Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) DARI KRISIS KE KOMITMEN: EVALUASI PERUBAHAN DALAM LAPORAN KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN FARMASI PERIODE Immami1. Aqdiah2. Juna Sari Berutu3. Madrois4 Magister Akuntansi. Program Pascasarjana. Universitas Pamulang Volume 6 Nomor 1 Desember 2024 e-ISSNJuni p-ISSN 2715-9892 Informasi Artikel Tanggal masuk 20 September 2024 Tanggal revisi 28 Oktober 2024 Tanggal diterima 30 Desember 2024 Kata Kunci: Pandemi COVID191, laporan perusahaan farmasi3, komitmen sosial4, tanggung jawab Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan dalam laporan keberlanjutan perusahaan farmasi selama periode 2020-2023, dengan fokus pada dampak krisis pandemi COVID-19 terhadap komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial. Pandemi memicu tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perusahaan farmasi, menuntut mereka untuk menyeimbangkan tanggung jawab sosial, pengurangan jejak karbon, serta kontribusi terhadap kesehatan global. Melalui analisis kualitatif laporan keberlanjutan dari empat perusahaan farmasi besar di Indonesia, penelitian ini menemukan bahwa pandemi mempercepat peningkatan komitmen terhadap keselamatan kerja dan kesehatan karyawan, tetapi juga mengungkapkan bahwa perusahaan seperti Indofarma mengalami penurunan komitmen akibat masalah tata kelola dan restrukturisasi utang. Abstract: This study aims to evaluate changes in the sustainability reports of pharmaceutical companies during the 2020-2023 period, focusing on the impact of the COVID-19 pandemic on corporate commitments to environmental and social sustainability. The pandemic imposed unprecedented pressure on pharmaceutical companies, requiring them to balance social responsibility, carbon footprint reduction, and contributions to global health. Through qualitative analysis of sustainability reports from four major pharmaceutical companies in Indonesia, the study found that the pandemic accelerated the commitment to employee safety and health. However, companies such as Indofarma faced a decline in commitment due to governance and debt restructuring issues. PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 telah menggarisbawahi pentingnya transparansi dan tanggung jawab perusahaan, mendorong praktik bisnis yang lebih etis dan berkelanjutan. Krisis global ini memperjelas kebutuhan akan komunikasi yang jelas dan akurat untuk melawan misinformasi, serta mempercepat inovasi dalam teknologi, perawatan kesehatan, dan metode kerja. Tekanan pandemi memaksa perusahaan untuk beradaptasi cepat, meningkatkan keterbukaan dalam laporan mereka, dan memperkuat komitmen terhadap praktik keberlanjutan. Dalam konteks industri farmasi, penelitian ini fokus pada empat perusahaan besar di Bursa Efek Indonesia: PT. Kalbe Farma. Tbk. PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Tbk. PT. Indofarma. Tbk, dan PT. Kimia Farma. Tbk. Pemilihan ini didasarkan pada kapitalisasi pasar tinggi yang mencerminkan nilai perusahaan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) bagaimana pandemi mempengaruhi laporan keberlanjutan perusahaan-perusahaan ini, terutama dalam hal tanggung jawab sosial, pengurangan jejak karbon, dan inovasi. Rumusan masalah penelitian mencakup: pertama, bagaimana krisis pandemi mempengaruhi konten dan pendekatan laporan keberlanjutan perusahaan farmasi. kedua, bagaimana tanggapan perusahaan farmasi dalam mendukung kesehatan global selama pandemi dan sejauh mana hal ini tercermin dalam laporan keberlanjutan mereka. ketiga, bagaimana perubahan kebijakan dan tindakan perusahaan terkait pengurangan dampak lingkungan dan jejak karbon selama pandemi. dan keempat, sejauh mana laporan keberlanjutan pasca-pandemi mencerminkan peningkatan atau penurunan komitmen perusahaan terhadap isu-isu keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konten dan pendekatan laporan keberlanjutan perusahaan farmasi, menilai tanggapan mereka terhadap kesehatan global, mengidentifikasi perubahan kebijakan lingkungan selama pandemi, dan mengevaluasi perubahan transparansi serta komitmen terhadap keberlanjutan pasca-pandemi. Manfaat penelitian ini mencakup memberikan wawasan tentang adaptasi perusahaan farmasi selama dan setelah pandemi, menjadi acuan bagi perusahaan dalam memperkuat strategi keberlanjutan, mendorong transparansi dalam pelaporan, dan membantu investor dalam menilai risiko dan peluang terkait keberlanjutan di perusahaan farmasi. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas perusahaan dan memberikan kontribusi pada pengembangan strategi keberlanjutan yang lebih efektif. Tinjauan Pustaka Teori Stakeholder Menurut Gray et al. , teori pemangku kepentingan . takeholder theor. menekankan perlunya perusahaan untuk memperlakukan semua kelompok pemangku kepentingan secara adil untuk memperoleh dukungan mereka dalam mencapai kesuksesan. Freeman . membagi pemangku kepentingan menjadi dua kategori utama: primer dan sekunder. Pemangku kepentingan primer adalah individu atau kelompok yang sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan, sedangkan pemangku kepentingan sekunder adalah mereka yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perusahaan, tetapi tidak memiliki keterlibatan langsung dalam transaksi perusahaan dan tidak kritis untuk kelangsungan hidupnya (Clarkson, 1. Clarkson menyarankan agar perusahaan fokus pada pemangku kepentingan primer karena perusahaan harus memberikan manfaat langsung kepada mereka. Selain itu, berbagai jenis pemangku kepentingan mungkin memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda dalam kegiatan bisnis, dengan pemangku kepentingan sosial dan finansial menilai kinerja sosial perusahaan berdasarkan persepsi yang berbeda. Krisis Pandemi Pandemi COVID-19 dapat dikategorikan sebagai "sudden crisis" menurut Nova . , yaitu krisis yang muncul secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya, mengakibatkan gangguan bisnis yang signifikan dan mempengaruhi masyarakat luas. Jenis krisis ini mencakup bencana alam, kecelakaan bisnis, kesalahan manusia, dan bencana yang mengganggu operasi perusahaan. Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) COVID-19, sebagai contoh sudden crisis, adalah wabah global yang mempengaruhi semua sektor, terutama industri farmasi. Krisis ini memaksa perusahaan farmasi untuk menghadapi tantangan besar, seperti menyediakan solusi kesehatan, menciptakan vaksin, dan mengelola rantai pasokan obat-obatan esensial. Kesuksesan perusahaan dalam mengatasi krisis ini bergantung pada seberapa besar dampak yang mereka alami dan kemampuan mereka untuk beradaptasi di tengah kondisi yang sangat dinamis. Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report. Laporan keberlanjutan adalah dokumen yang diterbitkan oleh perusahaan untuk menyajikan informasi tentang dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari operasional mereka. Dokumen ini mencakup praktik bisnis berkelanjutan, pengelolaan sumber daya, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta komitmen terhadap keberlanjutan dan tujuan jangka panjang. Menurut Wahyuni & Cheisviayanny . , laporan keberlanjutan berfungsi sebagai bentuk laporan kinerja perusahaan terkait kegiatan berkelanjutan. Elkington . mendefinisikan laporan keberlanjutan sebagai laporan yang mencakup informasi keuangan dan non-keuangan, termasuk aktivitas sosial dan lingkungan, yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan Hapsari . menambahkan bahwa laporan ini penting untuk transparansi dan akuntabilitas, memungkinkan pemangku kepentingan seperti investor, pelanggan, dan masyarakat umum untuk memahami kontribusi perusahaan terhadap keberlanjutan global. Laporan keberlanjutan sering mengikuti standar internasional seperti Global Reporting Initiative (GRI) atau Sustainability Accounting Standards Board (SASB). Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten terhadap laporan keberlanjutan perusahaan farmasi di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2023. Populasi dan Sampel Populasi penelitian terdiri dari perusahaan farmasi besar yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di BEI, yaitu PT Kalbe Farma Tbk. PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. PT Indofarma Tbk, dan PT Kimia Farma Tbk. Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) No. Tahun 2020 Kalbe Farma. Tbk Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Tbk Kimia Farma. Tbk Indofarma. Tbk Tempo Scan Pacifik. Tbk Soho Global Health. Tbk Tahun 2021 Kalbe Farma. Tbk Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Tbk Kimia Farma. Tbk Soho Global Health. Tbk Indofarma. Tbk Tempo Scan Pacifik. Tbk Tahun 2022 Kalbe Farma. Tbk Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Tbk Soho Global Health. Tbk Tempo Scan Pacifik. Tbk Kimia Farma. Tbk Indofarma. Tbk Tahun 2023 Kalbe Farma. Tbk Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Tbk Tempo Scan Pacifik. Tbk Kimia Farma. Tbk Soho Global Health. Tbk Indofarma. Tbk Sumber : Data diolah peneliti Market Cap (IDR) 69,375 24,150 23,605 12,490 6,300 5,838 75,703 25,950 13,496 8,091 6,911 6,765 97,969 22,650 6,885 6,359 6,026 3,564 75,469 15,750 8,276 8,042 6,346 1,798 Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari laporan keberlanjutan perusahaan selama periode 2020-2023, yang diunduh dari situs web resmi Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten, yang bertujuan untuk mengidentifikasi karakter atau informasi tertentu dalam teks dokumen. Proses ini melibatkan analisis pengungkapan menggunakan indeks Global Reporting Initiative (GRI), dengan kode pengkodean yang mengklasifikasikan kategori pengungkapan menjadi: Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) 0: Tidak diungkapkan dalam laporan keberlanjutan 1: Diungkapkan dalam laporan keberlanjutan Skor . dihitung untuk menentukan persentase tingkat pengungkapan dengan rumus: TP= Jumlah item pengungkapan yang dipenuhi X 100% Jumlah skor item maksimum Hasil pengungkapan kemudian diinterpretasikan untuk menganalisis pesan dan isu-isu terkait kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) selama pandemi COVID-19, serta untuk menyimpulkan temuan dari analisis tersebut. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian mengenai pengungkapan kegiatan perusahaan dalam sustainability report yang mengikuti standar GRI menunjukkan bahwa semua perusahaan farmasi yang dianalisis memiliki strategi yang difokuskan pada menghadapi tantangan, terutama dengan tujuan utama memastikan akses kesehatan yang lebih baik untuk semua orang. Strategi ini didukung oleh inovasi yang berkelanjutan, sembari mempertimbangkan perkembangan bisnis dengan mengidentifikasi isu-isu penting yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pendekatan yang diambil bertujuan untuk mencapai tujuan keberlanjutan, dengan kebijakan yang dirancang untuk memberikan nilai positif kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Nilai pengungkapan berdasarkan standar GRI dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan perkembangan yang relevan di berbagai dimensi tersebut. Perusahaan PT. Kalbe Farma. Tbk Dimensi Jumlah Indikator 200 Ekonomi 300 Lingkungan 400 Sosial 200 Ekonomi 300 Lingkungan 400 Sosial Total Pengungkapan PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul. Tbk Total Pengungkapan Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) PT. Indofarma. Tbk 200 Ekonomi 300 Lingkungan 400 Sosial Total Pengungkapan PT. Kimia Farma. Tbk 200 Ekonomi 300 Lingkungan 400 Sosial Total Pengungkapan Tabel Perhitungan Tingkat Kepatuhan Pengungkapan Standar Topik Spesifik PT. Industri PT. Jamu PT. PT. Kalbe Dan Kimia Standar GRI 2016 (Periode 2. Indofarma. Farma. Farmasi Farma. Tbk Tbk Sido Tbk Muncul. Tbk Jumlah Standar Topik Spesifik Skor Skor Skor Skor Indikator Ekonomi Lingkungan Sosial Total skor Total Persentase Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Standar GRI 2016 (Periode 2. Jumlah Indikator Ekonomi Lingkungan Sosial PT. Industri PT. Jamu PT. PT. Kalbe Dan Kimia Indofarma. Farma. Farmasi Farma. Tbk Tbk Sido Tbk Muncul. Tbk Standar Topik Spesifik Skor Skor Skor Skor Total skor Total Persentase Standar GRI 2016 (Periode 