Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 PENGARUH PERSEPSI MANFAAT. PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN UANG ELEKTRONIK (QRIS) SEBAGAI METODE PEMBAYARAN Yossy Juliana Gultom nC. Gusnardi2. Filma Alia Sari3 Pendidikan Ekonomi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendikan. Universitas Riau123 nC Corresponding Author Email: yossy. juliana2113@student. Author Email : gusnardi@lecturer. id2, filma. alia@lecturer. Article History: Received: June 2025 Revision: July 2025 Accepted: July 2025 Published: August 2025 Keywords: Interest in Using QRIS. Perception of Benefits. Perception of Convenience. Perception of Risk. Sejarah Artikel: Diterima: Juni 2025 Direvisi: Juli 2025 Disetujui: Juli 2025 Diterbitkan: Agustus Kata kunci: Minat Menggunakan QRIS. Persepsi Manfaat. Persepsi Kemudahan. Persepsi Risiko. Abstract: This research is motivated by the existence of various problems when using cash for payment transactions in everyday life. Starting when the corona virus attacked during the pandemic among the Indonesian people. And the government's policy is to introduce one of the innovations of digital payment QRIS. The sampling procedure used in this study used Probability Sampling (Proportionate Stratified Random Sampling with a total of 364 respondents from FKIP Universitas Riau. Data collection was carried out by distributing questionnaires via google form. This study aims to determine the Influence of Perceived Benefits. Perceived Convenience and Perceived Risk on Interest in Using Electronic Money (QRIS) as a Payment Method. Based on the results of the study, perceived benefits, perceived convenience and perceived risk have a simultaneous and partial effect on interest in using QRIS. If students feel the benefits, convenience and feel the minimal risk received when using QRIS services, it will encourage them to use QRIS services more strongly. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai permasalahan ketika menggunakan uang tunai untuk transaksi pembayaran dalam kehidupan seharihari. Dimulai ketika menyerangnya virus corona pada masa pandemi dikalangan masyarakat Indonesia. Dan kebijakan pemerintah adalah dengan memperkenalkan salah satu inovasi dari pembayaran digital QRIS. Prosedur pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Probability Sampling (Proportionate Stratified Random Samplin. dengan jumlah responden sebanyak 364 mahasiswa FKIP Universitas Riau. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner melalui google form. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Persepsi Manfaat. Persepsi Kemudahan dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Menggunakan Uang Elektronik (QRIS) sebagai Metode Pembayaran. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi manfaat, persepsi kemudahan dan persepsi risiko berpengaruh secara simultan dan secara parsial terhadap minat menggunakan QRIS. Jika mahasiswa merasakan manfaat, kemudahan dan merasakan minimnya risiko yang diterima ketika menggunakan layanan QRIS maka akan mendorong mereka untuk menggunakan layanan QRIS lebih kuat. How to Cite: Yossy Juliana Gultom. Gusnardi. Filma Alia Sari. PENGARUH PERSEPSI MANFAAT. PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN UANG ELEKTRONIK (QRIS) SEBAGAI METODE PEMBAYARAN. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10 . DOI : 10. 31932/jpe. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 474 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE PENDAHULUAN Secara umum, metode pembayaran dibedakan menjadi dua, yaitu metode pembayaran tunai dan metode pembayaran non-tunai (Aulia dkk. , 2. Keduanya memiliki perbedaan pada alat pembayaran yang digunakan. Sistem tunai memakai uang kertas dan uang logam, sedangkan sistem non-tunai menggunakan kartu, cek, bilyet giro, nota debit, serta uang elektronik yang berbasis kartu dan server. Menurut Tazkiyyaturrohmah, . masyarakat yang menggunakan uang tunai sebagai metode pembayaran dinilai kurang praktis karena masih berbentuk fisik, tetapi sebenarnya di negara berkembang seperti Indonesia, pembayaran tradisional menggunakan uang tunai sebenarnya masih berjalan tanpa hambatan hingga kini. Tetapi, jika