Vol. No. November 2025, page: 327-338 p-ISSN: 1410-9344. e-ISSN: 2549-5631 DOI: https://doi. org/10. 23917/warta. Implementation of Participatory Design Method in the Design Process of the Female Students' Dormitory at SMPIT Tahfidzul Qur'an Ibnul Mubarak Puteri Fitriaty*. Rifai Mardin. Iwan Setiawan Basri. Andi Jiba Rifai Bassaleng. Nur Rahmanina Burhany. Burhanuddin Jurusan Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Tadulako. Indonesia Email: puteri_fitriaty@yahoo. f@untad. Abstract Article Info Received: 11/02/2025 Revised: 16/05/2025 Accepted: 21/10/2025 Published: 27/11/2025 Keywords: Teacher empowerment, participatory design. Energy Efficient Architecture. Dormitory Design Copyrights Aa Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. International License (CC BY-NC All writings published in this journal are personal views of the author and do not represent the views of this journal and the authorAos affiliated institutions. As private educational institution. The AuIbnul MubarakAy Educational Foundation requires adequate facilities and infrastructure, including a dormitory building. However, with limited capital, this foundation needs a flexible and efficient The available site is located in Palu, and constrained by limited space approximately 589 mA and should accommodate approximately 75-80 users. This presents some challenges in providing a design concept that complies to the needs of all building users. This community service aim at addressing the challenges faced by the AuIbnul MubarakAy Educational Foundation by developing a design for female student dormitory that is urgently needed including classroom, office, laboratories, kitchen, lavatory, bathroom, ablution room, coop room, and school keeper's house. The design should adhere to the standards of integrated Islamic secondary education. To achieve this, the project employs various methods, including participatory design, mentoring, and interactive The design process and working drawings are developed using Building Information Modelling (BIM) software, specifically Revit 2024. This community service positively impacted the foundation by enhancing its teachersAo capacity to overcome design challenges while stimulating creativity to produce a comfortable design. The primary contribution of this community engagement is a proposed design of the AuIbnul MubarakAy Integrated Islamic Secondary School student dormitory along with its supporting facilities. Additionally, recommendations for site and building development planning are also generated as part of this initiative. Penerapan Metode Desain Partisipatif dalam Proses Desain Asrama Santriwati di SMPIT Tahfidzul Qur'an Ibnul Mubarak Kata kunci: Pemberdayaan guru. Abstrak desain partisipatif. Arsitektur Hemat Energi. Desain Asrama Yayasan Pendidikan AuIbnul MubarakAy merupakan lembaga pendidikan swasta yang sangat membutuhkan sarana dan prasarana termasuk gedung asrama. Tapak asrama direncanakan terletak di Kota Palu dengan kondisi tapak yang sangat sempit . mA) dan harus mewadahi pengguna kurang lebih 75-80 Hal ini menjadi tantangan bagi penciptaan gagasan konsep desain yang memenuhi kebutuhan semua pengguna bangunan. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah menawarkan solusi permasalahan oleh mitra dengan menciptakan desain asrama santriwati termasuk ruang kelas, kantor, laboratorium, dapur, lavatory, kamar mandi, ruang berwudhu, ruang koperasi, dan rumah penjaga sekolah, merujuk pada standar pendidikan menengah pertama islam terpadu. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengabdian ini menerapkan beberapa metode pengabdian seperti desain partisipatif, pendampingan, dan desain interaktif. Dalam menciptakan gagasan desain dan gambar kerja, pengabdi memanfaatkan Software Building Information Modelling Revit 2024. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak posistif dengan pembinaan kapasitas mitra untuk penyelesaian masalah desain sekaligus merangsang kreatifitasnya untuk menghasilkan desain yang nyaman, fungsional dan efisien. Kontribusi utama dari pengabdian ini adalah rekomendasi desain Gedung Asrama Santriwati SMPIT AuIbnul MubarakAy lengkap dengan fasilitasnya Selain itu rekomendasi perencanaan pengembangan tapak dan bangunan lainnya juga dihasilkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Pengabdian Pendidikan merupakan sarana yang krusial dalam membangun pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan dalam mengemban amanah selaku hamba Allah (Armila, 2. Dalam mendukung perkembangan Pendidikan Islam, asrama memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan pribadi peserta didik utamanya di sekolah boarding (Jallow, 2023. Kusnadi et al. , 2. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap pendidikan berkualitas tinggi yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan nilai-nilai Islam meningkat secara signifikan. Pendirian asrama di dalam lembaga pendidikan Islam menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Relevan dengan pengembangan Pendidikan Islam, program pengabdian ini bertujuan untuk menciptakan desain asrama merujuk pada konsep desain hemat energi melalui metode desain partisipatif. Pengabdian menjawab permasalahan mitra sasaran yang sangat urgen dihadapi oleh mitra saat yaitu desain kompleks SMPIT Tahfidzul QurAoan beserta desain asrama santriwati. Mitra pengabdian Yayasan Ibnul Mubarak, merupakan lembaga swasta yang berkomitmen untuk menyediakan layanan pendidikan islami yang menghasilkan santriwan-santriwati berakhlak Al-QurAoan. Yayasan ini mendirikan sekolah yang difokuskan dalam mengajarkan ilmu agama sebagai bekal anak didik untuk meraih kehidupan akhirat dan mendapatkan Ridho Allah Subhanahu wa TaAoala. Selain pendidikan agama. Yayasan AuIbnul MubarakAy juga menyediakan kurikulum yang memberi bekal pengetahuan umum agar santri dapat bermuamalah di kehidupan dunia. Dengan visi dan tujuan tersebut, pendidikan yang ditawarkan senantiasa berlandaskan pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu AoAlaihi wa Sallam. Untuk mewujudkan visi tersebut, selain harus didukung oleh kurikulum terstandar dan para pengajar yang kompeten di bidangnya, sarana dan prasarana pembelajaran juga harus memenuhi standar pendidikan. Yayasan AuIbnul MubarakAy merintis visinya dengan mendirikan sekolah bagi pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak di tahun 2018. Tingginya kepuasan atas layanan pendidikan yayasan ini mendorong para orang tua santri mendesak pendirian sekolah dasar yang dapat dipenuhi oleh Yayasan AuIbnul MubarakAy di tahun Pada tahun 2022, sekolah yayasan yang pada awal didirikan hanya menempati gedung sewa, mampu membebaskan tanah untuk mendirikan gedung sendiri. Dengan lahan yang sangat terbatas, gedung sekolah SDIT pun didesain sangat fungsional, hal tersebut menyebabkan aturan rasio ideal lahan terbangun dan tidak terbangun belum terpenuhi. Selain itu jumlah fasilitas standar sebuah sekolah yang terpenuhi adalah standar Akibat besarnya kepercayaan orang tua santri, tuntutan dan dukungan pendirian sekolah tingkat menengah agar anak-anak mereka yang akan menamatkan pendidikan dasarnya di tahun 2026 dapat melanjutkan pendidikannya hingga ketingkat menengah dan atas di Yayasan ini. Menanggapi permintaan para orang tua santri tersebut, pihak mitra merencanakan pendirian SMPIT Tahfidzul QurAoan AuIbnul MubarakAy Boarding School. Akan tetapi. Yayasan AuIbnul MubarakAy merupakan yayasan kecil yang dibangun dengan dukungan ummat. Selain tidak berasosiasi dengan organisasi massa atau organisasi politik manapun, yayasan ini juga belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sehingga dana kapital yayasan ini relative kecil, yang berakibat pada keterbatasan dalam pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Dengan komitmen Yayasan yang tidak menginginkan pinjaman bank, mengakibatkan tapak bangunan yang berhasil dibeli dari modal, sumbangan, dan pinjaman dari orang tua santri sangat terbatas, yaitu sekitar 589 mA yang harus mewadahi kurang lebih 75-80 Karena biaya desain arsitektur yang relative mahal, maka dana perencanaan dan desain SMPIT dan Asrama Santri belum bisa dialokasikan. Akan tetapi kebutuhan desainnya sudah sangat mendesak dan dibutuhkan dalam 328 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 rencana pembangunan secara bertahap agar