JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. Identifikasi Letak Buku di Perpustakaan Universitas Prima Indonesia Menggunakan Metode FP-Growth Satriandi yandisatri7@gmail. Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara ARTICLE INFO Article history: Received 27 September 2024 Accepted 10 November 2024 Published 24 Desember 2024 ABSTRACT This research uses the FP-Growth method to identify the location of books in the Prima Indonesia University library with the following steps: . conducting research, . solving the problem, . studying the literature, . inputting data, . analyzing high frequency patterns, determining associative rules, and making conclusions. This research aims to apply the FP-Growth method to arrange book layouts according to needs. This research aims to: . apply the FP-Growth method to arrange the layout of books according to needs, . implement the FP-Growth method to arrange the layout of books in the Prima Indonesia University (UNPRI) library, and . create an application using language and a data base with the FP-Growth method which can arrange the layout of library books. The result of the research is that using the FP-Growth method book searches can be faster with a success rate of 80%, making it easier to get the book you Keywords: Data mining. Book layout. FPGrowth Algorithm. Rapidminer Pendahuluan Perpustakaan di perguruan tinggi merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. Hal tersebut untuk menunjang dalam proses belajar mengajar. Perpustakaan berfungsi sebagai sumber informasi yang sangat penting, terutama dalam bidang pendidikan dan bagi komunitas secara luas . Oleh karena itu diperlukan penyusunan buku, tata letak ruangan yang nyaman untuk menarik minat mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Dengan perkembangan Identifikasi Letak Buku di Perpustakaan Universitas Prima Indonesia Menggunakan Metod FP -Growth JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. teknologi informasi saat ini, untuk menemukan judul buku yang akan dipinjam atau di baca akan lebih mudah, karena dengan menggunakan sistem komputer untuk mencari data atau jenis buku yang mau kita pinjam cukup dengan menemui operator perpustakaan kemudian tanya apa judul buku yang diinginkan. Operator akan melihat melalui layar komputer dan memasukan apa judul buku yang akan dicari, kemudian keluar kode buku dan letak buku berdasarkan rak buku, jadi para mahasiswa tidak perlu repot-repot keliling hanya untuk mencari satu judul buku saja di berbagai rak buku. Dengan adanya sistem tata letak buku sesuai dengan jurusannya maka kita akan lebih mudah dalam melakukan pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya. Sistem komputer yang dapat digunakan adalah data mining. Data mining merupakan solusi yang mampu menemukan kandungan informasi yang tersembunyi berupa pola dan aturan sekumpulan data yang besar agar mudah dipahami. Data Mining dan knowledge discovery in database (KDD) merupakan istilah yang memiliki konsep yang berbeda akan tetapi saling berkaitan karena data mining adalah bagian dalam proses KDD. Berdasarkan penelitian mengenai Analisis Keranjang Pasar Menggunakan Apriori Dan FPGrowth Untuk Analisis Pola Pengeluaran Konsumen Di Berkah Mart Di Pekanbaru Riau. Andi dan Utami menggunakan algoritma Apriori dan FP-Growth untuk menganalisis keranjang pasar . Selanjutnya berdasarkan penelitian terdahulu diatas yang menggunakan metode FP-Growth untuk mengatasi masalah, maka peneliti menggunakan metode FP-Growth untuk mengatur tata letak buku. Association rule merupakan salah satu metode yang bertujuan mencari pola yang sering muncul di antara banyak transaksi, dimana setiap transaksi terdiri dari beberapa item . Algoritma FP-Growth menggunakan struktur data yang disebut FP-tree (Frequent Pattern tre. dalam melakukan pencarian frekuensi Pattern atau itemset. Sesuai dengan namanya. FP-tree merupakan struktur pohon dimana setiap cabang berisi informasi frekuensi itemset, dan setiap node menyimpan informasi item dan frekuensinya. FP-Growth berasal dari singkatan Frequent Pattern Growth merupakan salah satu algoritma yang dapat berfungsi dapat mendeteksi sekumpulan data yang sering muncul . Sehingga dengan adanya penggunaan data mining dan metode FP-Growth maka pihak perpustakaan dapat mengatur tata letak buku dengan mudah dan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan penjelasan yang telah dijabarkan maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di perpustakaan Universitas Prima Indonesia dengan judul AuIdentifikasi Letak Buku di Perpustakaan Universitas Prima Indonesia Menggunakan Metode FPGrowthAy. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan kerangka dan panduan yang diperlukan dalam menjalankan sebuah proses penelitian, sehingga penelitian yang dilakukan akan terarah, teratur, dan sistematis . Penelitian ini menggunakan metode FP-Growth untuk mengidentifikasi tata letak buku di perpustakaan Unipersitas Prima Indonesia. Ada beberapa Langkah yang dilakukan untuk mengidentifikasi tata letak buku dengan menggunakan Metode FP-Growth yang meliputi: Melakukan Riset Penelitian Melakukan riset penelitian pada Universitas Prima Indonesia untuk mendapatkan datadata yang dibutuhkan. Merumuskan Masalah Merumuskan masalah yang akan diselesaikan berdasarkan hasil riset penelitian yang telah dilakukan. Mempelajari Literatur Setelah masalah telah teridentifikasi maka tahap yang dilakukan selanjutnya adalah studi literatur. Dimana pada tahapan ini peneliti menggunakan referensi berupa jurnal penelitian terdahulu dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Menginputkan data Tahapan dimana menginputkan data-data ke dalam sistem setelah data diperoleh, hal ini dilakukan sebelum pengujian terhadap data yang dimiliki untuk dapat di proses Menganalisa pola frekuensi tinggi n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 Tahapan ini mencari kombinasi item yang memenuhi syarat minimum dan nilai support dalam data base. Dimana nilai support dicari menggunakan dua tahapan. Tahap yang pertama yaitu : Support A = Jumlah Transaksi Mengandung A Total Transaksi Sedangkan nilai dari support 2 item diperoleh dari rumus berikut: Support (A. B) = P (AOB) = Jumlah Traksaksi Mengandung A dan B Total Transaksi Menentukan Aturan Assosiatif Setelah semua pola frekuensi tinggi ditemukan, barulah dicari aturan assosiatif yang memenuhi syarat minimum untuk confidence dengan menghitung confidence aturan Membuat Kesimpulan Merupakan langkah dimana membuat kesimpulan setelah dilakukan penghitungan terhadap data yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui hasil akhir yang didapat apakah dapat dipakai atau tidak. Hasil dan Analisis Penelitian ini menggunakan algoritma FP-Growth untuk penentuan tata letak buku pada perpustakaan Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Algoritma FP-Growth membutuhkan datadata yang memiliki nilai untuk diproses dan nilai yang digunakan sebagai proses yaitu jumlah peminjaman buku. FP-Growth menggunakan konsep pembangunan tree dalam pencarian frequent itemsets. Hal tersebutlah yang menyebabkan algoritma FP-Growth lebih cepat dari algoritma Apriori. Karakteristik algoritma FP-Growth adalah struktur data yang digunakan adalah tree yang disebut dengan FP-Tree. Dengan menggunakan FP-Tree, algoritma FP-Growth dapat langsung mengekstrak frequent itemset dari FP-Tree. Berikut tahapan dalam mengimplementasikan metode association rules dengan menggunakan algoritma FP-Growth untuk menentukan penyusunan buku yang sesuai dengan kategori di Perpustakaan Universitas Universitas Prima Indonesia, yang nantinya akan diimplementasikan dalam proses Algoritma Frequent Patten Growth (FP-Growt. , yaitu: Penginfutan Dataset Pencarian Dataset Pencarian Frequent itemset . ata yang sering muncu. Pembangkitan FP-Tree berdasarkan priority Pembangkitan Conditional Pattren Base 1 Penginputan Dataset Melakukan penginputan data dan dilanjutkan dengan konversi data, maka data yang telah diolah tadi siap untuk diuji dengan melakukan proses pencarian Frequent Itemset dengan menggunakan Algoritma FP-Growth untuk menghasilkan Association Rules. Cara penginputan data di algoritma FP-Growth yaitu berdasarkan dari data peminjaman buku dan dikelompokan berdasarkan kategori buku yang dipinjam jika AuYAy berarti ada peminjaman dan jika AuTAy berarti tidak ada peminjaman. Seperti tabel 3. 