ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENGARUH APLIKASI ABSENSI KEJAKSAAN MOBILE TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI KEJAKSAAN NEGERI TABALONG Rabiatul Adawiyah*. Norhalidah rabiatul14017@gmail. norhalidah2nor@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 71571 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Penerapan absensi secara online merupakan inovasi yang diterapkan oleh setiap instansi untuk memudahkan pegawai dalam hal absensi datang kerja maupun pulang kerja. Penerapan absensi secara online ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin kerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong, serta besar pengaruh Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu metode survey. Populasi berjumlah 49 orang, dan sampel berjumlah 47 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling, yaitu convienience sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu angket . , dokumentasi, dan observasi . Teknik analisis data meliputi, statistik deskriptif, statistik inferensial, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji t, koefisien determinasi, dan analisis regresi sederhana menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada Pengaruh Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong, dan besar pengaruh variabel Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong adalah sebesar 31,1 % adapun 68,9 % sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Kata Kunci : Absensi. Kejaksaan Mobile. Disiplin Kerja Pegawai. Kejaksaan Negeri Tabalong. THE INFLUENCE OF THE MOBILE PROSECUTION ATTENDANCE APPLICATION ON EMPLOYEE WORK DISCIPLINE AT THE TABALONG DISTRICT ATTORNEY'S OFFICE ABSTRACT The implementation of online attendance is an innovation adopted by every institution to facilitate employees in recording their arrival and departure from work. This online attendance is expected to enhance employee work discipline. This study aims to identify and analyze the influence of the Mobile Prosecution Attendance Application on employee work discipline at the Tabalong District Attorney's Office, as well as to determine the magnitude of this influence. This research used a quantitative approach with a survey method. The population consisted of 49 individuals, and the sample comprised 47 individuals, selected using a nonprobability sampling technique, namely convenience sampling. The data sources used were primary and secondary data. Data collection techniques included questionnaires, documentation, and observation. Data analysis techniques involved descriptive statistics, inferential statistics, validity testing, reliability testing, normality testing, t-test, coefficient of determination, and simple regression analysis using SPSS version 25. The results of this study indicate that there is an influence of the Mobile Prosecution Attendance Application on employee work discipline at the Tabalong District Attorney's Office. The magnitude of the influence of the Mobile Prosecution Attendance Application variable on employee work discipline at the Tabalong District JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Attorney's Office is 31. 1%, while the remaining 68. 9% is influenced by other variables not examined in this Keywords: Attendance. Mobile Prosecution. Employee Work Discipline. Tabalong District Attorney's Office PENDAHULUAN Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan keadilan. Salah satu aspek penting dalam menjalankan tugas tersebut adalah disiplin kerja para pegawai. Disiplin kerja yang tinggi akan berdampak positif pada kinerja pegawai secara Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, banyak instansi pemerintah, termasuk kejaksaan, mulai menerapkan sistem berbasis aplikasi mobile untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pencatatan kehadiran. Berdasarkan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai Di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia, dalam hal ini dijelaskan pada Bab i tentang Pencatatan Kehadiran (Pasal . , dijelaskan bahwa setiap pegawai wajib mengisi daftar kedatangan dan daftar pulang yang dilakukan melalui mesin Awalnya, dalam lingkungan kerja Kejaksaan untuk absensi pegawai menggunakan Namun, terdapat perubahan mengenai alat untuk absensi pegawai yaitu saat ini menggunakan absensi secara online dengan menggunakan smartphone. Absensi online tersebut menggunakan aplikasi khusus untuk pegawai di lingkungan Kejaksaan, yaitu AuKejaksaan MobileAy. Dalam peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai Di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia pada Bab V tentang Besaran Pembayaran Dan Pengurangan Tunjangan Kinerja (Pasal . , juga dijelaskan mengenai sanksi apabila pegawai tidak masuk kerja dengan beberapa kriteria sanksi seperti. Setiap Pegawai yang terlambat datang masuk kantor dikenakan pengurangan pembayaran Tunjangan Kinerja sebesar 1% . atu perse. dari jumlah Tunjangan Kinerja. Setiap Pegawai yang pulang sebelum waktunya, dikenakan pengurangan pembayaran JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Tunjangan Kinerja sebesar 1 % . atu perse. dari jumlah Tunjangan Kinerja. Setiap pegawai yang tidak mengisi daftar kedatangan dikenakan pengurangan pembayaran Tunjangan Kinerja sebesar 2 % . ua perse. dari jumlah Tunjangan Kinerja. dan Setiap pegawai yang tidak mengisi daftar pulang, dikenakan pengurangan pembayaran Tunjangan Kinerja sebesar 2 % . ua perse. dari jumlah Tunjangan Kinerja (Indonesia J. , 2. Penerapan merupakan inovasi yang diterapkan oleh setiap instansi untuk memudahkan pegawai dalam hal absensi datang kerja maupun pulang kerja. Penerapan absensi secara online ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin kerja pegawai. Namun, masih terdapat pegawai yang datang terlambat masuk kerja walaupun sudah diterapkan absensi secara online (Leony. Jumaidi, & Noorrahman, 2. Berdasarkan hasil observasi sementara, penggunaan aplikasi Kejaksaan Mobile di Kejaksaan Negeri Tabalong telah berjalan sejak tahun 2022 dan berlaku hingga saat ini. Setiap pegawai wajib melakukan absen sesuai dengan batas waktu dan lokasi yang telah ditentukan, yaitu pada saat masuk kantor pukul 07:30 WITA dan pada saat pulang kantor 16:00 WITA. Dalam penerapan