Volume 1 No. 1 2024, 73 - 80 DOI : xx. Journal of Education & Managementand Innovation https://journal. E-ISSN x-x Peran Supervisi Pembelajaran Dengan Pendekatan Non-Direktif Dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Guru Linda Afriani Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long. Indonesia, lindaafr23@gmail. INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Received : 11/11/2024 Revised : 5/12/2024 Accepted : 25/12/2024 Keywords: Learning Supervision. Non- Directive. Teaching Skills Kata Kunci: Supervisi Pembelajaran. Non Direktif. Keterampilan Mengajar ABSTRACT This study was conducted to determine the role of learning supervision using a non-directive approach with the aim of improving teachers' skills in teaching. this case, emphasis is placed on the essence of learning supervision in acting out its duties and obligations using a non-directive approach. The method carried out in this study is a literature review study. The type that is applied is destipative. The data collection technique used is to use analysis of data taken from the form of books, documents, papers, scientific papers that have been published and are considered relevant to the subject matter of the role of learning supervision with a non-directive approach as a support in improving teachers' skills in teaching. The data analysis used in this study is to examine the study of theories that have been considered relevant to the discussion. The results of this study show that the role of learning supervision using a non-directive approach can increase the role of teachers in carrying out their teaching skills. ABSTRAK Dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui peran supervisi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan non-direktif dengan tujuan ingin meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar. Dalam hal ini menekankan terhadap esensi dari supervisi pembelajaran dalam memperankan tugas dan kewajibannya dengan menggunakan pendekatan non-direktif. Metode yang dilakukan pada penelitian ini ialah studi kajian literatur. Jenis yang diberlakukan ialah dekstiptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan analisis terhadap data yang diambil dari bentuk buku, dokumen, karya tulis, karya ilmiah yang telah dipublikasikan dan dianggap relevan dengan pokok pembahasan peran supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif sebagai penunjang dalam meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menelaah kajian teori-teori yang sudah dianggap relevan dengan pembahasan tersebut. Hasil kajian teoritik yang dilakukan menunjukkan bahwa peranan dari supervisi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan non-direktif dapat meningkatkan peranan guru dalam melakukan keterampilan mengajarnya. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 73 - 80 How to cite : Afriani. The Role of Learning Supervision with a Non-Directive Approach in Improving TeachersAo Teaching Skills: Peran Supervisi Pembelajaran Dengan Pendekatan Non-Direktif Dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Guru. JEMINOV (Journal of Education Management and Innovatio. , 1. , 73Ae80. LATAR BELAKANG Dalam proses pembelajaran di sekolah, tentunya perhatian pertama yang perlu secara terus menerus dilakukan perbaikan dan peningkatan ialah kinerja mengajar guru. Hal ini merupakan permasalahan yang umum, namun tetap menjadi pusat perhatian. Hal yang demikian, dikarenakan potensi guru dalam mengajar yang menjadi penentu keberhasilan peserta didik dalam proses belajarnya. Permasalahan ini, dijelaskan oleh Armanisah & Hafinda . bahwa hasil dari penelitiannya ialah terdapat pengaruh secara parsial keterampilan mengajar guru pada hasil prestasi belajar peserta didik. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam mengajar menjadi pengaruh yang kuat terhadap prestasi belajar dari peserta didik. Hasil penelitian lain yang ditulis oleh Mustiko & Trisnawati . menunjukkan bahwa guru perlu menguasai dalam melaksanakan keterampilan mengajarnya sehingga mampu melakukan pengelolaan kegiatan pembelajaran dengan baik, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik di dalam kelas. Selain itu, dijelaskan juga oleh Purba et al. bahwa terdapat faktor yang kuat keterampilan mengajar guru dalam memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik, dimana terjadi korelasi yang sedang antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar peserta Pernyataan dari hasil penelitian tersebut, keterampilan mengajar menjadi