1 berikut ini. Tabel 3. 1 Tabel Data Transaksi Peminjaman Buku Transaksi B02 B03 B11 B25 B27 B31 B39 B47 B56 B57 B58 B59 B60 B62 T01 T02 T03 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 178-191 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. T04 T05 T06 T07 T08 T09 T1T T1Y T12 T13 T14 T15 T16 T17 Data yang telah diinput yang didapatkan dari tabel 3. 1 akan dilakukan konversi menjadi tabel 3. 2 jika AuYAy berarti dberi nilai angka 1, jika AuTAy maka dikasih nilai 0, berikut dapat dilihat hasil konversinya pada table 3. T01 B02 Tabel 3. 2 Tabel Konversi Data Transaksi Peminjaman Buku B03 B11 B25 B27 B31 B39 B47 B56 B57 B58 B59 B60 B62 T02 T03 T04 T05 T06 T07 T08 T09 T10 T11 T12 T13 Tabel 3. 3 Tabel Konversi Data Transaksi Peminjaman Buku (Lanjuta. Transaksi B02 B03 B11 B25 B27 B31 B39 B47 B56 B57 B58 T14 B59 B60 B62 Transaksi T15 T16 T 17 TOTAL n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 2 Pencarian Frequent Itemset Pencarian frequent itemset dilakukan pada data peminjaman buku dan dapat dilihat pada table berikut: Tabel 3. 1 Frekuensi Kemunculan Item ITEM SET B02 COUNT SUPPORT FREQUENT ITEM SET IYA B03 B11 TIDAK TIDAK B25 IYA B27 IYA B31 IYA B39 TIDAK B47 IYA B56 IYA B57 IYA B58 IYA B59 IYA B60 TIDAK B62 TIDAK Nilai support didapatkan dengan cara: Nilai yang terdapat pada kolom count dibagi dengan jumlah nilai keseluruhan yang terdapat pada kolom item set. Contoh : baris satu pada kolom count terdapat nilai 4 dibagi dengan 17 nilai transaksi pada kolom itenset sehingga memperoleh nilai 0,235. Lalu dikalikan dengan persentase keseluruhan 100% sehingga diperoleh nilai 24%. Jika terdapat nilai pada kolom suport maka nilai pada frequen item set menghasilkan nilai AuIYAAy dan jika tidak ada nilai maka diberikan nilai AuTIDAKAy. Contohnya pada baris ke 1 terdapat nilai suport 24% sehingga diberikan nilainya AuIYAAy. 3 Dataset Diurutkan Berdasarkan Priority Dari Frekuensi kemunculan di atas dapat dilihat berapa banyak jumlah kemunculan tiap item dari seluruh transaksi, setelah didapatkan frekuensi kemunculan maka tahap selanjutnya adalah menentukan nilai support count. Support count yang diberikan adalah = 6%, maka item yang berpengaruh dan akan dimasukkan ke dalam FP-Tree, selebihnya untuk item yang frekuensi kemunculannya di bawah 18% maka dapat dibuang karena tidak berpengaruh signifikan, seperti terlihat pada tabel 3. Tabel 3. 1 Frekuensi Kemunculan Item Pertama ITEM SET B02 COUNT SUPPORT B25 B27 FREQUENT ITEM SET IYA IYA IYA B31 IYA B47 IYA B56 IYA B57 IYA JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 178-191 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. B58 IYA B59 IYA Dari Frekuensi kemunculan di atas dapat dilihat berapa banyak jumlah kemunculan tiap item dari seluruh transaksi, setelah didapatkan frekuensi kemunculan pertama maka tahap selanjutnya adalah menentukan nilai Confidence. Confidence yang diberikan adalah = 75%, maka item yang berpengaruh dan akan dimasukkan ke dalam FP-Tree, selebihnya untuk item yang frekuensi kemunculannya di bawah 75% maka dapat dibuang karena tidak berpengaruh signifikan, seperti terlihat pada tabel 3. Tabel 3. 2 Frekuensi Kemunculan Item Kedua 2 ITEM SET B02 B31 B25 B57 COUNT ITEM 1 COUNT SUPPORT CONFIDENCE B27 B56 B27 B58 B31 B02 B47 B58 B47 B59 B56 B27 Setelah dilakukan pemindaian data berdasarkan nilai confedence count = 75%, maka data transaksi peminjaman buku menjadi seperti yang terlihat pada tabel 3. Tabel 3. 