Gedung SMPIT AuIbnul MubarakAy Boarding school dapat selesai dan digunakan di tahun 2026. Oleh karena itu tim pengabdi menawarkan solusi desain gratis kepada mitra melalui metode desain partisipatif, dimana desain yang dihasilkan bukan hanya berdasarkan ide inovatif tim pengabdi yang berlatar belakang pendidikan arsitektur melainkan hasil elaborasi dengan pengguna bangunan khususnya guru-guru Yayasan AuIbnul MubarakAy sebagai pengguna bangunan yang sangat familiar dengan kebutuhan ruang guna mencapai kenyamanan pengguna, fleksibel dan efisien. Dengan demikian kegiatan pengabdian ini sangat penting untuk dilaksanakan dan diyakini memberikan manfaat bagi yayasan, sekolah, dan pengguna bangunan. Desain sekolah yang dihasilkan seyogyanya dapat dimaksimalkan sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan pengguna bangunan. Mengingat sekolah ini membutuhkan persyaratan khusus karena dikelola oleh tenaga pendidik dan akan digunakan oleh santriwati yang mengenakan niqob, maka ada batas-batas desain yang dibutuhkan dalam mengoptimalkan kenyamanan pengguna bangunan. Desain bangunan memiliki relevansi yang tinggi dengan iklim mikro dan kenyamanan pengguna (Samodra et al. , 2. Untuk mencapai kenyamanan termal bangunan di daerah tropis, bantuan penghawaan mekanis seperti kipas angin dan AC umum Hal tersebut berdampak pada peningkatan konsumsi energi untuk operasional bangunan (Fitriaty et al. , 2. Untuk mereduksi konsumsi energi sangat diperlukan desain bangunan yang berkinerja tinggi (Tian et al. , 2. Dalam proses penciptaan desain hemat energi, pengambilan keputusan dilakukan secara inheren baik dengan cara memanfaatkan pengalaman empirik atau melakukan simulasi guna mendapatkan umpan balik dalam proses desain (Chen et al. , 2. Pada tahap tersebut sering terdapat kesulitan dalam pemenuhan persyaratan multi-disiplin serta keterbatasan data untuk menghasilkan keputusan yang tepat (Chen & Geyer. Desain gedung TKIT dan SDIT AuIbnul MubarakAy yang sedang digunakan saat ini, menerapkan 100% daerah terbangun dengan bukaan penghawaam alami yang sangat minim. Oleh karena itu penggunaan penghawaan buatan (AC) menjadi imperatif yang menyebabkan tingginya biaya operasional gedung sekolah. Belajar dari kondisi eksisting tersebut, mengingat ruang-ruang kelasnya akan dilengkapi dengan AC, maka konsep desain gedung sekolah dan asrama yang sesuai untuk diterapkan adalah konsep arsitektur hemat energi. Dengan demikian, desain yang dihasilkan dapat membantu mereduksi operasional bangunan seperti beban pendinginan AC yang diyakini dapat mereduksi tagihan listrik sekolah jika dibandingkan dengan desain konvensional. Namun, tantang desain yang dihadapi adalah integrasi desain penghawaan hybrid dengan memadukan penghawaan alami dan penghawaan buatan dikarenakan oleh luasan lahan yang sangat terbatas yaitu sekitar 589 mA. Sehingga penyesuaian-penyesuaian desain dibutuhkan antara tim pengabdi dan mitra pengabdian dalam menghasilkan solusi yang optimal melalui desain partisipatif. 2 Permasalahan yang Dihadapi Mitra Sasaran Berdasarkan latar belakang dan studi pendahuluan, mitra sasaran memiliki beberapa permasalahan yang menjadi prioritas kegiatan pengabdian yang sejalan dengan keahlian bidang arsitektur yaitu: ui Belum adanya desain kompleks SMPIT Putri yang sangat dibutuhkan saat ini untuk memenuhi kebutuhan santri SDIT AuIbnul MubarakAy, dimana santri-santri tersebut akan segera lulus sebagai lulusan pertama dan ingin tetap melanjutkan pendidikan menengahnya bersama Yayasan pendidikan Ibnul Mubarak. ui Kebutuhan desain dan ruang yang spesifik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islami dan mewadahi kebutuhan privasi mitra sasaran dalam hal ini guru, santriwati dan pengelola sekolah yang menggunakan ui Akibat keterbatasan dana sehingga prioritas pembangunan gedung sekolah bukan pada pencapaian sarana dan prasarana standar, melainkan pada kebutuhan fasilitas sarana dan prasarana yang sangat urgen. ui Biaya operasional bangunan yang cukup tinggi akibat penggunaan listrik yang sebagian besar digunakan untuk pendinginan bangunan yang disusul dengan pencahayaan. 