Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 4 No. 1 November 2025 E-ISSN 2964-0857 EDUKASI JAJANAN SEHAT MENGGUNAKAN MEDIA KINCIR ANGKA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN. SIKAP DAN PERILAKU SISWA Rina AlfianiA. Elsa Yolanda Tanjung2. Intan Maulani Munthe3. Sri Ulina4. Nada Amirah5 Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua Abstract The consumption of unhealthy snacks among junior high school students remains a significant issue that can impact health, including digestive disorders, obesity, and noncommunicable diseases. Interactive health education is necessary to raise students' awareness in selecting safe and nutritious snacks. This study aimed to examine the effect of healthy snack education using the "number wheel" media on improving studentsAo knowledge, attitudes, and behaviors. This research employed a one-group pretest-posttest design with a quantitative approach involving 30 ninth-grade students of SMPN 1 Deli Tua selected through purposive sampling. The instruments used were questionnaires measuring knowledge . ichotomous scal. , attitudes, and behaviors (Likert scal. Data analysis using the Wilcoxon test showed a significant improvement in knowledge . = 0. , attitude . = . , and behavior . = 0. after the educational intervention. It can be concluded that healthy snack education using the number wheel media has been proven effective in improving the knowledge, attitudes, and behaviors of SMPN 1 Deli Tua students. Keywords: healthy snacks. health education. number wheel media. Abstrak Konsumsi jajanan tidak sehat di kalangan siswa sekolah masih menjadi masalah yang dapat berdampak pada kesehatan, seperti gangguan pencernaan, obesitas, hingga penyakit tidak Edukasi yang disampaikan secara interaktif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam memilih jajanan yang aman dan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi jajanan sehat menggunakan media kincir angka terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif pada 30 siswa kelas IX SMPN 1 Deli Tua yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan . kala dikotom. , sikap, dan perilaku . kala Liker. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan . = 0,. , sikap . = 0,. , dan perilaku . = 0,. setelah diberikan edukasi. Dapat disimpulkan Edukasi jajanan sehat menggunakan media kincir angka terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMPN 1 Deli Tua. Kata kunci: Jajanan sehat. edukasi kesehatan. media kincir angka. PENDAHULUAN Jajanan merupakan bagian dari pola konsumsi yang umum di kalangan anak usia sekolah, namun tidak semua jajanan yang dikonsumsi memenuhi standar keamanan Secara global. World Health Organization (WHO) menekankan bahwa anak-anak usia sekolah merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap penyakit bawaan makanan karena sistem imun mereka yang masih berkembang. Konsumsi makanan tidak sehat pada Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 4 No. 1 November 2025 E-ISSN 2964-0857 usia dini meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit tidak menular lainnya di masa dewasa1. Sekitar 40% jajanan anak sekolah di Indonesia mengandung zat aditif berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet berlebih, dan dijual dalam kondisi tidak higienis. Berdasarkan hasil pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), masih banyak jajanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, terutama di lingkungan sekolah yang minim pengawasan. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memberikan edukasi tentang makanan sehat dan aman kepada siswa sejak dini2. Di Provinsi Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Deli Serdang, fenomena jajanan tidak sehat di lingkungan sekolah juga masih menjadi perhatian. Studi pendahuluan yang dilakukan di beberapa sekolah dasar dan menengah menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih memilih jajanan berdasarkan rasa dan harga, tanpa mempertimbangkan aspek kebersihan dan nilai gizi. Minimnya penyuluhan kesehatan serta metode edukasi yang kurang menarik menjadi salah satu kendala dalam upaya peningkatan kesadaran siswa terhadap konsumsi makanan sehat. Perilaku konsumsi jajanan di kalangan siswa sekolah menengah pertama merupakan hal yang umum dalam kehidupan sehari-hari. Namun, banyak dari jajanan yang dikonsumsi tidak memenuhi standar kesehatan, mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, seperti pewarna tekstil dan pengawet berlebihan, serta dijual di tempat yang tidak higienis. Konsumsi jajanan tidak sehat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti keracunan makanan, gangguan pencernaan, obesitas, hingga penyakit kronis jangka panjang3. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan terhadap dampak negatif makanan tidak sehat, karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2. menekankan pentingnya edukasi gizi dan keamanan pangan sejak dini untuk mencegah munculnya penyakit tidak menular1. Namun demikian, pendekatan edukasi kepada siswa SMP perlu dikemas secara menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik usia mereka. Media permainan edukatif seperti kincir angka menjadi alternatif yang menarik untuk menyampaikan materi kesehatan, karena mampu meningkatkan partisipasi, motivasi belajar, dan pemahaman siswa4. Media ini juga mendukung pembelajaran berbasis visual dan Dengan memutar kincir angka, siswa akan memperoleh pertanyaan atau materi secara acak, sehingga kegiatan edukasi terasa menyenangkan. Metode edukasi kesehatan melalui media kincir angka memiliki beberapa kelebihan dibandingkan metode konvensional seperti ceramah. Media ini bersifat interaktif, visual, dan berbasis permainan, sehingga mampu menarik perhatian siswa dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Dengan sistem putaran angka yang menentukan pertanyaan atau materi, siswa merasa tertantang dan termotivasi untuk aktif Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 4 No. 1 November 2025 E-ISSN 2964-0857 Selain itu, media kincir angka mampu mengintegrasikan unsur kognitif, afektif. Aspek pengetahuan, aspek afektif melalui pembentukan sikap positif, dan aspek psikomotor melalui praktik perilaku sehat sehari-hari. Penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa media permainan edukatif meningkatkan retensi pengetahuan, membentuk sikap positif, dan lebih efektif dibanding metode pasif dalam mengubah perilaku kesehatan siswa4,5. Dengan demikian, pemilihan media kincir angka dalam penelitian ini relevan untuk mengatasi rendahnya kesadaran siswa terhadap konsumsi jajanan sehat, sekaligus mendukung strategi pembelajaran yang menyenangkan dan berorientasi pada hasil. Upaya edukasi kesehatan di sekolah memerlukan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Media ini dapat meningkatkan perhatian, partisipasi, serta pemahaman siswa terhadap informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi jajanan sehat menggunakan media kincir angka terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMPN 1 Deli Tua. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretestposttest. Desain ini digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai jajanan sehat menggunakan media kincir angka. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari tiga aspek Pengetahuan Ae diukur dengan skala dikotomi . enarAesala. , skor minimum 0 dan skor maksimum 10. Semakin tinggi skor menunjukkan semakin baik tingkat pemahaman siswa mengenai jajanan sehat. Sikap Ae diukur dengan skala Likert 1Ae5 pada 10 pernyataan positif dan negatif. Skor total berkisar 10Ae50, semakin tinggi skor menunjukkan sikap lebih positif terhadap pemilihan jajanan sehat. Perilaku Ae diukur dengan skala Likert 1Ae5 pada 10 pernyataan terkait kebiasaan memilih makanan. Skor total berkisar 10Ae50, semakin tinggi skor mencerminkan perilaku yang lebih sehat dalam memilih. Pengukuran dilakukan dua kali, yaitu sebelum intervensi . dan sesudah intervensi . Hasil ukur dibandingkan untuk mengetahui i mean . elisih rata-rat. , % peningkatan, dan signifikansi statistik. Kriteria peningkatan mencakup: Peningkatan Peningkatan skor sikap menunjukkan terbentuknya sikap lebih positif. Peningkatan skor perilaku menunjukkan adanya perubahan kebiasaan siswa ke arah konsumsi jajanan sehat. Analisis data dilakukan secara univariat . istribusi skor pretestAeposttes. dan bivariat Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 4 No. 1 November 2025 E-ISSN 2964-0857 menggunakan uji Wilcoxon signed rank test untuk mengetahui signifikansi perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Deli Tua. Kabupaten Deli Serdang pada tahun ajaran 2025/2026, yang berjumlah 120 siswa. Dari jumlah tersebut, peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria inklusi yaitu: Siswa bersedia mengikuti kegiatan edukasi dari awal sampai selesai. Siswa hadir pada saat pengambilan data pretest maupun posttest. Siswa dapat memahami dan mengisi kuesioner dengan baik. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria adalah 30 siswa. HASIL PENELITIAN Analisis univariat dilakukan untuk melihat distribusi skor pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa sebelum . dan sesudah . diberikan edukasi jajanan sehat menggunakan media kincir angka. Tabel 1. Distribusi Analisis Univariat Pretest-Posttest Edukasi Jajanan Sehat Pretest Posttest Variabel Mean % Peningkatan Mean Mean Pengetahuan 67,3% Sikap 30,2% Perilaku 28,9% Hasil analisis menunjukkan peningkatan Rata-rata skor pengetahuan siswa sebelum edukasi adalah 5,2 A 1,1, yang menunjukkan tingkat pemahaman masih rendah. Setelah intervensi, rata-rata skor meningkat menjadi 8,7 A 0,9, dengan selisih 3,5 poin atau terjadi peningkatan sebesar 67,3%. Hal ini menggambarkan bahwa edukasi dengan media kincir angka efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Rata-rata skor sikap pada pretest adalah 27,5 A 2,8, sedangkan pada posttest meningkat menjadi 35,8 A 2,1. Selisih rata-rata sebesar 8,3 poin atau meningkat 30,2%, menunjukkan terbentuknya sikap positif siswa dalam memilih jajanan sehat setelah mengikuti edukasi. Skor perilaku siswa sebelum intervensi sebesar 26,3 A 3,2, kemudian meningkat menjadi 33,9 A 2,6 pada posttest. Selisih rata-rata sebesar 7,6 poin atau meningkat 28,9%, yang mengindikasikan adanya perbaikan nyata pada kebiasaan siswa dalam memilih jajanan sehat. Tabel 2. Hubungan Pengetahuan. Sikap dan Perilaku Siswa SMP 1 Deli Tua Variabel Pengetahuan Sikap Perilaku Mean Pretest Mean Posttest A i Mean A SD 5,2 A 1,1 8,7 A 0,9 27,5 A 2,8 35,8 A 2,1 26,3 A 3,2 33,9 A 2,6 %i Mean Z hitung p-value 67,3% 30,2% 28,9% -4,632 -3,970 -3,522 0,001 0,001 0,001 Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 4 No. 1 November 2025 E-ISSN 2964-0857 Berdasarkan hasil Pada variabel pengetahuan, terdapat peningkatan rerata dari 5,2 A 1,1 sebelum intervensi menjadi 8,7 A 0,9 setelah intervensi, dengan selisih rata-rata . sebesar 3,5 atau peningkatan sebesar 67,3%. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,632 dan nilai p-value = 0,001. Karena nilai p < 0,05, maka disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan siswa setelah intervensi signifikan secara Pada variabel sikap, rerata nilai pretest adalah 27,5 A 2,8 dan meningkat menjadi 35,8 A 2,1 pada posttest. Selisih rata-rata sebesar 8,3 atau meningkat sebesar 30,2%. Uji Wilcoxon menghasilkan Z = -3,970 dengan p-value = 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan sikap yang bermakna secara statistik setelah intervensi. Sementara itu, pada variabel perilaku, rata-rata pretest sebesar 26,3 A 3,2 meningkat menjadi 33,9 A 2,6 pada Selisih rata-rata sebesar 7,6 atau meningkat sebesar 28,9%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,522 dan p-value = 0,001, yang berarti terdapat perubahan perilaku yang signifikan secara statistik setelah intervensi. Gambar 1. Diagram Batang PEMBAHASAN Pengetahuan Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi menggunakan media kincir angka, dengan nilai p-value = 0,000. Hal ini mengindikasikan bahwa media edukatif interaktif dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Penelitian sejalan dilakukan Astuti . menyatakan bahwa media kincir angka efektif meningkatkan hasil belajar siswa karena menggabungkan elemen visual dan permainan yang menarik 4. Media permainan edukatif dapat meningkatkan pengetahuan gizi anak sekolah dasar secara signifikan6. Penggunaan media interaktif dalam edukasi kesehatan memberikan hasil yang lebih baik Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 4 No. 1 November 2025 E-ISSN 2964-0857 dibandingkan metode ceramah7. Media permainan tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang makanan sehat karena keterbatasan waktu intervensi dan tingkat keaktifan siswa yang rendah8. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sikap siswa terhadap jajanan sehat setelah edukasi, dengan nilai p-value = 0,001. Ini menunjukkan bahwa siswa mulai memiliki pandangan positif dan kesadaran untuk memilih jajanan yang lebih sehat. Edukasi gizi dengan pendekatan partisipatif dapat membentuk sikap siswa dalam memilih makanan yang bergizi5. Metode interaktif seperti permainan edukatif berperan penting dalam mengubah sikap siswa terhadap pola makan sehat9. Media visual yang menyenangkan dapat membentuk persepsi dan sikap siswa secara positif terhadap topik yang diajarkan10. Meskipun terjadi peningkatan pengetahuan, perubahan sikap siswa tidak signifikan karena siswa lebih dipengaruhi oleh lingkungan dan teman sebaya dalam memilih jajanan11. Perilaku Analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi, dengan nilai p-value = 0,000. Ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berpengaruh terhadap perubahan kebiasaan siswa dalam memilih jajanan yang lebih sehat. Pemberian edukasi gizi berbasis permainan dapat mengubah perilaku siswa dalam membawa bekal sehat dari rumah12. Kegiatan edukatif yang interaktif lebih efektif dalam mengubah kebiasaan makan anak13. Pendekatan berbasis media permainan dapat meningkatkan kepatuhan siswa terhadap perilaku makan sehat14. Perubahan perilaku siswa tidak signifikan meskipun sudah diberikan edukasi, karena kontrol dari orang tua dan lingkungan sekolah yang kurang mendukung15. Perubahan perilaku siswa dalam penelitian ini disebabkan karena adanya kombinasi dari peningkatan pengetahuan dan sikap yang mendukung, serta penyampaian materi yang menyenangkan, sehingga siswa terdorong untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. SIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini membuktikan bahwa edukasi jajanan sehat menggunakan media kincir angka efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMPN 1 Deli Tua Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada ketiga variabel tersebut . < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media edukatif interaktif ini mampu mendorong siswa untuk lebih memahami, menyikapi secara positif, serta menerapkan kebiasaan memilih jajanan yang sehat. Kesimpulan penelitian ini adalah Edukasi jajanan sehat menggunakan media kincir angka terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMPN 1 Deli Tua. Media interaktif ini mampu mendorong siswa lebih memahami dan memilih jajanan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 4 No. 1 November 2025 E-ISSN 2964-0857 Disarankan Sekolah dan guru sebaiknya mengintegrasikan media permainan edukatif untuk program kesehatan siswa. DAFTAR PUSTAKA