Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM). Mei, 2026 Vol. , 1-10. , 10. 51213/jmm. ISSN 2654-881X (Prin. dan ISSN 2654-9174 (Onlin. Available Online at jmm. Analisis Kesediaan Membayar (Willingness to Pa. Masyarakat Untuk Teknologi Pengolahan Sampah Di TPA Sebayar Kab. Natuna Dengan Pendekatan CVM (Contingent Valuation Metho. Wan Halida Novita1*. Muslikhin Hidayat2. Budhi Sholeh Wibowo3 Program Studi S2 Magister Teknik Sistem. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada1 Departemen Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada2 Departemen Teknik Mesin dan Industri. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada3 Whalidanvt@gmail. Article History: Received : 21 Ae 01 Ae 2026 Revised : 07 Ae 05 Ae 2026 Accepted : 01 Ae 06 Ae 2026 Publish : 02 Ae 06 Ae 2026 Kata Kunci: Kesediaan Teknologi Pengolahan Sampah. Contingent Valuation Method. Kabupaten Natuna Keywords: Willingness to Pay. Waste Treatment Technology. Contingent Valuation Method. Natuna Regency Abstrak: Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Natuna, dengan tujuan untuk mengetahui kesediaan membayar masyarat Kab. Natuna untuk penerapan teknologi pengolahan sampah, menghitung estimasi nilai willingness to pay (WTP) untuk mendukung penerapan teknologi pengolahan sampah di Kab. Natuna, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP. Pendekatan yang digunakan adalah Contingent Valuation Method, dan untuk menguji hubungan kausal antara variabel bebas dan variabel terikat, metode regresi linear berganda digunakan. Berdasarkan hasil wawancara terhadap 50 responden diperoleh bahwa 96% responden bersedia membayar retribusi. Perkiraan besaran nilai kesediaan membayar (WTP) per KK per bulan masyarakat Kab. Natuna guna mendapatkan peningkatan pelayanan pengelolaan sampah berdasarkan setiap alternatif teknologi pengolahan adalah Sanitary Landfill sebesar Rp14. 980,-. Komposting sebesar Rp. 600-, dan Biodigester sebesar Rp15. 480-,. Faktorfaktor yang berpengaruh adalah faktor sosio-ekonomi, seperti tingkat pendidikan dan pendapatan. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh signifikan untuk semua alternatif teknologi yang ditawarkan. Sementara faktor pengetahuan teknologi hanya berpengaruh pada teknologi Sanitary Landfill dan Komposting. Sementara itu, faktor jumlah anggota keluarga dan keyakinan terhadap teknologi tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Abstract: This study was conducted in Natuna Regency, aiming to identify the willingness to pay of the Natuna Regency community for the implementation of waste treatment technology, to calculate the estimated willingness to pay (WTP) value to support the application of waste treatment technology in Natuna Regency, and to determine the factors influencing the WTP value. The approach used was the Contingent Valuation Method, and to test the causal relationship between independent and dependent variables, multiple linear regression analysis was applied. Based on interviews with 50 respondents, it was found that 96% of respondents were willing to pay a waste management fee. The estimated average willingness to pay (WTP) value per household per month for the Natuna Regency community to obtain improved waste management services, based on each technology alternative, is as follows: IDR 14,980 for Sanitary Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. Mei, 2026 DOI : 10. 