tombak dalam keberhasil peserta didik mendapatkan prestasi yang baik dalam belajar. Pengaruh keterampilan guru dalam mengajar pada saat ini, masih perlu perbaikan dan peningkatan secara terus menerus. Perbaikan serta peningkatan terhadap mengajar guru tentunya perlu perubahan dari dalam diri guru tersebut, namun peranan supervisor menjadi kebutuhan dalam proses perbaikan dan peningkatannya tersebut. Supervisi pembelajaran dapat dikatakan sebagai penunjang keberhasilan mengajar guru dalam proses pembelajaran. Supervisi pembelajaran menjadi tugas kepala sekolah sebagai supervisor di lembaga pendidikan terkait. Idealnya supervisi pembelajaran yaitu memberikan pelayanan terhadap untuk membantu guru-guru dalam memperbaiki proses pembelajaran. Supervisor memberikan bantuan dengan melakukan pembinaan terhadap kelemahan pengajaran guru selama proses pembelajaran. Hal ini yang dinyatakan oleh Sudirman . bahwa esensi dari pelaksanan supervisi ialah memberikan bentuk perubahan dalam proses pembelajaran yang dijalankan oleh guru dengan memperbaiki dan meningkatkannya, hal yang dapat dilakukan ialah melakukan perencanaan, pengelolaan, dan meningkatkan kualitas pengajaran guru tersebut. Namun, yang masih terjadi pelaksanaan supervisi pembelajaran, pelaksanaannya belum dilakukan secara maksimal. Hal ini dijelaskan oleh Amanati et al. bahwa terdapat pengaruh positif supervisi pembelajaran kepala sekolah terhadap kinerja guru, dan perlu peningkatan supervisi tersebut untuk menghasilkan kinerja guru yang lebih meningkat dari sebelumnya. Selain itu, terdapat penjelasan dari Savitri et al. bahwa pelaksanaan supervisi pembelajaran yang perlu dilakukan oleh kepala sekolah belum dilakukan secara optimal, hal ini menunjukkan bahwa pembinaan terhadap kinerja guru masih belum dilaksanakan secara maksimal dalam membina, membimbing. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 73 - 80 mengarahkan terhadap pelaksanaan pembelaajaran secara ideal. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi pembelajaran belum efektif. Dalam supervisi pembelajaran memiliki banyak pendekatan sebagai penunjang kebutuhan guru dalam melakukan perbaikan dan peningkatan. Di antaranya supervisi pembelajaran dengan pendekatan direktif, non-direktif, dan kolaboratif. Namun, pada pembahasan ini difokuskan terhadap pendekatan secara non-direktif. Supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif tertuju terhadap guru yang memiliki kategori disiplin dan mengetahui tugas pokoknya sebagai guru (Jalil & Setiawan, 2. Pendekatan dengan tidak langsung tersebut atau non-direktif yaitu mengutamakan penjelasan permasalahan yang dialami sendiri oleh guru tersebut dan menekankan terhadap pemahaman humanistik sebagai bentuk penghargaan terhadap guru yang akan dibantu tersebut (Sumardani, 2. Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif atau tidak langsung sebagai bentuk penunjang bagi guru yang memiliki daya disiplin kuat serta memahami dengan tugas pokok yang diperoleh sehingga supervisor hanya bertindak sebagai teman sejawat untuk mendengar kendala yang dialami oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam Uraian permasalahan terhadap kinerja guru, dimana salah satunya keterampilan guru yang masih butuh perbaikan dan peningkatan secara terus menerus. Hal ini yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan perbaikan tersebut. Hal yang demikian, mengacu bagaimana peranan supervisor sebagai pengawas sekolah untuk melakukan supervisi terhadap kinerja guru untuk menghasil proses pembelajaran yang berkualitas. Penunjang terhadap keterampilan guru dalam mengajar akan dicoba dilihat dari pendekatan non-direktif. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis terhadap supervisi pembelajaran terhadap kinerja guru dalam mengajar, bagaimana keterampilan guru dalam melakukan tugasnya dalam mengajar menggunakan pendekatan non-direktif. Maka dari itu judul dalam penelitian ini ialah AuAnalisis Supervisi Pembelajaran dengan Pendekatan Non-Direktif dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar GuruAy. METODE PENELITIAN Metode yang diberlakukan dalam penelitian ini ialah menggunakan studi kajian Jenis yang diterapkan adalah deskriptif dengan tujuan ingin menujukkan berdasarkan analisis terhadap esensi dari supervisi pembelajaran dengan menitikberatkan pada pendekatan non-direktif untuk melihatkan pengaruhnya dalam meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar di dalam kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah mengkaji dan