3 Solusi permasalahan Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra mengenai kebutuhan desain adalah dengan merancang gedung kompleks SMPIT AuIbnul MubarakAy Boarding School putri yang menerapkan nilai-nilai Islami dengan penerapan arsitektur hemat energi. Identifikasi kebutuhan ruang dan desain yang spesifik membutuhkan metode yang tepat dalam menyelesaikannya. Dalam pengabdian ini ditawarkan metode desain Dimana mitra sasaran sebagai pengguna dibina untuk berkolaborasi dalam menghasilkan desain yang diinginkan (Yamauchi, 2. Desain partisipatif merupakan metode desain yang melibatkan pemangku kepentingan dalam penciptaan dan manajemen lingkungan binaan dan alami (Development, 2. Keunggulan metode ini adalah memutuskan batasan professional dan budaya dimana desain partisipatori didasarkan pada prinsip bahwa desain lingkungan binaan termasuk produk arsitektur akan melaksanakan fungsinya dengan baik jika semua pemangku kepentingan terlibat secara aktif dalam penciptaan desainnya (Bjygvinsson et al. , 2012. Sanoff, 2. Metode Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 329 desain ini melibatkan non-desainer termasuk pengguna bangunan untuk membantu desain dalam berbagai aktifitas proses desain (Sanders et al. , 2. dengan mengutamakan konsep demokratis dan mutual learning dalam desain (Luck, 2. Untuk menyelesaikan masalah akibat keterbatasan dana, desain gedung yang dibuat akan mengoptimalkan penyediaan sarana dan prasarana standar meskipun dengan lahan yang sangat terbatas. Solusi pembangunan gedung secara bertahap akan dapat diperlihatkan tahapannya di desain yang dihasilkan. Penekanan wawasan peraturan dan standar pemerintah mengenai fasilitas dan Pembangunan gedung sekolah juga diperhatikan dengan pengadaan sosialisasi standar dan aturan gedung. Selain ketiga Solusi yang ditawarkan sebelumnya, tim pengabdi juga menawarkan solusi permasalahan biaya operasional bangunan yang cukup tinggi melalui penerapan desain arsitektur hemat energi. Sehingga diharapkan apabila desainnya sudah terbangun, biaya operasional sekolah dapat direduksi. Dalam menciptakan arsitektur hemat energi, secara umum terdapat beberapa parameter yang mempengaruhinya seperti: . lokasi bangunan dan data iklim, . orientasi bangunan, . nilai properti material termal yang digunakan . eperti kayu, kaca, insulas. , . desain bangunan . aktor bentuk, rasio panjang dan lebar (LWR), rasio jendela dan dinding (WWR), property selubung bangunan, dan properti bukaa. , . penggunaan sistem aktif (Leskovar & Premrov. Selain memperhatikan desain bangunan, guna memmenuhi keinginan pengguna bangunan akan view hijau yang dihasilkan oleh vegetasi, maka tim pengabdi menyarankan penerapan arsitektur urban farming pada desain lansekap SMPIT. Arsitektur urban farming dapat memanfaatkan halaman sekolah yang sangat terbatas dengan penyediannya media tanam vertikal (Fitriaty et al. , 2022. Wijaya et al. , 2. Penerapan arsitektur urban farming ini juga potensial untuk menciptakan bangunan hemat energi dengan menyediakan elemen pembayangan hidup sehingga juga dapat berfungsi menurunkan temperatur dalam bangunan(Eniolu et al. Solusi-solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra diyakini merupakan solusi yang tepat dan sesuai dengan kondisi mitra sasaran (Tabel . Tabel 1. Masalah mitra dan solusi yang ditawarkan. No. Masalah Solusi Luaran Belum adanya desain kompleks SMPIT Putri yang sangat dibutuhkan saat ini karena untuk memenuhi kebutuhan santri SDIT AuIbnul MubarakAy yang akan segera meluluskan lulusan pertamanya dan ingin tetap melanjutkan pendidikan menengahnya bersama Yayasan pendidikan Ibnul Mubarak. Berkolaborasi dan berelaborasi antara tim pengabdi dan mitra sasaran dalam merencanakan dan merancang desain kompleks SMPIT AuIbnul MubarakAy yang dilengkapi fasilitas standar pendidikan Desain Kompleks SMPIT AuIbnul MubarakAy yang terdiri dari: Denah situasi, denah tapak, denah blok, tampak dan potongan massa Denah, tampak dan potongan masingmasing bangunan. Rencana fondasi, lantai, kolom dan Detail-detail Perspektif interior dan eksterior Kebutuhan desain dan ruang yang spesifik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islami dan privasi mitra Membina mitra sasaran dalam berpartisipasi