51213/jmm. Landfill. IDR 11,600 for Composting. and IDR 15,480 for Biodigester. The influencing factors are socio-economic factors, such as education level and income. These two factors are highly significant for all offered technology alternatives. Meanwhile, knowledge of the technology only influences the Sanitary Landfill and Composting technologies. On the other hand, family size and trust in the technology do not show significant influence. Pendahuluan Di Indonesia, isu atau permasalahan persampahan termasuk dalam salah satu tantangan besar yang dihadapi di berbagai daerah, khususnya daerah kepulauan. Kabupaten Natuna, sebagai salah satu wilayah kepulauan, menghadapi kendala serius dalam pengelolaan sampah akibat kondisi geografisnya yang unik dan tersebar. Kabupaten Natuna terdiri dari banyak pulau-pulau yang terpencar, sering mengalami kendala dalam menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai, serta partisipasi warga yang masih minim. Dampaknya, sampah sering kali ditangani dengan cara dibakar atau dibuang langsung kelaut, yang berisiko terhadap kesehatan dan merusak ekosistem. Permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan, terjangkau dan didukung oleh partisipasi finansial dari masyarakat . Berdasarkan analisis tersebut, diusulkan solusi beberapa penerapan teknologi pengolahan sampah yang sesuai, seperti Sanitary Landfill. Komposting, dan Biodigester dengan mempertimbangkan komposisi sampah di Natuna. Untuk memastikan solusi ini layak, kajian ini menggunakan pendekatan CVM untuk mengukur Kesediaan Membayar (WTP) masyarakat terhadap teknologi-teknologi tersebut. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi prioritas teknologi, nilai WTP yang konkret, serta sebuah model pembiayaan dan kelembagaan yang dapat dijadikan dasar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna untuk membangun sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan, efektif dan didukung penuh oleh partisipasi masyarakat. Metode Pelaksanaan Waktu dan Lokasi Penelitian mengenai Kesediaan Membayar (Willingness to Pa. iuran untuk teknologi pengolahan sampah di Kabupaten Natuna ini dirancang secara sistematis dan telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2025. Lokasi penelitian dilakukan di tiga kecamatan yang menjadi sampel. Tiga Kecamatan ini merupakan kecamatan yang mengirimkan sampahnya ke TPA Sebayar Kab. Natuna. Adapun tiga kecamatan tersebut yaitu Kec. Bunguran Timur. Kec. Bunguran Barat, dan Kec. Pulau Tiga, dengan melibatkan 50 orang responden yang merupakan kepala keluarga atau pengambil keputusan dalam rumah tangga. Prosedur Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap berurutan yang saling mendukung. Tahap pertama adalah sosialisasi teknologi, yang bertujuan membangun pemahaman dasar Pada tahap ini, saya memperkenalkan berbagai solusi teknologi pengolahan sampah, yaitu Sanitary Landfill. Komposting, dan Biodigester untuk menangani sampah rumah tangga. Metode sosialisasi dilakukan secara interaktif menggunakan presentasi tatap muka untuk memastikan penjelasan tentang manfaat dan cara kerja setiap teknologi dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat. Setelah pemahaman masyarakat terbentuk, tahap kedua berupa Pengumpulan Data Kesediaan Membayar (WTP) akan dilakukan. Tahap ini merupakan inti dari pendekatan Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. Mei, 2026 DOI : 10. 