mempelajari teori-teori untuk memperoleh data dari sumber pustaka atau dokumen berdasarkan karya tertulis, hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Tahap yang dilakukan dalam penulisan artikel ini yaitu mengambil data dari sumber pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan yang sudah Selanjutnya melakukan analisis data yaitu dengan menelaah data yang berupa teori-teori yang relevan dengan pokok pembahasan tentang peran supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru. ANALISIS DAN PEMBAHASAN JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 73 - 80 Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis terhadap kajian teori-teori beserta hasil penelitian yang sudah dipublikasi sebagai penguat terhadap teori yang sudah berlaku. Hasil ini sudah dianggap relevan dengan pokok bahasan peran supervisi pembelajaran dengan memanfaatkan pendekatan secara non-direktif dalam upaya meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar di kelas. Pelaksanaan supervisi pembelajaran dari kepala sekolah dengan pendekatan nondirektif memiliki pengaruh terhadap kinerja guru. Dimana dalam kinerja guru perlu memunculkan keterampilan guru dalam menjalankan peran pengajar, sehingga memiliki keterkaitan bagi guru dalam menciptakan kinerja guru yang baik. Dimana diperkuat oleh hasil penelitian yang ditulis oleh Setiawati . dengan judul AuPenerapan Pendekatan Supervisi Non Direktif dalam Meningkatkan Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran Di Sd Negeri 1 CakranegaraAy. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi yang digunakan dalam menunjang perbaikan proses pembelajaran di dalam kelas dengan menerapkan pendekatan non-direktif menjadi lebih meningkatkan dalam pemanfaatan media pembelajaran di dalam kelas. Peningkatan yang terjadi dibuktikan dari dua siklus yang sudah dilakukan dengan rincian bahwa subjek A. B, dan C mengalami peningkatan lebih dari 8%. Hal tersebut membuktikan bahwa peranan supervisi dalam keberlangsungan proses pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran menjadi sangat dibutuhkan. Penelitian selanjutnya yang ditulis oleh Setiawati . dengan judul AuPenerapan Pendekatan Supervisi Non Direktif Dalam Meningkatkan Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran di SD Negeri 1 CakranegaraAy. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan supervisi non direktif dapat meningkatkan kemampuan guru dengan menggunakan media kartu. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil belajar peserta didik yang semakin meningkat. Dari Ketika subjek penelitian, semua subjek yang dijadikan penelitian mengalami peningkatan hasil belajarnya. Keterampilan Mengajar Guru Keterampilan mengajar merupakan kemampuan guru dalam melakukan pelatihan serta pembimbingan terhadap peserta didik dalam mengikuti aktivitas pembelajaran di dalam kelas. Keterampilan guru dalam mengajar merupakan potensi dasar yang harus di kuasai oleh pengajar dalam melakukan tugasnya. Hal ini dijelaskan lengkap oleh Wiguna . bahwa keterampilan mengajar di sebut teaching skill ialah potensi yang memiliki sifat khusus untuk harus di miliki oleh tenaga pengajar yaitu guru dan dosen dalam melakukan tugasnya secara profesional. Guru yang memiliki keterampilan mengajar yaitu kemampuan dalam mendorong efektifitas proses pembelajaran di dalam kelas, dimana hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan secara aktif peserta didik pada proses belajar secara individu atau kelompok. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam mengajar merupakan potensi guru dalam menciptakan jalinan aktivitas pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran tersebut. Secara sederhana dinyatakan oleh Nuridin & Jupriyanto . bahwa keterampilan guru dalam mengajar akan menunjukkan trik yang baik untuk menciptakan suasana belajar megajar yang menyenangkan dan tidak membuat kesan membosankan terhadap peserta didik. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa keterampilan mengajar guru adalah kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai dalam menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga peserta didik dalam terlebih aktif pada saat mengikuti proses pembelajaran tersebut. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 73 - 80 Dinyatakan oleh Rasto . bahwa terdapat delapan jenis keterampilan mengajar guru, dan hal yang perlu di kuasai oleh guru sebagai pengajar, yaitu: . keterampilan membuka pembelajaran . et inductio. keterampilan menjelaskan pelajaran . keterampilan bertanya . keterampilan memberikan penguatan . keterampilan variasi stimulus . timulus variatio. keterampilan demontrasi . keterampilan memanfaatkan papan tulis . sing blackboar. keterampilan menutup pembelajaran . Supervisi Pembelajaran Supervisi pembelajaran merupakan bentuk upaya dalam memberikan suatu pelayanan terhadap guru dalam membantu dalam perbaikan proses pembelajaran secara ideal. Senada dengan pernyataan Glickman dalam Ubabuddin . dinyatakan supervisi pembelajaran adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses belajar mengajar demi pencapaian tujuan Pernyataan ini menunjukkan bahwa dilaksanakannya supervisi pembelajaran ialah sebagai bentuk bantuan yang diberikan kepada guru dengan tujuan dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang dirumuskan. Sergiovanni & Starrat . juga menyatakan bahwa supervisi pembelajaran adalah upaya memberikan dorongan, mengkoordinir, dan menstimulis serta menuntun guru-guru baik secara individual maupun kelompok agar lebih efektif melaksanakan fungsi Berdasarkan uraian pernyataan tersebut disimpulkan bahwa supervisi pembelajaran ialah upaya yang dilakukan supervisor dalam mencapai tujuan pembelajaran secara baik dengan melakukan pembinaan terhadap guru dengan mendorong, menstimulus, dan mengkoordinir serta menuntunnya. Supervisi Pembelajaran Pendekatan Non-Direktif Supervisi yang dilakukan dengan pendekatan non-direktif merupakan supervisi yang dilakukan secara tidak langsung dengan cara mendengarkan permasalahan yang dialami oleh yang disupervisi terlebih dahulu (Fikron et al. , 2. Pendekatan nondirektif dalam supervisi memungkinkan individu yang disupervisi untuk secara aktif mengungkapkan permasalahan dan mencari solusi sendiri dengan panduan dan dukungan dari supervisor (Palupiningsih et al. , 2. Supervisor tidak memberikan arahan langsung atau solusi yang telah ditentukan, melainkan fokus pada memfasilitasi individu agar dapat mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang permasalahan yang dihadapi dan merumuskan solusi dengan cara mereka sendiri. Dalam pendekatan nondirektif, supervisor memberikan ruang bagi individu yang disupervisi untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang permasalahan yang dihadapi dan mengembangkan keterampilan dan kapasitas mereka dalam menemukan solusi yang tepat (Lambley, 2. Supervisi pendekatan non-direktif yakni memberikan kesempatan yang lebih luas terhadap orang yang disupervisi untuk menjelaskan kendala atau bentuk permasalahan yang mereka alami. Pernyataan ini menunjukkan bahwa supervisor berlaku sebagai pendengar dari permasalahan yang dinyatakan oleh orang yang disupervisi, hal ini dapat dikatakan sebagai bentuk konseling supervisor dengan guru sebagai orang yang disupervisi. Pernyataan lain dikemukakan oleh Sudarsono . bahwa supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif bersifat humanistik dengan kata lain menghargai orang yang sedang dilakukan supervisi. Hal ini yang membuktikan bahwa guru menjelaskan permasalahan dan supervisor JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 73 - 80 mendengarkan dan mencoba memahami terhadap keluhan yang dijelaskan. Dikatakan oleh Sudarsono . terdapat perilaku- perilaku yang dilakukan oleh supervisor dalam menerapkan pendekatan secara non-direktif yaitu: . mendengarkan permasalahan, . memberikan penguatan terhadap guru sebagai orang yang disupervisi, . menjelaskan pendapat selaku supervisor, . menyajikan solusi, dan . memecahkan permasalahan guru yang dialami. Kajian teori diatas menunjukkan bahwa esensi dari guru dalam meningkatkan keterampilan mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa peranan supervisor menjadi hal yang sangat mutlak dalam mendukung keberhasil proses pembelajaran guru dalam mengajar di dalam. Supervisi ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan nondirektif sebagai spesifikasi dalam menanggulangi pencapaian supervisi pembelajaran. Teori tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa peran supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru. Hasil penelitian dari artikel pertama membuktikan bahwa terdapat pengaruh dari supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif secara parsial terhadap kinerja guru pada Pendidikan Agama Islam di Jenjang Sekolah Menengah di Semarang pada tahun tersebut. Hal yang ditunjukkan oleh penelitian ini bahwa memiliki pengaruh secara signifikan dari supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif terhadap Kinerja guru di SMP. SMA, dan SMK pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan ditunjukkan nilai t hitung 6,095 > t tabel 2,0452 dan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05. Berdasarkan ini bahwa kinerja guru dalam mengajar utamanya diperlukan peranan daru supervisor untuk dapat menerapkan supervisi pembelajaran dengan menerapkan pendekatan secara non-direktif sebagai bentuk penunjang keberhasilan kinerja guru. Pencapaian kinerja guru menjadi gambaran terhadap keterampilan guru dalam membawakan materi sebagai bahan ajar di dalam kelas. Hasil analisis dari artikel kedua menunjukkan bahwa dari penerapan supervisi dalam kelas dengan memanfaatkan pendekatan secara non-direktif dapat meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran sebagai pendukung proses belajar mengajar di dalam kelas. Hal ini dilihat dari hasil penelitiannya yang menunjukkan nilai bahwa subjek A dalam siklus I memperoleh nilai pada penggunaan media pembelajaran ditunjukkan dengan nilai 65% pada siklus I dan menuju 85% pada siklus II sehingga pada penelitian ini menujukkan terjadi peningkatan sebesar 20% dalam menggunakan media pembelajara. Pada subjek B menunjukkan nilai 60% pada siklus I dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 90%. Sedangkan subjek C membuktikan bahwa mengalami peningkatan 30% dengan rincian di siklus I menunjukkan 60% menjadi 90% Pada siklus II. Penjelasan ini menunjukkan bahwa peranan supervisi pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru dalam melakukan keterampilannya dalam mengajar dengan bantuan pendekatan non-direktif. Proses dari siklus I menuju siklus II mengalami peningkatan sebesar 20% lebih. Disimpulkan bahwa supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif dapat meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran di dalam kelas. Pada artikel ketiga menjelaskan bahwa supervisi klinis memberikan pengaruh terhadap keterampilan guru dalam menjelaskan dan bertanya dengan memanfaatkan pendekatan non- direktif. Supervisi klinis dimana penerapan dari bagian supervisi pembelajaran yang memfokuskan pada perbaikian terhadap kinerja guru. Namun. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 73 - 80 supervisi klinis ini diterapkan dengan memfokuskan terhadap kebutuhan guru. Hal tersebut menjadi bahan kajian dimana relevansi dari supervisi klinis merupakan bagian yang mengedepankan perbaikan dan pengembangan terhadap kinerja guru. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I menunjukkan hasil sebesar 73,2%, dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 87,8 %. Sedangkan pada keterampilan bertanya menunjukkan hasil sebesar 73,3% pada siklus I menuju siklus II menjadi 91%. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus I terhadap siklus II dalam memberikan pengaruh dari supervisi klinis dengan pendekatan nondirektif terhadap keterampilan guru dalam menjelaskan dan memberikan pertanyaan terhadap peserta didik. PENUTUP / KESIMPULAN Berdasarkan hasil uraian pembahasan diatas, disimpulkan bahwa peranan dari supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif dapat meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar. Supervisi dengan pendekatan non-direktif yakni memberikan kesempatan yang lebih luas terhadap orang yang disupervisi untuk menjelaskan kendala atau bentuk permasalahan yang mereka alami. Perilaku supervisor pada saat melakukan supervise yaitu: . mendengarkan permasalahan dalam memberikan penguatan terhadap guru sebagai orang yang disupervisi, . menjelaskan pendapat selaku supervisor, . menyajikan solusi, dan . memecahkan permasalahan guru yang dialami. Dengan keterampilan guru yang muncul membuktikan bahwa guru mampu dalam menjalankan peran pengajar, sehingga memiliki keterkaitan bagi guru dalam menciptakan kinerja guru yang baik. Keterampilan mengajar guru seperti menjelaskan materi, memberikan pertanyaan kepada peserta didik, serta pemanfaatan media pembelajaran sebagai penunjang keberhasilan kinerja guru dalam meningkatkan keterampilan mengajar. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa peran dari supervisor dalam menerapkan supervisi pembelajaran dengan pendekatan non-direktif dapat meningkatkan keterampilan mengajar guru di dalam kelas. Hal ini dibuktikan dengan analisis yang dilakukan pada penelitian sebelumnya pada artikel pertama, kedua, dan ketiga yang menunjukkan bahwa supervisi dengan pendekatan non-direktif mampu mendukung keterampilan mengajar guru di dalam kelas sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan bermakna. DAFTAR PUSTAKA