2. Jumlah Indikator Ekonomi Lingkungan Sosial PT. Industri PT. Jamu PT. PT. Kalbe Dan Kimia Indofarma. Farma. Farmasi Farma. Tbk Tbk Sido Tbk Muncul. Tbk Standar Topik Spesifik Skor Skor Skor Skor Total skor Total Persentase Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Standar GRI 2016 (Periode 2. PT. Industri PT. Jamu PT. PT. Kalbe Dan Kimia Indofarma. Farma. Farmasi Farma. Tbk Tbk Sido Tbk Muncul. Tbk Jumlah Skor Skor Skor Skor Indikator 200 Ekonomi 300 Lingkungan 400 Sosial Total skor Total Persentase Sumber : Data diolah peneliti Pembahasan Dampak Krisis Pandemi terhadap Konten dan Pendekatan Laporan Keberlanjutan Pandemi COVID-19 jelas memengaruhi konten dan pendekatan laporan keberlanjutan perusahaan farmasi. Hal ini tercermin dalam strategi utama perusahaan yang berfokus pada akses kesehatan yang lebih baik bagi semua orang, yang merupakan respons langsung terhadap tantangan kesehatan global. Perusahaan farmasi seperti PT Kalbe Farma. PT Kimia Farma, dan PT Sido Muncul menunjukkan peningkatan signifikan dalam indikator sosial, yang mencerminkan perhatian lebih besar terhadap isu kesehatan publik, distribusi produk kesehatan, dan inisiatif sosial selama masa pandemi. Data pengungkapan dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan peningkatan konsistensi dalam laporan keberlanjutan, yang mencerminkan penyesuaian perusahaan terhadap kebutuhan mendesak selama krisis kesehatan. Selama pandemi COVID-19. Kalbe Farma mengambil berbagai langkah dalam dimensi sosial untuk mendukung kesehatan masyarakat dan kesejahteraan karyawan. Perusahaan berhasil mempertahankan stabilitas tenaga kerja meskipun kondisi ekonomi tidak menentu, serta memberikan donasi berupa alat kesehatan, obat-obatan, dan suplemen kepada tenaga medis dan masyarakat terdampak. Kalbe juga meluncurkan program edukasi kesehatan dan pencegahan COVID-19, serta memastikan ketersediaan produk kesehatan yang diperlukan melalui distribusi online. Melalui program Kalbe Peduli, perusahaan memberikan dukungan berupa suplemen dan vitamin untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat. Langkah-langkah ini memperlihatkan komitmen Kalbe terhadap kesejahteraan sosial selama krisis pandemi. Standar Topik Spesifik Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) PT Kimia Farma Tbk mengambil peran aktif dalam mengatasi krisis pandemi COVID-19 pada dimensi sosial dengan berbagai inisiatif. Perusahaan membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi dan berperan dalam program vaksinasi, termasuk program Vaksin Gotong Royong serta mendatangkan vaksin Sinopharm ke Indonesia. Kimia Farma juga menjalankan kampanye promosi kesehatan terkait COVID-19 untuk mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan dan penanggulangan virus. Selain itu, perusahaan menghadirkan layanan kesehatan integratif, seperti membuka Klinik Apung di Kepulauan Seribu dan Lombok Barat sebagai bagian dari misi kemanusiaan. Atas kontribusinya selama pandemi. Kimia Farma meraih penghargaan bersama PT Bio Farma dan PT Indofarma dalam acara Kenduri Bagimu Negeri BUMN Berprestasi. Tanggapan Perusahaan Farmasi terhadap Kesehatan Global Selama Pandemi Perusahaan farmasi yang diteliti, khususnya PT Kalbe Farma dan PT Kimia Farma, menunjukkan tanggapan yang kuat dalam mendukung kesehatan global selama pandemi. Hal ini terlihat dari peningkatan signifikan dalam pengungkapan terkait dimensi sosial dan PT Kimia Farma mengalami peningkatan pengungkapan ekonomi dari 46% pada tahun 2020 menjadi 85% pada tahun 2023, dimensi sosial dari 30% tahun 2020 menjadi 63% di tahun 2023. PT Kalbe Farma mengalami peningkatan pengungkapan ekonomi dari 46% pada tahun 2020 menjadi 54% pada tahun 2023, dimensi sosial dari 25% tahun 2020 menjadi 63% menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung ekonomi dan kesehatan publik. Data ini mengindikasikan bahwa perusahaan farmasi tidak hanya berfokus pada keberlanjutan bisnis tetapi juga memperkuat peran mereka dalam mendukung akses kesehatan global, yang tercermin secara jelas dalam laporan mereka. Perubahan