ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENGARUH BEAUTY INFLUENCER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK HANASUI PADA E-COMMERCE SHOPEE DI KALANGAN MAHASISWI STIA TABALONG Nesfia Sari* . Kiswanul Arifin Nesfia26@gmail. Kiswan. arf@gmail. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 71571 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Pergeseran perilaku konsumen dalam berbelanja online melalui e-commerce serta tingginya angka penggunaan internet mendorong pemanfaatan beauty influencer di media sosial sebagai strategi promosi yang semakin populer dalam industri kecantikan. Melalui ulasan yang informatif serta rekomendasi produk yang dianggap kredibel, beauty influencer mampu membangun kepercayaan konsumen, memengaruhi preferensi dan keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Beauty Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Hanasui Pada E-commerce Shopee Di Kalangan Mahasiswi STIA Tabalong dan seberapa besar pengaruh Beauty Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Hanasui Pada E-commerce Shopee Di Kalangan Mahasiswi STIA Tabalong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswi STIA Tabalong yang berjumlah 537 orang, jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 84 responden yang diperoleh berdasarkan perhitungan rumus slovin. Sumber data penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 84 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh Beauty Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Hanasui Pada E-commerce Shopee Di Kalangan Mahasiswi STIA Tabalong dan besarnya pengaruh adalah sebesar 64,4% sedangkan sisanya yakni 35,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Kata Kunci : Beauty Influencer. Keputusan Pembelian. E-commerce THE INFLUENCE OF BEAUTY INFLUENCERS ON PURCHASE DECISIONS FOR HANASUI COSMETIC PRODUCTS ON SHOPEE E-COMMERCE AMONG STIA TABALONG FEMALE STUDENTS ABSTRACT The shift in consumer behavior towards online shopping through e-commerce and the high rate of internet usage have driven the utilization of beauty influencers on social media as an increasingly popular promotional strategy in the beauty industry. Through informative reviews and supposedly credible product recommendations, beauty influencers can build consumer trust and influence consumer preferences and purchase decisions. This research aims to determine if there is an influence of beauty influencers on the purchase decisions for Hanasui cosmetic products on Shopee e-commerce among STIA Tabalong female students, and to what extent this influence exists. This study uses a quantitative approach with a survey research The population for this study comprises all 537 female students at STIA Tabalong. A sample size of 84 respondents was determined using the Slovin formula. The research data sources consist of primary and secondary data. Data were collected through questionnaires distributed to 84 respondents using a purposive sampling technique. Data analysis was performed using statistical tests. The research results indicate that JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB there is an influence of beauty influencers on the purchase decisions for Hanasui cosmetic products on Shopee e-commerce among STIA Tabalong female students. The magnitude of this influence is 64. 4%, while the 6% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Beauty Influencer. Purchase Decision. E-commerce PENDAHULUAN Industri kosmetik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan setiap tahunnya, menjadikannya sebagai salah satu sektor usaha dengan prospek bisnis yang menjanjikan. Meskipun pertumbuhan yang pesat ini, sejumlah merek produk kecantikan mengalami penjualan akibat isu overclaim yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan Mengutip informasi dari (Alinea. berdasarkan data dari Compas. penjualan dari beberapa merek yang dinyatakan melakukan overclaim mengalami penurunan hingga 82% pada Oktober 2024. Hanindia Narendrata, selaku Co-founder dan CEO Compas. id, mengungkapkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh banyaknya konten yang diposting oleh akun-akun Key Opinion Leader (KOL). Salah satu konten yang menjadi viral adalah hasil uji lab mandiri dari beberapa merek produk skincare terkenal yang dilakukan oleh (@dokterdetekti. yang kerap memberikan edukasi tentang skincare di akun Tiktok miliknya. Hasil uji lab mandiri tersebut menunjukkan bahwa sejumlah merek terbukti melakukan overclaim. Akibatnya, banyak konsumen yang merasa dirugikan kemudian beralih ke sejumlah merek yang terbukti tidak melakukan overclaim. Salah satu merek yang merasakan dampak positif dari pergeseran ini adalah Hanasui, yang mengalami kenaikan penjualan hingga 252% setelah dinyatakan bebas dari overclaim. Berdasarkan fenomena penurunan dan kenaikan penjualan dari sejumlah merek tersebut, menunjukkan pentingnya peranan KOL dalam memberikan edukasi serta pengaruhnya terhadap perilaku konsumen dalam melakukan keputusan Keputusan pembelian merupakan salah satu tahap penting dalam perilaku konsumen yang mencerminkan proses nyata di mana seorang JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 konsumen memutuskan untuk membeli atau tidak suatu produk (Kotler & Keller, 2. Sebelum benar-benar membeli, seorang konsumen akan melewati beberapa tahap dalam proses pembelian. Menurut (Kotler & Keller, 2. tahap tersebut meliputi pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Di antara tahap-tahap tersebut, tahap pencarian informasi merupakan hal yang krusial dalam memengaruhi keputusan Pada tahap ini, konsumen mulai mencari informasi yang relevan untuk memahami produk yang mereka minati, serta membandingkan berbagai pilihan yang ada. Tahap pencarian informasi melibatkan berbagai sumber. Adapun di era perkembangan teknologi digital dan penggunaan internet yang kian pesat ini, konsumen semakin bergantung pada informasi yang mereka dapatkan melalui berbagai platform online. Hal ini dapat terjadi mengingat tingginya angka penggunaan internet di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2024 telah tembus hingga 221 juta jiwa dari total populasi di Indonesia yang mencapai 278 juta jiwa pada tahun 2023 yang artinya penetrasi internet di Indonesia telah menyentuh angka 