51213/jmm. Contingent Valuation Method (CVM). Peneliti melakukan wawancara tatap muka secara pribadi dengan setiap responden menggunakan kuesioner terstruktur. Dalam wawancara ini, responden akan dihadapkan pada sebuah skenario hipotesis tentang adanya sistem pengelolaan sampah dengan teknologi yang telah dijelaskan sebelumnya, yang memerlukan kontribusi iuran bulanan. Teknik open-ended question digunakan, dimana pewawancara memberikan kebebasan responden menentukan sendiri nilai WTP menyesuaikan nilai tersebut berdasarkan respons kesediaan atau penolakan responden, hingga ditemukan nilai maksimal yang bersedia mereka bayar. Proses ini juga akan menggali alasan di balik keputusan mereka serta preferensi terhadap jenis teknologi yang paling diinginkan. Dengan rangkaian metode yang komprehensif ini, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pengumpulan data, tetapi juga bertujuan untuk menghasilkan sebuah blueprint yang aplikatif bagi penyelesaian masalah sampah di Kabupaten Natuna. Tahap ketiga adalah analisis data. Data yang diperoleh dari 50 responden yang terkumpul kemudian dianalisis untuk menghasilkan WTP konkret yang mencerminkan besaran iuran yang bersedia masyarakat bayarkan. Analisis Data CVM diaplikasikan untuk mengestimasi nilai ekonomi dari teknologi terpilih melalui analisis Willingness to Pay (WTP) masyarakat. Seluruh proses analisis dilakukan menggunakan software SPSS. Estimasi nilai rata-rata WTP Perhitungan nilai rata-rata yang akan dikeluarkan oleh responden yang bersedia membayar dilakukan menggunakan rumus yang tercantum berikut . AWTP = Ocni=1 Wi dengan keterangan bahwa AWTP adalah nilai rata-rata WTP Responden. W adalah nilai WTP yang bersedia dikeluarkan responden, i adalah responden yang bersedia membayar dan n Adalah jumlah responden. Nilai Total WTP Perhitungan nilai total WTP dari responden dilakukan setelah mendapatkan estimasi nilai rata-rata. Perhitungan nilai total WTP responden menggunakan rumus yang tercantum berikut . ycNycOycNycE = Oc ycOycNycEycn [ ] ycu ycE ycn=1 dengan keterangan bahwa TWTP adalah Total WTP. WTP Adalah Total rata-rata kesediaan membayar responden, n adalah Banyaknya responden yang bersedia membayar sebesar WTP. N adalah Banyaknya responden . otal sampe. P adalah Jumlah populasi dan i adalah Responden ke-i yang bersedia membayar . = 1,2,. , . Analisa Regresi dan Korelasi Penelitian ini menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi Willingness to Pay (WTP) masyarakat terhadap retribusi sampah. Untuk menganalisis pengaruh faktorfaktor tersebut, digunakan metode regresi linear berganda karena teknik ini mampu Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. Mei, 2026 DOI : 10. 51213/jmm. menguji hubungan antara beberapa variabel independen secara simultan. Persamaan regresi dikembangkan untuk mengestimasi nilai WTP berdasarkan seluruh faktor yang telah disebutkan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami sejauh mana masing-masing variabel berkontribusi terhadap kesediaan membayar masyarakat, sekaligus melihat interaksi antar variabel dalam memengaruhi nilai WTP. Berdasarkan faktor-faktor yang telah disebutkan, nilai WTP dapat diestimasi menggunakan model persamaan regresi linear sebagai berikut: ycOycNycE = A0 1 X1 2 X2 3 X3 4 X4 5 X5 Dalam persamaan ini. WTP didefinisikan sebagai nilai rata-rata kesediaan membayar setiap rumah tangga untuk retribusi sampah (Rp/bula. Model ini terdiri dari sebuah konstanta (A. dan koefisien regresi . untuk setiap variable independent. Kelima variabel bebas meliputi (X. Tingkat pendidikan, (X. tingkat pendapatan dalam Rupiah, (X. jumlah anggota rumah tangga dalam KK, (X. pengetahuan mengenai teknologi pengolahan sampah, dan (X. keyakinan terhadap teknologi. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode CVM (Contingent Valuation Metho. merupakan suatu pendekatan untuk mengukur nilai ekonomi suatu barang publik secara langsung dengan cara mewawancarai masyarakat mengenai kesediaan mereka untuk membayar (Willingness to Pay/WTP). Metode ini berfokus pada preferensi individu dalam nilai uang (Hanley dan Spash, 1. Tujuan pengukuran ini adalah untuk memperoleh proyeksi pendanaan guna mendukung operasional pengolahan sampah di Kab. Natuna dengan mempertimbangkan tiga pilihan teknologi yang berbeda. Lokasi Studi CVM (Contingent Valuation Metho. mencakup tiga Kecamatan yaitu Kec. Bunguran Timur. Kec. Bunguran Barat dan Kec. Pulau Tiga dengan melibatkan sampel sebanyak 50 responden. Karakteristik Responden Berdasarkan hasil wawancara dari 50 orang responden, 54% berjenis kelamin lakilaki dan 46% berjenis kelamin perempuan. Hasil karakteristik responden berdasarkan kondisi sosial demografi lainnya ditunjukkan pada tabel 1. Dari total 50 responden yang terlibat dalam penelitian ini, komposisi berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan variasi yang cukup beragam. Sebanyak 15 responden . %) memiliki latar belakang pendidikan SMA, dan jumlah yang sama . responden atau 30%) telah menyelesaikan pendidikan Diploma atau S1. Responden dengan pendidikan terakhir SMP berjumlah 10 orang . %), sementara yang berpendidikan SD sebanyak 8 orang . %). Untuk tingkat pendidikan tertinggi, hanya terdapat 2 responden . %) yang memiliki gelar Magister atau Doktor. Berdasarkan tabel 1, analisis mengenai tingkat pendapatan perbulan dari 50 responden yang disurvei, sebanyak 54% responden . berpenghasilan antara Rp 1,5-3 juta, yang menandai kelompok berpendapatan menengah bawah sebagai kelompok Dominasi ini semakin terlihat dengan digabungkannya kelompok pendapatan terendah, di mana 66% responden secara total berpenghasilan di bawah Rp 3 juta. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas sampel berasal dari kalangan menengah ke bawah. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. Mei, 2026 DOI : 10. 51213/jmm. Berdasarkan tabel 1, analisis mengenai jumlah anggota keluarga per kartu keluarga dari 50 responden yang disurvei, data menunjukkan bahwa struktur keluarga inti yang berisi . -5 oran. merupakan yang paling dominan di antara responden dengan persentase sebesar 44% . KK). Ini menunjukkan gambaran keluarga yang umumnya terdiri dari ayah, ibu, dan satu hingga tiga orang anak. Secara keseluruhan, 64% dari total responden . KK) memiliki anggota keluarga maksimal 5 orang. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar rumah tangga dalam sampel ini memiliki ukuran keluarga yang tergolong kecil hingga sedang, mengikuti tren keluarga inti modern. Tabel 1. Karakteristik Responden Studi CVM Kriteria Sub kriteria Jenis Kelamin Tingkat Pendidikan Tingkat Pendapatan Jumlah Anggota Keluarga/KK Jumlah Persentase Perempuan Laki-laki SMP SMA Diploma/S1 Magister/Doktor <1. 5 Juta 5-3 Juta >3-5 Juta >5 Juta <3 Orang 3-5 Orang >5 Orang Kesediaan Membayar (WTP) untuk Teknologi Pengolahan Sampah Mayoritas . responden atau sebesar 96% bersedia membayar untuk mendukung penerapan teknologi pengolahan sampah (Gambar . Alasan responden bersedia membayar untuk teknologi pengolahan sampah karena TPA Sebayar Kabupaten Natuna tidak memiliki teknologi pengolahan sampah dan masyarakat merasa perlu turut berpatisipasi menjaga kelestarian lingkungan. Kesediaan Membayar (WTP) Bersedia Tidak Bersedia Gambar 1. Persentase Kesediaan Membayar Sumber: Hasil Analisis . 