absensi online melalui Kejaksaan Mobile di Kejaksaan Negeri Tabalong, masih terdapat beberapa kendala, seperti terjadi eror saat menggunakan aplikasi Kejaksaan Mobile, sehingga seluruh pegawai tidak bisa melakukan absen masuk kerja dan pulang kerja. Terdapat kendala lain seperti perangkat yang digunakan pegawai tidak bisa mengakses serta mengunduh aplikasi Kejaksaan Mobile, dari pegawai negeri sipil di Kejaksaan Negeri Tabalong ada beberapa pegawai yang mengalami kendala perangkat yang digunakan tidak bisa mengakses aplikasi Kejaksaan Mobile. Selain kedua kendala yang dijelaskan di atas, ada kendala lain seperti jaringan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB internet pegawai yang kurang baik dalam hal mengakses aplikasi Kejaksaan Mobile. Sehingga dampak yang ditimbulkan dari kendala itu, menurunnya tingkat disiplin kerja pegawai. Pegawai menjadi malas absen dan bahkan lupa untuk absen masuk kerja maupun absen pulang Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh (Leony. Jumaidi, & Noorrahman, 2. pada hasil penelitiannya yang berjudul AuPengaruh Penerapan Absensi Daring (Onlin. Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Sekretariat Daerah Kabupaten BalanganAy menjelaskan bahwa terdapat pengaruh variabel X . enerapan absensi daring . sebesar 22,3% terhadap variabel Y . isiplin kerj. , selebihnya 77,7% dipengaruhi oleh variabel lain. Permasalahan yang terjadi di Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan adalah ketidakstabilan sistem absensi dan sistem absensi masih dapat dimanipulasi, serta banyaknya kasus pelangaran disiplin kerja yang terjadi. Akan tetapi, berpijak pada penelitian yang dilakukan oleh (Aderizal & Syamsir, 2. dengan judul AuPengaruh Penerapan Sistem Absensi Online (Abo. Berbasis Aplikasi Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten DharmasrayaAy menunjukkan bahwa . tidak berdampak signifikan antara perangkat keras terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. berdampak signifikan antara database terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. tidak berdampak signifikan antara prosedur terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. berdampak signifikan antara personalia pengoperasian terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. tidak berdampak signifikan antara penerapan abon terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. Berpijak pada permasalahan di atas, maka penulis akan meneliti tentang AuPengaruh Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Terhadap Disiplin Kerja Pegawai di Kejaksaan Negeri TabalongAy. Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka penelitian akan dibatasi pada, pertama, penggunaan variabel aplikasi absensi dan variabel JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 disiplin kerja. Serta untuk lokasi penelitian yaitu di Kejaksaan Negeri Tabalong. Dari penjelasan yang dijabarkan dalam latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu adakah pengaruh aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong dan seberapa besar pengaruh aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong dan mengukur besar pengaruh aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi salah satu acuan dan informasi tambahan serta perbandingan bagi peneliti lain, khususnya yang melakukan penelitian terhadap masalah serupa. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu (Syam. Dina, & Monalisa, 2. AuPengaruh Absensi Online Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Camat Tamalate Kota MakassarAy. Topik penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari absensi online terhadap disiplin kerja pegawai di Kantor Camat Tamalate Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Sampel dalam penelitian ini yaitu semua Tenaga Aparatur Sipil Negara yang ada dikantor Camat Tamalate yang sekaligus menjadi responden sejumlah 80 responden. Hasil dari penelitian ini di uji validitas dan Teknik analisis datanya menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan uji hipotesis. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa ada pengaruh dari variabel Absensi Online (X) secara positif dan signitifikan terhadap variabel Disiplin Kerja ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB (Y), artinya dengan penerapan absensi online yang baik maka disiplin kerja pegawainya juga akan baik. (Inayah. Hasanah, & Dessyarti, 2. AuPengaruh Aplikasi Absensi Mobile GPS dan Motivasi Kerja Terhadap Disiplin Kerja KaryawanAy. Topik penelitian ini yaitu untuk memastikan apakah employee work discipline dipengaruhi oleh kehadiran dan motivasi mobile GPS. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dengan metode Seluruh populasi dijadikan sebagai sampel untuk research ini yang dilaksanakan di Kantor PT PLN UP3 Madiun. Hasil penelitian ini di uji validitas, uji reliabilitas, normality test, multicollinearity test, uji heterokedastisitas dan uji autokorelasi. Teknik analisis datanya menggunakan multiple linear regression analysis dengan uji t dan coefficient of determination (R. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu terhadap pengaruh positif dan significant absensi mobile GPS terhadap work discipline karyawan PT PLN UP3 Madiun dan terdapat pengaruh yang positif dan significant work motivation terhadap work discipline karyawan PT PLN UP3 Madiun. Itu menunjukkan bahwa semakin tinggi work motivation maka work discipline karyawan PT PLN UP3 Madiun akan mengalami peningkatan. (Leony. Jumaidi, & Noorrahman, 2. AuPengaruh Penerapan Absensi Daring (Onlin. Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Sekretariat Daerah Kabupaten BalanganAy. Topik penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dan seberapa besar pengaruh penerapan absensi daring . terhadap disiplin kerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, dan dokumen, dengan sampel sebanyak 56 orang. Analisis data melalui Uji Validitas. Uji Reliabilitas. Uji Normalitas. Uji Reliabilitas. Uji Korelasi Product Moment. Analisis Regresi Linear Sederhana. Uji t JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Secara Parsial, dan Uji Koefisien Determinasi. Hasil penelitian berada pada kategori cukup kuat, nilai korelasinya adalah -0,472 sehingga nilai koefisien determinan (R. = 22,3%. Kesimpulannya adalah ada pengaruh variabel X sebesar 22,3% terhadap variabel Y, selebihnya 77,7% dipengaruhi oleh variabel (Purnakaryanto & Baehaki, 2. AuPengaruh E-Mobile Presensi Jatim Terhadap Kedisiplinan Dan Kinerja ASN Di Lingkungan SMK Negeri 1 Suruh Kabupaten TrenggalekAy. Topik penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hubungan antara presensi EMobile dengan tingkat kedisiplinan dalam melaksanakan tugas dan kinerja ASN dalam Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Hasil pengujian hipotesis antara Kehadiran E-Mobile Jawa Timur dan Disiplin ASN diperoleh hasil ttable -0. 