aktif pengembangan ide, konsep dan desain fasilitas SMPIT AuIbnul MubarakAy boarding school. Pendampingan dalam penyelenggaraan desain partisipatif Akibat keterbatasan dana sehingga prioritas Pembangunan gedung sekolah bukan pada pencapaian sarana dan prasarana standar, melainkan pada kebutuhan fasilitas sarana dan prasarana yang sangat urgen. Sosialisasi standar fasilitas pendidikan menengah dan aturan pemerintah mengenai bangunan gedung, bangunan hijau, serta SNI yang berkaitan dengan desain. Desain SMPIT Boarding School yang sesuai dengan standar dan aturan. Biaya operasional bangunan yang cukup tinggi akibat penggunaan listrik yang Sebagian besar digunakan untuk pendinginan bangunan yang disusul dengan pencahayaan elektrik. Menerapkan konsep desain arsitektur hemat energi. Desain SMPIT Boarding School yang memerapkan konsep arsitektur hemat 330 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Pengabdian ini diselenggarakan pada bulan Mei sampai dengan Nopember 2024 dengan lokasi pengabdian di Jalan Kaluku Dasa No. 7 Kelurahan Lasoani. Kecamatan Mantikulore. Palu. Metode pengabdian yang diterapkan secara general adalah community based participatory design, dengan subjek pengabdian guru-guru Yayasan AuIbnul MubarakAy termasuk tenaga administrasi, ketua yayasan, kepala sekolah kelompok bermain, taman kanak-kanan dan sekolah dasar dengan total jumlah partisipan sebanyak 15 orang. 1 Desain Strategi Pengabdian Kegiatan pengabdian ini mengikuti rancangan desain pelaksanaan pengabdian berdasarkan proses identifikasi, formulasi, aksi, analisis-sintesis dan evaluasi (Muamaroh et al. , 2024. Sukirman et al. , 2. seperti yang diilustrasikan pada Gambar 1. Audiensi rutin dengan mitra dilaksanakan pada setiap tahapan kegiatan mulai dari proses identifikasi masalah melalui wawancara dan diskusi dengan pemangku kepentingan, formulasi penentuan masalah yang diangkat untuk diselesaikan bersama-sama mitra dalam kegitan pengabdian. Penyelesaian masalahdidasari dengan teori konsep dan desain yang relevan dan persyaratan teknis desain bangunan, aksi solutif masalah pengabdian didapatkan dari beberapa kegiatan meliputi forum grup discussion, desain kolaboratif, ceramah interaktif, pembinaan desain, dan sosialisasi aturan dan standar (Gambar . Pada tahap analisis Ae sintesis (Gambar . , tim dan mitra menganalisis dan mengevaluasi penerapan konsep desain serta melakukan revisi hingga menghasilkan rekomendasi desain akhir. Hasil dari tiap tahapan didiskusikan dan didesiminasikan secara terbuka dalam forum group discussion (FGD), desain kolaboratif dan sosialisasi desain untuk diminta umpan balik berupa saran dan kritik (Table . Gambar 1. Strategi Pelaksanaan Pengabdian 2 Tahapan Pelaksanaan Pengabdian ini memiliki beberapa tahapan yang diawali dengan tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Untuk melaksanakan kegiatan pengabdian sesuai dengan tujuan yang sudah dirumuskan, tim pengabdi menempuh beberapa metode sesuai dengan permasalahan yang harus diselesaikan. Guna menyelesaikan permasalahan mitra, pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi beberapa tahapan perdasarkan pendekatan metode Participatory Action Research (PAR) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat guna memenuhi kebutuhan dan penyelesaian masalah. Pendekatan PAR berorientasi pada pengembangan dan mobilisasi ilmu pengetahuan di tengah masyarakat agar masyarakat dapat menjadi aktor perubahan, bukan obyek pengabdian (Afandi et al. , 2. Dengan pendekatan PAR ini maka siklus pengabdian memiliki beberapa langkah yaitu: to know - to understand - to plan - to act - to change (Gambar . Siklus ini dijabarkan dengan penerapan beberapa metode pengabdian sesuai dengan permasalahan yang harus diselesaikan. Oleh karena itu dengan menerapkan siklus pendekatan PAR, maka tahapan kegiatan dan metode yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat di jabarkan sesuai dengan Tabel 2. Pada tahap . pengenalan ( to kno. , tim pengabdi menjajaki dan menganalisis keinginan mitra dan pemangku kepentingan mengenai aspek desain dan non-desain menggunakan teknik survey dan wawancara. Setelah langkah pengenalan, tim pengabdi membangun hubungan