Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Inovasi dan Digitalisasi pada UMKM Jaringan Wirausaha (Jawar. di Wilayah Bojongsari Depok Ading Sunarto1*. Napisah2. Aldila Rahma Putri3. Anggun Anggraini4 Universitas Pamulang. Indonesia dosen02153@unpam. id1, dosen02500@unpam. id2, dosen02570@unpam. dosen02156@unpam. Submitted: 15th March 2025 | Edited: 21st June 2025 | Issued: 01st July 2025 Cited on: Sunarto. Napisah. Putri. , & Anggraini. Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Inovasi dan Digitalisasi pada UMKM Jaringan Wirausaha (Jawar. di Wilayah Bojongsari Depok. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 5. , 514-523. ABSTRACT Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. play a crucial role in economic growth and community welfare. However, challenges in market competition, changing consumer behavior, and technological advancements require MSMEs to adapt through innovation and digitalization. This study aims to enhance the competitiveness of Jaringan Wirausaha (JAWARA) MSMEs in Bojongsari. Depok, by implementing innovative strategies based on digital technology. The Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) methodology includes SWOT analysis to identify MSMEsAo strengths and weaknesses, digital business training, and the application of product and marketing innovation strategies. Findings indicate that the adoption of digital technology, such as e-commerce, social media marketing, and customer management systems, significantly improves operational efficiency, market reach, and revenue generation for JAWARA MSMEs. This program concludes that digitalization and innovation are essential factors in enhancing MSME competitiveness in the digital economy era. With proper education, business mentoring, and technology optimization. MSMEs can grow sustainably and remain competitive. This study provides strategic recommendations for local MSMEs to leverage technology-driven innovation for sustainable economic growth. Keywords: MSMEs. Competitiveness. Innovation. Digitalization PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Di tengah era industri 4. UMKM dituntut untuk mampu beradaptasi dengan dinamika global, digitalisasi, serta perubahan perilaku konsumen. Namun, di wilayah Bojongsari. Depok, yang memiliki potensi sektor usaha seperti kuliner, kerajinan tangan, dan jasa kreatif, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi, serta keterbatasan inovasi dan pemasaran menjadi hambatan utama Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. dalam pengembangan usaha. Bank Indonesia mencatat bahwa keterbatasan infrastruktur teknologi menjadi faktor penghambat utama digitalisasi UMKM, terutama di wilayah pinggiran dan semi-perkotaan seperti Bojongsari (Bank Indonesia, 2. Selain itu, mayoritas pelaku UMKM di wilayah Bojongsari Depok masih mengandalkan metode tradisional dalam operasional bisnis. Hanya sekitar 20% UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi digital secara aktif (Yukk. id, 2. Padahal, inovasi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, dan menyesuaikan produk dengan tren konsumen masa Tantangan lainnya adalah terbatasnya kemampuan pemasaran dan akses terhadap pasar yang lebih luas, di mana lebih dari 70% pelaku UMKM di Indonesia masih kesulitan dalam strategi promosi dan pemasaran digital (DailySocial. id, 2. Keterbatasan sumber daya manusia yang paham teknologi serta lemahnya jejaring bisnis juga memperkuat kesenjangan adaptasi digital UMKM (Bank Indonesia, 2. Oleh karena itu, diperlukan intervensi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga swasta, untuk mendorong pelatihan literasi digital, pemberdayaan teknologi, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi UMKM di Bojongsari. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM Jaringan Wirausaha (JAWARA) di Bojongsari. Depok, melalui pendekatan inovasi dan digitalisasi bisnis. Dengan mengintegrasikan teknologi digital. UMKM dapat mengoptimalkan operasional usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran. Pendekatan inovatif ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam menghadapi tantangan bisnis modern (Munawarah & Hermawan, 2. Melalui kajian ini, akan dibahas bagaimana strategi inovasi dan digitalisasi dapat diterapkan secara efektif dalam ekosistem UMKM JAWARA, termasuk melalui pelatihan digital, pengembangan e-commerce, serta optimalisasi pemasaran berbasis media sosial (Yuliani. Sakti, & Gustina, 2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM, serta menjadi model bagi pengembangan UMKM berbasis inovasi di wilayah lain (Handayani et al. , 2. Digitalisasi telah mengubah lanskap dunia bisnis secara mendasar. Schwab . , dalam konsep Revolusi Industri Keempat, menegaskan bahwa "kemampuan beradaptasi dengan digitalisasi dan teknologi akan menjadi faktor kunci keberhasilan ekonomi. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Namun, di sisi lain, banyak UMKM, khususnya di wilayah pinggiran seperti Bojongsari. Depok, masih kesulitan mengintegrasikan teknologi digital dalam operasional bisnisnya. Hambatan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan akses terhadap teknologi, serta kurangnya pengetahuan tentang inovasi menjadi tantangan utama yang menghambat daya saing pelaku UMKM. Menurut Rogers . , keberhasilan adopsi inovasi ditentukan oleh karakteristik pelaku, kemudahan akses terhadap teknologi, serta dukungan Dalam konteks Bojongsari, berdasarkan observasi awal, mayoritas pelaku UMKM masih mengandalkan metode tradisional dalam mengelola usaha. Sistem pemasaran konvensional, manajemen keuangan manual, serta minimnya penggunaan platform digital menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi. Hal ini tidak hanya membatasi jangkauan pasar, tetapi juga mengurangi efisiensi usaha dan daya saing di tingkat lokal maupun global. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital dan penerapan prinsip ekonomi sirkuler dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di era Society 5. 0 (Munawarah & Hermawan, 2. Di Bojongsari, pelatihan digital marketing telah dilakukan untuk meningkatkan keterampilan pegiat UMKM dalam memasarkan produk secara online (Putri Saraswati et al. , 2. Selain itu, pentingnya membangun citra merek melalui produk berkualitas juga menjadi fokus dalam meningkatkan daya saing UMKM di Bojongsari (Handayani et al. , 2. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya literasi teknologi masih menjadi hambatan utama dalam pengembangan UMKM di wilayah ini (Yuliani et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta untuk menyediakan pelatihan, akses teknologi, serta dukungan pemasaran digital bagi UMKM di Bojongsari. Inovasi sering kali dianggap sebagai hal yang rumit dan mahal bagi pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, menurut Drucker . , "inovasi adalah alat utama bagi seorang pengusaha untuk menciptakan peluang baru dalam bisnis. Rendahnya kesadaran dan keterampilan dalam merancang inovasi membuat banyak pelaku UMKM stagnan dalam model bisnis yang usang, sehingga sulit bersaing dengan usaha lain yang lebih adaptif terhadap perubahan. Di Bojongsari. Depok, misalnya, meskipun memiliki potensi besar dalam sektor UMKM, sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan metode konvensional dalam pemasaran dan pengelolaan keuangan. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. serta belum memanfaatkan platform digital secara optimal (Hamsinah, 2. Akibatnya, daya saing mereka semakin tergerus oleh perubahan tren pasar dan kompetitor yang lebih Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan intervensi strategis yang tidak hanya mencakup edukasi tentang pentingnya inovasi dan digitalisasi, tetapi juga pendampingan intensif bagi pelaku UMKM. Pendampingan teknis dinilai lebih berdampak signifikan daripada sekadar pelatihan daring, karena dapat memberikan pengalaman langsung dan solusi konkret dalam penerapan teknologi digital (Haryanti. Di Bojongsari, beberapa upaya sudah dilakukan, seperti pelatihan digital marketing kepada anggota UMKM Bosama (Aminah, 2. dan program pelatihan di Bandung yang diikuti oleh pelaku usaha setempat (Farhan, 2. Selain itu, program pendampingan Wirausaha Baru (WUB) selama enam bulan juga memberikan bekal keterampilan penting seperti pembuatan brand, katalog produk, hingga pemasaran melalui media sosial (Rahma, 2. Melalui pendekatan ini, diharapkan ekosistem UMKM yang tangguh, inovatif, dan berbasis digital dapat terwujud untuk mendukung keberlanjutan usaha di Bojongsari. Sebagaimana dikatakan oleh Kotler dan Keller . , "daya saing tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual, tetapi juga oleh strategi dan adaptasi terhadap perubahan pasar. " Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Bojongsari melalui program pelatihan, edukasi, dan pendampingan berbasis inovasi dan digitalisasi. Dengan pendekatan yang holistik, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing pelaku UMKM di wilayah tersebut, baik di tingkat lokal maupun nasional. Di era digital saat ini, teknologi telah menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing usaha. Digitalisasi memberikan berbagai manfaat bagi UMKM, seperti memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. Dengan memanfaatkan media sosial, e-commerce, serta sistem manajemen