JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 ANALISIS KINERJA KEUANGAN DITINJAU DARI RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS PADA PT. BANK MEGA Tbk YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIATAHUN 2015-2017 Agus Sunaryo Dosen Keuangan dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Abstract The purpose of this research . To determine the Financial Performance in terms of the ratio of Liquidity. Solvency, and Profitability of PT. Bank Mega Tbk listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015 Ae 2017. To find out the development of the Financial Performance of PT. Bank Mega Tbk seen from the ratio of Liquidity. Solvency and Profitability 2015-2017. How is the financial performance seen from the ratio of Liquidity. Solvency and Profitability in 2015 Ae 2017 at PT. Bank Mega Tbk compared to standard financial ratios. This study uses quantitative data analysis in order to solve the problems raised in this study, especially the ratio of liquidity, solvency and profitability. Research results: In general, the financial performance of PT. Bank Mega. Tbk based on the results of the quick ratio, banking ratio and loans to deposit ratio can be said to be good because it is able to meet its short-term obligations even though it has decreased and fluctuated every year. The solvency ratio is also quite good because it is able to meet both short-term and long-term obligations, although the primary ratio and the Capital education ratio have increased and are volatile. The profitability ratio results can be said to be good because it is able to generate profits where the net profit margin and return on equity capital have increased and there have been fluctuations in return on assets and net interest . Development of liquidity and profitability ratios of PT. Bank Mega. Tbk has not been so efficient this is because the development in each ratio of liquidity, solvency and profitability is not so stable, the result is that there is a decrease and there is also an increase in each current . Comparison of standard ratios from the results of the liquidity, solvency and profitability ratios of PT. Bank Mega. Tbk although able to meet short-term and long-term obligations and can generate profits where the liquidity in the quick ratio, banking ratio and loans to deposit ratio do not meet the standards. The results of the solvency ratio in the primary ratio and capital education ratio have met the standard. For profitability on the net profit margin, return on equity capital and return on assets already meet the standard ratio, while the net interest margin does not meet the standard ratio. Keywords: Financial Performance. Liquidity. Solvency and Profitability Abstrak Penelitian ini bertujuan . Untuk mengetahui Kinerja Keuangan ditinjau dari rasio Likuiditas. Solvabilitas, dan Rentabilitas PT. Bank Mega Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 Ae 2017. Untuk mengetahui perkembangan Kinerja Keuangan PT. Bank Mega Tbk di lihat dari rasio Likuiditas. Solvabilitas dan Rentabilitas tahun 2015-2017. Bagaimana kinerja keungan dilihat dari rasio Likuiditas. Solvabilitas dan Rentabilitas tahun 2015 Ae 2017 pada PT. Bank Mega Tbk dibandingkan standar rasio keuangan. Penelitian ini menggunakan analisa data kuantitatif agar dapat menyelesaikan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, khususnya rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas. Hasil penelitian : Secara umum kinerja keuangan PT. Bank Mega. Tbk berdasarkan hasil rasio likuiditas quick ratio, banking ratio dan loans to deposit ratio dapat dikatakan baik karena mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya meskipun mengalami penurunan dan fluktuasi ditiap tahunnya. Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Untuk rasio solvabilitas juga cukup baik karena mampu memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang meskipun pada primary ratio dan Capital edequasy ratio mengalami peningkatan dan perunanan serta adanya fluktuasi. Untuk hasil rasio rentabilitas dapat dikatakan baik juga karena mampu menghasilkan laba dimana pada net profit margin dan return on equity capital mengalami peningkatan dan terjadi fluktuasi pada return on asset dan net interest margin. Perkembangan rasio likuiditas dan profitabilitas PT. Bank Mega. Tbk belum begitu efisien hal ini dikarenakan perkembangan di setiap rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas tidak begitu stabil, hasilnya ada yang mengalami penurunan dan juga ada yang mengalami peningkatan di tiap tahun berjalan. Perbandingan standar rasio dari hasil rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas PT. Bank Mega. Tbk