penggunaan uang tunai tinggi dan banyaknya uang yang beredar di masyarakat maka memicu meningkatnya inflasi yang akan berdampak Masyarakat pun sering menghadapi kendala dalam bertransaksi karena keterbatasan pecahan tertentu dan penggunaan uang tunai memiliki risiko lebih besar untuk disalahgunakan dalam kegiatan kriminal karena transaksinya yang sulit dilacak (Tazkiyyaturrohmah 2. Kini peningkatan penggunaan uang nontunai di Indonesia semakin meningkat yang dapat dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang tidak lagi membawa uang tunai dengan jumlah yang besar jika mereka berada diluar rumah. Dengan berbagai pertimbangan seperti menghindari tindakan kriminal, ribetnya membawa uang secara fisik dalam jumlah yang banyak, dan melakukan transaksi menggunakan emoney lebih cepat karena tinggal mengurangi nilai di e-money sesuai dengan nilai transaksi tanpa perlu menghitung berlembar uang (Hendriyawan and Mayangsari Selaras Tazkiyyaturrohmah, . memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan efisien, terutama untuk pembayaran dalam jumlah kecil . icro paymen. Penggunaan uang elektronik juga dinilai lebih "higienis" dibandingkan uang tunai terutama terhadap uang kertas yang berpindah tangan. Perubahan metode pembayaran menjadi nontunai ini secara signifikan dimulai sejak menyerangnya virus corona pada masa pandemi dikalangan masyarakat. Pada saat itu, masyarakat dihimbau untuk mengurangi sentuhan dan interaksi dengan orang Dan kebijakan pemerintah adalah dengan memperkenalkan inovasi baru dalam sistem pembayaran yaitu diharapkan dapat meminimalisir terjadinya penyebaran virus melalui perantara uang (Putri dkk. , 2. Semenjak saat itu, karena dari kebiasaan masyarakat yang telah melakukan transaksi pembayaran uang elektronik, di Indonesia penggunaan uang elektronik pun terus meningkat setiap Fenomena perubahan dalam cara bertransaksi ini dikenal dengan sebutan cashless society . asyarakat tanpa uang Salah satu bentuk inovasi dari pembayaran secara digital adalah QRIS. Quick Response Code Indonesian Standart atau yang disingkat QRIS adalah penggabungan beberapa QR Code dari beragam Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan QR Code. Industri sistem pembayaran bersama Bank Indonesia mengembangkan QRIS This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 475 | Yossy Juliana Gultom. Gusnardi. Filma Alia Sari. PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN UANG ELEKTRONIK (QRIS) SEBAGAI METODE PEMBAYARAN. dengan tujuan agar proses transaksi yang menggunakan QR Code dapat lebih mudah, (Sudiatmika and Martini 2. QRIS telah diresmikan penggunaannya oleh Bank Indonesia sejak 1 Januari 2020. Ningsih , . mengatakan peresmian QRIS pembayaran uang elektronik adalah bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap revolusi sistem pembayaran Indonesia di era digital saat ini. Melalui QRIS, semua aplikasi pembayaran dari penyedia layanan, baik bank maupun nonbank, yang digunakan masyarakat dapat diterima di berbagai tempat seperti toko, pedagang, warung, parkiran, tiket wisata, hingga donasi yang berlogo QRIS. Kehadiran QRIS pun semakin populer di Indonesia karena banyak toko dan pusat perbelanjaan yang mulai menggunakan kode QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai dan mendapat dukungan pemerintah Indonesia Gambar 1. Pertumbuhan Transaksi QRIS di Indonesia pada tahun 2020 hingga triwulan tahun 2025 Sumber: Dwita, 2025. Grafik ini menunjukkan pertumbuhan transaksi QRIS dari tahun 2020 hingga Jumlah transaksi dan nilai uang yang diproses lewat QRIS terus meningkat setiap tahun. Pada 2020, jumlah transaksi baru 0,12 miliar dengan nilai Rp8,2 triliun. Di 2024, melonjak jadi 6,24 miliar transaksi senilai Rp659,9 triliun. Di awal 2025 saja, sudah tercatat 2,6 miliar transaksi dengan nilai Rp262,1 triliun. Ini menunjukkan penggunaan QRIS makin populer di masyarakat. Agar penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran digital dapat meningkat, menggunakannya serta manfaat yang Namun, terdapat konsumen yang masih kurang memahami QRIS dan kurang 476 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE familiar dengan QRIS dan khawatir tentang keamanan transaksi saat