686 < ttable 040 dengan tingkat signifikansi 0. dinyatakan bahwa Kehadiran E-Mobile Jawa Timur tidak berpengaruh pada Disiplin ASN. Sedangkan hasil pengujian hipotesis antara Kehadiran E-Mobile Jawa Timur dan Kinerja ASN diperoleh hasil ttable 1. 726 < ttable 040 dengan tingkat signifikansi 0. sehingga dinyatakan bahwa Kehadiran EMobile Jawa Timur tidak berpengaruh pada kinerja ASN. Hasil pengujian hipotesis antara Disiplin ASN dan Kinerja ASN menunjukkan bahwa t table variabel Disiplin ASN terhadap Kinerja ASN adalah -0. 006 < ttable 2,040 dengan tingkat signifikansi 0. 995, sehingga dinyatakan bahwa Disiplin ASN tidak berpengaruh pada kinerja ASN. (Aderizal & Syamsir, 2. AuPengaruh Penerapan Sistem Absensi Online (Abo. Berbasis Aplikasi Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten DharmasrayaAy. Topik penelitian ini yaitu untuk melihat apakah penerapan sistem absensi online . berbasis aplikasi berdampak pada disiplin kerja pegawai di Organisasi Perangkat Daerah ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB (OPD) Kabupaten Dharmasraya. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan Penelitian ini melibatkan semua pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Dharmasraya. Metode Multistage Random Sampling mengumpulkan sampel penelitian, yang terdiri dari 61 pegawai. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Uji regresi linear berganda dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . tidak berdampak signifikan antara perangkat keras terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. berdampak signifikan antara database terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. tidak berdampak signifikan antara prosedur terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. berdampak signifikan antara personalia pengoperasian terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. tidak berdampak signifikan antara penerapan abon terhadap OPD Kabupaten Dharmasraya. Deskripsi Teori Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Menurut (Moh. Fauzi, 2. dalam (Novria. Kurniawan, & Suryanto, 2. Aplikasi adalah bagian perangkat lunak komputer yang dibuat dengan program komputer untuk digunakan melakukan suatu tugas yang diinginkan oleh Berdasarkan kamus Bahasa Indonesia dalam (Sukatmi & Pitri, 2. Absensi adalah tidak bekerjanya seorang pegawai pada saat hari kerja, karena sakit, izin, alpa atau cuti. Dalam hal ini. Kejaksaan Agung RI menerapkan absensi online melalui aplikasi AuKejaksaan MobileAy. Aplikasi ini bisa diakses oleh seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di ruang lingkup Kejaksaan, baik di wilayah Provinsi (Kejaksaan Tingg. dan di wilayah Kabupaten (Kejaksaan Neger. di seluruh wilayah di Indonesia. Aplikasi ini memberikan alat yang JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 komprehensif bagi pimpinan kejaksaan untuk mengukur kinerja bawahannya. Mulai dari menetapkan target kerja hingga memberikan penghargaan atau hukuman, semuanya dapat dilakukan melalui platform digital ini. Sistem absensi online yang tertanam dalam aplikasi ini juga berperan penting dalam menjaga disiplin kerja Dengan data absensi yang akurat, pimpinan dapat memberikan sanksi yang sesuai, seperti pemotongan tunjangan atau bahkan pemberhentian, bagi pegawai yang melanggar aturan kehadiran (Ramadhani. Mardoni, & Saputra. Fitur Ae fitur pada aplikasi absensi Kejaksaan Mobile meliputi, absen, sipede, keuangan, ekinerja, perkara, pegawai, dosir, kesehatan, peraturan, dan lain sebagainya. Kelebihan dari aplikasi absensi Kejaksaan Mobile seperti berikut ini, dapat diunduh secara gratis melalui ponsel masing-masing pegawai, sistem ini memanfaatkan GPS (Global Positioning Syste. tracking dan fitur clock pada ponsel pintar pegawai, memastikan akurasi tinggi dalam pencatatan data lokasi dan waktu masuk kerja dan pulang kerja, aplikasi Kejaksaan Mobile bersifat otomatis, sehingga sulit bagi pegawai untuk mengubah data absensi, serta absensi melalui aplikasi Kejaksaan Mobile dapat dilakukan secara gratis, atau biaya yang dikeluarkan relatif lebih rendah dibandingkan dengan sistem manual atau Meskipun memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan dalam sistem ini yaitu proses pencatatan kehadiran memerlukan absensi selfie untuk identifikasi identitas, lokasi, dan waktu kehadiran, sehingga kamera pegawai harus berfungsi dengan baik serta pegawai mungkin mengalami kesulitan dalam melakukan pencatatan kehadiran jika berada di lokasi dengan keterbatasan sinyal internet. Untuk melakukan absen masuk kerja, pegawai harus berada di lokasi kantor Kejaksaan (Ramadhani. Mardoni, & Saputra, 2. Indikator Aplikasi Absensi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Menurut (Shah, 2. dalam (Inayah. Hasanah, & Dessyarti, 2. , ada beberapa penanda untuk absensi berbasis aplikasi online : Correctness (Kebenara. , kebenaran adalah kondisi yang harus dipenuhi perangkat lunak untuk mencapai tujuan / misi klien. Perangkat menampilkan hasil yang tepat untuk setiap skenario input pengguna, melalui langkahlangkah yang benar . idak lebih dan tidak kurang diperluka. , dan secara sistematis terbukti benar. Efficiency (Efisiens. Efisiensi berkaitan dengan jumlah sumber daya perangkat lunak dan baris kode yang diperlukan untuk semua . Integrity (Integrita. Integritas berkaitan dengan perlindungan sistem perangkat lunak terhadap data yang berasal dari individu Persyaratan apa pun untuk hak akses perangkat lunak untuk setiap pengguna harus dipertimbangkan dengan cermat oleh . Reliability (Keandala. , kemampuan program harus menunjukkan fitur yang memenuhi harapan pengguna. Ketika malfungsi perangkat lunak