2 orang responden atau sebesar 4% tidak bersedia untuk membayar teknologi pengolahan sampah (Gambar . Alasan responden tidak bersedia membayar karena mereka merasa itu bukan tanggung jawab mereka. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. Mei, 2026 DOI : 10. 51213/jmm. Menghitung Nilai Rata-Rata WTP Berdasarkan studi CVM, dapat diketahui variasi besaran nilai kesediaan membayar (WTP) masyarakat terhadap penerapan teknologi pengolahan sampah. Dalam menentukan nilai WTP, pengunjung cenderung memilih harga dengan interval Rp5. 000,- dimulai dari Rp10. 000,-. Rp15. 000,- Rp20. 000,-. Rp30. 000,- dan seterusnya hingga Rp50. 000,-. Distribusi kesediaan membayar responden disajikan pada tabel 2. Tabel 2. Nilai rata-rata harga yang bersedia dibayar responden Sanitary Landfill Komposting Jumlah WTP (R. Responden Total . WTP (R. Jumlah Responden Total Biodigester Incenera Jumlah Jumlah WTP (R. Responden Total . WTP (R. Respond 2,000 4,000 2,000 10,000 2,000 4,000 2,000 5,000 65,000 5,000 60,000 5,000 55,000 3,000 10,000 100,000 10,000 150,000 10,000 120,000 5,000 20,000 340,000 15,000 30,000 15,000 15,000 10,000 30,000 90,000 20,000 180,000 20,000 280,000 20,000 50,000 150,000 30,000 150,000 30,000 150,000 30,000 50,000 150,000 50,000 580,000 Total (O. 774,000 Total (O. Total (O. Rata-rata 749,000 Total (O. 14,980 Rata-rata 11,600 Rata-rata 15,480 Rata-rata Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, diperoleh besaran nilai rata-rata WTP untuk setiap opsi alternatif teknologi yang ditawarkan. Nilai rata-rata ini merepresentasikan acuan untuk memperkirakan seberapa besar masyarakat bersedia membayar untuk setiap teknologi yang ada . Pada tabel 2, menunjukkan nilai WTP terendah yang ingin dibayarkan responden pada tiga alternatif teknologi yang ditawarkan adalah sebesar Rp2. 000,- dan WTP tertinggi adalah Rp50. 000,-. Diperoleh rata-rata nilai WTP untuk alternatif teknologi Sanitary Landfill adalah Rp14. 980,- untuk alternatif teknologi Komposting rata-rata nilai WTP adalah Rp11. 600,- dan untuk alternatif teknologi Biodigester rata-rata nilai WTP nya sebesar Rp15. 480,-. Ini menunjukkan bahwa nilai ratarata WTP untuk alternatif teknologi yang paling tinggi adalah teknologi Biodigester. Menghitung Nilai Total WTP Perhitungan yang dilakukan menghasilkan total nilai Kesediaan Membayar (WTP) untuk setiap alternatif teknologi. Besarnya nilai WTP ini membuka peluang bagi peningkatan pendapatan asli daerah yang bersumber dari retribusi sampah . Hasil perhitungan nilai total WTP dari masing-masing teknologi dapat dilihat pada Tabel 3. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. Mei, 2026 DOI : 10. 51213/jmm. Tabel 3. Nilai Total WTP Sanitary Landfill Komposting Biodigester Jumlah Populasi Jumlah Total WTP (R. Responden /N)xP (WTP X . Jumlah Populasi Jumlah Total WTP (R. Responden /N)xP (WTP X . Jumlah Populasi Jumlah Total WTP (R. Responden /N)xP (WTP X . 2,000 2,164,480 2,000 5,411,200 2,000 2,164,480 5,000 35,172,800 5,000 32,467,200 5,000 29,761,600 10,000 54,112,000 10,000 81,168,000 10,000 64,934,400 20,000 183,980,800 15,000 16,233,600 15,000 8,116,800 30,000 48,700,800 20,000 97,401,600 20,000 151,513,600 50,000 81,168,000 30,000 81,168,000 30,000 81,168,000 50,000 81,168,000 313,849,600 Total (O. 418,826,880 Total (O. 405,298,880 Total (O. Sumber: Hasil analisis . Berdasarkan data dari . diketahui jumlah populasi penduduk di Kab. Natuna hingga semester 2 tahun 2024 berjumlah 27. 