p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 The Use of Montessori Learning Media in Introducing Number Symbol Concepts to Children Aged 4-5 (Classroom Action Research at Marie Joseph Kindergarten. Jakart. Putri Ratih Puspitasari. Asep Irwansyah. Sopiah. Ericka Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mohammad Husni Thamrin Correspondence author : putri. puspitaari@gmail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstract One of the educational games (APE) that supports learning activities to recognize the concept of numbers for early childhood is the Montessori concept game. Known as an educational game tool because this Montessori-created game is a medium that can make it easier for children to count. The results of initial observations of the lack of teacher socialization at Marie Joseph Kindergarten related to the use of Montessori math game tools. This study aims to describe the use and benefits of learning media of montessori in recognizing number symbols in children aged 4-5 This research method uses a qualitative approach. Analysis techniques with data reduction, data display and data verification. Based on data from observations, interviews and data triangulation, there is an increase in the ability to recognize number symbols in children aged 4-5 years, through providing actions through the Montessori This can be seen from the increase in each indicator, namely being able to count sequentially from numbers 1-10, recognizing number symbols 1-10, being able to write number symbols 1-10. The Montessori method can improve the ability to recognize number symbols to children in a concrete way first, then abstractly. The introduction of number symbols through the Montessori method can enhance children's cognitive development in recognizing number symbols in children aged 4-5 years. Therefore, this study concludes that the Montessori method can improve the number symbol recognition skills of children aged 4-5 years at Marie Joseph Kindergarten. Keywords: Montessori. Learning Media. Counting Skills ABSTRAK Salah satu permainan eduatif (APE) yang mendukung aktivitas pembelajaran berhitung mengenal konsep bilangan anak usia dini adalah permainan konsep Montessori. Dikenal sebagai alat permainan edukatif karena permainan ciptaan montessori ini merupakan media yang dapat mempermudah anak dalam berhitung. Hasil observasi awal kurangnya sosialisasi guru di TK Marie Joseph berkaitan dengan penggunaan alat permainan matematika montessori Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengunaan dan manfaat media pembelajaran montessori dalam pengenalan lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis dengan reduksi data, display data dan verifikasi data. Berdasarkan data hasil observasi, wawancara dan triangluasi data, terlihat adanya peningkatan kemampuan pengenalan lambang bilangan anak u sia 4-5 tahun, metalui pemberian tindakan melalui metode montessori. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan disetiap indikatomya yaitu mampu berhitung secara berurutan dari angka 1-10, mengenal lambang bilangan 1-10, dapat menulis lambang bilangan 1-10. Metode montessori dapat meningkatkan kemampuan pengenalan lambang bilangan kepada anak secara kongkret lebih dahulu baru secara abstrak. Pengenalan lambang bilangan melalui metode montessori dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak dalam pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Montessori dapat meningkatkan kemampuan pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun di TK Marie Joseph. Keywords: Montessori. Media Pembelajaran. Kemampuan Berhitung https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 PENDAHULUAN Anak usia dini early child sering kali disebut sebagai periode keemasan . olden ag. anak mempunyai pertumbuhan sel otak yang sangat cepat. Di usia 4 tahun, perkembangan otak anak dapat mencapai 50%, pada usia 8 tahun perkembangan otak mencapai 80%, dan setelah usia 18 tahun perkembangan otak telah mencapai batas maksimal yaitu 100%. (Haryanti et al. , 2. Oleh karena itu, pada masa ini, anak mampu menyerap apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan, baik dalam aspek positif maupun negatif, lingkungan anak kemudian akan disimpan dan direkam dalam memori, sehingga periode ini sangat baik untuk memberikan stimulus dalam perkembangan kemampuan konsep bilangan pada anak usia dini. Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Salah satu aspek fundamental yang perlu diperhatikan dalam PAUD adalah kemampuan pengenalan konsep bilangan. Kemampuan ini menjadi dasar bagi anak untuk memahami matematika lebih lanjut, yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional pada aspek perkembangan kognitif dituliskan bahwa anak usia 4-5 sudah mampu mengenal lambang bilangan. Lambang bilangan yang wajib di kenalkan kepada anak usia 4-5 tahun adalah lambang bilangan dari 1-10. (Katimah et al. , 2. Kemampuan kognitif dalam konsep pengenalan bilangan anak dapat ditingkatkan Di Taman Kanak-kanak (TK), melalui pemberian rangsangan dengan memberikan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan pengenalan konsep bilangan. (Gadafi, 2. Seorang guru TK harus memiliki wawasan yang luas serta pemahaman yang baik mengenai perkembangan pengenalan konsep lambang bilangan anak serta kegiatan-kegiatan apa saja yang cocok diberikan kepada anak dengan tujuan meningkatkan kemampuan pengenalan konsep Konsep bilangan adalah merupakan bagian dari matematika. Salah satu teori yang berpengaruh dalam menjelaskan perkembangan kognitif ini adalah teori Piaget. "Jean Piaget, yang lahir pada tahun 1896 dan wafat pada tahun 1980, adalah seorang ilmuwan biologi dan psikologi asal Swiss. Ia merupakan salah satu tokoh yang merancang teori yang dapat menerangkan fase-fase perkembangan kognitif. Teori ini dibangun berdasarkan dua perspektif yang dikenal dengan perspektif aliran struktural . dan aliran konstruktif,(Palupi & Watini, 2. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi anak sebelum masuk kejenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia enam tahun. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Metode Montessori menawarkan pendekatan unik dalam pendidikan dengan fokus pada kebebasan belajar dan pengembangan diri anak. Dengan prinsip-prinsip yang mendasarinya, metode ini tidak hanya membantu anak dalam aspek akademis tetapi juga dalam aspek sosial dan emosional, menjadikannya pilihan populer di berbagai institusi pendidikan di seluruh dunia. (Faizah & Wiarsih, 2. Upaya yang dilakukan adalah melalui pemberian rangsangan pada pendidikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental agar anak memiliki kesiapan dalam belajar. Mengacu pada pernyataan Montessori yang diambil dari pengamatan Blaise Pascal (Nadila et al. , dinyatakan bahwa anak secara alami terlahir dengan mathematical mind seiring waktu dan tumbuh kembang mereka, dimana anak anak mulai mengenali angka terhadap jumlah dan mulai ingin berhitung. Pada tahap ini anak mulai menunjukan rasa ingin tahu pada angka yang mereka temui. Terlihat dari bahasa sehari hari yang mereka gunakan. Sementara itu menurut teori Piaget menekankan bahwa anak-anak membangun pemahaman mereka tentang lambang bilangan melalui pengalaman dan interaksi. Sebagai contoh, mereka mungkin mulai dengan menghitung objek nyata sebelum memahami angka sebagai simbol. (Cipta, 2. Hakikat konsep bilangan menurut (Stiawan & Mustaqimah, 2. dalam kegiatan sehari-hari tanpa disadari anak usia dini mengenal tentang konsep bilangan. Dimana salah satu konsep matematika yang paling penting dipelajari anak-anak usia tiga, empat dan lima tahun ialah pengembangan kepekaan pada bilangan. Pengajaran matematika ditaman kanak-kanak harus disesuaikan dengan National Council of Mathtematics (NCTM) Curriculum Focal Points atau Kurikulum MGMP (Musyawarah Guru Matematika. Menurut Hartneet & Gelman, peka pada bilangan berarti lebih dari sekedar menghitung Pengenalan konsep lambang bilangan pada anak usia dini sangat penting karena merupakan fondasi untuk perkembangan keterampilan matematika di masa depan. Di mana Anak usia dini berada pada fase perkembangan dimana mereka mulai mengenali angka atau lambang bilangan. Namun, seringkali kemampuan ini masih terbatas dan memerlukan pendekatan yang tepat, guna meningkatkan pemahaman mereka. Penggunaan alat peraga dalam metode Montessori sangat penting untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep bilangan. (Rahmayanti, 2. