Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 2 September 2020 | pp. p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Di Puskesmas Alusi Kecamatan Kormomolin Kepulauan Tanimbar Maluku Tahun 2019 Milla Evelianti Saputri*. Dwi Rohyani. Jacoba Batlajery Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia Corresponding author: Milla Evelianti Saputri . evelianti@civitas. Received: Mei, 20 2020. Accepted: June, 28 2020. Published: September, 1 2020 ABSTRAK MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi atau anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Penelitian WHO . , menyatakan bahwa hanya 40% bayi di dunia yang mendapatkan ASI eksklusif sedangkan 60% bayi lainnya ternyata telah mendapatkan MP-ASI saat usianya kurang dari 6 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest post test design. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total populasi dengan jumlah 20. Nilai rata-rata pengetahuan responden tentang pemberian makanan pendamping ASI sebelum diberikan promosi kesehatan 43,75, sementara rata-rata pengetahuan responden sesudah diberikan promosi kesehatan meningkat menjadi 62,75. ada pengaruh promkes terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian MP ASI di Puskesmas Alusi Kecamatan Kormomolin Kepualaua Tanimbar Maluku. Kegiatan promosi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Kata Kunci: Promosi Kesehatan. Pengetahuan. MP-ASI This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Masa balita merupakan masa yang penting dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan struktur, fungsi tubuh, emosi, intelektual, serta tingkah laku. Pertumbuhan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti keturunan, makanan, kesehatan, dan lingkungan yang Pemberian ASI dan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat dan benar merupakan salah satu upaya prioritas dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia, menurut hasil penelitian khasanah . bahwa waktu pertama pemberian MP-ASI berhubungan signifikan dengan kejadian stanting. Pemberian MP-ASI sebelum anak berumur enam bulan tidak dianjurkan, karena dapat meningkatkan kemungkinan terkontaminasi dan meningkatkan risiko terkena penyakit, khususnya diare, sedangakn menurut hasil penelitian Mahardika . dalam pemberian MP-ASI pertama kali dengan status gizi pada anak usia 612 bulan tidak memiliki hubungan yang signifikan, dan menurut hasil penelitian Afriyani . Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian MP-ASI pada Usia 0-6 Bulan adalah Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan IbuA. dukungan keluarga, pendidikan, pendapatan, dan tradisi semua memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai P < 0,05, hasil penelitian bahwa hanya 40% bayi di dunia yang mendapatkan ASI eksklusif sedangkan 60% bayi lainnya ternyata telah mendapatkan MP-ASI saat usianya kurang dari 6 bulan. Data tersebut masih sangat mengkhawatirkan, selaras dengan dengan hasil penelitian Eriza . bahwa dari kedua variabel yang diteliti pengetahuan dan pekerjaan yang memiliki hubungan terhadap pemberian MP-ASI adalah faktor pengetahuan dengan nilai P=0,0003 sehingga perlu diupayakan dalam meningkatkan pengetahuan ibu, dengan melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan yang diperlukan oleh masyarakat sehingga akan memudahkan terjadinya perilaku sehat pada mereka. menurut Riset Kesehatan Dasar (Rikesda. propinsi Maluku usia 0-23 bulan menurut status gizi dengan indeks berat badan per umur tahun 2016 gizi buruk 4,91 %, gizi kurang 14,39 %,gizi baik 78,84 %, gizi lebih 1,85 %. Sedangkan pada tahun 2017 gizi buruk 4,70 %, gizi kurang 13,80%, gizi baik 78,50 %, gizi lebih 2,90 %. METODE Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan menggunakan desain penelitian adalah one group pretest post test design. yang bertujaun untuk melihat apakah ada pengaruh promosi kesehatan teradap pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makan Pendamping ASI pada Ibu di Puskesmas Alusi Kecamatan Kormomolin Kepulauan Tanimbar Maluku. Rancangan Penelitian: penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer, peneliti akan meminta ijin penelitian kepada pihak Puskesmas Alusi, selanjutnya peneliti akan mengadakan pendekatan kepada calon responden untuk memberikan penjelasan dan membuat kesepakatan bahwa calon responden bersedia menjadi responden. Responden yang bersedia mengikuti kegiatan promkes. Responden terlebih dahulu akan diberikan inform consent dengan diberikan penjelasan mengenai informasi dasar dan prosedur yang akan dilakukan selama penelitian berlangsung. Responden berhak untuk mengundurkan diri tanpa ada sangsi yang diberikan. HASIL Analisis univariat terhadap masing-masing variabel ditampilkan dalam bentuk table distribusi Hasil analisis univariat yang diperoleh adalah sebagai berikut: Tabel 1. 1 Distribusi Frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur di Wilayah Kerja Puskesmas Alusi Tahun 2019. Umur . >35 Total penelitian pada tabel 1. 1 menunjukkan responden terbanyak dengan umur 20-35 tahun sebanyak 17 responden . %) dan distribusi terkecil adalah kelompok umur lebih dari 35 tahun sebanyak 3 responden . %). Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan IbuA. Tabel 1. 2 Distribusi karakteristik responden berdasarkan Pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas Alusi Tahun 2019. Pendidikan SMP SMA TOTAL Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 1. 2 menunjukkan data bahwa responden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMP sebanyak 10 responden . %), pendidikan terakhir SMA sebanyak 5 reponden . %), pendidikan terakhir SD sebanyak 3 responden . %) dan pendidikan terakhir S1 sebanyak 2 responden . %) Tabel 1. 