Islamika Granada, 5 . Januari . ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/ig. Islamika Granada Available online https://penelitimuda. com/index. php/IG/index Studi Identifikasi Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Menolong Pada Relawan Yayasan Medan Generasi Impian Study Identifies Factor Influencing the Behavior of Helping Volunteers of The Medan Generasi Impian Foundation Bayu Arif Prabudi* Program Studi Psikologi. Fakultas Kesehatan. Universitas Deztron Indonesia. Indonesia *Corresponding author: bayuarifprabudi@udi. Abstrak Perilaku menolong adalah tindakan menolong yang dilatarbelakangi sepenuhnya oleh kepentingan pribadi, tanpa adanya harapan apa pun dari si yang ditolong itu sendiri. Perilaku ini biasanya diperoleh melalui proses pembelajaran, yaitu penguatan dan peniruan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu perilaku menolong pada relawan Yayasan Medan Generasi Impian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Subyek penelitian adalah relawan dari Yayasan Medan Generasi Impian. Populasi penelitian ini menggunakan opportunity sampling dari total populasi sebanyak 100 relawan dan hanya 30 relawan yang terpilih sebagai subjek. Penelitian ini hanya menggunakan satu variabel yaitu perilaku menolong. Yayasan Medan Generasi Impian mempunyai hipotesis bahwa perilaku tolong menolong relawan mempunyai Pengumpulan data yang dilakukan dengan memaksimalkan skala likert. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menguji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku Hasil penelitian faktor-faktor yang mendorong terjadinya perilaku menolong adalah empati 0,949, faktor belief in just world sebesar 0. 959, faktor social responsibility sebesar 0. 945, faktor tempat tinggal sebesar 0877, faktor ada model sebesar 0. 957 dan faktor atribusi terhadap korban sebesar Kata Kunci: Perilaku Menolong. Faktor Perilaku Menolong. Relawan. Abstract Helpful behavior is a helpful act that is entirely motivated by self-interest without expecting something for the rescuer himself. This helpful behavior is generally gained through the learning process, namely reinforcement and imitation. This study aims to determine the factors causing help behavior in volunteer Yayasan Medan Generasi Impian. The method used in this research is quantitative method. The subject of the research was volunteer of Generasi Impian Medan Foundation. The population in this study using accidental sampling from the total population of 100 volunteers and the subjeck taken only 30 volunteers. This study uses only one variable that is help behavior. With the hypothesis of the influence of help behavior on volunteers of the Dream Generation Field Foundation. Data collection is done by using Likert scale. This type of research is descriptive quantitative to see the factors of help behavior. The result of the research shows that the causes of help behavior are empathy of 0. 949, belief in just world factor is 0. 959, social responsibility factor is 0. 945, the residence factor is 0877, the model factor is 0. 957 and the attribution factor to the victim is 0. Keywords: Helpful Behavior. Helpful Behavioral Factors. Volunteers. How to Cite: Prabudi. Studi Identifikasi Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Menolong Pada Relawan Yayasan Medan Generasi Impian. Islamika Granada, 5 . : 89-92. ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. PENDAHULUAN Proses perkembangan pesat dan globalisasi di berbagai bidang kehidupan manusia membawa banyak perubahan pada dunia. Namun perubahan yang terjadi akan memberikan dampak negatif dan positif terhadap kesejahteraan manusia. Akibatnya tidak mengherankan jika nilai-nilai komitmen, solidaritas, dan gotong royong semakin merosot (Tarmudji, 1. Fromm . mengatakan bahwa masyarakat masa sekarang ini jauh dari pendahulunya dan alam semesta hingga dalam kesibukan di kotakota besar. Manusia menjadi individualistis, mendahulukan kepentingannya sendiri di atas kepentingan orang lain. Dalam literatur psikologi yang dimuat dalam buku Personality and Religious Development. Robert . menyatakan bahwa menurut Erickson, kekuatan karakter yang muncul pada usia paruh baya adalah caregiving, yaitu kepedulian dan tanggung jawab untuk menghormati apa yang memerlukan perlindungan dan perhatian. Kekuatan karakter yang muncul pada masa dewasa pertengahan adalah minat, minat, dan tanggung jawab. Salah satu kualitas tersebut adalah kepedulian, nama lainnya adalah pertimbangan hal yang diberi keprihatinan. Relawan Yayasan Medan Generasi Impian bertujuan untuk mendidik anak-anak kurang mampu menjadi manusia yang baik, berakhlak dan berakhlak mulia, cinta tanah air dan bermanfaat bagi agama, tanah air dan bangsa. Seluruh kegiatan diberikan secara gratis karena adanya ketertarikan para relawan Yayasan Medan Generasi Impian dalam meningkatkan pendidikan khususnya bagi anak-anak tidak mampu dan kurang mampu . bservasi, 6 November 2. Selain itu, ketika keluarga dari anak-anak yang didukung mempunyai masalah keluarga, terutama masalah keuangan, relawan bertindak untuk membantu mereka menemukan solusi terbaik. Jika mereka tidak memiliki solusi, mereka akan selalu berusaha untuk menemukannya karena mereka akan merasa sangat puas Ketika bisa . bservasi, 15 November 2016 dan 5 Februari 