Kebijakan dan Tindakan terkait Pengurangan Dampak Lingkungan Dalam hal kebijakan terkait lingkungan, perusahaan seperti PT Kalbe Farma dan PT Sido Muncul menunjukkan peningkatan dalam pengungkapan dimensi lingkungan. PT Kalbe Farma meningkatkan pengungkapan lingkungan dari 34% pada tahun 2020 menjadi 66% pada tahun 2023, yang menunjukkan peningkatan perhatian terhadap isu-isu lingkungan, termasuk pengurangan jejak karbon dan manajemen sumber daya. Hal ini menjawab bagaimana perubahan kebijakan perusahaan selama pandemi mencerminkan tanggapan terhadap kebutuhan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Fokus pada inovasi produk dan teknologi untuk mengurangi dampak lingkungan menjadi bukti bahwa perusahaan farmasi terus memprioritaskan isu ini meskipun dalam masa krisis. Peningkatan atau Penurunan Komitmen terhadap Keberlanjutan Pasca-pandemi Laporan keberlanjutan dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam pengungkapan indikator keberlanjutan bagi beberapa perusahaan farmasi. Kalbe Farma berhasil meningkatkan total pengungkapan dari 32% pada tahun 2020 menjadi 62% pada tahun 2023. Peningkatan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus mendorong keberlanjutan dan tanggung jawab sosial, bahkan setelah pandemi mulai mereda. Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Selain itu. PT Kimia Farma juga mengalami peningkatan signifikan dari 28% pada tahun 2020 menjadi 68% pada tahun 2023. Peningkatan ini menunjukkan bahwa perusahaan farmasi terus meningkatkan transparansi dan komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Pandemi COVID-19 telah mempercepat komitmen perusahaan farmasi terhadap keberlanjutan, terutama dalam aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan dalam pengungkapan indikator sosial dan ekonomi dalam laporan keberlanjutan dari tahun 2020 hingga 2023. Sebagian besar perusahaan menunjukkan konsistensi yang lebih baik dalam pelaporan keberlanjutan, mencerminkan adaptasi mereka terhadap tantangan pandemi dan komitmen jangka panjang terhadap isu-isu keberlanjutan. Namun, terdapat perbedaan signifikan di antara perusahaan. sementara PT Kalbe Farma dan PT Kimia Farma menunjukkan peningkatan substansial. PT Indofarma mengalami penurunan komitmen akibat masalah internal seperti tata kelola dan restrukturisasi utang. Meskipun pandemi mendorong inovasi dalam praktik keberlanjutan dan dukungan terhadap kesehatan global, beberapa perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan komitmen ini. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, berikut disampaikan rekomendasi untuk perusahaan dan peneliti selanjutnya: Rekomendasi untuk perusahaan: Meningkatkan transparansi dalam pelaporan keberlanjutan, dengan fokus khusus pada dampak sosial dan lingkungan. Mengintegrasikan aspek keberlanjutan secara lebih komprehensif ke dalam strategi bisnis inti perusahaan. Melanjutkan dan meningkatkan inovasi dalam pengembangan produk serta proses yang lebih berkelanjutan. Memperkuat kolaborasi dengan perusahaan lain dan sektor terkait untuk mengatasi tantangan keberlanjutan secara kolektif. Mengembangkan kapasitas internal dalam manajemen keberlanjutan melalui program pelatihan karyawan dan implementasi sistem manajemen yang lebih efektif. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya: Vol. 6 No 1 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Melaksanakan analisis komparatif terhadap perusahaan farmasi di berbagai negara guna memahami perbedaan pendekatan keberlanjutan dalam konteks global. Meneliti dampak jangka panjang dari perubahan praktik keberlanjutan selama pandemi terhadap kinerja perusahaan, baik finansial maupun non-finansial. Mengkaji efektivitas kebijakan pemerintah dan regulasi industri dalam mendorong praktik keberlanjutan di sektor farmasi. Melakukan studi longitudinal untuk memantau evolusi komitmen keberlanjutan perusahaan farmasi dalam periode pasca-pandemi. Menginvestigasi korelasi antara inovasi produk dan teknologi dengan peningkatan kinerja keberlanjutan dalam industri farmasi. Daftar Pustaka