SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied E-ISSN: 2686-4452 . doi: https://doi. org/10. 36655/sepren. Vol. No. 01, pp. November 2025 Pengembangan Quantitative-Experimental Research Design Untuk Penelitian Skripsi Mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika Agusmanto JB Hutauruk1. Ruth M. Simanjuntak2. Dame Ifa Sihombing3. Revol Sibarani4 1, 2,3,4 Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen a7hutauruk@uhn. Abstract This research and development (R&D) study aims to create a structured, applicable, and specific research design framework. Adapting the Borg & Gall model, the development process included stages of needs analysis, framework design, expert validation, and a limited trial involving ten students. Expert validation results indicated a very high level of product validity. In parallel, the trial proved the framework's effectiveness in enhancing students' conceptual understanding and the quality of their research proposals. Based on these findings, it is concluded that the final product of this research is a valid, practical, and effective operational Its existence not only serves as a reference for students in designing methodologically sound experimental research proposals but also acts as a strategic instrument to support the improvement of research quality at the undergraduate level in mathematics education Keyword: R&D. research design framework. mathematics education. Abstrak Penelitian dan pengembangan (R&D) ini bertujuan untuk menciptakan suatu kerangka kerja perancangan penelitian yang bersifat terstruktur, aplikatif, dan spesifik. Dengan mengadaptasi model Borg & Gall, proses pengembangan mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan kerangka kerja, validasi oleh pakar, serta uji coba terbatas yang melibatkan sepuluh Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kevalidan produk yang sangat tinggi. Secara paralel, uji coba membuktikan kerangka kerja tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual mahasiswa dan mutu proposal penelitian yang mereka susun. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa produk akhir penelitian ini merupakan suatu panduan operasional yang valid, praktis, dan efektif. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai acuan bagi mahasiswa dalam merancang proposal penelitian eksperimental yang metodologinya sahih, tetapi juga berperan sebagai instrumen strategis untuk menunjang peningkatan kualitas penelitian pada jenjang sarjana pendidikan matematika. Kata Kunci: R&D. kerangka kerja desain penelitian. pendidikan matematika Pendahuluan Perkembangan pendidikan matematika di Indonesia terus didorong untuk meningkatkan mutu Salah satu kompetensi lulusan program sarjana (S-. Pendidikan Matematika adalah menjadi peneliti pendidikan matematika, yaitu individu yang mampu melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data secara sistematis dan objektif guna memecahkan masalah atau menguji hipotesis untuk pengembangan prinsip-prinsip umum dalam bidang ini (Daniel & Taneo, 2. Dalam konteks ini, penelitian kuantitatif-eksperimental memiliki peran krusial, terutama untuk menguji keefektifan suatu metode, model, atau media pembelajaran secara ilmiah (Priatna, 2. SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied E-ISSN: 2686-4452 . doi: https://doi. org/10. 36655/sepren. Vol. No. 01, pp. November 2025 Namun, dalam praktiknya, mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika kerap menghadapi kendala dalam merancang desain penelitian kuantitatif-eksperimental yang memenuhi standar metodologis. Kesulitan tersebut mencakup tahapan pemilihan dan definisi variabel, pengendalian bias, penyusunan instrumen yang valid dan reliabel, serta penerapan teknik analisis statistik yang tepat (Rismen, 2015. Aisiah & Friza, 2. Dampaknya, banyak skripsi yang kurang memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan keilmuan maupun praktik pembelajaran di lapangan (Susetyo & Noermanzah, 2. Lebih lanjut, observasi menunjukkan adanya kecenderungan repetitif dan minimnya inovasi dalam desain penelitian skripsi mahasiswa