79,5% dibandingkan periode sebelumnya yakni 78,19% pada tahun 2023, hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,4% (APJII, 2. Peningkatan menggarisbawahi semakin tingginya konektivitas digital dan penggunaan platform online dalam kehidupan sehari-hari yang juga berdampak pada perilaku konsumen saat ini yang semakin cenderung melakukan aktivitas berbelanja secara online melalui e-commerce. Hal tersebut memberikan peluang seluas-luasnya bagi para pelaku bisnis agar dapat menjangkau konsumen melalui saluran digital, sehingga menciptakan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia. Dalam berbelanja online, konsumen tidak dapat menyentuh ataupun melihat secara langsung produk yang mereka minati, untuk itu konsumen perlu melakukan pencarian informasi yang mendalam untuk meminimalisir kesalahan Hal ini semakin penting terutama jika produk yang ingin dibeli adalah produk kecantikan. Dalam dinamika ini, keberadaan Key Opinion Leader (KOL) di industri kecantikan sangat penting sebagai sumber informasi konsumen dalam memilih produk kecantikan. Sehingga, strategi pemasaran dengan memanfaatkan Key Opinion Leader (KOL) menjadi salah satu strategi yang paling populer di industri kecantikan untuk mempromosikan suatu produk. Dalam industri kecantikan, beauty Influencer merupakan salah satu contoh dari Key Opinion Leader (KOL) yang memiliki keahlian atau konsentrasi dalam bidang kecantikan (Listyowati, et al. Beauty influencer merupakan bagian dari digital marketing yang memanfaatkan pemasaran melalui influencer pada media sosial dengan berfokus pada produk kecantikan seperti kosmetik ataupun perawatan kulit (Ma'rifah, et al. , 2. (Simanihuruk, 2. menjelaskan dalam perilaku konsumen terdapat beberapa peranan, salah satunya yaitu influencer, yakni individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian, dimana informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja maupun tidak. Adapun penelitian terdahulu oleh (Carneli & Nurwahyudi, 2. beberapa faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, yaitu beauty influencer, persepsi harga dan brand image. Penelitian menurut (Utami & Setyowati, 2. beberapa faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, yaitu iklan, merek dan beauty Sementara itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh (Listyowati, et al. beberapa faktor yang memengaruhi keputusan pembelian adalah brand image dan beauty influencer, akan tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa beauty influencer tidak berpengaruh terhadap keputusan Maka, berdasarkan research gap dari JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 penelitian terdahulu, penelitian ini akan dibatasi pada faktor beauty influencer sebagai variabel (X) yang memengaruhi keputusan pembelian sebagai variabel (Y). Hanasui merupakan salah satu brand kosmetik lokal yang berdiri sejak tahun 2016 lalu di bawah PT. Eka Jaya Internasional. Adapun produk kecantikan Hanasui terdiri dari produk perawatan wajah, tubuh dan makeup. Brand Hanasui sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, hal ini karena Hanasui merupakan salah satu brand kosmetik yang menyediakan produk kecantikan dengan harga ramah di kantong sehingga produk ini disenangi oleh para kaum pelajar, salah satunya mahasiswi. Selain itu, produk Hanasui tersedia di berbagai e-commerce dan juga toko kosmetik sehingga konsumen dapat dengan mudah mengakses dan membeli produk Hanasui. Mahasiswi sebagai kelompok demografis yang aktif dalam penggunaan media sosial, menjadi target pasar yang potensial untuk produk Dalam kelompok ini, mahasiswi cenderung memberikan perhatian lebih terhadap penampilan mereka, yang tercermin dalam kebiasaan mereka menggunakan produk kosmetik atau makeup untuk menunjang penampilan. Kecenderungan ini tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan untuk tampil menarik, akan tetapi juga dipengaruhi dari tren maupun promosi produk kecantikan yang dibagikan oleh influencer di media sosial, yang dapat memengaruhi perilaku mereka dalam melakukan keputusan pembelian. Berdasarkan pra-survei yang dilakukan oleh penulis terhadap sejumlah mahasiswi STIA Tabalong, 33 diantaranya dilakukan secara langsung dan 39 dilakukan secara online, diperoleh secara keseluruhan 72 mahasiswi STIA Tabalong mengetahui merek Hanasui dan pernah melakukan pembelian produk dari merek tersebut, adapun produk yang paling banyak dibeli adalah jenis Dari pra-survei tersebut, penulis juga menemukan bahwa mayoritas mahasiswi STIA Tabalong melakukan pembelian produk Hanasui pada e-commerce Shopee dan sisanya 15 mahasiswi hanya melakukan pembelian pada toko kosmetik terdekat. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berjudul AuPengaruh Beauty Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Hanasui Pada E-commerce Shopee Di Kalangan Mahasiswi STIA TabalongAy. Identifikasi Masalah Berdasarkan penelitian terdahulu menurut (Carneli & Nurwahyudi, 2. , menurut penelitian oleh (Utami & Setyowati, 2. dan menurut penelitian oleh (Listyowati, et al. mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, maka dapat diidentifikasikan masalah pada penelitian ini sebagai berikut : Beauty influencer yang kurang dipercaya. Persepsi harga murah sehingga kualitas produk Brand image yang negatif. Iklan yang kurang menarik. Merek yang kurang dikenal. Batasan Masalah Karena adanya keterbatasan waktu dan tenaga yang dimiliki penulis, maka tidak semua masalah yang diidentifikasi akan diteliti. Berdasarkan identifikasi masalah yang telah faktor-faktor memengaruhi keputusan pembelian, penulis tertarik untuk mengambil beauty influencer sebagai variabel bebas (X) yang memengaruhi keputusan pembelian sebagai variabel terikat (Y). (Simanihuruk, 2. menjelaskan dalam perilaku konsumen terdapat beberapa peranan, salah satunya yaitu influencer, yakni individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian, dimana informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja maupun Adapun lokasi penelitian ini dibatasi pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong dan responden penelitian ini akan dibatasi pada mahasiswi STIA Tabalong yang pernah melakukan pembelian produk kosmetik Hanasui pada ecommerce Shopee. Oleh karena itu, penelitian ini akan berfokus pada AyPengaruh Beauty Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Hanasui Pada E-Commerce Shopee Di Kalangan Mahasiswi STIA TabalongAy. Rumusan Masalah JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Apakah ada pengaruh Beauty Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Hanasui Pada E-commerce Shopee Di Kalangan Mahasiswi STIA Tabalong? Seberapa besar pengaruh Beauty Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Hanasui Pada E-commerce Shopee Di Kalangan Mahasiswi STIA Tabalong? Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui pengaruh Beauty Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Hanasui Pada E-commerce Shopee Di Kalangan Mahasiswi STIA Tabalong. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Beauty Influencer Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Hanasui Pada E-commerce Shopee Di Kalangan Mahasiswi STIA Tabalong. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang pemasaran, khususnya terkait dengan pengaruh influencer terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian ini diharapkan juga dapat memperkaya literatur yang ada mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian. Manfaat Praktis Bagi Penulis Penelitian ini dapat menjadi media meningkatkan kemampuan metodologi penelitian, seperti merancang instrumen pengumpulan data, melakukan analisis berdasarkan temuan penelitian. Bagi Industri Penelitian berkontribusi bagi pelaku usaha kosmetik lokal khususnya Hanasui dalam merancang strategi pemasaran dengan memanfaatkan pengaruh beauty influencer untuk membantu ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dalam meningkatkan penjualan produk di kalangan target pasar yang relevan. Bagi STIA Tabalong Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang ingin meneliti topik serupa. TINJAUAN PUSTAKA Influencer Menurut (Andrews & Shimp, 2. dalam (Rahayu & Mulyaningsih, 2. influencer sendiri merupakan seorang pendukung iklan yang disukai dan dihormati oleh sejumlah orang atau konsumen serta mampu mempengaruhi secara positif tindakan dan perilaku seorang konsumen. Menurut (Erwin, et al. , 2. influencer merupakan orang yang memiliki kemampuan dalam mempengaruhi keputusan pembelian Umumnya mereka memiliki banyak followers atau pengikut yang loyal, sehingga dapat dengan mudah mengarahkan konsumen ke produk penjual melalui media dan platform yang tersedia. Influencer umumnya terdiri atas selebriti, pakar, tokoh terkenal maupun orang biasa yang merupakan pegiat media sosial. Biasanya influencer akan melakukan uji coba terhadap produk atau jasa dan diikuti ulasan yang bertindak sebagai promosi. Beauty Influencer Menurut (Hutapea, (Zukhrufani & Zakiy, 2. beauty influencer merupakan individu yang memiliki keahlian atau konsentrasi dalam bidang kecantikan yang memberikan informasi terkait produk-produk yang telah mereka gunakan dan akan memberikan Menurut (Basuki & Prabandari, 2. beauty influencer dikenal sebagai orang-orang yang berbagi informasi terkait produk kecantikan dan pengetahuan tentang kecantikan. Mereka umumnya membagikan video atau gambar melalui platform media sosial, baik itu tentang pendapat mereka tentang produk kecantikan tertentu seperti skincare, makeup, ataupun alat kecantikan. Menurut (Listyowati, et al. beauty influencer merupakan individu yang populer di JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 platform media sosial yang menghasilkan konten tentang kecantikan. Mereka mengulas berbagai produk kecantikan, memberikan tutorial mengenai makeup dan perawatan kulit, serta berbagi informasi menarik terkait dunia kecantikan. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut maka dapat disimpulkan beauty influencer merupakan individu yang memiliki banyak pengikut di media sosial karena konten yang dibuatnya mengenai informasi seputar dunia kecantikan seperti ulasan produk, tutorial makeup, hingga tips perawatan kulit. Melalui keahlian dan pengetahuannya terkait dunia kecantikan, informasi yang mereka sampaikan dapat memengaruhi pengikut atau audiensnya untuk melakukan keputusan pembelian. Adapun tiga indikator yang dapat digunakan untuk mengukur beauty influencer menurut (Shim. dalam (Pakan & Purwanto, 2. adalah sebagai berikut : Trustworthiness (Kepercayaa. , merujuk pada sejauh mana seorang influencer dianggap jujur, dapat diandalkan dan memiliki integritas dalam menyampaikan informasi terkait suatu produk secara objektif dan transparan. Expertise (Keahlia. , mengacu pada tingkat pengetahuan, keterampilan atau pengalaman yang dimiliki seorang influencer dalam bidang atau topik tertentu sehingga mampu memberikan informasi yang berharga, bermanfaat dan relevan kepada audiens mereka. Attractiveness (Daya Tari. tidak hanya mengacu pada penampilan fisik, tetapi juga mencakup daya tarik personal seorang influencer seperti kepribadian, gaya komunikasi dan karisma yang mampu menarik perhatian Daya tarik ini bisa berasal dari penampilan yang menarik, cara berbicara yang menyenangkan, serta kepribadian yang mudah Perilaku Konsumen (Hawkin & Mothersbaugh, 2. dalam (Sutisna & Susan, 2. mendefinisikan perilaku konsumen merupakan studi dari individu-individu, berbagai kelompok, berbagai organisasi dan proses-proses bagaimana mereka memilih, mendapatkan, menggunakan dan membuang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB produk, jasa, pengalaman atau gagasan untuk memuaskan kebutuhan dan pengaruhnya pada konsumen dan masyarakat. Menurut (Simanihuruk, 2. perilaku konsumen bisa berperan dalam berbagai peran dalam keputusan pembelian sebagai berikut : Initiator, yaitu individu yang mempunyai inisiatif melakukan pembelian produk tertentu. Influencer, yaitu individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian, dimana informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau . Decider, yaitu individu yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak apa yang akan dibeli serta bagaimana membelinya. Buyer, yaitu individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya. User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang telah dibeli. Keputusan Pembelian Menurut (Kotler & Keller, 2. dalam (Richadinata, et al. keputusan pembelian merupakan suatu tindakan yang dilakukan konsumen untuk membeli suatu produk tertentu rangsangan-rangsangan