2. METODE Salah satu faktor terpenting dalam penelitian adalah metode yang digunakan. Pada artikel ini mencakup poin-poin sebagai berikut: (A) Jenis penelitian, (B) variabel penelitian, (C) Topik penelitian, (D) Teknik pengumpulan data, (E) Teknik analisis data, (F) Metode analisis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang menggunakan ukuran-ukuran mulai dari pengumpulan data hingga interpretasi data dan munculnya hasil (Arikunto, 2. Variabel yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu peneliti bermaksud untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menolong pada relawan Yayasan Medan Generasi Impian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang relawan dari 100 orang relawan Yayasan Medan Generasi Impian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah opportunity sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. seseorang yang bertemu dengan peneliti secara kebetulan/kebetulan dapat dijadikan sampel jika memang ditentukan bahwa peneliti tersebut adalah orang yang peneliti temui secara kebetulan. Konsisten dengan sumber data (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Skala perilaku menolong dibangun berdasarkan faktor perilaku menolong. Faktorfaktor yang mempengaruhi perilaku menolong antara lain empati, belief in just world, tanggung jawab sosial, tempat tinggal, model yang ada, dan atribusi kepada korban. Skala tersebut menggunakan format skala Likert dengan sistem penilaian loyalitas SS=4. S=3. TS=2. STS=1 untuk item yang disukai dan sebaliknya SS= untuk item yang kurang disukai. S=2. TS =3. STS=4. Tabel 1. Distribusi Butir Perilaku Menolong Item Favourable Unfavourable Empati 1,3,7,15 2,16,18 belief in just world 5,11,12,20,26 4,13,19,34,35 27,32,36,38 6,25,28,33 social responsibility 9,24,29 tempat tinggal 31,41 10,22,23,42 Ada model 51,52 Atribusi terhadap korban 43,45,46,48 Total Faktor-faktor Total Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis faktor terhadap satu variabel terikat yaitu perilaku menolong. Sebelum menganalisis varians data, terlebih dahulu dilakukan pengujian hipotesis, termasuk uji normalitas distribusi, terhadap variabel perilaku menolong. Pengujian asumsi dan analisis varians data dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Windows 16. Variabel Perilaku menolong Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Sebaran Rerata SB/SD K-S Keterangan Normal Hasil uji normalitas diperoleh skor Kolmogorov-Smirnov pada variabel perilaku menolong sebesar 0,629 p=0,824 . >0,. , artinya data variabel perilaku menolong berdistribusi normal. No. Tabel 3. Rangkuman Hasil Analisis Faktor Faktor-faktor Kontribusi Terhadap Loyalitas Empati Belief in just world Social responsibility Tempat tinggal Ada model Atribusi terhadap korban Berdasarkan hasil analisis faktor perilaku menolong relawan Yayasan Medan Generasi Impian diperoleh kontribusi faktor empati terhadap perilaku menolong sebesar 0,949, faktor belief in just world sebesar 0. 959, faktor social responsibility sebesar 0. faktor tempat tinggal sebesar 0877, faktor ada model sebesar 0. 957 dan faktor atribusi terhadap korban sebesar 0. Kontribusi faktor perilaku menolong tergolong baik. Dari hasil analisis faktor perilaku menolong relawan Yayasan Medan Generasi Impian, ditemukan bahwa faktor belief in just world sebesar 0. 959, faktor social responsibility sebesar 0. 945, faktor tempat tinggal sebesar 0877, faktor ada model https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. 957 dan faktor atribusi terhadap korban sebesar 0. Hal ini menegaskan bahwa perilaku menolong sangat dipengaruhi oleh keyakinan bahwa dunia adalah belief in just world akan membawa manfaat. Secara teknis, mayoritas relawan berada pada kategori tinggi untuk semua faktor, terutama faktor belief in just world . orang masuk kategori tingg. Pandangan ini sesuai dengan teori Baron & Byrne . dan Saworno & Meinarno . bahwa perilaku faktor belief in just world, faktor social responsibility, faktor tempat tinggal sebesar, faktor ada model sebesar dan faktor atribusi terhadap korban sebesar. SIMPULAN Kesimpulannya, perilaku menolong relawan didominasi oleh belief in just world yang berkeadilan, dan status relawan secara keseluruhan tercermin dalam kategori positif, menunjukkan kontribusi yang baik. Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa faktor yang dominan membentuk perilaku menolong pada relawan Yayasan Medan Generashi Impian adalah faktor balief in just world itu sendiri. Hal ini didukung oleh komentar Einsenberg dalam Saripah . Tindakan menolong adalah tindakan seseorang yang berusaha mengubah keadaan psikologis atau fisik penerima sedemikian rupa sehingga penolong akan merasa bahwa penerimanya sejahtera secara materi dan psikologis. Hal inilah yang mendasari mengapa keyakinan mengenai faktor belief in ust orld mempunyai kontribusi paling besar dalam membentuk perilaku kerelawanan. Kenrick . menyatakan bahwa perilaku menolong adalah suatu tindakan yang bermanfaat bagi orang lain, dan ini berlaku bahkan ketika penolong bertujuan untuk memberi manfaat bagi dirinya sendiri. Kenrick merinci beberapa tujuan perilaku menolong atau prososial: meningkatkan kesejahteraan setiap individu, meningkatkan status sosial, mengatur citra diri, dan mengatur suasana hati dan emosi. DAFTAR PUSTAKA