akhir-akhir ini, yang pada gilirannya dapat menurunkan kualitas luaran penelitian. Secara esensial, pendekatan kuantitatif-eksperimental sangat bernilai dalam pendidikan matematika karena kemampuannya menguji hubungan kausal antar variabel melalui prosedur yang sistematis dan terukur (Creswell, 2. Pendekatan ini memfasilitasi evaluasi objektif terhadap berbagai intervensi pembelajaran dengan analisis statistik yang rigor (Schoenfeld, 2. Sayangnya, implementasinya dalam skripsi sarjana masih sering belum optimal. Banyak mahasiswa mengalami kesulitan mendasar, seperti merumuskan hipotesis yang operasional, mendesain kelompok kontrol dan eksperimen yang memadai, mengendalikan variabel luar, serta memilih uji statistik yang Penggunaan desain one-group pretest-posttest tanpa kelompok pembanding, misalnya, menyulitkan penarikan kesimpulan kausal yang sahih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah kerangka kerja . desain penelitian kuantitatif-eksperimental yang sistematis, aplikatif, dan mudah dipahami khusus untuk mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah: . Apa tantangan utama yang dihadapi mahasiswa dalam merancang penelitian kuantitatif-eksperimental? . Bagaimana karakteristik desain penelitian kuantitatifeksperimental yang ideal untuk skripsi mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika? . Bagaimana mengembangkan dan menguji keefektifan kerangka kerja desain penelitian tersebut? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penelitian ini akan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan tahapan adaptatif: . Analisis Kebutuhan, melalui kajian literatur dan survei terhadap mahasiswa serta dosen pembimbing. Perancangan Model Awal, berbasis teori dan best practices. Validasi Ahli . xpert judgmen. oleh pakar metodologi dan pendidikan matematika. Uji Coba Terbatas pada sampel mahasiswa. Metode Penelitian Desain Penelitian Penelitian ini akan dijalankan melalui serangkaian tahapan yang saling berkaitan, dimulai dengan kegiatan analisis kebutuhan. Pada fase awal ini, dilakukan pengkajian literatur serta survei terhadap mahasiswa dan dosen pembimbing skripsi untuk mengidentifikasi secara mendalam beragam tantangan dan kebutuhan riil terkait pengembangan desain penelitian. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, penelitian kemudian bergerak ke tahap perancangan model Pada fase ini, disusun suatu kerangka kerja . untuk desain penelitian kuantitatifeksperimental yang mengacu pada landasan teori yang solid serta mengakomodasi praktik-praktik terbaik . est practice. dalam lingkup pendidikan matematika. Kerangka kerja yang telah dirancang selanjutnya menjalani proses validasi ahli. Validasi dilakukan melalui penilaian dari pakar di bidang metodologi penelitian dan pendidikan matematika guna menilai kesahihan, relevansi, dan kepraktisan model yang diusulkan. Setelah dinyatakan valid secara konseptual, model tersebut diuji cobakan secara terbatas pada sekelompok mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika. Uji coba ini bertujuan untuk mengukur SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied E-ISSN: 2686-4452 . doi: https://doi. org/10. 36655/sepren. Vol. No. 01, pp. November 2025 keefektifan, keterpahaman, serta kemudahan penerapan model dalam situasi yang lebih nyata. Temuan dari uji coba kemudian menjadi dasar untuk tahap akhir, yaitu revisi dan finalisasi model, sehingga dihasilkan suatu produk yang telah disempurnakan dan siap digunakan. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu Subjek Sumber Data Kebutuhan yaitu Mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika semester akhir . ang sedang atau telah menempuh mata kuliah skrips. dan Dosen Pembimbing Skripsi dari Program Studi Pendidikan Matematika, serta Subjek Uji Coba Produk yaitu Mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika semester aktif yang sedang mempersiapkan proposal penelitian skripsi dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen Penelitian dan Teknik Analisis Data Pengembangan instrumen dalam penelitian ini dirancang secara spesifik untuk setiap tahapan. Pada