3 Data Transaksi Peminjaman Setelah Proses Pemindaian TID Itemset TID02 KB05. KB02. KB31. KB30 TID11 KB12. KB54. KB66. KB36. KB27. KB67. KB55. KB56. KB42. KB45. KB58. KB50, KB73. KB44. KB23. KB32. KB33. KB44 TID14 KB22. K16. KB24. KB05. KB18. KB19. KB78. KB38. KB16. KB38. KB70. KB71. KB42, KB69. KB47. KB58. KB63 TID15 KB75. KB59. KB29. KB14. KB13. KB45. KB45. KB47. KB15. KB47. KB58. KB63 4 Pembangkitan FP-Tree Berdasarkan Priority Pembangkitan FP-Tree dilakukan setelah didapatkan item -item yang frequent atau memenuhi nilai support count, yang mana item -item tersebut telah didapatkan sebelumnya. Proses dalam pembangkitan FP-Tree dimulai dengan pembacaan TID01, yang kemudian dilanjutkan dengan TID02, dan diteruskan dengan peminjaman berikutnya sampai transaksi terakhir. Adapun proses dalam pembangkitan FP-Tree dari data link yang digunakan dapat dilihat pada penjelasan berikut Pembacaan TID02 Pembacaan TID02 berdasarkan Tabel 3. 4 Data Transaksi Peminjaman Buku Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 Gambar 3. 1 Hasil Pembentukan FP-Tree TID02 Pembacaan TID04 Pembacaan TID04 berdasarkan Tabel 3. 1 Data Transaksi Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. 2 Hasil Pembentukan FP-Tree TID04 Pembacaan TID08 Pembacaan TID08 berdasarkan Tabel 3. 2 Data Transaksi Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. Peminjaman Buku Peminjaman Buku Peminjaman Buku Gambar 3. 3 Hasil Pembentukan FP-Tree TID08 Pembacaan TID10 Pembacaan TID10 berdasarkan Tabel 3. 3 Data Transaksi Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 178-191 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Gambar 3. 4 Hasil Pembentukan FP-Tree TID10 Pembacaan TID11 Pembacaan TID11 berdasarkan Tabel 3. Data Transaksi Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. 5 Hasil Pembentukan FP-Tree TID11 Pembacaan TID13 Pembacaan TID13 berdasarkan Tabel 3. 5 Data Transaksi Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. Peminjaman Buku Peminjaman Buku n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 Gambar 3. 6 Hasil Pembentukan FP-Tree TID13 Pembacaan TID14 Pembacaan TID14 berdasarkan Tabel 3. 6 Data Transaksi Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. Peminjaman Buku Gambar 3. 7 Hasil Pembentukan FP-Tree TID14 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 178-191 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Pembacaan TID15 Pembacaan TID15 berdasarkan Tabel Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. Data Transaksi Gambar 3. 8 Hasil Pembentukan FP-Tree TID15 Pembacaan TID16 Pembacaan TID16 berdasarkan Tabel 3. 8 Data Transaksi Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. Peminjaman Buku Peminjaman Buku Peminjaman Buku Gambar 3. 9 Hasil Pembentukan FP-Tree TID16 Pembacaan TID17 Pembacaan TID17 berdasarkan Tabel 3. 9 Data Transaksi Perpustakaan dapat dilihat pada Gambar 3. n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 Gambar 3. 10 Hasil Pembentukan FP-Tree TID17 5 Pembangkitan Conditional Pattern Base Setelah FP-Tree terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah tahap pembangkitan Conditional Pattern Base. Pada tahap ini dapat dilakukan dengan melihat kembali FP-Tree yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk menemukan frequent itemset dari data yang telah tersedia maka perlu ditentukan cabang pohon dengan lintasan yang berakhiran dengan support count Conditional Pattern Base dibangkitkan berdasarkan suffix akhiran KB58, maka dari FPTree yang sudah dibuat sebelumnya dapat diambil lintasan yang hanya mengandung suffix KB57. adapun proses dalam membangkitkan Conditional Pattern Base yang mengandung suffix KB57 dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 3. 1 Lintasan Yang Mengandung Suffix KB57 Conditional Pattern Base dibangkitkan berdasarkan suffix akhiran KB58, maka dari FPTree yang sudah dibuat sebelumnya dapat diambil lintasan yang hanya mengandung suffix KB58. adapun proses dalam membangkitkan Conditional Pattern Base yang mengandung suffix KB58 dapat dilihat pada gambar 3. JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 178-191 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Gambar 3. 2 Lintasan Yang Mengandung Suffix KB58 Conditional Pattern Base dibangkitkan berdasarkan suffix akhiran KB58, maka dari FPTree yang sudah dibuat sebelumnya dapat diambil lintasan yang hanya mengandung suffix KB59. adapun proses dalam membangkitkan Conditional Pattern Base yang mengandung suffix KB59 dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 3. 