yang lebih dekat dengan mitra sasaran. Pada Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 331 tahap ke-2 ini komunikasi berlangsung secara diskusi forum kecil untuk mengetahui informasi-informasi yang belum muncul pada tahap penjajakan. Setelah semua masalah diidentifikasi dan ditentukan prioritas penyelesaian masalahnya, kegiatan dilanjutkan pada tahap planning dengan metode kolaborasi, menentukan agenda yang harus diseslesaikan dalam pengabdian, serta survey Lokasi pembangunan dan melakukan analisis SWOT (Table . Setelah tahap perencanaan . , kegiatan pengabdian masuk ke tahap aksi . yaitu penyamaan persepsi, pengetahuan, dan pemahaman konsep desain, metode desain, serta persyaratan teknis dan aturan bangunan antara tim pengabdi dan mitra melalui teknik ceramah interaktif dan sosialisasi. Setelah itu kegiatan dilanjutkan ke tahap pnciptaan desain, evaluasi desain, dan finalisasi gambar dan sosialisasi desain akhir dengan metode seminar/ sosialisasi (Tabel . Gambar 2. Siklus Langkah pendekatan Participatory Action Research Tabel 2. Pendekatan. Tahapan, dan Metode Pelaksanaan Pengabdian No. Tahapan Kegiatan yang akan dilaksanakan Metode Pengabdian yang digunakan Sikulus Pendekatan PAR To know Pemetaan awal: tahap pengenalan dan penjajakan keinginan pengguna bangunan Metode survey dan wawancara To Understand Membangun hubungan dengan mitra sasaran Metode forum group discussion To Plan Penentuan agenda pengabdian Metode kolaboratif survey lokasi pembangunan gedung asrama Metode survey pengukuran lapangan To Act Memberikan pemahaman mengenai konsep desain dan aturan bangunan Metode ceramah interaktif dan To Change Penciptaan desain gedung asrama oleh mitra dan tim pengabdi Metode pembinaan desain melalui kolaborasi dan elaborasi dimana mitra sebagai pemeran utama dan tim pengabdi sebagai fasilitator evaluasi dan finalisasi desain asrama oleh tim tahap perampungan dan sosialisasi hasil desain terpakai. Seminar/ sosialisasi HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Studi Lokasi dan Tapak Pembangunan Lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berada di jalan Kaluku dasa no. 7 Kelurahan Lasoani. Lokasi tapak perencanaan pembangunan SMPIT AuIbnul MubarakAy berada tepat di belakang sekolah TKIT Ibnul Mubarak. Luas total lahan yang sudah dibebaskan yaitu 589 mA yang berbatasan dengan lahan kosong di sebelah Utara, perumahan di sebelah Timur. TKIT AuIbnul MubarakAy di sebelah Selatan, dan lahan rumah pribadi warga di sebelah Barat. Sekitar 90meter disebelah utara tapak terdapat sungai kering selebar kurang lebih 38 meter (Gambar . 332 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 Kondisi kontur di tapak bangunan tergolong datar dengan kemiring kontur tidak lebih dari 2 derajat. Penutup permukaan tanah berupa rumput liar dan rumput berduri. Tidak terdapat pepohonan besar di dalam tapak, melainkan semak-semak ciri khas lokal kota palu yang dikenal dengan roviga/biduri (Calotropis gigantea L), tembelekan (Lantana camara L), jarak merah (Jatropha gossypifolia L). Tanaman lokal ini sering dijumpai hampir diseluruh dataran rendah kota Palu. Kabupaten Sigi dan Donggala (Sudewi & Saleh, 2. Dalam perencanaan tidak satupun dari tanaman lokal ini yang dipertahankan, mengingat lahan yang sangat sempit. 2 Rencana Kompleks SMPIT Ibnul Mubarak Perencanaan kompleks SMPIT AuIbnul MubarakAy diawali dengan studi lapangan dengan observasi tapak perencanaan, observasi tapak dan bangunan sekolah TKIT dan SDIT. Dalam studi lapangan ini juga berlangsung interview dan diskusi mengenai keinginan dan kebutuhan desain pihak mitra terkait pembangunan sekolah yang direncanakan (Gambar . Hasil diskusi tersebut menggarisbawahi kebutuhan ruang yang diinginkan oleh mitra serta beberapa batasan desain, seperti: ketinggian bangunan maksimal dua lantai dengan pertimbangan tapak perencanaan merupakan area lintasan pesawat, serta isyu mengenai keamanan tapak dan kenyamanan bangunan tetangga. Metode diskusi juga menetapkan solusi permasalahan tapak seperti drainase dan sanitasi bangunan dan tapak, solusi teritisan air hujan bangunan tetangga, dan solusi akses belakang bangunan tetangga yang sangat berkaitan dengan