tahap analisis kebutuhan, instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner ini bertujuan mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kesulitan, kebutuhan, serta pengetahuan awal yang dimiliki oleh mahasiswa dan dosen terkait desain penelitian eksperimental. Selain itu, analisis kebutuhan juga didukung dengan penelaahan berbagai referensi dan literatur yang relevan sebagai bahan studi mendalam. Pada tahap validasi ahli, instrumen yang digunakan adalah Lembar Validasi Ahli (Expert Judgment Shee. Lembar ini memuat skala penilaian Likert 1 hingga 5 beserta kolom saran, yang difokuskan untuk mengevaluasi kevalidan isi . ontent validit. , konstruk, dan aspek kebahasaan dari draf awal kerangka kerja yang dikembangkan. Penilaian ini dilakukan oleh para pakar di bidang metodologi penelitian dan pendidikan matematika. Sementara itu, pada tahap uji coba terbatas, digunakan beberapa instrumen pengukuran. Instrumen pertama adalah Tes Pemahaman Konsep dalam format pre-test dan post-test, yang bertujuan mengukur peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai konsep dasar penelitian eksperimen. Instrumen kedua berupa Rubrik Penilaian Proposal, yang digunakan untuk menilai kualitas proposal skripsi sebelum dan setelah penerapan kerangka kerja. Selain itu, juga digunakan Kuesioner Tanggapan Pengguna untuk mengukur tingkat kepraktisan dan kebermanfaatan kerangka kerja berdasarkan persepsi langsung dari mahasiswa. Terkait teknik analisis data, penelitian ini menggunakan pendekatan campuran . ixed-method. sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan. Data kualitatif, yang bersumber dari kuesioner analisis kebutuhan, dianalisis menggunakan teknik analisis tematik . hematic analysi. Prosesnya meliputi reduksi data, kategorisasi ke dalam tema-tema tertentu, dan deskripsi temuan yang kemudian menjadi dasar untuk revisi produk dan bahan pembahasan. Di sisi lain, data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan hasil survei, skor validasi . alam bentuk rerata dan media. , serta tanggapan pengguna dalam persentase. Untuk mengukur efektivitas intervensi, digunakan Uji N-Gain guna menganalisis peningkatan pemahaman konsep mahasiswa antara hasil pre-test dan post-test. Hasil Penelitian dan Pembahasan Temuan Analisis Kebutuhan Berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilakukan, penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara menyeluruh berbagai kesulitan, tantangan, serta kebutuhan riil yang dihadapi oleh mahasiswa dan dosen pembimbing dalam proses perancangan dan pelaksanaan penelitian kuantitatif-eksperimental untuk keperluan skripsi. Pemetaan ini dilakukan melalui dua metode pengumpulan data, yaitu survei kuesioner yang melibatkan 85 mahasiswa semester akhir Program Studi S-1 Pendidikan Matematika dan 15 orang dosen pembimbing, serta wawancara mendalam SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied E-ISSN: 2686-4452 . doi: https://doi. org/10. 36655/sepren. Vol. No. 01, pp. November 2025 yang dilakukan terhadap 12 mahasiswa dan 8 dosen. Hasil analisis mengungkap adanya tiga dimensi kesulitan utama yang saling berkaitan, yaitu kesulitan pada tingkat pemahaman konseptual desain penelitian, kesulitan dalam penyusunan desain teknis eksperimen, dan kesulitan dalam menentukan serta menerapkan teknik analisis data. Pada dimensi pertama, yakni pemahaman konseptual desain penelitian eksperimen, ditemukan adanya kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan kemampuan penerapannya. Sebagian besar mahasiswa . %) menyatakan mampu mendefinisikan penelitian eksperimen secara teori, namun 82% di antaranya mengaku kesulitan ketika harus membedakan dan menerapkan karakteristik desain true experiment, quasi-experiment, dan pre-experiment dalam konteks nyata penyusunan Hal ini berdampak pada ketidaktepatan dalam memilih desain yang paling memungkinkan . dengan kondisi riil lapangan pendidikan matematika di sekolah. Di samping itu, perumusan hipotesis yang operasional dan terukur juga menjadi titik lemah. Sebanyak 75% responden mahasiswa mengalami kesulitan merumuskan hipotesis yang