meskipun mampu memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang serta dapat menghasilkan laba dimana likuiditas pada quick ratio, banking ratio dan loans to deposit ratio belum memenuhi standar. Untuk hasil rasio solvabilitas pada primary ratio dan capital edequasy ratio sudah memenuhi standar. Untuk rentabilitas pada net profit margin, return on equity capital dan return on asset sudah memenuhi standar rasio sedangkan untuk net interest margin tidak memenuhi standar rasio. Kata Kunci : Kinerja Keuangan. Likuiditas. Solvabilitas dan Rentabilitas Latar Belakang Era Globalisasi berdampak besar terhadap pertumbuhan perekonomian di indonesia, tidak hanya berdampak positif tapi juga berdampak negatif. Salah satu dampak positif dari globalisasi ekonomi adalah menyediakan dana tambahan bagi pembangunan dibidang ekonomi, namun dampak negatifnya yaitu sektor keuangan semakin tidak stabil. Arus Investasi . portofolio yang semakin besar menjadi Pembangunan sektor keuangan terutama perbankan di Indonesia sangat diharapkan dapat membawa perubahan yang positif bagi perekonomian nasional, karena lembaga keuangan khususnya perbankan memiliki peran yang sangat penting terhadap pergerakan perekonomian di Indonesia. Ketika Negara melakukan pemulihan ekonomi, umumnya menjalankan fungsi utamanya sebagai internasional yang menggambar rasio perbandingan jumlah kredit yang diberikan pada pihak ketiga. Bank menurut UU RI No. 10 tahun Badan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau dalam bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan hidup rakyat banyak. Secara umum bank mempunyai fungsi kepentingan kreditur dengan debitur dengan pengumpulan dana dan penyaluran kredit, dan juga sebagai lembaga penggerak sistim pembayaran transaksi keuangan melalui fasilitas pembayaran yang tersedia seperti uang giral dan transfer uang. Penting bagi bank untuk menjaga kepercayaan dari suatu masyarakat, mengingat bahwa kegiatan utama bank adalah menghimpun dana dari masyarakat kemudian menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat untuk memperoleh pendapatan bunga dari kredit yang disalurkan. Oleh karena itu bank Indonesia membuat suatu peraturan Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura tentang penilaian tingkat kesehatan bank. Menurut peraturan Bank Indonesia Nomor 13/1/PBI/2011 pasal 2 tentang penilaian tingkat kesehatan Bank Umum, disebutkan bahwa :Pertama, bank wajib memelihara dan/atau meningkatkan tingkat kesehatan bank dengan menerapkan prinsip kehatihatian dan manajemen resiko dalam melaksanakan usaha. Kedua, dalam rangka kelangsungan hidup bank , direksi dan dewan komisaris bertanggung jawab untuk kesehatan bank dan mengambil langkahlangkah yang diperlukan untuk memelihara dan/atau meningkatkan tingkat kesehatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat . Kondisi kesehatan suatu bank dapat kita lihat dari kinerja bank yang dapat kita analisa dari laporan keuangan yang disajikan oleh suatu bank. Laporan Keuangan sumber informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan kinerja keuangan Data keuangan tersebut dianalisis lebih lanjut sehingga akan diperoleh informasi yang dapat mendukung keputusan yang dibuat. Laporan Keuangan ini harus menggambarkan semua data keuangan yang relevan dan telah ditetapkan prosedurnya sehingga laporan keuangan dapat diperbandingkan agar Dari Laporan Keuangan itu kita dapat mengetahui apakah bank tersebut mampu mencapai tingkat efisiensi yang baik dengan mengelola sumber-sumber dana yang ada untuk mendapatkan return yang optimal. Efektifitas perusahaan dalam menjalankan operasinya ditentukan oleh kemampuan perusahaan ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 dalam memperoleh provitabilitas dan aktivitas dalam perusahaan. Dengan demikian penggunaan alat analisis rasio keuangan dapat menggambarkan kinerja keuangan yang telah dicapai. Rasio Financial (Rasio Keuanga. merupakan alat analisis perusahaan untuk menilai kinerja perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos keuangan (Neraca. Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Ka. Rasio merupakan alat ukur yang digunakan perusahaan untuk menganalisis laporan Rasio dapat menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang Dengan menggunakan alat analisis berupa rasio keuangan juga dapat menjelaskan dan memberikan gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan dari suatu periode ke periode berikutnya. PT. Bank Mega Tbk. semboyan AuMega Tujuan AndaAy tumbuh dengan pesat dan terkendali serta menjadi lembaga keuangan ternama yang mampu disejajarkan dengan bank-bank terkemuka di Asia Pasifik dan telah mendapatkan berbagai penghargaan dan prestasi baik di Dalam upaya mewujudkan kinerja sesuai dengan nama yang disandangnya. PT. Bank Mega Tbk. berpegang pada azas profesionalisme, keterbukaan dan kehati-hatian dengan struktur permodalan yang kuat serta produk dan fasilitas perbankan terkini. PT. Bank Mega Tbk merupakan salah satu bank swasta di Indonesia yang selalu berusaha meningkatkan kinerja keuangan menjadi lebih baik dari bank swasta lainnya. Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Tabel 1. 1 Ringkasan Kinerja PT. Bank Mega Tbk Tahun 2015 Ae 2017 . alam triliu. No. Keterangan Total Aset 68,23 70,53 82,30 Laba Bersih 1,05 1,16 1,30 Dana Pihak Ketiga (DPK) 49,74 61,28 Pertumbuhan Selain Bunga 2,18 Pendapatan Bunga Bersih 3,30 3,49 3,51 Penyaluran Kredit 32,40 28,28 35,22 Kualitas NPL Gross 2,81 3,44 Sumber data : Laporan Tahunan Bank Mega (BEI) 2017 Berdasarkan tabel 1. 1 diatasdapat menganalisa kinerja keuangan PT. Bank Mega Tbk, dengan judul penelitian Au dilihat bahwa PT. Bank Mega Tbk dalam Analisis Kinerja Keuangan ditinjau dari tiga tahun menunjukkan kinerja yang terus meningkat, dapat dilihat dari total asset rentabilitas pada PT. Bank Mega Tbk mengalami peningkatan setiap tahunnya, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 mencapai Rp. 30 triliun atau tahun 2015-2017Ay. naik 16,68% dari 2016. Pada tahun 2017 Laba bersih juga mengalami peningkatan Rumusan Masalah sebesar Rp. 1,30 triliun atau tumbuh Sejalan dengan judul dan latar 06% dari tahun sebelumnya. yang telah diuraikan di atas, maka Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil yang menjadi rumusan masalah adalah: tumbuh dari Rp. 74 triliun pada tahun Bagaimana Kinerja Keuangan ditinjau 2015, tahun 2016 naik sebesar Rp. dari rasio Likuiditas. Solvabilitas, dan triliun dan tahun 2017 tumbuh 19,99%. Rentabilitas pada PT. Bank Mega Tbk Rp. 61,28 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Peningkatan kinerja juga dapat tahun 2015-2017? terlihat pada Pendapatan Bunga bersih Bagaimana perkembangan kinerja yang mana rata-rata pertumbuhannya dari PT. Bank Mega Tbk dilihat tahun 2015, 2016 dan 2017 sebesar Rp. dari rasio Likuiditas. Solvabilitas dan 43 triliun. Namun Bank MegaTbk pada Rentabilitas tahun 2015 Ae 2017 ? tahun 2016 mengalami penurunan dari Bagaimana kinerja keungan dilihat dari tahun 2015 sebesar Rp. 40 triliun turun rasio Likuiditas. Solvabilitas dan sebesar Rp. 28 triliun atau sebesar Rentabilitas tahun 2015 Ae 2017 pada 12,72% dalam hal Penyaluran kredit PT. Bank Mega Tbk dibandingkan meskipun tahun 2017 mengalami kenaikan standar rasio keuangan. sebesar Rp. 22 triliun. Berdasarkan latar belakang tersebut Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Tinjauan Pustaka Bank Pengertian Bank Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun Tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Ikatan Akuntan Indonesia Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 31 menyatakan bahwa Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan . inancial intermediar. antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Falsafah yang mendasari kegiatan usaha bank adalah kepercayaan. Hal tersebut tampak dalam kegiatan pokok bank yang menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, serta deposito berjangka dan memberikan kredit kepada pihak yang memerlukan Berdasarkan sejarahnya, kegiatan perbankan semata-mata hanya sebagai selanjutnya masyarakat memanfaatkan bank sebagai tempat menitipkan uang. Seiring perkembangannya, bank menjadi tempat masyarakat untuk melakukan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh nasabah dipinjamkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Jasa-jasa yang diberikan bank semakin beragam seiring dengan beragamnya kebutuhan masyarakat akan uang. Untuk ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 mengetahui lebih jauh peranan yang dapat dilakukan oleh suatu bank sesuai dengan pengertian bank di atas, bahwa bank adalah lembaga keuangan yang usahapokoknya menghimpun dana dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Jenis Bank Dalam dunia perbankan terdapat berbagai jenis bank tergantung pada cara penggolongannya. Dalam UndangUndang Nomor 10 Tahun 1998 yang diubah sebelumnya dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 perbedaan dari jenis - jenis bank yang ada, namun kegiatan utama atau kegiatan pokok bank sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan penyalurkan dana tidak berbeda sama sekali. Perbedaan jenis perbankan dapat dilihat dari segi fungsi, menentukan harga Dari sisi fungsi, perbedaan bank terletak pada tanggung jawab serta aktivitas bisnis yang dijalankan, danperbedaan perbankan dari segi kepemilikan dapat dilihat dari kepemilikan