isyu keamanan dan kenyamanan pengguna bangunan (Gambar . Gambar 3. Lokasi dan Site Perencanaan pada Kegiatan Pengabdian Gambar 4. Survey Lokasi Tapak Pembangunan Hasil diskusi dengan pihak mitra mengenai kebutuhan ruang kemudian dikelompokkan urgensinya berdasarkan skala prioritas yang diberi kode warna: merah untuk prioritas tinggi, kuning mengindikasikan prioritas sedang, dan hijau menunjukkan prioritas rendah (Gambar . Setelah itu kebutuhan ruang tersebut dielaborasi dengan persyaratan fasilitas sekolah yang diterbitkan oleh kementrian pendidikan, dan bersamasama mitra dibuatkan pemetaan zoning ruang pada tapak. Kegiatan dilanjutkan ke tahap desain konseptual yang melibatkan proses analisis-sintesis yang melibatkan mitra dalam penciptaan pola site plan, pola denah, dan Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 333 bentuk bangunan. Karena sumber kekuatan finansial mitra yang terbatas, maka desain sekolah dioptimalkan dengan bentuk dan geometrisederhana dan multifungsi. Dalam tahap perencanaan kompleks produk pengabdian yang dihasilkan selain desain kompleks SMPIT Ibnul Mubarak, juga menyediakan informasi rencana tahapan pembebasan lahan sekaligus tahapan Tahapan pembangunan disesuaikan berdasarkan lahan yang telah dibebaskan, terbagi menjadi tiga tahapan. Pembangunaan tahap I melingkupi kebutuhan ruang yang dikategorikan dalam skala prioritas yaitu ruang kelas, kantor, laboratorium, dapur, lavatory, kamar mandi, ruang berwudhu, ruang koperasi, dan rumah penjaga sekolah. Ruang-ruang tersebut dikelompokkan dalam tiga massa bangunan dan masing berlantai 2. Tiga massa bangunan direncanakan membentuk pola denah U dimana setiap bagian dipisahkan dengan dilatasi struktur. Massa I merupakan gedung untuk ruang-ruang kelas, direncanakan disisi Timur. Ruang kantor dan laboratorium disisi barat, sedangkan rumah penjaga sekolah berada di bagian utara tapak (Gambar . Pembangunan tahap II memenuhi kebutuhan masjid sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan Gedung peruntukan ruang kelas khususnya yang berada di lantai 2 untuk sementara dimanfaatkan sebagai kamar asrama sebelum lahan tahap pembangunan i yang direncanakan sebagai asrama dan fasilitas penunjangnya dibebaskan dan selesai terbangun. Gambar 5. Rekaman Sketsa Permintaan Mitra Gambar 6. Perencanaan Tahapan Pembangunan dan Pembebasan Lahan Kompleks SMPIT AuIbnul MubarakAy (Kir. Rencana Block Plan Perletakan Tata Massa Pembaangunan Kompleks Tahap 1 . 334 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 3 Hasil Desain dari Penerapan Desain Partisipatif Proses penciptaan desain asrama ditempuh dengan metode forum group discussion (FGD) dan desain kolaboratif, dimana pada kegiatan ini tidak hanya melibatkan pihak yayasan dan kepala sekolah, melainkan juga melibatkan guru-guru AuYayasan Ibnul MubarakAy (Gambar . Hasil kegiatan ini memberikan masukan desain yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan pengguna bangunan utamanya pihak guru dan siswa. Persyaratan yang muncul berkenaan dengan aspek psikologis santriwati yang berdiam di asrama dengan akses keluar asrama yang sangat terbatas. Dengan demikian santriwati diprediksi akan menghadapi masalah kebosanan yang dapat menurunkan minat belajarnya. Oleh karena itu desain asrama membutuhkan ruangruang yang bersifat rekreatif dan menjalin hubungan dengan lingkungan alami seperti ruang terbuka dan penataan desain lansekap. Ide desain dari mitra kemudian disesuaikan dalam desain yang kembali Selain itu sekolah membutuhkan ruang yang besar untuk kegiatan-kegiatan pengajian, perayaan hari besar Islam, dan kegiatan rapat dengan dinas-dinas terkait. Setelah mensimulasikan semua skenario kegiatan yang akan terjadi di bangunan yang direncanakan, tim pengabdi dan mitra bersama-sama memikirkan solusi Setelah itu dilanjutkan dengan revisi desain untuk mengakomodir semua kebutuhan secara optimal dalam kondisi lahan terbatas. Hasil dari desain dapat dilihat pada Gambar 8 dan 9. Gambar 7. Diskusi Desain Asrama Antara Tim Pengabdi dan Guru-Guru Yayasan Ibnul Mubarak Gambar 8. Gambar Rencana Lantai 1 . dan Lantai 2 . SMPIT Ibnul Mubarak Gambar 9. Tampak 3-Dimensi Konseptual Tata Massa