dapat diuji secara statistik, dan sering kali menghasilkan pernyataan yang terlalu umum atau tidak secara tegas menggambarkan hubungan kausal antara variabel. Tantangan terberat pada aspek operasional terletak pada perancangan teknis eksperimen. Temuan mengidentifikasi tiga fokus kesulitan utama dalam hal ini. Pertama, terkait penentuan variabel Sebanyak 88% mahasiswa merasa kebingungan dalam mengidentifikasi variabel-variabel pengganggu yang spesifik dalam konteks pembelajaran matematikaAiseperti tingkat kecemasan matematika, gaya mengajar guru sebelumnya, atau kondisi lingkungan kelasAiserta merancang strategi untuk mengendalikannya. Kedua, terkait pengembangan instrumen. Sebanyak 91% mahasiswa menyatakan kesulitan dalam menyusun instrumen penelitian, khususnya tes untuk mengukur kemampuan matematis yang menjadi variabel terikat. Mereka kurang terampil dalam menyusun kisi-kisi instrumen yang relevan dengan tujuan intervensi, melakukan validasi ahli, dan melaksanakan uji coba instrumen. Ketiga, terkait penentuan dan penyetaraan kelompok kontrol. Dalam konteks quasi-experiment yang paling banyak digunakan, 79% mahasiswa mengalami kesulitan dalam memastikan dan membuktikan kesetaraan karakteristik awal . antara kelompok eksperimen dan kontrol, serta merancang prosedur yang dapat meminimalkan bias. Lebih lanjut, kesulitan juga muncul pada tahap pasca-pengumpulan data, yaitu dalam menentukan dan menerapkan teknik analisis yang tepat. Sebanyak 84% mahasiswa menyatakan kurang percaya diri dalam memilih teknik statistik yang sesuai, sering kali ragu antara menggunakan uji parametrik . eperti uji-t atau ANOVA) atau non-parametrik . eperti Mann-Whitne. Mereka juga mengalami kesulitan dalam mengenali karakteristik data penelitian pendidikan matematikaAiyang sering kali berskala kecil dan tidak selalu terdistribusi normalAidan mengaitkannya dengan pilihan analisis. Tantangan lain terletak pada interpretasi hasil. Sebanyak 87% mahasiswa mengaku dapat mengoperasikan perangkat lunak statistik, namun hanya 45% yang merasa mampu menginterpretasikan output analisisAiseperti nilai-p, nilai t-hitung, atau effect sizeAike dalam pemahaman substantif untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Berdasarkan ketiga dimensi kesulitan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat kebutuhan mendesak akan adanya panduan operasional yang kontekstual. Kebutuhan ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi lebih menekankan pada penerapan praktis langkah demi langkah . tep-by-ste. yang dilengkapi dengan contoh konkret dalam bidang pendidikan matematika. Baik mahasiswa maupun dosen mengharapkan sebuah kerangka kerja yang dapat membimbing secara sistematis, mulai dari pemilihan desain, identifikasi dan pengendalian variabel, penyusunan instrumen, hingga analisis dan interpretasi data. Kebutuhan inilah yang menjadi landasan fundamental bagi pengembangan desain penelitian kuantitatif-eksperimental pada tahap selanjutnya dalam penelitian ini. Penyusunan Rancangan Desain Penelitian SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied E-ISSN: 2686-4452 . doi: https://doi. org/10. 36655/sepren. Vol. No. 01, pp. November 2025 Berdasarkan temuan analisis kebutuhan sebelumnya, dikembangkan sebuah desain penelitian prototipe yang dinamakan Desain Penelitian Quantitative-Experimental untuk Pendidikan Matematika. Kerangka kerja ini dirancang sebagai panduan terstruktur dan kontekstual untuk menjawab hambatan multidimensi yang dihadapi mahasiswa. Prototipe ini terdiri dari enam langkah utama yang menggambarkan proses penelitian eksperimental dalam alur linear dan berkesinambungan, sehingga mudah untuk diikuti dan diterapkan dalam konteks penyusunan Langkah awal dalam kerangka kerja ini adalah Identifikasi Masalah dan Variabel, yang bertujuan membangun fondasi penelitian yang kuat dan terukur. Tahap ini mengubah ketertarikan awal menjadi rumusan penelitian yang siap diuji secara eksperimental. Mahasiswa dibimbing untuk mendeskripsikan fenomena pembelajaran matematika yang diamati, seperti rendahnya hasil belajar atau kurangnya keterampilan pemecahan