056 jiwa. Perhitungan yang telah dilakukan menghasilkan nilai total WTP untuk setiap alternatif teknologi, yaitu untuk alternatif teknologi Sanitary Landfill jumlah total WTP adalah Rp405. 880,- untuk alternatif teknologi Komposting sebesar Rp313. 500,- dan untuk alternatif teknologi Biodigester sebesar Rp418. 880,-. Minimnya ketersediaan sarana dan prasarana persampahan berimplikasi pada rendahnya tingkat pelayanan, yang pada dasarnya merupakan masalah pembiayaan. Dengan menetapkan tarif retribusi berdasarkan kesediaan membayar (WTP) masyarakat, pendapatan dari pengelolaan sampah dapat ditingkatkan. Hasilnya, dana ini diharapkan dapat menutup biaya untuk memperbaiki layanan persampahan . Faktor yang Mempengaruhi Nilai WTP Terdapat lima variabel yang dikaji dalam penelitian ini guna mengidentifikasi dampaknya terhadap nilai kesediaan membayar (WTP) masyarakat. Variabel yang dikaji meliputi tingkat pendidikan (X. , pendapatan responden (X. , jumlah anggota keluarga/kk (X. , pengetahuan tentang teknologi pengolahan sampah (X. , dan keyakinan terhadap teknologi pengolahan sampah (X. Tabel 4 memaparkan ringkasan karakteristik data dari kelima variabel dalam studi ini. Tabel 4. Karakteristik Data yang Diolah Pendidikan Terakhir Tingkat Jumlah Pengetahuan Jumlah Pendapatan/ Jumlah Anggota Jumlah Jumlah Teknologi Bulan Keluarga/KK Keyakinan Teknologi Jumlah <1. 5 Juta <3 Orang Tahu Biasa Saja SMP 5-3 Juta 3-5 Orang Tidak Yakin SMA >3-5 Juta >5 Orang Sangat Yakin Diploma/S1 >5 Juta Magister/Doktor Sumber: Hasil analisis . 5 Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. Mei, 2026 DOI : 10. 51213/jmm. Tabel 5. Hasil Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap WTP Sanitary Landfill Variabel Komposting Biodigester Koefisien Sig. Koefisien Sig. Koefisien Sig. (Constan. Tingkat Pendidikan Pendapatan Responden/Bulan Jumlah Anggota Keluarga/KK Pengetahuan tentang Teknologi Pengolahan Sampah Keyakinan terhadap Teknologi Pengolahan Sampah R Square F Statistik Durbin-Watson Sumber: Hasil analisis . Keterangan: * Signifikan yang digunakan 90% dengan =0. Analisis dilakukan dengan menggunakan taraf signifikansi 90% (=0,. Perhitungan berdasarkan persamaan . dilakukan menggunakan software SPSS, dan hasil analisis regresi linear berganda menghasilkan fungsi WTP untuk setiap opsi alternatif teknologi adalah sebagai berikut: Fungsi WTP Teknologi Sanitary Landfill ycOycNycE = -23. 914 X1 4. 028 X2 Ae 1. 533 X3 465 X4 - 267 X5 Fungsi WTP Teknologi Komposting ycOycNycE = -25. 116 X1 3000 X2 Ae 999 X3 7. X4 2. 173 X5 Fungsi WTP Teknologi Biodigester ycOycNycE = -20. 119 X1 5. 054 X2 Ae 543 X3 5. X4 - 936 X5 Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. Mei, 2026 DOI : 10. 51213/jmm. Hasil analisis data menunjukkan faktor-faktor determinan yang berpengaruh signifikan terhadap WTP masyarakat untuk berbagai teknologi pengolahan sampah, seperti disajikan pada Tabel 5. Pada alternatif teknologi Sanitary Landfill model ini memiliki kemampuan 60,8% (R Square = 0,. dalam menjelaskan variasi Willingness to Pay (WTP). Model ini secara statistik sangat signifikan (F Statistik = 13. Sig. = 0,. Alternatif teknologi Komposting, model ini dapat menjelaskan 57,9% (R Square = 0,. variasi WTP dan juga sangat signifikan (F Statistik = 12. Sig. = 0,. Pada alternatif teknologi Biodigester, model ini adalah yang paling kuat karena mampu menjelaskan 64,3% (R Square = 0,. variasi WTP dan sangat signifikan (F Statistik = 15. Sig. = 0,. Nilai DurbinWatson untuk ketiga model berkisar antara 1. 