Bangunan Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 335 Dalam proses desain kolaboratif, terdapat kesulitan dalam membina mitra dalam menghasilkan desain yang hemat energi. Hal tersebut terjadi disebabkan pengetahuan hemat energi melibatkan istilah-istilah ilmiah yang diketahui oleh arang yang berkecimpung dibidang ini. Batas pengetahuan mitra berkenaan dengan pengalaman empiris saat mereka sebagai santri di pondok pesantren. Selain itu untuk menciptakan desain yang hemat energi tidak hanya membutuhkan pengetahuan material yang baik, melainkan juga membutuhkan skill penguasaan software simulasi yang baik. Oleh karenanya proses desain yang berkenaan dengan desain hemat energi sepenuhnya dilaksanakan oleh tim peneliti. 4 Sosialisasi Hasil Desain Setelah perbaikan desain dibuat berdasarkan masukan dari semua pihak maka desain yang dihasilkan dari metode desain partisipatif didesiminasikan ke pengguna bangunan melalui sosialisasi desain (Gambar . Dalam sosialisasi ini perbaikan desain yang telah dilakukan dipresentasikan kepada mitra untuk didiskusikan kembali potensi masalah dan kekurangan desain, sebelum desain di finalisasi. Dalam kegiatan sosialisasi ini, tim pengabdi menerima koreksi minor terkait penempatan kamar mandi, tempat wudhu dan tangga servis di bagian belakang desain bangunan. Gambar 10. Sosialisasi Hasil Desain kepada Mitra 5 Luaran Luaran kegiatan pengabdian memiliki beberapa output yaitu seperti tercapainya pengembangan wawasan mitra sasaran khususnya mengenai desain partisipatif yang dapat mewadahi keinginan pengguna bangunan sekaligus meminimalisir masalah mengenai desain yang tidak sesuai. Selain itu berkembangnya kemampuan mitra sasaran dalam metode desain partisipatif, sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan desain fasilitas umum oleh pemerintah yang melibatkan masyarakat sebagai end user produk fasilitas tersebut. Kegiatan yang ini menghasilkan produk desain asrama santriwati Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) yang yang bisa langsung dimanfaatkan oleh mitra pengabdian. SIMPULAN Dalam pelaksanaan pengabdian ini, terdapat beberapa faktor pendukung memaksimalkan kesuksesan Faktor pendukung tersebut berupa antusiasme mitra pengabdian dengan bekerjasama menyediakan data-data yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tujuan pengabdian. Dukungan sikap kooperatif dari pihak mitra yang proaktif dalam proses penciptaan perencanaan kompleks SMPIT Tahfidzul QurAoan Ibnul Mubarak. Selain faktor pendukung, juga terdapat beberapa faktor penghambat jalannya kegiatan seperti keterbatasan dana pembangunan sehingga untuk mewujudkan kompleks bangunan sekolah SMPIT Tahfidzul QurAoan AuIbnul MubarakAy harus direncanakan dengan beberapa tahapan program pengabdian. Selain itu kondisi lahan yang sangat sempit ditambah lagi dengan persyaratan ketinggian bangunan yang hanya 2 lantai menjadikan banyak kenyamanan pengguna harus dikompromikan. Pada program pengabdian ini tahap inisiasi pembangunan gedung asrama diselesaikan hingga pada tahap perencanaan dan desain seperti rencana kompleks sekolah, desain arsitektur, desain struktur, konstruksi dan material, serta perhitungan rencana anggaran biaya. Kegiatan pengabdian dapat dilanjutkan pada program pengabdian yang baru berupa tahap pengawasan pembangunan gedung dan tata ruang luar / lansekap. Pelaksanaan program pengabdian khususnya yang melibatkan proses perencanaan dan desain sebaiknya dilaksanakan dengan menggunakan metode kolaboratif, karena terbukti lebih efektif dalam menangkap fenomena-fenomena yang mungkin terlewatkan oleh desainer dan arsitek. Proses penciptaan desain seyogyanya dapat mengakomodir kebutuhan dan kenyamanan mitra sekaligus mempertahankan prinsipprinsip dasar desain dan aturan bangunan yang berlaku. 336 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 PERSANTUNAN Terima kasih diucapkan pada Fakultas Teknik Universitas Tadulako atas bantuan finansial Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat DIPA Fakultas Teknik Tahun 2024 dengan Nomor Kontrak: 0799/UN28. 16/AL. 04/2024. Conflict of Interest Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan dalam publikasi artikel ini. REFERENSI