masalah. Dengan bantuan tabel analisis research gap, mereka menganalisis celah antara fenomena tersebut dan solusi potensial berdasarkan kajian Dari analisis ini, dirumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik dan terukur. Untuk mencegah kesalahan konseptual, kerangka kerja menyediakan template definisi operasional variabel yang memandu mahasiswa untuk menguraikan variabel bebas, terikat, dan kontrol secara konkret, termasuk ciri esensial, tahapan pelaksanaan, alat ukur, dan strategi pengendalian. Output dari langkah ini adalah dokumen yang berisi pernyataan masalah, pertanyaan penelitian, serta definisi operasional semua variabel. Setelah fondasi konseptual terbangun, proses dilanjutkan ke Perumusan Hipotesis dan Pemilihan Desain. Langkah ini berfungsi sebagai jembatan yang mengubah identifikasi masalah menjadi rencana tindakan yang sahih. Untuk mengatasi kebingungan dalam membedakan jenis eksperimen, disediakan diagram alur keputusan . ecision tre. yang interaktif. Mahasiswa diajak menjawab pertanyaan kunci tentang kondisi penelitian mereka, seperti kemampuan melakukan penugasan acak . andom assignmen. , yang akan menuntun mereka pada pilihan desain yang paling tepat, baik itu true experiment, quasi-experiment, maupun pre-experiment. Selanjutnya, mahasiswa dibimbing untuk merumuskan hipotesis yang dapat diuji. Kerangka kerja menyediakan bank contoh rumusan hipotesis yang dikelompokkan berdasarkan jenis intervensi dalam pendidikan matematika, sehingga mahasiswa dapat merumuskan hipotesis nol dan alternatif yang spesifik dan terarah. Langkah ketiga berfokus pada Pengembangan dan Validasi Instrumen, yang menentukan kualitas data penelitian. Tahap ini dirancang untuk mengatasi kesulitan teknis dalam menyusun alat ukur yang valid dan reliabel. Proses diawali dengan penyusunan kisi-kisi instrumen yang terintegrasi dengan Taksonomi Bloom Revisi untuk Matematika, memandu mahasiswa dalam mendekomposisi variabel terikat menjadi indikator perilaku yang dapat diukur. Setelah draf instrumen selesai, langkah validasi dilakukan melalui penilaian ahli menggunakan Content Validity Index (CVI) atau metode serupa. Instrumen yang telah divalidasi kemudian diujicobakan pada sampel kecil untuk mengukur reliabilitasnya dengan koefisien seperti Alpha Cronbach. Output dari langkah ini adalah paket dokumen lengkap yang mencakup kisi-kisi final, lembar validasi, dan laporan uji reliabilitas. Memasuki tahap perencanaan eksekusi, langkah keempat adalah Rancangan Prosedur dan Pengendalian. Tahap ini memastikan eksperimen dapat dilaksanakan secara terkendali untuk menjaga validitas internal. Kerangka kerja menyediakan template Rencana Pelaksanaan Intervensi yang mendeskripsikan prosedur secara rinci, termasuk tahapan, aktivitas, materi, dan indikator Untuk mengantisipasi ancaman terhadap validitas internal, seperti sejarah, kematangan, atau regresi statistik, disediakan checklist yang dilengkapi dengan strategi pengendalian spesifik. Mahasiswa diminta mengevaluasi desain mereka terhadap ancamanancaman ini dan mencatat rencana mitigasinya. Outputnya adalah protokol intervensi yang rinci dan lembar analisis ancaman validitas yang telah terisi. Langkah kelima. Analisis Data Statistik, merupakan tahap transformasi data mentah menjadi temuan ilmiah. Untuk mengatasi kebingungan dalam memilih uji statistik, dikembangkan flowchart SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied E-ISSN: 2686-4452 . doi: https://doi. org/10. 36655/sepren. Vol. No. 01, pp. November 2025 pemilihan uji inferensial berdasarkan jumlah kelompok, skala data, dan pemenuhan prasyarat seperti normalitas. Flowchart ini menuntun mahasiswa pada pilihan uji yang tepat, seperti uji-t. Mann-Whitney. ANOVA, atau Kruskal-Wallis. Kerangka kerja juga memberikan panduan teknis untuk mempersiapkan data, menjalankan analisis menggunakan perangkat lunak seperti SPSS, serta menginterpretasikan output kunci seperti nilai-p dan effect size. Output dari langkah ini adalah laporan analisis data yang komprehensif, termasuk hasil uji prasyarat, output statistik utama, dan draf interpretasi awal. Tahap