaboratif, semangat pembelajaran tim sehingga mampu mengomunikasikan pentingnya keberpihakkan pada murid (Dharma, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Mansyur, 2. Guru Penggerak adalah pendidik profesional yang memiliki kemampuan akademik dan peranannya sangat penting dalam proses pembelajaran serta sebagai figur transformasional ilmu pengetahuannya menjadi patron figur atau panutan bagi peserta didik. Peranan Guru Pengerak sebagai pendorong pembelajaran bermutu yang berpusat pada peserta didik dan mendorong pemberdayaan guru lain untuk melaksanakan proses pembalajarn yang sama (Petrus Rafael. Menurut (Surahman et al. , 2. Guru Penggerak perlu memiliki motivasi dan kompetensi untuk memimpin, berinovasi, dan mendorong perubahan. Sebagai pemimpin dalam pembelajaran, guru harus mampu merancang rencana pembelajaran, menyampaikan materi kepada siswa, serta mengajar dan mengelola pembelajaran secara efektif dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia. Selain itu. Guru Penggerak diharapkan mampu berinovasi, bekerja dengan antusias, dan menjalin hubungan yang harmonis antara guru, sekolah, dan komunitas yang lebih luas. Dengan demikian, guru dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang inspiratif sekaligus agen perubahan yang berdampak. Menurut hasil penelitian (Mulyati et al. , 2. Guru Penggerak berperan sebagai panutan sekaligus penggerak perubahan dalam ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Sebagai pemimpin dalam bidang akademik dan agen perubahan yang mampu memotivasi, mempengaruhi serta membimbbing rekan kerjanya. Guru Penggerak selama menjalani pendidikan ditempa dengan ilmu kepemimpinan yang meliputi filosofi Ki Hajar Dewantara, mempu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut sebagai perannya. Sebagai penggerak perubahan. Guru Penggerak mampu menerapkan strategi kepemimpinan dalam pembelajaran, merumuskan visi pribadi dan visi sekolah yang berorientasi pada kepentingan siswa, serta menyampaikan visi tersebut secara efektif kepada sesama guru, pemangku kepentingan, siswa, dan orang tua. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan pada 3 orang Guru Penggerak ditingkat Sekolah Dasar memberikan dampak yang baik pada mutu pembelajaran. Kosistensi para pemimpin pembelajaran dalam mengimplentasikan ilmu yang sudah didapatkan selama mengikuti Pendidikan Program Pendidikan Guru Penggerak memberikan warna baru dalam menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Sebagai motor penggerak berperan besar dalam menentukan keberhasilan sekolah dan sebagai pemimpin yang berkualitas mampu bersinergi dengan elemen apapun di dalam dunia Pendidikan (Dharma, 2. Kesimpulan Guru penggerak memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar. Empat fungsi utamanya yaitu sebagai pemimpin pembelajaran, agen pembaruan, pendidik profesional, dan penggerak komunitas praktisi. Sebagai mesin penggerak Pendidikan mereka berhasil menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid, mengadopsi inovasi, dan membangun kolaborasi dengan komunitas pendidikan. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya, resistensi dari rekan kerja, dan kurangnya pemahaman mendalam terhadap tugas dan tanggung jawab Guru Penggerak. Cara mengatasi kendala tersebut adalah adalanya dukungan dari pemerintah berupa penyediaan fasilitas, pelatihan berkelanjutan, dan kebijakan yang memperkuat peran Guru Penggerak. Sekolah diharapkan meningkatkan kolaborasi antar pendidik untuk berbagi praktik baik, sementara Guru Hernita et. al (Peran Guru Penggerak DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2025. Page: 134-142 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Penggerak diimbau terus mengembangkan kompetensi dan kreativitas guna memastikan pembelajaran yang berkualitas dan bermakna bagi siswa. Ucapan Terima Kasih Terima kasih saya ucapkan kepada keluarga dan sahabat yang senantiasa memberikan doa dan suport dan ucapan terima kasih pula kepada seluruh pihak Manajemen Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan yang telah membantu mencapai impian saya untuk menjadi pendidik yang berkualitas. Daftar Pustaka