saham (Dendawijaya, 2. Bank masyarakat dari segi jumlah produk, modal dan kualitas pelayanan. Fungsi atau Kegiatan Bank Dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun kegiatan utama bank atau kegiatan pokok bank adalah sebagai lembaga keuangan yaitu menghimpun dana dari menjadi perantara dalam lalu lintas Kuncoro, dan Suhardjono Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura membedakan fungsi sebagai berikut: . menghimpun dana, . menyalurkan dana, dan . melancarkan pembayaran perdagangan dan peredaran uanglain caranya mencari Laporan Keuangan Pengertian Laporan Keuangan Menurut Kasmir . , laporan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Menurut Munawir laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil operasi yang telah dicapai oleh perusahaan yang Menurut Bambang Riyanto . Laporan Finansiil (Financial Statemen. , mengenai keadaan finansiil suatu perusahaan, dimana Neraca (Balance Sheet. mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan Rugi dan Laba (Income Statemen. mencerminkan hasilhasil yang dicapai selama periode tertentu, biasanya meliputi periode satu Jadi, dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah catatan tentang informasi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu yang dipakai untuk menggambarkan kondisi atau kinerja perusahaan tersebut. Tujuan Laporan Keuangan Secara Kasmir laporan keuangan bertujuan untuk : Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva . yang dimiliki perusahaan pada saat ini. ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini. Memberikan informasi tentang jenis diperoleh pada suatu periode tertentu. Memberikan informasi tentang jumlah dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Memberikan perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu Unsur-Unsur Laporan Keuangan Tujuan perusahaan tercermin dari laporan keuangan yang terdiri dari beberapa unsur laporan keuangan. Seperti yang Hanafi . , menjelaskan bahwa ada tiga bentuk laporan keuangan yang pokok yang dihasilkan oleh suatu perusahaan yaitu Neraca, laporan rugi laba dan laporan aliran kas. Secara lengkap menurut Kasmir . , menyebutkan ada lima yang termasuk ke dalam unsur komponen laporan keuangan yakni: 1. Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal 4. Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan Kinerja Keuangan Pengertian Kinerja Keuangan Kinerja gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana biasanya diukur dengan indikator Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura profitabilitas. Jumingan . Kinerja gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana biasanya diukur dengan indikator Jumingan . Pengukuran Kinerja Keuangan Menurut Munawir perusahaan adalah: Mengetahui Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera diselesaikan pada saat Mengetahui Solvabilitas memenuhi kewajiban keuangannya dilikuidasi, baik keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Mengetahui Rentabilitas atau yang sering disebut dengan profitabilitas menunjukkan menghasilkan laba selama periode Mengetahui Stabilitas menunjukkan kemampuan usahanya dengan stabil, yang diukur membayar hutang-hutangnya serta membayar beban bunga atas hutanghutangnya tepat pada waktunya. Analisis Kinerja Keuangan Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Kinerja keuangan dapat dinilai Berdasarkan keuangan dapat dibedakan menjadi (Jumingan,2006:. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan, merupakan teknik analisis dengan cara membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih dengan menunjukkan perubahan, baik dalam jumlah . maupun dalam persentase . Analisis Tren . endensi posis. , merupakan teknik analisis untuk kenaikan atau penurunan. Analisis Persentase per-Komponen . ommon siz. , merupakan teknik analisis untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap keseluruhan atau total aktiva maupun utang. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, merupakan teknik analisis untuk mengetahui besarnya sumber dan penggunaan modal kerja melalui dua periode waktu yang Analisis Sumber dan Penggunaan Kas, merupakan teknik analisis untuk mengetahui kondisi kas disertai sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode waktu tertentu. Analisis Rasio Keuangan, merupakan teknik analisis keuangan untuk mengetahui hubungan di antara pos tertentu dalam neraca maupun laporan laba rugi baik secara individu maupun secara simultan. Analisis Perubahan Laba Kotor, merupakan teknik analisis untuk mengetahui posisi laba dan sebabsebab terjadinya perubahan laba. JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Analisis Break Even, merupakan teknik analisis untuk mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami Penilaian Kinerja Keuangan Bagi investor, informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi mereka di perusahaan tersebut atau mencari alternatif lain. Apabila kinerja perusahaan baik maka nilai usaha akan tinggi. Dengan nilai usaha yang tinggi membuat tersebut untuk menanamkan modalnya sehingga akan terjadi kenaikan harga Atau dapat dikatakan bahwa harga saham merupakan fungsidari nilai Sedangkan perusahaan, informasi kinerja keuangan perusahaan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal sebagai berikut: Untuk mengukur prestasi yang dicapai oleh suatu organisasi dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat keberhasilan pelaksanaan Selain digunakan untuk melihat kinerja juga dapat digunakan untuk menilai kontribusi suatu bagian dalam pencapaian tujuan perusahaan secara Dapat digunakan sebagai dasar penentuan strategi perusahaan untuk masa yang akan datang. Memberi petunjuk dalam pembuatan keputusan dan kegiatan organisasi pada umumnya dan divisi atau bagian organisasi pada khususnya. Sebagai kebijaksanaan penanaman modal agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Kinerja Keuangan Perbankan Tujuan keuntungan optimal dengan jalan memberikan layanan jasa keuangan kepada masyarakat. Bagi pemilik saham menanamkan modalnya pada bank meningkatkan harga saham yang Bank yang dapat selalu terutama tingkat profitabilitasnya yang tinggi dan mampu membagikan dividen dengan baik serta prospek usahanya dapat selalu berkembang dan dapat memenuhi ketentuan prudential banking regulation dengan baik, maka ada kemungkinan nilai saham dari bank yang bersangkutan di pasar sekunder dan jumlah dana pihak ketiga yang Kenaikan nilai saham dan jumlah dana pihak ketiga ini merupakan salah satu Kepercayaan loyalitas pemilik dana terhadap bank membantu dan mempermudah pihak manajemen bank untuk menyusun strategi bisnis yang baik (Kuncoro, dan Suhardjono, 2. Penilaian terhadap kinerja suatu bank tertentu dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangannya. Laporan memberikan informasi kepada pihak luar Bank Indonesia, masyarakat umum, investor, mengenai gambaran posisi keuangannya, yang lebih jauh dapat digunakan pihak eksternal untuk menilai besarnya risiko Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura yang ada pada suatu bank. Laporan laba rugi memberikan gambaran mengenai Pengguna keuangan bank membutuhkan informasi yang dapat dipahami, relevan, andal dan dapat dibandingkan dalam mengevaluasi posisi keuangan dan kinerja bank serta berguna dalam pengambilan keputusan Pengguna juga membutuhkan informasi yang lebih baik tentang karakteristik khusus operasi bank. Pengguna, termasuk otoritas pengatur, membutuhkan informasi yang tidak tersedia untuk publik. Meskipun bank merupakan obyek pengawasan dan kewenangan pengaturan untuk tidak menyediakan informasi tertentu bagi pengungkapan yang menyeluruh dan memadai agar laporan keuangan bank sesuai dengan kebutuhan pengguna, yang terkait dengan hal-hal seperti pengelolaan dan pengendalian likuiditas dan risiko (IAI, 2. Pengukuran Kinerja Keuangan Perbankan Rasio Keuangan Rasio Keuangan adalah ukuran yang digunakan dalam interprestasi dana laporan financial suatu Lemiyana . Rasio dalam arti standar laporan keuangan adalah angka yang menunjukkan hubungan antara satu unsure dengan unsure lainnya dalam laporan keuangan. Analisis Rasio merupakan bagian dari analisis laporan keuangan. Analisis Rasio adalah analisis yang dilakukan perkiraan yang ada dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio keuangan. Analisis rasio keuangan ini dapat ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan suatu perusahaan Hery . Untuk mengukur Kinerja keuangan suatu perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, dapat dilakukan dengan beberapa rasio keuangan. Setiap rasio keuangan memiliki tujuan, kegunaan dan arti tertentu, kemudian diinterprestasikan Kasmir . Jenis-jenis Ratio Keuangan: Rasio Likuiditas . iquidity rati. Menurut Kasmir . adalah rasio yang menunjukkan utang-utang pendeknya yang telah jatuh tempo kewajibannya pada saat ditagih. Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA Rasio Solvabilitas Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibanding aktivanya. Dalam arti luas rasio solvabilitas membayar seluruh kewajibannya baik kewajiban jangka panjang maupun jangka pendek apabila perusahaan Kasmir . Rasio Rentabilitas/Profitabilitas (Profitability rati. Menurut Kasmir . digunakan untuk menilai kemampuan JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Ringkasan Laporan Keuangan Ringkasan laporan keuangan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : Table 4. 