berbasis digital. UMKM dapat meningkatkan efektivitas bisnis mereka dan bersaing dengan perusahaan yang lebih besar. Selain itu, inovasi juga menjadi faktor penting dalam perkembangan UMKM. Inovasi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan produk atau layanan baru, tetapi Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. juga mencakup cara pemasaran, model bisnis, serta strategi penjualan yang lebih efektif. UMKM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menerapkan inovasi dalam usahanya akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bertahan dalam persaingan pasar. Oleh karena itu, diperlukan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku UMKM di Bojongsari. Melalui program ini, diharapkan UMKM dapat lebih memahami pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam bisnis mereka serta mampu mengimplementasikan strategi yang tepat guna meningkatkan daya saing mereka di pasar lokal maupun global. METODE Tujuan dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk melaksanakan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi. Selain itu diharapkan dengan pengabdian kepada masyarakat tersebut keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi besar kepada pengembangan dan penerapan keilmuan kepada masyarakat. Metode yang digunakan pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa ekspositori yaitu penyampaian materi secara verbal dan inquiry yaitu pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis terkait kelimuan manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran dengan pemahaman mendalam terkait materi bagaimana menentukan masa depan. Metode kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan kunjungan langsung ke UMKM Jawara (Jaringan Wirausah. dengan alamat : jl Mawar Perumahan Greenland Blok C7 RT02/13. Kelurahan Curug. Kecamatan Bojongsari. Depok. Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah sebagai berikut : Mengidentifikasi permasalahan pada saat awal kegiatan untuk merumuskan permasalahan dan sebagai bahan untuk perancangan pemberian materi penyuluhan kepada pelaku UMKM. Survei ke lapangan ke di ke UMKM Jawara (Jaringan Wirausah. sebagai objek tempat dilaksanakannya kegiatan PKM. Selanjutnya melakukan sesi wawancara, diskusi dan Tanya jawab dengan pihak Posyandu Kemuning untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada didalam lingkungan kader. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Melakukan studi literasi sebagai pedoman materi didalam penyampaian penyuluhan selama proses kegiatan berlangsung. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metoda ceramah, tutorial, dan diskusi. PEMBAHASAN Peningkatan daya saing UMKM merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Dalam era digital yang terus berkembang, pelaku UMKM dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan pasar yang dinamis serta memanfaatkan inovasi dan teknologi digital sebagai solusi utama untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, inspirasi, dan praktik terbaik kepada pelaku UMKM tentang pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Melalui pendekatan yang interaktif dan aplikatif, penyuluhan ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga memperkenalkan berbagai langkah praktis yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM. Profil UMKM Kelurahan Curug. Kecamatan Bojongsari Depok Pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Curug. Kecamatan Bojongsari. Depok, terdiri dari individu-individu yang memiliki semangat kewirausahaan tinggi meskipun dengan latar belakang pendidikan dan sumber daya yang Sebagian besar mereka memulai usaha secara mandiri, seperti yang dilakukan oleh Agus Tomi, pemilik usaha Soto Gustomi Berkah, yang memulai bisnisnya dengan gerobak sederhana dan kini telah memiliki dua cabang usaha di Depok. Kelompok UMKM di wilayah ini juga aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi, seperti pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga di RW 14 Perumahan Gading Depok Residence, yang bertujuan untuk mendukung pertanian lokal dan menciptakan produk UMKM berbasis pertanian. Selain itu, pelaku UMKM di Curug juga aktif mengikuti pelatihan keterampilan, seperti kursus tata boga, untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar melalui digital marketing Materi Penyuluhan tentang Urgensi Inovasi dan Digitalisasi bagi UMKM Penjelasan mengenai peran strategis UMKM dalam perekonomian Indonesia. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Tantangan yang dihadapi UMKM di era digital, seperti rendahnya adopsi teknologi dan ketatnya persaingan pasar. Dampak positif inovasi dan digitalisasi terhadap efisiensi, produktivitas, dan perluasan pasar UMKM. Materi Penyuluhan tentang Inovasi dalam Bisnis UMKM Pengertian dan jenis inovasi yang relevan bagi UMKM, seperti inovasi produk, proses, dan pemasaran. Strategi menciptakan nilai tambah melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas, dan model bisnis kreatif. Inspirasi dari contoh sukses pelaku UMKM yang berhasil berinovasi. Materi Penyuluhan tentang Digitalisasi untuk UMKM Pemanfaatan teknologi digital, seperti platform e-commerce, media sosial, dan aplikasi pengelolaan keuangan. Cara membangun kehadiran digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan. Penggunaan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Materi Penyuluhan tentang Langkah Praktis Penerapan Inovasi dan Digitalisasi Panduan sederhana untuk memulai inovasi dan digitalisasi bisnis. Tips untuk mengatasi hambatan umum, seperti keterbatasan modal dan rendahnya literasi digital. Diskusi kelompok untuk merancang solusi spesifik sesuai dengan kebutuhan UMKM. Materi Penyuluhan tentang Pentingnya Kolaborasi dan Dukungan Ekosistem Pentingnya kemitraan strategis dengan pemerintah, komunitas, dan institusi Peran komunitas lokal dalam mendukung keberlanjutan inovasi dan digitalisasi UMKM. Manfaat Penyuluhan Dengan mengikuti penyuluhan ini, pelaku UMKM diharapkan dapat: Memahami pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam meningkatkan daya saing Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Menerapkan langkah-langkah praktis untuk berinovasi dan mendigitalisasi usaha Memperkuat strategi pemasaran dan hubungan dengan pelanggan melalui teknologi Menjadi lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan tuntutan konsumen. Membangun ekosistem kolaboratif yang mendukung keberlanjutan usaha UMKM. Harapan dari Penyuluhan Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan UMKM tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga berkembang dengan memanfaatkan potensi teknologi dan inovasi secara Penyuluhan ini juga bertujuan untuk menciptakan pelaku usaha yang lebih percaya diri dan mandiri dalam menghadapi tantangan era global, sekaligus berkontribusi pada penguatan perekonomian lokal. Hasil dari Kegaitan PKM Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Curug. Kecamatan Bojongsari. Depok menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam menghadapi tantangan bisnis modern. Peserta, yang mayoritas merupakan pelaku usaha mandiri dengan latar belakang sumber daya terbatas, berhasil mengadopsi langkah-langkah praktis inovasi produk, proses, dan pemasaran serta memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial dan platform ecommerce untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi usaha. Selain itu, melalui pendampingan intensif dan diskusi kelompok, pelaku UMKM mampu merancang solusi kreatif sesuai kebutuhan masing-masing usaha, sekaligus membangun kolaborasi strategis dengan komunitas dan institusi lokal. Dengan hasil ini, pelaku UMKM di Curug menjadi lebih adaptif, percaya diri, dan mandiri dalam mengembangkan bisnisnya, sekaligus berkontribusi positif pada penguatan perekonomian lokal yang KESIMPULAN Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Inovasi dan Digitalisasi pada UMKM Jaringan Wirausaha (JAWARA) di Wilayah Bojongsari. Depok" telah memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam meningkatkan efektivitas bisnis mereka. Melalui Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. pendekatan inovasi dan digitalisasi, program ini telah membantu UMKM JAWARA meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif. Penerapan e-commerce, digital marketing, serta sistem manajemen pelanggan terbukti mampu mengoptimalkan potensi bisnis dan membuka peluang ekspansi yang lebih luas bagi pelaku usaha di Bojongsari. Selain itu, pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada UMKM telah meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya inovasi dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, pelaku usaha, dan komunitas bisnis, terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman yang mendorong UMKM untuk lebih adaptif terhadap perkembangan industri digital. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa inovasi dan digitalisasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan daya saing UMKM. Dengan dukungan teknologi, edukasi bisnis, dan ekosistem yang mendukung. UMKM dapat berkembang lebih kompetitif, berkelanjutan, dan mampu menghadapi tantangan pasar. Program ini memberikan rekomendasi strategis bagi UMKM lokal untuk terus bertransformasi menuju digitalisasi guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. DAFTAR PUSTAKA