Menurut (Tjiptono, (Mardiana & Sijabat, 2. keputusan pembelian merupakan suatu proses pengenalan masalah oleh konsumen yang dilanjutkan dengan pencarian informasi mengenai produk atau merek tertentu yang dianggap dapat menyelesaikan masalahnya dan mengevaluasinya terlebih dahulu yang kemudian mengarah pada keputusan pembelian. Menurut (Schiffman & Kanuk, 2. dalam (Richadinata, et al. keputusan pembelian merupakan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih alternatif, maksudnya adalah bahwa seorang yang hendak melakukan pembelian harus memiliki beberapa pilihan alternatif. Hasil dari keputusan pembelian tersebut tergantung dari bagaimana proses dalam pengambilan keputusan. Menurut (Kotler & Armstrong, 2. dalam (Pratama & Suryandani, 2. ada beberapa indikator dalam menentukan keputusan pembelian: JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 . Kemantapan Membeli Setelah Mengetahui Informasi Produk Konsumen merasa yakin untuk membeli produk setelah mendapatkan informasi yang cukup mengenai produk . Memutuskan Membeli Karena Merek Yang Paling Disukai Konsumen produk dari merek yang mereka sukai, entah karena kecocokan atau merek yang sudah dikenal dan dipercayai. Membeli karena sesuai dengan keinginan dan Konsumen produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pribadi mereka. Kesesuaian ini memastikan bahwa produk tersebut akan memberikan manfaat yang diharapkan oleh . Membeli karena mendapat rekomendasi orang Konsumen sering kali mempercayai saran dari orang-orang yang mereka anggap memiliki pengalaman atau pengetahuan lebih tentang produk tersebut dimana saran mereka dapat memberikan pengaruh besar dalam keputusan pembelian. Kerangka Konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual Sumber : Penulis, 2025 Hipotesis Berdasarkan kerangka konseptual di atas, maka hipotesis yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah : ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Ha : Ada pengaruh beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong. H0 : Tidak ada pengaruh beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni sebuah metode penelitian yang berlandasakan pada paradigma Metode ini digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang telah dirancang dan analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sembiring, et al. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah survei. Menurut (Sugiyono, 2. dalam (Widya, 2. metode survei merupakan metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data yang terjadi pada masa lampau atau saat ini, tentang keyakinan, pendapat, karakteristik perilaku hubungan variabel dan untuk menguji beberapa hipotesis tentang variabel sosiologi dan psikologis dari sampel yang diambil dari populasi tertentu, teknik pengumpulan data dengan pengamatan . awancara atau kuesione. yang tidak mendalam, dan hasil penelitian cenderung untuk digeneralisasikan. Populasi Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan peneliti untuk mempelajarinya lalu menarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Populasi yang ditetapkan pada penelitian ini adalah Sekolah Tinggi Administrasi Tabalong yang berjumlah 537 orang. Sampel Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 penulis menerapkan metode non-probability sampling dengan Teknik purposive sampling di mana responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Kriteria yang ditetapkan untuk pemilihan sampel antara lain : Mahasiswi aktif STIA Tabalong Pengguna e-commerce Shopee Pernah melakukan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee. Besaran jumlah sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin dengan tingkat toleransi kesalahan . argin of erro. 10% . Adapun perhitungan jumlah sampelnya adalah sebagai berikut : ycA ycu= 1 ycA . Keterangan : (N) = 537 (Jumlah populas. = 0,1 (Margin of erro. ycu= 1 537 . ycu= 1 537 . ycu= 1 5. ycu= n = 84,3 Maka jumlah sampel yang ditetapkan adalah sebanyak 84 responden, sehingga sampel dapat dianggap dapat mewakili keseluruhan dari populasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Sumber Data Data Primer Data primer merujuk pada data yang telah dikumpulkan secara langsung atau data yang didapat dari pihak pertama (Hardani. Sumber data primer yang digunakan pada penelitian ini didapatkan dari hasil jawaban kuesioner yang akan disebarkan kepada responden melalui google form. Data Sekunder ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Data sekunder merujuk pada data yang tersedia sebelumnya yang dikumpulkan dari sumber-sumber tidak langsung atau tangan kedua, misalnya dari sumber-sumber tertulis milik pemerintah atau perpustakaan (Hardani, 2. Sumber data sekunder pada penelitian ini didapatkan dari buku, jurnal/artikel maupun sumber internet. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan dari penelitian itu sendiri adalah memperoleh data (Hardani, 2. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan angket atau kuesioner yang dibagikan kepada responden dengan kriteria tertentu melalui google form. Menurut (Priyono, 2. Angket atau kuesioner merupakan daftar dari pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab responden terkait topik yang diteliti. Pertanyaan dalam kuisioner dapat berupa pernyataan yang sudah disertai jawaban yang dapat dipilih, serta dapat berupa pertanyaan-pertanyaan yang memberi kesempatan para responden untuk menjawab sedetail mungkin. Angket atau kuisioner nantinya akan dibagikan kepada sampel yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Pernyataan yang disajikan akan disertai dengan pilihan jawaban dan akan diukur menggunakan skala likert 5 poin sebagai berikut : Tabel 1. Skor Alternatif Jawaban Keterangan Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Netral (N) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Skor Sumber : Penulis, 2025 Teknik Analisis Data Analisis data juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil dari sebuah penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan untuk mengambil sebuah kesimpulan (Ardiawan, 2. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS versi 26. Adapun serangkaian uji yang akan dilakukan : Statistik Deskriptif JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan atau memberikan gambaran mengenai karakteristik dari serangkaian data tanpa mengambil kesimpulan umum (Ghozali. Analisis statistik deskriptif terdiri dari nilai mean, median, maksimum, minimun dan standar deviation. Statistik deskriptif bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data berdasarkan pada hasil yang diperoleh dari jawaban responden pada masing-masing indikator pengukur variabel. Tabulasi Frekuensi Merupakan bentuk dari penyajian data statistik yang berbentuk kolom atau lajur yang memuat isi berupa angka yang dapat menggambarkan pembagian frekuensi dari variabel yang sedang menjadi objek penelitian (Wahab, et al. , 2. Uji Validitas Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrument/kuesioner (Khairunnisa. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana suatu instrumen/kuesioner yang diajukan dapat menggali data atau informasi yang diperlukan (Paramita, 2. Pengujian validitas dari sebuah instrumen/kuesioner dapat dilakukan menggunakan korelasi product moment atau dikenal juga dengan korelasi pearson (Khairunnisa, 2. Pada penelitian ini untuk menguji validitas akan menggunakan bantuan software SPSS. Setelah nilai korelasi pearson dibandingkan dengan nilai dari rtabel. Patokan rumus untuk membaca dan menentukan nilai rtabel yaitu df = . Ae . dengan taraf signifikansi yang ditetapkan yakni 5% . Adapun kriteria uji validitas yang menentukan apakah item atau butir dari suatu instrument tersebut valid : Jika nilai rhitung > nilai rtabel maka item instrumen/kuesioner dinyatakan valid. Jika nilai rhitung < nilai rtabel maka item instrumen/kuesioner dinyatakan tidak Uji Reliabilitas ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Reliabilitas merupakan serangkaian pengukuran atau alat ukur yang memiliki konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur tersebut dilakukan secara berulang (Khairunnisa, 2. Uji Reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kuesioner yang diajukan dapat memberikan hasil yang tidak berbeda, jika dilakukan pengukuran kembali terhadap subjek yang sama pada waktu yang berlainan (Paramita, 2. Pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan cara uji Cronbach Alpha. Pada menggunakan bantuan software SPSS. Untuk mengetahui apakah item instrumen/kuesioner dinyatakan reliabel dapat dilihat dari hasil output nilai Cronbach Alpha yang diperoleh. Apabila nilai Cronbach Alpha > dari taraf signifikan 60% atau 0,60 maka kuesioner dinyatakan reliabel. Apabila nilai Cronbach Alpha < dari taraf signifikan 60% atau 0,60 maka kuesioner dinyatakan tidak reliabel. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan salah satu jenis dari uji asumsi klasik yang memiliki penyebaran data pada sebuah kelompok atau Terdapat dua kategori penyebaran data, yaitu data berdistribusi normal dan tidak normal (Hidayat, 2. Pada penelitian ini pengujian normalitas menggunakan uji KolmogorovAeSmirnov dengan penggunaan alat bantu software SPSS. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji Normalitas KolmogoroAeSmirnov : Jika nilai signifikansi (Sig. ) > dari 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal Sebaliknya, jika nilai signifikansi (Sig. ) < dari 0,05 maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal. Uji Regresi Linier Sederhana Regresi sederhana merupakan analisis yang terdiri dari hanya dua variabel saja yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) (Sahir, 2. Regresi sederhana dapat dijabarkan sebagai berikut : JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Y = a bX Keterangan : Y = Variabel terikat X = Variabel bebas a = konstanta . pabila nilai X sebesar 0, maka Y akan sebesar a atau konstant. b = koefisien regresi . ilai peningkatan atau Uji Hipotesis (Uji-. Hipotesis sementara untuk mengetahui kebenaran maka diperlukan pengujian terhadap hipotesis yang ada, hipotesis terdiri dari hipotesis nol (H. dan hipotesis alternatif (H. Hipotesis umumnya diuji secara simultan atau keseluruhan dan dengan cara parsial atau satupersatu. Pada penelitian ini karena hanya terdiri dari dua variabel saja maka hipotesis yang diuji menggunakan uji secara parsial. Uji hipotesis secara parsial (Uji-. merupakan pengujian kepada koefisien regresi secara parsial, untuk mengetahui signifikansi secara parsial atau masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat (Sahir, 2. Adapun keputusan hipotesis : Pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi tabel coefficients. Kriterianya menurut (Ghozali, 2. Jika nilai signifikansi uji-t < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Jika nilai signifikansi uji-t < 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak ada pengaruh antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Berdasarkan perbandingan nilai thitung dengan ttabel. Kriterianya menurut (Sahir, 2. Jika nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB . Jika nilai thitung < nilai ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi pada umumnya disimbolkan dengan R2 pada prinsipnya melihat besar pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Apabila angka koefisien determinasi dalam model regresi terus menjadi kecil atau semakin dekat dengan nol, berarti semakin kecil pengaruh semua variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau jika nilai R2 semakin mendekati 100% maka semakin besar pengaruh semua variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) (Sahir, 2. Berikut rumus Koefisien Determinasi menurut (Sahir, 2. adalah sebagai berikut : KP = r2 x 100% Keterangan : KP = nilai koefisien determinasi R2 = nilai koefisien korelasi Adapun dasar pengambilan keputusan untuk uji koefisien determinasi adalah sebagai Tabel 2. Interpretasi Koefisien Determinasi Interval Koefisien 0,00 Ae 0,199 0,20 Ae 0,399 0,40 Ae 0,599 0,60 Ae 0,799 0,80 Ae 1,000 Tingkat Hubungan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber : (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Pada penelitian ini terdapat 4 karakteristik responden yang dikelompokkan berdasarkan program studi, usia, jumlah pembelian dan kebiasaan menonton review/ulasan beauty Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Program Studi Pilihan Program Studi Frekuensi JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Persentase Administrasi Bisnis Administrasi Publik Total 41,7% 58,3% Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan data di atas, karakteristik responden berdasarkan program studi dari Administrasi Bisnis sebanyak 35 responden . ,7%) dan dari Administrasi Publik sebanyak 49 responden . ,3%). Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Pilihan 17-19 tahun 20-22 tahun 23-25 tahun Total Usia Frekuensi Persentase 21,4% 3,6% Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan data di atas, karakteristik responden berdasarkan usia diketahui 17-19 tahun sebanyak 18 responden . ,4%), 20-22 tahun sebanyak 63 responden . %) dan 23-25 sebanyak 3 responden . ,6%). Tabel 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Pembelian Pilihan 1 kali 2 kali Lebih dari 3 kali Total Jumlah Pembelian Frekuensi Persentase 35,7% 14,3% Sumber : Output SPSS 26, 2025 Pada karakteristik responden berdasarkan jumlah pembelian, peneliti menanyakan AyBerapa kali anda pernah membeli produk Hanasui di Shopee?Ay maka diketahui yaitu responden menjawab 1 kali sebanyak 30 responden . ,7%), 2 kali sebanyak 12 responden . ,3%) dan lebih dari 3 kali sebanyak 42 responden . %). Tabel 6. Karakteristik Responden Berdasarkan Kebiasaan Menonton Review/Ulasan Beauty Influencer Kebiasaan Menonton Review/Ulasan Beauty Influencer Pilihan Frekuensi Persentase Tidak Pernah 3,6% Terkadang 57,1% Selalu 39,3% Total Sumber : Output SPSS 26, 2025 Pada tabel di atas karakteristik responden berdasarkan kebiasaan menonton review/ulasan beauty inlfuencer, peneliti menanyakan AuApakah ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB biasanya anda menonton review/ulasan beauty influencer di media sosial sebelum membeli produk kecantikan?Ay Dari total keseluruhan responden, hanya 3 orang . ,6%) yang menjawab AuTidak PernahAy, sementara mayoritas, yaitu 48 orang . ,1%) menjawab AuTerkadangAy, dan 33 orang . ,3%) menjawab AuSelaluAy. Statistik Deskriptif Tabel 7. Statistik Deskriptif Beauty Influencer (X) Sumber : Output SPSS 26, 2025 Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa N atau jumlah data pada setiap item pernyataan yang valid adalah 84. Adapun hasil total statistik deskriptif variabel beauty influencer (X) dari 84 data responden mempunyai nilai minimum sebesar 23 dan nilai maximum sebesar 60 dengan rata-rata . 38 pada standar deviasi yaitu sebesar 7,482. Nilai rata-rata . lebih besar daripada standar deviasi yaitu 43,38 > 7,482 berarti penyimpangan data yang terjadi rendah, maka penyebaran nilainya merata. Berdasarkan pada tabel di atas diketahui bahwa N atau jumlah data pada setiap item pernyataan yang valid adalah 84. Adapun hasil total statistik deskriptif variabel keputusan pembelian (Y) dari 84 data responden mempunyai nilai minimum sebesar 20 dan nilai maximum sebesar 55 dengan rata-rata . sebesar 41,06 pada standar deviasi yaitu sebesar 7,051. Nilai rata-rata . lebih besar daripada standar deviasi yaitu 41,06 > 7,051 berarti penyimpangan data yang terjadi rendah, maka penyebaran nilainya merata. Uji Validitas Pada penelitian ini jumlah sampel . = 84 dan besarnya df dapat dihitung 84 Ae 2 = 82 dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Didapat rtabel = 0,2146 Jadi, item pertanyaan yang valid mempunyai rhitung lebih besar dari 0,2146. Adapun hasil uji validitas data pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 9. Hasil Uji Validitas Beauty Influencer (X) Tabel 8. Statistik Deskriptif Keputusan Pembelian (Y) Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan hasil uji validitas variabel X diketahui nilai rhitung lebih besar dari rtabel yakni 0,2146. Dengan demikian keseluruhan item JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB kuesioner yang digunakan pada variabel X dinyatakan valid. memiliki distribusi normal atau tidak. Berikut hasil uji normalitas pada penelitian ini : Tabel 10. Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian (Y) Tabel 13. Hasil Normalitas dengan KolmogorovSmirnov Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan hasil uji validitas variabel Y pada tabel di atas diketahui nilai rhitung lebih besar dari rtabel yakni 0,2146. Dengan demikian keseluruhan item kuesioner yang digunakan pada variabel Y dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Kuesioner atau angket dianggap reliabel jika nilai CronbachAos Alpha > 0,60 sebaliknya jika nilai CronbachAos Alpha < 0,60 maka kuesioner atau angket dinyatakan tidak reliabel. Adapun hasil uji reliabilitas pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 11. Uji Reliabilitas Beauty Influencer (X) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov didapatkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 yang artinya > 0,05, maka data dinyatakan terdistribusi dengan normal. Uji Regresi Linier Sederhana Tabel 14. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada variabel X, dapat dilihat nilai CronbachAos Alpha yakni 0,931 yang artinya > 0,60 sehingga item kuesioner pada keseluruhan variabel X dinyatakan Tabel 12. Uji Reliabilitas Keputusan Pembelian (Y) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada variabel Y pada tabel 4. 12 dapat dilihat nilai CronbachAos Alpha yakni 0,923 yang artinya > 0,60 sehingga item kuesioner pada keseluruhan variabel Y dinyatakan reliabel. Uji Normalitas Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov-Smirnov untuk menilai sebaran data apakah data yang telah dikumpulkan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai konstan . sebesar 8,134. Adapun nilai koefisien regresi . untuk variabel bebas beauty influencer (X) sebesar 0,759. Sehingga persamaan regresi yang diperoleh : Y = a bX Y = 8,134 0,759X Uji Hipotesis (Uji-. Tabel 15. Hasil Uji Hipotesis (Uji-. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sumber : Output SPSS 26, 2025 Berdasarkan nilai signifikansi dari tabel coefficients diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai thitung 12,300 > nilai ttabel 1,98932. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel beauty influencer (X) berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian (Y). Adapun nilai ttabel diperoleh dari rumus df = n Ae k, dengan taraf signifikansi 0,05 . %). Nilai n = jumlah responden, nilai k = jumlah variabel dan nilai signifikansi 0,05/2 = 0,025. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 16. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Sumber : Output SPSS 26, 2025 Pada penelitian ini jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 84 responden, maka Model Summary yang digunakan adalah Adjusted R Square karena sampel kurang dari 100 (Pallant. Pada tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,644 atau sebesar 64,4%, yang artinya interval koefisiennya berada pada 0,60 Ae 0,799 dengan tingkat hubungan kuat. Sehingga, dapat disimpulkan besarnya pengaruh beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong adalah sebesar 64,4%. Adapun sisanya 100% 64,4% = 35,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang diteliti. Pembahasan Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif terhadap item pernyataan dari variabel beauty influencer (X), terdapat hasil terendah dengan nilai mean 3,32 pada item pernyataan X. 1 yakni AuBeauty influencer jujur dalam menyampaikan informasi tentang produk tanpa dilebih-lebihkanAy. Hal tersebut menunjukkan kurangnya kepercayaan mahasiswi STIA Tabalong pada kejujuran informasi yang disampaikan oleh beauty Adapun hasil tertinggi dari variabel beauty influencer (X) dengan nilai mean 3,85 pada item pernyataan X. 7 yakni AuBeauty influencer JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 memiliki keterampilan dalam menunjukkan penggunaan produk secara tepatAy. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswi STIA Tabalong keterampilan yang memadai dalam menunjukkan penggunaan produk secara tepat sehingga mampu memberikan mereka informasi yang berharga, bermanfaat dan relevan dalam menggunakan produk kecantikan. Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif terhadap item pernyataan dari variabel keputusan pembelian (Y), terdapat hasil terendah dengan nilai mean 3,44 pada item pernyataan Y. 9 yakni AuSaya membeli produk Hanasui karena mendapat rekomendasi dari beauty influencerAy. Hal tersebut menunjukkan bahwa rekomendasi dari beauty influencer bukan menjadi alasan utama mahasiswi STIA Tabalong dalam membeli produk Hanasui. Adapun hasil tertinggi dari variabel keputusan pembelian (Y) dengan nilai mean 4,06 pada item pernyataan Y. 8 yakni AuSaya membeli produk Hanasui karena adanya kebutuhanAy. Hal tersebut menunjukkan bahwa alasan utama mahasiswi STIA Tabalong membeli produk Hanasui berdasarkan kebutuhan yang mereka rasakan. Penelitian ini telah melalui beberapa tahap pengujian yakni uji validitas yang menunjukkan bahwa keseluruhan item pernyataan kuesioner untuk variabel beauty influencer (X) dan keputusan pembelian (Y) dinyatakan valid secara keseluruhan karena nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel. Hasil uji reliabilitas juga menunjukkan bahwa variabel beauty influencer (X) berdasarkan nilai CronbachAos Alpha diperoleh sebesar 0,931 dan keputusan pembelian (Y) sebesar 0,923 yang berarti nilai CronbachAos Alpha dari kedua variabel lebih besar dari 0,60 sehingga item kuesioner pada keseluruhan variabel X dan Y dinyatakan reliabel. Adapun berdasarkan uji normalitas dengan Kolmogorov-smirnov yang menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 > 0,05 sehingga data dinyatakan terdistribusi dengan Berdasarkan pengujian regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel coefficient yang dibaca adalah nilai dalam kolom B, baris pertama menunjukkan nilai konstanta . dan baris ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB selanjutnya menunjukan nilai koefisien regresi . variabel independent. Hasil analisis regresi linier sederhana diperoleh koefisien untuk variabel beauty influencer (X) sebesar 0,759 dan nilai konstanta sebesar 8,134. Maka diperoleh persamaan regresi Y = 8,134 0,759X. Persamaan ini dapat diinterpretasikan, nilai konstanta . bernilai positif yaitu menunjukkan nilai sebesar 8,134, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel independen . ilai X adalah . , maka nilai variabel dependen (Y) atau keputusan pembelian sebesar 8,134. Sementara nilai koefisien regresi . variabel X atau beauty influencer adalah sebesar 0,759 bernilai positif, artinya jika variabel beauty influencer mengalami kenaikan 1 satuan, maka akan meningkatkan keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong sebesar 0,759. Sebaliknya, jika variabel beauty influencer mengalami penurunan 1 satuan, maka akan menurunkan keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis . menggunakan SPSS versi 26, dari hasil olah data pada tabel coefficients diperoleh nilai statistik uji-t variabel beauty influencer (X) sebesar 12,300 dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil uji-t dari signifikansi 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 dan nilai thitung yang diperoleh sebesar 12,300 sedangkan nilai ttabel yang telah diperoleh adalah sebesar 1,98932. Artinya, nilai thitung 12,300 lebih besar daripada nilai ttabel 1,98932. Maka berdasarkan nilai signifikansi dari tabel coefficients dan perbandingan antara nilai thitung dengan ttabel, dapat diartikan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong. Besarnya pengaruh beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong dapat dilihat berdasarkan perolehan nilai koefisien determinasi pada kolom Adjusted R Square yang menunjukkan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 hasil 0,644 atau sebesar 64,4%, yang artinya interval koefisiennya berada pada 0,60 Ae 0,799 dengan tingkat hubungan kuat. Sehingga, dapat disimpulkan besarnya pengaruh beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong adalah sebesar 64,4%. Adapun sisanya 35,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang diteliti. Hasil penelitian ini selaras dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Carneli & Nurwahyudi, 2. Selaras dengan hasil penelitian oleh (Utami & Setyowati, 2. dan selaras dengan penelitian oleh (Pakan & Purwanto. Sedangkan hasil penelitian ini tidak selaras dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Listyowati, et al. dan tidak selaras dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Aulia, et al. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan mengenai pengaruh beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong. Ada pengaruh beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong. Besarnya pengaruh beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Hanasui pada e-commerce Shopee di kalangan mahasiswi STIA Tabalong adalah sebesar 64,4%. Adapun sisanya 35,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang diteliti. SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran-saran yang dapat peneliti kemukakan adalah sebagai berikut : Disarankan bagi brand Hanasui untuk mengutamakan memilih beauty influencer berdasarkan keahlian dan keterampilan mereka dalam menunjukkan penggunaan produk kecantikan melalui tutorial atau demonstrasi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB penggunaan produk. Brand Hanasui dapat berkolaborasi dengan ahli kecantikan atau professional makeup artist yang dapat memberikan tips dan trik yang lebih mendalam tentang penggunaan produk sehingga konten yang dihasilkan tidak hanya menarik di mata konsumen, tetapi juga informatif. Disarankan bagi brand Hanasui memilih beauty influencer yang memiliki reputasi baik dalam hal kejujuran. Kolaborasi dengan beauty influencer yang sudah dikenal memiliki kredibilitas dalam hal kejujuran dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipromosikan. Disarankan bagi brand Hanasui untuk terus melakukan riset pasar agar dapat memahami kebutuhan dan preferensi konsumen sesuai dengan perkembangan trend di industri Dengan memahami apa yang dibutuhkan oleh konsumen, brand Hanasui dapat mengembangkan produk yang lebih relevan dan sesuai dengan keinginan konsumen, sehingga dapat meningkatkan minat konsumen untuk membeli. Disarankan bagi brand Hanasui agar tidak hanya mengandalkan rekomendasi dari beauty influencer saja. Brand Hanasui dapat lebih menonjolkan testimoni nyata dan ulasan positif dari konsumen lain. Dengan menampilkan testimoni dan ulasan positif dari konsumen lain, brand Hanasui dapat menciptakan bukti sosial yang lebih kuat sehingga konsumen merasa lebih terdorong untuk mencoba produk Hanasui. Bagi peneliti berikutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan atau bahan pertimbangan untuk mengeksplorasi variabel X lain yang berpotensi akan memengaruhi keputusan pembelian sebagai variabel Y. Beberapa dipertimbangkan antara lain, persepsi harga, brand image, iklan, dan merek. DAFTAR PUSTAKA Alinea. November . Isu overclaim, 'Tasya Farasya Approved', dan penjualan produk kecantikan. Retrieved from JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 https://w. id/bisnis/isu-overclaimtasya-farasya-approved-dan-penjualanproduk-b2kH49QM3 Andrews. , & Shimp. Advertising. Promotion and Other Aspect of Integrated Marketing Communication ( 10th ed. USA Amerika: Cengage Learning. APJII. 4, 02 . APJII Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang. Retrieved https://apjii. id/berita/d/apjii-jumlahpengguna-internet-indonesia-tembus-221juta-orang Ardiawan. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini. Aulia. Falahi. Samosir. Tumanggor, , & Tiara. Pengaruh Beauty Influencer. Kualitas Produk dan Online Customer Review Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Lip Cream Hanasui (Studi Kasus Pada Masyarakat Dusun i Desa Buntu Bedimbar Tanjung Moraw. Jurnal Ilmu Manajemen Dan Kewirausahaan , 707-717. Basuki. , & Prabandari. The Influence of Beauty Influencer Toward Purchase Intention of Local Cosmetic. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB. Carneli. , & Nurwahyudi. Pengaruh Beauty Influencer. Persepsi Harga dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Hand and Body Lotion Vaseline di DIY. Jurnal Bisnis Manajemen dan Kewirausahaan, 51-58. Erwin. Ardyan. Ariasih. Nawir. Sovianti. Amaral. , . Munizu. Digital Marketing (Penerapan Digital Marketing Pada Era Society 5. (Efitra. Ed. ) Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 . Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hardani. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Hawkin. , & Mothersbaugh. Consumer Behavior : Building Marketing Strategy (Thirteenth ed. New York: McGraw-Hill Education. Facial Wash Garnier Di Surabaya. JOURNAL OF REFLECTION: Economic. Accounting. Management and Business. Hidayat. Uji Normalitas Dan Statistik Analisis Bivariat (Uji Parametrik Dan Non Parametri. In S. Widodo. Ladyani. Asrianto. Rusdi. Khairunnisa. Lestari, . Rogayah. Buku Ajar Metode Penelitian . Pangkal Pinang: CV Science Techno Direct. Pallant. SPSS Survival Manual : A step guide to data analysis using IBM SPSS . th Abingdon: Routledge. Hutapea. Pengaruh Beauty Vlogger Dan Brand Image Survei Pengaruh Beauty Vlogger Sebagai Endorser Terhadap Brand Image Produk The Body Shop. Skripsi. Universitas Gajah Mada . Departemen Ilmu Komunikasi. Khairunnisa. Uji Validitas Dan Reliabilitas. In S. Widodo. Ladyani. Asrianto. Rusdi. Khairunnisa. Lestari, . Rogayah. Buku Ajar Metode Penelitian . Pangkal Pinang: CV Science Techno Direct. Kotler. , & Armstrong. Prinsip-prinsip Marketing . Jakarta: Badan Penerbit Salemba Empat. Kotler. , & Keller. A framework for marketing management, sixth edition, global edition. England: Pearson. Listyowati. Raring. Hursepuny. Hermawan. , & Santoso. Pengaruh Beauty Influencer Dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Produk Scarlett Whitening. Jurnal Widya. Ma'rifah. Natusion. , & Pujianto. Pengaruh Beauty Influencer. Online Customer Review, dan Online Customer Rating terhadap Keputusan Pembeelian Produk Skincare Npure Face Toner. Cidea Journal , 105-118. Mardiana. , & Sijabat. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian. Jurnal Sekretari dan Manajemen , 9-13. Pakan. , & Purwanto. Pengaruh Beauty Influencer Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Paramita. Metode Penelitian Kuantitatif Buku Ajar Perkualiahan Metodologi Penelitian Bagi Mahasiswa Akuntansi & Manajemen . Jawa Timur: Widya Gama Press. Priyono. Analisis Regresi Dan Kiorelasi Untuk Penelitian Survei (Panduan Praktis Olah Data dan Interpretasi Dilengkapi Cara Perhitungan Secara Manua. Bogor: Guepedia. Rahayu. , & Mulyaningsih. Pengaruh Content Marketing Dukungan Influencer terhadap Minat Beli Konsumen pada Produk Fashion. Journal Riset Maanajemen dan Bisnis , 136-145. Richadinata. Aristayudha. Rettobjaan, . Widyani. , & Astitiani. MANAJEMEN PEMASARAN : Konsep Kualitas Pelayanan dan Keputusan Pembelian. Jawa Tengah: PT. MEDIA PUSTAKA INDO.