akhir dari kerangka kerja ini adalah Interpretasi dan Pelaporan, yang bertujuan menyusun temuan statistik menjadi narasi ilmiah yang koheren dan bermakna. Proses ini mengintegrasikan pemahaman statistik, kontekstual, dan teoritis. Mahasiswa dibimbing untuk mengekstrak makna dari angka-angka kunci, menghubungkannya dengan konteks praktik pembelajaran di kelas, dan merefleksikannya terhadap teori pendidikan matematika yang relevan. Kerangka kerja menyediakan struktur untuk mengembangkan paragraf pembahasan yang memuat pernyataan ulang temuan, penghubungan dengan penelitian terdahulu, argumentasi, serta implikasi. Output akhirnya adalah draf bab hasil dan pembahasan yang matang, yang siap dikomunikasikan sebagai bagian dari laporan penelitian ilmiah. Hasil Validasi dan Ujicoba Desain Setelah melalui proses pengembangan, prototipe desain penelitian kuantitatif-eksperimental diuji kelayakannya melalui dua tahap evaluasi utama, yaitu validasi ahli dan uji coba terbatas. Validasi ahli bertujuan untuk menilai kualitas isi dan konstruk, sementara uji coba terbatas mengukur aspek kepraktisan dan keefektifan awal dari kerangka kerja yang telah dirancang. Evaluasi ahli dilakukan oleh tiga pakar yang meliputi satu ahli metodologi penelitian pendidikan, satu ahli pendidikan matematika, dan satu ahli bahasa. Mereka mengevaluasi prototipe desain menggunakan instrumen lembar validasi dengan skala Likert 1Ae5, yang mencakup aspek kegunaan, kevalidan isi, konstruk, dan kebahasaan. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata agregat sebesar 4,65 dari skala maksimal 5, dengan simpangan baku 0,24. Skor ini termasuk dalam kategori Sangat Valid, dan simpangan baku yang rendah mengindikasikan adanya konsistensi dan kesepakatan tinggi di antara para validator. Secara rinci, aspek kegunaan dan kepraktisan memperoleh skor tertinggi . , diikuti oleh kevalidan isi . , kebahasaan . , dan konstruk . Selain penilaian kuantitatif, para ahli juga memberikan masukan konstruktif. Saran utama adalah perlunya penambahan contoh yang lebih komprehensif untuk analisis kovarians (ANCOVA) sebagai teknik mengontrol perbedaan kemampuan awal dalam desain quasi-experiment. Saran minor mencakup penyederhanaan bahasa pada beberapa bagian flowchart dan penambahan glosarium istilah kunci. Seluruh masukan tersebut telah diintegrasikan ke dalam prototipe final sebagai bagian dari Prototipe yang telah divalidasi kemudian diujicobakan kepada sepuluh mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika semester 6 dan 7 yang sedang mempersiapkan proposal skripsi. Uji coba menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan intervensi berupa bimbingan metodologi penelitian berbasis kerangka kerja yang dikembangkan. Aspek pertama yang diukur adalah pemahaman konsep desain penelitian eksperimen kuantitatif, menggunakan tes uraian delapan butir dengan skor Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 42,4 menjadi 86,2. Perhitungan N-Gain menghasilkan nilai 0,78, yang tergolong dalam kategori Tinggi, dengan simpangan baku yang kecil . Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pemahaman terjadi secara merata di seluruh peserta, tanpa bergantung pada kemampuan awal mereka. Aspek kedua yang dievaluasi adalah kualitas proposal penelitian yang disusun peserta sebelum dan setelah intervensi. Penilaian dilakukan menggunakan rubrik yang mencakup empat aspek: perumusan masalah, definisi variabel, desain penelitian, dan rencana analisis data. Skor rata-rata proposal mengalami peningkatan signifikan dari 45,2 . ategori Kuran. menjadi 82,0 . ategori SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied E-ISSN: 2686-4452 . doi: https://doi. org/10. 