1 Ringkasan Neraca Tahun 2015,2016, dan 2017 (Dalam Jutaan Rupia. URAIAN Kas Asset . as giro BI Giro pada Bank lai. Total Asset Total Loans . redit yang diberika. Total Deposito (Simpanan dari nasabah Giro Tabungan Deposito Berjangk. Sekuritas (Giro BI Giro Bank Lain Penempatan pada BI dan Bank lain Efek-efek Tagiha. Equitas Sumber : PT. Bank Mega. Tbk Table 4. 2 Ringkasan Laba Rugi Tahun 2015,2016, dan 2017 (Dalam Jutaan Rupia. URAIAN Pendapatan Bunga Operating Income (Pendapatan Bunga Pendapatan Operasiona. laba Tahun Berjalan Aktiva Produktif (Giro BI Giro Bank Lain Penempatan pada BI dan Bank lain Efek-efek Tagihan Kredit yang Sumber : PT. Bank Mega. Tbk Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Hasil Penelitian Perkembangan Rasio Likuiditas Analisis Perkembangan Rasio Likuiditas. Solvabilitas dan Rentabilitas Tabel 4. 3 Analisis Perkembangan Rasio Likuiditas Perekembangan rasio (%) Hasil Analisa (%) Rasio Likuiditas Quick Ratio 11,50 10,49 9,57 Banking Ratio 61,71 53,42 54,90 2,77 Loans to Deposit 50,42 43,23 45,51 5,27 Ratio Sumber : Data diolah, 2019 Berdasarkan uraian data dalam tabel 2016 mengalami penurunan sebesar 13,43% dan terjadi peningkatan pada likuiditas dari dua rasio yang digunakan tahun 2017 sebesar 2,77%. menunjukkan bahwa : Perkembangan loan to deposit ratio . Perkembangan quick ratio dalam dalam mengukur jumlah kredit pada melunasi kewajiban jangka pendeknya tahun 2016 mengalami penurunan pada tahun 2016 dan 2017 mengalami 14,26% penurunan sebesar 8,78 % dan 8,77%. peningkatan pada tahun 2017 sebesar . Perkembangan banking ratio dalam 5,27 %. mengukur tingkat likuiditas pada tahun Perkembangan Rasio solvabilitas Tabel 4. 4 Analisis Perkembangan Rasio Solvabilitas Perekembangan rasio (%) Hasil Analisa (%) Rasio Solvabilitas . Primary Ratio 16,88 17,39 Capital Eduquasy 19,31 19,79 Ratio Sumber : Data diolah, 2019 Berdasarkan dalam tabel perkembangan hasil analisis rasio likuiditas dari dua rasio Perkembangan primary ratio dimana kemampuan perusahaan dalam mengukur permodalan dengan total asset pada tahun 2016 mengalami peningkatan Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA 15,87 3,02 17,88 2,48 sebesar 3,02 % dan terjadi penurunan pada tahun 2017 sebesar 8,74 %. Perkembangan capital edequasy perusahaan dalam mengukur permodalan dengan total loans dan securitas pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 2,48% dan terjadi penurunan pada tahun 2017 sebesar 9,65%. Perkembangan Rasio Rentabilitas Tabel 4. 5 Analisis Perkembangan Rasio Rentabilitas Perekembangan rasio (%) Hasil Analisa (%) Rasio Rentabilitas . Net Profit 20,10 22,17 22,85 3,06 Margin Return On 9,14 9,44 9,95 3,28 5,40 Equity Capital . Return On 1,54 1,64 1,57 6,49 . Asset Net Interest 3,97 4,37 3,57 10,07 Margin Sumber : Data diolah, 2019 Berdasarkan uraian data dalam . Perkembangan return on asset tabel perkembangan hasil analisis rasio dimana kemampuan perusahaan Profitabilitas dari tiga rasio yang dalam menghasilkan laba bersih dari digunakan menunjukkan bahwa : total asset menunjukkan bahwa pada . Perkembangan net profit margin tahun 2016 mengalami peningkatan dimana kemampuan perusahaan sebesar 6,49% dan tahun 2017 dalam menghasilkan laba bersih dari kegiatan operasi menunjukkan hasil 4,26%. bahwa pada tahun 2016 dan 2017 . Perkembangan net iterest margin mengalami peningkatan sebesar dimana kemampuan perusahaan 10,29 % dan 3,06 %. dalam menghasilkan pendapatan . Perkembangan return on equity menunjukkan bahwa pada tahun perusahaan dalam menghasilkan sebesar 10,07% dan tahun 2017 menunjukkan bahwa pada tahun 18,30%. peningkatan sebesar 3,28% dan Perbandingan Standar Rasio 5,40%. Standar Rasio Likuiditas Tabel 4. 6 Perbandingan Standar Rasio Likuiditas Jenis Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loans to Deposit Ratio Standar Rasio Hasil Analisa (%) 11,50 10,49 9,57 61,71 53,42 54,90 50,42 43,23 45,51 Sumber : Data diolah, 2019 Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 2016 sebesar 53,42% dan tahun 2017 sebesar 54,90% memenuhi standar rasio yaitu 85%. Perbandingan standar rasio loans to deposit ratio menunjukkan bahwa hasil pada tahun 2015 sebesar 50,42%, 2016 sebesar 43,23% dan tahun 2016 sebesar 45,51% belum memenuh standar Rasio yaitu 110%. Perbandingan standar rasio Quick Ratio menunjukkan bahwa hasil pada tahun 2015 sebesar 11,50%, 2016 sebesar 10,49% dan tahun 9,57% memenuhi standar Rasio yaitu 15%. Perbandingan standar rasio Banking Ratio menunjukkan bahwa hasil pada tahun 2015 sebesar 61,71%, . Standar Rasio Solvabiltas Tabel 4. 