menggunakan layanan tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dan perusahaan fintech harus melakukan edukasi dan kampanye yang intensif kepada masyarakat tentang keamanan dan keuntungan menggunakan QRIS (Syawal dkk. , 2. Sebagaimana Ningsih dkk. , . manfaat diartikan sebagai kegunaan. Persepsi manfaat merujuk pada keyakinan seseorang bahwa menggunakan teknologi tertentu akan menyelesaikan pekerjaan. Persepsi ini memanfaatkan program tertentu untuk mempercepat penyelesaian tugas. Ketika seseorang merasa bahwa teknologi meningkatkan kinerjanya, akan timbul (Hendriyawan and Mayangsari 2. Merujuk pada pendapat Hasyim dkk. pada dasarnya, pengguna akan menggunakan QRIS atau teknologi lainnya setelah mempertimbangkan manfaat yang ditawarkan oleh teknologi tersebut. Jika pengguna merasakan manfaat langsung dari QRIS setelah beberapa kali penggunaan, memutuskan untuk terus menggunakannya. Berdasarkan pandangan Aieni and Purwantini . selain manfaat, ada juga penggunakan QRIS. Persepsi kemudahan keyakinan seseorang bahwa penggunaan sistem informasi berbasis teknologi tidak akan menyulitkan mereka dan juga tidak memerlukan usaha yang besar saat Kemudahan diartikan sebagai keyakinan individu bahwa menggunakan sistem teknologi informasi tidak akan menyulitkan atau memerlukan usaha yang besar saat digunakan (Nurdin and Rusli 2. Kemudahan penggunaan adalah faktor utama yang membuat suatu teknologi dapat diterima, di mana teknologi yang sederhana dapat memberikan kenyamanan dan menghilangkan kesulitan bagi pengguna (Prasetia and Lestari 2. Persepsi tentang kemudahan berarti keyakinan pengguna bahwa teknologi tersebut pengguna merasa bahwa sistem atau teknologi yang digunakan dapat membantu mengatasi masalah dalam kinerja dan mempermudah pekerjaan mereka. Selanjutnya ada Perceived Risk (Persepsi Risik. yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Penggunaan QRIS di kalangan Generasi Milenial pada penelitian yang dilakukan oleh Annisa dkk. pengguna cenderung mempertimbangkan berbagai jenis risiko yang mungkin muncul sebelum memutuskan untuk menggunakan teknologi Jika risiko yang dapat diterima dinilai rendah, maka intensitas penggunaan QRIS akan meningkat (Hasyim dkk. Konsumen memiliki dorongan lebih pencegahan terkait keamanan dan privasi mereka seiring dengan meningkatnya tingkat risiko yang dihadapi (Seputri dkk. Penelitian mengenai penggunaan layanan QRIS telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, namun penelitian mereka menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Penelitian yang dilakukan oleh Ningsih dkk. , . memiliki kesimpulan bahwa variabel persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi risiko, baik secara parsial This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 477 | Yossy Juliana Gultom. Gusnardi. Filma Alia Sari. PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN UANG ELEKTRONIK (QRIS) SEBAGAI METODE PEMBAYARAN. maupun simultan, memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan menggunakan uang elektronik berbasis QRIS pada mahasiswa UPI Y. Jakarta, dimana berdasarkan penelitian ini memiliki variabel yang sama dengan yang penulis ingin teliti yaitu variabel persepsi manfaat, persepsi kemudahan, dan persepsi risiko. Kebaruan dari rencana riset yang dilakukan oleh penulis adalah dengan pemilihan populasi dari mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau yang dimana dari beberapa penelitian yang relavan dengan penelitian penulis lebih banyak melakukan riset pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan para pelaku UMKM yang sudah menggunakan layanan QRIS. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan dari perbedaan tersebut. Menurut Bencsik dkk. , . mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) relavan untuk diteliti dalam hal minat menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran karena termasuk generasi muda yang cepat beradaptasi dengan teknologi digital, termasuk pembayaran. Sebagai calon guru, mereka juga berperan penting dalam Di kampus, mereka sering melakukan berbagai transaksi, seperti membeli buku, fotokopi, atau kebutuhan lainnya, sehingga pilihan mereka dalam metode pembayaran seperti QRIS, bisa memberikan gambaran tentang seberapa banyak teknologi ini digunakan Rahmah , 2. Penelitian ini penting karena mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda, sekaligus calon pendidik di masa mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat terkait penggunaan teknologi Oleh karena itu, pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat mereka terhadap penggunaan QRIS memberikan wawasan berharga mengenai penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital ini serta implikasinya terhadap dunia pendidikan dan ekonomi di masa depan. Hasil prasurvey yang dilakukan kepada 100 orang mahasiswa FKIP Universitas Riau dengan hasil: sebanyak 9 menggunakan QRIS, sebanyak 6 orang mahasiswa jarang menggunakan QRIS, sebanyak 26 orang mahasiswa kadangkadang menggunakan QRIS, sebanyak 42 orang mahasiswa sering menggunakan QRIS dan sebanyak 17 orang mahasiswa sangat sering menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa FKIP Universitas Riau telah cukup familiar dan terbiasa menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran, dengan 42% responden menyatakan sering menggunakan dan 17% sangat sering menggunakan QRIS. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat adopsi QRIS di kalangan mahasiswa cukup tinggi, meskipun masih terdapat sebagian kecil yang jarang . %) dan sangat jarang . %) Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa QRIS telah menjadi salah satu metode pembayaran yang cukup populer di kalangan mahasiswa FKIP Universitas Riau. Sehingga berdasarkan uraian diatas tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan dan persepsi risiko terhadap minat menggunakan uang elektronik (QRIS) sebagai metode pembayaran baik secara simultan maupun secara parsial. Dengan manfaat penelitian ini, yaitu . 478 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Manfaat Teoritis, diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai faktor yang mempengaruhi minat menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran pada mahasiswa guna dijadikan sebagai referensi dalam melakukan penelitian selanjutnya . Manfaat Praktis, . Bagi peneliti, yaitu dapat mengetahui dan mempelajari apa saja faktor Ae faktor yang mempengaruhi minat menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, . Bagi pembaca, yaitu memberikan wawasan mengenai QRIS sangat tidak setuju dan 5 menunjukkan sangat setuju kemudian akan dianalisis menggunakan metode statistik yang sesuai, dan hasil analisis tersebut Artinya analisis data yang dilakukan menggunakan pendekatan statistik guna mengetahui pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan, dan persepsi risiko terhadap minat menggunakan QRIS sebagai metode Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa/i Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau angkatan 2021 hingga angkatan 2023 yang berjumlah 589 orang. Penelitian ini menggunakan Probability Sampling Proportionate Stratified Random Sampling. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah Tabel 1: Hasil Uji Analisis Deskriptif keunggulannya sehingga pembaca yang belum mengerti dapat menggunakannya untuk kemudahan transaksi. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif, di mana data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian dengan menggunakan kuesioner online yang menggunakan skala pengukuran likert dengan rentang skala 1 sampai 5 dimana 1 FKIP pengguna layanan QRIS dan pernah melakukan pembelian menggunakan QRIS minimal 3 kali. Kemudian ddapatkan jumlah sampel minimal yang harus diteliti yaitu sebanyak 368 responden dengan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dengan taraf signifinkansi Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik yang telah lolos uji yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas, uji analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis yang terdiri dari uji t, uji f dan uji koefisien HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Sumber: data olahan. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 479 | Yossy Juliana Gultom. Gusnardi. Filma Alia Sari. PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN UANG ELEKTRONIK (QRIS) SEBAGAI METODE PEMBAYARAN. Pada hasil uji analisis deskriptif didapat nilai variabel manfaat untuk minimum Pada hasil uji analisis deskriptif didapat nilai variable kemudahan untuk minimum adalah 29. 