sedikit dan berdampak kecil pada tujuan pengguna, pengguna dapat mentolerirnya dan terus percaya bahwa sistem yang cacat dapat diandalkan. Usability (Kegunaa. , kegunaan perangkat Disiplin akademik termasuk psikologi, ergonomi, dan faktor manusia adalah bagian dari kegunaan. Disiplin Kerja sikap yang dipenuhi dengan kesadaran untuk patuh dan taat dalam menjalankan aturan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan dan aturan itu harus benar-benar dilaksanakan sebab jika aturan tersebut tidak dilaksanakan akan mendapatkan Sedangkan, menurut (Hasibuan, 2014:. dalam (Ichsan. Surianta, & Nasution, 2. , mendefinisikan disiplin kerja adalah: AuKesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma - norma sosial yang berlakuAy. Indikator Disiplin Kerja Menurut (Sutrisno, 2. dalam (Dewi & Trihudiyatmanto, 2. , menyatakan bahwa indikator untuk mengukur disiplin kerja ada 4 Taat terhadap aturan waktu, selalu menaati aturan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan instansi seperti aturan waktu jam datang, jam istirahat dan jam pulang. Taat terhadap peraturan instansi, selalu mematuhi peraturan instansi seperti aturan tentang cara berpakaian dan bertingkah laku dalam bekerja. Taat terhadap aturan perilaku dalam pekerjaan, selalu melakukan tugas sesuai dengan jabatan, tugas, tanggung jawab dan cara berhubungan dengan rekan kerja. Taat terhadap peraturan lainnya di instansi, selalu menjaga tingkah laku sesuai dengan apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan oleh instansi. Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Menurut (Sutrisno, 2. dalam (Hartini, et , 2. , disiplin kerja merupakan sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi, dapat berupa peraturan tertulis maupun yang tidak tertulis. Menurut (Cahyono,2. dalam (Dewi & Trihudiyatmanto, 2. , disiplin kerja adalah suatu JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel, sosiologis, maupun psikologis. Sedangkan, menurut (Singarimbun, 1989:. dalam (Pasolong, 2. , mengatakan bahwa penelitian survey adalah Aupenelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokokAy. Sumber : Diolah Peneliti 2025 Hipotesis Ha : Aplikasi absensi Kejaksaan Mobile (X) berpengaruh signifikan terhadap Disiplin Kerja (Y) Pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. H0 : Aplikasi absensi Kejaksaan Mobile (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap Disiplin Kerja (Y) Pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. METODE PENELITIAN Pendekatan Dalam menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut (Sugiyono, 2009:. dalam (Abdullah, et al. , 2. metode penelitian kuantitatif, dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi/sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode survey. Menurut (Pasolong, 2. , penelitian survey yaitu penelitian yang dilakukan dengan atau terhadap populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Tabalong yang beralamat di JL. Yani KM. 10 Maburai. Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong. Provinsi Kalimantan Selatan Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Jadi, populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek / subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik / sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, populasi yang diambil untuk mengetahui pengaruh aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong, maka data diambil dari jumlah seluruh pegawai yang menggunakan aplikasi absensi Kejaksaan Mobile di Kejaksaan Negeri Tabalong sebanyak 49 orang. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 47 orang dengan teknik pengampilan sampel menggunakan non probability sampling yaitu ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB convenience sampling. Convenience sampling adalah suatu teknik dalam menentukan sampel dipilih karena mau dan bersedia diteliti, kenyamanan . Peneliti tidak dapat mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa individu tersebut mewakili populasi. Akan tetapi sampelnya dapat memberikan informasi yang berguna untuk menjawab pertanyaan dan hipotesis dalam penelitian (Zulfikar, et al. , 2. Definisi Operasional Variabel Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Sesuai dengan judul penelitian yang dipilih oleh penulis yaitu Pengaruh Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong, maka penulis mengelompokkan variabel yang digunakan dalam penelitian ini menjadi variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Adapun penjelasannya sebagai Variabel Bebas (Independent Variabl. (Sugiyono, independen, variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen . Dalam penelitian ini, variabel bebas yang diteliti adalah aplikasi Variabel Terikat (Dependent Variabl. (Sugiyono, dependen sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Dalam penelitian ini, variabel terikat yang diteliti adalah disiplin kerja. Sumber Data Menurut (Sugiyono, 2. , bila dilihat dari sumber data, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini memperoleh data primer dari responden melalui pengisian angket . Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Dalam penelitian ini, peneliti memperoleh data sekunder melalui observasi . dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa tabel kehadiran pegawai Kejaksaan Negeri Tabalong berdasarkan absen Kejaksaan mobile . eriode bulan januari s/d Jun. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan proses pengadaan data primer untuk kebutuhan suatu Pengumpulan data yaitu merupakan suatu langkah yang sangat penting dalam metode ilmiah karena pada umumnya data yang terkumpul digunakan dalam rangka analisis penelitian (Pasolong, 2. Angket (Kuesione. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien apabila bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini maka dibuat pertanyaan Ae pertanyaan yang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB berhubungan dengan aplikasi absensi Kejaksaan Mobile dan disiplin kerja di Kejaksaan Negeri Tabalong. Skala pegawai yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Skala Likert yaitu suatu pengukuran yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur, dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun itemitem instrumen yang dapat berupa pernyataan dan pertanyaan (Sugiyono. Jawaban setiap item instrumen Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang dapat berupa kata-kata antara lain. Tabel 1 Pengukuran Skala Likert No. Item Skor Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Netral (N) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) peneliti ingin menggunakan data sekunder dalam penelitiannya. Observasi adalah merupakan suatu pengamatan secara langsung dengan sistematis terhadap gejala-gejala yang hendak diteliti (Pasolong, 2. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan pengaruh aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. Teknik Analisis Data Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga permasalahan, yang terutama adalah masalah yang tentang sebuah penelitian (Abdullah, et al. , 2. Penulis menggunakan teknik analisis data kuantitatif untuk menguji hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) dengan menggunakan aplikasi komputer Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 25 untuk menganalisis data statistik. Statistik Deskriptif (Sugiyono, deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau Sumber : (Sugiyono,2. Dokumentasi Menurut (Djaali,2. dalam (Soesana, et al. , 2. , teknik dokumentasi atau studi dokumenter ini mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip-arsip atau dokumen, surat-surat, buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum, dan lain sebagainya yang terkait dengan masalah yang diteliti. Teknik dokumentasi ini digunakan jika JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Observasi (Pengamata. Statistik Inferensial Statistik inferensial . ering juga disebut statistik induktif atau statistik probabilita. , adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi (Sugiyono, 2. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Uji Validitas Menurut (Yuandari & Rahman, 2. uji validitas adalah langkah untuk mengetahui instrument yang kita pakai . apakah benar-benar valid dalam mengukur variabel yang akan Dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas adalah : 0,40-0,69 0,70-0,89 0,90-1,00 Sedang Tinggi / reliabel Sangat tinggi / sangat Sumber : Martono . Pada penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Menurut (Biu. Nwakuya & Wonu, 2. dalam (Ahadi & Zain, 2. KolmogorovSmirnov lebih tepat untuk sampel besar atau lebih dari 40. Menurut (Sahir, 2. , uji normalitas adalah untuk menguji apakah variabel independen dan variabel dependen berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik seharusnya memiliki analisis grafik dan uji statistik, dengan ketentuanAy, sebagai berikut: Jika nilai r hitung > r tabel, maka item pernyataan didalam kuesioner dinyatakan valid. Jika nilai r hitung < r tabel maka item pernyataan didalam kuesioner dinyatakan tidak valid. Uji Reliabilitas Menurut (Yuandari & Rahman, 2. , uji reliabilitas adalah suatu indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur tersebut dapat dipercaya atau dapat Kuesioner dapat dikatakan reliabel jika jawaban atas pernyataan tersebut konsisten. Dasar dalam penentuan apakah data yang digunakan dalam penelitian ini reliabel, yaitu : Jika nilai konstanta Cronbach Alpha > nilai 0,60 maka instrument yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. Jika nilai konstanta Cronbach Alpha < nilai 0,60 maka instrument yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan tidak Menurut (Martono, 2. , berikut ini adalah tabel yang menjelaskan makna nilai Alpha Cronbach : Tabel 2 Makna Nilai Alpha Cronbach Nilai 0,00-0,19 0,20-0,39 Makna Sangat rendah / sangat tidak reliabel Rendah / tidak reliabel JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Uji Normalitas Apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka, hipotesis diterima karena data tersebut terdistribusi secara normal. Apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05 maka, hipotesis terdistribusi secara normal. Uji t Menurut (Sahir, 2. , uji parsial atau uji t merupakan pengujian kepada koefisien regresi secara parsial, untuk mengetahui signifikansi secara parsial atau masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah: H0 : t hitung O t tabel maka tidak terdapat pengaruh antara variabel Ha : t hitung > t tabel maka terdapat pengaruh antara variabel ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Menurut (Ghozali, 2. pengambilan keputusan untuk uji t dilakukan dengan melihat nilai signifikansi pada tabel coefficients. Biasanya dasar pengujian hasil regresi dilakukan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 % atau dengan taraf signifikannya 5 % ( = 0,. Adapun kriteria dari uji t sebagai berikut : Jika nilai signifikansi uji t > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak ada pengaruh antara variabel independent terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi uji t < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh antara variabel independent terhadap variabel dependen. Koefisien Determinasi (R. Menurut (Sahir, 2. , koefisien determinasi yang sering disimbolkan dengan R2 pada prinsipnya melihat besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel Bila angka koefisien determinasi dalam model regresi terus menjadi kecil atau semakin dekat dengan nol berarti semakin kecil pengaruh semua variabel bebas terhadap variabel terikat atau nilai R2 semakin mendekati 100% berarti semakin besar pengaruh semua variabel bebas terhadap variabel terikat. Menurut (Martono, ditunjukkan melalui nilai korelasi. Pengujian menggunakan korelasi Pearson dapat dilanjutkan dengan analisis regresi Berikut adalah tabel nilai korelasi beserta makna nilai tersebut : Tabel 3 Makna Nilai Korelasi Pearson Nilai Makna Sangat rendah / sangat Rendah / lemah Sedang JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Tinggi / kuat Sangat tinggi / sangat Sumber : Martono . Analisis Regresi Sederhana Menurut (Sahir, 2. , regresi sederhana merupakan analisis yang terdiri hanya dua variabel saja yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Regresi Sederhana dapat dijabarkan sebagai Y = a bX Keterangan: Y = variabel dependen X = variabel independen a = konstanta . pabila nilai x sebesar 0, maka Y akan sebesar a atau konstant. b = koefesien regresi . ilai peningkatan atau penuruna. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pada penelitian ini data dan informasi yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan, kemudian akan dianalisis dengan menggunakan SPSS versi Karakteristik Responden Penelitian ini menguraikan mengenai pengaruh aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. Dalam penelitian ini, diambil sampel 47 orang pegawai yang menggunakan aplikasi Kejaksaan Mobile dalam hal absensi. Dalam penelitian ini, karakteristik responden dikelompokkan menurut jenis kelamin, usia, pendidikan, status pekerjaan, dan bidang. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Oleh karena itu, uraian mengenai karakteristik responden diuraikan sebagai berikut : Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4 Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan tabel 4 diatas, dapat kita ketahui jumlah responden laki-laki memiliki jumlah lebih banyak yaitu 30 orang atau sebanyak 63,8% dibandingkan dengan jumlah responden perempuan yang berjumlah 17 orang atau sebanyak 36,2%. Berdasarkan gambar 2 diatas, dapat diketahui bahwa pegawai yang berpendidikan SMA/Sederajat sebanyak 22 %, pendidikan D3 sebanyak 4 %, pendidikan S1 sebanyak 53 % dan pendidikan S2 sebanyak 21 %. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pekerjaan Gambar 3 Karakteristik Berdasarkan Status Pekerjaan Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 5 Karakteristik Berdasarkan Usia Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan tabel 5 diatas, dapat diketahui bahwa pegawai yang usia 20-30 tahun sebanyak 26 orang atau 55,3 %, usia 31-40 tahun sebanyak 10 orang atau 21,3 %, dan usia 41-60 tahun sebanyak 11 orang atau 23,4 %. Karakteristik Pendidikan Responden Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan gambar 3 diatas, dapat diketahui bahwa pegawai yang berstatus sebagai PNS sebanyak 70 %, sedangkan pegawai yang berstatus sebagai CPNS sebanyak 30 %. Karakteristik Responden Berdasarkan Bidang Gambar 4 Karakteristik Berdasarkan Bidang Berdasarkan Gambar 2 Karakteristik Berdasarkan Pendidikan Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berdasarkan gambar 4 diatas, dapat diketahui bahwa pegawai yang bekerja pada bidang pembinaan sebanyak 21 %, bidang tindak pidana khusus sebanyak 15 %, bidang intelijen sebanyak 13 %, bidang perdata dan tata usaha negara sebanyak 15 %, bidang tindak pidana umum sebanyak 26 %, bidang pemulihan aset dan pengelolaan barang bukti sebanyak 8 %, serta bidang lainnya sebanyak 2 %. UJI INSTRUMEN PENELITIAN Uji Validitas Menurut (Yuandari & Rahman, 2. uji validitas adalah langkah untuk mengetahui instrument yang kita pakai . apakah benar-benar valid dalam mengukur variabel yang akan diteliti. Dari 47 responden atau (N = 47-2 = . dengan taraf signifikan 5 % didapatkan nilai Rtabel sebesar 0,288, sehingga kuesioner dinyatakan valid apabila nilai Rhitung > Rtabel. Tabel 6 Uji Validitas Aplikasi Absensi (X) Pertanyaan Nilai Rhitung 0,637 0,608 0,630 0,671 0,573 0,658 0,474 0,574 0,741 0,639 0,564 0,757 0,771 0,688 0,659 0,489 0,748 0,731 0,518 0,667 0,650 Nilai Rtabel 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 0,288 JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,733 0,288 Valid 0,620 0,288 Valid 0,584 0,288 Valid 0,615 0,288 Valid Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Tabel 7 Uji Validitas Disiplin Kerja (Y) Pernyataan Nilai Nilai Keputusan Rhitung Rtabel 0,719 0,288 Valid 0,686 0,288 Valid 0,762 0,288 Valid 0,781 0,288 Valid 0,785 0,288 Valid 0,813 0,288 Valid 0,802 0,288 Valid 0,779 0,288 Valid 0,818 0,288 Valid 0,898 0,288 Valid 0,896 0,288 Valid 0,899 0,288 Valid 0,839 0,288 Valid 0,805 0,288 Valid 0,727 0,288 Valid 0,841 0,288 Valid 0,895 0,288 Valid 0,893 0,288 Valid 0,860 0,288 Valid 0,767 0,288 Valid Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan tabel 6 dan tabel 7 diatas, semua instrument pernyataan variabel aplikasi absensi dan disiplin kerja dinyatakan valid karena nilai Rhitung > Rtabel dan dapat digunakan dalam Uji Reliabilitas Menurut (Yuandari & Rahman, 2. , uji reliabilitas adalah suatu indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur tersebut dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Kuesioner dapat dikatakan reliabel jika jawaban atas pernyataan tersebut konsisten. Dasar dalam penentuan apakah ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB data yang digunakan dalam penelitian ini reliabel. Jika nilai konstanta Cronbach Alpha > nilai 0,60 maka instrument yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. Jika nilai konstanta Cronbach Alpha < nilai 0,60 maka instrument yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan tidak Tabel 8 Uji Reliabilitas Aplikasi Absensi (X) Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan tabel 8 hasil uji reliabilitas dari 25 item variabel aplikasi absensi diperoleh dengan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,935 > 0,60 yang berarti 25 item aplikasi absensi dinyatakan Reliabel. Serta untuk makna nilai Cronbach Alpha untuk variabel aplikasi absensi sebesar 0,935 dikategorikan sangat reliabel. Tabel 9 Uji Reliabilitas Disiplin Kerja (Y) Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan tabel 9, hasil uji reliabilitas dari 20 item variabel disiplin kerja diperoleh dengan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,973 > 0,60 yang berarti 20 item disiplin kerja dinyatakan Reliabel. Serta untuk makna nilai Cronbach Alpha untuk variabel disiplin kerja sebesar 0,973 dikategorikan sangat reliabel. Statistik Deskriptif Tabel 10 Descriptive Statistics Variabel Aplikasi Absensi (X) JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan tabel 10, statistik deskriptif diatas, menunjukkan bahwa pada variabel aplikasi absensi (X) mean terendah adalah 3. 