7 Perbandingan Standar Rasio Solvabilitas Jenis Rasio Standar Rasio Primary Ratio 16,88 Capital Eduquasy Ratio 19,31 Sumber : Data diolah, 2019 . Perbandingan standar rasio primary ratio menunjukkan bahwa hasil pada tahun 2015 sebesar 16,88%, 2016 sebesar 17,39% dan tahun 2016 sebesar 15,87% sudah memenuhi standar Rasio yaitu 6%. Hasil Analisa (%) 17,39 15,87 19,79 17,88 . Perbandingan standar rasio capital eduquasy ratio menunjukkan bahwa hasil pada tahun 2015 sebesar 19,31%, 2016 sebesar 19,79% dan tahun 2017 sebesar 17,88% sudah memenuhi standar rasio yaitu 8%. Standar Rasio Rentabilitas Tabel 4. 8 Perbandingan Standar Rasio Rentabilitas Jenis Ratio Hasil Analisa (%) Standar Industri Net Profit Margin 20,10 Return On Equity Capital 9,14 9,44 9,95 Return On Asset 1,25 % 1,54 1,64 1,57 Net Interest Margin 3,97 4,37 3,57 Sumber : Data diolah, 2019 . Perbandingan standar rasio net profit margin menunjukkan bahwa hasil pada tahun 2015 sebesar 20,10%, 2016 sebesar 22,17% dan tahun 2017 sebesar 22,85 % sudah memenuhi standar industri yaitu 20%. 22,17 22,85 Perbandingan standar rasio return on Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA equity capital menunjukkan bahwa hasil pada tahun 2015 sebesar 9,14%, 2016 sebesar 9,44% dan tahun 2016 sebesar 9,95% sudah memenuhi standar industri yaitu 5%. JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 . Perbandingan standar rasio return on . Perbandingan standar rasio net interest asset menunjukkan bahwa hasil pada tahun 2015 sebesar 1,54%, 2016 sebesar 1,64% dan tahun 2017 sebesar 1,57 % sudah memenuhi standar industri yaitu 1,25%. margin menunjukkan bahwa hasil pada tahun 2015 sebesar 3,97%, 2016 sebesar 4,37% dan tahun 2017 sebesar 3,57 % belum memenuhi standar industri yaitu 6%. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis kinerja keuangan dilihat dari tingkat likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas serta perkembangan kinerja keuangan dan membandingkan dengan standar rasio Pada PT. Bank Mega. Tbk pada tahun Pembahasan hasil analisis yaitu Analisis rasio likuiditas dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 pada quick ratio dan loans to deposit ratio mengalami penurunan untuk quick ratio terjadi karena total deposit . ank dalam memenuhi kewajiban terhadap para dibandingkan dengan cash asset yang dimiliki dan untuk loans to deposit ratio dimana kredit yang disalurkan lebih rendah dari total deposit dan modal sendiri yang menyebabkan perputaran deposito dan modal kurang begitu maksimal, sedangkan banking ratio dari tahun 2015 sampai 2017 mengalami penurunan sebesar 43,23% pada tahun 2016 dikarenakan rendahnya total loans yang diberikan sehingga berdampak pada banking ratio yang dihasilkan. Untuk hasil penelitian dari rasio solvabilitas pada primary ratio tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 mengalami fluktuasi dimana terjadi peningkatan sebesar 17,39% pada tahun 2016 dan terjadi penurunan kembali pada tahun 2017 sebesar 15,87% hal ini dapat terjadi karena perputaran modal dan total asset belum dikelola secara maksimum sehingga berdampak pada hasil primary ratio, sedangkan untuk Capital edequasy ratio pada tahun 2015 dan 2016 mengalami peningkatan sebesar 19,31% dan 19,79% dan pada tahun 2017 terjadi penurunan sebesar 17,88% dapat terjadi karena tingginya total loans . redit yang diberika. dan securitas . urat-surat berharg. yang diperdagangkan namun modal tidak meningkat secara signifikan sehingga berdampak pada penurunan hasil Capital edequasy ratio. Untuk hasil penelitian rasio rentabilitas pada net profit margin dan return on equity capital tahun 2015 peningkatan disetiap tahunnya ini menandakan kegiatan operasi dan modal dikelola secara maksimal sehingga dapat menghasilkan laba bersih yang baik dari tahun-tahun sebelumnya, sedangkan pada return on asset dan net interest margin pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 mengalami fluktuasi yang disebabkan karena total asset dan aktiva produktif kurang dikelola secara efisien sehingga laba bersih dan pendapatan bunga hasilnya kurang begitu maksimal. Berdasarkan hasil dari analisis tentang solvabilitas dan rentabilitas, dapat di perkembangan rasio likuiditas quick ratio pada tahun 2016 sampai dengan 2017 banking ratio dan loans to deposit ratio Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura mengalami penurunan pada tahun 2016 dan mengalami peningkatan pada tahun 2017, penurunan terjadi dikarenakan PT. Bank Mega. Tbk belum mampu mengelola cash asset dan total loans secara efisien sehingga kewajiban terhadap para deposan dan perputaran modal yang ada belum maksimal, ini menunjukkan bahwa PT. Bank Mega. Tbk kurang efektif dalam mengelola aktiva dan pemberian kredit sehingga belum bisa memaksimalkan kewajiban terhadap para deposan. Untuk rasio