3 Lintasan Yang Mengandung Suffix KB59 6 Pembangkitan Frequent Pattern Setelah mencari frequent itemset untuk beberapa akhiran suffix maka didapat hasil yang dirangkum sebagai berikut: Tabel 3. 1 Tabel Hasil Frequent Itemset Suffix Frequent Itemset KB02 {KB02. KB31:. KB25 {KB25. KB57:. KB27 {KB27. KB56:. ,{KB27. KB58:. KB47 {KB47. KB58:. ,{KB47. KB59:. KB56 {KB56. KB27:. ,{KB25. KB58:. KB56 {KB56. KB27. KB56:. n p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256 KB58 KB58 KB58 KB59 KB58 {KB58. KB27. KB58:. {KB58. KB56. KB27:. {KB58. KB47. KB59:. {KB59. KB47. KB59:. {KB58. KB59. KB47:. Pencarian Association Rules dilakukan melalui dua tahap yaitu pencarian frequent itemset dan penyusutan rules dan dapat diketahui dengan dua parameter, yaitu support minimum 6% dan confidence minimum 100%. Tabel 3. 2 Perhitungan Nilai Support dan Confidence Setiap Association Rule No. Premise (A) Conclusion (B) Support Confidence KB02 KB31 KB25 KB57 KB27 KB56 KB27 KB58 KB47 KB58 KB47 KB59 KB56 KB27 KB56 KB58 KB56. KB27 KB56 KB58. KB27 KB58 KB58. KB56 KB27 KB58. KB47 KB59 KB59. KB47 KB59 KB58. KB59 KB47 6 Pembentukan Rule Base Keputusan Berdasarkan Tabel 3. 1 perhitungan nilai support dan confidence maka dapat ditentukan rule base keputusan sebagai berikut : Jika terdapat penyusunan buku KB02 maka terdapat juga penyusunan buku KB31dengan nilai dukungan 24% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB25 maka terdapat juga penyusunan buku KB57 dengan nilai dukungan 6% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB27 maka terdapat juga penyusunan buku KB56 dengan nilai dukungan 6% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB27 maka terdapat juga penyusunan buku KB58 dengan nilai dukungan 6% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB47 maka terdapat juga penyusunan buku KB58 dengan nilai dukungan 6% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB47 maka terdapat juga penyusunan buku KB59 dengan nilai dukungan 6% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB56 maka terdapat juga penyusunan buku KB27 dengan nilai dukungan 6% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB56 maka terdapat juga penyusunan buku KB58 dengan nilai dukungan 6% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB56 dan buku KB 27 maka terdapat juga penyusunan buku KB56 dengan nilai dukungan 18% dan nilai kepercayaan 100%. JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2024 : 178-191 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Jika terdapat penyusunan buku KB56 dan buku KB 27 maka terdapat juga penyusunan buku KB56 dengan nilai dukungan 18% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB58 dan buku KB 27 maka terdapat juga penyusunan buku KB58 dengan nilai dukungan 25% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB58 dan buku KB 56 maka terdapat juga penyusunan buku KB27 dengan nilai dukungan 25% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB58 dan buku KB 47 maka terdapat juga penyusunan buku KB59 dengan nilai dukungan 25% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB59 dan buku KB 47 maka terdapat juga penyusunan buku KB59 dengan nilai dukungan 18% dan nilai kepercayaan 100%. Jika terdapat penyusunan buku KB58 dan buku KB 59 maka terdapat juga penyusunan buku KB47 dengan nilai dukungan 25% dan nilai kepercayaan 100%. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, diperoleh beberapa kesimpulan antara lain: Dengan menggunakan teknik data mining dan metode FP-Growth maka dapat mengatur tata letak buku sesuai kebutuhan. Dengan menggunakan data peminjaman buku perpustakaan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kemudian menggunakan tahapan dan rumus metode FP-Growth maka dapat mengatur tata letak buku. Dengan menggunakan aplikasi Rapidminer dan data peminjaman buku pada perpustakaan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) maka dapat menghasilkan association rule untuk tata letak buku. References