00 dan nilai maximum 00 dengan std. deviation nya Pada hasil uji analisis deskriptif didapat nilai variabel risiko untuk minimum adalah 28. 00 dan nilai maximum 00 dengan std. deviation nya Pada hasil uji analisis deskriptif didapat nilai variabel minat untuk menggunakan QRIS untuk minimum 00 dan nilai maximum adalah 00 dengan std. deviation nya adalah 00 dan nilai maximum adalah 00 dengan std. deviation nya adalah Hasil Uji Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui arah pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat apakah masing-masing variabel bebas berpengaruh positif atau negatif. Tabel 2: Ringkasan Hasil Uji Regresi Linear Berganda Variabel Unstandardized Coefficients B (Constan. Manfaat (X. Kemudahan (X. Risiko (X. Sumber: Hasil Data Olahan Pada hasil Uji Regresi Linear Berganda diketahui bahwa constanta sebesar 11,396, nilai manfaat sebesar 0,257, nilai kemudahan sebesar 0,131 serta nilai risiko sebesar 0,140. Maka dapat diinput ke dalam persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y= 11,396 0,257X1 0,131X2 0,140X3 e Berikut makna dari persamaan regresi linear berganda diatas adalah: Nilai Minat Menggunakan QRIS (Y) sebesar 11,396 yang menyatakan jika variable manfaat (X. , kemudahan (X. dan risiko (X. sama dengan nol . , maka minat menggunakan QRIS (Y) sebesar 11,396. Nilai koefisien regresi variabel manfaat (X. sebesar 0,257. Artinya adalah setiap peningkatan sebesar Sig. 1% pada variabel persepsi manfaat dengan asumsi variabel lainnya tetap maka akan meningkatkan minat menggunakan QRIS (Y) 0,257 . ,7%) sebaliknya jika terjadi penurunan variabel manfaat (X. sebesar 1% maka minat menggunakan QRIS akan menurun sebesar 0,257 . ,7%). Nilai koefisien regresi variabel kemudahan (X. sebesar 0,131. Artinya adalah setiap peningkatan sebesar 1% pada variabel persepsi kemudahan dengan asumsi variabel meningkatkan minat menggunakan QRIS (Y) sebesar 0,131 . ,1%) penurunan variabel kemudahan (X. sebesar 1% maka minat 480 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE menggunakan QRIS akan menurun sebesar 0,131 . ,1%). Nilai koefisien regresi variabel risiko (X. sebesar 0,140. Artinya adalah setiap peningkatan sebesar 1% pada variabel persepsi risiko dengan asumsi variabel lainnya tetap maka akan meningkatkan minat menggunakan QRIS (Y) 0,140 . ,0%) sebaliknya jika terjadi penurunan variabel kemudahan (X. sebesar 1% maka minat menggunakan QRIS akan menurun sebesar 0,140 . ,0%). Nilai standard error . merupakan faktor yang berpengaruh selain yang ada dalam penelitian. Artinya bahwa terdapat faktor lain selain Persepsi Manfaat (X. Persepsi Kemudahan (X. dan Persepsi Risiko (X. lingkungan dan faktor promosi. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi ini untuk mengetahui besar kontribusi variabel bebas Persepsi Manfaat (X. Persepsi Kemudahan (X. dan Persepsi Risiko (X. Minat menggunakan QRIS (Y) digunakan nilai R Square, seperti dalam Tabel 10 dibawah Tabel 3: Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R R Square Sumber: Hasil Data Olahan Adjusted R Square Diketahui Nilai Adjusted R Square sebesar 0,191 maka memiliki arti bahwa variabel persepsi manfaat, persepsi kemudahan dan persepsi risiko memberikan sumbangan pengaruh secara bersama-sama sebesar 19,1% terhadap variabel minat menggunakan QRIS dan sisanya 80,9 % dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini yaitu variabel lingkungan dan variabel Hasil Uji f (Uji Simulta. Std. Error of the Estimate Uji f digunakan untuk dapat mengetahui apakah variabel independent berpengaruh secara simultan . terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikansi yaitu 0,05. Kriterianya apabila fhitung > ftabel pada nilai signifikansi <0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel independent secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, begitupun sebaliknya. Tabel 4: Hasil Uji F Model Sum of Squares Regression Residual Total Sumber: Hasil Data Olahan Mean Square Sig. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 481 | Yossy Juliana Gultom. Gusnardi. Filma Alia Sari. PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN UANG ELEKTRONIK (QRIS) SEBAGAI METODE PEMBAYARAN. Berdasarkan Tabel 4 diketahui nilai Sig. adalah sebesar 0,000. Diketahui nilai Sig. 0,000 < 0,05 dengan hasil perhitungan menunjukkan nilai fhitung 32,004 > ftabel 2,62. Maka dapat disimpulkan bahwa persepsi manfaat, persepsi kemudahan dan persepsi risiko secara simultan . berpengaruh terhadap variabel minat menggunakan QRIS. Uji t digunakan untuk menguji apakah ada hubungan pengaruh Pada hasil riset menunjukkan informasi nilai sig 0,000 < 0,05 dan nilai thitung 4,239 > ttabel 1,966 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel manfaat secara parsial berpengaruh signifikan dan positif QRIS. Selanjutnya kemudahan informasi nilai sig 0,001 < 0,05 dan nilai thitung 3,314 > ttabel 1,966 sehingga kemudahan secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat menggunakan QRIS. Dan pada variabel risiko nilai sig 0,001 < 0,05 dan nilai thitung 3,347 > ttabel 1,966 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel manfaat secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat menggunakan QRIS. PENUTUP Kesimpulan penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut sebagai berikut: . Manfaat berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan layanan QRIS pada mahasiswa FKIP Universitas Riau. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak manfaat yang ditawarkan QRIS, maka akan semakin meningkatkan penggunaan layanan QRIS Kemudahan berpengaruh signifikan terhadap minat hasil analisis yang mana berarti signifikan atau tidak berpengaruh terhadap variabel terikat dengan membandingkan antara thitung dan ttabel, apabila thitung > ttabel berarti variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat begitu pula sebaliknya apabila thitung < dari ttabel berarti variabel bebas tidak memiliki pengaruh terhadap variabel berikutnya. QRIS mahasiswa FKIP Universitas Riau. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak kemudahan yang diberikan oleh layanan QRIS, maka akan semakin meningkatkan penggunaan layanan QRIS bagi mahasiswa. Risiko berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan layanan QRIS pada mahasiswa FKIP Universitas Riau. Hal ini menunjukkan bahwa semakin minim risiko dan tingginya tingkat keamanan yang ditawarkan oleh QRIS maka akan semakin meningkatkan penggunaan layanan QRIS bagi mahasiswa. Manfaat. Kemudahan dan Risiko berpengaruh positif dan signifiikan terhadap minat menggunakan layanan QRIS pada mahasiswa FKIP Universitas Riau. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat persepsi mahasiswa terhadap manfaat, kemudahan, dan rendahnya risiko penggunaan QRIS, maka minat untuk menggunakan QRIS juga cenderung meningkat. Dan berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas peneliti memberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut: . Penelitian ini mengukur minat penggunaan QRIS melalui variabel manfaat, kemudahan, dan risiko. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya disarankan 482 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE untuk mempertimbangkan faktor lain seperti lingkungan dan promosi, mengingat dalam kuesioner terdapat pertanyaan terbuka bagi responden yang menyebutkan kedua faktor tersebut sebagai hal yang turut memengaruhi minat mereka. Mahasiswa FKIP Universitas Riau diharapkan dapat menggunakan QRIS secara bijak sesuai kebutuhan, bukan hanya karena tren. QRIS juga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pencatatan keuangan agar mahasiswa lebih mudah memantau arus kas pribadi dan mengelola keuangannya dengan lebih baik. Mahasiswa yang tertarik memulai usaha kecil disarankan memanfaatkan layanan QRIS sebagai sistem pembayaran karena aksesnya yang mudah dan penggunaannya yang luas di kalangan mahasiswa. Meskipun mayoritas responden setuju kemudahan dan risiko QRIS, beberapa pernyataan masih mendapat tanggapan kurang setuju. Oleh karena itu. QRIS perlu meningkatkan aspek kejelasan informasi, transparansi risiko, serta keamanan dan keandalan sistem agar dapat membangun kepercayaan dan kenyamanan yang lebih tinggi bagi pengguna. DAFTAR PUSTAKA