4894 dengan item pernyataan X. 19 terkait dengan Reliability (Keandala. yaitu aplikasi absensi Kejaksaan Mobile jarang mengalami error yang mengganggu proses absensi. Sedangkan, mean tertinggi adalah 6170 dengan item pernyataan X. 7, dan X. Ketiga item pertanyaan tersebut terkait dengan Correctness (Kebenara. Efficiency (Efisiens. , meliputi aplikasi absensi Kejaksaan Mobile selalu mencatat waktu kehadiran pegawai dengan benar, proses absensi menjadi lebih cepat dibandingkan sistem absensi manual, dan data kehadiran pegawai otomatis tercantum pada aplikasi Kejaksaan Mobile. Tabel 11 Descriptive Statistics Variabel Disiplin Kerja (Y) ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05 maka, hipotesis ditolak karena data tidak terdistribusi secara Tabel 12 Uji Normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan tabel 11, statistik deskriptif diatas, menunjukkan bahwa pada variabel disiplin kerja (Y) mean terendah adalah 4. 1277 dengan item pertanyaan Y. 12 terkait dengan taat terhadap aturan perilaku dalam pekerjaan yaitu pegawai selalu mengerjakan tugas dengan tepat waktu. Sedangkan, mean tertinggi adalah 4. 4681 dengan item pertanyaan Y. 4 terkait dengan taat terhadap aturan waktu yaitu penggunaan aplikasi absensi Kejaksaan Mobile telah meningkatkan disiplin kerja pegawai dalam hal aturan waktu. Uji Normalitas Pada penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Menurut (Biu. Nwakuya & Wonu, 2. dalam (Ahadi & Zain, 2. Kolmogorov-Smirnov lebih tepat untuk sampel besar atau lebih dari 40. Menurut (Sahir, 2. , uji normalitas adalah untuk menguji apakah variabel independen dan variabel dependen berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik seharusnya memiliki analisis grafik dan uji statistik, dengan ketentuanAy, sebagai berikut: Apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka, hipotesis diterima karena data tersebut terdistribusi secara normal. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan tabel uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov dihasilkan nilai Asymp. Sig . -taile. pada tabel 12, sebesar 0,200 untuk variabel aplikasi absensi dan 0,087 untuk variabel disiplin kerja. Hasil ini memiliki nilai lebih besar dari nilai signifikansi 5% . , maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi Uji t Menurut (Sahir, 2. , uji parsial atau uji t merupakan pengujian kepada koefisien regresi secara parsial, untuk mengetahui signifikansi secara parsial atau masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah: H0 : t hitung O t tabel maka tidak terdapat pengaruh antara variabel dependent terhadap variabel independent. Ha : t hitung > t tabel maka terdapat pengaruh antara variabel dependent terhadap variabel independent. Menurut (Ghozali, 2. pengambilan keputusan untuk uji t dilakukan dengan melihat nilai signifikansi pada tabel coefficients. Biasanya dasar pengujian hasil regresi dilakukan dengan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB tingkat kepercayaan sebesar 95 % atau dengan taraf signifikannya 5 % ( = 0,. Adapun kriteria dari uji t sebagai berikut : Jika nilai signifikansi uji t > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak ada pengaruh antara variabel independent terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi uji t < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh antara variabel independent terhadap variabel dependen. Tabel 13 Uji Hipotesis Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Nilai df = 2. 014 (N = 47-2 = . dengan signifikan 5%. Berdasarkan uji t, diketahui nilai thitung 664 > ttabel sebesar 2. 014 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel aplikasi absensi (X) berpengaruh pada variabel disiplin kerja (Y). Maka uji hipotesis H0 ditolak yang artinya Ha diterima yang dalam artinya aplikasi absensi Kejaksaan Mobile memiliki pengaruh terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. Kemudian, signifikansi dari tabel coefficients diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel aplikasi absensi Kejaksaan Mobile (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel disiplin kerja (Y) pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. Koefisien Determinasi (R. Menurut (Sahir, determinasi yang sering disimbolkan dengan R2 pada prinsipnya melihat besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Tabel 14 Koefisien Determinasi Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Pada tabel 14 diatas, menunjukkan nilai yang diperoleh angka R sebesar 0,571. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan AusedangAy antara variabel aplikasi absensi Kejaksaan Mobile dengan variabel disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. Artinya, aplikasi absensi Kejaksaan Mobile berpengaruh secara langsung terhadap disiplin kerja. Kemudian, berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa koefisien determinasi R2 (R Squar. adalah sebesar 0,326 atau 32,6% dikategorikan rendah dan nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,311 atau 31,1% dikategorikan Hal ini menunjukkan persentase yang mengandung arti bahwa pengaruh variabel aplikasi absensi Kejaksaan Mobile (X) terhadap variabel disiplin kerja (Y) pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong adalah sebesar 31,1%, sedangkan sisanya sebesar 68,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Diambil dari nilai Adjusted R Square karena sampel kurang dari 100 (Pallan, 2. Analisis Regresi Sederhana Tabel 15 Hasil Uji Regresi Sederhana Sumber : Olah Data SPSS 25. Tahun 2025 Berdasarkan hasil perhitungan koefisien regresi sederhana diatas mempengaruhi nilai koefisien konstanta adalah sebesar 17. 660 dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB koefisien variabel bebas (X) adalah sebesar 0,632. Sehingga diperoleh persamaan regresi yaitu : Y = a bX Y = 17. 660 0,632 X Y = Disiplin Kerja X = Aplikasi Absensi Dari persamaan regresi tersebut diatas, maka dapat diberikan penjelasan sebagai berikut : 660 merupakan nilai konstanta yang diartikan bahwa jika x dianggap 0 maka nilainya positif. 0,632 yang berarti bahwa aplikasi absensi Kejaksaan Mobile berpengaruh positif terhadap disiplin kerja pegawai. Berdasarkan persamaan diatas, diketahui nilai konstantanya sebesar 17. 660 dan koefisien regresi x sebesar 0,632 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan, maka disiplin kerja akan mengalami kenaikan sebesar 0,632 satuan. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara aplikasi absensi dengan disiplin kerja, semakin naik aplikasi absensi maka semakin meningkat disiplin kerja. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong. Maka penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dan mengumpulkan kembali dengan melihat angka-angka statistik pada halaman-halaman sebelumnya, dapat diketahui bahwa aplikasi absensi Kejaksaan Mobile memiliki hubungan sebab akibat yang diadakan oleh Kejaksaan Negeri Tabalong, dengan harapan dapat meningkatkan disiplin kerja yang akan menuai hasil yang positif. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dengan menggunakan SPSS versi 25 membuktikan bahwa aplikasi absensi Kejaksaan Mobile berpengaruh terhadap disiplin kerja. Hasil hipotesis menyatakan bahwa nilai signifikan 0,00 < 0,05 dan nilai thitung sebesar JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 664 > ttabel sebesar 2. 014, dimana nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel aplikasi absensi Kejaksaan Mobile (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel disiplin kerja (Y). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong memiliki hubungan yang sedang yaitu dengan nilai korelasi 0,571. Selain itu, penelitian ini menunjukkan pengaruh aplikasi absensi Kejaksaan Mobile terhadap disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong sebesar 31,1%, sedangkan sisanya sebesar 68,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian terdahulu, yaitu : (Syam. Dina, & Monalisa, 2. AuPengaruh Absensi Online Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Camat Tamalate Kota MakassarAy. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa ada pengaruh dari variabel Absensi Online (X) secara positif dan signitifikan terhadap variabel Disiplin Kerja (Y), artinya dengan penerapan absensi online yang baik maka disiplin kerja pegawainya juga akan baik. (Inayah. Hasanah, & Dessyarti, 2. AuPengaruh Aplikasi Absensi Mobile GPS dan Motivasi Kerja Terhadap Disiplin Kerja KaryawanAy. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu terhadap pengaruh positif dan significant absensi mobile GPS terhadap work discipline karyawan PT PLN UP3 Madiun dan terdapat pengaruh yang positif dan significant work motivation terhadap work discipline karyawan PT PLN UP3 Madiun. Itu menunjukkan bahwa semakin tinggi work motivation maka work discipline karyawan PT PLN UP3 Madiun akan mengalami (Leony. Jumaidi, & Noorrahman, 2. AuPengaruh Penerapan Absensi Daring ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB (Onlin. Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten BalanganAy. Hasil penelitiannya adalah ada pengaruh variabel X sebesar 22,3% terhadap variabel Y, selebihnya 77,7% dipengaruhi oleh variabel lain. Tetapi, tidak sesuai dengan penelitian terdahulu berikut ini : (Purnakaryanto & Baehaki, 2. AuPengaruh E-Mobile Presensi Jatim Terhadap Kedisiplinan Dan Kinerja ASN Di Lingkungan SMK Negeri 1 Suruh Kabupaten TrenggalekAy. Hasil pengujian hipotesis antara Kehadiran E-Mobile Jawa Timur dan Disiplin ASN diperoleh hasil 686 < ttable 2. 040 dengan tingkat 498, dinyatakan bahwa Kehadiran E-Mobile Jawa Timur tidak berpengaruh pada Disiplin ASN. (Aderizal & Syamsir, 2. AuPengaruh Penerapan Sistem Absensi Online (Abo. Berbasis Aplikasi Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten DharmasrayaAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak berdampak signifikan antara perangkat keras terhadap disiplin kerja di OPD Kabupaten Dharmasraya. Sementara untuk mengetahui persamaan regresi dalam penelitian ini didapatkan dari tabel coefficients yang dibaca adalah nilai dalam kolom pertama menunjukkan konstanta . dan baris selanjutnya menunjukkan konstanta variabel Hasil analisis regresi dan diperoleh koefisien untuk variabel aplikasi absensi Kejaksaan Mobile (X) sebesar 0,632 dengan konstanta sebesar 17. 660 sehingga model persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 660 0,632 X. Berdasarkan persamaan tersebut dapat diketahui bahwa kenaikan setiap skor variabel aplikasi absensi Kejaksaan Mobile meningkatkan disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong sebesar 0,632 dan sebaliknya apabila terjadi penurunan setiap skor variabel aplikasi absensi Kejaksaan Mobile maka akan menurunkan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong sebesar 0,632. Dengan demikian, semakin bagus aplikasi absensi Kejaksaan Mobile yang digunakan maka akan meningkatkan disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan mengenai Pengaruh Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong, sebagai Berdasarkan hasil statistik pengujian pengaruh X terhadap Y menunjukkan bahwa ada Pengaruh Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong. Berdasarkan (Adjusted R Squar. adalah sebesar 0,311 nilai ini menunjukkan bahwa besar pengaruh variabel Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong adalah sebesar 31,1% adapun 68,9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. SARAN Berdasarkan hasil pembahasan penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka saransaran yang dapat penulis kemukakan berkaitan dengan Pengaruh Aplikasi Absensi Kejaksaan Mobile Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Kejaksaan Negeri Tabalong, sebagai berikut : Reliability / Keandalan (X. : Aplikasi Kejaksaan Mobile mengalami error yang menganggu proses absensi dinilai rendah dengan skor 3,4894. Kejagung RI sebagai penanggung jawab aplikasi absensi Kejaksaan Mobile diharapkan terus meningkatkan aplikasi tersebut agar mengurangi permasalahan seperti error saat pegawai melakukan absensi untuk datang kerja dan pulang kerja. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Taat Terhadap Aturan Perilaku Dalam Pekerjaan (Y. : Pegawai selalu mengerjakan tugas dengan tepat waktu dinilai rendah dengan skor 4. Pimpinan Kejaksaan Negeri Tabalong perlu memberikan motivasi kepada pegawainya dalam hal mengerjakan tugas dengan tepat waktu, apabila pegawai dapat mentaati hal tersebut, maka Kejaksaan Negeri Tabalong berhak mendapatkan peringkat pertama untuk semua bidang dalam hal mengerjakan tugas dengan tepat Kepada peneliti selanjutnya dapat menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan variabel independent selain aplikasi absensi, yang berkaitan dengan disiplin kerja. Dengan menerapkan saran-saran tersebut, diharapkan aspek reliability . dan taat terhadap aturan perilaku dalam pekerjaan dapat ditingkatkan, sehingga disiplin kerja pegawai di Kejaksaan Negeri Tabalong akan meningkat secara keseluruhan. DAFTAR PUSTAKA