36655/sepren. Vol. No. 01, pp. November 2025 Bai. Peningkatan paling menonjol terlihat pada aspek operasionalisasi variabel . eningkat 18,3 poi. dan pemilihan desain eksperimen . eningkat 15,3 poi. Meskipun peningkatan pada aspek rencana analisis data relatif lebih kecil . ,1 poi. , pencapaian ini menunjukkan bahwa peserta telah mulai memahami dan dapat merencanakan analisis statistik dasar dengan lebih tepat. Untuk mengevaluasi kepraktisan, dilakukan pengumpulan data melalui angket dan diskusi Hasilnya menunjukkan bahwa 85% peserta menilai kerangka kerja ini praktis atau cukup praktis. Secara spesifik, 90% mahasiswa menyatakan alur kerja mudah diikuti dan memberikan struktur yang jelas, sementara 95% merasa sangat terbantu dengan adanya template dan contoh kontekstual. Namun, sekitar 20% peserta mengungkapkan perlunya bimbingan lebih lanjut untuk memahami panduan pemilihan uji statistik dan interpretasi hasil analisis. Berdasarkan seluruh analisis, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil mengembangkan suatu desain penelitian kuantitatif-eksperimental yang aplikatif bagi mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika. Keberhasilan ini ditandai dengan capaian skor validasi ahli yang sangat tinggi . , peningkatan pemahaman konsep dengan N-Gain tinggi . , serta tanggapan positif terhadap kepraktisan . %). Data kuantitatif membuktikan bahwa kerangka kerja ini secara efektif menjawab kebutuhan utama mahasiswa, khususnya dalam mendefinisikan variabel secara operasional dan memilih desain eksperimen yang tepatAikedua aspek ini mengalami peningkatan masing-masing sebesar 223% dan 156%. Ditinjau dari konteks yang lebih luas, kerangka kerja ini tidak hanya berfungsi sebagai panduan teknis, tetapi juga memiliki muatan didaktik yang implisit. Ia mengajarkan standar validitas internal dan ketelitian metodologis sejak dini, sekaligus membentuk pola pikir ilmiah pada calon peneliti dan calon guru. Dampak yang diharapkan bersifat ganda: peningkatan kualitas skripsi mahasiswa dan penguatan kompetensi penelitian yang dapat diterapkan dalam evaluasi pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan dan peluang pengembangan lebih lanjut, seperti perlunya penyempurnaan modul analisis data, pengembangan versi digital yang interaktif, serta uji coba dalam skala yang lebih luas. Dengan demikian, siklus pengembangan ini diharapkan dapat terus berevolusi mengikuti dinamika kebutuhan penelitian di tingkat sarjana pendidikan Kesimpulan Berdasarkan seluruh rangkaian penelitian dan analisis data yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil mengembangkan suatu Desain Penelitian QuantitativeExperimental yang valid, praktis, dan efektif bagi mahasiswa S-1 Pendidikan Matematika. Kerangka kerja yang dihasilkan dinyatakan sangat valid berdasarkan penilaian ahli dengan skor rata-rata 4,65. Selain itu, kerangka ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual mahasiswa, yang ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,78 . ategori tingg. , serta mampu meningkatkan kualitas proposal skripsi secara signifikan. Dari aspek kepraktisan, 85% pengguna menyatakan bahwa panduan ini mudah diterapkan dalam proses penyusunan penelitian. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk menciptakan suatu model desain penelitian yang aplikatif guna mengatasi kesulitan metodologis mahasiswa dapat dikatakan telah tercapai. Berdasarkan temuan dan keterbatasan yang teridentifikasi, diajukan beberapa saran. Bagi pengembang atau peneliti selanjutnya, disarankan untuk menyempurnakan modul analisis data statistik dalam kerangka kerja ini, mengembangkannya ke dalam format digital yang interaktif, serta melakukan uji coba dalam skala yang lebih luas di berbagai perguruan tinggi untuk menguji daya adaptasi dan generalisasi produk. Selain itu. Desain Penelitian Quantitative-Experimental ini dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendampingan skripsi atau mata kuliah metodologi penelitian sebagai salah satu referensi utama, guna meningkatkan standar kualitas penelitian SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied E-ISSN: 2686-4452 . doi: https://doi. org/10. 36655/sepren. Vol. No. 01, pp. November 2025 mahasiswa secara sistematis. Bagi mahasiswa, disarankan untuk memanfaatkan kerangka kerja ini sebagai panduan operasional dalam merancang proposal penelitian eksperimental mereka, sekaligus secara aktif mendalami aspek analisis data yang memerlukan pemahaman lebih lanjut melalui bimbingan tambahan atau studi mandiri. Referensi