337 - 1. 348, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah autokorelasi yang serius dalam data. Berdasarkan tingkat signifikansi ( = 0,. , faktor-faktor yang berpengaruh dapat dilihat dari nilai signifikansinya. Jika nilai sig < 0,1 maka faktor tersebut berpengaruh terhadap nilai WTP. Berdasarkan tabel 5, maka diketahui faktor yang berpengaruh terhadap nilai WTP pada teknologi Sanitary Landfill dan Komposting adalah tingkat pendidikan (X. , pendapatan responden (X. dan pengetahuan tentang teknologi pengolahan sampah (X. Sedangkan untuk faktor yang tidak berpengaruh/tidak signifikan terhadap nilai WTP adalah jumlah anggota keluarga (X. dan keyakinan terhadap teknologi pengolahan sampah (X. Sementara pada Biodigester, hubungan antara pengetahuan tentang teknologi tidak terbukti signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa relevansi pengetahuan teknis dalam memengaruhi kesediaan membayar sangat tergantung pada karakteristik teknologi itu sendiri. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh . yang meneliti Analisis Kesediaan Membayar (WTP) untuk Mendukung Ekowisata Berkelanjutan di Kawasan Wisata Gua Pindul. Kabupaten Gunung Kidul menyimpulkan juga bahwa pendapatan berpengaruh positif terhadap nilai WTP. Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa faktor sosio-ekonomi, khususnya tingkat pendidikan dan pendapatan, merupakan pendorong dan signifikan dari kesediaan membayar masyarakat untuk semua teknologi pengelolaan sampah. Sementara itu, dinamika rumah tangga . umlah anggota keluarg. dan faktor psikologis . tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai kesediaan membayar (Willingness to Pay/WTP) masyarakat Kabupaten Natuna terhadap teknologi pengolahan sampah, dapat disimpulkan bahwa 96% responden menyatakan kesediaan untuk membayar retribusi sampah guna mendukung penerapan teknologi pengolahan sampah. Hal ini menunjukkan adanya partisipasi dan kepedulian masyarakat yang tinggi terhadap perbaikan sistem pengelolaan sampah. Nilai rata-rata WTP per rumah tangga per bulan tertinggi diperoleh untuk teknologi Biodigester (Rp15. 480,-), diikuti oleh Sanitary Landfill (Rp14. 980,-) dan Komposting (Rp11. 600,-). Faktor tingkat pendidikan dan pendapatan terbukti secara konsisten dan signifikan memengaruhi nilai WTP untuk ketiga teknologi. Selain itu, tingkat pengetahuan tentang teknologi juga berpengaruh signifikan terhadap WTP untuk teknologi Sanitary Landfill dan Komposting. Sedangkan Faktor jumlah anggota keluarga dan keyakinan terhadap teknologi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap nilai WTP masyarakat untuk semua alternatif teknologi. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah mendukung terselesaikannya penelitian ini. Secara khusus, penghargaan yang setinggi- Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. Mei, 2026 DOI : 10. 51213/jmm. tingginya penulis sampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna atas akses data dan informasinya. para responden di tiga kecamatan studi yang telah berpartisipasi serta Bapak Prof. Ir. Muslikhin Hidayat. Ph. IPU. dan Bapak Ir. Budhi Sholeh Wibowo. MBA. PDEng. IPM. ASEAN Eng. atas bimbingan, motivasi, dan ilmu yang sangat berharga selama proses penelitian. Terima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan. Semoga amal baik semua pihak mendapat balasan yang terbaik. Daftar Pustaka