3 Distribusi karakteristik responden berdasarkan Pekerjaan di Wilayah Kerja Puskesmas Alusi Tahun 2019. Pekerjaan Tidak bekerja Bekerja (PNS) Total Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. 3 menunjukkan responden berdasarkan pekerjaan terbanyak yaitu responden yang tidak bekerja sebanyak 19 responden . %) sedangkan responden yang bekerja hanya 1 responden . %) Tabel 1. 4 Distribusi Frekuensi rata-rata pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan Variabel N Min Max Mean Pre test Pre test Berdasarkan tabel 1. 4 i di dapatkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan promosi kesehatan rata-rata memperoleh nilai 43. 75, dengan nilai terendah 25 dan tertinggi 55. Sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah diberikan promosi kesehatan rata-rata memperoleh nilai 62. 75, dengan nilai terendah 45 dan tertinggi 80. Tabel 1. 5 Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping asi (MP ASI Variabel Mean Sig Promosi Kesehatan Pre test Post test Berdasarkan tabel 4. 5 sebelum melakukan pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan IbuA. ibu tentang pemberian MP ASI yaitu std. Error of skewness yaitu 1. Std. Deviation 8. Signifikan hasil 0. Sedangkan pengaruh setelah di berikan promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pemberian MP ASI yaitu std. Error of skewness yaitu 1. Std. Deviation 8. Signifikan hasil 0. 000 < 0,005 artinya ada pengaruh promkes terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian MP ASI. PEMBAHASAN Hasil dari karakteristik berdasarkan jumlah umur, pendidikan dan pekerjaan. Jumlah umur terbagi dua bagian yaitu pada umur 20-35 tahun berjumlah 17 responden . %). Sedangkan pada umur > 35 tahun berjumlah 3 responden . %). Jumlah pendidikan terbagi menjadi empat bagian yaitu SD berjumlah 3 responden . %). SMP berjumlah 10 responden . %). SMA berjumlah 5 responden . %). S1 berjumlah 2 responden . %). Jumlah pekerjaan terbagi dua yaitu tidak bekerja 19 responden . %), dan yang bekerja 1 responden . %). faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain: umur,pendidikan dan pekerjaan. Karena dengan bertambahnya umur seseorang akan mengalami perubahan aspek fisik dan psikologi atau Pada aspek psikologi atau mental, taraf berpikir seseorang menjadi semakin matang dan dewasa. Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang kepada orang lain agar dapat memahami sesuatu hal. Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada akhirnya pengetahuan yang dimilikinya akan semakin banyak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Noviati5 menyatakan bahwa umur,pendidikan dan pekerjaan yang memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi sangat berpengaruh. Hal ini terbukti dari penelitian karakteristik umur 20-35 tahun lebih tinggi sama dengan peneliti lakukan, pendidikan yang lebih tinggi dilakukan penelitian terdahulu adalah SMA, berbanding terbalik dengan peneliti dapatkan pada hasil karakteristik pendidikan yang tertinggi adalah SD. Sedangkan karakteritik pekerjaan yang didapatkan pada peneliti terdahulu yaitu yang tidak bekerja lebih tinggi dibandingkan dengan yang bekerja. Hal ini sama dengan hasil karakteristik pekerjaan yang peneliti lakukan yaitu tidak bekerja lebih tinggi dibandingkan dengan yang Hasil penelitian pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI yaitu memiliki signifikan hasil 0,000 < 0,005 artinya ada pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI. Hasil penelitian ini sejalan dengan Arini . mimiliki pengaruh pelatihan pemberian MP-ASI kepada ibu dengan Baduta di kecamatan sukmajaya Depok terhadap pengetahuan dan perilaku pemberian MPASI dengan nilai P<0. promosi kesehatan adalah mempengaruhi, dan atau mengajak orang lain, baik individu, kelompok, atau masyarakat, meningkatkan perilaku masyarakat dan meningkatkan status kesehatan masyarakat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Supriati terdapat pengaruh penyuluhan dengan metode ceramah dan metode diskusi terhadap pengetahuan . <0,. dan sikap . <0,. ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI. Hal ini sama dengan peneliti lakukan yaitu memiliki signifikan hasil 0,001 < 0,005 artinya ada pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian MP ASI. Hal ini didukung oleh jurnal penelitian USU-IR Home. Bahwa hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penyuluhan dengan metode ceramah dan metode diskusi terhadap pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI Sejalan dengan Hasil penelitian Wicaksono . bahwa menunjukan hasil ada perbedaan yang siginfakan peningkatan nilai pengetahuan sebelum dan sesudah di berikan promosi kesehatan melalui Audio-Visual dengan nilai P=0,001. Selaras juga dengan hasil penelitian Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan IbuA. Marfuah . yaitu upaya peningkata pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan Edukasi Gizi melalui Booklet, mengalami peningkatan pengetahuan pola pemberian MP-ASI baik. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan distribusi frekuensi karakteristik responden terdiri dari karakteristik umur, pendidikan dan pekerjaan yang dapat dijabarkan sebagai berikut : karakteristik responden berdasarkan umur dalam penelitian menunjukkan responden terbanyak 17 responden . %). Karakteristik berdasarkan pendidikan responden yang terbanyak adalah SMP sebanyak 10 responden . %). Karakteristik berdasarkan pekerjaan yang terbanyak adalah yang tidak bekerja 19 responden . %). Ada pengaruh promkes terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan nilai P = 0,000 < 0,005. ACKNOWLEDGMENTS Penulis ingin berterimakasih kepada Universitas Nasional atas bantuan baik moril maupun materiil dan tentunya kepada semua pihak yang terkait dalam penelitian ini khususnya pihak Puskesmas Alusi Kecamatan Kormomolin Kepualian Tanimbar Maluku. DAFTAR PUSTAKA