solvabilitas pada primary ratio dan capital edequasy ratio mengalami peningkatan pada tahun 2016 dan mengalami penurunan pada tahun 2017 terjadi karena modal belum dikelola secara efisien sehingga menyebabkan total loans . redit yang diberika. dan perdagangan securitas . urat berharg. tidak begitu maksimal. Untuk rentabilitas pada net profit margin dan return on equity capital mengalami peningkatan tahun 2016 sampai dengan 2017, ini berarti dalam kegiatan operasi dan modal dikelola secara efisien sehingga dapat menghasilkan laba bersih yang maksimal, sedangkan untuk return on asset dan net interest margin mengalami peningkatan pada tahun 2016 dan mengalami penurunan pada tahun 2017, dalam hal ini berarti return on asset dan net interest margin hasilnya belum mendapatkan laba dan pendapatan bunga karena total asset dan aktiva produktiv yang belum dikelola secara efisien hal ini akan berdampak pada pendapatan perusahaan yang kurang maksimal meskipun perusahaan dapat menghasilkan laba. Perbandingan standar industri dari hasil rasio likuiditas pada quick ratio, banking ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 ratio dan loans to deposit ratio belum memenuhi standar. Untuk hasil rasio solvabilitas pada primary ratio dan capital Untuk rentabilitas pada net profit margin, return on equity capital dan return on asset sudah memenuhi standar rasio sedangkan untuk net interest margin tidak memenuhi standar rasio. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai Secara umum kinerja keuangan PT. Bank Mega. Tbk berdasarkan hasil rasio likuiditas quick ratio, banking ratio dan loans to deposit ratio dapat dikatakan kewajiban jangka pendeknya meskipun mengalami penurunan dan fluktuasi ditiap tahunnya dikarenakan kredit yang disalurkan lebih rendah dari total deposit dan modal sendiri yang menyebabkan perputaran deposito dan modal kurang begitu maksimal serta rendahnya total berdampak pada banking ratio yang Untuk rasio solvabilitas juga cukup baik karena mampu memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang meskipun pada primary ratio dan Capital edequasy ratio mengalami peningkatan dan perunanan serta perputaran modal dan total asset belum tingginya total loans . redit yang diberika. dan securitas . urat-surat berharg. yang diperdagangkan namun modal tidak meningkat secara signifikan ini berdampak pada hasil primary ratio Agus Sunaryo - Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau Dari AA JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura dan Capital edequasy ratio. Untuk hasil rasio rentabilitas dapat dikatakan baik juga karena mampu menghasilkan laba dimana pada net profit margin dan return on equity capital mengalami peningkatan dan terjadi fluktuasi pada return on asset dan net interest margin. Perkembangan rasio likuiditas dan profitabilitas PT. Bank Mega. Tbk belum begitu efisien hal ini dikarenakan perkembangan di setiap rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas tidak begitu stabil, hasilnya ada yang mengalami mengalami peningkatan di tiap tahun Perkembangan rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2017 diantaranya yaitu rasio likuiditas dimana quick ratio, banking ratio dan loans to deposit ratio mengalami penurunan juga fluktuasi, untuk rasio solvabilitas yaitu primary ratio dan capital edequasy ratio mengalami peningkatan, dan rasio rentabilitas dimana net profit margin dan return on equity capital mengalami peningkatan, sedangkan return on asset dan net interest margin mengalami Penurunan dan fluktuasi pada perkembangan rasio likuiditas terjadi karena PT. Bank Mega. Tbk kurang efektif dalam mengelola aktiva dan pemberian kredit sehingga belum bisa memaksimalkan kewajiban terhadap para deposan dan memaksimalkan aktiva lancar. Untuk rasio solvabilitas hasilnya dapat dikatakan baik karena hasil di setiap rasio mengalami Untuk hasil perkembangan rasio rentabilitas adanya penurunan Ae penurunan dapat terjadi karena asset yang kurang dikelola secara efisien ditiap tahunnya sehingga menyebabkan laba ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 bersih rendah dan kinerja keuangan perusahaan kurang begitu maksimal. Perbandingan standar rasio dari hasil profitabilitas PT. Bank Mega. Tbk meskipun mampu memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang serta dapat menghasilkan laba dimana likuiditas pada quick ratio, banking ratio dan loans to deposit ratio belum memenuhi standar. Untuk hasil rasio solvabilitas pada primary ratio dan capital Untuk rentabilitas pada net profit margin, return on equity capital dan return on asset sudah memenuhi standar rasio sedangkan untuk net interest margin tidak memenuhi standar rasio. Daftar Pustaka