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti penggunaan media pembelajaran montessori dalam pengenalan konsep lambang bilangan dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan anak dalam memahami dan mengenal lambang bilangan. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif dan jenis penelitian lapangan . ield researc. , yaitu penelitian yang bertujuan menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik tentang keadaan objek yang sebenarnya. (RifaAoi, 2. Tujuan empiris dari penelitian ini adalah menganalisa kemampuan pengenalan konsep bilangan 1-10 untuk anak usia 4-5 tahun di TK. Marie Joseph Jakarta Ae Utara. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. Penelitian yang menggunakan data kualitatif, yang pada akhirnya pelaksanaan penelitian menggunakan suatu prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang- orang dan perilaku yang dapat diamati, sehingga menggunakan pendekatan (Warahmah et al. , 2. Pendeketan kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu . alam konteks tertent. , lebih banyak meneliti dalam kehidupan sehari-hari. Lokasi tempat penelitian adalah di TK. Marie Joseph Ae Jakarta Utara dilakasanakan pada bulan Oktober 2024. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan media sandpaper number dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak dalam pengenalan konsep bilangan HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Umum Tempat Penelitian Sejarah Berdirinya Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang berfokus pada dasar pertumbuhan perkembangan fisik . oordinasi motorik halus dan kasa. , kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan jamak dan kecerdasan spiritual. Begitu pentingnya masa keemasan di anak usia dini. Yayasan Amal Kurban sebagai wadah untuk membantu menceradaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan usia dini, maka Yayasan amal Kurban mendirikan Taman Kanak-Kanak Marie Joseph dengan berlandasan nilai-nilai Fransiskan secara agama Katolik. Yayasan Amal Kurban menyelenggarakan program pendidikan yang menitik beratkan pertumbuhan anak sesuai dengan nilai-nilai agama . , kedisiplinan, kereatifitas dan kemandirian. Dasar dari penyelenggaraan TK Marie Joseph adalah: KB-TK Marie Joseph membentuk siswa memiliki karakter sesuai nilai Fransiskan. Membantu mengembangkan kecerdasan dan kreativitas anak sesuai dengan perkembangannya saat ini. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Memberikan landasan untuk membantu perkembangan pribadi anak, membantu dan membimbing anak dengan kemampuan dasarnya, mempersiapkan anak untuk dapat melakukan transisi ke jenjang pendidikan berikutnya. Visi dan Misi Visi Sekolah Mengarahkan dan meletakan dasar bagi perkembangan dan pertumbuhan anak agar menjadi anak yang cerdas, kreatif, ceria, mandiri dan berbudi luhur. Misi Sekolah Menghasilakan anak didik yang beriman, pandai dan berbudi luhur dengan dasar-dasar Membantu mencerdaskan dan mengembangkan kreatifitas anak sesuai dengan perkembangan zaman. Menumbuhkan keberanian anak untuk mandiri. Membantu anak untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya. Membantu anak dalam mengembangkan sikap bersosialisasi. Strategi Pembelajaran Pelaksanaan rencana pembelajaran didasarkan atas pendekatan-pendekatan: Berpusat pada kebutuhan anak yaitu anak mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan gizi secara integratif dan konsisten. Belajar melalui bermain, tujuannya adalah supaya anak diajak untuk bereksplorasi, dan mengerti kegunaan benda-benda disekitarnya dengan menggunakan metode, bahan dan pembelajaran yang menarik agar mudah dipahami oleh anak. Kreatif dan Inovatif. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang menarik dan sederharna, untuk menciptakan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berfikir kritis dan menemukan hal-hal baru. Lingkungan yang ramah dan nyaman, yaitu memberikan rasa aman dan nyaman sehingga anak-anak dapat belajar dan bermain dengan ceria. Menggunakan pembelajaran terpadu, yaitu menyusun rencana pembelajan dengan tema yang menarik, bertujuan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Keadan Peserta Didik Sejak berdirinya TK Marie Joseph sampai dengan saat ini yang sudah berjalan selama dua puluh tahun jumlah siswa saat ini adalah 60 siswa dengan rincian sebagai berikut: Berdasarkan jenis kelamin: Laki Laki : 30 Siswa Perempuan : 30 Siswa Berdasarkan kelompok belajar: Kelompok KBB : 10 Siswa Kelompok A : 27 Siswa Kelompok B : 23 Siswa Deskripsi Data Penelitian Berdasarkan hasil observasi kemampuan kognitif pra-penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun di PAUD TK Marie Joseph belum terlihat optimal karena sebagian besar anak belum mampu mengenal lambang bilangan. Dalam kegiatan yang dilakukan di sekolah belum terlihat jelas kemampuan kognitif pada anak di kelompok A. Saat melakukan obervasi, terlihat bahwa sebagian besar anak mengalami kesulitan dalam mengenal lambang bilangan, baik dalam menyebutkan dan mencocokan dengan benda yang abstrak. Setelah menggunakan media pembelajaran Montessori kemampuan kognitif anak berkembang secara optimal terutama dalam mengenal lambang bilangan di karenakan alat peraga yang ada diperdayakan secara optimal oleh guru di sekolah. Hal ini dipaparkan dalam temuan lapangan berikut ini. Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara menganalisis data dari hasil catatan lapangan, catatan wawancara, dan catatan dokumentasi selama penelitian. Penyusunan data berdasarkan Miles and Huberman, yaitu melalui tahapanya . reduksi data, . display data, dan . Peneliti mengajak anak-anak bernyanyi counting song dan menonton video cara menulis angka. Kemudian peneliti mengajak anak-anak berhitung dengan alat peraga montessori yaitu spindex Peniliti mengambil stik sesuai angka yang tertera di box tersebut lalu memasukan ke dalam Setelah stik dimasukan kedalam box, peneliti menulis angka dengan kedua jari mereka mengikuti angka di dalam box tersebut, kemudian peneliti mengambil flash card dan menulis dengan kedua jari mengikuti angka tersebut dengan sandpaper number. Dengan media sandpaper numbers anak-anak dapat merasakan dengan kedua jari mereka dan melihat bagaimana cara https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 penulisan lambang bilangan yang benar, sehingga anak-anak dapat mengenal lambang bilangan dengan baik. Kegiatan ini diulang oleh peneliti sebanyak 2x, setelah itu peneliti memanggil anakanak untuk berhitung menggunakan spindel box. Dengan alat peraga montessori, mengenalkan anak-anak konsep angka nol dan lambang bilangan, mengenal banyak dan sedikit, juga berat dan Anak diajari untuk menempelkan nama angka pada objek yang dihitung secara akurat, sehingga mereka memahami makna dari setiap angka. Tujuannya. Memperkuat pemahaman anak tentang bilangan dengan cara yang lebih terstruktur, membantu mereka mengaitkan simbol dengan kuantitas secara efektif. Ciri-ciri dari metode ini adalah penekanan pada kegiatan pengarahan diri bagi anak-anak dan pengamatan oleh guru. Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian lingkungan belajar anak dengan tahap perkembangan mereka, serta peran aktivitas fisik dalam memahami konsep akademis dan keterampilan praktis. Ciri tambahan lainnya adalah penggunaan alat dengan sensori untuk memperkenalkan berbagai konsep. (Wulan Sari & Miftahul Jannah. Beberapa alat peraga Montessori yang umum digunakan meliputi: Short Bead Stair: mengenalkan anak-anak dari angka 1-9, selain itu anak mampu mengurutkan dari bilangan terkecil hingga terbesar. Number Roads dan Kartu: membantu anak memahami panjang dan ukuran angka. Sandpaper Numbers: memperkenalkan bentuk angka secara taktil sehingga anak dapat merasakan bentuk angka saat belajar. Spindle Box: membantu anak memahami kuantiti . anyak dan sediki. dan juga mengenalkan konsep angka 0 yaitu konsep kosong = tidak ada apa-apa. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 Gambar 1. Beberapa Alat Peraga Montessori Upaya Pengenalan Konsep Bilangan Melalui Metode Montessori Menurut teori Montessori (Iskandar & Afifah, 2. pemahaman konsep matematika dilakukan dengan memfaatkan material-material kongret, mengikuti cara belajar anak dan kebutuhannya. Montessori juga mengarahkan pemahaman kemampuan matematika anak melalui tiga fase yaitu: Memahami konsep kuantitas dan metode untuk mengurutkan angka dengan menggunakan number rods dan kartu. Memahami simbol-simbol atau lambang angka yang memprestasikan kuantitas dengan bantuan sand paper. Mempermudah anak untuk menghubungkan antara simbol dan kuantitas angka dengan menyatukan material kongkret mengunakan simbol abstrak. Dalam upaya pengenalan peningkatan konsep bilangan kepada anak-anak, seorang guru dapat Montessori (Tamila & Loka, 2. Berikut adalah beberapa langkah dan strategi yang Pendekatan Tiga Tahap: Metode Montessori mengajarkan konsep bilangan melalui tiga tahap yang utama: Mengenal Identitas: Anak diperkenalkan pada angka dan kuantitas dengan alat peraga yang Memastikan Pemahaman: Aktivitas yang melibatkan pengulangan dan pengelompokkan membantu anak mengerti hubungan antara angka dan kuantitas. Membedakan Benda: Anak diajak untuk membedakan serta mengingat nama dan simbol https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Penggunaan Alat Peraga. Guru memakai berbagai alat peraga Montessori yang dirancang untuk membantu anak memahami bilangan dengan cara yang konkret. (Jvana Wahyu Pratami & Arif Rahman Hakim. Beberapa montessori meliputi: Number Rods: Alat yang dipakai untuk menunjukkan panjang dan kuantitas. Sandpaper Numbers: Membantu anak mengenali bentuk angka dengan meraba. Spindle Box: Mengajarkan anak memperkenalkan bilangan/angka 0, dan konsep banyak dan sedikit. Sort Bead Stair: mengenalkan anak-anak dari angka 1-9, selain itu anak mampu mengurutkan dari bilangan terkecil hingga terbesar. Kegiatan Bermain. Kegiatan mengenal bilangan diadakan dalam bentuk permainan, sehingga anak merasa senang dan terlibat aktif. Contohnya: Mengelompokkan benda berdasarkan angka menggunakan kartu angka dan gambar. Permainan memasukkan kancing ke dalam wadah sesuai dengan angka yang ditunjukkan Observasi dan Refleksi. Setiap selesai siklus pembelajaran, guru melakukan observasi untuk menilai kemajuan anak. Proses ini mencakup: Mengamati kemampuan anak dalam mengenali dan mengurutkan bilangan. Merefleksikan hasil belajar untuk meningkatkan metode pengajaran pada siklus berikutnya Peningkatan Kemampuan. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan berbasis pengalaman langsung, metode Montessori memungkinkan anak-anak untuk memahami konsep bilangan secara mendalam, bukan hanya sekadar menghafal angka. Metode Montessori sangat efektif karena mengunakan pendekatan multisensori. (Hermawan & Dewi, 2. menggunakan model VAKT (Visual. Auditory. Kinestetik. Takti. dalam setiap kegiatan pembelajaran dapat meningkatakan pemahaman anak terhadap konsep bilangan. Visual: menggunakan benda dan kartu untuk memperkenalkan angka. Auditory: mengajak anak menyebutkan lambang bilangan dan menghitung bersama. Kinestetik: melibatkan gerakan, seperti menyusun, memasukan dan lain-lain. Taktil: menggunakan media sandpaper atau objek nyata untuk merasakan bentuk angka. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Analisa data kualitatif dilakukan berdasarkan catatan lapangan dan catatan dokumentasi. Penyusunan data berdasarkan Miles dan Huberman, yakni melalui tahapan reduksi data, display data dan verivikasi/penarikan kesimpulan. Reduksi data merupakan penjabaran data yang telah dipilih dan berkaitan dengan penelitian yang diambil dari catatan lapangan dan catatan dokumentasi dari pertemuan 1 sampai 11. Display data merupakan penggambaran data-data yang terkait dengan indikator kemampuan pengenalan lambang bilangan1-10 yang dilakukan dalam Verivikasipenarikan kesimpulan merupakan hasil dari proses kegiatan pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun melalui metode montessori. Berhitung angka 1-10. Tindakan diberikan dalam upaya meningkatkan pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun melalui metode montessori. Peneliti meminta anak Ae anak berhitung menggunakan spindel box sesuai angka yang tertera di box tersebut, setelah itu anak mencari kartu yang berjumlahnya sama. Sebelum mereka berhitung, peneliti memberikan contoh terlebih dahulu, sehinga mereka bisa mersakan kayu yang dia hitung. Secara kualitatif, keberhasilan penelitian ini dapat dilihat dari catatan wawancara, catatan lapangan dan lembar observasi. Penelitian tindakan kelas ini berhasil untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui metode montessori di mana anak dapat mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengelola informasi, serta adanya motivasi dan dorongan guru. Hal ini bertujuan agar anak dapat bergerak dengan gerakan yang Peneliti memperoleh data penelitian dari hasil analisis data kuantitaf dan kualitatif. Data kualitatif digunakan untuk memperoleh data jumlah prosentase peningkatan kemampuan nilainilai kognitif anak. Sedangkan analisis data kualitatif diperoleh dari Catatan Lapangan (CL). Catatan Wawancara (CW), dan Catatan Dokumentasi (CD) yang terdapat pada tempat Adapun hasil temuan kemampuan pengenalan lambang bilangan anak 4-5 tahun melalui metode Montessori. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Kemampuan Pengenalan lambang Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Metode Montessori Anak dapat berhitung 110 secara benar dan Anak mampu mengenal lambang bilangan 1-10 Anak mampu menulis lambang bilangan 1-10 Gambar 2. Bagan Triangulasi Data Temuan lapangan Kemampuan Pengenalan Lambang Bilangan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Metode Montessori Implikasi dalam penelitian ini diketahui bahwa penerapan metode Montessori di TK Marie Joseph dapat digunakan oleh guru sebagai alternatif dalam meningkatkan kemampuan pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun. Melalui metode Montessori, anak dapat berhitung dan mengenal lambang bilangan secara kongkret lebih dahulu baru mereka mengenal secara abstrak. Kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan pengenalan lambang bilangan di usia dini dengan cara yang menyenangkan bagi anak. Adapun bagi mahasiswa dapat menyusun strategi pengembangan kemampuan kognitif terutama dalam pengenalan lambang bilangan 1-10 anak usia dini diberbagai lingkungan pendidikan. Penelitian ini berdampak pada anak-anak sebagai subjek penelitian. Anak-anak terlihat ceria, bersemangat dan senang pada saat melakukan kegiatan pengenalan lambang bilangan. Anakanak antusias dalam melakukan kegiatan berhitung dan mengenal lambang bilangan yang terdapat pada Indikator. KESIMPULAN Berdasarkan data kualitatif, terlihat adanya peningkatan kemampuan pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun, metalui pemberian tindakan melalui metode montessori. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan disetiap indikatomya yaitu mampu berhitung secara berurutan dari angka 1-10, mengenal lambang bilangan 1-10, dapat menulis lambang bilangan 1-10. Berdasarkan data kualitatif, metode montessori dapat meningkatkan kemampuan pengenalan lambang bilangan kepada anak secara kongkret lebih dahulu baru secara abstrak. Berdasarkan hasil observasi dalam bentuk catatan lapangan dan catatan dokumentasi dapat dilihat bahwa pengenalan lambang https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 bilangan melalui media pembelajaran montessori dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak terutama dalam pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun. Dengan demikian, , sebaiknya guru dapat diberikan trainning/pelatihan metode alat permainan edukatif montessori, untuk mempermudah anak-anak mengenal konsep lambang bilangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Montessori dapat meningkatkan kemampuan pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun di TK Marie Joseph. DAFTAR REFERENSI Cipta. Penerapan Pendekatan Montessori untuk Menanamkan Pemahaman Konsep Bilangan Cacah pada Siswa TK Putera Zaman Malang. Matematika Dan Pembelajaran, 6. , 30Ae34. https://doi. org/10. 33477/mp. Faizah. , & Wiarsih. Efektivitas Penerapan Metode Montessori dalam Upaya Membangun Pemahaman Konsep Dasar Matematika Siswa Kelas 1 MI Tarbiyatus Shibyan Kembiritan Genteng Banyuwangi. IICHES: International Conference on Humanity Education Sosial, 3. , 1Ae15. https://proceedingsiches. com/index. php/ojs/article/view/213 Gadafi. Meningkatkan Kemampuan Kognitif Menggunakan Media Montessori Number Rods Dharma Wanita Persatuan Ode Kadingke. https://rgap. id/index. php/journal Haryanti. Ashom. , & Aeni. Gambaran Perilaku Orang Tua Dalam Stimulasi Pada Anak Yang Mengalami Keterlambatan Perkembangan Usia 0-6 Tahun. Jurnal Keperawatan Jiwa, 6. , 64. https://doi. org/10. 26714/jkj. Hermawan. , & Dewi. Potensi Buku Sensori Berbasis Montessori dan Multimodal Terhadap Perkembangan Kognitif Balita Usia 3-5 Tahun. REKA MAKNA: Jurnal Komunikasi Visual, 4. , 178Ae191. https://ejurnal. id/index. php/rekamakna/article/view/13329 Iskandar. , & Afifah. Jurnal paud agapedia. , 85Ae90. Jvana Wahyu Pratami, & Arif Rahman Hakim. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berupa Alat Peraga Montessori Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 3. , 180Ae190. https://doi. org/10. 58192/populer. Katimah. Dewi Siti Aisyah, & Nancy Riana. Kemampuan Mengenal Lambang https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 119-131 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 Bilangan 1-5 Melalui Media Menjepit Angka Pada Anak Usia Dini. In PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (Vol. Issue 132Ae. https://doi. org/10. 31849/paud-lectura. Nadila. Singodiwongso. , & Vioreza. Peningkatan Kemampuan Berhitung Penjumlahan Menggunakan Alat Peraga Montessori. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara i SEMNARA 21, 687Ae692. Palupi. , & Watini. Penerapan Model Atik untuk Meningkatkan Kognitif Anak Usia Dini melalui Permainan Tata Balok di PAUD Rama Rama Tangerang Selatan. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5. , 621Ae627. https://doi. org/10. 54371/jiip. Rahmayanti. Pengaruh Metode Montessori Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun. Smart Kids: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4. , 96Ae102. https://doi. org/10. 30631/smartkids. RifaAoi. Analisis Metodologi Pengumpulan Data di Penelitian Ilmiah. Cendekia Inovatif Dan Berbudaya, 1. , 31Ae37. Stiawan. , & Mustaqimah. Pembelajaran Mengenal Konsep Bilangan Matematika Anak. CIRCLE : Jurnal Pendidikan Matematika, 1. , 63Ae74. https://doi. org/10. 28918/circle. Tamila. , & Loka. Jurnal I Ao tibar Program Studi Jurnal I Ao tibar Program Studi. Journal IAoTibar, 6. , 14Ae28. Warahmah. Risnita, & Jailani. Pendekatan Dan Tahapan Penelitian Dalam Kajian Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal DZURRIYAT Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1. , 72Ae81. https://doi. org/10. 61104/jd. Wulan Sari. , & Miftahul Jannah. Pengaruh Alat Permainan Montessori terhadap Keterampilan Berfikir Logis Anak Usia 3-4 Tahun di KB Aisyiyah Tunas Iman Petaonan Socah Bangkalan. Journal Of Early Childhood And Islamic Education, 1. , 121Ae135. https://doi. org/10. 62005/joecie. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2765/2471